Berita dan Event

Tak Sekadar Reuni, Alumni Tilik Merto Gelar Diskusi Bertajuk Tantangan Beragama dan Berdemokrasi - Warta Kota

Berita Seminari Tinggi - Rab, 27/06/2018 - 10:50

Warta Kota

Tak Sekadar Reuni, Alumni Tilik Merto Gelar Diskusi Bertajuk Tantangan Beragama dan Berdemokrasi
Warta Kota
Acara bertajuk Alumni Tilik Merto (ATM) 2018 yang akan berlangsung di Hall Laudato Si, Seminari Menengah St Petrus Kanisius, Mertoyudan, ini tak sekadar jadi ajang berkumpul. “Kami ingin memberikan nilai lebih kepada para peserta ATM 2018, ...

PMKRI: Pilkada Jadi Momentum Melahirkan Pemimpin Kredibel – Pilkada Serentak 2018 - Jawa Pos Radar Malang (Sindiran) (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Rab, 27/06/2018 - 10:00

Jawa Pos Radar Malang (Sindiran) (Siaran Pers) (Blog)

PMKRI: Pilkada Jadi Momentum Melahirkan Pemimpin Kredibel – Pilkada Serentak 2018
Jawa Pos Radar Malang (Sindiran) (Siaran Pers) (Blog)
jpnn.com, JAKARTA – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengajak seluruh warga masyarakat Indonesia untuk menciptakan kedamaian saat pelaksanaan Pilkada serentak di 171 daerah pada Rabu, 27 Juni 2018. PMKRI juga ...

and more »

Petani yang Tekun Menggarap Lahan dan Tanaman

Sesawi.Net - Rab, 27/06/2018 - 03:45
MENDAMPINGI orang muda memerlukan suatu pendekatan.  Pendekatan menjadi suatu jalan bagaimana para pembina mendampingi OMK. Pendekatan yang dimaksud tentu bukan sekedar alat bantu kerja saja namun pendekatan dalam pembinaan iman erat kaitannya dengan dasar teologis dan nilai injili yang ditekankan. Dalam pendekatan termuat konsep teologis, nilai kristiani dan praktik sehingga pembinaan yang dibuat tetap dalam […]

55 Th Yayasan Setia Medan bersama Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B. Sinaga OFMCap

Sesawi.Net - Rab, 27/06/2018 - 02:06
KABANJAHE di hari Rabu 20 Juni 2018, Yayasan Pendidikan Setia Medan mengadakan perayaan ulang tahun yang ke-55. Perayaan ulang tahun tersebut bersamaan dengan kunjungan Bapa Uskup Agung Medan ke Yayasan Pendidikan Setia  Medan. Perayaan dihadiri oleh Uskup Agung Medan, Pastor Vikep St. Yakobus Rasul Kabanjahe, Pastor Paroki Santa Perawan Maria Kabanjahe, Para Suster SFD, para […]

Laporan dari Beirut: Konferensi IPEV untuk Gerakan Global Melawan Kekerasan

Sesawi.Net - Sel, 26/06/2018 - 23:36
MENDEFINISIKAN apa itu kekerasan—khususnya kekerasan massal yang berdimensi sosial, politik dan ekonomi—bukanlah merupakan hal yang mudah. Padahal untuk mengatasinya diperlukan analisis dan gagasan-gagasan solutif yang tepat. Ilmu-ilmu kemanusiaan maupun ilmu-ilmu sosial telah coba menyodorkan rumusan dan analisis, tetapi tetap saja belum  mencukupi. Untuk itu diperlukan studi dan penelitian lebih lanjut jika kita benar-benar ingin mengatasi […]

Renungan Harian, Rabu: 27 Juni 2018, Mat. 7:15-20

Mirifica.net - Sel, 26/06/2018 - 19:00
ENEMUAN  kitab Taurat di rumah Tuhan membawa pertobatan pada raja Yosia dan seluruh warga Yehuda (bdk. 2Raj. 22:8-13). Oleh karenanya dibaruilah perjanjian dengan Tuhan dan hal itu didukung oleh para imam, para nabi, serta seluruh rakyat (bdk. 2Raj.23:1-3). Raja Yosia menjadi teladan pemimpin yang membawa perubahan baik bagi seluruh negeri. Rakyat pun menikmati kehidupan yang …

Pelita Hati: 27.06.2018 – Pohon yang Baik

Sesawi.Net - Sel, 26/06/2018 - 17:00
Bacaan Mat 7:15-20 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan […]

Kaul sementara butuh komitmen, waktu, pengorbanan yang sama dengan kaul kekal

Pen@ Katolik - Sel, 26/06/2018 - 16:37
Frater Robertus Adi Nugroho OP dari Jakarta bertanda tangan atas janjinya

“Pengucapan kaul sementara, meski saat ini dilakukan untuk satu tahun, seharusnya dilakukan dengan suatu visi akan pengucapan kaul kekal di masa depan. Janji ini membutuhkan komitmen, waktu, dan pengorbanan yang sama dengan kaul kekal, janji yang menjadi kesaksian akan harapan kita akan kehidupan kekal.”

Pastor Filemon Dela Cruz OP mengatakan hal itu dalam renungannya saat, atas nama Master Ordo Dominikan Pastor Bruno Cadore OP, menerima kaul sementara dari Frater Johnny Luntungan OP yang berasal dari Manado, Frater Robertus Adi Nugroho OP dari Jakarta, dan Frater Lukas Sabdaningrat OP dari Bekasi.

Pembaruan Kaul Sementara bagi Ordo Dominikan sebagai pembaruan janji religius untuk taat kepada Tuhan, Bunda Maria, Santo Dominikus, Master Ordo dan penerus-penerusnya itu berlangsung hari Minggu, 24 Juni 2018, bertepatan dengan peringatan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis. Pembaruan kaul itu dilangsungkan bersama-sama dengan doa pagi komunitas di kapel pastoran Redemptor Mundi Surabaya dan dihadiri seluruh komunitas frater dan suster Dominikan di Surabaya, serta formator Pastor Joseto Bernadas Jr OP.

Namun, dalam kehidupan religius, jelas imam dari Filipina yang bertugas sebagai kepala Rumah Santo Tomas Aquino Surabaya itu, sering muncul pertanyaan, “Bagaimana jika…?” Pertanyaan itu bisa menjadi persiapan yang baik akan masa depan, namun bisa juga menjadi sebuah cobaan.

Bagaimana jika saya tidak mampu? Bagaimana jika saya jatuh? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan keluarga saya yang sedang di luar? It semua adalah contoh-contoh pertanyaan yang sering muncul. Meski demikian, tegas imam itu, “Tuhan telah menyiapkan jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dalam hidup komunitas dan dalam relasi dengan-Nya.”

Pastor Filemon juga mengajak para frater itu untuk menanyakan kembali berbagai hal yang ada dalam peraturan-peraturan hidup bersama sebagai religius. Di situ, jelas imam itu, “Terdapat kebijaksanaan para pendahulu kita dalam regula dan konstitusi yang kita taati. Jika saja kita benar-benar memahami dan melakukannya, niscaya kita dapat menjadi orang kudus di mata Tuhan.”(fr johnny luntungan op)

Artikel terkait:

Mgr Sutikno ingatkan hidup imamat tak janjikan sukses duniawi tapi bayang-bayang salib

Pastor Napoleon-Sipalay OP: Ordo Pewarta tak kejar kuantitas tapi kualitas pelayanan bagi Gereja

Tiga frater OP bertiarap di lantai kapel/Ist Dari kiri ke kanan: Frater Lukas Sabdaningrat OP, Frater Johnny Luntungan OP, Frater Robertus Adi Nugroho OP/Ist Pastor Filemon Dela Cruz OP bersama tigra frater yang mengucapkan kaul sementara/Ist Bersama beberapa imam, suster dan frater di Surabaya/Ist

Kebijakan Agama Di Cina Jadi “Penghambat” Kesepakatan Vatikan 

UCANews - Sel, 26/06/2018 - 16:00

Seorang akademisi asal Taiwan yakin bahwa kebijakan keras soal agama di Cina bisa menjadi penghambat kesepakatan dengan Vatikan tentang pengangkatan uskup.

Suster Beatrice Leung Kit-fun, seorang peneliti dari Universitas Bahasa yang dikelola Ursulin di Wenzao, mengatakan kepada ucanews.com bahwa Tahta Suci menyebut kebijakan keras soal agama di Beijing dalam negosiasi baru-baru ini.

“Ini hambatan bagi sebuah kesepakatan antara kedua pihak,” katanya.

Pada Februari lalu, otoritas Cina menerapkan revisi undang-undang tentang agama untuk memperkuat pemantauan berbagai kegiatan keagamaan termasuk melarang anak-anak masuk ke dalam gereja dan memberi hukuman berat untuk berbagai kegiatan yang diadakan tanpa ijin.

Suster Leung mengatakan saling memahami dan memiliki itu sangat penting untuk pembicaraan tersebut meskipun jika sebuah kesepakatan ditandatangani, persyaratan itu akan sulit diterapkan.

Ia menceritakan bahwa pada awal 2008 Tahta Suci mengirim beberapa pejabat ke Taiwan untuk membicarakan hubungan non-diplomatik antara Vatikan dan Taiwan.

Hubungan Vatikan dan Taiwan, lanjutnya, semakin dekat dalam lima tahun terakhir khususnya di bawah kepemimpinan Mgr Paul Russell, mantan kepala Nunsiatur Apostolik di Taiwan. Sebuah kesepakatan tentang pendidikan tinggi ditandatangani sebagai bentuk pengakuan akan mandat akademisi, sementara pameran seni digelar untuk menjalin hubungan yang lebih baik.

Menurut Reuters, pembicaraan antara Vatikan dan Cina berlanjut pada minggu kedua bulan ini. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama sejak Desember lalu.

Paus Fransiskus mengatakan kepada media itu: “Saya kira masyarakat Cina layak mendapat Penghargaan Nobel atas kesabaran mereka. Mereka tahu cara menunggu. Waktu adalah milik mereka dan selama berabad-abad mereka memiliki budaya … Mereka adalah orang-orang bijak, sangat bijak. Saya sangat menghormati Cina.”

Paus Fransiskus diminta untuk menanggapi keprihatinan yang dirasakan oleh Kardinal Zen Ze-kiun dari Hong Kong.

Paus mengatakan ia sebelumnya menerima Kardinal Zen. Kardinal Zen adalah orang baik, tetapi ia merasa agak takut karena ia mengajar teologi di seminari milik Asosiasi Katolik Patriotik Cina.

Paus Fransiskus berbicara sangat positif tentang prospek dari sebuah kesepakatan. “Dialog merupakan sebuah resiko, tetapi saya memilih resiko dibanding kekalahan pasti yang muncul karena tidak adanya dialog,” katanya.

 

Bilamana seseorang harus menyambut Komuni Kudus?

Pen@ Katolik - Sel, 26/06/2018 - 15:11
michaelckw.blogspot.com

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

289. Bilamana Gereja mengharuskan anggota-anggotanya berpartisipasi dalam perayaan Sakramen Ekaristi Kudus?

Gereja mengharuskan warga-Nya untuk berpartisipasi dalam perayaan Sakramen Ekaristi Kudus setiap Minggu, dan pada hari-hari suci yang diwajibkan, serta menganjurkan juga pada hari-hari lainnya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1389, 1417

290. Bilamana seseorang harus menyambut Komuni Kudus?

Gereja menganjurkan kaum beriman, jika mereka mempunyai disposisi yang dituntut, menerima Komuni Kudus setiap kali mereka berpartisipasi dalam Ekaristi Kudus. Tetapi, Gereja mewajibkan mereka menerima Komuni Kudus paling sedikit satu kali dalam setahun selama masa Paskah.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1389

Seorang Ulama Di Pakistan Melayani Pasien di Katedral

UCANews - Sel, 26/06/2018 - 15:00

Lebih dari 100 umat paroki Katedral Hati Kudus Yesus di Lahore mendapat layanan kesehatan gratis dari seorang ulama.

Qari Abdul Qayyum Zaheer – seorang televangelis – dan timnya yang terdiri atas empat dokter melayani pemeriksaan dan memberi suplemen makanan pada program layanan kesehatan yang diadakan di Ruang Perawatan St. Viktoria di halaman gereja katedral pada Minggu (24/6).

Juga diadakan seminar tentang dampak cuaca panas yang ekstrim dan perubahan iklim bagi kesehatan.

“Kami hanya minta bayaran sebesar 350 rupee (sekitar 2,88 dolar AS) untuk pemeriksaan organ tubuh dan pemberian vitamin. Nominal ini sepertiga dari biaya pemeriksaan kesehatan di sebuah rumah sakit swasta. Infeksi sengatan panas (sunstroke), dehidrasi dan gastrointestinal banyak dialami pasien,” kata Zaheer kepada ucanews.com.

Organisasi Meterologi Dunia PBB telah memastikan bahwa suhu terpanas terjadi April lalu di Nawabshah, sebuah distrik bagian selatan dari Propinsi Sindh. Menurut laporan media, 65 orang tewas akibat cuaca panas di Karachi.

Zaheer – yang juga koordinator nasional Alliance in Motion atau sebuah perusahaan suplemen diet dan nutrisi – telah memberi layanan kesehatan sebanyak 15 kali di masjid dan madrasah tahun ini. Layanan kesehatan serupa diadakan di sebuah gereja Protestan bulan lalu.

“Organisasi-organisasi Islam memberi bantuan di pemukiman Kristiani hanya setelah terjadi bencana atau serangan massa. Kami menjangkau mereka dalam semangat kemanusiaan. Kesalahpahaman akan komunitas lain adalah penyebab utama terjadinya intoleransi agama,” katanya.

Pastor Inayat Bernard, pastor paroki katedral, berterima kasih kepada ulama itu atas bantuannya kepada umat paroki.

“Kami selalu mendukung kegiatan lintas-agama. Orang miskin membutuhkan bantuan di tengah pemadaman listrik yang tidak menentu dan suhu yang memanas. Kami fokus pada bantuan medis dan doa penyembuhan dengan mengunjungi para imam untuk melayani umat paroki yang tetap pergi ke gereja meskipun cuaca panas,” katanya.

“Kelompok itu senang dengan respon yang baik. Layanan lainnya akan diadakan Agustus nanti saat musim hujan angin,” lanjutnya.

Pastor Bernard memberi layanan kesehatan dengan doa di pintu masuk Ruang Perawatan St. Viktoria. Ia juga mendaraskan ayat Alquran.

 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok' - BBC Indonesia

Google News - Sel, 26/06/2018 - 14:03

BBC Indonesia

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok'
BBC Indonesia
Filipina adalah negara yang lebih dari 90% penduduknya beragama Kristen dan sebagian besar dari mereka adalah penganut Katolik, namun Duterte adalah seorang pengecam Gereja Katolik yang lantang dan terang-terangan. Karena itu bisa ...

and more »

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok' - BBC Indonesia

Google News - Sel, 26/06/2018 - 14:03

SINDOnews.com

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok'
BBC Indonesia
Dia juga memapar bahwa ucapan itu terkait dengan klaim presiden bahwa di masa kecilnya saat di sekolah Katolik, ia pernah disiksa oleh seorang pendeta. Rodrigo Duterte mulai menjabat pada Juli 2016 melalui kampanye untuk menjalankan garis keras ...
Presiden Filipina Duterte Dikecam karena Sebut Tuhan Bodohkumparan.com

all 7 news articles »

Tuduhan “Palsu” Terhadap Imam India Terkait Perkosaan

UCANews - Sel, 26/06/2018 - 13:00

Polisi Negara Bagian Jharkhand di India  menangkap seorang imam Yesuit dengan tuduhan  bersekongkol dengan penculik dan pemerkosaan geng terhadap lima aktivis sosial, tetapi para pejabat Gereja mengatakan tuduhan itu rekayasa.

Pastor Alphonse Aind, kepala Sekolah Menengah Memorial Tengah yang dikelola Yesuit di desa Kochang daerah terpencil keuskupan Khunti, diahan pada 22 Juni, sehari setelah kasus perkosaan 19 Juni dilaporkan.

Selain imam itu, dua biarawati Ursulin dan dua guru diinterogasi pada 21 Juni. Polisi membebaskan semua kecuali pastor.

Aktivis sosial dan kedua biarawati itu adalah bagian dari tim yang mendramatisasikan  di sekolah untuk membangun  kesadaran tentang perdagangan anak perempuan atas inisiatif seorang imam, yang juga pastor paroki setempat.

Enam pria dengan sepeda motor membawa perempuan itu ke daerah hutan terdekat dan memperkosa mereka pada 19 Juni.

Polisi mengatakan mereka telah menahan dua tersangka dan mencari tersangka lain.

Lebih lanjut, Polisi mengatakan drama itu membuat marah para penyerang karena mengekspresikan sentimen terhadap Pathalgadi – sebuah gerakan di antara penduduk pribumi yang mendemarkasi tanah mereka, dengan batu-batu yang mengklaim kebebasan menolak otoritas pemerintah federal atau negara bagian.

Para penyerang ingin “mengajarkan pelajaran kepada aktivis sosial,” demikian R.K. Mallik, direktur jenderal kepolisian negara bagian, mengatakan kepada media.

Para pria bersenjata membawa mereka dan dua laki-laki ke hutan menggunakan kendaraan pastor itu. Laki-laki dipaksa  untuk duduk di dalam kendaraan sementara para wanita dibawa masuk lebih jauh ke dalam hutan, kata polisi.

Laporan media yang mengutip keterangan korban mengatakan serangan itu brutal dan penuh dendam. Para pemerkosa menyerang para wanita selama empat jam dan bahkan memaksa mereka untuk minum air kencing mereka. Mereka juga mencatat serangan pada ponsel untuk digunakan sebagai bahan pemerasan.

Para pejabat Gereja mengatakan tuduhan terhadap Pastor Aind dibuat untuk melecehkan  Gereja dan menghubungkannya dengan gerakan Pathalgadi, yang telah menciptakan masalah bagi pemerintah negara bagian itu yang dijalankan oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) yang pro-Hindu.

“Ada upaya  melibatkan Gereja dalam perselisihan dan mendiskreditkan layanan baik yang telah dilakukan,” kata Sekretaris Jenderal Konferensi  Waligereja India, Mgr Theodore Mascarenhas.

Imam itu “dinyatakan bersalah terlibat dalam sembilan dakwaan serius termasuk melakukan kejahatan seperti pemerkosaan dengan sengaja untuk menolak pembelaannya.”

Para pejabat Gereja menduga langkah itu bertujuan  menempatkan Gereja dan karyanya di desa-desa dengan kesan  buruk, menghubungkan warga Gereja dengan gerakan kontroversial dan memecah belah masyarakat adat di negara itu menjelang pemilu 2019.

Gerakan Pathalgadi telah tumbuh di antara masyarakat adat di negara bagian itu dan di tempat lain di India melawan langkah pemerintah yang mengambil tanah mereka secara paksa untuk pembangunan.

Pemerintah Jharkhand telah menyebut gerakan itu tidak sah dan para pemimpin BJP menuduh kelompok-kelompok Gereja mendukung gerakan semacam itu.

“Gereja Katolik tidak ada hubungannya dengan gerakan Pathalgadi,” kata Pastor Xavier Soreng, aktivis sosial di negara bagian itu, kepada ucanews.com.

Pastor Soreng mengatakan bahwa konfraternya “dituduh bersalah.” Warga  Gereja “tidak mendukung atau menentang gerakan apa pun. Kami dibuat menderita karena membantu orang miskin berdiri di atas kaki mereka,” katanya.

Dia mengatakan tim gereja sedang berusaha untuk mendapat jaminan keamanan bagi imam itu.

Penduduk asli membentuk sekitar 16 persen dari 32 juta warga  Jharkhand.  Negara memiliki sekitar satu juta orang Kristen, atau 4,3 persen dari populasi, hampir semuanya suku asli, yang hampir dua kali lipat persentase nasional.

Dari 532.000 orang di distrik Khunti, 25 persen diperkirakan orang Kristen.

Presiden Non Jawa, 27 Tahun Lagi... - RMOL.CO (Siaran Pers)

Google News - Sel, 26/06/2018 - 10:17

RMOL.CO (Siaran Pers)

Presiden Non Jawa, 27 Tahun Lagi...
RMOL.CO (Siaran Pers)
JK menduga, butuh sekitar 100 tahun sejak merdeka, Indonesia baru punya Presiden dari luar Jawa. "Di Amerika butuh 170 tahun untuk orang Katolik jadi Presiden di Amerika, butuh 240 tahun untuk orang hitam jadi presiden di Amerika, jadi mungkin butuh ...
Jusuf Kalla: Mungkin Butuh 100 Tahun Orang Luar Jawa Jadi PresidenWarta Kota
Jusuf Kalla: Mungkin Butuh 100 Tahun Dari Kemerdekaan Orang Luar Jawa Jadi PresidenTribunnews
Butuh 100 Tahun Dari Kemerdekaan Orang Luar Jawa Jadi Presiden, Ini Analisa Wapres Jusuf KallaTribun Pontianak

all 149 news articles »

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator