Berita dan Event

Bertumbuh Dalam Kerendahan Hati

Sesawi.Net - Sel, 17/07/2018 - 22:50
DALAM menjalani peziarahan hidup ini, kita banyak berjumpa dengan orang yang bersikap sombong. Mereka menganggap diri paling hebat, paling pandai, paling super di dalam segala hal, selalu berpusat kepada diri sendiri sehingga memandang rendah orang di sekitarnya. Mereka merasa mampu untuk melakukan semuanya tanpa pertolongan dari Tuhan. Mereka tidak menyadari bahwa hidup adalah anugerah daripadaNya. […]

Menristek: Mahasiswa Harus Kuasai Literasi Baru, Apa Saja? - Edukasi Kompas.com

Google News - Sel, 17/07/2018 - 22:48

Edukasi Kompas.com

Menristek: Mahasiswa Harus Kuasai Literasi Baru, Apa Saja?
Edukasi Kompas.com
KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi semakin dituntut mempersiapkan mahasiswanya menghadapi pekerjaan yang belum ada (future jobs). Hal ini disampaikan ...

Kata Mutiara – Rabu 18 Juli 2018

Sesawi.Net - Sel, 17/07/2018 - 22:47
JIKA anda rendah hati, tidak ada yang akan menyentuh anda, baik pujian maupun penghinaan, karena anda tahu siapa diri anda. St. Teresa dari Kalkuta Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

In Memoriam Romo SK Maratmo MSF: Putra Girisonta dan Mantan Provinsial yang Suka Berpastoral di Ladang

Sesawi.Net - Sel, 17/07/2018 - 21:40
ROMO Stanislaus Kotska Maratmo MSF meninggal dunia pada hari Selasa (17/7/2018) dinihari di Rumah Sakit Dirgahayu, Samarinda, Kaltim. Senin (16/7) pagi, tiba-tiba ia terjatuh dan karena itu ia  segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat di Barong Tongkok, Kutai Barat. Namun karena tensi darah dan kadar gulanya darahnya tinggi, ia dirujuk ke Rumah Sakit Dirgahayu. Dalam […]

Apa buah Penahbisan Episkopat?

Pen@ Katolik - Sel, 17/07/2018 - 21:35
Tahbisan Mgr Carmel Zammit di Katedral Mdina /Foto: Photocity, Valletta

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

326. Apa buah Penahbisan Episkopat?

Penahbisan episkopat memberikan kepenuhan Sakramen Penahbisan. Penahbisan ini menyebabkan seorang Uskup menjadi penerus sah para Rasul dan mengintegrasikannya ke dalam kolegium para Uskup untuk bersama-sama dengan Paus melayani seluruh Gereja. Penahbisan ini memberikan wewenang mengajar, menguduskan, dan memerintah.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1557-1558

327. Apa wewenang yang diserahkan kepada seorang Uskup dalam Gereja partikular?

Uskup yang diserahi tanggung jawab untuk mengurus Gereja particular merupakan kepala yang kelihatan dan dasar kesatuan bagi Gereja partikular tersebut. Demi Gereja dan sebagai wakil Kristus, seorang Uskup menjalankan wewenangnya sebagai gembala dibantu para Imam dan Diakon.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1560-1561

Peserta Jamnas Sekami 2018 akan terus wartakan sukacita Injil dan mencintai kebinekaan

Pen@ Katolik - Sel, 17/07/2018 - 20:48
Para remaja serta animator dan animatris peserta Jamnas Sekami 2018 di Pontianak mengucapkan komitmen di Katedral Santo Yosef Pontianak/Foto tangkapan layar dari video panitia Jamnas Sekami 2018.

Dengan tangan kanan terkepal di dada kiri sambil berdiri di Katedral Santo Yosef Pontianak terdengar seruan, “Kami, remaja dan animator-animatris, peserta Jambore Nasional Sekami 2018 berkomitmen  terus mewartakan sukacita Injil dengan menjalankan semangat dasar Sekami: doa, derma, kurban dan kesaksian; dan semboyan children helping children.”

Komitmen misioner peserta Jamnas Sekami 2018 di Pontianak itu dibaca bersama-sama dengan panduan Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia (Dirnas KKI) Pastor Markus Nur Widipranoto Pr di akhir Misa Penutupan 2018 di Katedral Santo Yosef Pontianak 6 Juli 2018.

Sekitar 1300 peserta jamnas dari 35 keuskupan di Indonesia (Keuskupan Agung Ende dan keuskupan Maumere tidak datang) kemudian mengucapkan komitmen kedua bahwa mereka akan, “selalu belajar menerima, menghargai dan mencintai kebinekaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kasih kami kepada Kristus.”

Di hadapan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus yang memimpin Misa serta konselebran  Sekjen Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Sanggau Mgr Yulius Mencuccini CP dan Uskup Emeritus Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap, mereka lanjutkan komitmen ketiga untuk “selalu menggunakan cara-cara yang benar dalam mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai di tengah keanekaragaman suku, ras, agama, dan budaya di masyarakat dan negara Indonesia.”

Mereka sudah pulang ke keluarga, paroki, keuskupan masing-masing, dan sesuai komitmen empat, mereka “siap sedia menjadi misionaris yang selalu membantu terwujudnya gerakan anak-anak Sekami di tempat kami masing-masing.” Dan, semua tugas misioner tersebut, sesuai poin kelima, hendak mereka persembahkan “kepada Yesus, Sang Misionaris Sejati.”

Setelah pulang, Mgr Subianto yang juga Uskup Bandung meminta dalam homili Misa itu agar anak-anak Sekami menunjukkan identitas anak-anak missioner. “Sanggupkah anak-anak melawan arus, menjadi anak-anak anti nyontek, anti korupsi dan anti narkoba? Itulah tugas perutusan sangat konkret dalam hidup kita. Jangan mengaku anak-anak Sekami kalau masih nyontek!” tegas Uskup Bandung itu.

Selama jamnas, selain kegiatan outdoor dan dinamika terpimpin, peserta menerima edukasi tentang “Hakekat Gereja Misioner” dan melakukan dialog sukacita dengan Mgr Agus, Mgr Sudarso dan Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi. Dalam Misa itu, Mgr Subianto meminta mereka melihat dan mencari akar masalah mereka agar mampu mengikuti Yesus seperti Matius. “Selama akar masalah tidak ditinggalkan, tidak mungkin kita berjumpa dengan Tuhan dan mengalami sukacita, dan sepulang dari jambore ini kita belum menemukan Tuhan.”

Namun uskup itu yakin selama jambore para remaja bukan hanya berjumpa teman baru tapi sungguh bertemu Tuhan sehingga mengalami sukacita. “Mari pergi dari akar masalah dengan terus melaksanakan aktivitas doa, derma, kurban dan kesaksian (2D2K). Kalau sudah dilaksanakan, laksanakan jauh lebih banyak lagi, sehingga teman-teman lain akan mengenal kita sebagai anak-anak missioner.”

Menurut Mgr Subianto, kebinekaan itu adalah ciptaan, anugerah dan kehendak Tuhan, maka anak-anak Sekami harus menikmati kekayaan luar biasa itu secara bersama. Maka, uskup berharap ketika pulang orangtua kaget melihat anaknya mengalami sukacita luar biasa dan mau mengabdikan diri bagi keluarga, Gereja dan bangsa.

Dan, di saat kebinekaan bangsa sedang terancam, Mgr Subianto minta agar anak-anak Sekami “menjadi duta-duta kebinekaan bangsa Indonesia sehingga dengan demikian mudah-mudahan orangtua boleh bertanya ‘kapan ada jamnas untuk orangtua,’ karena mereka melihat anak-anaknya menjadi luar biasa hanya dalam tiga hari di Pontianak. Anak-anak mungkin juga berkata, ‘mama-papa, saya ketemu Yesus di Pontianak’ dan kalau mama-papa mau sukacita, ikutlah Yesus!”(paul c pati)

Dirnas KKI Pastor Markus Nur Widipranoto mengajak peserta Jamnas Sekami mengepalkan tangan dan mengucapkan komitmen mereka/Foto tangkapan layar dari video panitia Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC meminta anak-anak Sekami tunjukkan identitas anak-anak missioner/Foto Komsos KAP Misa Penutupan Jamnas Sekami 2018 dipimpin Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus/Foto Komsos KAP

Keluar dari Zona Nyaman Jadi Misionaris 15 Th di Kenya, Panggilan Kedua bagi Sr. Xaveria SFIC

Sesawi.Net - Sel, 17/07/2018 - 20:25
MEJA makan panjang dan kursi rotan yang begitu nyaman tersaji rapi di ruangan makan dan rekreasi di sana. Ketika pantat sudah lelah dan tuntutan fisik ingin sejenak bisa duduk, maka kondisi itu rupanya telah menjadikan saya tak lagi ngeh sedikit pun bahwa di situ juga ada Suster Xaveria Arpina SFIC, kini 71 tahun. Ia adalah […]

Renungan Harian, Rabu: 18 Juli 2018, Mat. 11:25-27

Mirifica.net - Sel, 17/07/2018 - 19:00
EHADIRAN Allah dengan seluruh misteri keberadaan-Nya sukar ditangkap oieh mereka yang sombong dan angkuh. Sebaliknya, kehadiran Al1ah dan seluruh misteri keberadaan-Nya justru menjadi mungkin tersingkap bagi mereka yang rendah hati dan mempunyai semangat pemberian diri yang besar. Dan, semangat yang sedemikian itulah yang lebih sering ditampilkan oleh sahabat-sahabat kita yang kecil dan sederhana. Mereka mudah …

Pelita Hati: 18.07.2018 – Yang Berkenan bagi Tuhan

Sesawi.Net - Sel, 17/07/2018 - 17:00
Bacaan Matius 11:25-27 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak […]

Umat Katolik Filipina Diajak Perbaiki Akuntabilitas Para Klerus

UCANews - Sel, 17/07/2018 - 16:31

Seorang uskup yang baru ditahbiskan di Mindanao mendesak umat Katolik agar memperbaiki kekurangan para klerus dengan membuat mereka menjadi akuntabel.

“Jadikan kami akuntabel sama seperti kalian meminta akuntabilitas dari pemerintah. Koreksi para klerus jika kami salah,” kata Uskup Marbel Mgr Cerilo Casicas.

Uskup baru itu ditahbiskan pekan lalu di Katedral Kristus Raja di Koronadal City bersama sekitar 5.000 orang yang menghadiri upacara yang berlangsung selama tiga jam tersebut.

Pernyataan Uskup Casicas itu disampaikan ketika Presiden Rodrigo Duterte terus melontarkan cacian kepada para pemimpin Gereja Katolik di negara itu.

Presiden Duterte menuduh para klerus munafik karena terlibat dalam korupsi dan berbagai kegiatan imoral.

Pada 10 Juli, Presiden Duterte menyatakan moratorium tentang serangan terhadap para pemimpin Gereja. Tetapi ia melanggarnya kurang dari 24 jam setelah moratorium.

Uskup Casicas mengaku bahwa ada “ketidaksempurnaan” di dalam Gereja. Ketika ia ditahbiskan, ia meminta maaf “atas segala dosa dan skandal yang telah kami perbuat.”

Sementara itu, Konferensi Evangelisasi Baru Filipina tahun ini yang akan dimulai pada 18 Juli akan memfokuskan “para pelayan evangelisasi baru.”

Keuskupan Agung Manila telah mengumumkan bahwa Pastor James Mallon, vikaris episkopal Keuskupan Agung Halifax-Yamouth di Kanada, akan menyampaikan sambutan utama pada konferensi itu.

Pertemuan sehari tersebut akan membahas berbagai isu terutama yang dihadapi oleh “para pelayan tertahbis dan kaum tertahbis sebagai para rasul Allah dan misi mereka untuk mengikut Kristus ketika mereka berjuang membentuk hati mereka.”

Tahun ini, Filipina juga merayakan Tahun Klerus dan Kaum Tertahbis.

Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila akan memimpin sesi pleno tentang “spiritualitas hidup para imam melalui pertemuan dengan Kristus.”

Konferensi tahunan itu diperkenalkan oleh Kardinal Tagle pada 2013 sebagai tanggapan lokal terhadap panggilan akan evangelisasi baru.

 

Publik Kecam Hukuman Mati untuk Seorang Petani di Vietnam

UCANews - Sel, 17/07/2018 - 16:00

Ratusan aktivis dan umat beragama meminta pemerintah Vietnam untuk menghormati hak kepemilikan properti setelah beberapa petani menerima hukuman berat termasuk hukuman mati.

Pada 12 Juli, Pengadilan Tinggi di Ho Chi Minh City menjatuhkan hukuman mati kepada Dang Van Hien, seorang petani yang terbukti bersalah atas pembunuhan dalam kasus sengketa lahan antara para petani dan sebuah perusahaan swasta.

Hien didakwa menembak mati tiga pria dan menciderai 13 orang lainnya dari Perusahaan Long Son Trade and Investment.

Pengadilan Tinggi mengurangi hukuman dua petani lainnya – Ninh Viet Binh dan Ha Van Truong – masing-masing dari 20 menjadi 18 tahun dan dari 12 menjadi sembilan tahun.

Surat kabar milik negara, Tuoitre, melaporkan bahwa ketiga terdakwa dari Distrik Tuy Duc, Propinsi Dak Nong, tersebut saat persidangan mengaku bersalah atas pembunuhan itu tetapi mereka dibawa ke jurang oleh para pekerja perusahaan.

Surat kabar itu mengatakan pada 2018 propinsi itu memberi perusahaan tersebut 1.000 hektar lahan di wilayah Quang Truc untuk proyek pertanian dan kehutanan.

Sengketa lahan merupakan penyebab utama terjadinya aksi protes di Vietnam dan perbedaan pendapat sangat jarang ditoleransi. Media milik negara itu melaporkan bahwa hampir 70 persen dari keluhan warga di seluruh negeri itu berkaitan dengan sengketa lahan.

Konflik antara petani lokal termasuk ketiga terdakwa tersebut dan perusahaan itu semakin menguat setelah perusahaan merebut lahan milik warga dengan cara membuldozernya. Perusahaan juga diduga menolak membayar kompensasi apa pun kepada mereka dan menyewa anggota geng untuk mengancam warga.

Para petani sudah menyampaikan petisi kepada otoritas setempat dan meminta mereka untuk menangani kasus mereka. Namun menurut mereka, mereka tidak menerima bantuan apa pun.

Pada 23 Oktober 2016, perusahaan itu dikabarkan mengirim sejumlah besar pekerja dan pengintai yang dipersenjatai pisau, tameng dan traktor untuk menghancurkan tanaman kopi, jambu monyet dan tanaman lain yang ditanam oleh Hien dan para petani lainnya.

Hien mengklaim bahwa ia menembakkan tembakan peringatan ke udara agar para pengintai tidak memasuki lahannya tetapi mereka membalas dengan melempar batu kepadanya. Ia kemudian bersembunyi di rumahnya dan menembaki para penyerang.

Ninh dan Binh juga menembaki orang-orang yang lewat. Ketiga terdakwa membunuh tiga pria dan menciderai 13 orang lainnya.

Nguyen Van Quynh, seorang pengacara yang membela Hien pada persidangan, mengatakan hukuman yang dijatuhkan kepada kliennya terlalu berat dan para hakim hendaknya tidak mendakwanya dengan pembunuhan brutal mengingat situasinya tidak berat dan ia hanya membela diri.

Seusai persidangan, ratusan orang menggelar aksi protes menentang putusan tersebut.

“Hukuman yang diberikan kepada Hien merupakan penghinaan terhadap keadilan dan digunakan untuk mencapai tujuan politik pemerintah,” demikian pernyataan 30 kelompok umat beragama, aktivis hak asasi manusia dan sipil yang ditandatangani oleh 120 orang.

Mereka menuduh para hakim kurang cermat menilai fakta dari kasus itu. Selain itu, mereka gagal mempertimbangkan bahwa Hien secara sukarela menyerahkan diri, suatu hal yang biasanya membuahkan hukuman ringan, kata mereka.

“Kami ingin pemerintah melakukan penyelidikan terhadap siapa yang memberi perusahaan swasta ini hak untuk secara ilegal mencaplok lahan pertanian warga. Namun sejauh ini tidak ada yang dilakukan,” kata mereka.

Pastor Anthony Le Ngoc Thanh, seorang advokat hak asasi manusia, menggambarkan hukuman mati itu sebagai “kebijakan tidak manusiawi.” Menurutnya, undang-undang Vietnam tidak melindungi dengan baik hak warga untuk memiliki lahan.

“Hukuman yang tidak adil semacam itu dan korupsi yang marak terjadi hanya akan berakhir jika hak kepemilikan lahan warga diakui,” kata Pastor Thanh.

Pada 13 Juli, Hien dikabarkan mengirim surat kepada Presiden Tran Dai Quang dan meminta presiden untuk mencabut hukumannya. Ia membantah bahwa ia tidak punya pilihan selain mengakui kejahatan itu karena keluarganya diserang oleh sekelompok orang bersenjata.

Presiden belum memberi tanggapan hingga 17 Juli tetapi ia wajib secara hukum mengeluarkan tanggapan dalam kurun waktu tujuh hari.

Seorang pengacara Katolik, Le Cong Dinh, mengatakan dalam media sosial bahwa ia berharap pemerintah akan memberi kelonggaran dalam kasus Hien. Ia percaya bahwa hukuman berat dijatuhkan untuk memberi peringatan kepada orang lain yang menghadapi situasi yang sama.

Dinh mengatakan para hakim bahkan menyarankan para terdakwa tersebut untuk meminta amnesti dari Presiden Quang ketika kasusnya masih berlanjut.

“Presiden akan memaafkannya sebagai cara untuk memenangkan hati publik,” katanya, seraya menambahkan bahwa keputusan lainnya bisa menimbulkan keresahan karena publik frustrasi dengan serangkaian kasus sengketa lahan yang terus berlanjut.

 

Paus Fransiskus tiba-tiba muncul pimpin pernikahan Garda Swiss dan pasangannya

Pen@ Katolik - Sel, 17/07/2018 - 15:53
Paus Fransiskus dalam upacara pernikahan anggota Garda Swiss Luca Schafer dan Leticia Vera asal Brasil. Foto diambil dari La Stampa

Paus Fransiskus mengejutkan anggota Garda Swiss, Luca Elia Maria Schafer, dan calon istrinya dari Brasil, Leticia Vera, yang bekerja di Museum Vatikan, ketika muncul tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya di Gereja Santo Stephanus dari Abisinia untuk memberkati pernikahan mereka, 14 Juli 2018.

Garda Swiss adalah tentara Swiss yang bertugas sebagai pasukan upacara, penjaga Vatikan dan pengawal Paus. Gereja Santo Stephanus dari Abisinia yang kuno itu terletak di belakang Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Menurut Pastor Renato dos Santos, yang juga hadir dalam upacara itu, seperti dilaporkan oleh Vatican News, baik pasangan yang hendak menikah maupun orang-orang yang hadir dalam upacara itu tidak tahu langkah mengejutkan Paus itu. Memang, menurut La Stampa, anggota Garda Swiss itu pernah meminta Paus hadir dalam perkawinan mereka, tapi yang diharapkan bukanlah seperti yang terjadi hari itu.

Yang pertama terkejut adalah Pastor dos Santos asal Brasil itu. Ketika imam itu masuk ke sakristi untuk mempersiapkan perayaan itu, dia terkejut melihat Paus Fransiskus duduk di sakristi menunggunya sambil tersenyum. Bapa Suci mengambil alih tugasnya dan pergi ke depan.

“Tidak pernah dalam hidupku, tidak pernah aku berpikir bertemu Paus dalam sakristi,” kata Pastor dos Santos kepada Vatican News. Imam asal Brasil itu melihat orang-orang dalam gereja itu sangat terkejut dan mereka bertanya-tanya apakah itu benar-benar Paus Fransiskus. “Saya melihat dia sebagai pastor paroki sejati yang peduli pada domba-dombanya sendiri di paroki,” kata Pastor dos Santos. “Dia selalu begitu.”

Berita kehadiran Paus dalam pesta pernikahan itu disebarkan oleh imam-imam lain yang hadir lewat berbagai jejaring sosial. Rektor Tempat Ziarah Kristus Sang Penebus di Corcow (Rio de Janeiro) Pastor Omar Reposo menerbitkan dalam akun Instagramnya foto Paus dengan mempelai pria dan wanita itu disertai keterangan, “Lihatlah siapa yang datang sebagai kejutan! Paus Fransiskus selalu mengejutkan!” tulis La Stampa.

Namun, media itu mencatat bahwa peristiwa itu bukanlah yang pertama kalinya Paus Fransiskus memimpin pernikahan di Vatikan, karena bulan September 2014 Paus pernah memimpin upacara pernikahan 20 pasangan di Basilika Santo Petrus, dan sepasang orang tunarungu di kapel Casa Santa Marta, Juli 2016. Paus juga pernah memimpin “Pernikahan dalam penerbangan” yang terkenal antara pramugari dan pramugara asal Chili di pesawat yang Paus gunakan dalam perjalanan bulan Januari ke Chili.

Menurut Pastor dos Santos, homili Bapa Suci mencakup tiga kata kerja yakni “memulai”, berhenti”, “melanjutkan perjalanan.” Ketiga kata itu, menurut Paus  Fransiskus, diperlukan untuk dapat menjalani pernikahan dengan sepenuhnya.

“Paus menunjukkan betapa berharganya pernikahan di hatinya,” kata Pastor dos Santos. “Paus sangat menyukai sakramen ini karena membantu memulai sebuah keluarga dan ingin menempatkan Tuhan di tengah-tengahnya,” lanjut Pastor dos Santos. (pcp berdasarkan Vatican News dan La Stampa)

Artikel Terkait:

Paus Fransiskus minta tempatkan Kristus di pusat kehidupan perkawinan

Paus Fransiskus minta pastor paroki mendukung pasangan yang sudah menikah

Agama dan Komunikasi Massa - kumparan.com

Google News - Sel, 17/07/2018 - 15:15

kumparan.com

Agama dan Komunikasi Massa
kumparan.com
Toh saya juga banyak melihat keyword "100 persen Katolik 100 persen Indonesia" kok di gereja-gereja Katolik. Betul? Story ini adalah kiriman dari user kumparan, isi story ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat story ...

Imam yang Berkarya Sebagai Editor Terkemuka di Banglades Wafat  

UCANews - Sel, 17/07/2018 - 14:05

Umat Katolik di Banglades berdukacita atas kematian seorang imam diosesan yang terkenal atas kontribusinya sebagai editor sebuah majalah mingguan Katolik nasional dan direktur Pusat Komunikasi Kristiani Konferensi Waligereja Banglades (PKK-KWB).

Pastor Jyoti Alexius Gomes meninggal di sebuah rumah sakit di Dhaka pada Senin (16/7) setelah menderita gangguan pernafasan dan jantung. Ia meninggal pada usia 76 tahun.

Ribuan pelayat menghadiri Misa pemakaman di Gereja Rosario Suci di Dhaka pada pagi hari itu. Jenazah Pastor Gomes dimakamkan setelah Misa pemakaman di parokinya di Distrik Gazipur pada sore harinya.

Pastor Kamal Corraya, ketua Persaudaraan Imam-Imam Diosesan Banglades, mengatakan Pastor Gomes adalah tokoh ikonik.

“Beliau adalah pelopor dalam pembinaan dan manifestasi talenta seperti penulis dan penyanyi. Beliau juga berperan penting dalam pembinaan PKK-KWB. Beliau memperkenalkan media Katolik di Banglades kepada dunia luar dan membuat profil historis bagi Gereja Katolik di Banglades,” kata imam dan mantan editor mingguan itu dalam sebuah homili.

Pastor Gomes lahir pada 21 Januari 1942 dan berasal dari Paroki St. Yohanes Pembaptis di Gazipur. Ia mulai mengikuti pembinaan imamat pada 1957. Uskup Agung Joseph Cordero (yang kemudian diangkat menjadi kardinal) menahbiskan Pastor Gomes sebagai imam di Karachi, Pakistan, pada 1972.

Setelah bertugas selama beberapa saat di beberapa paroki, Pastor Gomes berkarya sebagai editor untuk Pratibeshi, sebuah mingguan Katolik nasional satu-satunya, sejak 1975 hingga 1990. Ia menempuh studi jurnalisme dunia ketiga di Manila, Filipina, pada 1980 dan mengikuti kursus produksi TV dan radio di London pada 1984. Pastor Gomes adalah adalah direktur pertama PKK-KWB, sebuah kerasulan komunikasi dari para uskup Banglades, sejak 1982 hingga 1990.

Ia juga koordinator para pemimpin redaksi selama kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Banglades pada 19 November 1986.

Sejak 1991 hingga 1993, ia tinggal di Manila dan berkarya sebagai produser Radio Veritas Asia (layanan dalam Bahasa Bangla). Ia juga menjadi koordinator Radio Veritas Asia Layanan Bahasa Bangla sejak 1994 hingga 1996.

Pastor Gomes mendorong dan menyatukan banyak penulis Kristiani, intelektual dan seniman untuk meningkatkan kualitas konten surat kabar dan produksi audiovisual dari pusat tersebut.

Sejak 1996 hingga 2009, ia melayani beberapa paroki di Keuskupan Agung Dhaka dan melakukan riset dan menulis secara mendalam tentang sejarah Gereja lokal.

Ia berhenti memberikan pelayanan secara aktif pada 2014 karena menderita sakit dan tinggal di kediaman uskup di Dhaka.

Dr. Benedict Alo D’Rozario, mantan direktur eksekutif Caritas Banglades, mengatakan kematian Pastor Gomes merupakan kehilangan besar bagi Gereja.

“Beliau adalah seorang animator kaum muda yang luar biasa dan seseorang yang memiliki pola pikir intelektual dan kultural. Beliau adalah orang bijaksana dan tahu bagaimana memanfaatkan talenta dengan cara efektif. Hari ini, semua ini begitu terasa daripada sebelumnya – ada kekurangan motivator seperti beliau,” katanya kepada ucanews.com.

 

Ribuan Jemaat Iglesia ni Cristo di Manila Berkampanye Berantas Kemiskinan

UCANews - Sel, 17/07/2018 - 12:04

Puluhan ribu jemaat Iglesia ni Cristo (Gereja Kristus) turun ke jalan-jalan kota Manila pada akhir pekan sebagai bagian dari kampanye anti kemiskinan.

Pihak berwenang memperkirakan sekitar 120.000 orang bergabung dalam acara itu yang berlangsung dua hari yang menutup beberapa jalan di kota itu.

Acara yang disebut “Lingap Laban sa Kahirapan” atau “Bantuan untuk Melawan Kemiskinan” menyoroti tekad Gereja untuk memanfaatkan sumber dayanya untuk melakukan sesuatu yang konkrit untuk memerangi kemiskinan, kata penyelenggara.

Tahun  2015, sekitar 22 juta orang Filipina atau lebih dari seperlima penduduk  masih hidup di bawah garis kemiskinan, menurut data Bank Dunia terbaru.

“Ini adalah acara sipil, acara keagamaan. Tidak ada alasan untuk menghalanginya,” kata juru bicara Gereja Edwil Zabala.

Dia mengatakan Gereja akan terus mengadakan acara amal dalam beberapa hari mendatang di seluruh negeri itu.

“Satu ekspresi mencintai sesama manusia adalah memberikan bantuan ketika Anda melihat orang lain membutuhkannya dan salah satu kebutuhan berkelanjutan yang kita lihat berkaitan dengan dampak kemiskinan,” kata Zabala.

Kampanye, yang dimulai  tahun 2009 di bawah kepemimpinan Eduardo Manalo, pemimpin Gereja itu, menawarkan layanan medis dan gigi dan mendistribusikan makanan kepada orang miskin.

Acara ini diadakan untuk menandai  104 tahun  Iglesia ni Cristo pada  27 Juli.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan misi “Bantuan untuk Kemanusiaan” yang baru-baru ini dilakukan oleh Gereja itu di Afrika pada  Juni dan “Perjalanan Dunia Melawan Kemiskinan” pada Mei lalu.

Iglesia ni Cristo adalah salah satu Gereja Kristen pribumi yang tumbuh paling cepat di dunia saat ini. Didirikan  tahun 1914, Gereja itu disebut-sebut memiliki lebih dari 2,25 juta pengikut di lebih dari 100 negara.

 

Vatikan Angkat Dua Uskup Baru untuk Indonesia

UCANews - Sel, 17/07/2018 - 11:45

Paus Fransiskus telah mengangkat dua uskup baru untuk keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah dan keuskupan Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 14 Juli, untuk pertama kalinya Vatikan  menunjuk dua uskup pada saat yang sama.

Bapa Suci menunjuk Pastor Ewaldus Martinus Sedu, 55 tahun, sebagai uskup keuskupan Maumere dan Pastor Christopher Tri Harsono, 52, sebagai uskup Keuskupan Purwokerto.

Uskup terpilih Harsono saat ini adalah vikjen keuskupan Bogor, Jawa Barat. Dia menggantikan Uskup Julianus Sunarka SJ yang mengundurkan diri pada Desember 2016 setelah mencapai usia pensiun 75 tahun.

Lahir di Bogor pada 18 Januari 1966, ia ditahbiskan menjadi imam pada 15 Februari 1995. Dari tahun 1998 hingga 2001 ia belajar bahasa Arab di Mesir dan di Institut Kepausan untuk Studi Bahasa Arab dan Islam di Roma, Italia.

Setahun kemudian ia diangkat sebagai rektor Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus di Bandung, Jawa Barat. Dia saat ini mengajar di Fakultas Filsafat  Universitas Katolik Parahyangan  Bandung.

Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, uskup Bogor mengatakan umat Katolik di keuskupannya sangat senang karena seorang imam setempat, yang lahir dan dibesarkan di Bogor, telah ditunjuk sebagai uskup.

“Kami sangat bangga bahwa Pastor Harsono dipercaya oleh Vatikan untuk menggembalakan umat Katolik di Purwokerto,” kata Mgr Paskalis kepada ucanews.com.

Uskup itu mengatakan  Pastor Harsono pantas menjadi uskup karena dia memiliki pengalaman pastoral yang luas dan pengetahuan yang baik.

Menurut Buku Petunjuk Gereja Katolik, hingga tahun 2015 keuskupan Purwokerto memiliki sekitar 61.000 umat Katolik tersebar di 25 paroki yang dilayani oleh 46 imam diosesan, 35 imam religius, 145 suster, dan 24 bruder.

Sementara itu, Uskup terpilih Ewald, akan menggantikan Uskup  Gerulfus Kherubim Pareira SVD yang mengundurkan diri pada bulan September 2016 setelah mencapai usia pensiun 75 tahun.

Pastor Ewald lahir di Bajawa, Flores pada 30 Juli 1963, dan ditahbiskan menjadi imam pada Juli 1991.

Dari tahun 1997 hingga 2001, Pastor Ewald  belajar pedagogi di Roma, Italia, kemudian menjadi dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK)  Ledalero, di Maumere.

Dia juga melayani sebagai rektor Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret di Maumere dari tahun 2005 hingga 2010. Saat diangkat sebagai uskup,  ia menjabat sebagai vikjen keuskupan Maumere.

“Saya tidak percaya saya diangkat menjadi uskup. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi saya,” kata Uskup-terpilih Ewald  kepada ucanews.com.

Ia meminta umat Katolik setempat untuk mendukung dan membantunya dalam misi barunya, dan berharap ia tidak dibiarkan sendirian.

Uskup terpilih Ewald  mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi keuskupan adalah kekurangan imam diosesan sehingga dia “akan bekerja keras untuk mempromosikan panggilan imamat.”

Ia mengatakan ia akan melanjutkan hasil sinode keuskupan itu.

Menurut Buku Petunjuk Gereja Katolik, hingga tahun 2015, keuskupan Maumere memiliki sekitar 302.000 umat Katolik, yang tersebar di 36 paroki, yang dilayani 62 imam diosesan, 134 imam religius, 157 suster, dan 13 bruder.

 

TGB: NTB Merupakan Bagian dari Tiga Provinsi Miniatur Kerukunan Umat di Indonesia - ISlampos (Siaran Pers)

Google News - Sel, 17/07/2018 - 08:23

ISlampos (Siaran Pers)

TGB: NTB Merupakan Bagian dari Tiga Provinsi Miniatur Kerukunan Umat di Indonesia
ISlampos (Siaran Pers)
Dirinya menyampaikan bahwa Bali, NTB, NTT yang dulu disebut Sunda Kecil dapat menjadi miniatur Indonesia dalam konteks kerukunan antar-umat beragama. Ia mengatakan bahwa tiga ... NTT mayoritasnya Kristen dan Katolik. Tetapi, semua rukun dan ...

RIP Romo Maratmo MSF di Samarinda

Sesawi.Net - Sel, 17/07/2018 - 06:20
KABAR duka cita kali ini datang dari Kongregasi Imam Misionaris Keluarga Kudus MSF Provinsi Kalimantan. Telah meninggal dunia pada hari Selasa dinihari tadi pukul 03.00 WITA: Pastor Maratmo MSF. Almarhum adalah kakak kandung pastor Marharsono MSF. Requiescat in pace et vivat ad aeternam.

Di mana tempat Sakramen Penahbisan dalam rencana penyelamatan ilahi?

Pen@ Katolik - Sen, 16/07/2018 - 22:52

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

324. Di mana tempat Sakramen Penahbisan dalam rencana penyelamatan ilahi?

Sakramen ini sudah dipralambangkan dalam Perjanjian Lama dalam pelayanan para Levi, dalam imamat Harun, dan dalam penetapan tujuh puluh ”Penatua” (Bil 11:25). Pralambang awal ini mencapai pemenuhannya dalam diri Yesus Kristus yang melalui kurban salib-Nya merupakan ”satu pengantara antara Allah dan manusia” (1Tim 2:5), ”Imam Besar menurut peraturan Melkisedek” (Ibr 5:10). Imamat Kristus yang tunggal dihadirkan melalui imamat jabatan.

”Hanya Kristuslah Imam yang sejati,

yang lainnya hanyalah pembantu-pembantu-Nya”

(Santo Thomas Aquinas)

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1539-1546, 1590-1591

325. Apa tingkatan-tingkatan dalam Sakramen Penahbisan?

Sakramen Penahbisan terdiri dari tiga tingkatan yang tak tergantikan dalam struktur organik Gereja, yaitu: Episkopat, Presbiterat, dan Diakonat.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1554-1593

Empat pekerja sosial Belanda bantu warga dusun untuk dapatkan air bersih

Pen@ Katolik - Sen, 16/07/2018 - 22:39
Para pekerja sosial Vrienden van Bokki membangun menara air dan sumur bor/ym

Empat orang dari sebuah yayasan amal dari negeri Belanda nampak di antara masyarakat Dusun Sarsang, Kampung Yasa Mulya, di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, membangun sumur bor guna mendapatkan air bersih bagi masyarakat setempat.

Para pekerja sosial dari Yayasan Vrienden van Bokki, Richard van Stel, Frank de Ron, Corne Grinwis, dan Jan van Gastel, berada di Merauke untuk membantu Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Merauke (PSE KAME) membangun sumur bor bagi masyarakat Dusun Sarsang tanggal 16 Juli 2018 itu.

Ketua Komisi PSE KAME Bruder Yohannes Kedang MTB mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa sumur bor itu merupakan program Komisi PSE, “karena selama ini warga dusun itu sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.”

Masyarakat di Sarsang jelasnya, kesulitan air bersih. “Maka, ketika tahun lalu saya ke Belanda dan berjumpa dengan Richard, kami ngobrol-ngobrol, lalu mereka punya niat untuk membantu,” kata bruder yang akrab disapa Bruder John itu, seraya menjelaskan bahwa keempat pekerja sosial itu memiliki koneksi dengan para bruder MTB di Belanda.

Dijelaskan, target pengerjaan sumur bor lengkap dengan menara air selesai dalam waktu satu minggu. “Ada dua titik sumur bor yang akan dibangun. Anggarannya sekitar 150 juta rupiah yang semuanya dibiayai oleh Yayasan Vrienden van Bokki,” kata bruder.

“Misi mereka ke sini adalah ingin menyaksikan langsung bagaimana sumur bor itu dibuat, lalu mereka ikut terjun bekerja bersama masyarakat. Jadi mereka tidak punya misi lain, mereka hanya pekerja sosial dan hati mereka hanya untuk bantu masyarakat miskin. Ini pertama kali mereka datang ke Indonesia dan ke Merauke,” lanjut Bruder John.

Selain itu, mereka akan mengunjungi beberapa kampung yang sudah mendapat program pemberdayaan masyarakat dari Komisi PSE KAME. Setelah pembangunan sumur bor selesai, Komisi PSE juga akan memberdayakan masyarakat Sarsang melalui program perkebunan organik, jelas bruder.

Richard van Stel mengaku telah melakukan aksi amal di beberapa negara di Afrika, Amerika dan Asia, bahkan pernah membangun perumahan murah bagi masyarakat miskin di Afrika. Tapi, “ini pertama kali kami datang di Indonesia … dan kami akan tinggal sampai Jumat depan, kita perlu waktu untuk kerja,” kata kata Richard dalam bahasa Inggris kepada PEN@ Katolik.

Ketua Dewan Stasi Santo Yoseph Sarsang Petrus Gonzalez berterima kasih kepada Komisi PSE KAME dan Yayasan Vrienden van Bokki atas program pembuatan sumur bor di dusun yang hanya biasa menampung air di saat hujan itu.

“Selama ini, kami menampung air atau mengambil air dari desa SP 2 dan desa Kuper. Kalau tidak punya kendaraan, masyarakat merasa kesulitan dan harus membeli air dari mobil tangki. Satu tangki harganya 150-200 ribu rupiah. Di sini ada 200 kepala keluarga,” kata Petrus. (Yakobus Maturbongs)

Para pekerja sosial Vrienden van Bokki membangun menara air dan sumur bor/ym Para pekerja sosial Vrienden van Bokki bergambar bersama Komisi PSE Kame dan warga Sarsang di lokasi pembangunan sumur bor/ym Ketua Komisi PSE KAME Bruder Yohannes Kedang MTB/ym

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator