KatolikNews

Subscribe to pasokan KatolikNews
Berita Terkait Gereja Katolik
Di-update: 41 mnt 59 dtk yang lalu

Seorang Imam Asal Pangkalpinang Hadiri Audiensi di Singapura Bahas Masalah Buruh Migran

Sel, 23/10/2018 - 22:06

Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus turut menghadiri audiensi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura terkait masalah buruh migran asal Indonesia, Senin, 22 Oktober 2018.

Acara ini gelar oleh Perwakilan dari lembaga-lembaga kemanusiaan yang berbasis di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Seperti dilansir Ucannews.com, Romo Paschal yang merupakan Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkalpinang itu mengatakan dalam acara tersebut mereka membahas masalah para pekerja migran yang bekerja di Singapura, di mana sebagian besar berangkat ke negara tersebut melalui Batam.

“Di antara mereka ada yang bekerja sesuai dengan prosedur, tetapi banyak juga yang bekerja tanpa prosedur dan akibatnya rentan menjadi korban perdagangan orang,” kata Romo Paschal.

Ia juga menjelaskan, Batam selalu menjadi pintu masuk dan juga keluar bagi korban perdagangan orang.

Setiap hari, kata dia, ratusan pekerja migran berangkat ke Singapura dan tidak sedikit yang bermasalah, lalu dipulangkan.

“Oleh karena itu kami menyampaikan persoalan persoalan yang kami hadapi dan meminta arahan, petunjuk dan penjelasan-penjelasan dari KBRI yang kiranya membantu kami untuk bersama negara menjamin layak dan amannya pekerja migran Indonesia mengadu nasib di Singapura.

Menurut Romo Paschal, audiensi ini berjalan dalam nuansa penuh persaudaraan.

Sementara itu, perwakilan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Zahermann Muabezi mengatatakan, dirinya berharap ada kerja sama antara stakeholder yang ada di Batam dan KBRI Singapura.

“Ini kerja bersama dan perlu kontrol bersama, mengingatkan, sosialisasi dan mengadvokasi agar hal hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi,” katanya.

Untuk diketahui, Romo Paschal merupakan salah satu dari imam yang memelopori upaya advokasi kasus perdagangan orang di Batam.

Sejak terjun dalam isu ini sejak 2013, lebih dari 500 buruh migran korban perdagangan orang yang sudah ia selamatkan.

Selain itu, advokasi yang ia dan timnya lakukan juga telah menjebeloskan belasan orang ke dalam penjara. Terakhir, pada bulan September lalu dua orang pelaku divonis tiga tahun karena memberangkat tenaga kerja yang dokumennya dipalsukan.

Katoliknews

Anies Baswedan Beri Hibah 1,4 M untuk Paduan Suara Katolik DKI yang ke Pesparani Ambon

Sel, 23/10/2018 - 10:20

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan dana hibah sebesar 1,4 miliar rupiah kepada grup paduan suara Katolik Jakarta yang bakal mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional pertama di Ambon, Maluku.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara pelantikan pengurus pertama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Daerah (LP3KD) DKI Jakarta sekaligus pelepasan kontingen paduan suara ke Ambon beberapa waktu lalu.

“Itu dana pengembangan paduan suara gereja, termasuk akomodasi keberangkatan kontingen,” ujar Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, seperi dilansir Metro.Tempo.co, Minggu 21 Oktober 2018.

Anies juga mengatakan, dirinya berharap kontingen Jakarta mampu meraih kemenangan dalam acara yang digelar pada 27 Oktober hingga 2 November tersebut.

“Kita ingin agar delegasi Jakarta yang berangkat ke Ambon prestasinya betul-betul kelas Jakarta, kelas nasional. Siap untuk menang? Yakin menang? Pokoknya Jakarta berangkat dengan semangat. Nanti sampai di sana buat setiap warga Indonesia yang hadir bilang ‘memang Jakarta ini ya’. Jakarta harus menangan (selalu menang). Begitu datang selalu menang, selalu di atas,” ujar Anies.

Selain itu, kata dia, Pesparani ini diharapkan menjadi ajang bagi umat Katolik untuk membangun persaudaraan.

“Semoga mereka mempersiapkan dengan baik dan ambil bagian dalam Pesparani di Ambon. Pesparani bukan sekedar lomba tapi adalah kebersamanan umat Katolik yang tujuannya untuk memupuk persaudaraan,” ujarnya.

Untuk diketahui DKI Jakarta mengirimkan 167 orang peserta yang akan berlaga di 10 cabang lomba Pesparani, di antaranya kategori paduan suara pria dewasa, paduan suara wanita, dan paduan suara campuran.

Katoliknews

Pemprov Lampung Dukung Pesparani Katolik Nasional di Ambon

Sen, 22/10/2018 - 17:23

Pemerintah Provinsi Lampung turut mendukung Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional pertama di Kota Ambon, Maluku yang akan berlangsung pada 23 Oktober hingga 3 November 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Heri Suliyanto saat menerima Audiensi Pengurus Inti Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD), Senin (22/10/2018).

Seperti dilansir Tribunnews.com Heri Suliyanto mengatakan, pemerintah provinsi Lampung berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan.

“Tentunya kami jajaran Pemerintah Provinsi Lampung akan selalu mendukung berbagai kegiatan keagamaan termasuk Pesparani,” kata Heri Suliyanto.

Ia melanjutkan, wujud nyata dari dukungan ini adalah pemprov akan mengirim paduan suara Katolik Lampung ke Pesparani di Ambon yang terdiri dari 73 peserta.

“Nanti surat tersebut akan segera saya sampaikan kepada Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo. Dari situ akan diketahui siapa yang akan melakukan pelepasan, dan diharapkan Gubernur Ridho dapat melakukan pelepasan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Uskup Lampung, Mgr Yohanes Harun Yuwono mengatakan grup paduan suara Lampung yang bakal berangkat ke Ambon akan mewakili Keuskupan Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Untuk itu kami memohon doa dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung, sehingga kami semua dapat mengikuti acara tersebut dan mampu mengharumkan nama gereja katolik Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Mgr Yohanes.

Kemudian Ketua I LP3KD Lampung, Purnomo, menjelaskan dalam Pesparani ini nantinya grup paduan suara Lampung akan menampilkan pentas adat Lampung, nyanyian Lampung, dan ciri khas Lampung.

“Di samping menggembleng sebagai Katolik, kami juga akan tampil sebagai khas masyarakat Lampung,” tutur Purnomo.

Katoliknews

Pemakaman Katolik di Yerusalem Dirusak Orang Tak Dikenal

Min, 21/10/2018 - 01:07

Sebanyak 30 kuburan Katolik di area pemakaman Biara Beit Jamal yang terletak beberapa kilometer dari kota Yerusalem telah dihancurkan oleh orang tak dikenal.

Seperti dilansir Tempo.co, penanggung jawab pemeliharaan pemakaman, Pastor Antonio Scodo mengatakan, pelaku merusak semua simbol salib di kuburan-kuburan tersebut.

“Mereka ingin menghancurkan, untuk menurunkan simbol salib,” kata Pastor Antonio Scodo.

Insiden ini lantas manarik perhatian sejumlah pihak.

Kementerian Luar Negeri Israel, misalnya sudah mengutuk keras insiden ini.

“Insiden di pemakaman ini adalah tindakan tercela. Israel berkomitmen memerangi segala bentuk kebencian dan intoleransi terhadap semua agama,” kata Juru bicara kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon.

Selain itu, kedutaan Italia di Israel juga mengatakan terkejut dan sedih oleh insiden itu, hingga menyerukan tindakan saling menghormati antar agama.

Kecaman juga datang dari kedutaan Polandia. Dalam sebuah pernyataan, pihak kedutaan menyebut tindakan ini adalah vandalisme anti-Kristen yang tak masuk akal. Konsulat Polandia di ibu kota Tel Aviv, Israel telah melakukan intervensi terkait kejadian ini.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat sudah menanggapi insiden ini. Dikatakan bahwa tindakan vandalisme ini kemungkinan telah dilakukan beberapa pekan lalu.

