Berita dan Event

Paus Fransiskus mengirimkan salam sebelum berkunjung ke Baltik

Pen@ Katolik - 6 hours 24 mnt yang lalu
Paus Fransiskus berdoa di depan gambar Maria Salus Populi Romani di dalam Basilika Santa Maria Maggiore sebelum melakukan Kunjungan Apostolik ke Lithuania, Latvia, dan Estonia. Foto Vatican Media

Hari ini, 22 September 2018, Paus Fransiskus mengadakan Perjalanan Apostolik ke Lithuania, Latvia, dan Estonia, yang akan berlangsung hingga 25 September 2018. Sebelum melakukan perjalanan itu, Paus mengirimkan ucapan hangat kepada rakyat Lithuania, Latvia, dan Estonia.

“Meskipun saya datang sebagai Gembala Gereja Katolik,” kata Paus Fransiskus seperti dilaporkan oleh Devin Watkins dari Vatican News, “Saya ingin merangkul semua orang dan memberikan pesan perdamaian, kehendak baik, dan harapan untuk masa depan.”

Paus melihat kunjungannya bertepatan dengan ulang tahun ke-100 kemerdekaan tiga bangsa itu, dan mengatakan akan menghormati “semua orang yang pengorbanannya di masa lalu telah memungkinkan adanya kebebasan kita sekarang ini.”

“Kebebasan, seperti kalian tahu, adalah harta yang harus tetap dilestarikan dan diwariskan, sebagai warisan berharga, untuk generasi baru,” kata Paus.

Paus Fransiskus mengajak semua orang di Baltik untuk bekerja demi masyarakat yang lebih baik. “Di masa-masa kegelapan, kekerasan, dan penganiayaan, nyala kebebasan tidak padam, tetapi menginspirasi harapan akan masa depan saat martabat setiap yang diberikan Tuhan dihormati dan setiap kita merasa dipanggil untuk bekerja sama menuju terbentuknya masyarakat yang adil penuh persaudaraan.”

Bapa Suci mengungkapkan bahwa sekarang ini solidaritas dan pelayanan lebih penting dari sebelumnya. “Saya berharap kunjungan saya akan menjadi sumber dorongan bagi semua orang yang berkehendak baik, yang terinspirasi oleh nilai-nilai spiritual serta nilai-nilai budaya yang diwariskan dari masa lalu, sedang berupaya secara damai untuk meringankan penderitaan saudara-saudari kita yang membutuhkan bantuan dan meningkatkan persatuan dan kerukunan di setiap lapisan masyarakat.”

Akhirnya, Paus Fransiskus berterima kasih kepada banyak orang yang sedang bekerja tanpa lelah menyiapkan Kunjungan Apostoliknya ke Lituania, Latvia, dan Estonia. “Kepada kalian semua, saya pastikan kedekatan saya dalam doa dan saya mengirimkan berkat saya.” Dan, seperti selalu, Paus meminta kita untuk terus berdoa untuk dirinya.

“Tuhan memberkati kalian!”

Sebagaimana telah menjadi kebiasaan dalam kepausannya sebelum mengadakan kunjungan apostolik, pada Kamis sore, 20 September, Paus Fransiskus datang ke Basilika Santa Maria Maggiore untuk berdoa bagi perjalanannya ke negara-negara Baltik itu.

Begitu sampai di dalam Basilika, Paus hening dalam doa di depan gambar Maria Salus Populi Romani (Keselamatan Penduduk Roma). (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Feast Rilis Mini Album Sarat Makna 'Beberapa Orang Memaafkan' - CNN Indonesia

Google News - Jum, 21/09/2018 - 21:16

CNN Indonesia

Feast Rilis Mini Album Sarat Makna 'Beberapa Orang Memaafkan'
CNN Indonesia
Semua lagu dalam Beberapa Orang Memaafkan memiliki gaya musik yang sama dan semuanya menggunakan lirik bahasa Indonesia. Berbeda dengan album Multiverse (2017) yang mengandung 11 lagu dengan genre yang berbeda-beda.

Apa yang terkandung dalam pernyataan Allah: ”Akulah Tuhan Allahmu”?

Pen@ Katolik - Jum, 21/09/2018 - 19:23
Dari sytereitz.com

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

442. Apa yang terkandung dalam pernyataan Allah: ”Akulah Tuhan Allahmu” (Kel 20:2)?

Ini berarti bahwa orang beriman harus menjaga dan menjalankan tiga keutamaan teologal dan menghindari dosa yang bertentangan dengan itu. Iman percaya kepada Allah dan menolak segala sesuatu yang berlawanan dengannya, seperti keragu-raguan yang disengaja, ketidakpercayaan, kesesatan, penyangkalan iman dan skisma. Harapan menanti dengan penuh kepercayaan penampakan Allah yang terberkati dan pertolongan-Nya, dan menghindari keputusasaan dan kecurigaan. Kasih mencintai Allah di atas segalanya dan karena itu menolak sikap acuh tak acuh, sikap tidak tahu terima kasih, kelesuan, kejenuhan rohani, dan kebencian akan Allah yang muncul dari kesombongan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2083-2094, 2133-2134

443. Apa arti sabda Allah, ”Sembahlah Tuhan Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti” (Mat 4:10)?

Kata-kata ini berarti menyembah Allah sebagai Allah segala sesuatu yang ada, merayakan ibadah individual dan komunitas kepada-Nya yang menjadi kewajibannya, berdoa kepada-Nya dengan pujian, syukur, dan permohonan, mempersembahkan kurban kepada-Nya terutama kurban rohani dari kehidupannya sendiri,yang dipersatukan dengan kurban sempurna Kristus, dan memegang teguh janji dan kaul yang telah diikrarkan di hadapan-Nya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2095-2105, 2135-2136

Laporan PBB Terbaru  Menghubungkan Partai Berkuasa di India Dengan Kekerasan

UCANews - Jum, 21/09/2018 - 19:17

Laporan PBB terbaru mengkaitkan Partai Bharatiya Janata  (BJP) di India  pro-Hindu sebagai aktor dibalik aksi kekerasan dan pidato-pidato yang memanas terhadap minoritas agama.

Pelapor khusus Tendayi Achiume, seorang aktivis HAM yang ditunjuk oleh Dewan HAM PBB, pada 12 September menyerahkan laporan tentang bentuk-bentuk terkini rasisme, diskriminasi rasial  dan intoleransi terkait.

BJP Perdana Menteri Narendra Modi, yang berkuasa di New Delhi pada 2014, “telah dikaitkan dengan insiden kekerasan terhadap anggota Dalit, Muslim, suku dan komunitas Kristen,” kata laporan itu.

Ia mengatakan laporan itu mendokumentasikan “penggunaan komentar yang menghasut oleh para pemimpin BJP terhadap kelompok minoritas” dan “kebangkitan vigilantisme yang menargetkan Muslim dan Dalit” di India.

Laporan yang diamanatkan oleh resolusi Majelis Umum PBB 2017 bertujuan menganalisis “ancaman yang diajukan oleh populisme nasionalis terhadap prinsip-prinsip HAM  fundamental yang menjunjung tinggi prinsip  non-diskriminasi dan kesetaraan.”

Aktivis HAM  di India mengatakan para pemimpin BJP terus mengekspresikan prasangka mereka terhadap Muslim dan Kristen di pidato publik dan media, menekankan dominasi Hindu di negara di mana 80 persen dari 1,2 miliar penduduknya adalah Hindu.

“Anda mengambil koran atau menonton berita di televisi. Setiap kali pemimpin mereka berbicara, mereka berbicara secara terbuka melawan kelompok-kelompok yang sudah menderita dan tidak pernah tertarik membela mereka,” kata pemimpin Kristen A.C. Michael, menanggapi laporan tersebut.

Michael mengatakan pemimpin partai yang berkuasa menganggap minoritas, termasuk Dalit dan orang-orang suku, sebagai warga kelas dua dan ingin mereka menjauhi arus utama. “Bahkan ada seruan  untuk mengusir orang Kristen dan Muslim ke negara lain, menghasut kekerasan terhadap orang-orang ini,” katanya.

Orang-orang Kristen mengalami kekerasan di 24 dari 29 negara bagian India  tahun 2017, demikian  menurut laporan 2018 oleh  Persecution Relief, sebuah kelompok Kristen yang mendokumentasikan kekerasan anti-Kristen di India. Tahun lalu, India mencatat 736 insiden serangan terhadap orang Kristen, lebih dari dua kali lipat dari 348 insiden yang dilaporkan pada tahun 2016.

Madhya Pradesh, tempat BJP memerintah selama 15 tahun, mencatat 52 insiden, meningkat 54 persen dari 2016.

Laporan Achiume mengatakan bahwa di banyak negara, partai-partai nasionalis terus menggelorakan reformasi tata kelola pemerintahan  yang menghasilkan pengecualian kelompok minoritas. Ini mengacu pada program pendaftaran warga yang dilaksanakan oleh BJP di negara bagian Assam yang membuat jutaan orang tanpa kewarganegaraan – kebanyakan Muslim yang datang dari Banglades sekitar dekade lalu.

“Diskriminasi dan pernyataan-pernyataan yang menghasut sangat mencolok sehingga badan-badan internasional mulai memperhatikan mereka,” kata Shabnam Hashmi, seorang aktivis HAM  dan Muslim yang tinggal di New Delhi.

Dia mengatakan hal itu memalukan bahwa mereka yang berkuasa menyebarkan kekerasan terhadap minoritas dan kelompok terpinggirkan lainnya termasuk Dalits, suku dan perempuan.

Setidaknya 10 pria Muslim dihukum gantung dan banyak lainnya terluka oleh kelompok perlindungan sapi, banyak yang tampaknya beroperasi dengan dukungan BJP, kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan tahun ini.

Mukti Prakash Tirkey, editor mingguan tentang Dalit dan urusan kesukuan yang diterbitkan di New Delhi, mengatakan, “sudah saatnya bahwa Dalits, Muslim dan Kristen harus bersatu untuk memperjuangkan hak-hak mereka.”

Tirkey, seorang aktivis dan pemimpin suku, mengatakan kebijakan kesejahteraan pemerintah Modi yang diumumkan untuk orang-orang kesukuan “hanyalah sebuah pencuci mata … itu semua hanya di atas kertas dan kondisi masyarakat terus memburuk.”

 

Renungan Harian, Sabtu: 22 September 2018, Luk. 8:4-15

Mirifica.net - Jum, 21/09/2018 - 19:00
EORANG petani mengetahui tempat atau tanah yang baik dan subur untuk menaburkan benih. Dan karenanya, kualitas tanah amat menentukan pertumbuhan serta hasil yang akan didapatkan. Selain itu, seorang petani juga biasanya mengetahui teknik serta pengolahan sehingga tanah yang gersang sekalipun dapat diubah menjadi lahan subur bagi tanaman-tanaman. Yesus menegaskan agar hidup setiap orang berbuah dan …

Karitas Dukung Upaya Pemulihan Filipina

UCANews - Jum, 21/09/2018 - 18:20

Lembaga-lembaga kemanusiaan Katolik dari seluruh dunia telah berjanji memberi bantuan dan rehabilitasi bagi Filipina setelah terjadinya topan yang menghancurkan beberapa provinsi utara.

Karitas International di Roma telah  berjanji membantu membiayai operasi bantuan bagi ribuan keluarga yang terkena dampak Topan Mangkhut.

“Setelah badai berlalu, orang akan membutuhkan bantuan untuk memulihkan mata pencaharian mereka,” kata Karitas dalam sebuah pernyataan.

Topan Mangkhut, yang paling kuat melanda negara itu tahun ini, dilaporkan mempengaruhi lebih dari satu juta orang di 30 provinsi di seluruh negeri.

Dari lebih dari 264.300 keluarga yang terkena dampak, setidaknya 37.160 mengungsi.

Richard Gordon, ketua Palang Merah Filipina, mengatakan organisasinya khawatir bagaima para korban akan mengatasi minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang.

“Penghasilan mereka dari pertanian dan perikanan akan berkurang drastis, sehingga hampir tidak mungkin bagi para korban berpenghasilan rendah untuk memperbaiki rumah mereka atau bahkan memberi makan keluarga mereka,” katanya.

Pastor Edwin Gariguez, sekretaris eksekutif Karitas Philipina, mengatakan upaya bantuan yang berkelanjutan harus memberdayakan masyarakat dan pemulihan jangka panjang.

Asesor Karitas melaporkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk makanan di daerah pesisir dan pedalaman.

“Ada banyak hal yang kita butuhkan saat ini, terutama makanan, makanan kaleng, pakaian, selimut,” kata Pastor Peter Rambac, pastor paroki di kota Roxas di provinsi utara Isabela.

Imam itu mengatakan bahwa di parokinya saja, 90 persen dari hasil panen telah rusak.

“Kami membutuhkan bantuan Anda di Benguet, terutama bagi keluarga dan individu di pusat-pusat evakuasi,” kata Pastor Manuel Flores, koordinator aksi sosial Keuskupan Baguio.

Relawan dan bantuan dari uskup Amerika Serikat sudah di lapangan memberikan bantuan untuk keluarga dengan mendistribusikan makanan dan tempat tinggal, air minum dan peralatan kebersihan.

Lembaga-lembaga Katolik di Inggris dan Wales menjanjikan sekitar US $ 39.000 untuk membantu Caritas Filipina meningkatkan respon tanggap daruratnya.

Topan, yang dikenal secara lokal sebagai Ompong, adalah yang terkuat tercatat di dunia pada tahun 2018 dan menghantam ujung timur laut Luzon pada pagi hari diawal 15 September.

Wilayah yang paling terpukul, Lembah Cagayan, adalah produsen jagung teratas negara itu dan produsen utama beras.

Topan Mangkhut menyerang sebelum panen, mempengaruhi lebih dari 80 persen tanaman jagung dan menyebabkan kerusakan pertanian yang diperkirakan mencapai 53 juta dolar AS.

 

Pelita Hati: 22.09.2018 – Menjadi Tanah yang Baik

Sesawi.Net - Jum, 21/09/2018 - 17:00
Bacaan Lukas 8:4-15 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya […]

Larangan Cerai di India Dikecam sebagai Upaya Mendulang Suara Hindu

UCANews - Jum, 21/09/2018 - 16:25

Pemerintah India menghadapi tuduhan terkait dukungannya terhadap kelompok mayoritas Hindu menjelang pemilihan nasional karena memperkenalkan sebuah undang-undang (UU) darurat yang melarang perceraian verbal di kalangan umat Islam.

Pada Rabu (19/9), Presiden Ram Nath Kovind menyetujui peraturan yang melarang praktek yang mengijinkan seorang pria menceraikan isterinya dengan menyebut talaq (bercerai) tiga kali.

Peraturan yang perlu diratifikasi oleh parlemen itu muncul setelah Perdana Menteri Narendra Modi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang pro-Hindu berusaha memberlakukan sebuah UU yang bertujuan untuk membantu para wanita Muslim yang menderita karena praktek talaq tiga kali yang sudah berlangsung selama berabad-abad itu.

“Satu-satunya tujuan adalah memenangkan jumlah suara dari umat Hindu menjelang pemilihan nasional 2019,” kata Molvi Javaid Ahmad, seorang cendekiawan Muslim di Negara Bagian Jammu dan Kashmir.

“Ini merupakan campur tangan langsung dalam urusan agama umat Islam. Ini adalah pendekatan balas dendam,” lanjutnya.

Ahmad mengatakan langkah itu memberi kesan bahwa pemerintah bisa bertindak tegas terhadap umat Islam tanpa memperhatikan suara mereka. Ini membantu mengkonsolidasikan suara umat Hindu dalam pemilihan yang terpolarisasi agama itu.

Namun pemimpin BJP dan Menteri Hukum pemerintahan federal, Ravi Shankar Prasad, mengatakan kepada media bahwa ada “urgensi dan kebutuhan mendesak” untuk membuat peraturan itu karena perceraian verbal terus terjadi meskipun Mahkamah Konstitusi melarangnya pada Agustus 2017 lalu karena “tidak konstitusional.”

Sejak Januari 2017 hingga 13 September tahun ini, ada 430 kasus perceraian verbal, kata Prasad.

BJP – yang mulai berkuasa pada 2014 – menginisiasi sebuah rancangan UU (RUU) untuk melarang perceraian verbal tetapi sejumlah partai oposisi menolaknya. BJP mengatakan partai-partai yang menolak RUU itu takut kehilangan suara dari 172 juta umat Islam di India.

Namun Lok Sabha, Majelis Rendah dari parlemen di India, mengesahkan RUU itu pada 28 Desember tahun lalu. Meskipun demikian, Raiya Sabha, Majelis Tinggi dari parlemen, masih menunggu konsensus dan debat terkait isu tersebut.

Qasim Rasool Ilyas dari Badan Hukum Individu Muslim Seluruh India percaya bahwa pemerintah mempercepat peraturan itu tanpa menunggu perdebatan lagi untuk mengalihkan perhatian dari isu rill yang dihadapi negara itu seperti inflasi dan pengangguran.

“Mengingat talaq tiga kali dikriminalisasi, rasanya perlu dibawa ke ranah hukum. Kami akan segera memutuskan caranya,” katanya.

Ghulam Ali Gulzar, seorang cendekiawan Muslim terkenal dan juga seorang penulis, mengatakan kepada ucanews.com bahwa peraturan itu menyebut hukuman penjara bagi seorang suami yang menggunakan perceraian verbal.

“Jika suami dipenjarakan, siapa yang akan merawat isterinya yang diceraikan dan anak-anaknya? Ini tidak lain adalah dendam turun temurun yang mengancam komunitas di negara ini,” katanya.

Joseph Dias, seorang tokoh Katolik di Mumbai, mengatakan kepada ucanews.com bahwa langkah itu “tidak lain hanyalah sebuah persiapan menjelang pemilihan 2019.”

Ia pun mempertanyakan kepedulian pemerintah terhadap penderitaan para wanita Muslim yang diceraikan dan mengatakan tradisi yang sama juga ada dalam agama-agama lain di India.

“Jika UU itu untuk semua orang yang menceraikan isteri mereka seperti itu, maka kami menyebutnya sekular. Ini sungguh diskriminasi terhadap umat Islam,” katanya.

Mengenang Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap

UCANews - Jum, 21/09/2018 - 16:00

Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap meninggal dunia pada usia 63 tahun setelah menderita sakit pada saluran empedu.

Pastor Blasius S. Yesse Pr, sekretaris Keuskupan Sibolga, mengatakan kepada ucanews.com bahwa Uskup Ludovikus meninggal dunia di RS St. Elizabeth di Medan, ibukota Propinsi Sumatera Utara, pada Kamis (20/9) sekitar pukul 03:30 WIB.

Menurut imam diosesan itu, jenazahnya akan disemayamkan di Gereja Katedral St. Theresia Lisieux di Kota Sibolga.

“Pada Minggu, 23 September, ibadat pagi jam 07:00 WIB di katedral. (Dilanjutkan dengan) acara melayat, doa dan lain-lain. Jam 13:00 WIB, (jenazah) diberangkatkan ke tempat pemakaman di komplek Seminari Menengah St. Petrus di Aek Tolang,” katanya.

“Misa requiem jam 15:00 WIB, dipimpin oleh Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap di komplek seminari menengah dan diteruskan dengan pemakaman,” lanjutnya.

Pastor Blasius mengatakan sebelum pemakaman ada serangkaian acara yang digelar pada Jumat (21/9) dan Sabtu (22/9) di katedral, antara lain ibadat pagi pada pukul 07:00 WIB, penghormatan publik dan Misa sore pada pukul 17:00 WIB.

Uskup Ludovikus lahir di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 23 April 1965. Ia ditahbiskan sebagai imam Ordo Saudara-Saudara Dina (OFMCap) pada 10 Juli 1983. Ia diangkat sebagai uskup Sibolga oleh Paus Benediktus pada 14 Maret 2007 dan ditahbiskan sebagai uskup pada 20 Mei pada tahun yang sama.

Sebelum meninggal, Uskup Ludovikus menjabat sebagai ketua Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Menurut Pastor Blasius, Uskup Ludovikus adalah  orang yang memiliki spiritualitas yang kuat. “Dia orang yang sangat tenang. Sebelum memutuskan sesuatu, dia selalu mempertimbangkannya dengan baik. Dari sisi karya, dia rajin melakukan kunjungan pastoral,” katanya.

“Dia orang yang sangat rendah hati dan sederhana,” lanjutnya.

Selfi Yanti Bali, seorang umat dari Paroki Hati Kudus Yesus di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, mengatakan kematian Uskup Ludovikus adalah sebuah kehilangan besar bagi keuskupan.

“Beliau orang yang sangat rendah hati dan sederhana. Beliau sangat mendukung program-program dari umatnya. Beliau tidak pernah bilang ‘jangan’ atau ‘tidak.’ Bahkan saya pernah komunikasikan soal Komunitas Sant’Egidio dan beliau bilang bagus dan sangat mendukung,” kata wanita berusia 40 tahun itu.

Menurut Selfi – yang juga anggota Komunitas Sant’Egidio setempat, Uskup Ludovikus mampu merangkul semua umat dari berbagai latar belakang etnis dan sosial.

“Saya sendiri berharap sosok uskup pengganti nanti seperti Bapak Uskup Ludovikus,” lanjutnya.

Lentera Keluarga – Sepadan Dengan Panggilan

Sesawi.Net - Jum, 21/09/2018 - 14:16
Jumat, 21 September 2018. Pesta St Matius, Rasul dan Penulis Injil. Bacaan: Ef 4:1-7.11-13; Mzm 19:2-3.4-5; Mat 9:9-13 Renungan: PAULUS mengingatkan jemaat Efesus : “..aku…menasihati kami supaya sebagai orang-orang yang telah dipanggil kamu hidup sepadang dengan panggilan itu”. Sepadan itu diungkapkan dengan hidup dalam keutamaan: rendah hati, lemah lembut dan sabar; saling membantu, dan hidup […]

Guru Katolik Honorer Turut Mendesak Diangkat Jadi PNS

UCANews - Jum, 21/09/2018 - 12:04

Guru-guru Katolik termasuk di antara ribuan guru honorer yang melakukan protes di seluruh Indonesia akhir-akhir ini untuk menuntut kenaikan gaji dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mereka dijadwalkan untuk berdemo dari tanggal 10-25 September 2018 untuk mendesak pemerintah memperhatikan kondisi mereka.

Tuntutan mereka antara lain agar segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Menurut mereka menjadi pegawai negeri akan membawa manfaat bagi mereka karena sudah bekerja selama bertahun-tahun.

Tetapi pemerintah malah menawarkan peluang pegawai negeri kepada lulusan muda.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, ada sekitar 1,5 juta guru honorer di seluruh Indonesia.

“Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan kesejahteraan kami,” kata Titi Purwaningsih, ketua Forum Guru Kontrak Indonesia.

Tuntutan mereka termasuk juga pembebasan dari tes masuk CPNS dan menaikkan batas usia untuk menjadi pegawai negeri lebih tinggi dari 35 tahun.

Ada banyak guru kontrak di atas 40, tetapi tidak bisa tidak diterima karena usia mereka, kata Titi.

“Kami telah bekerja keras untuk meningkatkan pendidikan di negara ini, tetapi kerja keras kami tidak diakui oleh pemerintah,” kata Titi. Ia menambahkan, protes akan terus dilakuakn jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Maria Setiyani, 37, seorang guru bahasa Indonesia di Bogor, Jawa Barat, mengatakan dia dan rekan-rekannya ingin agar pemerintah menghargai kerja keras mereka.

“Saya sudah mengajar di sekolah swasta di Bogor selama 14 tahun. Setiap tahun sejak 2012 saya telah mendaftar untuk menjadi PNS, namun setiap kali saya ditolak,” katanya.

Menurut Maria, gaji yang ia dapat sebagai guru honorer tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

Dia juga mengatakan karena mereka telah mengajar selama bertahun-tahun, mereka tidak perlu mengikuti ujian.

Sementara itu Pastor Vincentius Darmin Mbula OFM, ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik, juga menyatakan simpati kepada para guru.

“Adalah tugas pemerintah untuk secara serius memperhatikan hak dan martabat para guru ini,” kata Pastor Darmin.

In Memoriam Mgr. Ludovicus Simanullang OFMCap: Sangat Santun dan Sedia Mendengarkan (4)

Sesawi.Net - Jum, 21/09/2018 - 11:41
BERIKUT ini masih kami lanjutkan tulisan kata-kata kenangan yang selalu meresap di dalam hati sejumlah Bapak Uskup setiap kali mengenang sosok almarhum Mgr. Ludovicus Simanullang OFM, Uskup Keuskupan Sibolga (Sumut). Mgr. Ludovicus Simanullang OFMCap meninggal dunia di Medan, Kamis tanggal 20 September 2018 karena mengalami komplikasi sakit. Inilah kesan personal tentang sosok almarhum yang masih […]

Keterkejutan melanda Perancis, seorang imam muda bunuh diri

Pen@ Katolik - Jum, 21/09/2018 - 01:57
Pastor Jean Baptiste Sèbe dalam setelah Pemberian Saramen Permandian di tahun 2017 © F3 Normandie

Perancis dilanda keterkejutan karena Pastor Jean-Baptiste Sèbe, seorang imam berusia 38 tahun yang sangat terkenal dan sangat dihargai, ditemukan tewas di Gereja Santo Romain di pagi hari, 18 September 2018. Malam hari setelah penemuan jenazahnya, dirayakan Misa untuk mendoakan imam itu.

Kepala Paroki Santo Yohanes XXIII Rouen Perancis, dosen teologi di Institut Katolik Paris, imam di beberapa perguruan tinggi negeri dan sekolah menengah di Rouen itu ditemukan tewas menyusul tuduhan perilaku tidak senonoh dan pelecehan seksual terhadap seorang gadis muda.

Dalam sebuah surat yang diterbitkan di situs Keuskupan Rouen, Uskup Agung Rouen Mgr Dominique Lebrun menyebut imam itu bunuh diri.

“Jelas dia bunuh diri,” kata uskup agung itu. Sikap itu sulit dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya. “Ada banyak pertanyaan dalam hati kami, mengapa?” Otoritas Gereja mengungkapkan ketidakpahaman mereka atas sikap pastor itu. Penjelasan satu-satunya yang disampaikan  dalam surat itu bahwa imam itu ”sedang mengalami saat yang sulit.”

Setelah menemukan imam itu tak bernyawa lagi, menurut Mgr Lebrun, keluarganya, orang tuanya, saudara-saudaranya segera diberitahu. “Kami memikirkan keluarganya, parokinya, pelayanan pendidikannya, Kolese Saint-Dominique, para mahasiswa dan rekan-rekannya, dan semua yang menemaninya .”

Namun, tanggal 19 September, jaksa Republik Rouen melaporkan bahwa bunuh diri adalah subjek dari pengaduan uskup agung dari tangan seorang ibu. “Seorang wanita datang mengeluh kepada Uskup Agung Rouen tentang perilaku tidak senonoh dan serangan seksual yang dilakukan terhadap putrinya. Tapi tidak ada yang menjadi perhatian polisi sebelum bunuh diri ini,” kata sebuah sumber polisi seperti ditulis dalam The Cross. Polisi yang menyelidiki fakta-fakta berhati-hati meneliti apa yang mungkin menjadi motivasi tindakan putus asa dari imam muda itu.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan beberapa media dari Perancis)

Mgr Rolly canangkan Kusuma Youth Day untuk tingkatkan kualitas iman OMK

Pen@ Katolik - Kam, 20/09/2018 - 23:45
Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, didampingi Ketua Komkep Kusuma, memberkati Patung Salib Kusuma Youth Day 2018 yang akan diarak menuju tempat pelaksanaan di Tompaso Baru. (Foto: PEN@ Katolik/A. Ferka)

Guna meningkatkan kualitas iman Orang Muda Katolik (OMK) yang ada di Keuskupan Manado serta dalam rangka merayakan Yubileum 150 Tahun Kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado, Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado (Komkep Kusuma) akan menggelar Kusuma Youth Day 2018.

Kusuma Youth Day merupakan kelanjutan dari Pertemuan Berkala OMK Keuskupan Manado yang sudah berlangsung 22 kali sejak tahun 1980. Pencanangan Kusuma Youth Day 2018 dilakukan saat acara puncak Peringatan Yubileum 150 Tahun Kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado di Emmanuel Amphitheater Lotta, Pineleng, Sulawesi Utara, 14 September 2018.

Sebagai tanda pencanangan itu, Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, didampingi Ketua Komkep Kusuma Pastor Hendro Kandowangko Pr, memberkati Patung Salib Kusuma Youth Day yang akan diarak menuju tempat pelaksanaan yakni Paroki Santo Paulus Tompaso Baru.

Diawali ibadah singkat yang dipimpin Ketua Komkep Kusuma didampingi anggota Komkep dan Panitia, Salib Suci itu mulai diarak keesokan harinya, 15 September, dari Emmanuel Amphitheater menuju Gereja Santo Cornelius Lotta dan dijemput puluhan OMK Paroki Lotta dan sejumlah suster.

Sebanyak 11 paroki akan mendapat giliran kunjungan Salib Suci tersebut yakni di Kevikepan Manado, Kevikepan Tombulu dan Kevikepan Stella Maris yang akan menjadi tuan rumah kegiatan.

Pastor Kandowangko menjelaskan, dalam momen Kusuma Youth Day kali ini, ada empat bagian yang akan dilakukan yakni Pra Event (Agustus-September), Live in (23-25 Oktober 2018), Main Event (25-28 Oktober 2018) dan Youth Competition (2019).

“Kegiatan yang bertema “OMK, Iman dan Diskresi Panggilan” ini akan dihadiri sekitar 3.000 peserta yakni para utusan OMK dan pendamping OMK paroki se-Keuskupan Manado,” jelas Pastor Hendro (PEN@ Katolik/A. Ferka)

Salib Kusuma Youth yang dibawa oleh Ketua Komkep Kusuma Pastor Hendro Kandowangko Pr dari Emmanuel Amphitheater menuju Gereja Santo Cornelius Lotta. (Foto: PEN Katolik/A. Ferka)

Mengapa Dekalog wajib ditaati?

Pen@ Katolik - Kam, 20/09/2018 - 22:47
Paus Fransiskus dalam Audiensi Umum 15 November 2017: Ketaatan pada perintah-perintah Allah hendaknya mengalir dari hubungan pribadi dengan Bapa dan dari tempat bersyukur untuk hal-hal yang telah dilakukan-Nya dalam hidup seseorang. Kredit Foto: Daniel Ibez/CNA

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

439. Mengapa Dekalog membentuk satu kesatuan organis?

Sepuluh Perintah Allah membentuk satu keseluruhan organis dan tak terpisahkan karena setiap perintah menunjuk pada perintah-perintah lainnya dan pada seluruh Dekalog. Karena itu, melanggar satu perintah berarti melanggar seluruh hukum.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2069-2079

440. Mengapa Dekalog wajib ditaati?

Karena Dekalog mengungkapkan kewajiban mendasar manusia terhadap Allah dan sesamanya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2072-2073, 2081

441.  Apakah mungkin menaati Dekalog?

Ya, karena Kristus membuat kita mampu menaatinya dengan anugerah Roh dan rahmat-Nya. Tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2074, 2082

Puncta 21.09.18. Pesta St. Matius Rasul dan Pengarang Injil. Matius 9:9-13: Ikutlah Aku

Sesawi.Net - Kam, 20/09/2018 - 21:02
MATIUS dipanggil saat dia sedang duduk di meja cukai. Ia seorang pemungut pajak dari rakyat. Makanya dia tidak disukai oleh masyarakat karena menjadi anteknya Bangsa Romawi, yang menjajah Israel. Harta kekayaan bagi Matius adalah hal yang bergelimang. Ia bisa menggunakan posisinya untuk memeras rakyat. Uang pajak bisa disisihkan masuk kantongnya sendiri. Situasi nyaman dengan harta […]

Renungan Harian, Jumat: 21 September 2018, Mat. 9:9-13

Mirifica.net - Kam, 20/09/2018 - 19:00
ANYAK orang tua terkejut, kagum dan terpana menyaksikan kotbah seorang imam muda yang baru ditahbiskan dalam perayaan misa perdananya. Bukan sekedar kotbahnya yang menarik dengan penampilan energik, tetapi beberapa kesaksian dalam penggalan kotbahnya berkisah perihal hidup yang pernah dilaluinya; “kenakalan anak muda”, tidak terlibat dalam kegiatan iman, dan sebagainya. Sebuah pembalikan totoal dari identitas yang …

Seminaris Santo Paulus Palembang Latihan Jadi Pemimpin

Sesawi.Net - Kam, 20/09/2018 - 18:07
“WAH, ternyata kita dibohongi Romo (guru/pembimbing Seminari Menengah St Paulus Palembang, red). Katanya mau disuruh kerja di pabrik tempe atau pabrik tahu, ternyata malah ke rumah retret ini,” kata seorang Seminaris (siswa seminari) sambil tertawa, begitu regu mereka tiba di Wismalat Podomoro, Banyuasin, Palembang, Selasa (11/9/2018) sore. Para Seminaris itu sebelumnya, Minggu (8/9/2018) hingga Selasa […]

Fakta di Balik "Curhat" Menristek, Sulit Mencetak Dokter hingga Perkara Jurnal Ilmiah - KOMPAS.com

Google News - Kam, 20/09/2018 - 17:47

KOMPAS.com

Fakta di Balik "Curhat" Menristek, Sulit Mencetak Dokter hingga Perkara Jurnal Ilmiah
KOMPAS.com
Namun saat ini, jurnal ilmiah dari kalangan akademisi Indonesia mendapat apresiasi di dunia internasional. Nasir juga sempat menceritakan bagaimana sulitnya mencetak dokter agar bisa melayani di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Berikut ...

Pelita Hati: 21.09.2018 – Bertobat dan Berbuah

Sesawi.Net - Kam, 20/09/2018 - 17:00
Bacaan Matius 9:9-13  Kemudian Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator