Mirifica.net

Subscribe to pasokan Mirifica.net Mirifica.net
Bishops' Conference of Indonesia
Di-update: 44 mnt 31 dtk yang lalu

Renungan Harian, Sabtu: 23 Juni 2018, Mat. 6:24-34

Jum, 22/06/2018 - 19:00
EORANG ibu biasanya sangat tahu apa yang diperlukan anaknya ketika hendak bepergian. Anaknya tidak perlu khawatir lagi karena segala keperluannya telah disiapkan. Iman kita membawa keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari, supaya kita pun tidak cemas akan hai-hal yang berada dalam kuasa Tuhan. Dalam Injil, Yesus menyampaikan gambaran indah perihal burung dan bunga bakung yang dipelihara Allah. …

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Jum, 22/06/2018 - 08:06
Rekan-rekan yang baik! Minggu tgl. 24 Juni 2018 ini dirayakan kelahiran Yohanes Pembaptis (Luk 1:57-66.80). Pada awal petikan Injil ini dikisahkan bagaimana istri Zakharia, Elisabet, yang mengandung pada usia lanjut, kini melahirkan anak laki-laki. Para tetangga dan sanak saudara menyadari bahwa Tuhan telah merahmati pasangan ini. Mereka pun berdatangan memberi selamat. Mereka ingin agar anak …

Renungan Harian, Jumat: 22 Juni 2018, Mat. 6:19-23

Kam, 21/06/2018 - 19:00
 “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat. 6:21). Perkataan Yesus ini sangat menantang, khususnya di tengah situasi dunia yang dilumuri nafsu dan ambisi mengumpulkan harta. Kita mungkin segera mengerti bahwa ‘harta’ yang dimaksud  Yesus bisa berarti hal yang berbeda bagi setiap orang. Itu sebabnya Yesus mengundang kita untuk mengumpulkan “harta di surga”, …

Renungan Harian, Kamis: 21 Juni 2018, Mat. 6:7-15

Rab, 20/06/2018 - 19:00
OA yang kita ucapkan kepada Bapa pertama-tama merupakan permohonan agar Ia berkenan melakukan kehendak-Nya  dalam hidup kita. Oleh karena itu, doa tidak ditentukan oleh banyakrya kata-kata, melainkan dimulai dengan sikap batin yang benar. Yesus mengajarkan para murid-Nya agair berdoa sebagaimana orang yang mengenal dan menyebut Allah sebagai Bapa (bdk. Mat. 6:7 -13). Doa “Bapa Kami” …

Renungan Harian, Rabu: 20 Juni 2018, Mat. 6:1-6.16-18

Sel, 19/06/2018 - 19:00
ELISA sudah seperti “anak sulung” Elia yang selama ini mengikutinya. Itu sebabnya Elisa meminta “dua bagian” warisan rohani dari Elia sebagai bekal untuk meneruskan tugas beratnya, terutama nanti setelah oleh seorang nabi, sebab dia akan menghadapi tantangan yang semakin sulit dan berat di dunia. Dalam Injil, Yesus mengajarkan bahwa kewajiban agama jangan dilakukan supaya dilihat …

“Tidak Diwajibkan Secara Hukum Tapi Sangat Dianjurkan”: Tentang Misa Setiap Hari Untuk Imam

Sel, 19/06/2018 - 08:54
Pendahuluan Antara imamat dan Ekaristi terdapat hubungan yang sangat erat. Santo Yohanes Paulus II membahasakan relasi di antara kedua hal ini dalam sebuah pernyataan teologis sarat makna yang menggedor kesadaran: “There can be no Eucharist without the priesthood, just as there can be no priesthood without the Eucharist” (John Paul II, Gift and Mystery. On the …

Renungan Harian, Selasa: 19 Juni 2018, Mat. 5:43-48

Sen, 18/06/2018 - 19:00
AJA Ahab telah melakukan “apa yang jahat di mata Tuhan”, maka nabi Elia menyampaikan hukuman dan kemalangan yang akan menimpa dia. Kenyataannya, Ahab menyesali perbuatannya dan merendahkan diri di hadapan Tuhan (bdk. 1 Raj. 21:27), maka Tuhan tidak mendatangkan malapetaka dalam zamannya, tapi baru kelak pada zaman anaknya. Dalam Injil, Yesus melampaui firman untuk mengasihi …

Renungan Harian, Senin: 18 Juni 2018, Mat. 5:38-42

Min, 17/06/2018 - 19:00
EWASA ini, nafsu dan kerakusan menjadi hal yang sangat kuat diperlihatkan oleh manusia. Di sekitar kita, hal-hal itu diperlihatkan dengan segala cara tanpa rasa bersalah. Kisah menyedihkan tentang Nabot, orang Yizreel, yang dibunuh dan dirampas kebun anggurnya oleh raja Ahab merupakan gambaran tentang kerakusan yang sudah menjadi kekejaman (bdk. 1 Raj. 21:1-16). Hal yang persis …

Renungan Harian, Minggu: 17 Juni 2018, Mrk. 4:26-34

Sab, 16/06/2018 - 19:00
IJI sesawi tidak akan menjadi pohon yang besar, tapi sebagai rempah-rempah ia akan sangat memengaruhi karena aromanya. Sesawi membawa aroma yang kuat, maka burung-burung akan merasa nyaman di sana karena tanaman itu menebarkan aroma yang menyegarkan. Yesus menggunakan gambaran biji sesawi yang tumbuh untuk meluksikan Kerajaan Allah (bdk. Mrk. 4:31). Ia juga menekankan proses bertunasnya …

Renungan Harian, Sabtu: 16 Juni 2018, Mat. 5:33-37

Jum, 15/06/2018 - 19:00
ELISA menerima tugas dari Elia untuk melanjutkan peran sebagai nabi, dan ia menerima dengan lugas tanggung jawab luhur itu. Ia berani meninggalkan sepenuhnya profesi lamanya dengan menyembelih lembu dan memasak dagingnya dengan bajak lembu sebagai kayu api )bdk. 1 Raj. 19:21). Sikap lugas menjalankan penugasan Ilahi seperti ini diajarkan pula oleh Yesus dengan melarang para …

Renungan Harian, Jumat: 15 Juni 2018, Mat. 5:27-32

Kam, 14/06/2018 - 19:00
UHAN tidak hadir di dalam angin besar yang membelah gunung dan memecah bukit batu, tidak pula di dalam gempa dan api, melainkan di dalam “bunyi angin sepoi-sepoi basah” (1 Raj. 19:12). Elia segera menyelubungi mukanya lalu pergi ke luar menghadap Tuhan. Justru di dalam suara angin yang lembut Tuhan berbicara. Dalam Injil, Yesus mengajarkan bagaimana …

Renungan Harian, Kamis: 14 Juni 2018, Mat. 5:20-26

Rab, 13/06/2018 - 19:00
ITA terbiasa membuat ukuran untuk menilai ibadat kita sendiri kepada Tuhan. Kadang kita merasa panas, tetapi sering pula merasa tak layak. Saat beribadat, acapkali peristiwa-peristiwa tertentu dalam hidup muncul sekelebat dalam kepala. Dalam Injil, Yesus menaikkan standar kerohanian para murid. Mereka dituntut supaya tidak gampang membenarkan diri di hadapan orang lain. Yesus menjelaskan bahwa kemarahan …

Renungan Harian, Rabu: 13 Juni 2018, Mat. 5: 17-19

Sel, 12/06/2018 - 19:00
EORANG yang sungguh-sungguh dalam beriman tidak akan mendua hatinya. Namun, manusia acapkali jatuh dalam kecenderungan untuk mengabdi pada dua tuan. Inilah juga yang dipertanyakan nabi Elia kepada rakyat yang beribadat kepada Tuhan dan Baal. “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati?” tanya Elia (1Raj. 18:21). Mereka tak menyahut. Mereka baru bertobat ketika api …

Pastor Yang Baik Itu Sudah “Pergi”

Sen, 11/06/2018 - 06:05
Hari ini Minggu 10 Juni 2018 pkl 19.27 WIT meninggal mendadak di RS Pertamina Sorong, RD. Yoseph Lambertus Sena. Pastor Yosef adalah imam Keuskupan Agung Kupang. Dia ditahbiskan di Kupang tahun 2002. Karya tahun-tahun awal sebagai imam dijalankan di Keuskupan Agung Kupang. Sejak 2007, Pastor Yos diperbantukan di Keuskupan Manokwari-Sorong, sampai dia menghembuskan nafas terakhir. …

Renungan Harian, Senin: 11 Juni 2018, Mat. 10:7-13

Min, 10/06/2018 - 19:00
ESUS menyebut berbahagia para murid yang datang kepada-Nya. Ia melihat dalam diri para murid-Nya, orang-orang miskin, berdukacita,lapar dan harus akan kebenaran, dianiaya, dicela, dan difitnah. Ia meyakinkan mereka bahwa mereka pantas disebut ‘berbahagia’, sebab melalui semuanya itu mereka masuk ke dalam Kerajaan Surga. Ketika mereka berani mempercayakan hidup mereka kepada Yesus, mereka akan dipelihara dan …

Renungan Harian, Selasa: 12 Juni 2018, Mat 5: 13-16

Min, 10/06/2018 - 19:00
UNGKIN kita akan terkejut bila menyadari bahwa garam sungguh-sungguh bisa menjadi tawar. Apabila sesuatu di dunia ini bisa kehilangan sifatnya yang alami, demikian pula kehidupan iman kita bisa kehilangan pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar. Yesus melukiskan hilangnya pengaruh kesaksian iman kita itu dengan ungkapan “garam yang menjadi tawar” dan “pelita yang diletakkan di bawah gantang” (mat. 5:13-15). …

Renungan Harian, Minggu: 10 Juni 2018, Mrk. 3:20-35

Sab, 09/06/2018 - 19:00
EBUTAN ‘saudara’ dapat ditafsirkan berbeda-beda, dan bisa sangat beragam maknanya kalau dituturkan dengan maksud tertentu. Makna kata yang seharusnya akrab, layaknya dalam sebuah keluarga itu, mudah pudar lantaran intensi orang yang mengucapkannya. Ketika mendengar bahwa Yesus dikatakan tidak waras dan kerasukan Beelzebul, keluarga-Nya datang hendak mengambil Dia. Akan tetapi, Yesus menggunakan kesempatan itu untuk mengajarkan …

Renungan Harian, Jumat: 08 Juni 2018, Yoh. 19:31-37 – HR. Hati Yesus yang Mahakudus

Kam, 07/06/2018 - 19:00
RANG yang melakukan kekerasan terhadap sesamanya sering dikatakan “tak punya hati”. Hati adalah lambang kepekaan dan cermin kemanusiaan kita. Ketika merayakan Hati Yesus yang Mahakudus, kita mengenakan sosok Yesus yang hanya ingin menyelamatkan manusia dengan kelemahlembutan. Ketika Ia wafat dan tergantung di kayu salin, seorang prajurit masih melakukan kekerasan terhadap tubuh-Nya dan dari lambung Yesus …

Renungan Harian, Kamis: 07 Juni 2018, Mrk. 12:28b-34

Rab, 06/06/2018 - 19:00
DA banyak sekali aturan dalam kehidupan, tetapi mungkin hanya satu atau dua yang jika dilakukan dengan setia akan menyelamatkan umat manusia. Yesus merumuskannya dengan kata ‘kasih’, yakni kasih kepada Tuhan dan kasih kepada manusia. (bdk. Mrk. 12:30-31). Yesus tidak ingin menyederhanakan seluruh hukum, tetapi membukanya agar ditafsirkan dan dijalankan secara kreatif oleh bermacam-macam profesi manusia. …

Renungan Harian, Rabu: 06 Juni 2018, Mrk. 12:18-27

Sel, 05/06/2018 - 19:00
ITA tak pernah tahu secara pasti seperti apa kehidupan setelah kematian. Sebagian orang bahkan menganggapnya sebagai suatu misteri iman, sebab mereka tidak mau berspekulasi tentangnya. Tapi, sungguhkah kehidupan nanti itu hanya sebatas spekulasi? Yesus menanggapi cerita rekaan orang-orang Saduki dengan perkataan yang keras: ” Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa …

Halaman