Berita dan Event

Sejarah Keuskupan Manado: Kawatak Desa 100% Katolik, Gereja tanpa Dinding Warisan Pastor Freds Tawaluyan Pr

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 23:01
DI Keuskupan Manado ada dua desa yang dikenal sebagai 100 persen katolik. Yang satu adalah Desa Kroit di Paroki Tompaso Baru dan yang satunya lagi Desa Kawatak di Paroki Langowan. Saat hari libur nasional tanggal merah, 29 Mei Hari Raya Waisak, saya diajak berziarah ke KawataK oleh umat Wilayah Rohani St. Andreas Bahu, Paroki St. […]

Jadi SaksiNya yang Bertanggung jawab

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 22:48
LEWAT perumpamaan pada hari ini, kita diajak untuk merefleksikan kembali pengalaman hidup kita sebagai murid Kristus. Apakah selama ini kita sudah hidup seturut kehendakNya? Ataukah kita lebih memilih untuk hidup semau kita meskipun jelas-jelas bertentangan dengan ajaranNya? Sadari bahwa berkat pengurbanan Kristus, kita dibebaskan dari kekuasaan maut dan kelak memperoleh kehidupan abadi bersamaNya. Kemurahan hatiNya […]

Kata Mutiara – Senin 4 Juni 2018

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 22:41
RASA syukur adalah penangkal emosi negatif, penetral rasa iri, permusuhan, kekhawatiran, dan kekesalan. Rasa syukur membuat kita dapat menikmati; tidak menganggap remeh, berorientasi pada saat ini. Sonja Lyubomirsky Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

STIKes Suaka Insan Banjarmasin Asuhan Suster SPC Jalani Try Out UKNI ke-15 Tahun 2018

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 21:59
ASOSIASI Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) telah menetapkan 48 Tempat Uji Kompetensi (TUK) di seluruh Indonesia sebagai Center dan Pengawas Pusat Try Out Uji Kompetensi Ners Indonesia (TO UKNI) ke-15 tahun 2018. Wilayah regional Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah telah menggunakan CBT (Computer Based Test) STIKes Suaka Insan Banjarmasin asuhan Kongregasi Suster SPC sebagai center […]

Pay It Forward

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 20:01
TIGA  hari lalu saya mengalami kecelakaan kecil. Malam hari, ketika asyik mencari rumah saudara di daerah Pejaten, tiba-tiba lubang got menganga tanpa tutup, menghadang di pinggir jalan sempit itu. Tak ayal lagi, kaki kanan terperosok ke dalamnya. Selokan dangkal dan kering, namun cukup membuat terkejut dengan bereaksi menyeimbangkan badan ke sisi kanan. Tembok kokoh yang diplester […]

Renungan Harian, Senin: 04 Juni 2018, Mrk. 12:1-12

Mirifica.net - Min, 03/06/2018 - 19:00
MAN dan perbuatan seharusnya sepaket. Seorang yang beriman sepatutnya bersikap adil dalam hidup harian. Namun, kenyatannya tak selalu demikian. Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang penggarap kebun anggur. Mereka dipercaya untuk mengurus kebun anggur. Namun, mereka memukul setiap utusan yang dikirim tuannya. Bahkan, anak pemilik kebun anggur pun mereka bunuh. Perumpamaan ini merujuk pada diri Yesus …

Pelita Hati: 04.06.2018 – Dewasa dalam Bersikap

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 17:00
Bacaan Markus 12:1-12 Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka […]

Buka LKK PMKRI, Bupati Sintang Minta Kader Persiapkan Diri Menuju Indonesia Emas - Tribun Pontianak

Google News - Min, 03/06/2018 - 15:56

Tribun Pontianak

Buka LKK PMKRI, Bupati Sintang Minta Kader Persiapkan Diri Menuju Indonesia Emas
Tribun Pontianak
ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri sekaligus membuka kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Sintang Santo Agustinus di Bangsal Sebeji Jalan Teluk ...

Minggu, 3 Juni 2018 Mrk 14 : 12-16.22-26: Life is Giving

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 15:46
KADANG kita merasa agar bisa memberi, kita harus terlebih dahulu memiliki, kaya atau minimal hidup berlebih dari kebutuhan rata-rata orang. Juga kadang kita berfikir bahwa memberi itu hanya terfokus pada hal hal materi. Jika demikian, maka sangat lama dan sulit bagi kita untuk bisa memberi. Hal ini berbeda dengan perjuangan orientasi hidup Yesus dalam sabda-Nya […]

Kisah di Balik Devosi Kebangsaan “Maria - Bunda Segala Suku” - Tribunnews

Google News - Min, 03/06/2018 - 15:29

Tribunnews

Kisah di Balik Devosi Kebangsaan “Maria - Bunda Segala Suku”
Tribunnews
Mengingat lomba ini tidak hanya terbatas bagi semina Katolik saja, hadir dalam acara pembukaan itu antara lain, I Wayan Sumerta dari Hindu, Bante Badra Palu dari Budha, Fu Kwet Khiong dari Gereja Santapan Rohani Indonesia (GSRI) Jakarta, juga DR ...

Pelatihan Paralegal CWCT-IBSI: Memperjuangkan Harkat dan Martabat Manusia melawan Praktik Perdagangan Orang (2)

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 11:00
JUDUL resminya memang ‘hanya’ seminar dan lokakarya paralegal untuk para suster biarawati yang mendapat tugas berkarya di bidang kemanusiaan yakni merawat, melindungi, dan membantu para korban praktik perdagangan orang. Namun, sebagai peserta Pelatihan Paralegal di Jakarta Timur tanggal 15-18 Mei lalu itu, penulis melihat aspek yang lebih dalam lagi yakni merefleksikan sejauh mana dan sampai […]

Bupati Resmikan Gereja Jelang Buka Puasa - Pemkab Jember (Siaran Pers)

Google News - Min, 03/06/2018 - 10:50

Pemkab Jember (Siaran Pers)

Bupati Resmikan Gereja Jelang Buka Puasa
Pemkab Jember (Siaran Pers)
Bupati mengungkapkan, Jember punya aset yang luar biasa, yakni Gereja Katolik tertua di Kabupaten Jember. Gereja yang berdiri sejak Indonesia merdeka ini perlu dirawat bersama-sama. Gereja ini diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religius.

Mrk 11: 27-33: Hidup karena Percaya

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 09:35
Ya Tuhan, kupercaya. Aku percaya…, Lewati lembah airmata. Aku percaya…, FirmanMu, Ya dan amin. Aku percaya…, Kemenangan sudah Kau jamin. Aku percaya…, Cuplikan lagu ini sekadar mengilustrasikan, pilihan sikap untuk percaya dan mengimani Yesus itu tidak mudah, namun menjanjikan. Juga, tidak semua orang berani percaya dan mengimani-Nya. Seperti halnya sikap kaum Farisi yang sangat menyangsikan […]

Kaum Muda, Ayo Temukan Kebahagiaanmu di Tengah Masalah Kekinian

Sesawi.Net - Min, 03/06/2018 - 09:24
SEBUT saja Elisa, seorang karyawati perusahaan swasta yang berlokasi di pusat Kota Jakarta. Elisa seharusnya bangga, selepas kuliah ia langsung mendapat pekerjaan yang baik. Setidaknya itulah yang dikatakan ayah dan ibunya saat mengetahui bahwa anak perempuan semata wayang mereka ini sudah mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi, lain di mulut, lain di hati. Sesungguhnya Elisa merasa sedih. […]

WNI Dilarang Masuk Israel, Ini 3 Situs Agama Paling Penting - Warta Kota

Google News - Min, 03/06/2018 - 04:31

Warta Kota

WNI Dilarang Masuk Israel, Ini 3 Situs Agama Paling Penting
Warta Kota
Israel selama ini diketahui menjadi gerbang masuk untuk ziarah keagamaan oleh penganut tiga agama, yakni Islam, Katolik atau Kristen, dan Yahudi. Baca: Israel Larang WNI Masuk, KWI: Umat Katolik Indonesia Dirugikan. Keputusan Israel untuk melarang ...
WNI Paling Banyak Menghabiskan Uang saat Wisata ke Israel/Palestina. Ini Produk Paling DigandrungiTribun Jambi

all 69 news articles »

Tubuh

Pen@ Katolik - Sab, 02/06/2018 - 23:59

(Renungan pada Hari Raya Tubuh dan Darah Yesus Kristus, 3 Juni 2018, berdasarkan Injil Markus 14: 12-16, 22-26)

Tubuh kita adalah bagian integral dari kemanusiaan kita dan diciptakan oleh Tuhan sebagai sesuatu yang baik. Tubuh kita adalah sebuah karunia. Dengan cuma-cuma, kita menerima tubuh kita dari orang tua kita, dan orang tua kita dari orang tua mereka dan ini berlangsung terus sampai kita menemukan Tuhan sebagai sumber dari karunia ini. Karena tubuh kita adalah karunia dari Tuhan, kita dipanggil untuk menghormati tubuh kita sebagaimana kita menghormati Sang pemberi karunia.

Sejak awal mulanya, Gereja telah berjuang melawan berbagai ajaran sesat yang merongrong integritas dan kesucian tubuh. Gereja dengan gigih membela kebaikan tubuh melawan sekte Gnostik yang mengajarkan tubuh sebagai jahat, penjara bagi jiwa kita, dan kutukan bagi eksistensi kita. Saya adalah anggota Order of Pewarta (atau Dominikan), dan Ordo ini didirikan untuk keselamatan jiwa-jiwa. Beberapa teman saya mengomentari mengapa kami hanya menyelamatkan jiwa dan mengabaikan aspek lain dari kemanusiaan kita. Saya mengingatkan mereka bahwa Ordo ini awalnya didirikan untuk memerangi sekte Albigensian, dan salah satu ajaran dasar mereka adalah bahwa tubuh adalah jahat, bahwa bunuh diri adalah sarana yang baik untuk mencapai pembebasan akhir. Untuk mewartakan dan berjuang bagi kebaikan dan integritas tubuh kita adalah mendasar bagi pewartaan Dominikan, seperti juga untuk pewartaan Gereja.

Sayangnya, ajaran gnostik tetap bertumbuh dan mengambil bentuk-bentuk baru di dunia modern. Kesucian tubuh kita terus diremehkan dan bahkan menjadi sebuah komoditas. Perdagangan manusia adalah salah satu pelanggaran terbesar terhadap tubuh kita. Perempuan muda, sebagian besar dari latar belakang miskin, terjebak ke dalam prostitusi dan menjadi objek seks belaka. Anak-anak muda dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi di banyak negara. Pengambilan organ tubuh telah menjadi bisnis paling menggiurkan yang melibatkan jumlah uang yang luar biasa besar. Ada harga untuk setiap organ yang kita miliki. Bahkan, ada cerita di media sosial tentang seorang remaja yang menjual ginjalnya untuk membeli iPhone model terbaru. Tambahan ‘tubuh’ lain di dalam rahim menjadi sebuah beban dan hambatan untuk kemajuan diri dan pengembangan karier, dan dengan demikian, lebih baik untuk mengaborsi ‘tubuh’ ini sebelum mereka tumbuh dan menjadi masalah yang lebih besar.

Hari ini kita merayakan tubuh dan darah Yesus Kristus, dan kita diundang melalui bacaan Injil, untuk kembali ke Perjamuan Terakhir Yesus. Di sana, Yesus dengan bebas mempersembahkan tubuh-Nya sebagai karunia kepada murid-murid-Nya, “Ambillah, ini tubuh-Ku.” Dia kemudian meminta para murid ini untuk membagikan tubuh-Nya yang telah mereka terima kepada generasi murid-murid masa depan. Yesus menerima tubuh-Nya sebagai karunia, dan sekarang, dalam Perjamuan Terakhir-Nya, Dia memberikan karunia ini agar kita dapat memiliki kehidupan yang penuh. Ini adalah dasar dari Ekaristi, juga inti dari seksualitas Kristiani.

Di dalam sakramen pernikahan, suami dan istri tidak lagi “dua tetapi satu tubuh.” Ketika kedua pasangan menghadap altar Allah, mereka mengakui bahwa tubuh mereka adalah karunia dari Tuhan, dan dengan mempersembahkan tubuh mereka kepada pasangan mereka, mereka menghormati Tuhan yang telah menciptakan mereka. Kita menentang seks pra-nikah dan seks di luar nikah karena hanya saat tubuh kita diberikan secara bebas dan total dalam komitmen pernikahan, kita selalu akan selalu menghancurkan tubuh kita. Tubuh suami atau istri bukan sekadar “milik” atau objek untuk memuaskan kebutuhan seksual dan psikologis, tetapi itu adalah karunia dari Tuhan yang bahkan menuntun kita untuk menghargai tubuh kita sendiri. Dalam pernikahan, suami dan istri memberikan tubuh mereka sebagai karunia terhadap satu sama lain dalam kasih dan hormat, sehingga mereka dapat memiliki kehidupan yang lebih berlimpah dan juga, mereka dapat menyambut tubuh baru, kehidupan baru, karunia baru, ke dalam pernikahan mereka.

Kehidupan pernikahan adalah salah satu di antara beberapa cara dimana kita bisa menerima dan mempersembahkan tubuh kita sebagai karunia. Kehidupan selibat yang didedikasikan untuk melayani sesama adalah cara lain untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai karunia. Seperti Yesus dalam Perjamuan Terakhir, hanya dengan menerima tubuh kita sebagai karunia dan dengan bebas mempersembahkannya sebagai karunia, kita memiliki kehidupan yang penuh dan bermakna.

Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno OP

 

Kidung Magnificat, Kapirit Lukas 1: 39-56

Sesawi.Net - Sab, 02/06/2018 - 23:32
Mijil 1. Elisabeth lan Maria nenggih, Maria mirantos, Lumaksana marang paredene, Nuju kutha tlatahe Yahudi, Mlebet wismaneki, Zakharia niku. 2. Atur salam Elisabeth nguni, Nenggih kacariyos, Elisabeth mireng tur salame, Sigra njondhil ponang jabang bayi, Neng lebeting rahim, Hyang Roh Suci penuh. 3. Sigra nguwuh aturira iki, Binerkahan Manon, Nadyan samai-sami wanitane, Saha pinuji ugi […]

Dari Filipina untuk Pancasila

Sesawi.Net - Sab, 02/06/2018 - 23:22
INI catatan refleksi tentang peringatan Hari Lahirnya Pancasila tangga 1 Juni. Persatuan Indonesia adalah anugerah Tuhan. Pada peringatan Hari Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 2018, saya mencoba merefleksi Pancasila dalam terang Injil Yohanes 17:20-21. “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua […]

Puncta 03.06.18: Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Sesawi.Net - Sab, 02/06/2018 - 20:55
UCAPAN Yesus “Inilah tubuhKu” dan “Inilah darahKu” bukan sekedar daging, tulang atau darah. Itu menyangkut seluruh hidup. Tubuh berhubungan dengan kematian Yesus yang diberikan demi kehidupan kita. Darah adalah kehidupan. Tanpa darah,  tidak ada hidup. Darah ditumpahkan berarti nyawa dipersembahkan. Dengan mati di salib, Yesus menumpahkan darahNya bagi kita. Dengan minum cawan yang adalah lambang […]

RIP Sr. Maria Paul Siseng OSU di Ende, Flores, NTT

Sesawi.Net - Sab, 02/06/2018 - 20:51
KABAR duka kali ini datang dari Ordo Suster St. Ursula (Suster Ursulin) Dari Sr. Asia OSU, kami memperoleh kabar lelayu sebagai berikut: Sr. Maria Paul Siseng OSU, kelahiran Manggarai, Flores, NTT, 6 Juli 1943. Almarhum meninggal dunia di Ende, Flores: Jumat, 1 Juni 2018. Misa requiem 1 sudah berlangsung hari Sabtu tanggal 2 Juni 2018 […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator