Berita dan Event

Relawan Saat Bencana

Sesawi.Net - Rab, 08/08/2018 - 08:15
JUMLAH korban meninggal dunia dalam gempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan kekuatan 7 pada Skala Richter pada Minggu, 5 Agustus 20178 meningkat menjadi setidaknya lebih dari 100-an orang dan ratusan lainnya luka. Para relawan kesehatan dari berbagai penjuru negeri segera datang membantu. Apa yang sebaiknya kita lakukan? ‘The Global Foreign Medical Teams’ (FMT) […]

Lentera Keluarga – Belaskasih Abadi

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 23:44
Rabu, 8 Agustus 2018. PW. S. Dominikus Bacaan: Yer 31:1-7; Yer 31:10.11-12ab.13; Mat 15:21-28 Renungan: TUHAN Yesus digambarkan begitu “cuek” dengan penderitaan yang dialami oleh wanita Kanaan yang anaknya kerasukan setan. Sikap cuek itu digambarkan dengan “tidak menjawab permintaan”, pernyataannya kepada para murid dan perkataannya kepada wanita Kanaan. Ini jelas bukan tipe Tuhan Yesus.  Kisah […]

Belajar Dari Wanita Kanaan

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 23:18
DIKISAHKAN pada Injil hari ini, ada seorang wanita Kanaan yang tak henti-hentinya berseru kepada Yesus, memohon agar Ia menyembuhkan anaknya yang kerasukan setan. Meski menghadapi sikap negatif para murid dan memperoleh jawaban yang kurang simpatik dari Yesus, ia tidak patah semangat. Yesus amat terkesan dengan ketekunan, iman dan kerendahan hatinya. Dengan sabdaNya, Ia memulihkan putrinya. […]

Kata Mutiara – Rabu 8 Agustus 2018

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 23:14
ANDA tidak akan menemukan siapa pun yang akan berhasil tanpa berkorban dan tanpa ketahanan mental Lou Holtz Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Paus berterima kasih kepada para uskup Chili untuk upaya ‘tegas’ melawan pelecehan

Pen@ Katolik - Sel, 07/08/2018 - 19:11

Paus Fransiskus mengirimkan surat tulisan tangan kepada Ketua Konferensi Waligereja Chili pada tanggal 5 Juli. Surat itu berisi ucapan terima kasih kepada para uskup di negara itu atas “contoh yang mendidik” dari komunitas Gereja yang bersatu.

Paus juga mengapresiasi refleksi para uskup Chili atas kegagalan mereka untuk mendengarkan atau menanggapi para korban pelecehan seksual yang dilakukan klerus.

Devin Watkins dari Vatican News melaporkan, Paus Fransiskus juga “terkesan dengan karya refleksi, kebijaksanaan, dan keputusan” yang dilakukan para uskup Chili untuk menghasilkan dokumen dalam bahasa Spanyol berjudul “Deklarasi, Keputusan, dan Komitmen Konferensi Waligereja Chili.”

Paus menyebut keputusan mereka itu “realistis dan konkret” dan akan menjadi bantuan “yang menentukan” dalam menghadapi krisis.

Paus Fransiskus mengatakan sangat terkesan dengan “teladan komunitas Episkopal yang bersatu dalam penggembalaan umat Allah.” Paus menyebut teladan mereka itu “mendidik” dan “membangun Gereja.”

“Semoga Tuhan memberi rahmat berlimpah kepada kalian untuk upaya komunal dan pastoral ini,” tulis Paus.

Uskup Santiago Silva, yang menjadi alamat surat Paus itu, berterima kasih kepada Paus Fransiskus dan mengatakan bahwa kata-kata Paus itu “menghibur kami saat ini dan memperkuat kami dalam langkah koreksi, penyembuhan, dan perbaikan” ini.

Para uskup Chile bertemu pekan lalu untuk membahas krisis pelecehan seksual yang dihadapi Gereja Katolik dan kegagalan mereka dalam menanggapinya.

Dalam dokumen bersama mereka, para uskup mengakui “kegagalan dan kelalaian” mereka dan berjanji membantu para jaksa dalam menyelidiki dugaan-dugaan pelecehan seksual.

Seraya memohon maaf, para uskup Chile mengatakan mereka gagal membantu dan mendampingi para korban yang telah menderita “dosa-dosa besar dan ketidakadilan yang dilakukan oleh para imam dan klerus.”(pcp berdasarkan Vatican News)

Surat yang ditulis tangan oleh Paus Fransiskus untuk para uskup Chili. Foto Vatican Media

Renungan Harian, Rabu: 08 Agustus 2018,Mat. 15: 21 – 28

Mirifica.net - Sel, 07/08/2018 - 19:00
MAN perempuan Kanaan yang diceritakan penginjil Mateus dalam perikope Injil hari ini sungguh luar biasa. Dia berseru dengan penuh yakin ketika datang kepada Yesus, “kasihinilah aku, ya Tuhan anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan dia sangat menderita”, Melihat imannya yang luar biasa itu, Yesus pun tergerak oleh belas kasihan dan menyembuhkan anaknya. Mukjizat …

Kapan suatu tindakan itu baik secara moral?

Pen@ Katolik - Sel, 07/08/2018 - 18:00

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

367. Apa sumber-sumber moralitas tindakan manusia?

Moralitas tindakan manusia tergantung dari tiga sumber: objek yang dipilih, apakah berupa kebaikan sejati atau semu, intensi dari subjek yang melakukan tindakan, yaitu tujuan yang dimaksud oleh subjek dalam melaksanakan tindakannya, dan konteks yang berkenaan dengan tindakan itu, termasuk juga konsekuensinya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1749-1754, 1757-1758

368. Kapan suatu tindakan itu baik secara moral?

Suatu tindakan itu baik secara moral jika mencakup sekaligus kebaikan dari objek, tujuan, dan konteksnya. Objek yang dipilih dapat menyebabkan tindakan itu buruk seluruhnya (secara moral), bahkan walaupun intensinya baik. Tidaklah bisa dibenarkan melakukan suatu kejahatan agar kebaikan dapat muncul darinya. Tujuan yang jahat merusak tindakan, bahkan walaupun objeknya itu baik pada dirinya sendiri. Di lain pihak, tujuan yang baik tidak membuat suatu tindakan itu baik jika objek tindakan itu buruk karena tujuan tidak menghalalkan sarana. Keadaan konteks dapat menambah atau mengurangi tanggung jawab seseorang yang melakukan tindakan, tetapi tidak dapat mengubah kualitas moral tindakan itu sendiri. Konteks tidak pernah dapat membuat suatu tindakan yang buruk pada dirinya sendiri menjadi baik.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1755-1756, 1759-1760

369. Apakah ada tindakan yang selalu tidak halal?

Ada tindakan-tindakan tertentu yang selalu tidak halal pada dirinya sendiri karena objeknya (misalnya, menghujat Allah, pembunuhan manusia, perzinaan). Memilih tindakan-tindakan tersebut menyebabkan kekacauan kehendak. Suatu keburukan moral tidak pernah dapat dibenarkan dengan menunjuk kepada akibat baik yang mungkin dapat muncul darinya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1756, 1761

Seminar dan Misa Syukur Rayakan 64 Tahun Yayasan Marsudirini

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 17:53
KAMIS, 25 Juli 2018, menjadi saat istimewa bagi Yayasan Marsudirini. Hari itu adalah tepat 64 tahun berdirinya Yayasan Marsudirini. Misa syukur HUT ke-64 Yayasan Marsudirini dipersembahkan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang) sebagai Konselebran Utama didampingi oleh para imam konselebran yakni Ketua MPK KAS (Romo Gandhi Hartono SJ yang kemudian pindak ke […]

