Mirifica.net

Subscribe to pasokan Mirifica.net Mirifica.net
Bishops' Conference of Indonesia
Di-update: 1 jam 38 mnt yang lalu

Renungan Harian, Kamis: 18 Januari 2018, Mrk. 3:7-12

3 hours 21 mnt yang lalu

IDUP manusia sering kali disibukkan dengan rutinitas yang menjemukan. Kita bangun saat pagi, bekerja sepanjang hari, lalu pulang saat senja tiba, dan tertidur dalam kelelahan saat malam datang. Manusia nampaknya sibuk mengejar apa yang ingin diraihnya, entah itu kekayaan, popularitas dan kesuksesan atau mungkin kebahagiaan.

Namun, seteguh apa pun manusia mencari dan berusaha, ia sering kali mendapati dirinya dalam keadaan lelah dan belum berbuat apa-apa. Ia butuh waktu untuk sendiri, untuk bertemu dengan dirinya dan berbicara kepada Tuhan dalam doa dan keheningan.

Tuhan Yesus disibukkan dengan karya pewartaan dan penyembuhan bagi orang yang mengikuti-Nya. Banyak orang yang datang dan mencarinya.Orang-orang dari Galilea, Yudea, Yerusalem, Idomea, seberang Yordan, Tirus, dan Sidon berbondong-bondong datang kepada-Nya.Mereka mencari-Nya karena pewartaan dan mukjizat-mukjizat yang telah dilakukan oleh Yesus.

Antusiaisme jemaat meraih kesembuhan dari Yesus sangatlah besar. Membludaknya jumlah pendatang membuat Yesus susah bergerak. Namun, Yesus tetap setia memenuhi apa pun harapan mereka.

Ya Bapa, mampukanlah aku untuk senantiasa mencari-Mu di tengah kesibukan dan rutinitas hidupku.Aku hendak mengandalkan-Mu selalu dalam perkuangan hidupku untuk menjadi orang baik dan berguna.Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

 

 

 

 

17 Januari St. Genarus Sanchez Delgadillus

22 hours 21 mnt yang lalu

 

Lahir di Zapopan, Jalisco (Keuskupan Agung Guadalajara) pada 19 September 1876. Sebagai vikaris Tamazulita, paroki Tecolotlan, Keuskupan Autlan, umatnya sangat mengangkat ketaatan, iman, dan kemahiran kotbahnya. Sekelompok pasukan menangkap Genarus untuk membunuhnya. Genarus meninggalkan pesan bagi warga lokal, “Hai semua, mereka akan menggantungku, aku memaafkan mereka, seperti Bapa di surga memaafkan mereka dan Kristus Raja akan selalu hidup!” Algojo menarik tali gantungan Genarus terlalu kuat sampai kepala Genarus membentur cabang pohon gantungannya. Setelah mati, paginya para pasukan itu kembali lagi, menembak jenazah Genarus di bau, lalu menusuknya membentuk salib di badan.

Sumber dan gambar: Barba, Mgr. Oscar Sanchez. 5 Juli 2001. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 2 Januari 2017

Renungan Harian, Rabu: 17 Januari 2018, Mrk. 3:1-6

Sel, 16/01/2018 - 19:00

ATA orang bijak, siapa diri kita identik dengan apa yang kita pikirkan. Jika kita memikirkan hal-hal positif, maka kita akan menjadi pribadi yang baik; demikian pun sebaliknya. Kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat dalam kisah Injil selalu muncul untuk mempersoalkan karya yang sedang dikerjakan Yesus. Seakan isi kepala mereka dipenuhi niat dan rancangan yang negative. Mereka acap mencari celah agar bisa menjerat dan menyalahkan Yesus.

Kisah Injil hari ini  mengisahkan hal yang serupa. Kaum Farisi mempersoalkan mukjizat penyembuhan yang dilakukan pada hari Sabat.Bagi mereka, seluruh kegiatan dan karya ditiadakan pada hari Sabat, juga jika itu berhubungan dengan menyelamatkan sesame.Hal ini justru berbanding terbalik dengan pewartaan Yesus yang mengutamakn manusia di atas aturan.Mereka pun menyalahkan tindakan Yesus dan mempersoalkan-Nya.

Namun, apa yang salah di mata mereka adalah kebenaran di mata Yesus. Maka, Yesus bertanya kepada meeka soal mana yang diperbolehkan di hari Sabat; menyembuhkan atau membunuh.

Kita pun cenderung bertindak serupa kaum Farisi, kukuh mempertahankan nilai-nilai meskipun harus mengabaikan sesame yang membutuhkan pertolongan.Marilah kita menjernihkan hati dan pikiran kita.Biarkan segala kebaikan dan kebenaran menguasai hati dan pikiran kita. Dengan demikian, kita akan semakin dituntun menjadi orang-orang yang baik.

Ya Bapa, jernihkanlah hati dan pikiranku sehingga hanya memikirkan dan menghayati segala kebaikan yang berasal dari-Mu.Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Paus Fransiskus Menjawab Chile

Sel, 16/01/2018 - 12:37

SEMINGGU sebelum Paus Fransiskus melakukan lawatannya ke dua negara di Amerika Latin, Chile dan Peru, tiga gereja Katolik di Santiago diserang bom beruntun. Sementara itu, di satu gereja lain pelaku meninggalkan grafiti dengan pesan akan meledakan bom langsung dari dalam jubah Paus.

Tidak jelas apa sesungguhnya motif pelaku.  Apalagi, seperti diungkapkan oleh Presiden Chile, Michelle Bachelet, serangan itu aneh karena pelakunya sulit diidentifikasi keterkaitannya dengan kelompok masyarakat tertentu di Chile. Namun, dari peristiwa serangan bom dan sejumlah grafiti yang ditinggalkan di gereja kita bisa melihat bahwa hubungan Gereja Katolik Chile dengan kelompok masyarakat tertentu di sana masih meninggalkan sejumlah persoalan.

Saya mencatat paling tidak ada 3 persoalan utama yang sedang dihadapi oleh Gereja Katolik di Chile. Pertama, bangkitnya kesadaran masyarakat asli (indiginous people) akan indentitas lokal mereka. Hal ini terungkap dari berbagai pesan yang disebarkan, di mana mereka menghendaki otonomi seluas-luasnya dari pengaruh serta hegemoni Gereja Katolik di Chile. Tentang hal ini, media online Katolik yang berbasis di Inggris, catholicherald.co.uk, menulis, “We will never submit to the dominion you want to exercise over our bodies, our ideas and actions, because we were born free to chose the path we want to take. Against every monk and nun and against every preacher. Bodies free, impure and wild.”

BACA JUGA: three-churches-bombed-ahead-of-papal-visit-to-chile

Seperti masyarakat di belahan dunia lainnya, saat ini Chile juga sedang bergumul dengan persoalan pengungsi dan imigran. Pergumulan ini tentu tidak lepas dari sejarah panjang Chile yang ditandai dengan pergolakan antara rezim sosialis dan kaum kapitalis lokal yang bersekutu dengan Amerika Serikat. Pernah terjadi di Chile, sebuah rezim Sosialis tumbang melalui kudeta berdarah. Presiden Salvador Allende yang juga didukung oleh Partai Kristen Demokrat (terpilih melalui Pemilu demokratis) tewas dengan patriotik, oleh pemberontakan militer, kaum kapitalis lokal, dan sekutu Amerika Serikat.

Tetapi kematiannya berbekas panjang hingga sekarang.  Demi sebuah tema tunggal: cita-cita sosialis melalui jalan demokratis. Kudeta Chile kini menjadi causa celebrare, sebuah contoh yang selalu disebut ketika orang membincangkan cara-cara menuju negara sosialis tanpa melalui revolusi model Marx-Lenin. Inilah persoalan kedua, yakni pertentangan ideologis dalam masyarakat Chile hingga menimbulkan pengungsi dan imigran. Karena pertentangan ideologi ini, banyak tokoh dan warga Chile telah menjadi tahanan politik. Tokoh politik dan warga lainnya berupaya menyelamatkan diri dengan mencari suaka di negara lain.

Persoalan ketiga adalah penyimpangan seksual yang dilakukan oleh kaum klerus (clerical sexual abuse) di Chile. Hingga menjelang kedatangan Paus di Chile, sejumlah orang bahkan melakukan protes. Mereka menuntut agar Paus dapat menyelesaikan kasus-kasus penyimpangan seksual oleh kaum klerus yang telah mencoreng wajah Gereja Katolik.

Jawaban Paus

Sesuai dengan misi perjalanan apostoliknya, kehadiran Paus Fransiskus di Chile sudah pasti membawa serta pesan “harapan dan kasih”. Hari ini, Selasa (16/1), setelah bertemu dengan Presiden Bachelet,  Paus dijadwalkan akan memimpin misa di O’Higgins Park. Selesai misa Paus akan berkunjung ke penjara wanita di Santiago. Kunjungan ini bisa diartikan sebagai sebuah tindaklanjut dari pesan “harapan dan kasih” yang dibawa Paus sekaligus menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat Chile. Paus Fransiskus pergi dan bertemu langsung dengan para tahanan. Kehadirannya tidak lain adalah untuk meneguhkan para tahanan, membebaskan rasa yang dibelenggu oleh tembok-tembok penjara.

Kemudian setelah berkunjung ke penjara, sore nanti Paus akan bertemu secara khusus dengan para imam, biarawan dan biarawati, para seminaris dan para novis di Katedral Santiago. Di Katedral ini, Paus akan berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Apakah Paus juga akan menyinggung soal kasus penyimpangan seksual oleh kaum klerus di lingkungan Gereja Katolik Chile? Hal ini menarik ditunggu, mengingat dalam beberapa kasus yang terjadi di negara lainnya Paus Fransiskus memiliki perhatian yang luar biasa. Ia bahkan pernah mengatakan akan memberikan toleransi nol bagi siapapun di lingkungan Gereja Katolik, tak terkecuali para uskup dan menyebut para imam yang melakukan penyimpangan seksual sebagai “satanic mass“. Poinnya adalah Paus ingin memulihkan kembali wajah Gereja yang sempat tercoreng karena perilaku penyimpangan seksual oleh segelintir klerus. Dan, Gereja Katolik Indonesia dapat mengambil hikmah dari perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke Chile dan Peru.

 

 

 

 

 

 

 

Keuskupan Regio Nusra Kembangkan Pastoral Buruh Migran yang Terintegrasi

Sel, 16/01/2018 - 09:54

MASALAH-masalah akibat perantauan membutuhkan pendekatan yang terpadu dan terintegrasi. Selain kerja sama antara keuskupan-keuskupan asal, transit, dan tujuan para migran, penanganan masalah-masalah itu perlu melibatkan banyak komisi dalam perangkat pastoral keuskupan dan paroki.

Demikian fokus pembicaraan lokakarya yang diselenggarakan Komisi Keadilan, Perdamaian, Migran dan Perantau (KKPMP) keuskupan wilayah regio Nusa Tenggara di Labuan Bajo, Florese, NTT, 15 – 19 Januari 2018.

Rm. Marten Jenarut Pr. yang menjadi ketua panitia menyatakan, pertemuan ini melanjutkan sejumlah gagasan pastoral migran yang dibahas pada pertemuan di Mataloko yang melibatkan keuskupan-keuskupan di Flores sebagai tempat asal, Keuskupan Tanjung Selor sebagai keuskupan transit, dan tiga keuskupan yang menjadi tujuan para migran.

“Pertemuan pada Oktober 2017 itu mendesak supaya ditemukan pola pendekatan pastoral yang lebih serius dan tepat sasar terhadap isu migrasi. Karena itu, lokakarya ini mengundang perangkat-perangkat pastoral keuskupan dan para pegiat atau aktivis yang terkait dengan isu migran dan perantau,” kata Rm. Marten dalam arahan pembuka lokakarya, Senin (15/01/2018).

Diharapkan, lanjut Rm. Marten, pertemuan empat hari ini dapat menghasilkan program kerja yang bisa dijadikan sebagai gerakan bersama dalam menangani isu migrasi di keuskupan-keuskupan Regio Nusa Tenggara, yaitu program kerja terpadu, terintegrasi, dengan melibatkan banyak komisi. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk pembentukan migrant desk di setiap keuskupan yang berfungsi sebagai penghubung antara keuskupan tujuan, transit, dan asal dari para migran.

Lokakarya dihadiri 70 utusan dari keuskupan-keuskupan Regio Nusa Tenggara, yaitu Keuskupan Agung Kupang dan Ende, Keuskupan Denpasar, Weetebula, Atambua, Larantuka, Maumere, dan Keuskupan Ruteng.

Setiap keuskupan terdiri atas Direktur Pusat Pastoral atau Sekretariat Pastoral, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), Komisi atau Sekretariat Gender, Komisi Keadilan dan Perdamaian – Migran Perantau (KKPMP), Lembaga Caritas, Pusat Pastoral, dan aktivis pemerhati isu migrasi.

Turut hadir dalam lokakarya ini Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, Migran dan Perantau Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr. Dominikus Saku, Ketua Komisi PSE KWI Mgr. Yohanes Philipus “Gaiyabi” Saklil, dan Ketua Sekretariat Gender KWI Mgr. Nikolaus Adi Seputra, MSC.

Harus Kerja sama

Mgr. Dominikus Saku mengajak para peserta untuk melihat isu migran dan perantau secara menyeluruh, dari hilir sampai ke hulu. Persoalan ini sangat kompleks karena berkaitan dengan mental hidup pribadi dan budaya masyarakat, ekonomi, pendidikan, dan banyak aspek hidup lainnya. Untuk itu perangkat-perangkat pastoral yang ada di tingkat paroki, keuskupan dan lintas keuskupan perlu bekerja sama.

Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, Migran dan Perantau Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr. Dominikus Saku

“Mau tidak mau harus bekerja sama. Selain mendukung kesepakatan tripartit keuskupan asal, transit dan tujuan, kita di keuskupan-keuskupan asal perlu melakukan gerakan bersama memberdayakan kehidupan dengan melibatkan semua komisi terkait dengan pembentukan diri manusia. Dan ini mulai sekarang,”kata Mgr. Domi saat memaparkan arah gerakan pendampingan pastoral buruh migran, Selasa (16/01/2018).

Sejalan dengan itu, komisi-komisi atau perangkat pastoral perlu melakukan pertobatan untuk tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Sikap ego-sektoral dan ego-komisi perlu dihindari karena itu tidak lagi dapat menyelesaikan masalah secara signifikan.

“Pertama, komisi-komisi tidak boleh tidur nyenyak karena ini masalah mendesak. Yang kedua, tidak diperkenankan lagi untuk kerja sendiri-sendiri,” tegas Uskup Atambua itu.

Brevir Pagi, Selasa: 16 Januari 2018- Pekan Biasa II – O Pekan II Hari Biasa

Sel, 16/01/2018 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Mazmur 42 (43)

Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Allah,+
dan belalah hakku terhadap orang jahat,*
luputkanlah aku dari orang yang curang dan penipu.

Engkaulah Allah pelindungku, mengapa aku Kaubuang?*
Mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?

Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu untuk menuntun aku,*
dan mengantar aku ke gunungMu yang kudus, ke tempat kediamanMu.

Maka aku akan menuju ke mesbah Allah,+
menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,*
dan bersyukur kepadaMu dengan kecapi, ya Allah, Allahku!

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Yes 38,10-14.17-20

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+
aku menuju pintu alam maut,*
ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+
di dunia orang yang hidup,*
tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*
dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*
memotong benang hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,+
hingga pagi aku mengaduh,*
seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*
berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*
aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*
dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,+
orang mati tidak memuliakan Dikau,*
yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*
semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+
maka kami akan membunyikan kecapi,*
di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Mazmur 64 (65)

Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion,*
dan kepadaMulah nadar dipenuhi.

Engkau biasa mendengarkan doa,+
semua makhluk yang lemah datang kepadaMu,*
karena merasa bersalah.

Walaupun dosa melebihi kekuatan kami,*
namun Engkau mengampuninya.

Berbahagialah orang yang Kaupilih dan Kauundang,*
untuk diam di pelataranMu.

Semoga kami turut menikmati kebaikan rumahMu,*
di dalam baitMu yang suci.

Secara mengagumkan Kaukabulkan doa kami,*
ya Allah yang adil, penyelamat kami.

Engkaulah kepercayaan seluruh bumi,*
sampai ke batas-batas samudera.

Engkau membuat gunung yang kokoh kuat,*
pinggangMu berikatkan keperkasaan.

Engkau meredakan deru lautan,*
meredakan gemuruh gelombangnya.

Para penghuni seluruh bumi,*
takut akan kuasaMu yang dahsyat.

Dari timur sampai ke barat,*
Kaupenuhi dunia dengan sorak-sorai.

Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahanMu,*
Kaubuat kaya dan subur.

Mega langit penuh air,*
yang Kausediakan untuk kesuburan tanah.

Begini Engkau mengerjakannya,+
Engkau menggenangi alur bajak dan membasahi gumpalan tanah,*
menggemburkan tanah dengan hujan dan memberkati tumbuhnya tanam-tanaman.

Dengan demikian seluruh tahun Kaumahkotai dengan kebaikanMu,*
jejakMu membawa kesuburan.

Bahkan padang gurunpun menjadi subur,*
dan bukit-bukit menghijau permai.

Padang rumput berdandanan kambing domba,+
lembah-lembah berselimutkan panenan,*
semuanya bersorak-sorai dan menyanyikan pujian.

Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Bacaan Singkat (1Tes 5,4-5)

Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari Tuhan tiba-tiba dapat mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

Lagu Singkat

P: Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu. U. Perhatikanlah. P: Aku bangun pagi-pagi dan berseru. U: Aku berharap pada sabdaMu. P: Kemuliaan. U: Perhatikanlah.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah menerangi dunia dengan kebangkitanNya. Marilah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berkata:
U: Bimbinglah kami pada jalanMu, ya Tuhan.
P: KebangkitanMu, ya Tuhan Yesus, kami kenangkan dalam doa pagi ini,* semoga harapan akan kemuliaanMu menerangi kami sepanjang hari.
P: Terimalah, ya Tuhan, keinginan dan rencana kami,* dan berkatilah segala usaha kami pada hari ini.
P: Semoga kami hari ini maju dalam cinta kasihMu,* agar segala hal-ihkwal berguna bagi kami dan bagi semua orang.
P: Ya Tuhan, semoga terang kami bercahaya di depan orang,* sehingga mereka melihat perbuatan kami yang baik dan memuliakan Bapa di surga.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah cahaya sejati yang menyinari semua orang untuk menyelamatkan mereka. Kuatkanlah kami agar dapat menyiapkan bagiMu jalan perdamaian dan keadilan. Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

16 Januari St. Marcelus I

Sel, 16/01/2018 - 00:00

 

Paus yang identitas dan jejak hidupnya tersarukan cukup lama dengan St. Marcelinus, Paus yang mati sebagai martir pada 304. Dipercaya tradisi, Marcelus mati martir pada persekusi Diocletian.

Sumber dan gambar: Agasso, Domenico. 7 Januari 2002. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 2 Januari 2017

Renungan Harian, Selasa: 16 Januari 2018, Mrk. 2:23-28

Sen, 15/01/2018 - 19:00

ANUSIA memerlukan tatanan atau norma-norma. Hidup manusia akan aman dan damai karena pelaksanaan norma-norma. Relasi yang serasi dengan alam, sesama, bahkan dengan Tuhan sekalipun dapat diciptakan lantaran penghayatan nilai-nilai.Akan tetapi, haruskah manusia mengabdi pada aturan?

Memang ada kalanya manusia harus menaati aturan, lebih-lebih ketika aturan itu terkait keselamatan badan/jiwa.Orang tidak bisa tawar-menawar dalam pelaksanaannnya alias wajib.Namun, ada kalanya manusia juga perlu fleksibel dalam pelaksanaan aturan asal tujuan baik dan benar tidak diabaikan.Kisah-kisah penyembuhan oleh Yesus di hari Sabat adalah contoh-contohnya. Larangan berkarya di hari Sabat dihayati secara fleksibel oleh Yesus.

Yesus adalah contoh ideal bagaimana kita harus menghayati norma/aturan.Yesus menyadari bahwa adanya peraturan adalah keniscayaan bagi kedamaian.

Namun, aturan-aturan dibuat untuk manusia dan bukan manusia untuk aturan.Yesus telah menempatkan manusia di atas segala-galanya.Maka, aturan harus mengabdi pada nilai-nilai kemanusiaan dan bukan menjerumuskannya.

Kita pun dikitari dengan aneka norma/aturan.Sudahkah kita merasakan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan karenanya?Masih harus diperjuangkan, bukan?Mari kita tegakkan supremasi hukum tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Kita jadikan Yesus sebagai jiwa dan semangat kita menghayati nilai-nilai.

Ya Bapa, ajarilah aku untuk selalu menaati segala titah-Mu agar aku menikmati kedamaian bersama-Mu.Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Brevir Sore: Senin, 15 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI BIASA

Sen, 15/01/2018 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Allah pencipta semesta
Yang mengatur segalanya
Siang Kauhiasi terang
Malam Kaujadikan tenang.

S’moga istirahat kami
Membuat kuat kembali
Jiwa raga yang tertekan
Oleh beban pekerjaan.

Hari mengayunkan langkah
Malam mendekatlah sudah
Kami menyanyikan lagu
Untuk bersyukur padaMu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,†
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,†
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab itu baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Antifon
Pengantin datang, songsonglah dia!

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaamu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Pengantin datang, songsonglah dia!

Antifon
Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,†
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,†
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,†
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,†
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,†
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,†
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,†
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

BACAAN SINGKAT
(1Tes2,13)
Tak putus-putusnya kami bersyukur kepada Allah. Sebab sabda Allah yang kamu dengar dari kami telah kamu sambut bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah, sebab memang demikian, dan sabda itu bekerja juga dalam dirimu, orang-orang yang percaya.

LAGU SINGKAT
P: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu.
U: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu.
P: Seperti asap dupa membubung ke hadiratMu.
U. Tertuju kepadaMu.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu.

Antifon Kidung
Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung
Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

DOA PERMOHONAN
Marilah kita memuji Kristus yang mencintai, memelihara dan melindungi Gereja. Hendaklah kia berdoa kepadaNya dengan penuh kepercayaan dan berkata:
U: Penuhilah keinginan umatMu, ya Tuhan.

Tuhan Yesus, selamatkanlah semua orang,* dan hantarlah mereka kepada pengetahuan akan kebenaran.

Lindungilah paus kami bapa…, dan uskup kami bapa…* bantulah mereka dengan kekuatanMu.

Tolonglah semua orang yang mengharapkan gaji yang adil,* agar hidup mereka terjamin dan penuh sukacita.

Semoga Engkau, ya Tuhan, melindungi orang-orang miskin,* dan menolong mereka dalam kesusahan.

KepadaMu kami percayakan arwah para rohaniwan-rohaniwati,* supaya mereka dapat memuji Engkau di surga.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah yang mahakuasa, pada hari ini kami Kaukuatkan dalam pekerjaan, meskipun kami ini hambaMu yang tak berguna. Terimalah kiranya kurban pujian yang kami sampaikan untuk mengucap syukur kepadaMu atas segala anugerah yang telah kami terima. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Siang: Senin, 15 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI BIASA

Sen, 15/01/2018 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya

MADAH
Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s’mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Mazmur 118 (119),41-48

Berikanlah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
keselamatanMu, yang telah Kaujanjikan.

Agar aku dapat memberi jawaban kepada orang yang menghina aku,*
sebab aku percaya pada firmanMu.

Jangan Kauambil firmanMu yang benar dari mulutku,*
sebab aku berharap pada ketetapanMu.

Selalu aku berpegang kepada hukumMu,*
selama hidupku, sampai kekal.

Aku akan hidup dengan hati tenang,*
sebab aku hanya ingin melakukan kehendakMu.

Aku akan berbicara tentang hukumMu,*
aku tidak malu di hadapan para raja.

Segala aturanMu menjadi kesukaanku,*
yang sangat kucintai.

Kepada hukumMu kutadahkan tanganku,*
ketetapanMu kurenungkan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Antifon
MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 – I

Dengan amat sangat aku mengharapkan Tuhan,*
Ia mengindahkan daku dan mendengarkan seruanku.

Ia mengangkat aku dari lembah kebinasaan, dari lumpur kehinaan,*
Ia menempatkan kakiku di atas wadas dan meneguhkan langkahku.

Lagu yang baru diilhamkanNya kepadaku, lagu pujian bagi Allah kita,*
banyak orang menyaksikannya dengan khidmat dan percaya kepada Tuhan.

Berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan,*
yang tak bergaul dengan orang durhaka atau penipu.

Banyaklah karya dan rencanaMu bagi kami, ya Tuhan Allahku,†
dan sangat mengagumkan,*
tak ada yang menyamai Engkau.

Aku mau menyebutkan dan mengisahkan semuanya,*
tetapi jumlahnya terlalu banyak.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,*
tetapi Engkau telah membuka telingaku bagi suaraMu.

Kurban bakar dan kurban pelunas tidak Kautuntut,*
maka aku berkata kepadaMu:

“Sesuai dengan firmanMu aku datang,†
untuk melakukan kehendakMu, ya Allahku,*
kesukaanku ialah hukumMu yang terukir dalam hatiku”.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Antifon
Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 – II

Di tengah himpunan umat aku mengabarkan kesetiaanMu,*
tidak kututup bibirku, Tuhan, Engkau tahu.

KesetiaanMu tidak kusembunyikan dalam hatiku,*
tetapi kebenaran dan pertolonganMu kuwartakan.

Kasih dan kebenaranMu tidak kudiamkan,*
di tengah himpunan umat.

Engkau Tuhan, janganlah menutup kerahimanMu terhadapku,*
semoga kasih dan kesetiaanMu selalu menyertai aku.

Sebab malapetaka mengepung aku, tak terbilang banyaknya,*
dosaku mengejar aku, tak terhitung jumlahnya.

Lebih besarlah jumlahnya dari pada rambut kepalaku,*
sehingga aku putus harapan.

Berkenanlah, ya Tuhan, melepaskan daku,*
Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Hendaknya bergembira dan bersukaria,*
semua yang mencari Engkau,

hendaknya semua yang merindukan pertolonganMu,*
berseru: “Agunglah Tuhan”.

Sekalipun aku miskin dan malang,*
namun Tuhan memperhatikan daku.

Engkaulah penolong dan pembebasku,*
Allahku, jangan berlambat.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

BACAAN SINGKAT
(Yer 32,40)
Aku akan mengikat perjanjian abadi dengan umatKu: Aku tidak akan berhenti berbuat baik terhadap mereka. Aku akan menanamkan perasaan takwa dalam hati mereka, sehingga mereka tidak lagi menjauhi Aku.

P: Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.
U: Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

DOA PENUTUP
Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Gereja Bersejarah di Jerman Dirobohkan

Sen, 15/01/2018 - 09:56

EBUAH Gereja bersejarah di Jerman dengan gaya neo-romantik, St. Lambertus, dirobohkan untuk membuka jalan bagi sebuah perusahan tambang di sana. Gereja yang dibangun sejak abad ke-19 SM itu dikenal luas dengan sebutan “katedral” karena ukurannya yang besar dan luas. Menyusul dihancurkannya rumah-rumah di seluruh perkampungan Immeat, Gereja tersebut ikut dirobohkan.

Immeat, sebuah desa pertanian yang terletak di Jerman Barat, pernah menjadi rumah bagi 1.200 penduduk. Namun, sekarang telah diambil alih kepemilikannya  oleh sebuah perusahaan tambang bernama RWE.

Sebagaimana diberitakan catholicherald.co, perusahaan tersebut telah membangun sebuah pemukiman desa yang baru tujuh mill jauhnya dari lokasi lama. Sebuah rumah sakit juga telah dibangun di sana.

Gereja St. Lambert terkenal dengan menara ganda dan desain arsitekturnya yang bergaya  neo-romantiknya. Sejak Oktober 2013, umat Katolik di sana tidak lagi menggunakan gereja tersebut karena telah diambilalih oleh RWE. Sebagai penggantinya, pihak RWE telah  membangun sebuah gereja dengan desain modern.

*Diterjemahkan secara bebas dari Catholic Herald.co.*

 

Brevir Pagi: Senin, 15 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI BIASA

Sen, 15/01/2018 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Sumber cahaya mulia
Yang menerangi dunia
Malam Kauhentikan sudah
Kauterbitkan fajar cerah.

Engkaulah terang sejati
Melebihi matahari
Dasar lubuk hati kami
Kausinari Kauselami

Terangilah diri kami
Ya Bapa yang murah hati
Dengan rahmat dan kasihMu
Agar selamat selalu

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dalam ikatan Roh suci
Sepanjang seluruh hari. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah ?

Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,*
demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,*
bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,*
karena sehari-harian orang bertanya: Di mana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau,*
aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,*
di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?†
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Karena gelisah aku teringat akan Dikau,*
dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain,†
dengan deru air terjun,*
demikianpun gelora gelombangMu mengempaskan daku.

Siang hari Tuhan menyatakan kasih setiaNya kepadaku,*
malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.

Aku berkata kepada Allah, pelindungku:
“Mengapa Engkau melupakan daku,*
mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?”

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,*
karena sehari-harian mereka bertanya: Di mana Allahmu?

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?†
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah ?

Antifon
Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Sir 36,1-7.13-16

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,*
curahkanlah kedahsyatanMu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaanMu terhadap bangsa-bangsa asing itu,*
agar merekapun melihat kemuliaanMu.

Engkau telah menampakkan diriMu dalam diri kami di hadapan mereka,*
hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,*
bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.

Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karyaMu,*
nyatakanlah kemuliaan karyaMu dan kekuatan tanganMu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,*
kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.

Kasihanilah umat yang disebut dengan namaMu,*
Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kotaMu yang kudus,*
Yerusalem, kota tempat istirahatMu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan,*
penuhilah baitMu dengan kemuliaanMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Antifon
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,*
dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,*
dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.

Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,†
namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*
dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.

Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*
yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*
laksana seorang pahlawan.

dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*
dan tak ada yang luput dari panas teriknya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

BACAAN SINGKAT
(Yer 15,16)
Kudapatkan sabdaMu dan kuresapkan dalam diriku. Maka sabdaMu menjadi kesukaan dan kegembiraan hatiku. Engkau selalu dekat padaku, Tuhan Allah segala kuasa.

LAGU SINGKAT
P: Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji.
U: Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji
P: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan.
U: Patutlah orang saleh memuji-muji.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji

Antifon Kidung
Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

KIDUNG ZAKHARIA
(Luk 1,68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung
Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

DOA PERMOHONAN
Penyelamat kita telah mengangkat kita menjadi raja dan imam untuk mempersembahkan kurban rohani yang berkenan kepada Allah. Sebab itu marilah kita dengan penuh syukur berkata:
U: Semoga kami tetap mengabdi Engkau, ya Tuhan.

Kristus, imam abadi, Engkau telah mengaruniakan imamat suci kepada umatMu,* semoga kami mempersembahkan kurban rohani yang patut bagi Allah.

Limpahilah kami dengan hasil buah RohMu,* yakni kesabaran, kemurahan hati dan kelembutan hati.

Semoga kami mencintai Engkau, supaya kami memiliki Engkau,* agar kami dapat memuji Engkau dalam hidup kami.

Semoga kami mengusahakan yang berguna bagi saudara-saudara kami,* supaya mereka lebih mudah memperoleh keselamatan.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Tuhan, Allah yang mahakuasa, Engkau menghantar kami kepada pagi ini. Selamatkanlah kami dengan kuasaMu, agar pada hari ini kami tidak jatuh ke dalam dosa. Bimbinglah kiranya perkataan kami dan arahkanlah pikiran serta perbuatan kami kepada keadilan dan kejujuran. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

15 Januari St. Romedius

Sen, 15/01/2018 - 00:00

 

Pertapa di abad tiga yang berasal dari keluarga kaya. Romedius meninggalkan kekayaannya dan pergi bersama rombongan ke uskup Trent, Vigilius; meminta berkat untuk berziarah ke Roma. Mereka disambut oleh Paus di sana, dan mereka melanjutkan perjalanan ke istana tua Val Non.

Sumber dan gambar: Anonim. 11 Januari 2013. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 2 Januari 2017

Renungan Harian, Senin: 15 Januari 2018, Mrk. 2:18-22

Min, 14/01/2018 - 19:00

IAPA saja yang berlindung kepada Tuhan, Tuhan akan menjaga mereka seperti biji mata-Nya. Hal ini terlihat ketika Yesus membela para murid-Nya di hadapan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang mengusik mereka seputar puasa. Para murid tidak mengeluarkan sepatah kata pun sebagai pembelaan. Semua pembelaan keluar dari sikap dan kata-kata Yesus sendiri. Dengan kata lain, bersama Yesus para murid merasa aman dan damai.

Sebagai murid-murid Yesus kita pun terkadang mengalami beragam tantangan dalam kehidupan. Rupa-rupa cibiran, fitnah, atau penderitaan sekarang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup. Dalam penderitaan semacam itu, kita merasa khawatir, was-was, dan takut atau bahkan tak mampu mengatakan sesuatu.

Dalam kondisi demikian, akankah Kristus meninggalkan kita? Tentu tidak! Dia akan beserta kita bahkan berada di garis depan dalam rangka membela dan menyelamatkan kita. Kita tidak perlu berata-kata sebagai sebuah bentuk pembelaan. Bahkan, andaikata kita harus berkata sekalipun, kata-kata-Nya telah ditaruhnya di dalam mulut kita.

Berharaplah senantiasa di dalam Allah.Jangan takut juga ragu.Bersama Tuhan kita yang mampu melakukan hal-hal baik yang dikehendaki-Nya.

Ya Bapa, rengkuhlah aku ke dalam pelukan-Mu karena dalam perlindungan-Mu aku merasa aman dan damai.Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017, Penerbit OBOR Indonesia

Brevir Sore 2: Minggu, 14 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI MINGGU BIASA II

Min, 14/01/2018 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T’rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu”.

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.

Antifon
Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.

Mazmur 113B (115)

Bukan kami, ya Tuhan, bukan kami,†
melainkan namaMulah hendaknya dimuliakan,*
karena kasih dan kesetiaanMu.

Mengapa para bangsa harus berkata,*
“Di manakah Allah mereka?”

Allah kita ada di surga,*
Ia melakukan semua yang dikehendakiNya.

Berhala-berhala mereka perak dan emas belaka,*
buatan tangan manusia.

Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berbicara,*
mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat.

Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,*
mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium.

Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba,†
mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan,*
tiada suara keluar dari tenggorokannya.

Mereka yang membuatnya akan sama halnya,*
begitu pun mereka yang percaya kepadanya.

Umat Israel hendaknya percaya kepada Tuhan,*
Dialah pertolongan dan perisai mereka.

Kaum Harun hendaknya percaya kepada Tuhan,*
Dialah pertolongan dan perisai mereka.

Semua orang yang takwa hendaknya percaya kepada Tuhan,*
Dialah pertolongan dan perisai mereka.

Tuhan akan mengingat kita,*
Ia akan memberkati kita.

Ia memberkati umat Israel,*
Ia memberkati kaum Harun.

Ia memberkati semua orang yang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Semoga Tuhan menambah jumlahmu,*
jumlahmu sendiri dan jumlah keturunanmu.

Diberkatilah engkau oleh Tuhan Allah kita,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Surga itu kepunyaan Tuhan,*
dan bumi diberikanNya kepada manusia.

Yang memuji Tuhan bukan orang-orang mati,*
dan bukan mereka yang turun ke alam maut.

Tetapi kitalah yang memuliakan Tuhan,*
sekarang dan selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.

Antifon
Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.

BACAAN SINGKAT
(2Tes 2,13-14)
Kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah atas kamu, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Sebab Allah telah memilih kamu sebagai buah sulung untuk diselamatkan karena dikuduskan oleh Roh dan karena percaya akan kebenaran. Untuk itulah Allah telah memanggil kamu dengan perantaraan Injil yang kami wartakan, sehingga kamu dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.

LAGU SINGKAT
P: Agunglah Tuhan kita,* Dan amat besarlah kekuasaanNya.
U: Agunglah Tuhan kita,* Dan amat besarlah kekuasaanNya.
P: HikmatNya tak terduga dalamnya.
U: Dan amat besarlah kekuasaanNya.
P: Kemuliaan Kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Agunglah Tuhan kita,* Dan amat besarlah kekuasaanNya.

Antifon Kidung
Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung
Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.

DOA PERMOHONAN
Kristus sanggup menyelamatkan semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia, sebab Ia selalu bertindak sebagai pengantara kita. Marilah kita memuji dan meluhurkan Dia dan dengan penuh kepercayaan berkata:
U: Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.
Pada senja hari ini kami mohon kepadaMu, ya Kristus, matahari sejati,* lindungilah seluruh umat manusia dan sinarilah dengan terang cahayaMu.

Peliharalah perjanjian yang Kauteguhkan dengan darahMu,* dan kuduskanlah GerejaMu supaya tetap suci dan tak bercela.

Bimbinglah orang yang sedang bepergian, dan hantarlah mereka pada jalan yang aman sentosa,* agar mereka sampai ke tempat tujuannya dengan selamat.

Sambutlah, ya Tuhan, arwah-arwah para hambaMu,* hapuskanlah dosa mereka dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Ya Tuhan, PuteraMu telah memberi kami teladan kesabaran dan ketabahan waktu menderita sengasara. Semoga kami juga sanggup menghadapi penderitaan dengan sabar dan memanggul salib dengan tabah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Brevir Siang: Minggu, 14 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI MINGGU BIASA II

Min, 14/01/2018 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya

MADAH
Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.

Antifon
Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,†
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.

Antifon
Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili alleluya.

BACAAN SINGKAT
(Rom 8,26)
Roh kudus datang membantu kita yang lemah ini. Sebab sesungguhnya kita tidak tahu, bagaimana kita harus berdoa. Maka Roh kudus sendiri berdoa untuk kita dengan keluhan yang tak terucapkan.

P: Ya Tuhan, hendaknya seruanku sampai ke hadapanMu.
U: Berilah aku pengertian seturut firmanMu.

DOA PENUTUP
Ya Tuhan, PuteraMu telah memberi kami teladan kesabaran dan ketabahan waktu menderita sengasara. Semoga kami juga sanggup menghadapi penderitaan dengan sabar dan memanggul salib dengan tabah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi: Minggu, 14 Januari 2018 Pekan Biasa II – O PEKAN II – HARI MINGGU BIASA II

Min, 14/01/2018 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,†
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa”.

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,†
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, alleluya.

Antifon
Marilah kita memuji Allah kita, alleluya.

Dan 3,52-57

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam baitMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaanMu,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,†
dan bersemayam di atas singgasana,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

Kidung ini tidak ditutup dengan “Kemuliaan”

Antifon
Marilah kita memuji Allah kita, alleluya.

Antifon
Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar, alleluya.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempatNya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasaNya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karyaNya yang agung,*
pujilah Dia karena kemuliaanNya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,†
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar, alleluya.

BACAAN SINGKAT
(Yeh 36,25-27)
Aku akan mereciki kamu dengan air suci, maka sucilah kamu dari segala kenajisan, dan kamu akan Kulepaskan dari semua berhalamu. Kamu akan Kuberi hati yang baru, dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu. Hati yang membatu akan Kuambil dari batinmu, dan kamu akan Kuberi hati yang lembut, dan Aku membuat kamu berlaku menurut ketetapanKu; hukumKu akan kamu tepati dan kamu laksanakan.

LAGU SINGKAT
P: Kami akan memuji Engkau, ya Allah,* Dan menyerukan namaMu.
U: Kami akan memuji Engkau, ya Allah,* Dan menyerukan namaMu.
P: Kami akan mewartakan karyaMu yang agung.
U: Dan menyerukan namaMu.
P: Kemuliaan Kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Kami akan memuji Engkau, ya Allah,* Dan menyerukan namaMu.

Antifon Kidung
Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.

KIDUNG ZAKHARIA
(Luk 1,68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung
Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.

DOA PERMOHONAN
Penyelamat kita telah turun ke dunia untuk hidup di tengah kita. Marilah kita mengucap syukur kepadaNya dan berkata:
U: Engkaulah cahaya dan sukacita kami, ya raja mahamulia.

Tuhan Kristus, fajar cemerlang, buah sulung kebangkitan,* semoga kami mengikuti Engkau dalam cahaya kehidupan.

Tunjukkanlah kepada kami kebaikanMu yang tertera dalam setiap makhluk,* supaya kami melihat kemuliaanMu di mana-mana.

Janganlah membiarkan kami dikalahkan oleh kejahatan,* tetapi tolonglah kami mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Ketika Engkau dibaptis di sungai Yordan, Engkau diurapi oleh Roh kudus,* semoga kami hari ini bertindak atas dorongan Roh kudus itu juga.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Ya Tuhan, PuteraMu telah memberi kami teladan kesabaran dan ketabahan waktu menderita sengasara. Semoga kami juga sanggup menghadapi penderitaan dengan sabar dan memanggul salib dengan tabah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

14 Januari St. Fulgensius dari Astigi

Min, 14/01/2018 - 00:00

 

Cartagena, abad VI – Astigi c. 632

Uskup Astigi yang keluarganya juga rombongan para kudus. Saudaranya: St. Leandrus, uskup Sevilla, St. Isidorus, Doktor Gereja, dan Sta. Florentina, superior Benediktin. Penggembaaannya tidak lebih dari 20 tahun sampai meninggal, meski ia menjadi uskup pada usia 50 tahun. Namun, ialah yang meminta Isidorus untuk menulis karya agung “De origine officiorum sive de ecclesasticis”.

Sumber dan gambar: Borrelli, Antonio. 30 Maret 2004. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 2 Januari 2017

Renungan Harian, Minggu: 14 Januari 2018, Yoh. 1:35-42

Sab, 13/01/2018 - 19:00

ARI ini kita diperkenalkan dengan dua sosok “guru”, yakni imam Eli dan Yohanes Pembaptis. Imam Eli mempunyai seorang “murid” yang bernama Samuel sementara Yohanes Pembaptis mempunyai pengikut, yakni Andreas an Simon Petrus. Dua guru spiritual ini benar-benar istimewa . Mereka menyerahkan sepenuhnya (para) pengikutnya itu kepada Allah ketika Ia menghendaki mereka. Eli menyerahkan Samuel kepada Allah, sementara Yohanes Pembaptis mempersilahkan Andreas dan Simon Petrus mengikuti Yesus.

Eli dan Yohanes memiliki kerendahan hati dan niat suci untuk mengarahkan para murid ke jalan hidup yang semestinya. Keduanya menghendaki agar (para) pengikutinya menemukan Tuhan, Sang Guru sejati. Mereka tahu hanya Tuhanlah yang paling layak untuk diikuti.

Kita mungkin cenderung mengikuti guru-guru palsu, yang mengarahkan hidup kita ke arah yang keliru.Atau terkadang pula kita menjadi murid yang enggan taat untuk mengikuti nasehat Sang Guru Sejati. Tuhan Yesus Kristus. Padahal, Dia selalu memanggil kita untuk meninggalkan segalanya dan mengikuti Dia. Ia senantiasa mewartakan kabar gembira dan mengerjakan segala kebaikan. Ibarat gembala, Ia menuntun domba-domba-Nya memasuki padang rumput yang hijau, yang bermandikan susu dan madu. Siapa saja yang setia mengikuti-Nya akan memperoleh ganjaran hidup kekal.

Ya Bapa, panggillah aku menjadi murid-Mu dan tuntunlah aku menuju jalan keselamatan.Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Brevir Sore 1: Sabtu, 13 Januari 2018 Pekan Biasa I – O PEKAN I – HARI BIASA Ibadat Sore I: Pekan Biasa II

Sab, 13/01/2018 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya.

MADAH
Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s’lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T’rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
FirmanMu pelita bagi langkahku, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 118 (119), 105-112

FirmanMu adalah pelita bagi langkahku,*
dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*
untuk memelihara ketetapanMu yang adil.

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*
hidupkan aku sesuai dengan firmanMu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*
tetapi aku tidak lupa akan hukumMu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*
tetapi aku tidak menyimpang dari titahMu.

KesaksianMu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*
dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendakMu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
FirmanMu pelita bagi langkahku, ya Tuhan, alleluya.

Antifon
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,†
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.†
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah, ya Tuhan, alleluya.

Antifon
Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi, alleluya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,†
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,†
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,†
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,†
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,†
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,†
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi, alleluya.

BACAAN SINGKAT
(Kol 1,3-6a)
Semoga Allah Bapa serta Tuhan kita Yesus Kristus memberikan rahmat dan damai kepadamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu. Sebab kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus berdasarkan harapan yang disediakan bagimu di surga. Tentang harapan itu sudah kamu dengar dalam sabda kebenaran, yaitu Injil. Injil itu telah sampai kepadamu seperti kepada seluruh dunia, dan berbuah serta berkembang di mana-mana seperti di antara kamu.

LAGU SINGKAT
P: Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,* Nama Tuhan patut dipuji.
U: Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,* Nama Tuhan patut dipuji.
P: Kemuliaan Tuhan mengatasi langit.
U: Nama Tuhan patut dipuji.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,* Nama Tuhan patut dipuji.

Antifon Kidung
Dialah Anakdomba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Dialah Anakdomba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.

DOA PERMOHONAN
Allah membantu umat yang dipilihNya sebagai milik pusakaNya sendiri, dan melindunginya supaya tetap bahagia. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, mengenangkan kebaikanNya dan berkata:
U: PadaMulah kami berharap, ya Tuhan.

Bapa yang mahamurah, kami berdoa kepadaMu bagi paus kami… dan uskup kami…* lindungilah dan kuduskanlah mereka dengan kekuatanMu.

Semoga orang-orang sakit menyatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus,* dan diikutsertakan juga dalam kebahagiaan PuteraMu.

Perhatikanlah kiranya para tunawisma,* agar mereka berhasil memperoleh perumahan yang pantas.

Tumbuhkanlah dan kembangkanlah kiranya hasil tanah,* supaya semua orang mendapat rezeki secukupnya.

Bermurahhatilah, ya Tuhan, terhadap orang-orang yang telah berpulang,* dan kurniakanlah kepada mereka tempat kediaman di surga.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah yang kekal dan kuasa, Engkau mengatur langit dan bumi. Dengarkanlah dengan rela permohonan umat-Mu, dan berilah kami damai senantiasa. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Halaman