Namun, menurut hasil investigasi hingga Jumat, 19 Oktober 2018, polisi belum menetapkan satu orang tersangka.

Untuk diketahui, Biara Beit Jamal, terletak di area komunitas Yahudi ultra-Ortodoks, Beit Shemesh, Israel.

Kawasan ini sering dikunjungi turis untuk membeli keramik buatan tangan, madu dan minyak zaitun.

Biara ini berulang kali menjadi sasaran kebencian dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2013, beberapa orang melemparkan bom api di fasilitas umum biara dan mencoret dengan tulisan label harga.

Pada Januari 2016, puluhan salib di pemakaman Biara Beit Jamal digulingkan di tengah-tengah gelombang serangan terhadap warga Palestina dan Arab Israel.

Kemudian pada September 2017, beberapa pengacau menghancurkan patung Bunda Maria, merusak perabotan dan memecahkan beberapa jendela kaca di dalam cagar Biara Beit Jamal.

Sayangnya, investigasi atas semua insiden ini tidak pernah membuahkan hasil.

Katoliknews

Bupati Asmat Kirim Grup Paduan Suara ke Pesparani Katolik Nasional di Ambon

Sab, 20/10/2018 - 01:32

Bupati Asmat, Elisa Kambu melepas grup Paduan Suara Asmat pada Jumat, (19/10/2018) yang bakal mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional pertama di Kota Ambon, Maluku.

Acara ini akan berlangsung pada 27 Oktober hingga 2 November 2018 mendatang.

Seperti dilansir Kompas.com, Elisa Kumbu mengatakan, peserta mesti menampilkan yang terbaik dan menjadikan Pesparani sebagai ibadah ekaristi.

Lantas, kata dia, dirinya berharap peserta tetap menjaga hati dan kerukunan, kekompakan dan kebersamaan.

“Jadikan kesempatan ini sebagai kehadiran kalian untuk Tuhan dan menyatakan kasihnya untuk anda sekalian, dan jadikan diri anda agar berkat bagi orang lain,” kata Elisa.

Elisa juga mengatakan, peserta mesti bisa mengharumkan Gereja Katolik Asmat dan Papua secara umum.

“Sedangkan talenta yang sudah kalian miliki sebagai duta Asmat agar harumkan nama Kabupaten Asmat, Gereja Katolik Asmat, Gereja Katolik Papua serta Provinsi Papua,” ujarnya.

Sementara itu, wakil ketua kontingen Asmat, Wilhelmus Kolyaan mengatakan, Pesparani ini bertujuan meningkatkan solidaritas sesama umat Katolik melalui seni budaya guna memperteguh iman dan ketakwaan.

“Jadi Pesparani ini untuk meningkatkan solidaritas sesama umat Katolik melalui seni budaya guna memperteguh iman dan ketakwaan sebagai seorang yang 100 persen Katolik dan 100 persen Pancasila,” kata Wilhelmus.

Jumlah kontingen paduan suara Asmat sebanyak 54 orang. Mereka terdiri 35 peserta paduan suara dan 19 official.

Pesparani merupakan suatu aktivitas seni budaya dan kegiatan kerohanian umat Katolik dalam bentuk pagelaran, lomba musik, dan nyanyian liturgi.

Acara ini bertujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalam terhadap ibadah dan liturgi gerejani serta mendorong pengembangan seni budaya bernafaskan iman Katolik, sebagai salah satu wujud kekayaan multikulturalisme bangsa Indonesia.

Katoliknews

Kabar Duka, Uskup Saginaw Amerika Serikat Tutup Usia

Jum, 19/10/2018 - 10:13

Uskup Saginaw Amerika Serikat, Mgr Joseph Robert Cistone tutup usia pada Selasa (16/10) lalu. Ia meninggal di usianya yang ke 69 tahun.

Seperti dilansir MLive.com, Rabu (17/10/18), Direktur Komunikasi Keuskupan Saginaw, Erin Looby Carlson sudah membenarkan kabar duka ini.

Ia mengatakan, Mgr Joseph meninggal di kamar pribadinya.

Kepala Polisi Saginaw Donald F. Pussehl mengatakan, di detik-detik sebelum kepergiannya, Uskup Joseph sempat melakukan panggilan darurat ke nomor 911 untuk meminta bantuan medis.

Namun, kata dia, saat petugas medis tiba di tempatnya, Mgr Joseph sudah tak bernyawa.

“Rupanya, dia telah meninggal dalam tidurnya,” kata Pussehl.

Berdasarkan informasi dari laman keuskupan, disebutkan bahwa Uskup Joseph selama ini didiagnosa menderita kanker paru-paru.

Ia sebelumnya sudah dijadwalkan melakukan prosedur medis pada hari Selasa, tepat di hari kematiannya.

Untuk diketahui, Mgr Joseph ditahbiskan menjadi imam untuk Keuskupan Agung Philadelphia pada 1975.

Ia kemudian menjadi uskup pembantu di sana dari 2004 hingga 2009.

Pada tahun 2009, Paus Benediktus XVI menunjuknya sebagai uskup Saginaw.

Keuskupan Saginaw mencakup daerah Arenac, Bay, Clare, Gladwin, Gratiot, Huron, Isabella, Midland, Saginaw, Sanilac, dan Tuscola. Ini mencakup 6.955 mil persegi dan merupakan rumah bagi 100.000 umat Katolik.

Katoliknews

Ini Cerita Uskup Manado Saat Kunjungi Umat di Palu Usai Gempa dan Tsunami

Kam, 18/10/2018 - 13:54

Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly MSC berbagi kisah tentang kunjungannya ke Kevikepan Palu, Sulawesi Tengah usai gempa dan tsunami mengguncang daerah itu pada 28 September lalu.

Kunjungan Mgr Rolly ke Palu yang dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Oktober itu sekaligus untuk memberikan bantuan kepada korban gempa dan tsunami.

Seperti dilansir Komsosmanado.com, Mgr Rolly menceritakan, dalam perjalanannya dari satu tempat ke tempat lain di Palu, ia melihat begitu banyak kerusakan.

“Mulanya saya berkunjung ke Gereja Katolik St. Paulus. Ada dapur umum. Gereja baru yang sedang dalam tahap penyelesaian masih berdiri kokoh walau ada kerusakan kecil. Gereja digunakan sebagai tempat berlindung, tidur, dan berdoa. Pastoran masih bisa dipakai walaupun ada retak di bagian kamar,” kata Mgr Rolly.

Ia kemudian mengunjungi umat stasi Sidera dan Jonooge, Kabupaten Sigi yang saat itu tengah berkumpul di halaman Rumah Ketua Stasi Sidera.

“Gereja Sidera yang sedang dibangun terkena musibah jatuhnya dinding atas bagian depan dan belakang. Kemudian kami membagikan makanan kepada masyarakat Jonooge yang tinggal di tenda-tenda,” ujarnya.

Menurut Uskup berusia 61 tahun ini, Jonooge ada salah tempat yang paling parah kerusakannya.

“Di darah ini jalan terbelah, rumah dan bangunan hancur, patah, miring, retak; persawahan berubah menjadi perkebunan jagung (terjadi pergeseran oleh likuifaksi),” katanya.

Setelah itu, Mgr Rolly mengunjungi daerah Petobo, salah satu tempat dimana sejumlah perumahan tenggelam dan ditutup oleh lumpur.

“Jalanan di sini amblas sedalam 2 meter,” ujarnya.

Ia kemudian meneruskan perjalanan ke Pantai Talise hingga tiba di Paroki Santa Maria. Di tempat itu, kata dia, ia berjumpa dengan sejumlah pastor, suster, frater, dewan pastoral hingga para relawan yang saat itu tengah berkumpul.

“Di situ, saya melihat aula tempat penampungan dan distribusi bantuan. Bagian depan aula berlubang akibat dinding atas roboh, demikian juga plafon di atas panggung jatuh,” ujar Mgr Rolly.

Meski begitu, kata dia, Gereja Santa Maria itu masih berdiri kokoh sekalipun ada beberapa kawat tembok di atap yang terlepas.

“Kemudian Salib besar di dinding altar juga masih tergantung pada tempatnya meski marmer-marmer di sekitarnya banyak yang berjatuhan merusak kursi di panti imam,” katanya.

Keuskupan Manado sebelumnya sudah merespon bencana sejak tanggal 28 Sepetember 2018. Setelah itu, pihak keuskupan menyuarakan penggalangan dana dan mengirim para relawan ke sejumlah tempat di Palu untuk membantu para korban gempa dan tsunami.

Terkait bencana ini, Uskup Rolly mengungkapkan duka mendalam terhadap mereka yang menjadi korban.

“Saya merasa senasib-sepenanggungan dengan mereka yang terdampak bencana, saya mendukung usaha-usaha para relawan, berterima kasih kepada mereka yang sudah dan akan terus membantu dan mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk mengungkapkan solidaritas kita kepada mereka yang menderita,” kata Mgr Rolly. (Katoliknews)

Uskup Suharyo: Jangan Membuang Makanan

Rab, 17/10/2018 - 18:48
Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo meminta umatnya untuk tidak membuang makanan dan mewujudkan sikap berbagi dengan sesama.

Hal itu ia sampaikan dalam surat gembala Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober, yang yang dibacakan pada Misa Minggu, 14 Oktober di  65 paroki di Keuskupan Agung Jakarta.

Ia mengatakan pangan adalah kebutuhan dasar manusia dan karena itu  sudah seharusnya kebutuhan setiap orang akan pangan itu mempersatukan dan menumbuhkan solidaritas dan kerelaan untuk berbagi.

“Tetapi nyatanya pangan dengan mudah juga dapat menimbulkan konflik. Alasan utamanya, kebutuhan dasar pangan yang seharusnya menumbuhkan solidaritas, dalam kenyataan juga dapat menyulut keserakahan,” katanya.

“Itulah yang dikatakan oleh Mahatma Gandhi: ‘Bumi ini cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan manusia, bukan untuk memenuhi keserakahan manusia,’” lanjutnya.

Dalam suratnya, ia juga menyinggung laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB yang menyebutkan bahwa sekitar 820 juta penduduk di dunia mengalami kekurangan pangan dan 60 persen di antaranya adalah perempuan, 45 persen dari kematian anak di dunia disebabkan oleh kekurangan pangan dan 151 juta anak mengalami stunting atau gagal tumbuh.

Terkait stunting, Mgr Suharyo menyebut data dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa 37,2 persen anak di Indonesia mengalami gagal tumbuh atau empat dari 10 anak di Indonesia menderita stunting.

“Yang ironis ialah laporan yang sama menyatakan bahwa 672 juta orang mengalami obesitas dan lebih dari satu miliar penduduk dunia mengalami kelebihan berat badan,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak keluarga dan komunitas Katolik untuk menjadi “tempat yang subur untuk mewariskan, merawat dan mengembangkan nilai-nilai dan keutamaan-keutamaan manusiawi sekaligus Kristiani, seperti kebhinnekaan dan belarasa, khususnya dalam rangka mengatasi kelaparan dan kekurangan pangan bergizi.”

“Upaya-upaya kecil apa pun – misalnya, tidak membuang makanan, memilih cara hidup ugahari, berani berkata ‘cukup,’ berbagi makanan dengan Saudara-Saudari kita yang sangat membutuhkan, jimpitan beras, menghemat air, mengikuti pertemuan-pertemuan dalam rangka HPS, merayakannya pada tingkat lingkungan, wilayah maupun paroki – menjadi bermakna karena dijiwai oleh iman,” katanya.

Menurut Mgr Suharyo, melalui gerakan semacam itu iman umat Katolik akan bertumbuh dan berbuah.

“Kita yakin bahwa Gereja adalah gerakan iman dan cinta melalui aksi-aksi nyata yang terus berkelanjutan, baik yang dilakukan secara bersama maupun sendiri-sendiri,” lanjutnya.

Katoliknews

14 Figur Ternama Ini Memutuskan Jadi Katolik

Rab, 17/10/2018 - 17:10
Ajaran Katolik selalu memberikan kesan berbeda bagi setiap orang. Kesan itu pun bahkan bisa membuat seseorang tertarik mengenal Katolik secara lebih mendalam.

Hal itu misalnya terjadi dalam diri 14 figur ternama di masa lalu. Dengan pengalaman hidup dan cara pandang masing-masing tentang Katolik, mereka akhirnya tertarik dan memutuskan masuk katolik. Disadur dari Aleteia.org, berikut kisah mereka.

John Wayne

John lahir pada 26 Mei 1907. Ia merupakan seorang aktor asal Amerika Serikat yang telah membintangi sebanyak 175 film terkenal.

John mengenal Katolik setelah tiga kali menikah dengan perempuan Katolik. Setelah menemukan sesuatu yang rasional dalam keyakian yang dianut istrinya, John akhirnya memutuskan dibabtis dua hari sebelum ia meninggal pada June 11, 1979 silam.

Gary Sinise

Lahir pada 17 Maret 1995, Gary Sinise bertumbuh menjadi seorang yang sangat kreatif. Di usia dewasanya, ia kemudia mencoba peruntungan di dunia hiburan hingga menjadi seorang aktor terkenal.

Gary mulai mengenal Katolik setelah istri dan anaknya memutuskan masuk Katolik tahun 2000 silam.

Ia kemudian jatuh cinta dengan Katolik usai melihat banyak orang yang berani membantu korban serangan teroris di World Trade Center, New York pada 11 September 2001 silam.

Setelah melewati permenungan selama bertahun-tahun, Gary akhirnya masuk Katolik pada tahun 2010.

Gary Cooper

Gary merupakan salah satu ikon di dunia Hollywood masa lalu. Ia mulai terkesan dengan agama saat beranjak dewasa.

Namun keputusan menjadi Katolik terjadi setelah ia bertemu dengan Paus Pius XII. Sebelum kematiannya, ia pernah mengatakan, ‘anda berutang pada seseorang, sesuatu untuk semua nasib baikmu.’

Gary Cooper lahir pada 7 Mei 1901 dan meninggal pada 13 Mei 1961.

Andrea Bocelli

Bocelli merupakan seorang penyanyi terkenal asal Italia. Bagi dunia hiburan, pria kelahiran tahun 22 September 1958 ini merupakan salah satu legenda di panggung musik internasional.

Andrea sendiri mengenal Katolik di usia dewasa. Baginya, Katolik merupakan asupan setiap hari yang memberikannya kekuatan.

Sejak menjadi Katolik, ia pun menciptakan lagu yang bisa mempersatukan semua orang dalam doa.

Dean Koontz

Penulis terkenal ini lahir dari sebuah keluarga yang berantakan. Masa kecilnya dikelilingi oleh berbagai konflik dan persoalan.

Setelah menikah, Dean melihat sesuatu yang indah dalam keluarga istrinya yang merupakan para pemeluk Katolik yang taat.

Pria kelahiran 9 Juli 1945 ini lalu menyamakan sukacita yang ia lihat dengan keyakinan yang dianut istrinya. Tak lama setelah itu, Dean memutuskan masuk Katolik.

Graham Greene

Graham Greene merupakan salah satu penulis dan novelis paling populer di abad ke 20.

Ia awalnya enggan memeluk agama Katolik. Namun setelah bertunangan dengan seorang wanita Katolik, ia mulai menjajaki sejumlah diskusi teologi dan terus menemukan jawaban. Tak lama setelah itu, Graham akhirnya masuk Katolik.

Gramah lahir pada 2 Oktober 1904 dan meninggal pada 3 April 1991.

Robert Novak

Lahir pada 26 Februari 1931, Robert Novak bertumbuh menjadi seorang jurnalis terkenal.

Namun, sebagai seorang keturunan Yahudi, Novak tentunya sama sekali tidak mengenal Katolik.

Usai mencari jawaban tentang agama, di usia 67 tahun, Robert memutuskan masuk katolik. Setelah itu, ia mengatakan, ‘masuk Katolik merupakan sebuah momen terbaik dalam hidup saya.’

Robert Novak meninggal pada 18 Agustus 2009 silam.

Dorothy Day

Dorothy Day merupakan seorang jurnalis dan aktivis perempuan asal Amerika Serikat yang lahir pada 8 November 1897.

Day mengenal Kristus dan masuk Katolik setelah dirinya kembali hamil usai beberapa saat sebelumnya ia melakukan aborsi.

Kehamilan keduanya ini dinilai sebagai kesempatan kedua dari Tuhan untuknya. Ia lalu menyerahkan semua hidupnya kepada Kristus.

Dorothy Day meninggal pada 28 November 1980 silam.

Walker Percy

Walker Percy merupakan salah satu penulis terkenal asal Amerika yang lahir pada 28 Mei 1916 silam.

Salah satu pengalaman pahitnya adalah menjadi yatim piatu di usia 15 tahun.

Usai menemukan sebuah jawaban tentang keyakinan, Walker yang lahir sebagai seorang agnostik akhirnya memutuskan masuk Katolik di usia 31 tahun.

Walker Percy meninggal dunia pada 10 Mei 1990 silam.

Thomas Merton

Thomas Merton merupakan seorang aktivis berkebangsaan Prancis yang lahir pada 31 Januari 1915.

Dalam perjalanan hidupnya, ia merasa tertarik dengan berbagai ajaran Katolik. Tak disangka, ia akhirnya masuk Katolik dan kemudian menjadi seorang biarawan.

Thomas Merton meninggal dunia pada 10 Desember 1968 silam.

Julia Tyler

Julia Tyler merupakan istri presiden Amerika, John Tyler yang menjabat dari tahun 1841 hingga 1845.

Kisah Julia masuk Katolik bermula saat anak ketiganya meninggal. Setahun kemudian, ia dan putri bungsunya memutuskan masuk Katolik.

Julia Tyler lahir pada 4 Mei 1820 dan meninggal pada 10 Juli 1889.

Bufalo Bill Cody

Bufalo Bill Cody merupakan salah seorang wartawan terkenal berkebangsaan Amerika. Ia juga merangkap menjadi pemburu dan pemain sandiwara.

Nama Bufalo mencuat setelah ia membunuh 4000 kerbau untuk memberi makan ribuan pekerja kereta api. Bufalo menjadi seorang Katolik setelah mengikuti audensi dengan Paus Leo XIII.

Bufalo Bill Cody lahir pada 26 Februari 1846 dan meninggal pada 10 Januari 1917.

Black Elk

Black Elk merupakan seorang yang penting dan dianggap suci oleh bangsa Indian jaman dahulu. Ia diyakini bisa menyembuhkan orang sakit.

Namun ia akhirnya memutuskan menjadi seorang Katolik setelah bertemu seorang Pastor Jesuit yang keberatan dengan upacara penyembuhan yang dilakukannya.

Setelah itu, ia kemudian menjadi pewarta dan sukses membawa ribuan orang ke dalam Katolik. Black juga disebut menyatukan keyakinan Katolik dengan kebiasaan yang dianut bangsa Indian.

Black Elk lahir pada 1 Desember 1863. Ia meninggal pada 19 Agustus 1950.

Bernard Nathanson

Ia merupakan seorang dokter dari Kota New York, Amerika Serikat yang pada tahun 1969 mendirikan National Association for the Repeal of Abortion Laws (NARAL). Organisasi itu kini berubah nama menjadi National Abortion Rights Action League.

Ia menjadi Katolik setelah terinspirasi dari paham Katolik tentang ‘pengampunan’.

Bernard Nathanson lahir pada 31 Juli 1926 dan meninggal pada 21 Februari 2011.

Katoliknews

Halaman