Injil hari Minggu Prapaskah IV/A (Yoh 9:1-41; 1Sam 16:1b, 6-7, 10-13a)

MENGENALI DIA DALAM TERANGNYA

Rekan-rekan yang budiman!

Kisah penyembuhan orang yang buta sejak lahir (Yoh 9:1-41) ini dibacakan dalam perjalanan kita selama Minggu Prapaskah IV tahun ini. Orang buta ini sebenarnya tidak minta atau dipintakan agar bisa melihat. Tapi seperti dikisahkan Yohanes, Yesus menghidupkan mata orang itu. Penyembuhan kali ini terjadi lewat tindakan meramu lumpur dengan ludah dan persyaratan mandi di sebuah kolam. Boleh dicatat juga, peristiwa ini terjadi pada hari Sabat. Ketika diminta menjelaskan bagaimana ia jadi bisa melihat, orang itu memang tahu apa yang terjadi tapi belum kenal siapa penolongnya tadi. Kemudian ketika bertemu dan berbicara dengan Yesus sendiri, barulah ia mengenali siapa sebenarnya dia.

Injil Minggu Prapaskah III/A tgl. 19-3-17 (Yoh 4:5-42; Kel 17:3-7)

Rekan-rekan yang budiman!

Satu hari dalam perjalanannya menuju Galilea, Yesus singgah melepas lelah di dekat sebuah sumur di daerah Samaria. Di situ ia bertemu dengan seorang perempuan yang datang hendak menimba air. Terjadi percakapan di antara mereka. Lambat laun perempuan itu mengenali Yesus sebagai nabi dan sebagai Mesias yang kedatangannya ditunggu-tungu orang sejak lama. Perempuan itu kemudian mengajak orang-orang sekota ikut menemui sang tokoh dan mereka pun ikut percaya. Begitulah ringkasan isi Yoh 4:5-42 yang dibacakan pada Minggu III Prapaskah tahun A ini. Jalan ceritanya sederhana, tapi kaya akan makna bagi orang zaman sekarang pula.

Pada akhir tulisan ini akan ditunjukkan pula bagaimana Injil ini dapat dipakai membaca kembali peristiwa umat mempertengkarkan kehadiran ilahi yang diceritakan dalam Kel 17:3-7.

Injil hari Minggu Prapaskah II A -12 Maret17 (Mat 17:1-9)

WAJAHNYA SEPERTI MATAHARI!
Kawan-kawan yang baik!
Di kotak surat saya temukan secarik pesan ini, “Matt, terima kasih buat Minggu lalu.. Apa masih bisa tolong jelaskan Injil hari Minggu Prapaskah II tentang Transfigurasi Yesus di sebuah gunung yang kaukisahkan dalam Mat 17:1-9. Sekalian deh singgung kaitannya, kalau ada, dengan warta kisah panggilan Abraham dalam Kej 12:1-4a yang dijadikan bacaan pertama. Cheers, Gus.” Ia hanya meninggalkan serangkai alamat email peminat yang bisa dihubungi lewat accountnya. Kebetulan memang saya masih ada satu dua catatan mengenai episode itu.

Injil Prapaskah IA, 5 Maret 17 (Mat 4:1-11)

IBLIS, PENGGODA, SATANA DAN KEBESARAN TUHAN

Rekan-rekan yang budiman!
Karena Injil bagi Minggu Prapaskah kali ini (Mat 4:1-11) akan diuraikan dengan panjang lebar oleh Matt di bawah, maka catatan saya berikut hanya menyangkut bacaan pertama, yaitu Kej 2:7-9 dan 3:1-7. Disebutkan pada bagian awal bagaimana Tuhan membentuk manusia dari “debu tanah”, yakni bahan yang ujudnya gumpalan-gumpalan berserakan belaka. Inilah cara Alkitab menggambarkan sisi ringkih dari manusia. Namun sentuhan-sentuhan tangan ilahi memberinya ......

Rabu Abu 1 Maret 2017 (2Kor 5:20-6:2 dan Mat 6:1-6; 16-18)

Rekan-rekan!
Bacaan dari 2Kor 5:20-6:2 yang diperdengarkan pada hari Rabu Abu ini Paulus mengimbau umat agar membiarkan diri “didamaikan” dengan Yang Ilahi oleh pengorbanan Kristus. Orang Korintus diajak Paulus agar tidak lagi menganggap kehadiran ilahi sebagai ganjalan dalam hidup mereka. Itulah yang dimaksud dengan berdamai dengan-Nya. Bagaimana penjelasannya?

Injil hari Minggu Biasa ke-VII/A tgl. 26 Feb 2017 (Mat 6:24-34)

Rekan-rekan yang budiman!
Marilah kita cermati bacaan Injil bagi Minggu Biasa VIII/A, yakni Mat 6:24-34. Setelah mengajak para murid memeriksa siapa sebenarnya yang mereka junjung, Tuhan Allah atau harta kekayaan “mamon” (Mat 6:24), Yesus menegaskan tak perlulah dirisaukan apa yang bakal mereka makan dan minum, pakaian apa yang dapat disandang – kan dalam hidup ini ada hal yang lebih penting (ay. 25). Diberikan pula lima penjelasan mengapa kerisauan itu tak perlu adanya – serahkan saja pada Tuhan semuanya: Dia memberi makan burung-burung – apalagi kepada manusia (ay. 26). Juga tak usah ributkan hidup panjang (ay. 27). Bunga-bunga saja dibuat-Nya tampil menarik, tak perlu khawatirkan mau pakai pakaian apa agar menarik (ay. 28-30). Bapa di surga tahu apa yang dibutuhkan manusia (ay. 31-32). Maka tak usah risaukan apa yang bakal datang, yang bisa diperoleh hari ini cukup – di situlah Kerajaan Allah dan kehendak-Nya! (ay. 33).

Injil hari Minggu Biasa ke-VII/A tgl. 19 Feb 2017 (Mat 5:38-48)

Rekan-reakan yang baik!
Injil Minggu Biasa VII/A kali ini, Mat 5:38:48 nadanya keras, seperti petikan Minggu lalu. Yesus menyampaikan ajaran Taurat dengan lebih radikal daripada para guru dan ahli Taurat waktu itu. Kali ini juga disodorkan dua contoh menghayati Taurat lebih dari sekadar mengikuti rumusan. Yang pertama, Mat 5:38-39, menyangkut pembalasan kekerasan ala “mata ganti mata, gigi ganti gigi” dari ajaran Taurat seperti yang termaktub dalam Kel 21:24 dan Im 24:20. Yang kedua merujuk pada perintah “mengasihi sesama” sebagaimana didapati dalam Im 19:20. Bagaimana memahami pengajaran kali ini?

Imam Diosesan di Tengah Arus Zaman

IMAM DIOSESAN DI TENGAH ARUS ZAMAN
(Inti Sari Ret-Ret Imam Unio Keuskupan Denpasar)
Oleh: RD Eman Ano

Selagi bumi tak berhenti berputar mengelilingi matahari, maka dunia dengan ruang dan waktu yang menghiasinya takkan pernah berhenti untuk berubah-ubah. Maka yang kekal adalah perubahan menjadi kebenaran yang tak terbantahkan sebagaimana telah dikumandangkan Herakleitos, filsuf kuno, yang pemikirannya itu malah tak pernah kuno.

Retret Imam Unio Keuskupan Denpasar

Kegiatan tahunan Unio Keuskupan Denpasar 2015 adalah Retret Imam. Menarik bahwa retret Unio keuskupan Denpasar 2015 dibimbing oleh Pastor Paroki Gianyar yang telah merayakan 25 tahun imamat. Dengan tema: "Imam Diosesan di tengah Arus Zaman." Dalam retret itu ada beberapa sesi: pertama. Panggilan Murid-Murid, Imam" Pelayan Iman, Ekaristi sumber spiritualitas hidup imam, Imam dan Kepemimpinan, Imam : Pewarta Sabda Tuhan. Dalam persoalan hidup imam diosesan ditemukan banyak terjadi tabrakan kehidupan yang tidak jarang membuat luka-luka batin.

Halaman