Susunan Pengurus 2017-2020

Musyawarah Nasional (Munas) ke-12 Unio Indonesia, paguyuban imam-imam diosesan atau projo (Pr), yang dilakukan di Palembang memilih Pastor RD. Paolus Christian Siswantoko sebagai ketua Unio Indonesia periode 2017-2020, menggantikan Pastor RD. Siprianus Hormat dari Keuskupan Ruteng.

Uskup Emeritus Keuskupan Ketapang Mgr Blasius Pujaraharja melantik Pastor Siswantoko bersama badan pengurusnya dalam Misa di Paroki St. Yoseph Palembang tanggal 6 Mei 2017. Presiden Internasional dari Apostolic Union of the Clergy (UAC) Mgr Giuseppe Magrin dari Roma, 100-150 Imam, umat keuskupan, serta para frater dan suster dari Keuskupan Agung Palembang, serta berbagai undangan memenuhi gereja itu. Pemilihan pengurus itu sudah dilakukan tanggal 5 Mei 2017.

Injil Minggu Biasa XXIX/A 22 Okt 2017 (Mat 22:15-21)

MEMBAYAR PAJAK KEPADA KAISAR?

Rekan-rekan yang budiman!
Satu ketika Yesus dimintai pendapat tentang membayar pajak kepada Kaisar: apakah hal ini diperbolehkan (Mat 22:15-21). Bila mengatakan boleh maka ia akan menyalahi rasa kebangsaan. Tetapi bila mengatakan tidak, ia pun akan berhadapan dengan penguasa Romawi yang waktu itu mengatur negeri orang Yahudi. Para pengikut Yesus kerap dihadapkan ke masalah seperti itu.

Injil Minggu Biasa XXVIII/ A tgl. 15 Okt 2017 (Mat 22:1-14)

Rekan-rekan yang budiman!
Dalam Mat 22:1-14 yang dibacakan sebagai Injil Minggu Biasa ke 28 tahun A ini disampaikan perumpamaan mengenai siapa yang akhirnya masuk ke dalam Kerajaan Surga dan bagaimana mereka bisa sampai ke sana. Beginilah ceritanya. Ada orang-orang yang sebenarnya sejak awal sudah beruntung karena "diundang ke perjamuan" tapi mereka malah meremehkan ajakan ini. Karena itu keberuntungan yang sebenarnya dapat mereka nikmati jadi beralih kepada orang-orang lain yang tadinya tidak masuk hitungan. Apa artinya semua ini bagi kehidupan kini?

VERSI MATIUS DAN LUKAS
Selain dalam Mat 22:1-14, perumpamaan tentang undangan yang menolak datang itu didapati juga dalam Luk 14:15-24. Namun ada tiga hal yang khas pada versi Matius yang tidak dijumpai dalam versi Lukas.

Injil Minggu Biasa XXVII/A tgl. 8 Okt 17 (Mat 21:33-43)

Pada hari Minggu Biasa XXVII tahun A ini dibacakan Mat 21:33-43. Kembali Yesus mengutarakan perumpamaan yang berhubungan dengan kebun anggur. Tapi kali ini yang disoroti ialah para penggarap kebun anggur yang ingin merebut lahan yang dipercayakan kepada mereka. Sewaktu berada di negeri lain, ia menyewakan kebunnya kepada para penggarap. Sang empunya juga telah membangun tempat penggarapan anggur di situ.
Para hamba yang diutus untuk memungut hasilnya diperlakukan dengan buruk oleh para pekerja.

Injil Minggu XXVI/A -1 Okt 2017 (Mat 21:28-32)

Rekan-rekan!
Injil kali ini (Mat 21:28-32) menampilkan perumpamaan mengenai seorang ayah yang bergilir meminta dua orang anaknya berangkat bekerja di kebun anggur. Yang pertama pada mulanya tidak bersedia, tapi kemudian menyesal dan akhirnya menjalankannya. Yang kedua sebaliknya berkata "ya" tapi tidak melakukannya. Siapa dari kedua anak itu yang sungguh mengikuti kehendak sang ayah? Tentunya orang berpikir tentang anak yang pertama. Apakah perumpamaan ini sekadar dimaksud mengajarkan bahwa tindakan nyata jauh lebih bernilai dari pada sekedar janji? Adakah hal-hal khusus yang dapat dipetik dari bacaan Injil pada hari Minggu Biasa XXVI tahun A ini?

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia RSS