Pelita Hati: 08.08.2018 – Daya Juang Iman

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 17:00
Bacaan Matius 15:21-28 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata […]

Tahbisan Diakon dan Tahbisan Imam di Gereja St. Yoseph Katedral Pontianak (5)

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 16:52
TAHBISAN Diakonat dan apalagi Tahbisan Imam selalu menjadi peristiwa iman yang menarik. Tidak hanya bagi para imam yang di wilayah Keuskupan yang merasa bahagia jumlah klerus akan bertambah, namun terlebih bagi Umat Katolik setempat. Itu terjadi, karena baik Tahbisan Diakonat dan Tahbisan Imam itu bukan merupakan ‘peristiwa biasa’ yang bisa terjadi setiap bulan dan bahkan […]

Uskup Dukung Sistem KTP Nasional di Filipina

UCANews - Sel, 07/08/2018 - 16:45

Sedikitnya dua uskup telah menyampaikan dukungan terhadap implementasi sistem KTP di Filipina meskipun para aktivis memperingatkan bahwa sistem itu rawan disalahgunakan.

Uskup Balanga Mgr Ruperto Santos, ketua Komisi Pastoral Migran dan Perantau, mengatakan sistem baru itu akan memberi keuntungan bagi para pekerja migran.

“Kami mendukung sistem KTP nasional,” kata prelatus itu, seraya menambahkan bahwa sistem itu bisa mencegah suap dan birokrasi yang bertele-tela yang selalu dihadapi oleh para pekerja migran di kantor-kantor pemerintah.

“Mari kita berharap agar aturan ini tidak akan disalahgunakan,” kata Uskup Auksilier Manila Mgr Broderick Pabillo.

Presiden Rodrigo Duterte menandatangani pengesahan Undang-Undang Sistem Identifikasi Filipina yang bertujuan untuk membuat layanan publik semakin efisien.

Presiden Duterte mendesak masyarakat agar mendukung implementasi UU baru yang menurutnya akan “meningkatkan kualitas pemerintahan” dan “menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perdagangan” tersebut.

KTP tunggal yang disebut “Phil-ID” itu akan dikeluarkan bagi semua warga negara dan warga asing yang bermukim di negara itu. Semua warga negara tidak perlu lagi menyerahkan berbagai macam kartu identitas untuk pelayanan di kantor-kantor pemerintah.

Namun kelompok hak asasi manusia (HAM) Karapatan menyebut sistem KTP nasional sebagai “serigala berbulu domba.”

Cristina Palabay, juru bicara Karapatan, mengatakan sistem itu akan melahirkan “banyak pelanggaran HAM” termasuk hak warga negara untuk bebas bergerak dan untuk mendapatkan privasi serta hak untuk bebas dari pengawasan.

Ia mengatakan sistem KTP nasional “akan menjadi manuver licik untuk mengontrol dan memantau warga negara.”

“UU ini akan sangat rawan terhadap penyalahgunaan, mengingat bahwa birokrasi kita telah dikotori oleh militer dan mantan jenderal yang terbukti menghina hak warga negara,” katanya.

Ia memperingatkan bahwa UU itu menjadi “ujian terbuka bagi para pejabat yang haus akan kekuasaan untuk mengintensifkan tujuan mereka dan persekusi politik terhadap orang-orang yang menolak politik dan yang mengkritisi pemerintah.”

Menurut Karapatan, sekitar 67.000 orang menjadi korban dari berbagai bentuk ancaman, pelecehan dan intimidasi sejak Presiden Duterte menjadi presiden.

Palabay juga mengingatkan akan “tren yang mengkhawatirkan” terhadap “pasal bijaksana namun sistematis dari UU yang represif.”

Ia mengatakan usulan untuk mengamandemen UU anti-teror masih ada di Konggres, tetapi kekuasaan sudah diserahkan kepada polisi.

Aktivis HAM itu mengatakan UU Darurat Militer di Filipina bagian selatan dan sistem KTP nasional “mengarah pada obsesi rezim itu untuk menanamkan peraturan militer.”

Namun Presiden Duterte menenangkan kekhawatiran warga negara soal privasi dan keamanan. Ia mengatakan informasi yang tercakup dalam KTP baru itu akan sama dengan informasi yang telah dimiliki oleh lembaga-lembaga pemerintah sebelumnya.

Ia mengatakan pemerintah akan mengatasi isu soal privasi dan keamanan.

“Sama sekali tidak ada alasan untuk menimbulkan kekhawatiran tentang Phil-ID kecuali tentu saja kekhawatiran itu berdasarkan pada sesuatu yang mendekati ilegal,” kata Presiden Duterte.

 

Paus Fransiskus Berbelasungkawa dengan Korban Gempa Lombok - Tribunnews

Google News - Sel, 07/08/2018 - 15:55

Tribunnews

Paus Fransiskus Berbelasungkawa dengan Korban Gempa Lombok
Tribunnews
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus. TRIBUNNEWS.COM, VATIKAN - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiscus mengirimkan ucapan belasungkawa kepada para korban bencana gempa bumi di Indonesia. Terjemahan Tribun ...
Paus Fransiscus Ucapkan Berbelasungkawa atas Jatuhnya Korban di Gempa LombokTribun Jabar

all 4 news articles »

Seorang Uskup di India Dituduh Menikah, Mencuri Uang

UCANews - Sel, 07/08/2018 - 15:35

Seorang uskup di India bagian selatan sedang menghadapi kasus di pengadilan terkait tuduhan bahwa ia menyalahgunakan dana keuskupan untuk membiayai “isterinya” dan anak remaja laki-laki, namun ia membantah semua tuduhan itu.

Uskup Cuddapah (kini Kadapa) Mgr Prasad Gallela telah diminta untuk hadir pada 18 Agustus di hadapan Lok Adalat, sebuah forum non-pemerintah, untuk secara damai menyelesaikan kasus yang masih tertunda di pengadilan itu.

Prelatus itu dituduh menyalahgunakan jutaan rupee dari dana kesejahteraan sosial milik keuskupan untuk membiayai “isterinya” dan anak laki-laki berumur 18 tahun dengan mencurangi sistem administrasi Gereja.

Dua bulan lalu, dua umat awam Katolik – Mesa Ravi Kumar (40) dan Byreddy Chinnappa Reddy (65) – mengajukan gugatan terhadap Uskup Gallela.

Sebuah pengadilan di Distrik Kadapa, Negara Bagian Andhra Pradesh, meminta Uskup Gallela untuk hadir di persidangan pada 2 Agustus. Namun para pengacara uskup meminta kelonggaran waktu sehingga kasus itu ditunda hingga pekan terakhir bulan ini.

“Kami punya sejumlah dokumen solid yang diakses dari pemerintah untuk membuktikan status perkawinannya,” kata Kumar kepada ucanews.com.

Beberapa tuduhan yang diajukan terhadap Uskup Gallela antara lain pencucian uang, penyalahgunaan dana keuskupan, korupsi dan pengelabuan terhadap otoritas agama dan sipil.

Uskup Gallela menyesatkan para pemimpin Gereja dan umat Katolik karena hukum Gereja secara jelas menyatakan bahwa hanya seorang pria selibat yang bisa menjadi seorang imam dan seorang uskup, kata Kumar.

Sejumlah dokumen yang diajukan ke pengadilan mengatakan bahwa kasus itu telah diinformasikan kepada Vatikan pada November 2016 dengan detil kehidupan Uskup Gallela yang “imoral dan korup” dan tuntutan agar ia diturunkan dari jabatannya sebagai uskup, kata Kumar.

Kumar menambahkan bahwa para pemimpin Gereja belum mengambil sikap.

Para penggugat dan pendukung mereka menyebarkan salinan kartu identitas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan sertifikat tanah di mana Prasad Gallela hadir sebagai seorang suami dari seorang wanita bernama Gallela Sujatha. Mereka juga menyebarkan kartu identitas yang dikeluarkan pemerintah milik Gallela Junior Prasad, 18, anak dari pasangan tersebut.

Namun sejumlah orang meragukan keaslian dokumen itu. “Ada banyak dokumen untuk mendukung semua tuduhan itu, tapi semuanya perlu verifikasi dari otoritas yang kompeten,” kata Pastor A.X.J. Bosco, seorang imam Yesuit yang membela hak warga miskin Suku Dalit di negara bagian itu.

Imam itu mengatakan tuduhan itu sudah lama diajukan dan berkaitan dengan perjuangan kasta yang masih berlangsung di dalam Gereja dan masyarakat. Perjuangan ini mengarah pada penculikan Uskup Gallela pada April 2016. Dua imam dan 14 orang lainnya ditangkap atas tuduhan menyerang uskup itu.

“Ini semua berhubungan, tetapi sayangnya kita tidak punya bukti untuk menentukan sesuatu. Saat ini yang kita punya hanya dugaan,” lanjutnya.

Uskup Gallela mengatakan orang-orang yang menculiknya membuat tuduhan palsu terhadap dirinya. “Mereka adalah warga kelas atas dan punya kekuatan, sarana dan uang. Setiap orang takut berbicara dengan mereka. Mereka adalah Reddies, kelompok kasta yang mendominasi secara sosial, politik dan ekonomi di sini,” katanya.

Ia mengatakan wanita yang disebut sebagai isterinya adalah isteri kedua dari adik laki-lakinya yang meninggal pada 2001. Anak laki-laki dari adik laki-lakinya berumur satu tahun ketika ayahnya meninggal dunia dan seluruh keluarga menerima anak laki-laki itu beserta ibunya dan merawat mereka.

“Keluarga saya sering menjalin komunikasi dengan ibu dari anak laki-laki itu,” kata Uskup Gallela, seraya menambahkan bahwa menyebut dirinya sebagai suami dari ibu dari anak laki-laki itu merupakan “interpretasi keliru” dari hubungannya dengan ibu dari anak laki-laki itu.

Uskup Gallela mengaku siap menghadapi semua tes yang diajukan oleh Vatikan dan hukum di India dan siap menerima tes kesehatan dan penyelidikan apa pun untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah.

Pastor Stephen Alathara, wakil sekjen Konferensi Waligereja Ritus Latin di India, mengatakan konferensi telah mendengar kasus itu. “Hierarki tengah melakukan apa yang boleh dilakukan menurut hukum dan Gereja,” katanya.

Seorang pejabat senior Gereja mengatakan para pemimpin tidak bisa berkomentar karena “tidak satu pun memiliki informasi yang mamadai tentang sebuah kasus yang tengah diselidiki polisi.”

“Jika kami membantahnya hari ini dan penyelidikan membuktikannya besok, bagaimana kami akan mengatasi situasi itu?” tanyanya, seraya mengatakan umat Katolik terlibat secara aktif dalam mencari kebenaran.

 

Imbauan: Salurkan Donasi Publik bagi Korban Gempa Lombok ke Lembaga Resmi

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 14:05
BERIKUT ini imbauan publik dari Romo Vikep Yogyakarta Romo Adrianus Maradiyo  Pr yang merespon ajakan berdonasi dari pihak-pihak yang tidak ‘jelas siapanya’ dan juga tidak jelas bagaimana proses menjaga transparansi publik dan proses pertanggunganjawabannya. Mesti diingat bahwa upaya menghimpun donasi publik mesti menyertakan laporan pertanggungjawab tentang hasil donasi itu untuk apa saja dan telah dipakai […]

Para Suster Membantu Anak Timor-Leste yang Mengalami Kesulitan  Belajar

UCANews - Sel, 07/08/2018 - 12:52

Itu adalah perasaan putus asa yang menyelimuti Jose de Araujo dan istrinya ketika mereka mengetahui 15 tahun  lalu bahwa salah satu dari dua putri mereka menderita Down sindrom (cacat mental).

Dia berusia tiga tahun pada saat itu dan mereka bertanya-tanya mengapa putri mereka tidak seperti anak-anak lain pada usia yang sama.

Ketika ia terus bertumbuh dewasa, keluarga itu masih menyuap makanan, memandikan, dan mendandaninya. Mereka juga kesulitan menemukan sekolah yang akan menerimanya.

De Araujo, yang bekerja di sebuah lembaga pemerintah di Dili, ibukota Timor Leste, mengatakan bahwa dia bahkan sudah  membawanya ke Bali  untuk terapi  tahun 2013, tetapi, tidak ada perkembangan yang nyata.

“Saya menyerah dan membawanya kembali ke Timor-Leste,” katanya.

Namun, tujuh bulan yang lalu dia menemukan Yayasan Bhakti Luhur, sebuah pusat rehabilitasi yang dikelola oleh Asosiasi Lembaga Misionaris Awam – yang dikenal sebagai  Suster ALMA – untuk para penyandang disabilitas dan anak yatim-piatu.

“Saya bertanya kepada suster apakah putri saya dapat bergabung dengan anak-anak lain untuk sesi terapi yang tidak mengharapkan mereka setuju, tetapi para biarawati mengatakan ya,” katanya.

Tujuh bulan berlalu, De Araujo mengatakan ada kemajuan yang signifikan.

“Saya benar-benar bahagia, dia secara fisik lebih sehat, dapat berbicara lebih baik, dan dapat makan dan mandi sendiri,” katanya, memuji para suster karena keterampilan dan dedikasi mereka.

“Putriku sekarang berada di tangan orang  yang baik,” katanya.

Suster Bergita Nganus ALMA, Ketua  Yayasan Bhakti Luhur Timor-Leste, mengatakan bahwa pusat rehabilitasi tersebut saat ini menangani 53 anak, 38 di antaranya menderita autisme atau gangguan perkembangan lainnya, sedangkan sisanya adalah anak yatim atau anak-anak dari keluarga broken home.

Sebagian besar mereka tinggal di pusat rehabilitasi, tetapi beberapa orang tinggal dengan keluarga mereka, seperti anak perempuan De Araujo, katanya.

Anak-anak sering diserahkan kepada kami karena sekolah formal tidak dapat membantu mereka. Sekolah-sekolah kami segera menemukan anak-anak ini mengalami kesulitan belajar, terutama dalam membaca dan menulis dan dibawa ke  ke pusat rehabilitasi ALMA ini.

Di pusat rehabilitasi ini mereka diajarkan sampai mereka dapat membaca dan menulis.

“Untungnya, ada satu sekolah dasar negeri yang kemudian akan menerima mereka yang mencapai tahap itu,” katanya.

Dia mengatakan bahwa para suster dapat memberikan perhatian lebih yang dapat dilakukan oleh sekolah biasa, sehingga apa yang diajarkan dapat dilakukan dengan kecepatan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tetapi masalahnya ketika mereka berusia 17 tahun. Para biarawati dan keluarga bekerja sama tentang cara terbaik untuk menghadapi anak-anak yang menuju usia  dewasa yang masih mengalami kesulitan belajar.

Suster Makrina Lewo ALMA, pemimpin terapis di pusat rehabilitasi itu, mengatakan bahwa semakin bertambah usia mereka semakin sulit untuk bekerja. Ini terutama dalam kasus dengan autisme di mana hasil terbaik adalah dengan anak-anak berusia 3-4 tahun.

Namun, Suster Lewo, yang memiliki pengalaman satu dekade dengan anak-anak dengan gangguan belajar, mengatakan banyak dari anak-anak telah membaik.

“Misalnya, mereka yang datang pertama kalinya dengan banyak kemarahan sekarang dapat berkomunikasi lebih baik,” katanya.

Pusat rehabilitasi ini memiliki sembilan biarawati dan seorang wanita awam yang mengajar anak-anak dari Senin hingga Jumat setiap minggu.

 

Perhatian pemerintah

Didirikan di Jawa Timur tahun 1964 oleh Pastor Belanda Pengikut Vincentius a Paulo, Paul Hendrikus Janssen CM,  para Suster ALMA telah bekerja di antara orang Timor-Leste yang miskin sejak Oktober 2004.

Awalnya mereka menyewa sebuah rumah kecil tetapi ketika pekerjaan mereka berkembang, karya mereka menjadi perhatian perdana menteri, Xanana Gusmao.

Pada  Oktober 2009, Kementerian Solidaritas Sosial, mulai memberikan dukungan keuangan yang memungkinkan para suster memperluas fasilitas mereka.

Florencio Pina Dias Gonzaga, direktur Pembangunan Sosial Nasional di Kementerian Solidaritas Sosial, mengatakan setiap tahun pemerintah memberikan hibah kepada lembaga yang membantu orang miskin, korban kekerasan dalam rumah tangga, dan anak-anak penyandang disabilitas, termasuk ALMA.

“Kami memberikan uang untuk sarana dan prasarana seperti pembangunan fasilitas, tergantung permintaan kebutuhan masing-masing lembaga,” katanya.

“Kami juga mendukung berbagai kegiatan untuk membantu pertumbuhan rohani dan fisik anak-anak, seperti kursus musik atau komputer,” katanya.

Cesario da Silva, manajer program dari  Asosiasi Penyandang Cacat Timor-Leste (ADTL), yang mengawasi 18 kelompok nirlaba yang bekerja dengan anak-anak penyandang cacat, mengatakan bantuan pemerintah disambut baik tetapi masih banyak yang harus dipersiapkan.

“Layanan langka di setiap area, karena sumber daya manusia yang tidak memadai dan kekurangan dana,” katanya.

 

Uskup Dukung Rencana Penyelamatan Warga Filipina yang Diculik di Libya

UCANews - Sel, 07/08/2018 - 11:42

Seorang uskup Katolik di Filipina telah menyatakan dukungan terkait rencana pemerintah menyelamatkan tiga pekerja migran Filipina yang diculik di Libya bulan lalu.

Uskup Rufino Santos, ketua Komisi  Migran dan Perantau Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan dia mendukung usulan Presiden Rodrigo Duterte untuk mengirim tim  guna membantu menyelamatkan warga Filipina.

“Ya, kami mendukung,” kata prelatus itu dalam sebuah wawancara. “Kami harus menunjukkan solidaritas kami dan  kami serius untuk pembebasan warga Filipina yang menjadi korban penculikan,” kata Uskup Santos.

Prelatus itu juga meminta Departemen Luar Negeri Filipina  melakukan yang terbaik untuk membantu menyelamatkan tiga insinyur Filipina dan seorang warga Korea Selatan yang diculik dari sebuah lokasi proyek air pada 6 Juli.

“Kami menyerukan kepada (Kantor Urusan Luar Negeri) kami untuk melakukan segala upaya membebaskan  tiga insinyur Filipina yang diculik di Libya,” kata Uskup Santos.

Pada 4 Agustus, Angkatan Laut Filipina mengumumkan bahwa unit armada lautnya sedang mempersiapkan “paket kekuatan yang sesuai” untuk membantu warga Filipina yang diculik.

Korea Selatan telah mengerahkan kapal perang seberat 4.000 ton,  yang merupakan bagian dari operasi anti pembajakan di Teluk Aden.

“Setiap kehidupan itu penting, berharga. Satu nyawa berharga,” kata Uskup Santos, seraya menambahkan bahwa orang-orang Filipina di Libya “hanya memiliki niat melakukan yang terbaik untuk melayani negara tempat mereka berada.”

Pekan lalu, Duterte mengatakan Filipina akan mengirim dua kapal perang ke Libya untuk bergabung dengan upaya mengamankan pembebasan para korban penculikan.

“Jika mereka mulai menyakiti ketiga orang Filipina di sana, saya akan mengirim unit tersebut,” katanya dalam sebuah pidato di wilayah Mindanao, Filipina selatan, pada 3 Agustus.

Ketiga insinyur Filipina itu bekerja sebagai teknisi di sebuah perusahaan  air di Libya ketika mereka diculik.

Sebuah video yang dibagikan di media sosial menunjukkan empat pekerja yang diculik dengan seorang penjaga bersenjata yang terlihat di belakang mereka.

Asisten Sekretaris Luar Negeri Elmer Cato mengatakan kantornya telah melakukan yang terbaik untuk memastikan “keamanan dan pembebasan yang segera” untuk warga Filipina yang diculik.

Sementara itu, Uskup Santos meminta pekerja Filipina yang tidak berdokumen di Uni Emirat Arab untuk memanfaatkan program amnesti yang ditawarkan oleh negara tuan rumah.

“Ini sangat bermanfaat dan berkat bagi pekerja (Filipina) yang tidak berdokumen untuk memperbaiki status imigrasi mereka atau pulang tanpa dihukum,” kata prelatus itu.

Program ini dimulai pada 1 Agustus dan akan berlangsung hingga 31 Oktober bagi pekerja migran dari berbagai negara yang telah melewati batas visanya untuk meninggalkan negara tanpa dampak hukum apa pun.

Pekerja migran dikenai denda setiap hari karena tinggal melampaui visa mereka dan dilarang pergi sampai mereka membayar.

Departemen Luar Negeri mengatakan sekitar 30.000 warga Filipina bisa terkena nampak.

 

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Hari Raya Maria Diangkat ke Dalam Kemuliaan Surgawi

Mirifica.net - Sel, 07/08/2018 - 08:51
Dapatkah Firdaus Pulih Kembali? Empat hal mengenai Maria dinyatakan sebagai ajaran iman. Dua di antaranya berasal dari zaman para Bapa Gereja, yakni (1) Maria tetap Perawan, (2) Maria Theotokos – Maria mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus, dan dua lainnya dari abad 19 dan 20 meskipun sudah dirayakan sejak berabad-abad sebelumnya, yaitu: (3) Maria dikandung tanpa …

Puncta 07.08.18. Matius 14:22-36: “O Kawula Punika”

Sesawi.Net - Sel, 07/08/2018 - 08:08
SAYA selalu ingat lagu rohani dalam bahasa Jawa yang diajarkan oleh katekis waktu mau terima komuni pertama. Syairnya begini: “Oh kawula punika palwa upaminya. Alit tur tan prakosa ngambahing samodra. Dipun tempuh prahara lan aluning samodra. Dhuh Dewi Mariyah pangayoman amba.” Terjemahannya begini: Oh hamba ini seumpama perahu sampan. Kecil dan rapuh tidak perkasa berlayar […]

Rezim Orde Baru dan Politikus Kasta Paling Rendah - KOMPAS.com

Google News - Sel, 07/08/2018 - 07:17

KOMPAS.com

Rezim Orde Baru dan Politikus Kasta Paling Rendah
KOMPAS.com
PDI merupakan gabungan Partai Nasional Indonesia, Partai Kristen Indonedis, Partai Katolik, dan Partai Musyawarah Rakyat Banyak. Sedangkan PPP, hasil penggabungan Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia, Partai Syarikat Islam Indonesia ...

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator