Berita dan Event

Terkuak Agama Yang Dianut Sama Rina Nose Setelah Resmi Lepas Hijab! - ANTV Klik (Sindiran) (Siaran Pers) (Blog)

Google News - 3 hours 15 mnt yang lalu

ANTV Klik (Sindiran) (Siaran Pers) (Blog)

Terkuak Agama Yang Dianut Sama Rina Nose Setelah Resmi Lepas Hijab!
ANTV Klik (Sindiran) (Siaran Pers) (Blog)
"Selamat teteh @rinanose16, semoga selalu di jalan Tuhan ya dan belajar tentang Tuhan yang baru #jawabarat #katolik #indonesia #sunda #bandung," sahut sumber pada foto tersebut. "Dia emang pindah keyakinan kali soalnya dia meragukan agama yg ...

and more »

Mgr. Ignatius Suharyo: Ibukota RI di Yogyakarta, Mgr. Albertus Soegijapranata SJ Pindahkan Kantor Vikariat Apostolik Semarang ke Yogyakarta (4)

Sesawi.Net - 4 hours 9 mnt yang lalu
LAHIRNYA sebuah nation dan state baru bernama Republik Indonesia sudah tercatat di lembaran sejarah nasional  yakni tanggal 17 Agustus 1945 dan sehari kemudian tanggal 18 Agustus diresmikanlah berlakunya UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara RI. Kemerdekaan Indonesia ini rupanya tak disambut dengan senang hati oleh Belanda. Meski Indonesia secara politik telah merdeka, namun diam-diam tentara Belanda […]

Mgr. Ignatius Suharyo: Gereja Katolik dan Vatikan di Balik Pengakuan Internasional atas Kemerdekaan RI (3)

Sesawi.Net - 6 hours 38 mnt yang lalu
KITA coba melihat kembali tayangan film semi historis bertitel Soegija produksi tahun 2012 silam. Alkisah muncul sebuah adegan singkat di film berdurasi dua jam itu. Di situ ada tayangan singkat dimana terlihat Uskup Vikariat Apostolik Semarang –nama resminya waktu itu—Mgr. Albertus Soegijapranata SJ tengah menulis surat. Demikian pengantar menarik yang disampaikan Ketua KWI Mgr. Ignatius […]

Para uskup ajak umat pahami gagasan dan makna Pancasila dan mencintainya sebagai dasar negara

Pen@ Katolik - 7 hours 40 mnt yang lalu
Konferensi Pers sesudah Sidang KWI 2017 diberikan oleh Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jenderal KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC. Foto Dokpen KWI

Di akhir sidang tahunan 2017, para uskup Indonesia mengeluarkan pesan yang memanggil Gereja untuk membangun tata dunia dan mengajak umat Katolik untuk semakin memahami gagasan dan makna Pancasila serta meyakini dan mencintainya sebagai Dasar Negara Indonesia.

Para uskup percaya, seperti ditulis dalam pesan yang dikeluarkan 16 November 2017, bahwa kehadiran Gereja Katolik menjadi lebih berarti kalau seluruh umat mengembangkan berbagai gerakan persaudaraan dan kemanusiaan untuk menciptakan perubahan yang baik bagi bangsa Indonesia.

Berikut ini PEN@ Katolik menurunkan keseluruhan isi pesan itu:

Pesan Sidang Panggilan Gereja Membangun Tata Dunia

Segenap umat Katolik yang terkasih,

Konferensi Waligereja Indonesia menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6-16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema “Gereja Yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia.” Tema tersebut diolah dengan mendengarkan masukan para narasumber, didalami dalam diskusi kelompok, dipaparkan dalam rapat pleno, dan dilengkapi dengan catatan dari pengamat proses. Dengan hari studi itu, kami semakin menyadari panggilannya untuk ikut membangun tata dunia serta mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk lebih memahami situasi kebangsaan saat ini, memperkuat suara kenabian Gereja di zaman sekarang, dan membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Gereja Katolik, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia, diharapkan ikut merawat dan terlibat menentukan masa depan bangsa. Konsili Vatikan II dalam dokumen Apostolicam Actuositatem (AA), yang membahas tentang panggilan dan peran awam di tengah-tengah dunia, mengajak Gereja untuk tidak hanya menyampaikan warta tentang Kristus dan menyalurkan rahmat-Nya kepada umat, tetapi juga ikut meresapi dan menyempurnakan tata dunia dengan semangat Injili (bdk. AA. no. 5). Peran utama Gereja dalam menata dan membangun hidup bersama yang Pancasilais terletak di pundak kaum awam. Dokumen Gaudium et Spes (GS), yang berbicara tentang Gereja di dunia dewasa ini, menggarisbawahi bahwa secara khas kegiatan keduniawian menjadi wewenang kaum awam (bdk. GS. no. 43). Kaum awam yang hadir dalam berbagai kehidupan hendaknya menekuni bidang keahlian dan karya sampai menjadi profesional agar pelayanan mereka untuk masyarakat lebih bermutu. Dalam hal ini, para gembala umat diundang untuk mendampingi, menguatkan, dan memberi teladan lewat kerjasama dengan para tokoh pemerintah, agama dan adat. Para Uskup, imam, dan diakon diharapkan menaruh perhatian terhadap kaum awam dalam karya kerasulan mereka. Anggota lembaga hidup bakti, baik religius maupun sekuler,hendaknya juga berusaha ikut mengembangkan kegiatan-kegiatan kaum awam (bdk. AA. no. 25).

Kita bersyukur kepada Allah karena Bangsa Indonesia dianugerahi wilayah yang luas, kekayaan alam yang melimpah, dan keanekaragaman suku, ras, budaya, dan agama yang sangat indah. Kita berterima kasih kepada para pejuang dan pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah menyarikan kenyataan Indonesia tersebut dalam Pancasila dan dijadikan sebagai landasan hidup berbangsa dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Kendati demikian, kita menyayangkan keadaan akhir-akhir ini, di mana Pancasila dirongrong oleh radikalisme dan terorisme, serta kesatuan bangsa dicederai oleh sikap tidak toleran terhadap mereka yang berbeda keyakinan. Situasi itu diperparah oleh adanya politik yang menggunakan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) untuk mencapai kepentingan tertentu dengan mengabaikan cita-cita kesejahteraan bersama, keadilan sosial, dan keluhuran martabat manusia. Kondisi ini kian memprihatinkan manakala kekayaan alam dikelola dan dinikmati segelintir golongan, tanah adat atau milik masyarakat dibeli dan dikuasai pengusaha tertentu dengan restu penguasa, kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia masih terjadi di mana-mana. Persoalan lain adalah derasnya perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain untuk membebaskan diri dari kemiskinan. Di samping membawa kemajuan, kehadiran mereka di daerah tujuan juga menimbulkan masalah lain seperti benturan antar suku, perebutan lahan kerja, dan  persengketaan tempat pemukiman.

Situasi bangsa seperti itu, tidak lepas dari kurangnya sosialisasi dengan metode yang tepat, kurangnya pengamalan nilai-nilai Pancasila, lemahnya keteladanan dan kepedulian sebagian para pemimpin, serta kurangnya keadilan sosial dan kesamaan di hadapan hukum. Disamping itu, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, membuat ideologi dan paham yang bertentangan dengan Pancasila mudah menyebar di masyarakat. Media sosial saat ini juga sering dipakai untuk melontarkan ujaran kebencian dan kebohongan yang dapat merusak sendi-sendi hidup bersama.

Menghadapi kenyataan tersebut, pemerintah mengambil sikap tegas dengan membuat beberapa kebijakan seperti membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) untuk membumikan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila,  menetapkan UU No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, dan memblokir situs-situs yang terbukti menyebarkan ajaran, ajakan, dan paham yang bertentangan dengan Pancasila. Selain itu, pemerintah juga berusaha mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila dan kebinekaan dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan kemasyarakatan dengan mempercepat pembangunan di daerah pinggiran. Pembuatan jalan, irigasi, bandara, dan pelabuhan di berbagai daerah yang dapat memajukan perekonomian daerah adalah langkah nyata Pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial. Meskipun begitu, pembangunan di daerah, khususnya di perbatasan hendaknya tetap melindungi masyarakat setempat, agar pembangunan tidak hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Saudara-Saudari terkasih,

Gereja Katolik harus terus membuka diri untuk membangun dialog dengan agama lain yang didasari ketulusan. Dialog ini penting untuk membangun sikap saling mengenal satu sama lain, meruntuhkan berbagai kecurigaan, dan mengikis fanatisme agama. Dengan dialog, Gereja ingin meneruskan misi Tuhan yaitu merobohkan tembok-tembok pemisah dan membangun jembatan persahabatan dengan semua orang demi terwujudnya persaudaraan sejati yang mengarah pada hidup bersama yang lebih damai dan tenteram.

Persaudaraan ini diperkuat dengan melakukan kegiatan kekeluargaan dan kemanusiaan seperti silaturahmi saat perayaan hari besar keagamaan, bakti sosial lintas iman, pertemuan rutin para tokoh lintas agama, dan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Gereja Katolik dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan dengan mewartakan ujaran dan ajaran kasih dan pengalaman persaudaraan dalam perbedaan.

Gereja Katolik di Nusantara hadir lewat  pendidikan, pelayanan kesehatan, dan tindakan amal-kasih. Saat ini, wajah Gereja dalam bidang-bidang tersebut ingin terus di tampilkan dengan meningkatkan mutu pelayanan bagi semua orang. Dengan pendidikan, Gereja dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan anak-anak dan kaum muda hingga mereka makin baik dan benar memahami gagasan Pancasila dan makna nilai-nilainya, sehingga mau dan mampu membuat gerakan bersama yang memperkuat persaudaraan. Dengan karya kesehatan, Gereja ikut meningkatkan kesehatan masyarakat, melayani semua lapisan masyarakat terutama mereka yang miskin, dan mengembangkan persaudaraan lintas suku, agama, dan golongan. Di sinilah bersama semua pihak yang berkehendak baik, kita makin meningkatkan tindakan amal kasih demi kesejahteraan bersama.  Disamping tiga bidang pelayanan tersebut, para pemimpin Gereja tetap harus berani bersuara untuk membela masyarakatnya, khususnya masyarakat adat yang hak-haknya atas tanah dan budaya sering kurang diperhatikan.

Saudara-Saudari terkasih,

Peran hierarki sangat penting dalam mendukung kaum awam agar lebih berani mengambil peran-peran sosial dan politik sebagai lahan pewartaan Kabar Gembira dan menghidupi nilai-nilai Pancasila. Tahun 2018 akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah  serentak di 171 daerah dan tahun 2019 akan berlangsung Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Dalam konteks agenda politik seperti itu, hierarki diharapkan hadir untuk membimbing umat agar tidak mudah terpecah-pecah oleh pilihan politik yang berbeda, tahan terhadap berbagai kampanye yang berbau SARA, dan mendorong kaum awam yang mempunyai kemampuan ikut dalam pertarungan politik tersebut. Semakin banyak orang Katolik yang berkomitmen menjadi pejabat negara atau pejabat publik yang berkualitas, serta berani mengambil kebijakan berdasarkan nilai-nilai Pancasila demi kesejahteraan masyarakat umum, peran Gereja Katolik untuk Indonesia kian nyata.

Kami mengajak Saudara-Saudari untuk semakin memahami gagasan dan makna Pancasila serta menyakini dan mencintainya sebagai Dasar Negara Indonesia. Marilah kita mengembangkan berbagai gerakan persaudaraan dan kemanusiaan untuk menciptakan perubahan yang baik bagi bangsa Indonesia. Dengan terlibat aktif dalam berbagai gerakan bersama yang mengembangkan sikap terbuka dalam hidup beragama, memperkuat Bhinneka Tunggal Ika, membangkitkan semangat bermusyawarah, dan mewujudkan keadilan sosial, kehadiran kita menjadi lebih berarti. Semoga dengan demikian, kita membangun Indonesia menjadi semakin sesuai dengan kehendak Allah. Itulah bagian dari panggilan kita untuk menyempurnakan tata dunia. Tuhan memberkati!

Misa Penutupan Sidang Tahunan KWI 2017 di Gereja Stasi Santo Andreas Kim Tae Gon, Kelapa Gading, 16 November 2017. Foto Dokpen KWI

Mgr. Ignatius Suharyo: Hari Pertama Kongres Pemuda Indonesia II 1928 Berlangsung di Kompleks Katedral Jakarta (2)

Sesawi.Net - 8 hours 24 mnt yang lalu
MARI mulai membahas topik besar tentang ‘kehadiran’ Gereja Katolik yang signifikan dan relevan pada masanya sebagaimana menjadi tema “Hari Studi Para Uskup” di perhelatan Sidang Tahunan KWI 2017. Baca juga:   Mgr. Ignatius Suharyo: Sidang Tahunan KWI 2017, Merawat Kontribusi Gereja Katolik dalam Sejarah Perjuangan Bangsa (1) Tentang hal ini, Ketua KWI Mgr. Ignatius Suharyo yang […]

Heboh! Orang Ini Ungkap Rina Nose Sah Pindah Keyakinan ke Katolik - FAJAR

Google News - 9 hours 10 mnt yang lalu

Heboh! Orang Ini Ungkap Rina Nose Sah Pindah Keyakinan ke Katolik
FAJAR
@rinanose16 resmi menjadi pengikut Tuhan dan nama sucinya Roselina Nurina Permata Putri, semoga setelah Iahir baru bisa ikut perintah Tuhan #indonesia #katolik #jawabarat #bandung #sunda #tuhan #jakarta #asia #europe #america #africa #australia ...

18 November St. Maudetus

Mirifica.net - 9 hours 23 mnt yang lalu

 

Kepala biara yang memulai hidup di pulau terasing dan sangat suci sampai ia menghimpun murid di Britania.

Sumber dan gambar: Anonim. 1 November 2000. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Umat Katolik Dekanat Belu Utara di Atambua rayakan HUT-32 THS-THM yang juga suburkan iman

Pen@ Katolik - Jum, 17/11/2017 - 23:54

Dengan iringan drum band anak-anak Sekolah Dasar Katolik (SDK) Halilulik, terlihat arak-arakan meninggalkan terminal Halilulik di Atambua, Timor, menuju Paroki Roh Kudus Halilulik. Di paroki itu, rombongan disambut tetua adat dengan sapaan Hase-Hawaka (bahasa Tetum) yang berarti bertegur sapa untuk menyambut tamu-undangan yang datang atau memasuki suatu wilayah di Belu.

Setelah penerimaan secara adat oleh panitia, tuan rumah, Pastor Paroki bersama DPP dan para tetua adat, peziarah ini diarak masuk ke dalam Gereja untuk berdoa bersama. Setelah menerima berkat dari Kepala Paroki Halilulik Pastor Roni Fenat Pr, acara dilanjutkan dengan peringatan HUT ke-32 Organisasi Bela Diri Pencak Silat Tunggal Hati Seminari (THS)-Tunggal Hati Maria (THM) Distrik Keuskupan Atambua, Dekanat Belu Utara, di lapangan depan paroki yang diikuti seluruh peziarah dan umat setempat.

Acara yang berlangsung Sabtu dan Minggu, 11-12 November 2017, dengan peserta sekitar 500 orang itu diisi dengan ceramah rohani dan penguatan pengetahuan organisasi yang dibawakan Pastor Roni Fenat, serta meditasi bersama yang dipimpin seorang senior THS Julio Elio dari ranting Haliwen.

Koordinator Belu Utara Elias YT Mali dalam sambutannya mengatakan selain memupuk tali persaudaraan dalam mempertahankan dan menjaga kerukunan NKRI, kegiatan yang merupakan acara tahunan yang diadakan secara bergilir itu bertujuan “untuk menjalin silaturahmi antarsesama anggota THS-THM, serta menjalin kekeluargaan dengan umat Katolik setempat, sehingga iman Katolik dapat tumbuh subur berkat keteladanan dan kerendahan hati dari masing-masing orang.”

Menurut Pastor Fenat yang juga menjadi penasihat THS-THM Ranting Paroki Halilulik, THS-THM masuk ke Keuskupan Atambua melalui banyak tantangan dan pergumulan iman. Uskup Atambua saat itu, Mgr Anton Pain Ratu SVD, yang kini sudah merupakan Uskup Emeritus, meminta agar THS-THM harus mampu menunjukkan jati dirinya sebelum diakui Gereja lokal, Keuskupan Atambua. “Tantangan itu akhirnya membuat THS-THM menjadi besar seperti saat sekarang,” jelas imam itu.

Perjalanan THS-THM adalah perjalanan sangat panjang dan cukup melelahkan, kata Pastor Fenat. “Tapi, dengan keyakinan kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria, kita terus maju. Kita sudah matang, dan terus berbenah diri. Satu hal penting, jangan pernah melecehkan organisasi lain, karena kekuatan THS-THM tidak terletak pada fisik, melainkan pada Sabda Allah, pondasi hidup iman kristiani. Kekuatan THS-THM ada pada batin, dan bukan pada kekuatan fisik,” tegas imam itu.

Lince Fahik, seorang panitia dari Sub Ranting Lebur, Halilulik, mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa karena cintanya pada organisasi THS-THM itu, “saya dapat menikmati berbagai berkat dan kemudahan selama menjalani pergumulan hidup. Saya banyak terbantu berkat doa-doa sesama anggota THS-THM. Iman saya semakin bertumbuh subur, dan terlebih lagi saya makin rendah hati, dan aktif di Gereja dan lingkungan lewat berbagai kegiatan.”(Felixianus Ali)

Mgr. Ignatius Suharyo: Sidang Tahunan KWI 2017, Merawat Kontribusi Gereja Katolik dalam Sejarah Perjuangan Bangsa (1)

Sesawi.Net - Jum, 17/11/2017 - 23:39
NASKAH press release sudah tersedia dan diketik rapi. Bahasanya pun sangat tertata baik. Namun, ragam bahasa seperti itu terasa tidak ‘membumi’ bagi media mana pun, karena rumusan kalimat dan pernyataan pers itu cenderung terlalu ‘teologis’ – paparan khas bahasa para ‘dewa’ di dalam Gereja Katolik: para pastor. Jadi jangan harap,  jajaran media sekuler dan katolik […]

Kata Mutiara – Sabtu 18 November 2017

Sesawi.Net - Jum, 17/11/2017 - 21:00
MAKNA dari doa yang tak putus-putus bukanlah Tuhan yang akan mendengarkan kita, melainkan kita lah yang pada akhirnya mendengarkan Dia. William McGill Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Jangan Pernah Jemu Berdoa

Sesawi.Net - Jum, 17/11/2017 - 21:00
LEWAT perumpamaan tentang janda yang gigih, Yesus mengundang kita semua untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Doa bukanlah sarana untuk memaksakan kehendak kita kepadaNya, dengan melayangkan sejumlah daftar kebutuhan dan keinginan yang harus dipenuhiNya. Melainkan, doa merupakan percakapan mesra antara anak dengan Bapa yang dilandasi oleh iman, pengharapan dan kasih. Di dalam doa, kita mengungkapkan kerinduan […]

Family Gathering di Teacher’s Day di Persekolahan Suster Pontianak, Bina Komunikasi dan Ikatan Persaudaraan

Sesawi.Net - Jum, 17/11/2017 - 20:03
BERTEMPAT di komplek luas nan megah persekolahan Suster Pontianak, Jumat 17 November, diadakan kegiatan Family Gathering & Theacher’s Day. Acara ini  dalam rangka menyambut perayaan akbar Hari Guru Nasional di seluruh Indonesia tanggal 25 November 2017 mendatang. Kegiatan perdana yang baru dilaksanakan tahun 2017 ini diawali dengan doa pembukaan, kemudian disusul dengan kata sambutan dari […]

RIP Sr. M. Rosa FCh di RS RK Charitas Palembang

Sesawi.Net - Jum, 17/11/2017 - 19:57
KABAR duka kali ini datang dari Palembang, Sumsel. Telah meninggal dunia  pada hari Sabtu tanggal 17 November 2017 pukul 14.20 WIB petang tadi: Sr. M. Rosa FCh dalam usia 69 tahun. Almarhum Sr. M. Rosa FCh lahir pada tanggal 7 September 1948 dan memasuki masa postulan sebagai calon suster Charitas Palembang pada tanggal 7 Desember […]

Renugan Harian, Sabtu: 18 November 2017, Luk.18:1-8

Mirifica.net - Jum, 17/11/2017 - 19:00

ALAH satu keluhan yang sering terucap mengenai doa adalah “kapan dikabulkan?” Ketika dihadapkan pada dunia yang serba cepat dan instan dan menawarkan aneka kepastian yang sungguh menarik, doa bisa terasa sebagai tindakan sia-sia tanpa kejelasan. Dalam situasi ini, godaannya adalah pemikiran “daripada berdoa terus-menerus tanpa kepastian akan dikabulkan, lebih baik berpaling pada yang pasti-pasti saja”. Maka, satu-satunya alasan untuk tetap bertekun dalam doa adalah iman. Itulah yang dikemukakan oleh Yesus.

Doa bukan sekedar membuka mulut dan mengucap kata. Doa sejatinya adalah tindakan iman.

Kitab Kebijaksanaan menampilkan sebuah pernyataan iman akan Allah yang penuh kuasa dan mampu melakukan hal-hal ajaib bagi umat-Nya dengan cara-Nya yang dahsyat. Kepercayaan akan Allah yang mahakuasa itu mesti melandasi setiap doa. Kepercayaan ini mencakup juga percaya akan cara kerja Allah dan membiarkan Allah bekerja dengan cara-Nya, bukan cara kita. Ketia doa terlantun, di situ iman dinyatakan. Memberi kesempatan kepada Allah untuk bekerja dengan cara-Nya, itulah semangat doa sejati. Pertanyaannya bukan lagi seberap cepat doa saya dikabulkan, melainkan seberapa dekat diri saya dengan Allah melalui doa yang dilantunkan.

 Allah Bapa sumber segala kebaikan, tambahkanlah imanku dan ajarilah aku untuk percaya bahwa kasih-Mu lebih besar dari segala kebutuhan dan pengharapanku. Amin.

 Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakar

 

Irena Handono: Pejabat Indonesia Idap Islamophobia Akut - Eramuslim

Google News - Jum, 17/11/2017 - 18:58

Eramuslim

Irena Handono: Pejabat Indonesia Idap Islamophobia Akut
Eramuslim
Han Hoo Lie atau yang akrab dipanggil Irena Handono, dikenal sebagai mantan penginjil yang pernah bergelut di lembaga Katolik biarawati, Seminari Agung (Institute Filsafat Teologia Katolik), Ketua Legio Maria dan Universitas Katolik Atmajaya Jakarta.

and more »

Dua Belas Militan Dituduh Membunuh Pemilik Toko Katolik

UCANews - Jum, 17/11/2017 - 17:56

Polisi di utara Bangladesh menuduh 12 militan atas pembunuhan seorang penjaga toko Katolik tahun lalu, yang terjadi di tengah-tengah serangkaian pembunuhan oleh ekstremis Muslim.

Petugas di distrik Natore mengajukan daftar tuduhan resmi, sebuah dokumen untuk memulai penyelidikan awal, pada 15 November karena kematian Sunil Gomes, 72.

Gomes dipukul sampai mati di toko bahan makanannya di dekat Gereja Katolik St. Maria Lourdes  di Bonpara, Natore pada tanggal 5 Juni 2016. Pembunuhan tersebut memicu serangkaian demonstrasi dari orang-orang Kristen di Natore dan bagian lain negara ini, termasuk ibukota Dhaka.

Dari 12 yang dituduh, tujuh orang terbunuh dalam “baku tembak polisi,” sebuah eufemisme untuk baku tembak, dan satu di dalam tahanan polisi. Empat sisanya dituntut secara in absentia.

Kepala polisi Natore Biplob Talukder mengatakan pemimpin militan dalam tahanan, Rajib Gandhi alias Jahangir, mengaku saat diinterogasi bahwa militan dari Jamaat-ul Mujahidin Bangladesh (JMB) merencanakan dan melakukan pembunuhan tersebut.

“Dia mengakui pembunuhan Sunil Gomes merupakan bagian dari strategi mereka untuk mengacaukan negara tersebut dalam serangkaian pembunuhan minoritas Hindu, Budha, Kristen, Muslim [Syiah] dan orang asing,” kata Talukder kepada ucanews.com.

Tapi Uskup Gervas Rozario dari Rajshahi, yang keuskupannya mencakup daerah tersebut, merasa skeptis terhadap tuduhan tersebut.

“Hanya satu gerilyawan yang ditahan, empat masih dalam jumlah besar sementara tujuh sudah meninggal, saya tidak menganggapnya sebagai kemajuan yang berarti dalam kasus ini. Namun, saya harap orang lain dapat tertangkap jika polisi tulus tentang keadilan,” kata Mgr Rozario, ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Wali Gereja Bangladesh.

Uskup menambahkan “kita masih berharap bahwa keadilan dan penilaian yang adil mungkin terjadi walaupun  tertunda.”
Swapna Gomes, putri korban, juga mengungkapkan keraguan atas kasus tersebut.

“Kami ragu tentang keadilan karena polisi tidak bersemangat dalam penyelidikan mereka dan kata-kata dan tindakan mereka seringkali tidak sesuai. Sudah lebih dari setahun, namun empat militan masih bersembunyi. Ibu dan saya hidup dalam ketakutan menjadi sasaran, “katanya kepada ucanews.com.

Sunil Gomes terbunuh sebagai bagian dari serangkaian serangan militan Islam di Bangladesh, yang pernah dianggap sebagai model pluralisme dan toleransi agama.

Sejak tahun 2013, sekitar 50 orang termasuk blogger atheis, penulis, penerbit, anggota minoritas agama dan Islam dan orang asing diterjang peluru oleh militan setempat yang berjanji setia kepada kelompok teror transnasional Negara Islam dan Al-Qaeda.

Sebagai tanggapan, pemerintah melancarkan tindakan keras yang melibatkan sekitar 70 militan, termasuk pemimpin tertinggi, tewas dan puluhan lainnya ditangkap.

Pelita Hati: 18.11.2017 – Tak Mengulur Kebaikan

Sesawi.Net - Jum, 17/11/2017 - 17:00
Bacaan Lukas 18:1-8 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, […]

Rangkuman Hasil Sidang Tahunan KWI 2017

Sesawi.Net - Jum, 17/11/2017 - 16:26
Pengantar Redaksi Hasil Sidang Tahunan KWI 2017 dirangkum apik dalam sebuah pernyataan pers. Pernyataan pers ini disampaikan dalam acara jumpa media di Kantor KWI di Jl. Cut Meutia, Jakarta Pusat, hari Kamis (16/11/17) kemarin. Materi pernyataan pers ini disiapkan oleh Sekretariat Jenderal KWI dengan rumusan khas gerejani dengan bahasa khas gerejani pula. Pokok-pokok pikiran dengan […]

Brevir Sore, Jumat: 17 November 2017 PEKAN BIASA XXXII – O PEKAN IV Pw S. Elisabet dr Hungaria (P)

Mirifica.net - Jum, 17/11/2017 - 16:00
PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Marilah kita memuji
Wanita yang tabah hati
Terkenal di mana-mana
Karena kesuciannya.

Penuh cinta pada Tuhan
Teguh kuat dalam iman
Gagah ditempuhnya jalan
Berpedoman pengabdian.

Badan diatur puasa
Hati dikuatkan doa
Maka kini menikmati
Kegembiraan surgawi.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada hamba yang setya. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Mazmur 144 (145) – I

Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,*
aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau,*
dan memuji namaMu selama-lamanya.

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagunganNya tak terselami.

Angkatan demi angkatan memuliakan karyaMu,*
dan mewartakan kejayaanMu.

Semarak dan mulialah namaMu,*
kemegahanMu akan kukidungkan.

KaryaMu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan,*
dan keagunganMu akan kumaklumkan.

KebaikanMu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilanMu akan kuumumkan.

Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setiaNya.

Tuhan baik terhadap semua orang,*
penuh kasih setia terhadap segala ciptaanNya.

Ya Tuhan, semoga segala karyaMu bersyukur kepadaMu,*
dan semua kekasihMu memuji Engkau.

Semoga mereka mengumumkan kerajaaMu yang mulia,*
dan mewartakan keperkasaanMu.

Semoga mereka menyiarkan kejayaanMu kepada umat manusia,*
dan memaklumkan kerajaanMu yang semarak mulia.

KerajaanMu berlangsung selama-lamanya,*
dan pemerintahanMu turun-temurun.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Antifon
Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Mazmur 144 (145) – II

Tuhan setia dalam semua sabdaNya,*
penuh kasih dalam segala karyaNya.

Tuhan menopang semua orang yang jatuh,*
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan,*
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.

Engkau membuka tanganMu,*
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.

Tuhan adil dalam segala tindakanNya,*
penuh kasih setia dalam segala karyaNya.

Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya,*
yang berseru kepadaNya dengan tulus hati.

Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Tuhan memelihara semua orang yang mengasihiNya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakanNya.

Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan namaNya selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Antifon
Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,†
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

BACAAN SINGKAT
(Rom 8,28-30)

Saudara-saudara, kita tahu, bahwa segala-galanya menguntungkan mereka yang mencintai Allah, yaitu semua orang yang terpanggil menurut rencana Allah dari semula. Karena semua orang yang dikenal Allah dari semula, ditentukanNya dari semula pula untuk menjadi serupa dengan citra PuteraNya, supaya di antara banyak saudara Kristus menjadi yang sulung. Semua yang ditentukan Allah dari semula, dipanggilNya juga; semua yang dipanggil diselamatkanNya, dan semua yang diselamatkan dimuliakan olehNya.

LAGU SINGKAT
P: Tuhan memilih dia,* Dan mencintai dia.
U: Tuhan memilih dia,* Dan mencintai dia.
P: Tuhan menerimanya ke dalam kemuliaan.
U: Dan mencintai dia.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.
U: Tuhan memilih dia,* Dan mencintai dia.

Ant.Kidung:

Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu lakukan untuk Aku. Marilah, hai kamu yang diberkati BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung:
Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu lakukan untuk Aku. Marilah, hai kamu yang diberkati BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

DOA PERMOHONAN
Marilah kita bersama para wanita kudus berdoa kepada Tuhan untuk GerejaNya:
U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
P: Dengan iman yang teguh para martir menghadapi kematian badani,* berikanlah kekuatan kepada Gereja dalam segala cobaan.

P: Dengan tabah para wanita kudus menjawab panggilan rahmat dalam perkawinan suci,* semoga GerejaMu subur dalam kerasulannya.

P: Dengan sabar para janda suci menguduskan kesepiannya dengan doa dan bakti,* semoga GerejaMu menunjukkan cinta kasih kepada dunia.

P: Dengan tekun para ibu mendidik anak-anak bagi kerajaan Allah dan masyarakat,* semoga GerejaMu membimbing semua manusia kepada keselamatan dan kehidupan abadi.

P: Dengan gembira semua wanita suci memandang cahaya wajahMu,* semoga para anggota Gereja yang telah meninggal bergembira karena memandang wajahMu.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah, bapa para yatim piatu, santa Elisabet melihat dan menghormati Kristus dalam kaum miskin. Semoga karena doanya kamipun melayani orang malang dan papa dengan cinta kasih sejati. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Pejabat China Ganti Gambar Yesus dengan Foto Presiden Xi Jinping

UCANews - Jum, 17/11/2017 - 13:30

Petugas di Provinsi Jiangxi di China telah mengganti gambar-gambar rohani yang dipajang oleh keluarga Kristen dengan foto presiden China, Xi Jinping.

Pada 12 November, gambar-gambar yang diupload di akun layanan pesan sosial populer WeChat milik pemerintah kota Huangjinbu, distrik Yugan, menunjukkan petugas yang sedang menurunkan gambar salib dan barang rohani lainnya.

Pesan dari para petugas itu menyatakan bahwa orang-orang Kristen yang terlibat telah mengakui kesalahan mereka dan memutuskan untuk tidak percaya kepada Yesus tetapi kepada Partai Komunis. Mereka mengklaim bahwa orang-orang Kristen secara sukarela menurunkan 62 gambar religius dan memasang 453 potret Xi.

Pejabat tersebut juga mengklaim bahwa mereka “mengubah” orang Kristen menjadi loyalitas Partai melalui pengentasan kemiskinan dan skema lainnya untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung.

Hampir 10 persen dari satu juta penduduk Yugan yang sebagian besar miskin adalah orang Kristen

Pastor Andrew, yang menolak memberitahu nama lengkapnya karena takut akan balasan dari pemerintah, mengatakan kepada ucanews.com bahwa penurunan gambar rohani melibatkan pejabat yang memberikan uang kepada keluarga miskin sebagai imbalan untuk menggantung potret Xi.

Pastor John, di China utara, merasa Xi telah menjadi ‘Mao Zedong baru” setelah Kongres Partai pada bulan Oktober, dan meramalkan bahwa pejabat lain di seluruh negeri akan meniru apa yang telah dilakukan di wilayah Yugan.

Dengan “Peraturan tentang Urusan Agama” baru yang akan diimplementasikan pada 1 Februari, orang Kristen dan pengamat percaya bahwa kebijakan agama akan mengikuti model cinaisasi Xi.

Ying Fuk-tsang, direktur sekolah teologi di Universitas China Hong Kong, menunjuk bahaya gaya pengkultusan kepribadian ‘Ketua Mao’. Selama Revolusi Kebudayaan, intoleransi agama dan dogma Mao Zedong berlaku.

Para imam di China yang berbicara dengan ucanews.com tidak melihat adanya usaha langsung kembalinya ke kondisi Revolusi Kebudayaan, namun mereka khawatir kontrol agama dan sosial akan terus meningkat.

“Itu tidak akan bagus,” kata salah satu imam.

Video yang baru dirilis di China mendesak anak-anak untuk memata-matai keluarga mereka juga telah membawa kembali kenangan gelap Revolusi Kebudayaan 1966-76 di mana kaum muda menerapkan ideologi Partai Komunis.

Kaum muda Garda Merah terlibat dalam penangkapan dan penghinaan publik terhadap siapa saja yang dianggap menyimpang dari ajaran pemimpin revolusioner Mao.

Baru-baru ini, Asosiasi Pendidikan Cina, yang berafiliasi dengan Kementerian Pendidikan, merilis dua video online yang ditujukan untuk mengajar anak-anak untuk melaporkan anggota keluarga yang dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.

Satu video untuk siswa sekolah dasar dan satu lagi untuk siswa SMA.

Keduanya menginstruksikan anak-anak untuk melapor ke biro keamanan nasional siapa pun, termasuk orang tua, yang secara tidak sah menyampaikan informasi rahasia, terutama kepada orang asing.

Video tersebut menyediakan nomor telepon hotline untuk melaporkan aktivitas yang mencurigakan.

Pemberitahuan resmi mengatakan bahwa video tersebut diproduksi agar sesuai dengan strategi Presiden Xi untuk memasukkan tujuan keamanan nasional ke dalam sistem pendidikan.

Namun, setelah video diunggah, seorang blogger mengatakan bahwa seruan kepada anak-anak untuk memantau aktivitas anggota keluarga merupakan ‘pencucian otak’ yang mengingatkan pada Revolusi Kebudayaan.

Joan, seorang guru swasta, mempertanyakan apa pentingnya menciptakan agen keamanan remaja.

“Video tersebut mengingatkan saya pada Pengawal Merah kecil selama Revolusi Kebudayaan,” kata Zhejiang seorang katolik berusia 30 tahun.

Selama Revolusi Kebudayaan, kaum muda didorong untuk mengkritik tetua mereka, termasuk orang tua dan guru.

Orang-orang yang dituduh sebagai mata-mata kekuatan asing akan ditahan dan dipukuli untuk mendapatkan pengakuan.

Perilisan video tersebut terjadi setelah Kongres Nasional Partai Komunis China ke-19, yang secara luas dipandang sebagai peningkatan Xi ke status historis yang sama dengan Mao.

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator