Berita dan Event

Paus Fransiskus mengkanonisasi tujuh orang kudus baru: tanda dan simbol kesucian

Pen@ Katolik - Min, 14/10/2018 - 21:58
Prefek Kongregasi Panggelaran Kudus Kardinal Giovanni Becciu membacakan nama-nama dan biografi singkat orang-orang kudus yang baru di hadapan Paus dan ribuan orang di Lapangan Santo Petrus, Minggu pagi, 14 Oktober 2018. Foto Vatican News

Dalam Misa di Lapangan Santo Petrus, Minggu 14 Oktober 2014, Paus Fransiskus mengkanonisasi tujuh orang kudus baru. Ketujuh orang itu, adalah seorang paus yang memperjuangkan dialog dan misi, seorang uskup agung yang dibunuh karena membela yang tak berdaya, dua imam dan dua suster, yang mendedikasikan hidup mereka untuk melayani orang yang paling miskin dan paling membutuhkan, dan seorang awam yang meninggal karena tuberkulosis tulang ketika baru berusia 19 tahun.

Paulus VI, Oscar Romero, Francesco Spinelli, Vincenzo Romano, Kaser Maria Catherine, Nazaria Ignazia dari Santa Teresa dari Yesus, dan Nuncio Sulprizio, semuanya bersaksi tentang iman mereka dengan cara berbeda pada waktu yang berbeda. Mereka semua diakui secara resmi oleh Gereja sebagai orang-orang layak diteladani.

Dengan menyatakan secara resmi kesucian mereka dalam Misa hari Minggu itu, seperti dilaporkan oleh Seàn-Patrick Lovett dari Vatican News, Paus Fransiskus mengakui bahwa nama-nama mereka boleh dimasukkan dalam kanon (kanonisasi) orang-orang kudus, gereja-gereja boleh dibangun untuk menghormati mereka, altar-altar boleh didedikasi untuk mereka, dan doa-doa boleh dipanjatkan kepada mereka sebagai pelindung khusus.

Merenungkan Injil Markus untuk Minggu Biasa ke-28, Paus Fransiskus menekankan perlunya bersikap tanpa kompromi dalam memberikan diri sepenuhnya kepada Allah. “Yesus itu radikal,” kata Paus. “Dia memberikan segalanya dan Dia meminta semua: Dia memberikan cinta yang total dan Dia meminta hati yang tak terbagi.”

Tentang orang-orang kudus yang baru dikanonisasi, Paus Fransiskus mengatakan bahwa mereka semua, “dalam konteks berbeda, memasukkan sabda hari ini ke dalam kehidupan mereka, tanpa suam-suam kuku, tanpa perhitungan, dengan semangat mempertaruhkan segalanya.” Paus lalu berharap, “semoga Tuhan membantu kita meniru teladan mereka.”

Selain gambar-gambar raksasa yang menghiasi bagian depan Basilika Santo Petrus, kehadiran orang-orang kudus yang baru itu tampak jelas dalam tujuh relikui yang berdiri di satu sisi altar sepanjang perayaan. Tetapi Paus Fransiskus secara khusus menunjukkan kedekatannya dengan Paulus VI dan Oscar Romero, khususnya.

Piala yang digunakan Paus Fransiskus dalam Misa Kanonisasi itu adalah piala favorit Paulus VI. Demikian juga Salib Kegembalaan yang menemaninya dalam banyak perjalanan kerasulannya keliling dunia. Dan untuk memperingati Oscar Romero, Paus Fransiskus mengenakan singel atau ikat pinggang bernoda darah milik Uskup Agung yang terbunuh di San Salvador, yang dikenakan ketika dia ditembak saat merayakan Misa di Kapel Rumah Penyelenggaraan Ilahi, tanggal 24 Maret 1980.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Galeri foto Misa Kanonisasi bisa diklik di sini

Foto Vatican Media

Retret Sahabat OSF (2)

Sesawi.Net - Min, 14/10/2018 - 20:28
BERTEMPAT di Rumah Retret St. Maria Pangesti Wening  belum lama ini, para anggota Sahabat OSF mengikuti kegiatan retret dengan tema “Melayani Berakar pada Yesus Kristus”. Dalam pengantarnya saat misa pembukaan retret yang diikuti 50 anggota Ssahabat OSF itu, Romo Yohannes Agung Abdi Pranata SJ mengatakan bahwa melalui kesempatan yang sungguh bermakna ini, kita semua diingatkan […]

Para Sahabat Suster OSF (1)

Sesawi.Net - Min, 14/10/2018 - 20:10
MENDENGAR kata “sahabat”, tentunya anda sekalian mengalami rasa perasa tertentu. Suatu kehangatan, kemesraan, kebahagiaan, merasa dihargai, dan rasa aman tertentu. Memang, bila kita kenangkan pengalaman-pengalaman hidup kita masing-masing, akan kita temui saat-saat di mana kita sungguh-sungguh merasa tersentuh. Saat-saat seperti itu ada banyak. Salah satu saat yang paling mengesankan kita adalah saat ketika ada orang […]

Paus Resmikan Tujuh Tokoh Jadi Orang Suci - VOAIndonesia - VOA Indonesia

Google News - Min, 14/10/2018 - 19:50

VOA Indonesia

Paus Resmikan Tujuh Tokoh Jadi Orang Suci - VOAIndonesia
VOA Indonesia
Paus Fransiskus dijadwalkan akan melakukan kanonisasi dua tokoh paling kontroversial dalam Gereja Katolik Roma, yaitu Uskup Agung El Salvador Oscar ...

and more »

Pelita Hati: 15.10.2018 – Menjadi Anak-anak Tuhan

Sesawi.Net - Min, 14/10/2018 - 17:00
Bacaan Lukas 11:29-32 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu […]

Bisnis Kewirausahaan Digital Lebih Berkembang, Unika Atma Jaya Bikin SE Marketpalace - Harian Terbit

Google News - Min, 14/10/2018 - 16:54

Harian Terbit

Bisnis Kewirausahaan Digital Lebih Berkembang, Unika Atma Jaya Bikin SE Marketpalace
Harian Terbit
Beranjak dari itu, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya membuat Social Entreprenuership Marketplace (SE Marketpalce) supaya bisnis kewirausahan digital lebih berkembang. Selain itu, bertujuan untuk memasarkan ragam produk ke masyarakat.

Google News

Memandang Sejernih Kristal

Sesawi.Net - Min, 14/10/2018 - 14:44
MEMANDANG gambar di televisi, terutama berita, membuat mata sepet. Mata juga pedih, membaca huruf-huruf di media sosial yang di genggaman tangan. Hati seolah sebah dengan berita sampah. Yang dibaca cuma sumpah serapah. Hujah dan fitnah. Mata tak bisa lagi membedakan mana yang loyang atau mana emas. Dengan kecanggihan olah pikir dan kata, apa yang salah […]

Myanmar Belajar dari Indonesia tentang Persegeran Tren Jenis Narkoba

Sesawi.Net - Min, 14/10/2018 - 13:54
MYANMAR memiliki keprihatinan yang sama dengan Indonesia dalam menghadapi masalah penyalahgunaan narkoba  (NAPZA). Hal itu terungkap dalam diskusi dan tanya jawab ketika rombongan Lembaga Masyarakat dari Myanmar berkunjung ke Panti Rehabilitasi NAPZA milik Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung (1/10/2018). Kunjungan tersebut merupakan kerjasama dari ‘Perkumpulan PEKA’ dengan ‘Open Society Foundation’ dan  Lembaga-lembaga Masyarakat di Myanmar […]

Mgr Rolly: Di masa darurat ini saya minta bantuan kemanusiaan dan karya relawan dilanjutkan

Pen@ Katolik - Min, 14/10/2018 - 13:31
Uskup Manado Mgr Rolly Untu MSC membagikan bantuan di Gereja Stasi Sidera. Foto: Komsos Keuskupan Manado

“Di masa darurat bencana tahap kedua ini, saya meminta supaya bantuan kemanusiaan dan karya para relawan harus terus dilanjutkan secara intensif, kerja sama dengan banyak pihak harus terus dibangun dan diupayakan demi kepentingan masyarakat terdampak bencana.”

Uskup Manado Mgr Rolly Untu MSC menegaskan hal itu dari Manado, 13 Oktober 2018, setelah kembali dari kunjungan ke Palu, Sulawesi Tengah, yang masuk dalam wilayah Keuskupan Manado, 11 dan 12 Oktober, menyusul gempa bumi, tsunami dan likuifaksi (semburan lumpur) yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, 28 September.

Keuskupan Manado, kata Mgr Rolly dalam pernyataan tentang “Penanganan Bencana Palu dan Sekitarnya,” seperti dilaporkan oleh Komsos Keuskupan Manado lewat halaman Facebook, memberi perhatian kepada umat dan masyarakat terdampak bencana dengan bekerja sama dengan semua pihak lain yang bersedia membantu.

Dalam Tahap Kedua Tanggap Darurat, tegas uskup, tim relawan akan fokus memberi bantuan berupa makanan dan minuman, family kit atau pakaian serta kebutuhan keluarga, hygiene kit atau sabun dan perlengkapan mandi, serta shelter kit atau tenda.

Sesudah Tahap Tanggap Darurat, lanjut Uskup Manado, “kita akan mempersiapkan tahap rehabilitasi dengan mengupayakan tempat tinggal sementara, mengusahakan tersedianya fasilitas air bersih, memberdayakan umat dan masyarakat di bidang ekonomi, menguatkan kapasitas pelayanan kemanusiaan dan menggelar usaha-usaha trauma healing.”

Mgr Rolly menyatakan duka mendalam atas mereka yang menjadi korban, senasib-sepenanggungan dengan mereka yang terdampak bencana, mendukung usaha-usaha para relawan, berterima kasih kepada mereka yang sudah dan akan terus membantu dan mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk mengungkapkan solidaritas kita kepada mereka yang menderita.

Bencana itu, “sungguh membuat ribuan orang meninggal dunia, puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan puluhan ribu rumah dan gedung hancur,” tulis Mgr Rolly yang dalam kunjungan itu melihat kerusakan di mana-mana.

Mgr Rolly pertama-tama berkunjung ke Gereja Katolik Santo Paulus. “Ada dapur umum. Gereja baru yang sedang dalam tahap penyelesaian masih berdiri kokoh walau ada kerusakan kecil. Gereja digunakan sebagai tempat berlindung, tidur, dan berdoa. Pastoran masih bisa dipakai walaupun ada retak di bagian kamar,” tulis uskup.

Di Stasi Sidera dan Jonooge, Kabupaten Sigi, uskup melihat umat terkumpul di halaman rumah ketua stasi. “Gereja Sidera yang sedang dibangun terkena musibah jatuhnya dinding atas bagian depan dan belakang. Kemudian kami membagikan makanan kepada masyarakat Jonooge yang tinggal di tenda-tenda,” kata uskup.

Dalam perjalanan ke Desa Jonooge, uskup melihat tenda-tenda di tanah kosong maupun di halaman gedung atau rumah, serta jalan yang terbelah dan hilang, rumah dan bangunan yang hancur, patah, miring, retak, serta persawahan yang berubah menjadi perkebunan jagung karena pergeseran oleh likuifaksi. Di Petobo, uskup melihat sekitar 700-an rumah tenggelam ditutup oleh lumpur, jalan turun dua meter dan di Pantai Talise, yang terkena dampak tsunami, uskup melihat kehancuran di mana-mana.

Ketika tiba di Kompleks Gereja dan Pastoran Santa Maria Palu, Mgr Rolly melihat banyak pastor, suster, frater, dewan pastoral, relawan dari dalam dan luar negeri, serta menyaksikan aula tempat penampungan dan distribusi bantuan.

“Ada lubang di bagian depan aula akibat dinding atas roboh, demikian juga plafon di atas panggung jatuh. Gereja yang raksasa itu masih berdiri kokoh meski ada kancingan-kancingan kawat di bawah atap terlepas. Salib besar di dinding altar masih tergantung pada tempatnya meski marmer-marmer di sekitarnya banyak yang berjatuhan merusak kursi di panti imam,” cerita uskup dalam pernyataan yang dibagikan oleh Komsos Keuskupan Manado itu.

Mgr Rolly menyaksikan solidaritas dan semangat umat yang membuka dapur umum untuk umat dan masyarakat agama lain, yang berdoa rosario dan yang merayakan Ekaristi. “Pukul 20.30, semua tim berkumpul di bawah koordinasi Ketua PSE Keuskupan Manado Pastor Joy Derry Pr untuk melaporkan dan mengevaluasi layanan hari itu serta mempersiapkan pelayanan untuk hari berikut.

Uskup melaporkan, sejak 28 September , Pastor Joy Derry yang juga penanggung jawab Caritas Keuskupan Manado menjalin komunikasi dengan Karina, Caritas Makassar, dan paroki-paroki di Kevikepan Palu, untuk merespon Bencana Palu, dan keesokan harinya uskup bersama Ketua Komsos dan Ketua PSE menyampaikan bela rasa dan solider kepada para korban, dan mengajak umat Katolik dan masyarakat untuk menyatakan kepedulian melalui rekening keuskupan.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak, umat, masyarakat, keuskupan-keuskupan, tarekat-tarekat dan seluruh komunitas nasional dan internasional yang sudah memberi bantuan konkret. Sampai 11 Oktober 2018, sumbangan yang terkumpul 2.712.023.268 rupiah. Sungguh bentuk dukungan dan solidaritas luar biasa,” tegas Mgr Rolly.

Juga dilaporkan, PSE Keuskupan telah membentuk pos pelayanan di Paroki Santa Maria Palu dan di Sentrum Agraris Lotta, Pineleng, Sulut, dan bekerja sama dengan Karitas Indonesia dan Karitas Makassar. “Posko di Lotta dikoordinir oleh staf Komisi PSE Divisi Kebencanaan dibantu suster-suster DSY, frater-frater diosesan dan Misionaris Hati Kudus Pineleng, Kaum Bapak Katolik Kevikepan Manado dan umat Keuskupan Manado,” jelas uskup.

Bantuan bahan makanan untuk Pos Pelayanan Santa Maria, lanjut uskup, didukung penuh oleh pastores dan umat paroki-paroki sekitar Palu. “Paroki Kota Raya, Beteleme, Tentena, dan Tolai menjadi pemasok logistik baik yang dikumpulkan umat maupun yang dibiayai oleh dana bantuan bencana Keuskupan Manado,” kaya uskup seraya menambahkan bahwa para pastor paroki di Kevikepan Palu membantu mengumpulkan relawan, bahkan terjun langsung menjadi relawan.

Pelayanan kemanusiaan dari Posko Santa Maria Palu, sesuai catatan Mgr Rolly, melibatkan pastor dan umat paroki di Kevikepan Palu, Karina, keuskupan-keuskupan lain (yang membantu tenaga, dana dan logistic), JPIC OFM, Camilian International, Catholic Relief Service, Caritas Jerman Indonesia, dan ERCB.

Tim kesehatan, lanjut uskup, datang dari Suster Puteri Kasih, ALMA puteri, RGS, Vincentians, Suster JMJ dari RS Gunung Maria, RS Budi Mulia, dan RS Budi Setia, dokter dan perawat dari Palu, Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) dan Perdhaki.

Posko Santa Maria mencatat sudah melayani lebih dari 2000 kepala keluarga Katolik dan non-Katolik, serta 668 pasien. “Pelayanan ini masih berlangsung dan sekarang sedang menjangkau daerah yang sama sekali belum mendapat bantuan, seperti wilayah Kulawi,” jelas uskup.

Menyadari banyak umat dari Palu mengungsi ke rumah-rumah keluarga di Manado dan sekitarnya, Mgr Rolly menegaskan, “Saya mohon supaya paroki-paroki di mana ada keluarga-keluarga ini untuk memberi perhatian dan solidaritas. Seandainya paroki membutuhkan dukungan bantuan dana dan logistik dari posko keuskupan, silahkan mengirimkan permintaan ke Komisi PSE Divisi Kebencanaan dan keuskupan akan menyalurkannya lewat paroki.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan laporan Komsos Keuskupan Manado)

Foto Komsos Keuskupan Manadi di Stasi Jannoge. Gereja Katolik Janooge. Foto Komsos Keuskupan Manado Posko Santa Maria, Palu. Foto Komsos Keuskupan Manado Mgr Rolly Untu MSC menyalami para korban dan memberi bantuan. Foto Komsos Keuskupan Manado

Pemuda Katolik Bersama Seluruh Umat Dukung Pemilu Damai - Bangka Pos

Google News - Min, 14/10/2018 - 12:53

Bangka Pos

Pemuda Katolik Bersama Seluruh Umat Dukung Pemilu Damai
Bangka Pos
"Umat Katolik sebagai bagian dari warga negara Indonesia, masyarakat Serumpun Sebelai mendukung penuh doa bersama dan deklarasi Pemilu Damai. Kami umat katolik adalah 100 persen Katolik dan 100 persen NKRI," tegas Pastor Andreas.

90 milenial muslim di Indonesia belajar Islam sekaligus ikuti workshop konten digital - merdeka.com

Google News - Min, 14/10/2018 - 11:32

merdeka.com

90 milenial muslim di Indonesia belajar Islam sekaligus ikuti workshop konten digital
merdeka.com
Setelah itu, para peserta juga akan mengundang perwakilan remaja dari beragam latar belakang agama seperti Budha, Hindu, Konghucu, Katolik dan Kristen Protestan untuk hadir di acara workshop, untuk berdiskusi santai sesama remaja mengenai ...

Tokoh Lintas Agama Berharap Pilpres 2019 Bebas Hoaks - Liputan6.com

Google News - Min, 14/10/2018 - 08:25

Liputan6.com

Tokoh Lintas Agama Berharap Pilpres 2019 Bebas Hoaks
Liputan6.com
Fokus, Jakarta - Tokoh lintas agama berharap pemilu presiden 2019 bebas berita bohong atau hoaks. Mereka juga berharap agama tidak dipakai alat untuk mengejar kekuasaan. Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (14/10/2018), sejumlah tokoh ...
Tokoh Lintas Agama Berharap Pilpres 2019 Bebas Berita BohongCNN Indonesia
Habib Umar: Seluruh Kitab Suci untuk PerdamaianJurnas
Tokoh Lintas Agama Bertemu, Cari Solusi Masyarakat Tak Terjebak Isu AgamaANTV Klik (Sindiran) (Siaran Pers) (Blog)
Islam NU (Blog) -JPNN.com
all 31 news articles »

Paus Fransiskus membuat dua uskup Chili kehilangan status klerikal

Pen@ Katolik - Min, 14/10/2018 - 01:46
Paus Fransiskus. Foto Vatican Media

Kantor Pers Takhta merilis pernyataan yang berisi keputusan Paus Fransiskus untuk laisasi atau membuat dua orang Uskup Chili kehilangan status klerikal yang mereka sandang.

Teks Pernyataan Kantor Pers Takhta Suci tentang laisisasi dua uskup Chili adalah sebagai berikut:

Bapa Suci telah menghapus status klerikal dari Francisco José Cox Huneeus, uskup agung emeritus La Serena, Cile, anggota Institute Para Imam Schoenstatt, dan Marco Antonio Fernrdenes Fernández, uskup emeritus Iquique, Chili.

Dalam kedua kasus tersebut diterapkan pasal 21 § 2, 2 ° dari motu proprioSacramentorum Sanctitatis Tutela,” sebagai konsekuensi dari pelecehan yang telah terbukti terhadap anak di bawah umur.

Keputusan, yang diambil oleh Paus pada hari Kamis, 11 Oktober 2018, itu tidak dapat diajukan banding.(PEN@ Katolik berdasarkan Vatican News)

Haris Rusli: Hanya di Indonesia Ada Pemerintah Mengadudombakan Rakyatnya - nusantaranews.co (Siaran Pers)

Google News - Min, 14/10/2018 - 00:30

nusantaranews.co (Siaran Pers)

Haris Rusli: Hanya di Indonesia Ada Pemerintah Mengadudombakan Rakyatnya
nusantaranews.co (Siaran Pers)
Tetapi dari seluruh eleman bangsa Indonesia. Dari yang beragama Islam, Kristen, Budha, Katolik, dan Hindu semua berjuang. Seluruh lapisan masyarakat, dari petani, buruh, nelayan, tentara hingga kaum tehnokrat ikut berjuang. Oleh karena itu, Pancasila ...

Puncta 14.10.18. Markus 10:17-30  Harta Kekayaan, untuk Apa?

Sesawi.Net - Sab, 13/10/2018 - 23:11
KATA-kata terakhir Steve Jobs sebelum meninggal. Dalam dunia bisnis siapa tak kenal Steve Jobs. Kesuksesan, harta kekayaan tak terpisahkan dari dirinya. Dia merenungi hidupnya saat terbaring sakit. Kekayaan, nama, kedudukan semua itu tidak ada artinya lagi. Di ranjang rumah sakit nafas maut kematian mendekatiku. Sekarang aku mengerti asal seseorang memiliki harta seperlunya untuk digunakan bagi […]

Saya Hadir untuk Menguatkan, Kata Mgr. Rolly Untu MSC di Palu dan Kawasan Lainnya (2)

Sesawi.Net - Sab, 13/10/2018 - 22:59
SEJAK tanggal 28 September, Pastor Joy Derry dalam kapasitasnya sebagai Ketua PSE Keuskupan Manado, sekaligus Penanggungjawab Caritas Keuskupan Manado telah membangun jaringan komunikasi dengan Karina KWI, Caritas Makassar, dan paroki-paroki di Kevikepan Palu, untuk merespons Bencana Palu. Berdonasi melalui Keuskupan Manado Tanggal 29, Uskup bersama Ketua Komsos dan Ketua PSE Keuskupan Manado menyampaikan belasasa dan […]

11-12 Oktober 2018: Mgr. Rolly Untu MSC Kunjungi Palu dan Kawasan Sekitarnya (1)

Sesawi.Net - Sab, 13/10/2018 - 22:39
TANGGAL 28 September terjadi gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala. Bencana ini sungguh membuat ribuan orang meninggal dunia, puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan puluhan ribu rumah dan gedung hancur. Meskipun tempat ini ada di Provinsi Sulawesi Tengah, tetapi menjadi bagian dari Keuskupan Manado. Karena itu perhatian dan […]

Franz Magnis: Sejak Pertama ke Indonesia, Saya Tak Pernah Dapat Gangguan Atas Nama Agama - KOMPAS.com

Google News - Sab, 13/10/2018 - 20:00

KOMPAS.com

Franz Magnis: Sejak Pertama ke Indonesia, Saya Tak Pernah Dapat Gangguan Atas Nama Agama
KOMPAS.com
"Selama 60 tahun sejak pertama kali datang ke Indonesia saya tidak pernah mendapatkan gangguan atas nama agama. Artinya, Indonesia adalah negara yang kondusif dalam hal kerukunan beragama," ujar tokoh Katolik senior tersebut. Pendeta Martin ...
Rohaniawan Katolik Minta Capres Tak Kampanye di Tempat IbadahMobile Akurat (Siaran Pers)
Pentingnya Dialog untuk Perkokoh Persatuan BangsaSINDOnews.com (Siaran Pers)
Romo Magnis Suseno Berharap Hadirkan Suasana Sejuk Jelang Pilpres 2019Tribunnews

all 19 news articles »

Romo Magnis: Bangsa Asing Bilang Indonesia Negara Tidak Masuk ... - RMOL.CO (Siaran Pers)

Google News - Sab, 13/10/2018 - 18:47

RMOL.CO (Siaran Pers)

Romo Magnis: Bangsa Asing Bilang Indonesia Negara Tidak Masuk ...
RMOL.CO (Siaran Pers)
RMOL. Budayawan Romo Frans Magnis Suseno bangga akan perbedaan yang ada di Indonesia dimana perbedaan itu menciptakan kerukunan dan ...
Romo Magnis Suseno Berharap Hadirkan Suasana Sejuk Jelang Pilpres 2019Tribunnews

all 21 news articles »

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator