Berita dan Event

Catatan tentang Agats Asmat: Musibah KLB Gizi Buruk, Jangan Jadi ‘Wisatawan Kemiskinan” (1)

Sesawi.Net - 2 hours 39 mnt yang lalu
SEORANG rekan katolik yang hari-hari ini  tengah bersemangat membangun kerjasama lintas ormas Katolik di Jakarta mengutarakan kegundahannya atas ide spontan dari beberapa orang yang tiba-tiba berkeinginan mau mengajak ‘menengok’ Keuskupan Agats di Kabupaten Asmat, Papua. Tujuannya untuk ‘melihat-lihat’ situasi di sana di mana sekarang ini terjadi KLB Campak dan Gizi Buruk. Jangan jadi ‘wisatawan kemiskinan’ […]

Renungan Harian, Minggu: 21 Januari 2018, Mrk. 1:14-20

Mirifica.net - 2 hours 56 mnt yang lalu

ARUSKAH orang berdosa binasa karena kesalahannya? Memang, buah dosa adalah kebinasaan. Akan tetapi, keselamatan bisa diraih oleh orang berdosa jika mereka melakukan pertobatan. Sebagaimana dikatakan oleh Santo Agustinus, “tidak ada orang suci yang tanpa masa lalu, dan tak ada pendosa yang tanpa masa depan”.

Kitab Yunus mengisahkan murka Allah dan rencana-Nya untuk menghukum Niniwe karena dosa-dosanya. Kedosaan mereka telah mengingkari perjanjian mereka dengan Allah dan menutup jalan bagi masuknya rahmat Allah. Sebaliknya Allah murka terhadap mereka dan akan segera menunggangbalikan kota yang sangat besar itu. Atas perintah Allah, Yunus ke Niniwe dan menyerukan pertobatan. Akhirnya orang-orang Niniwe percaya kepada Allah. Mereka mengumumkan puasa dan mengenakan kain kabung. Semuanya berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan kekerasan.

Karena pertobatan ini, akhirnya Allah mengurungkan niat-Nya untuk menghukum Niniwe.

Ketika tampil di Galilea, Yesus pun menyerukan pertobatan dan iman akan Injil. Alasan-Nya, karena Kerajaan Surga sudah dekat. Yesus mengajak umat-Nya untuk memusatkan perhatian kepada Allah; bukan semata-mata kepada istri (bagi suami), pada milik, atau barang belian. Siapa yang mendengarkan seruan Yesus ini akan masuk dalam Kerajaan Surga.

Ya Bapa, mampukanlah aku selalu untuk hidup dalam pertobatan yang terus menerus dan dalam kasih yang utuh kepada-Mu dan sesamaku. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

 

Pelita Hati: 21.01.2018 – Mengikuti-Nya

Sesawi.Net - 4 hours 57 mnt yang lalu
Bacaan Markus 1:14-20 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit […]

Brevir Sore 1: Sabtu, 20 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - 5 hours 56 mnt yang lalu

PEMBUKAAN
P : Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s’lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T’rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Ant.1: Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.

Mazmur 112 (113)

Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*
pujilah nama Tuhan.

Terberkatilah nama Tuhan,*
sekarang dan selama-lamanya.

Dari timur sampai ke barat,*
terpujilah nama Tuhan.

Tuhan menguasai segala bangsa,*
kemuliaanNya mengatasi langit.

Siapakah seperti Tuhan, Allah kita,*
yang bersemayam di takhta yang luhur;

yang membungkuk untuk melihat ke bawah,*
untuk memandang langit dan bumi.

Tuhan menegakkan orang lemah dari debu,*
dan mengangkat orang miskin dari sampah,

untuk mendudukkannya di tengah para penguasa,*
di tengah para penguasa bangsanya.

Tuhan memberikan keturunan kepada wanita mandul,*
dan menjadikannya ibu yang penuh sukacita.

Ant.1: Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.

Ant.2: Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,*
“Aku ini sangat tertindas”;

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,*
“Semua orang penipu”.

Bagaimana akan kubalas,*
segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*
kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*
Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*
di tengah kota Yerusalem.

Ant.2: Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Kidung Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Ibr 13,20-21)

Karena darah perjanjian abadi, Allah damai sejahtera telah membawa kembali dari alam maut Yesus Kristus, Tuhan kita, yaitu gembala agung segala domba. Semoga Allah memperlengkapi kamu dengan segala kebaikan untuk melakukan kehendakNya. Semoga dengan perantaraan Yesus Kristus, Allah mengerjakan kehendakNya dalam diri kita. Bagi Kristuslah kemuliaan sepanjang segala abad. Amin.

Lagu Singkat

P: Betapa agunglah,* Karya tanganMu, ya Tuhan. U: Betapa. P: KebijaksanaanMu nyata dalam alam semesta. U: Karya tanganMu, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Betapa.

Ant.Kidung (Mi VII): Doakanlah mereka yang menganiaya kamu, supaya kamu menjadi anak Bapamu di surga, sabda Tuhan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Doakanlah mereka yang menganiaya kamu, supaya kamu menjadi anak Bapamu di surga, sabda Tuhan.

Doa Permohonan

Kristus telah menaruh belaskasihan kepada orang banyak dan mengerjakan mukjizat cinta kasihNya bagi mereka. Mengingat kebaikan hatiNya, marilah kita berdoa kepadaNya:
U: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
P: Segala kurnia yang kami terima hari ini, ya Tuhan, berasal dari kebaikanMu,* semoga pemberianMu itu menghasilkan buah dalam hati kami.
P: Engkaulah cahaya dan keselamatan para bangsa. Lindungilah kiranya saksi-saksiMu yang Kauutus ke seluruh dunia,* dan kobarkanlah api Roh kudus dalam hati mereka.
P: Bimbinglah semua orang, supaya dengan rela menanggapi tuntutan zaman ini,* sehingga dunia semakin sesuai dengan martabatnya yang luhur.
P: Engkaulah penyembuh jiwa dan raga. Ringankanlah penderitaan orang sakit, dampingilah orang yang menghadapi ajalnya,* dan hiburkanlah kami dalam belaskasihanMu.
P: Terimalah kiranya orang-orang mati dalam bilangan para kudusMu,* yang namaNya tercatat dalam buku kehidupan.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi VII)

Allah mahakuasa, kami mohon kepadaMu, semoga kami selalu merenungkan kehendakMu dan melaksanakannya dengan perkataan dan perbuatan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Karolin Hadir di Sekadau Natal Bersama Paguyuban Dayak Kenayant - Sekadau News

Google News - 5 hours 59 mnt yang lalu

Sekadau News

Karolin Hadir di Sekadau Natal Bersama Paguyuban Dayak Kenayant
Sekadau News
pesan Ketua Pemuda Katolik Indonesia, Karolin. Selain itu, Karol juga menyampaikan salam dari Drs. Cornelis, M.H. bahwa beliau telah menyelsaikan masa jabatannya sebagai Gubernur Kalimantan Barat, tapi masih sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional ...

and more »

Keuskupan Amboina Putuskan Pemakaman Jenazah Pastor Varis “Tan” Rentany Pr di Ternate

Sesawi.Net - 6 hours 1 mnt yang lalu
INI berita terkini soal rencana pemakaman jenazah Pastor Varis “Tan” Rentany Pr sebagaimana diriis oleh Keuskupan Amboina melalui Sekretaris Keuskupan Pastor Inno Ngutra Pr berikut ini. Setelah ditangani da diperiksa oleh dokter, maka secara medik dijelaskan bahwa kondisi jenazah Pastpr Varis Tan tidak bisa bertahan lama. Meski telah disuntikan formulin, ternyata darah terus mengalir dari […]

Paus kepada anak-anak Peru: “Jadilah bintang-bintang kecil yang menerangi malam hari”

Pen@ Katolik - 6 hours 7 mnt yang lalu

Ketika berbicara di sebuah panti anak-anak tanpa keluarga di Puerto Maldonado, Peru, Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang muda adalah cerminan Anak Yesus dan mengajak mereka untuk menjadi “sinar pengharapan” bagi dunia.

Paus Fransiskus mengadakan perjumpaan dengan anak-anak itu di tempat tinggal mereka Panti “The Little Prince” (Pangeran Kecil), 19 Januari 2018 seperti dilaporkan oleh Devin Watkins dari Vatican News. Saat itu Paus mengatakan kepada mereka, “Jadilah ‘bintang-bintang kecil yang menerangi malam.” Apa yang dikatakan Paus itu berasal dari cerita yang digunakan sebagai nama panti itu.

Bapa Suci juga mengajak anak-anak yang telah melewati Panti “The Little Prince” itu untuk menjadi terang pengharapan bagi yang sekarang tinggal di sana. “Betapa indahnya kesaksian kalian semua kaum muda yang pernah melewati jalan ini, yang menemukan cinta di panti ini dan sekarang bisa membentuk masa depan kalian sendiri!” Menurut Paus, teladan mereka sebagai model teladan positif adalah kesaksian terbaik bagi anak-anak di panti itu. Paus pun mengajak mereka berkunjung sesering mungkin.

Paus mengatakan kepada anak-anak itu bahwa mereka adalah cerminan Anak Yesus. “Dialah kekayaan kita. Kalian anak-anak adalah cerminan-Nya, dan kalian juga merupakan kekayaan kita semua, kekayaan paling berharga yang kita miliki, dan kita dipanggil untuk menjaga kekayaan itu.”

Paus lalu meminta maaf kepada anak-anak itu atas “saat-saat ketika kita orang dewasa tidak memperhatikan kalian.” Bapa Suci mengatakan senang melihat ada panti untuk anak-anak dan ada orang-orang yang membantu mereka melihat bahwa Tuhan “menempatkan mimpi di dalam hati kalian.”

Paus juga mengajak anak-anak, beberapa di antaranya berasal dari masyarakat adat, untuk belajar dan memanfaatkan kesempatan pendidikan. “Dunia membutuhkan kalian,” kata Paus yang juga mengajak mereka berhubungan dengan akar mereka namun tidak mengekang keingintahuan mereka. “Satukan yang lama dengan yang baru. Bagikan apa yang kalian pelajari dari dunia ini,” kata Paus.

Akhirnya, Paus berterima kasih kepada direktur panti itu, Pastor Xavier, dan semua yang memberikan waktu mereka untuk memperbaiki kehidupan anak-anak itu. “Dan terima kasih, karena menjadi bintang-bintang kecil yang menyinari malam hari,” kata Paus Fransiskus.

Orang Muda, kerusakan lingkungan dan korupsi

Ketika berbicara tentang kaum muda di tempat terpisah, Paus Fransiskus menegaskan bahwa kaum muda Peru adalah hadiah paling vital yang dimiliki bangsa itu. “Mereka mendorong kami untuk memimpikan masa depan penuh pengharapan,” kata Paus yang menggarisbawahi, “di atas pengharapan ini bertumbuh bayangan tumbuh, ada bayang-bayang ancaman.”

“Disatukan dengan Pengharapan” adalah tema kunjungan Paus Fransiskus ke Peru. Maka, dalam pertemuan dengan pihak yang berwenang di Lima itu, Paus meminta mereka berupaya mempertahankan pengharapan dalam menghadapi kerusakan lingkungan dan korupsi.

Paus berbicara tentang umat manusia “yang sedang melucuti bumi dari sumber alaminya, padahal tanpa sumber alam tidak akan ada bentuk kehidupan.” Hilangnya hutan dan hutan, lanjut Paus, “tidak hanya berarti hilangnya spesies, yang juga bisa menjadi sumber daya teramat penting bagi masa depan, tapi juga hilangnya hubungan vital yang bisa berakhir dengan berubahnya keseluruhan ekosistem.”

Dalam konteks ini, Paus menekankan “menyatu dalam mempertahankan pengharapan” berarti meningkatkan dan mengembangkan ekologi integral sebagai alternatif bagi “model pembangunan yang ketinggalan zaman … “

Bekerja sama mempertahankan pengharapan, kata Paus, “menuntut agar kita tetap memperhatikan dengan seksama bentuk degradasi lingkungan yang lain dan sering licik, yang semakin mencemari keseluruhan sistem kehidupan: korupsi.”(pcp berdasarkan Vatican News)

Kisah Gadis Berhijab Jadi Guru di Sekolah Katolik - Dream

Google News - 8 hours 33 mnt yang lalu

Dream

Kisah Gadis Berhijab Jadi Guru di Sekolah Katolik
Dream
Banyak orang penasaran bahkan mungkin mencibir lantaran ia bersedia mengajar di sekolah Katolik, padahal dirinya seorang muslimah. Namun pengakuannya berhasil membungkam pendapat orang. Adalah Martina Puspita (25 tahun), yang kini mengajar di sebuah ...

Patuhi Nasihat Orangtua Jadi Kunci Sukses Grandprix Sang Doktor Termuda di Indonesia - KOMPAS.com

Google News - 9 hours 26 mnt yang lalu

Patuhi Nasihat Orangtua Jadi Kunci Sukses Grandprix Sang Doktor Termuda di Indonesia
KOMPAS.com
Octovianus pun bangga, karena meski dinasihati terus menerus, namun Grandprix tidak pernah membantah, apalagi melawan. "Tidak pernah pernah satu kata bantahan yang keluar dari mulutnya ketika saya kasih nasihat dia. Dia hanya bilang iya bapa dan baik ...

and more »

Patuhi Nasihat Orang Tua jadi Kunci Sukses Grandprix Sang Doktor Termuda di Indonesia - KOMPAS.com

Google News - 9 hours 26 mnt yang lalu

Patuhi Nasihat Orang Tua jadi Kunci Sukses Grandprix Sang Doktor Termuda di Indonesia
KOMPAS.com
Octovianus pun bangga, karena meski dinasihati terus menerus, namun Grandprix tidak pernah membantah, apalagi melawan. "Tidak pernah pernah satu kata bantahan yang keluar dari mulutnya ketika saya kasih nasihat dia. Dia hanya bilang iya bapa dan baik ...

and more »

Brevir Siang: Sabtu, 20 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - 11 hours 57 mnt yang lalu

PEMBUKAAN
P : Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Mazmur 118 (119), 81-88

Hatiku merindukan keselamataMu,*
aku berharap akan firmanMu.

Mataku mendambakan janjiMu,*
bilakah Engkau menghiburkan daku?

Meskipun aku orang yang tak berguna,*
namun aku tidak melupakan ketetapanMu.

Berapa lama hambaMu masih akan hidup?*
bilakah Engkau menghukum penindasku?

Orang sombong menggali lubang bagiku,*
mereka tidak mempedulikan perintahMu.

Padahal segala perintahMu benar,*
aku dikejar tanpa alasan, tolonglah aku.

Hidupku nyaris dihabisi,*
tetapi aku tidak meninggalkan perintahMu.

Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu,*
supaya aku berpegang pada ketetapanMu.

Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Mazmur 60 (61)

Dengarkanlah seruanku, ya Allah,*
perhatikanlah doaku.

Dari ujung bumi aku berseru kepadaMu,*
karena hatiku lemah lesu.

Bimbinglah aku ke gunungMu yang tinggi,*
jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Perkenakanlah daku menumpang dalam kemahMu selama-lamanya,*
dan berlindung di bawah naungan sayapMu.

Semoga Engkau mendengarkan nadarku, ya Allah,*
dan memberikan kepadaku warisan orang takwa.

Semoga raja Kauberi usia yang panjang,*
sehingga hidupnya berlangsung turun-temurun.

Semoga ia bertakhta untuk selama-lamanya di hadapanMu,*
Semoga kasih setia dan kebenaranMu melindungi dia.

Maka aku akan memuji namaMu sepanjang masa,*
setiap hari memenuhi nadar kepadaMu.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Mazmur 63 (64)

Ya Allah dengarkanlah suara keluhanku,*
jagalah hidupku terhadap musuh.

Lindungilah aku dari kaum penjahat yang bersekongkol,*
dari gangguan orang-orang durhaka.

Mereka mengasah lidah seperti pedang,*
membidikkan kata-kata beracun seperti panah.

Dengan diam-diam mereka menembak orang tak bersalah,*
tidak malu mereka menembak sekonyong-konyong.

Mereka mengampuhkan racunnya,+
dan memasang perangkap dengan saksama,*
pikirnya: “Seorangpun tidak tahu”.

Mereka merahasiakan rencananya yang jahat,*
tak terdugalah batin mereka.

Tetapi Allah menembak mereka dengan panah,*
sekonyong-konyong mereka terluka.

Mereka jatuh tergelincir oleh lidahnya sendiri,*
setiap orang yang melihat, menggelengkan kepala.

Maka semua orang takut dan mewartakan karya Allah,*
mereka menyelami perbuatan tanganNya.

Orang jujur bersukacita karena Tuhan dan berlindung padaNya,*
orang yang lurus hati bermegah-megah.

Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Bacaan singkat (1Raj 2,2b-3)

Teguhkanlah hatimu dan bertindaklah dengan tegas. Tepatilah kewajibanmu terhadap Tuhan Allahmu, ikutilah bimbinganNya, penuhilah ketetapan, perintah, hukum dan peraturanNya, agar engkau berhasil dalam segala sesuatu yang kaulakukan.

P: Bimbinglah aku pada jalan perintahMu.
U: Sebab aku menyukainya.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

RIP Pastor Varis “Tan” Rentani Pr karena Kecelakaan di Maluku

Sesawi.Net - 12 hours 44 mnt yang lalu
KABAR duka kali ini dikirim dari Keuskupan Amboina melalui jaringan kerja para imam MSC. Dari Sekretaris Provinsial MSC di Jakarta, Pastor Yohanes “Yance” Mangkey MSC, kami mendapat konfirmasi bahwa telah meninggal dunia karena kecelakaan di Maluku: Pastor Varis Rentani Pr atau dikenal sebagai Pastor Varis Tan Pr. Berita meninggalnya Pastor Varis Tan Pr ini pertama […]

Setia Hidup Di Dalam KasihNya

Sesawi.Net - 15 hours 52 mnt yang lalu
YESUS dianggap tidak waras oleh keluargaNya, karena Ia meninggalkan Nazaret, desa asalNya, untuk berkeliling memberikan pengajaran dan melayani orang-orang yang membutuhkan uluran tanganNya, tanpa mengenal waktu. Kita mungkin juga mengalami hal yang sama; dianggap orang aneh ketika kita berusaha menerapkan ajaran kasihNya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita disebut sebagai orang yang: lemah atau pengecut, […]

Kata Mutiara – Sabtu 20 Januari 2018

Sesawi.Net - 15 hours 54 mnt yang lalu
KITA mungkin sama sekali tidak memiliki kendali atas apa yang terjadi pada kita, tapi kita dapat mengendalikan bagaimana kita menanggapinya. Jika kita memilih sikap yang benar, kita dapat mengatasi tantangan apa pun yang kita hadapi. Nick Vujicic Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Mgr Rubiyatmoko ajak anak-anak jadi saksi Tuhan dengan hidup sehat, suci, rajin dan bergaul

Pen@ Katolik - 17 hours 22 mnt yang lalu

Mengapa  anak-anak bangga menjadi anak Katolik. “Karena ada tanda salib!” jawab Nitam. “Karena Tuhan menyayangiku!” tegas Leoni.  Bagaimana menjadi pewarta kabar gembira? “Dengan membaca Kitab Suci untuk kemudian dikabarkan pada umat,” Rensa menimpali.

Setelah pertanyaan-pertanyaannya dijawab oleh anak-anak, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko membenarkan jawaban-jawaban itu dan menegaskan bahwa “semua anak-anak Katolik dipanggil menjadi anak-anak yang baik,  dipanggil untuk menjalani tugas perutusan, tugas misioner, diutus untuk menjadi pewarta-pewarta Tuhan, pewarta warta kabar kegembiraan.”

Lebih daripada itu, sebanyak 7633 anak dan remaja dari 69 paroki dan 348 pendamping PIA-PIR se-Keuskupan Agung Semarang diajak oleh Mgr Rubi untuk menjadi saksi-saksi Tuhan dengan cara khas anak-anak yaitu dengan 4S: sehat, suci, sregep (rajin), dan srawung (bergaul).

Menurut Mgr Rubi, hidup sehat dimulai dari sekarang, misalnya dengan banyak makan dan suka sayur-sayuran. “Hidup sehat, juga dilakukan dengan tidak mencemari tubuh dengan narkoba, rokok, atau minum-minuman keras. Hindarkan itu semua. Ini cara kita untuk menjadi pewarta kebahagiaan,” kata Mgr Rubi.

Tentang hidup suci, Mgr Rubi mengajak anak-anak untuk berdoa setiap hari dan rajin membaca Kitab Suci. Tentang sregep, Mgr Rubi berharap, anak-anak rajin mengikuti berbagai kegiatan positif entah di rumah, sekolah lingkungan maupun Gereja. Tentang srawung, Mgr Rubi berharap, anak-anak mau bergaul dengan siapa pun tanpa pilih-pilih.

Srawung artinya bergaul dengan siapa saja. Tidak pilih-pilih. Berani bergaul dengan teman-teman yang beragama apapun. Ini menjadi salah satu tantangan kita. Inilah cara kita menjadi anak-anak Tuhan, menjadi anak-anak Katolik yang baik,” kata Mgr Rubi.

Uskup Agung Semarang berbicara dengan anak-anak dan remaja pada Misa Hari Anak Misioner Sedunia ke-175 di lapangan Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, 7 Januari 2018.

Seperti tiga raja dari timur yang datang mencari Yesus, Sang Raja Diraja dengan melihat bintang, Mgr Rubi berharap, anak-anak pun selalu melihat Yesus sebagai Bintang Kehidupan. “Walaupun nanti dalam perjalanan ada kesulitan-kesulitan hidup, kita selalu melihat Sang Bintang. Kita persembahkan hidup kita yang terbaik. Mudah-mudahan dengan acara ini, kita bisa tetap bersatu dengan Yesus dan kita menjadi anak-anak Tuhan yang baik, yang bisa memberi warta suka cita bagi orang lain.”

Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia Pastor Markus Nurwidi Pranoto Pr lalu mengajak Anak-Anak Misioner, Anak-Anak Sekami, Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner untuk membawa semboyan ‘Children Helping Children’ (anak membantu) melakukan tindakan konkret “2D 2K” (doa, derma, kurban, dan kesaksian).

“Dengan emat tindakan itulah kita akan bermisi, kita menjadi anak-anak misioner, kita mengembangkan dan mewujudkan pewartaan akan Yesus Tuhan Sang Juru Selamat dunia,” seru imam itu dalam acara yang diakhiri dengan pentas drama anak-anak Paroki Cawas, Klaten, tentang menjaga Indonesia.(Lukas Awi Tristanto)

 

Brevir Pagi: Sabtu, 20 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - 17 hours 56 mnt yang lalu

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.

Madah

Kristus cahaya dunia
Terbitlah bagaikan surya
Datanglah, kami menunggu
Kami siap menyambutMu.

Kristus Anakdomba Paska
Yang dibunuh namun jaya
Datanglah, kami menanti
Sudah rindu hati kami.

Kristus gembala utama
Yang wafat membela domba
Datanglah, jangan terlambat
Kami mendambakan slamat.

Terpujilah Yesus Kristus
Dengan Bapa dan Roh kudus
Yang hidup dan berkuasa
Kini dan sepanjang masa. Amin.

Ant.1: Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Mazmur 91 (92)

Betapa baiklah bersyukur kepada Tuhan,*
memuji namaMu, Allah yang mahatinggi;

mewartakan kasihMu pagi hari,*
dan kesetiaanMu di waktu malam:

dengan membunyikan gambus dan kecapi,*
dengan iringan celempung.

Sebab Engkau menggembirakan daku dengan karyaMu yang agung,*
aku bersorak-sorai karena perbuatan tanganMu.

Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan,*
betapa luhur segala rencanaMu.

Orang bodoh tidak dapat menyadarinya,*
orang dungu tidak akan mengerti.

Biarpun orang jahat meriap seperti rumput,+
dan orang durhaka berkembang pesat,*
namun mereka akan binasa selama-lamanya.

Sedangkan Engkau, ya Tuhan,*
Engkau luhur selama-lamanya.

Sebab para musuhMu akan binasa,*
para penjahat Kaucerai-beraikan.

Tetapi aku Kaujadikan kuat seperti banteng,*
dan Kauurapi dengan minyak yang harum mewangi.

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma,*
berkembang bagaikan pohon jati.

Mereka ditanam dekat bait Tuhan,*
bertunas di pelataran rumah Allah.

Pada masa tuapun mereka masih berbuah,*
dan tetap subur dan segar.

Mereka mewartakan, betapa adillah Tuhan pelindungku,*
tak ada kecurangan padaNya.

Ant.1: Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Ant.2: Muliakanlah Allah kita.

Ul 32,1-12

Dengarlah, hai langit, aku akan berbicara,*
hai bumi, dengarkanlah kata mulutku.

Semoga ajaranku tercurah bagaikan hujan,*
dan bertaburan laksana embun;

bagaikan hujan lebat di padang hijau,*
bagaikan hujan rintik-rintik pada rerumputan.

Nama Tuhan hendak kuwartakan,*
muliakanlah Allah kita.

Perkasalah Tuhan, sempurna karyaNya,*
sungguh lurus kebijaksanaanNya.

Allah setia, tiada kecurangan padaNya,*
adillah Ia dan tulus ikhlas.

Tetapi anak-anakNya berbuat jahat terhadap Dia,*
angkatan yang buruk dan curang.

Begitukah kaubalas kebaikan Tuhan,*
hai orang yang bodoh dan tak berbudi?

Bukankah Dia Bapamu, yang menciptakan dikau,*
yang membentuk dan menghidupi engkau?

Ingatlah akan masa yang lampau,*
renungkanlah sejarah leluhurmu.

Tanyakanlah kepada bapamu, ia akan mengisahkannya,*
tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan menerangkannya.

Tatkala Yang mahatinggi membagikan tanah kepada bangsa-bangsa,*
tatkala Ia menentukan tempat kediaman bagi setiap orang,

Ia menetapkan perbatasan antara bangsa-bangsa,*
sehingga setiap penguasa mendapat bagiannya.

Maka Israel menjadi milik Tuhan,*
dan suku-suku Yakub pusakaNya.

Tuhan menjumpai umatNya di gurun pasir,*
di padang belantara yang sunyi senyap.

Tuhan melindungi dan membesarkannya,*
memeliharanya bagaikan biji mata,

seperti rajawali melindungi sarangnya,*
melayang-layang di atas anaknya,

membentangkan sayap-sayapnya,*
dan membawa anaknya di atas kepaknya.

Hanya Tuhan sendirilah yang membimbing umatNya,*
tiada dewa lain di sampingNya.

Ant.2: Muliakanlah Allah kita.

Ant.3 Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Mazmur 8

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

KeagunganMu luhur mengatasi langit,+
mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu,*
untuk membungkam musuh dan lawanMu.

Jika kupandang langitMu, karya jariMu,*
bulan dan bintang yang Kauciptakan:

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia sehingga Kaupelihara?

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*
Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tanganMu,*
segala-galanya Kautundukkan kepadanya.

Domba, sapi dan ternak semuanya,*
hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan dilaut,*
semuanya yang melintasi arus lautan.

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

Ant.3: Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Bacaan Singkat (Rom 12,14-16a)

Berkatilah orang yang menganiaya kamu. Berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Hendaklah kamu sehati sependapat; janganlah pikirkan yang mulukMuluk, tetapi perhatikanlah yang sederhana.

Lagu Singkat

P: Bibirku bersorak-sorai,* Dan memuji Engkau dengan nyanyian. U: Bibirku. P: Lidahku mengucapkan sabdaMu. U: Dan memuji Engkau dengan nyanyian. P: Kemuliaan. U: Bibirku.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

Doa Permohonan

Kristus berkenan dijumpai dan dicintai dalam semua saudara kita, teristiwa dalam mereka yang ditimpa kesusahan. Maka hendaklah kita bertekun dalam doa dan berkata:
U: Sempurnakanlah kami dalam cintaMu, ya Tuhan.
P: Pagi-pagi sudah kami kenangkan kebangkitanMu, ya Tuhan,* dan kami mohonkan kurnia penebusanMu bagi semua orang.
P: Semoga hari ini kami memberi kesaksian tentang Engkau,* dan dengan perantaraanMu menyampaikan persembahan kepada Bapa.
P: Semoga kami melihat Engkau dalam setiap orang,* dan mengabdi Engkau dalam mereka.
P: Kristus, Engkaulah pokok anggur yang benar, dan kami carang-carangnya,* semoga kami tinggal dalam Engkau, menghasilkan buah banyak dan memuliakan Allah Bapa.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, kami memuji Engkau dengan perkataan dan perbuatan. Seluruh jiwa raga kami adalah kurniaMu, maka hendaknya seluruh hidup kamipun menjadi milikMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Paus Fransiskus minta agar hak dan tanah penduduk asli Amazonia dibela

Pen@ Katolik - 19 hours 35 mnt yang lalu

Dalam kunjungan ke Peru, 19 Januari 2018, Paus Fransiskus memberikan sambutan kepada sekitar 4.000 perwakilan masyarakat adat Lembah Sungai Amazon (Amazonia) dengan menempatkan persoalan mereka ke dalam hati Gereja, seraya membagikan tantangan mereka dan menegaskan kembali kehendak tulus untuk membela kehidupan, bumi dan budaya.

“Kalian adalah kenangan misi yang hidup, yang dipercayakan Tuhan kepada kita semua: perlindungan atas rumah bersama kita,” kata Paus kepada penduduk asli Amazonia yang berkumpul di stadion indoor Madre de Dios di Puerto Maldonado, sekitar 900 km sebelah timur Lima (ibu kota Peru), seperti dilaporkan oleh Robin Gomes dari Vatican News.

Paus Fransiskus memilih datang ke daerah pedalaman di Hutan Hujan Amazon di Peru, yang dikenal dengan keanekaragaman hayati, guna mengangkat permasalahan masyarakat adat. Sebagai isyarat simbolis, Paus menyerahkan kepada mereka buku ensiklik tentang lingkungan hidup “Laudato Si” yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal mereka.

Menghargai Amazonia sebagai tanah yang kudus, Paus mengingatkan kembali kata-kata Tuhan kepada Musa: “Tanggalkan kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Paus mengatakan, orang-orang Amazonia mungkin paling terancam saat ini, dengan adanya kepentingan-kepentingan bisnis besar yang mengincar minyak, gas, kayu, emas dan bentuk-bentuk monokultivasi agroindustri, serta kebijakan-kebijakan “konservasi” tertentu yang sudah diputar-balikkan menyangkut alam habitat mereka yang diperebutkan.

Melihat persoalan-persoalan ini mencekik penduduk asli dan memprovokasi migrasi kaum muda karena kurangnya alternatif lokal, Paus minta agar dipecahkan paradigma sejarah yang menganggap Amazonia sebagai sumber persediaan yang tak habis-habisnya untuk negara lain tanpa mempedulikan penghuninya.

Bapa Suci meminta penghormatan, pengakuan dan dialog dengan kelompok-kelompok pribumi, seraya mengakui dan memulihkan budaya, bahasa, tradisi, hak dan spiritualitas asli mereka. Dan dalam dialog tentang tanah mereka, kata Paus, penduduk asli sendiri harus menjadi mitra utama, dan sumber-sumber daya yang dihasilkan oleh praktik-praktik konservasi harus menguntungkan komunitas-komunitas mereka.

Paus Fransiskus mengecam penambangan liar yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Paus juga mengutuk kerja paksa dan pelecehan seksual, terutama kekerasan terhadap remaja dan terhadap perempuan.

Paus Fransiskus juga meminta pembelaan dan perlindungan terhadap sekitar 64 kelompok masyarakat adat Ekuador, Peru, Brasil dan Bolivia yang secara sukarela memilih hidup lebih dalam di Amazonia sebelum menghadapi kepunahan akibat perambahan dari dunia yang beradab.

Paus Fransiskus meminta pembelaan terhadap keluarga yang membuat budaya tetap hidup melawan bentuk ideologis kolonialisme. “Hilangnya budaya bisa sama serius, atau bahkan lebih serius, daripada hilangnya spesies tumbuhan atau hewan,” kata Paus.

Dalam hal ini, Bapa Suci mendorong adanya pendidikan yang tidak menghapus tradisi-tradisi dan bahasa-bahasa adat serta kearifan leluhur.

Paus memuji upaya-upaya yang dilakukan untuk itu, dan mendesak penduduk asli Amazonia untuk membantu membentuk Gereja dengan wajah orang Amazonia, Gereja dengan wajah asli, yang merupakan alasan Paus untuk membuat Sinode untuk Amazonia tahun 2019. (pcp berdasarkan Vatican News)

Paus Fransiskus menyalami seorang wakil masyarakat adat di Puerto Maldonado, Peru, 19 Januari 2018. Foto: Alessandra Tarantino, AP Warga adat Amazon sedang mendengarkan sambutan Paus Fransiskus. Foto: Alessandra Tarantino, AP Paus Fransiskus menyalami seorang wakil masyarakat adat di Puerto Maldonado, Peru, 19 Januari 2018. Foto: Alessandra Tarantino, AP Paus diterima oleh warga adat Amazon

Kisah Guru Muslim Berjilbab Mengajar di Sekolah Katolik di Banyuwangi - Tribun Lampung

Google News - 19 hours 37 mnt yang lalu

Tribun Lampung

Kisah Guru Muslim Berjilbab Mengajar di Sekolah Katolik di Banyuwangi
Tribun Lampung
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANYUWANGI - Namanya Martina Puspita. Hari itu, Jumat (19/1/2018), perempuan berjilbab biru ini terlihat mengarahkan beberapa siswa yang turun dari bus untuk menuju aula Griya Ekologi Kelir Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka merupakan ...
Cerita Guru Muslim Berjilbab Mengajar di Sekolah Katolik di Banyuwangiinfo terbaru (Blog)

all 3 news articles »

20 Januari St. Eusebius

Mirifica.net - 21 hours 57 mnt yang lalu

 

Ada sejumlah kudus dengan nama yang sama (Sekitar 43 orang, dan tujuh yang perempuan: Eusebia). Yang dirayakan hari ini, adalah Eusebius asal Hungaria, berasal dari keluarga kaya, yang membangun sebuha biara dan gereja untuk menghormati Salib Suci pada 1250. Murid Eusebius disebut Para Pertapa Salib Suci.

Sumber dan gambar: Anonim. 5 November 2004. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 2 Januari 2017

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator