Berita dan Event

24 Jemaat Ahmadiyah di Lombok Timur Masih Mengungsi Pasca-Serangan

UCANews - Sel, 22/05/2018 - 12:31

Sebanyak 24 jemaat Ahmadiyah – 21 perempuan dan 3 laki-laki – masih mengungsi di kantor kepolisian resor di Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat, setelah terjadi penyerangan dan perusakan terhadap sejumlah rumah milik mereka di Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, pada akhir pekan lalu.

“Teror penyerangan, kekerasan dan pengusiran terhadap warga negara yang sah, komunitas Muslim Ahmadiyah, terjadi tiga kali saat sedang berlangsungnya puasa Ramadan pada Sabtu dan Minggu (19-20 Mei) oleh kelompok radikal atas dasar kebencian dan intoleransi terhadap kelompok yang berbeda,” kata Yendra Budiana, juru bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), kepada jurnalis di Jakarta, Senin (22/5).

Akibatnya, lanjutnya, delapan rumah rusak ringan dan berat serta empat sepeda motor hangus terbakar.

Menurut Yendra, para pelaku adalah warga setempat. “Keinginan mereka adalah meratakan (rumah dengan tanah) karena dengan demikian (rumah) tidak bisa lagi ditinggali. Sehingga kemudian (jemaat Ahmadiyah) terpaksa mengungsi,” katanya kepada ucanews.com.

Ia pun meminta aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku. “Seharusnya aparat kepolisian tidak bimbang. Walaupun motifnya seakan-akan isu agama, tetapi itu kriminal. Aparat kepolisian seharusnya mengambil tindakan bukan berdasarkan pada isu melainkan pada tindakan (kriminal),” lanjutnya.

Yendra menambahkan bahwa saat ini jumlah jemaat Ahmadiyah yang bermukim di Pulau Lombok ada sekitar 1.000 orang. “Di kabupaten-kabupaten, mereka cenderung sulit didata karena tidak mau menampakkan diri karena ada ancaman kekerasan yang sangat kental,” katanya.

Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos menyebut penyerangan dan perusakan rumah milik jemaat Ahmadiyah itu sebagai “tindakan biadab atas nama agama.”

“Aksi yang dilakukan oleh massa dari desa setempat ini didasari oleh sikap kebencian dan intoleransi pada paham keagamaan yang berbeda,” katanya.

“SETARA menuntut pemerintah untuk menjamin keamanan jiwa-raga dan hak milik seluruh warga Ahmadiyah, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Jemaat Ahmadiyah memiliki seluruh hak dasar sebagai warga negara yang dijamin oleh UUD 1945, hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Khariroh Ali dari Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengatakan penyerangan dan perusakan rumah milik jemaat Ahmadiyah itu “menambah potret buram situasi kehidupan keagamaan yang diwarnai oleh kekerasan dan tindakan intoleransi.”

“Peristiwa ini seharusnya dapat diantisipasi segera oleh pemerintah daerah dan aparat keamanan mengingat ancaman penyerangan dan diskriminasi yang terus berlangsung di Propinsi Nusa Tenggara Barat terhadap jemaat Ahmadiyah,” katanya.

 

Uskup Agung 'terbukti' sembunyikan pelecehan seks terhadap anak di bawah umur - BBC Indonesia

Google News - Sel, 22/05/2018 - 12:18

BBC Indonesia

Uskup Agung 'terbukti' sembunyikan pelecehan seks terhadap anak di bawah umur
BBC Indonesia
Uskup Agung Adelaide, Philip Wilson, menjadi tokoh Katolik paling senior di dunia yang dituntut dan dihukum untuk pidana itu. Dia dinyatakan terbukti menutup-nutupi penyalahgunaan seksual terhadap para bocah altar oleh seorang pendeta pedofil di New ...
Uskup Agung Australia Dinyatakan Bersalah Atas Pelecehan SeksualVOA Indonesia

all 5 news articles »

JOYFest 2018 Lahir dari “Rahim” Bernama PEMIKAT KAJ (4)

Sesawi.Net - Sel, 22/05/2018 - 11:26
PERHELATAN besar bernama JOYFEST 2018 (Jakarta Catholic Young Festival) itu lahir dari ‘rahim’ bernama PEMIKAT (Pertemuan Mitra Kategorial) di tlatah Keuskupan Agung Jakarta. PEMIKAT KAJ ada di bawah naungan reksa pastoral Vikaris  Kategorial KAJ yang dalam hal ini diampu oleh Romo Andang Listya Binawan SJ, dosen ahli Hukum Gereja.  Menjawab Sesawi.Net, Romo Andang menjelaskan di […]

Karolin Ajak Pemuda Jadi Petani Profesional - Tribun Pontianak

Google News - Sel, 22/05/2018 - 11:12

Tribun Pontianak

Karolin Ajak Pemuda Jadi Petani Profesional
Tribun Pontianak
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana. TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa meminta kepada para pemuda yang ada di provinsi itu untuk tidak malu menjadi ...

and more »Google News

Uskup Agung Jepang Sangat Terkejut Ditunjuk Sebagai Kardinal

UCANews - Sel, 22/05/2018 - 10:39

Uskup Agung Osaka Mgr Manyo Maeda sangat terkejut melebihi siapapun karena diberitakan bahwa ia akan menjadi kardinal.

“Orang-orang telah mengirim email dan menelepon satu demi satu  mengatakan mereka telah mendengar pengumuman itu,” kata kardinal itu kepada seorang wartawan ucanews.com setelah Paus Fransiskus mengumumkan daftar kardinal baru di Roma pada 20 Mei.

“Saya  sendiri sama sekali tidak tahu tentang pengumuman itu dan saya  tidak mendapat  kontak sebelumnya. Secara pribadi, saya  tidak berpikir saya  orang yang paling tepat  menjadi seorang kardinal, jadi saya  masih merasa sulit untuk percaya.”

Uskup Agung Maeda adalah wakil ketua  Konferensi Waligereja Jepang (CBCJ). Ia lahir di prefektur Nagasaki  tahun 1949 dan ditahbiskan sebagai imam untuk Keuskupan Agung Nagasaki  tahun 1975. Setelah melayani sebagai sekjen CBCJ dari tahun 2006 hingga 2011, ia ditahbiskan sebagai uskup untuk Keuskupan Hiroshima pada September 2011. Pada  Agustus 2014, dia dipindahkan ke Osaka sebagai uskup agung.

Sebagai penduduk asli Nagasaki, Uskup Maeda secara luas terlibat dalam gerakan perdamaian di Hiroshima. Dia juga bekerja untuk beatifikasi “orang Kristen yang hilang” yang telah diasingkan ke Tsuwano di prefektur Shimane sekarang, bagian dari Keuskupan Hiroshima.

Pada puncak peristiwa penganiayaan anti-Kristen di Jepang, sekitar 3.400 orang Kristen dari Nagasaki diasingkan ke berbagai tempat di seluruh negeri, dan lebih dari 600 orang meninggal.

Uskup Agung Maeda dapat disebut sebagai pengganti yang sah dari para rasul yang menjadi nelayan. Ketika dia menjadi pastor paroki, dia sering pergi memancing dengan kapalnya sendiri dan membawa  bendera warna-warni yang dikibarkan nelayan Jepang.

Selama bertahun-tahun, dia telah melayani orang-orang difabel, sementara sebagai anggota CBCJ dia bertugas di komisi pendidikan dan ekumene.

Kardinal itu juga dikenal sebagai seorang ahli puisi pendek Jepang yang disebut haiku dan puisinya sering muncul dalam khotbah dan artikelnya.

Uskup Agung Maeda adalah orang Jepang keenam yang diangkat sebagai kardinal, tetapi tidak seperti pendahulunya dia belum aktif dalam masalah internasional.

 

Brevir Siang,Selasa: 22 Mei 2018 Pekan Biasa IX – O PEKAN I – HARI BIASA

Mirifica.net - Sel, 22/05/2018 - 10:00
  PEMBUKAAN P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin Alleluya. MADAH Tuhan Allah mahaluhur Hari dan malam Kauatur Terang gelap bergiliran Silih ganti berurutan. Senja hari yang mendekat Melambangkan akhir hayat Yang bagi umat …

Bina Iman Taruna untuk SMA-SMK Bogor: Bahagianya Tuh di Sini

Sesawi.Net - Sel, 22/05/2018 - 09:46
TIDAK ada yang perlu disangkal bahwa anak muda adalah generasi penerus bangsa, termasuk di dalam Gereja Katolik. Sangat penting mulai melibatkan para anak muda dalam masalah pewartaan Kabar Gembira. Untuk itu perlu adanya pembekalan–pembekalan dasar iman yang kuat sebelum mereka terjun dalam pewartaan Kabar Gembira. Dunia anak muda adalah dunia yang sangat unik di mana […]

JOYFest 2018, Sinergi Berbagai Komunitas OMK KAJ Wujudkan Program Bersama (3)

Sesawi.Net - Sel, 22/05/2018 - 09:01
SYAHDAN, seorang kawan OMK punya cerita demikian. Pada bulan Juni tahun 2017 lalu, Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menyelenggarakan kegiatan besar bernama Konferensi Keluarga Katolik Jakarta 2017. Kegiatan ini secara populer dikumandangkan dengan label K3J17. Ini adalah gawé-nya Komisi Keluarga KAJ. Namun, dalam pelaksanaannya K3J17 itu banyak didukung dan disokong oleh banyak OMK KAJ. […]

Biarawan Benediktin Korea Tawarkan Beasiswa di Afrika

UCANews - Sel, 22/05/2018 - 08:03

Biara Benediktin Waegwan di Korea Selatan akan menawarkan beasiswa kepada para pelajar Afrika di Togo dan Tanzania yang tengah menempuh studi di sekolah-sekolah yang dikelola oleh biara Benediktin lainnya.

Biarawan Benediktin Korea kini tengah membantu sejumlah gereja dan paroki miskin di Afrika, Asia dan Amerika Latin.

Blasio Park Hyun-dong, kepala biara, mengunjungi beberapa biara di Tanzania, termasuk Ndanda dan Peramiho di bawah Kongregasi St. Ottilien, sejak 28 April hingga 5 Mei.

Biara Benediktin di negara Afrika Timur itu mengelola sekolah teknik, keperawatan dan keguruan serta seminari menengah. Kepala biara melakukan inspeksi ke sekolah untuk menilai kebutuhan finansial dan melihat situasi secara umum.

Misionaris Benediktin pertama kali menginjakkan kaki di wilayah itu pada 1888. Mereka telah menyebarkan iman Katolik dan memberi kontribusi bagi perkembangan komunitas lokal selama 130 tahun.

Membantu mengelola fasilitas sosial seperti sekolah dan rumah sakit merupakan salah satu cara utama yang dilakukan oleh biarawan Benediktin untuk berbagi persaudaraan dengan masyarakat setempat.

“Saya terkejut melihat sitruasi sekolah. Setiap ruang kelas berisi 180 pelajar dan banyak pelajar tidak memiliki akses terhadap air minum,” kata Blasio Park.

“Saya bertemu beberapa biarawan Benediktin Afrika yang mendedikasikan diri sepenuhnya untuk evangelisasi di wilayah itu,” lanjutnya.

Dalam koordinasi dengan biara Benediktin di Tanzania, Biara Waegwan akan memutuskan siapa yang paling layak untuk menerima beasiswa. Para pelajar ini akan diberi beasiswa mulai tahun depan.

“Mereka membutuhkan doa dan dukungan kita. Saya berharap banyak umat Katolik Korea akan bergabung dalam proyek ini dan membantu para pelajar tersebut,” katanya.

 

Paroki St. Christophorus Sungai Pinyuh: Lokakarya Memimpin Ibadat dengan PSHMR

Sesawi.Net - Sel, 22/05/2018 - 07:46
KETERAMPILAN memimpin ibadat para pengurus umat di stasi sangat perlu dan penting. Mengapa demikian? Ini agar ibadat sabda menjadi lebih hidup dan meriah. Hal ini disampaikan oleh Pastor Gregorius Rahmadi Pr, pastor kepala Paroki Santo Christophorus Sungai Pinyuh, Keuskupan Agung Pontianak, saat membuka kegiatan pelatihan pemimpin ibadat bertema “Menjadi Pemimpin Umat yang Terampil Memimpin Ibadat […]

Paus Fransiskus menjelaskan doa Salam Maria kalimat demi kalimat

Pen@ Katolik - Sen, 21/05/2018 - 23:41
Paus Fransiskus berdoa kepada Perawan Maria
Foto oleh Antoine Mekary | ALETEIA

Kita semua berdoa Salam Maria, tetapi berapa banyak dari kita yang tahu artinya yang sebenarnya? Apa yang sebenarnya dikatakan oleh doa itu?

Dalam buku, “Maria, Bunda Semua” (María, Mamma di tutti), Paus Fransiskus sendiri mengajarkan kepada kita arti dari kata-kata dalam doa penting ini.

Penuh Rahmat

Malaikat Gabriel menyebut Maria “penuh karunia” (Luk 1:28). Dalam dirinya, jelas Paus, “tidak ada tempat untuk dosa, karena Tuhan telah memilih dia dari segala kekekalan untuk menjadi ibu Yesus, dan telah membebaskannya dari dosa asal.”

“Sabda menjadi daging di dalam rahimnya. Kita, juga, diminta untuk mendengarkan Allah, yang berbicara kepada kita, dan untuk menerima kehendak-Nya. Tuhan selalu berbicara kepada kita.”

Tuhan sertamu

Yang terjadi secara unik dalam Perawan Maria, kata Paus Fransiskus, “juga terjadi dalam tingkat spiritual dalam diri kita ketika kita menerima Sabda Tuhan dengan hati yang baik dan tulus, dan mempraktekkannya. Yang terjadi seolah-olah Tuhan menjadi daging dalam diri kita. Dia datang untuk tinggal dalam diri kita, karena Dia membuat rumah-Nya dalam diri mereka yang mengasihi Dia dan mematuhi Sabda-Nya. Tidaklah mudah memahami hal ini, tetapi, ya, mudah merasakannya di dalam hatimu.”

“Apakah kita mengira bahwa inkarnasi Yesus hanyalah peristiwa masa lalu, yang tidak mempengaruhi kita secara pribadi? Percaya kepada Yesus berarti memberikan tubuh kita kepada-Nya, dengan kerendahan hati dan keberanian yang sama seperti Maria.”

Terpujilah engkau di antara wanita

Bagaimana Maria menjalani imannya? Paus menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa “Dia menjalani imannya dalam kesederhanaan dari banyak pekerjaan sehari-hari serta kekhawatiran setiap ibu, misalnya menyediakan makanan dan pakaian, dan mengurus rumah … Justru, keberadaan normal Perawan Maria inilah yang menjadi dasar berkembangnya hubungan istimewa dan dialog mendalam antara dia dan Tuhan, antara dia dan Putranya.”

Terpujilah buah tubuhmu, Yesus

Maria mau menerima, tetapi tidak pasif, jelas Paus Fransiskus.

“Sama seperti dia menerima kuasa Roh Kudus secara jasmani, tetapi kemudian memberikan tubuh dan dan darah kepada Putera Allah yang bertumbuh dalam dirinya, demikian juga secara spiritual, dia menerima kasih karunia dan menanggapinya dengan iman. Karena alasan ini, Santo Agustinus mengatakan bahwa Perawan Maria ‘mengandung di dalam hatinya sebelum di rahimnya.’ Pertama-tama dia mengandung iman, dan kemudian Tuhan.”

Santa Maria, Bunda Allah

Bunda Penebus, lanjut Paus, “mendahului kita dan senantiasa menguatkan iman kita, panggilan kita, dan misi kita. Dengan teladan kerendahan hati dan kesiapannya untuk mematuhi kehendak Tuhan, dia membantu kita menerjemahkan iman kita menjadi pewartaan Injil yang penuh sukacita, tanpa batas.”

Doakanlah kami yang berdosa ini

Untuk menjelaskan arti dari bagian doa ini, Paus Fransiskus menceritakan suatu anekdot:

“Saya ingat suatu peristiwa, di Tempat Ziarah Lujan, saya berada di ruang pengakuan dosa, yang di depannya ada antrean panjang. Ada juga seorang pria muda yang sangat modern, dengan anting-anting, tato, semua … Dan dia datang mengatakan kepada saya apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Masalahnya besar, sangat sulit. Dan dia berkata kepada saya, ‘Saya ceritakan semua ini kepada ibu saya, dan ibu saya mengatakan: Pergilah kepada Perawan Maria Terberkati dan dia akan memberi tahu apa yang harus kaulakukan.’ Nah, itulah wanita yang punya karunia nasihat. Dia tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah putranya, tetapi dia menunjukkan jalan yang benar: pergilah ke Perawan Maria Terberkati, dan dia akan mengatakan kepadamu. Inilah karunia nasihat. Wanita yang rendah hati dan sederhana itu memberi putranya nasihat terbaik. Bahkan, pria muda itu berkata kepada saya, ‘Saya memandang Perawan Maria Terberkati dan saya merasa harus melakukan ini, ini, dan ini …’ Saya tidak tidak perlu berbicara; ibunya dan pria muda itu sendiri telah mengatakan segalanya. Inilah karunia nasihat. Kalian, ibu-ibu, yang memiliki karunia ini: mohonlah agar karunia itu diberikan kepada anak-anak kalian. Karunia menasehati anak-anak kalian adalah karunia dari Tuhan.”

Sekarang, dan waktu kami mati

Marilah kita mempercayakan diri kita kepada Maria, kata Paus Fransiskus, “agar dia, sebagai Ibu dari kakak sulung kita, Yesus, dapat mengajarkan kepada kita untuk memiliki semangat keibuan yang sama terhadap saudara-saudara kita, dengan kemampuan tulus untuk menerima, untuk memaafkan, untuk memperkuat, dan untuk menanamkan kepercayaan dan harapan. Dan inilah yang dilakukan seorang ibu.”

Jalan Maria menuju Surga dimulai “dengan ‘ya’ yang dia bicara di Nazareth, dalam menanggapi Utusan surgawi yang memberitahukan kehendak Tuhan kepadanya. Dalam kenyataannya, yang sebenarnya adalah: setiap ‘ya’ kepada Tuhan adalah langkah menuju Surga, menuju kehidupan kekal.”(paul c pati berdasarkan tulisan Gelsomino Del Guercio, Aleteia)

Pemimpin Sejati

Sesawi.Net - Sen, 21/05/2018 - 21:56
PARA murid tidak memahami perkataan Yesus saat Ia mengutarakan tentang penderitaan yang akan dialamiNya di kemudian hari. Namun, tidak ada satu orang murid pun yang menanggapi ataupun melontarkan pertanyaan kepadaNya; mereka malah sibuk sendiri berdebat mengenai siapa yang paling terbesar di antara mereka. Manusia memiliki kecenderungan untuk menonjolkan diri agar diakui eksistensinya oleh orang di […]

Kata Mutiara – Selasa 22 Mei 2018

Sesawi.Net - Sen, 21/05/2018 - 21:48
ASET yang paling berguna dari seseorang bukanlah kepala yang penuh dengan pengetahuan, tetapi hati yang penuh kasih, dengan telinga terbuka untuk mendengarkan, dan tangan yang bersedia membantu. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Kantor Kopdit CU Harapan Jaya Unit Tanjungbalai Diresmikan

Sesawi.Net - Sen, 21/05/2018 - 21:20
KANTOR Pelayanan Koperasi Kredit CU Harapan Jaya Unit Tanjungbalai diresmikan, Sabtu tanggal 19 Mei 2018 di Jl. Jend. Sudirman No. 33E, Kelurahan Karya, Kec.TB. Selatan, Kota Tanjungbalai. Peresmian tersebut ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Tanjungbalai Nedi Hamlet didampingi Ketua Kopdit CU Harapan Jaya Kisaran, Desman […]

Bukan Dendam Jemaat Katolik Ini Malah Doakan Pelaku dan Korban Bom Surabaya - Tribun Medan

Google News - Sen, 21/05/2018 - 21:12

Tribun Medan

Bukan Dendam Jemaat Katolik Ini Malah Doakan Pelaku dan Korban Bom Surabaya
Tribun Medan
''Semoga kedamaian tetap ada di Indonesia, khususnya keluarga korban bom di Surabaya diberi ketabahan. Hari ini juga Hari Pentakosta, turunnya Roh Kudus, kiranya pelaku diberi pengampunan oleh yang Maha Kuasa," ucap Umat Katolik Simalingkar B, ...

Google News

Mengapa Sakramen itu berdaya guna?

Pen@ Katolik - Sen, 21/05/2018 - 20:34
Tujuh Sakramen. Diambil dari Pinterest

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

228. Apa hubungan antara Sakramen-Sakramen dengan iman?

Sakramen-Sakramen tidak hanya mengandaikan iman; unsur kata-kata dan ritual juga mengembangkan, memperkuat, dan mengungkapkannya. Dengan merayakan Sakramen, Gereja mengakui iman yang datang dari para Rasul. Hal ini menjelaskan asal dari rumusan kuno, ”lex orandi, lex credendi”, artinya Gereja percaya seperti yang didoakannya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1122-1126, 1133

229. Mengapa Sakramen itu berdaya guna?

Sakramen itu berdaya guna ex opere operato (”melalui kenyataan bahwa tindakan Sakramen itu dilaksanakan”) karena Kristuslah yang bertindak dalam Sakramen itu dan mencurahkan rahmat yang ditandakan. Daya dari Sakramen tidak tergantung dari kesucian pribadi pelayannya. Namun, buah dari Sakramen itu tergantung dari disposisi orang yang menerimanya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1127-1128, 1131

Manusia Pilihan Dari Dunia Lain (1)

Mirifica.net - Sen, 21/05/2018 - 19:46
Pada Minggu Pentakosta, 20 Mei 2018, Paus Fransiskus secara mengejutkan mengumumkan 14 nama yang akan diangkat sebagai Kardinal pada konsistori berikutnya, yaitu pada 29 Juni mendatang. Ke-14 Kardinal tersebut terdiri dari 11 orang kardinal elektoral (belum berusia 80 tahun, memiliki hak memilih/dipilih saat konklaf) dan 3 orang kardinal non-elektoral (berusia lebih dari 80 tahun). Mereka …

Requiem dan Pemakaman Bayu, Korban Bom di Gereja St. Maria tak Bercela Surabaya

Sesawi.Net - Sen, 21/05/2018 - 19:26
HARI Selasa tanggal 22 Mei 2018 besok akan berlangsung acara penyerahan jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardhana kepada keluarga. Aloysius Bayu adalah tenaga sukarelawan keamanan di Gereja St. Maria tak Bercela di Ngagel, Surabaya. Mati untuk menyelamatkan banyak orang Ia menjadi korban ledakan bom, karena telah berani menghadang laju kendaraan bermotor penyerang kakak-adik yang berusaha menerobos […]

Puncta 22.05.18. Yakobus 4:1-10: Rendahkanlah Dirimu

Sesawi.Net - Sen, 21/05/2018 - 19:08
DAHULU kala hiduplah seorang pangeran dari Jenggala bernama Panji Inu Kertapati. Ia mempunyai kekasih bernama Galuh Candra Kirana, puteri Kerajaan Panjalu. Namun Galuh diusir oleh ibu tirinya yang akan menjodohkan anaknya dengan Panji Inu Kertapati. Pangeran itu kemudian pergi mencari kekasihnya dengan menyamar menjadi petani di gunung. Galuh menjadi perawan desa yang cantik jelita. Ia […]

Renungan Harian, Selasa: 22 Mei 2018, Mrk. 9:30-37

Mirifica.net - Sen, 21/05/2018 - 19:00
SURAT Yakobus hari ini menyatakan bahwa jika kita tidak berdoa, kita tidak memperoleh apa-apa. Ini biasa normal. Tapi bagaimana jika kita berdoa, lalu tidak memperoleh apa-apa juga? Yakobus mengatakan karena kita salah berdoa, sebab yang kita minta digunakan untuk memuaskan hawa nafsu. Jika kita renungkan, memang lebih banyak kita mengajukan doa-doa permohonan semata untuk memenuhi …

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator