Bacaan Injil hari Minggu Adven ke-III thn. A tgl. 11 Des 2016 (Mat 11:2-11)

ENGKAUKAH YANG DIJANJIKAN BAKAL DATANG?

Bacaan hari Minggu Adven III ini (Mat 11:2-11) menceritakan bagaimana Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya kepada Yesus untuk memastikan apakah ia itu betul dia yang diwartakan bakal datang (ay. 2-3) dan jawaban Yesus (ay. 4-6). Selanjutnya, ketika murid-murid Yohanes telah pergi, Yesus berbicara kepada orang banyak mengenai Yohanes Pembaptis (ay. 7 dst.).

Bacaan Hari Minggu Adven ke-2/A tgl. 4 Des 2016 (Mat 3:1-12)

MENYELARASKAN LANGKAH
Dalam Mat 3:1-12 (Injil Minggu Adven II tahun A) dikisahkan bagaimana Yohanes Pembaptis tampil mengumumkan kedatangan Kerajaan Surga serta menyerukan agar orang bertobat. Dalam bahasa sekarang, seruan ini sama dengan ajakan memahami apa yang sedang terjadi dalam diri kita dan dunia sekitar. Nada penuh berharap dalam bacaan pertama, Yes 11:1-10, dapat membantu memahami warta tadi. Di situ dinubuatkan kedatangan Raja Damai keturunan Isai (ayah raja Daud; leluhur Yesus juga. Bdk. Mat 1:5-6 Luk 3:32). Raja itu akan memperoleh kebijaksanaan (Yes 11: 1-2) untuk menegakkan keadilan (ay. 3-5) dan merukunkan mereka yang biasanya saling bermusuhan (ay. 6-9) dan dengan demikian ia menjadi pangkal harapan orang banyak (ay. 10).

Bacaan Injil Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam Thn C - tgl. 20 Nov 16 (Luk 23:35-43)

RAJA MACAM APA DIA ITU?
Rekan-rekan peminat Injil!
Pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam tahun ini untuk penghabisan kalinya Injil Minggu diambil dari “Injil menurut Lukas”. Oleh Gus saya diminta membicarakannya langsung di sini. Ringkasnya, Luk 23:35-43 mengisahkan bagaimana Yesus yang bergantung di salib diolok-olok tiga macam orang, yakni para pemimpin (ayat 35), para serdadu (ayat 36), dan bahkan oleh salah seorang penjahat yang ikut disalibkan bersama dia (ayat 39). Cemoohan mereka intinya begini: kalau memang benar dipilih Allah jadi “Mesias”, “Raja”, dan “Kristus”, coba selamatkan diri sendiri dulu! Orang sekarang akan bilang, apa dasar bagi klaim sebesar itu.

Imam Diosesan di Tengah Arus Zaman

IMAM DIOSESAN DI TENGAH ARUS ZAMAN
(Inti Sari Ret-Ret Imam Unio Keuskupan Denpasar)
Oleh: RD Eman Ano

Selagi bumi tak berhenti berputar mengelilingi matahari, maka dunia dengan ruang dan waktu yang menghiasinya takkan pernah berhenti untuk berubah-ubah. Maka yang kekal adalah perubahan menjadi kebenaran yang tak terbantahkan sebagaimana telah dikumandangkan Herakleitos, filsuf kuno, yang pemikirannya itu malah tak pernah kuno.

Retret Imam Unio Keuskupan Denpasar

Kegiatan tahunan Unio Keuskupan Denpasar 2015 adalah Retret Imam. Menarik bahwa retret Unio keuskupan Denpasar 2015 dibimbing oleh Pastor Paroki Gianyar yang telah merayakan 25 tahun imamat. Dengan tema: "Imam Diosesan di tengah Arus Zaman." Dalam retret itu ada beberapa sesi: pertama. Panggilan Murid-Murid, Imam" Pelayan Iman, Ekaristi sumber spiritualitas hidup imam, Imam dan Kepemimpinan, Imam : Pewarta Sabda Tuhan. Dalam persoalan hidup imam diosesan ditemukan banyak terjadi tabrakan kehidupan yang tidak jarang membuat luka-luka batin.

Spiritualitas Dialog

Pada tahun 1999 s/d 2004 di Maluku terjadi sebuah tragedi kemanusiaan yang mengerikan. Memang ada banyak penyebab dari targedi kemanusiaan ini. Namun salah satu penyebab yang sangat jelas ialah konflik antar-umat beragama, yakni antara umat Kristen Protestan dan umat Muslim. Konflik ini diwarnai dengan saling balas dendam, saling mengancam, saling benci, saling menyerang, bahkan saling membunuh. Agama yang sebenarnya merupakan sumber perdamaian telah digunakan sebagai pemicu konflik dan kekerasan. Karena itu benarlah apa yang dikatakan oleh Dr.

Tags: 

Pastor Siprianus Hormat Pr menjadi Ketua Unio Indonesia

Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 Unio Indonesia, paguyuban imam-imam diosesan atau projo (Pr), yang dilakukan di Ambon memilih Pastor Siprianus Hormat Pr sebagai ketua Unio Indonesia periode 2014-2017, menggantikan Pastor Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta Pr dari Keuskupan Denpasar.

Tags: 

Pesan Paus Fransiskus pada Hari Doa Sedunia untuk Panggilan ke-51

Saudara-saudari yang terkasih,
1. Injil mengatakan bahwa “Yesus berkeliling ke semua kota dan desa….. Ketika melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.’" (Mat.9:35-38).