Berita dan Event

Catatan Perjalanan ke OKU Timur – Sumsel: Tabernakel dan “Gereja Musiman” (5)

Sesawi.Net - Min, 07/01/2018 - 14:59
SENIN pagi (25/12) Misa Natal di Paroki Para Rasul Kudus. Saya baru beranjak ke kamar mandi pukul 06.30 WIB. Perayaan Ekaristi akan dimulai pukul 07.00. Tampaknya saya akan terlambat ke gereja. Biasanya,  15 menit sebelum misa, saya sudah berada di sekitar altar untuk menyiapkan segala sesuatu berkenaan dengan Perayaan Ekaristi. Tapi kali ini, saya baru […]

Jokowi ke Rote, Permohonan Soal Laut Timor Perlu Ditindaklanjuti - BeritaSatu

Google News - Min, 07/01/2018 - 12:54

BeritaSatu

Jokowi ke Rote, Permohonan Soal Laut Timor Perlu Ditindaklanjuti
BeritaSatu
Demikian disampaikan antropolog Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Gregor Neonbasu SVD menanggapi apa yang disampaikan Nisnoni ketika bertemu dengan Jokowi pada Kamis (4/1) lalu di Istana Bogor, Jawa Barat. Menurut Gregor, keluhan Raja Kupang itu ...

and more »

Apa rencana Allah untuk manusia?

Pen@ Katolik - Min, 07/01/2018 - 10:48

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

  1. Apa rencana Allah untuk manusia?

Allah, yang sempurna dan penuh bahagia, berencana membagikan kebaikan-Nya dengan menciptakan manusia agar manusia ikut ambil bagian dalam kebahagiaan-Nya. Dalam kepenuhan waktu, ketika saatnya tiba, Allah Bapa mengutus Putra-Nya sebagai Penebus dan Penyelamat manusia, yang sudah jatuh ke dalam dosa, memanggil semuanya ke dalam Gereja-Nya, dan melalui karya Roh Kudus, mengangkat mereka sebagai anak-anak-Nya dan pewaris kebahagiaan abadi.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1-25

”Betapa besar dan sungguh agunglah Engkau, ya Allah. …

Engkau telah menciptakan kami untuk Diri-Mu,

dan tidak tenanglah hati kami

sampai kami beristirahat dalam Engkau”

(Santo Agustinus)

  1. Mengapa manusia mempunyai kerinduan akan Allah?

Allah, dalam menciptakan manusia menurut citra-Nya, telah mengukirkan dalam hati manusia kerinduan untuk melihat Dia. Bahkan walaupun kerinduan ini diabaikan, Allah tidak pernah berhenti menarik manusia kepada Diri-Nya karena hanya dalam Dialah manusia dapat menemukan kepenuhan akan kebenaran yang tidak pernah berhenti dicarinya dan hidup dalam kebahagiaan. Karena itu, menurut kodrat dan panggilannya, manusia adalah makhluk religius yang mampu masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Hubungan akrab dan mesra dengan Allah mengaruniakan martabat kepada manusia.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 27-30, 44-45

  1. Bagaimana mungkin manusia mengenal Allah hanya melalui terang

Dengan bertolak dari ciptaan, yaitu dari dunia dan pribadi manusia, hanya melalui akal budinya manusia dapat mengenal Allah secara pasti sebagai asal dan tujuan alam semesta, sebagai kebaikan tertinggi, dan sebagai kebenaran dan keindahan yang tak terbatas.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 31-36, 46-47

  1. Apakah terang akal budi saja sudah memadai untuk mengenal misteri Allah?

Jika hanya melalui terang akal budi saja, manusia mengalami banyak kesulitan untuk mengenal Allah. Dengan kekuatannya sendiri, manusia sungguh-sungguh tidak mampu masuk ke dalam kehidupan intim misteri ilahi. Karena itu, manusia membutuhkan pencerahan melalui wahyu; tidak hanya untuk hal-hal yang melampaui pemahamannya, tetapi juga untuk kebenaran religius dan moral, yang sebenarnya tidak melampaui daya tangkap akal budi manusia. Bahkan dalam kondisi saat ini, kebenaran-kebenaran tadi dapat dipahami dengan mudah oleh semua manusia, secara pasti, dan tanpa kesalahan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 37-38

  1. Bagaimana kita dapat bicara tentang Allah?

Sebagai titik tolak, kita berbicara tentang kesempurnaan manusia dan ciptaan lainnya, yang – meskipun terbatas – merupakan cerminan kesempurnaan Allah yang tak berkesudahan. Namun, kita perlu terus-menerus memurnikan bahasa kita sejauh itu mungkin walaupun harus kita sadari bahwa kita tidak akan pernah dapat mengungkapkan misteri Allah yang tak terbatas.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 39-43, 48-49

  1. Apa yang diwahyukan Allah kepada manusia?

Dalam kebaikan dan kebijaksanaan-Nya, Allah mewahyukan Diri. Melalui sabda dan karya, Allah mewahyukan Diri dan rencana-Nya yang berasal dari cinta kasih yang dalam Kristus telah dinyatakan sejak kekal. Menurut rencana ini, semua umat manusia, melalui rahmat Roh Kudus, mengambil bagian dalam kehidupan ilahi sebagai ”anak-anak angkat” dalam Putra Tunggal Allah.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 50-53, 68-69

  1. Apa saja tahap-tahap awal pewahyuan Allah?

Sejak awal mula, Allah mengungkapkan Diri-Nya kepada leluhur kita yang pertama, Adam dan Hawa, dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam persatuan yang intim dengan-Nya. Sesudah kejatuhan mereka ke dalam dosa, Allah tidak menghentikan pewahyuan-Nya kepada mereka, tetapi menjanjikan penebusan bagi semua keturunan mereka. Sesudah bencana air bah, Allah membuat perjanjian dengan Nabi Nuh, perjanjian antara Allah sendiri dengan semua makhluk hidup.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 50-53, 68-69

PMKRI Sangat Strategis jika Tetap Kritis dan Independen - JPNN.com

Google News - Min, 07/01/2018 - 10:25

JPNN.com

PMKRI Sangat Strategis jika Tetap Kritis dan Independen
JPNN.com
Secara khusus, Taslim mendorong para alumni PMKRI di seluruh Indonesia untuk membantu para delegasi MPA dari cabang-cabang PMKRI guna berpartisipasi dalam Kongres dan MPA di Palembang. Diberitakan sebelumnya, DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik ...

RIP Romo Amatus OFM di Jayapura

Sesawi.Net - Min, 07/01/2018 - 10:12
KABAR duka terjadi di Jayapura pada hari Sabtu tanggal 6 Januari 2018 semalam. Telah meninggal dunia setelah beberapa lama sakit yakni: Pastor Amatus OFM, imam religius Ordo Fatrum Minorum (OFM). Beberapa lamanya, alm. Pastor Amatus pernah dirawat di RS Sint Carolus karena gangguan ginjal. Menurut Romo Vincentius Darmin Mbula OFM di Jakarta, usai mendapat perawatan […]

Brevir Siang, Minggu: 07 Januari 2018, O PEKAN II- HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

Mirifica.net - Min, 07/01/2018 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Alleluya

MADAH

Ya Roh kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*

Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*

dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*

demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*

aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*

itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*

di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*

pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*

seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*

sepanjang masa.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.

Antifon

Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*

di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*

dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*

perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*

lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+

mereka terlelap dalam tidurnya,*

orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*

hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.

Antifon

Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*

terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*

bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*

dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*

dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*

hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*

menakutkan para raja bumi.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili alleluya.

BACAAN SINGKAT

Zak 22,11

Pada hari itu banyak bangsa akan menyerahkan diri kepada Tuhan dan menjadi umatNya. Tuhan akan tinggal di tengah-tengahmu, hai Sion, dan engkau akan mengakui bahwa Tuhan segala kuasa mengutus aku kepadamu.

P: Pujilah Allah kami, hari para bangsa.

U: Serukanlah pujianNya dengan sepenuh hati.

DOA PENUTUP

Bapa surgawi, hari ini Engkau menampakkan PuteraMu kepada para bangsa dengan bimbingan bintang. Kamipun mengenal Engkau dengan iman, dan kami mohon, semoga kami kelak dapat memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

=====

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

Majus

Pen@ Katolik - Min, 07/01/2018 - 08:47

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

7 Januari 2018

Matius 2:1-12

“Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur (Mat 2:11)”

Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno OP

Menurut tradisi, nama tiga orang Majus adalah Balthazar, Melchior, dan Gaspar. Dalam bahasa Yunani, kata yang digunakan untuk Majus adalah ‘magos’, yang berarti ‘seseorang dengan kekuatan magis atau sihir’, dan mempraktekkan ilmu magis adalah sebuah kesalahan besar di mata orang-orang Yahudi (2 Taw 33: 6). Bahkan Gereja Katolik sendiri melarang kita memiliki kontak dengan praktek magis atau sihir apa pun (Katekismus 2116). Namun, kita tidak bisa memastikan bentuk magis apa yang digunakan oleh orang Majus ini, tapi satu hal yang pasti bahwa mereka membaca tanda zaman dan mengikuti bintang. Karena itu, mereka bias disebut sebagai astrolog kuno, pembaca bintang yang memprediksi perilaku manusia dan masa depan.

Anehnya, Injil hari ini mempersembahkan ketiga orang Majus ini sebagai protagonis. Mengapa para praktisi magis ini bisa menjadi orang baik di sini? Jika kita memeriksa dengan seksama kisah Injil, kita menemukan bahwa orang-orang Majus ini dikontraskan dengan Herodes bersama dengan imam-imam kepala dan ahli-ahli Tauratnya. Berbeda dengan orang Majus yang membaca bintang untuk menemukan raja yang baru lahir, Herodes dan para pembantunya meneliti Kitab Suci untuk menemukan Mesias. Memang, Kitab Suci, sebagai Firman Allah, adalah cara yang benar untuk mencari Yesus. Sayangnya, meski memiliki metode yang benar, maksud Herodes adalah untuk memusnahkan Yesus, yang merupakan ancaman terhadap takhtanya. Herodes menjadi lambang bagi orang-orang yang menggunakan Kitab Suci untuk mencapai agendanya sendiri, untuk membingungkan orang-orang dan untuk menghancurkan Tuhan. Sementara orang Majus, terlepas dari metode yang tidak benar, dengan tulus mencari Yesus dan sungguh, Tuhan membawa mereka kepada Yesus.

Pertemuan dengan Yesus membawa transformasi yang nyata. Orang Majus menawarkan Yesus emas, kemenyan, dan mur. Secara tradisional, ketiga hadiah itu adalah simbol kerajaan, imamat dan penderitaan Yesus, namun penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa ketiga hadiah itu adalah barang yang biasanya digunakan untuk mempraktekkan sihir di zaman kuno. Jadi, ketika orang Majus menawarkan tiga hadiah, ini melambangkan penyerahan profesi lama mereka. Ketika mereka melihat Raja sejati, mereka telah menemukan arti sebenarnya dari kehidupan dan kebahagiaan. Mereka menyadari bahwa profesi lama mereka walaupun memberi mereka kekuatan, tidaklah benar. Perjalanan mereka telah sampai pada puncaknya, dan inilah saatnya bagi mereka untuk memutuskan apakah akan bertahan dengan cara lama atau untuk menerima Kristus sepenuhnya. Dan, mereka membuat pilihan yang tepat.

Kisah orang Majus mengingatkan saya akan kisah Bartolo Longo. Tumbuh dalam masa sulit di Italia dan Gereja, Bartolo muda kehilangan kepercayaan pada Paus, dan memasuki sebuah kelompok pemuja setan, sampai pada akhirnya, dia menjadi imam dari kelompok tersebut. Namun, terlepas dari kekuatan dan kekayaan yang ia dapatkan dari setan, ia terus resah. Jauh di lubuk hatinya, ia merindukan kedamaian sejati. Didorong oleh keinginannya untuk mendapatkan kebenaran, dan dibantu oleh seorang imam Dominikan, dia kembali ke iman yang telah ditinggalkannya. Dia menjadi seorang yang mencintai Bunda Maria dan promotor rosario yang penuh semangat. Dia memulai pemulihan gereja yang rusak di kota Pompey, dan menempatkan lukisan Maria Ratu Rosario di sana. Melalui usahanya, kini gereja tersebut telah menjadi situs peziarahan yang dihormati di Italia. Kekudusannya diakui oleh Gereja, dan dia dibeatifikasi pada tahun 1980 oleh Yohanes Paulus II.

Seperti orang Majus dan Bartolo Longo, apakah kita siap untuk mengenali Kristus sebagai kebahagiaan sejati kita? Apakah kita bersedia untuk mencari Yesus dalam perjalanan hidup kita? Dan, ketika saatnya tiba, apakah kita rela melepaskan hidup kita yang lama dan untuk merangkul Yesus sepenuhnya?

 

Brevir Pagi, Minggu: 07 Januari 2018, O PEKAN II- HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

Mirifica.net - Min, 07/01/2018 - 04:00

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Alleluya.

MADAH

Bila kita mendambakan

Dan mencari Yesus Tuhan

Kita harus mengarahkan

Pandangan ke atas awan.

Lihatlah bintang mulia

Sungguh terang cahayanya

Tak pernah terlihat mata

Apa gerangan maknanya?

Itu tanda kelahiran

Alamasih yang dinantikan

Marilah kita mencari

Menghaturkan hormat bakti.

Mulyalah Engkau ya Tuhan

Pada hari penampakan

Serta Bapa dan Roh suci

Mulyalah kekal abadi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Para sarjana membuka kotak masing-masing. Mereka mempersembahkan kepada Tuhan emas, dupa dan wangi-wangian, alleluya.

Mazmur 62 (63), 2-9

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*

tangan kananMu menopang aku.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Para sarjana membuka kotak masing-masing. Mereka mempersembahkan kepada Tuhan emas, dupa dan wangi-wangian, alleluya.

Antifon

Lautan dan sungai, pujilah Tuhan, segala mata air, luhurkanlah Tuhan, alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’).

Antifon

Lautan dan sungai, pujilah Tuhan, segala mata air, luhurkanlah Tuhan, alleluya.

Antifon

Yerusalem, cahayamu tengah datang, dan semarak Tuhan akan terbit atas dirimu. Semua bangsa akan menuju kepadamu, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*

tugas terhormat bagi umatNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Yerusalem, cahayamu tengah datang, dan semarak Tuhan akan terbit atas dirimu. Semua bangsa akan menuju kepadamu, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Yes 52,7-10)

O betapa menyenangkan, mendengar derap kaki orang yang turun berlari dari gunung untuk memaklumkan: “Damai”, yang membawa kabar sukacita dan mewartakan: “Kita selamat!”, yang menyatakan kepada Sion: “Allahmu meraja!”. Dengarlah! Para penjagamu angkat bicara, mereka bersorak-sorai, sebab menyaksikan sendiri bahwa Tuhan kembali ke Sion. Bersorak dan bergembiralah serentak, hai reruntuhan Yerusalem, sebab Tuhan menghibur umatNya; Ia menebus Yerusalem. Tuhan membuktikan kekuatan tanganNya yang kudus, di hadapan sekalian bangsa, dan segala penjuru dunia akan menyaksikan keselamatan yang dikerjakan Allah kita.

LAGU SINGKAT

P: Semua raja bumi * Bersujud kepadaNya.

U: Semua raja bumi * Bersujud kepadaNya.

P: Semua bangsa mengabdi Dia.

U: Bersujud kepadaNya.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus

U: Semua raja bumi * Bersujud kepadaNya.

Antifon Kidung

Hari ini pengantin surgawi disatukan dengan Gereja, sebab di Yordan Kristus membasuh dosa umatNya, para sarjana bergegas membawa persembahan untuk perkawinan raja, dan para tamu bergembira atas air yang diubah menjadi anggur, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung

Hari ini pengantin surgawi disatukan dengan Gereja, sebab di Yordan Kristus membasuh dosa umatNya, para sarjana bergegas membawa persembahan untuk perkawinan raja, dan para tamu bergembira atas air yang diubah menjadi anggur, alleluya.

DOA PERMOHONAN

Hari ini para sarjana menyembah penyelamat kita. Marilah kitapun menghormati Dia dengan gembira hati dan berdoa:

U: Cahaya abadi, terangilah hari ini.

Kristus, Engkau ditampakkan sebagai manusia, * kuduskanlah kami berkat sabda Allah dan doa kami.

U: Cahaya abadi, terangilah hari ini.

Kristus, Engkau disyahkan oleh Roh, * bebaskanlah hidup kami dari pengaruh roh kesesatan.

U: Cahaya abadi, terangilah hari ini.

Kristus, Engkau dipandang oleh para malaikat, * gembirakanlah hati kami dengan sukacita surgawi.

U: Cahaya abadi, terangilah hari ini.

Kristus, Engkau diwartakan kepada para bangsa, * bukalah hati semua orang bagi pengaruh Roh kudus.

U: Cahaya abadi, terangilah hari ini.

Kristus, Engkau diimani oleh seluruh dunia, * perbaharuilah iman segala pengikutMu.

U: Cahaya abadi, terangilah hari ini.

Kristus, Engkau diangkat ke dalam kemuliaan, * kobarkanlah dalam hati kami kerinduan akan kerajaanMu yang mulia.

U: Cahaya abadi, terangilah hari ini.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Bapa surgawi, hari ini Engkau menampakkan PuteraMu kepada para bangsa dengan bimbingan bintang. Kamipun mengenal Engkau dengan iman, dan kami mohon, semoga kami kelak dapat memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

=====

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

Bukan yang terkecil!

Sesawi.Net - Sab, 06/01/2018 - 21:18
“Dan engkau, Bethlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” (Mat 2,6) BEBERAPA waktu yang lalu, saya mendapatkan oleh-oleh dari Semarang, yakni wingko babad. Wingko babad nampaknya disukai banyak orang dan menjadi oleh-oleh khas dari Semarang. […]

Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi

Katolisitas.org - Sab, 06/01/2018 - 21:05

7 Januari 2018. Baptisan Yesus Kristus. Mk 1:7-11   7. Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih …

The post Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi appeared first on katolisitas.org.

Renungan Harian, Minggu: 07 Januari 2018, Mat. 2:1-12

Mirifica.net - Sab, 06/01/2018 - 19:00

ARI ini kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Injil Matius menyebut kota Galilea sebagai tempat di mana Yesus mulai tampil di depan umum. Di Galilea, Ia memenuhi nubuat para nabi, mewartakan kabar gembira, melenyapkan segala penyakit, dan kelemahan serta menyerukan pertobatan. Kabar tentang Yesus tersiar ke seluruh Siria dan banyak orang berbondong-bondong mengikuti-Nya.

Ungkapan iman Alkitabiah di atas meyakinkan kita bahwa penampakan Tuhan merupakan bukti  di mana Allah sungguh-sungguh mau menyelamatkan manusia dengan perantaraan Yesus Kristus. Dia-lah jalan, kebenaran, dan hidup, melalui mana ciptaan dapat mencapai keselamatan.

Misi penyelamatan Yesus itu terbuka bagi semua orang. Lebih-lebih Yesus  menaruh perhatian khusus kepada mereka yang tersisih, kaum lemah dan miskin, dan para pendosa. Mereka semua disembuhkan dan diselamatkan karena iman mereka kepada Yesus. Kita pun turut dipanggil ke dalam persekutuan dengan-Nya, untuk disembuhkan dari dosa dan diselamatkan dari kematian.

Ya Bapa, Putra Tunggal-Mu telah nampak sebagai manusia dan hadir di tengah-tengah kami. Berilah aku kekuatan untuk mengimani-Nya sebagai satu-satunya jalan keselamatanku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Bunda Maria Kenakan Selubung Merah Putih, Uskup KAJ: Hanya Ada di Indonesia - www.netralnews.com

Google News - Sab, 06/01/2018 - 18:49

www.netralnews.com

Bunda Maria Kenakan Selubung Merah Putih, Uskup KAJ: Hanya Ada di Indonesia
www.netralnews.com
JAKARTA, NNC - Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Mgr Ignatius Suharyo mengatakan, umat Katolik secara umum dekat dan mencintai sosok Bunda Maria. Bunda Maria sendiri merupakan Ibunda dari Tuhan Yesus Kristus. Kerap digambarkan sebagai sosok dengan ...

and more »

Pelita Hati: 07.01.2018 – Mempersembahkan Hati

Sesawi.Net - Sab, 06/01/2018 - 17:00
Bacaan Matius 2:1-12  KISAH orang Majus atau sarjana dari timur ini merupakan salah satu kisah indah dalam injil Matius yang  selalu dibacakan pada Hari Raya Penampakan Tuhan atau Minggu Epifani atau pesta tiga raja. Sejatinya Injil tidak pernah menyebut  jumlah tiga raja atau tiga orang majus. Yang tertulis adalah mereka membawa tiga persembahan, yaitu emas, […]

Brevir Sore 1: Sabtu, 06 Januari 2018 O PEKAN I Hari biasa Masa Natal

Mirifica.net - Sab, 06/01/2018 - 16:00

PEMBUKAAN
P : (+) Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Sarjana yang tulus hati
Sesudah susah mencari
Menemukan anak suci
Yesus penebus ilahi.

Tatkala di sungai Yordan
Yesus minta pembaptisan
Terdengar suara Bapa
Yang memperkenalkan Putra.

Dalam pesta pernikahan
Tugas Yesus dilambangkan
Mengubah dunia lama
Agar baru semuanya.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Pada hari penampakan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.

Mazmur 134 (135) – I (lihat ibadat harian hlm. 694)

Pujilah nama Tuhan,*
pujilah karya Tuhan.

hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan,*
di pelataran rumah Allah kita.

Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik,*
bermazmurlah bagi namaNya, sebab nama itu indah.

Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi diriNya,*
dan Israel sebagai milik pusakaNya

Sungguh kuakui, bahwa Tuhan itu agung,*
bahwa Tuhan kita melebihi segala dewata.

Tuhan melakukan semua yang dikehendakiNya,*
di langit dan di bumi, maupun di laut sampai ke dasar-dasarnya.

Tuhan membubungkan awan dari pinggir bumi,+
memanahkan kilat yang menyertai hujan,*
menyuruh angin ke luar dari sumbernya.

Tuhan memukul mati anak sulung Mesir,*
baik manusia maupun hewan.

Tuhan mendatangkan tanda dan mukjizat di tengah-tengah Mesir,*
melawan Firaun dan semua hambanya.

Tuhan menaklukkan bangsa-bangsa besar,*
dan membunuh raja-raja yang kuat.

Sihon, raja bangsa Amori, dan Og, raja negeri Basan,*
dan semua raja Kanaan.

Tuhan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka,*
sebagai milik pusaka kepada Israel, umatNya.

Ant.1: Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.

Ant.2: Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.

Mazmur 134 (135) – II  (lihat ibadat harian hlm. 695)

Ya Tuhan, namaMu kekal abadi,*
ya Tuhan, gelarMu berlaku turun-temurun

Sebab Tuhan membela hak umatNya,*
dan menaruh kasih sayang kepada para hambaNya.

Berhala kaum kafir perak dan emas belaka,*
buatan tangan manusia.

Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berbicara,*
mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat.

Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,*
juga nafas tidak ada dalam mulut mereka.

Yang membuat mereka akan sama nasibnya,*
dan juga semua yang percaya pada mereka.

Hai kaum Israel, pujilah Tuhan,*
hai kaum Harun, pujilah Tuhan.

Hai kaum Lewi, pujilah Tuhan,*
hai semua orang takwa, pujilah Tuhan.

Terpujilah Tuhan yang tinggal di Sion,*
Tuhan yang diam di Yerusalem!

Ant.2: Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.

Ant.3: Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.

Kidung 1Tim 3,16 (lihat ibadat harian hlm. 92)

Pujilah Tuhan,*
hai semua bangsa!

Tuhan ditampakkan sebagai manusia,*
dan disyahkan oleh Roh.

Pujilah Tuhan,*
hai semua Bangsa!

Tuhan dipandang oleh para malaikat,*
dan diwartakan kepada para bangsa.

Pujilah Tuhan,*
hai semua bangsa!

Tuhan diimani oleh seluruh dunia,*
dan diangkat ke dalam kemuliaan.

Pujilah Tuhan,*
hai semua bangsa!.

Ant.3: Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.

Bacaan Singkat (2Tim 1:9-10)

Allah telah menyelamatkan kita dan memanggil kita masuk umatNya. Allah berbuat begitu, bukanlah karena jasa kita, melainkan karena rahmat dan rencanaNya. Rencana Allah itu sudah ditetapkan bagi kita sebelum awal zaman dalam Kristus Yesus. Sekarang rencana dan rahmat Allah itu menjadi nyata dengan tampilnya Kristus Yesus, penyelamat kita. Sebab Kristus mematahkan kuasa maut dan dengan pewartaan Injil memancarkan cahaya dan kehidupan yang tak kunjung binasa.

Lagu Singkat

P: Dalam diri Kristus* Segala suku diberkati. U: Dalam. P: Semua bangsa meluhurkan Dia. U: Segala. P: Kemuliaan. U: Dalam.

Ant.Kidung: Para sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Para sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.

Doa Permohonan

Hari ini para sarjana menyembah penyelamat kita. Marilah kitapun menghormati Dia dengan gembira hati dan berdoa:
U: Selamatkanlah kami yang papa ini, ya Tuhan.
P: Raja para bangsa, Engkau memanggil para sarjana untuk menyembah Engkau atas nama bangsa-bangsa,* kurniakanlah semangat bakti dan pengabdian kepada kami.
P: Raja mahamulia, Engkau memerintah umatMu dengan adil,* limpahkanlah damai sejahtera kepada umat manusia.
P: Raja abadi, Engkau berkuasa sepanjang masa,* resapkanlah sabdaMu ke dalam hati kami.
P: Raja adil, Engkau membebaskan si miskin yang tidak mempunyai penolong,* bermurahhatilah terhadap orang yang papa dan melarat.
P: Tuhan, namaMu terpuji sepanjang masa,* sempurnakanlah karya keselamatanMu dalam arwah saudara-saudara kami.

Bapa kami

Doa Penutup

Bapa surgawi, hari ini Engkau menampakkan PuteraMu kepada para bangsa dengan bimbingan bintang. Kamipun mengenal Engkau dengan iman, dan kami mohon semoga kami kelak dapat memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Pencanangan 2018 Tahun Persatuan dengan Surat Gembala “Kita Bhinneka – Kita Indonesia”

Sesawi.Net - Sab, 06/01/2018 - 15:44
TAHUN Persatuan diawali hari Sabtu tanggal 6 Januari 2018 ini dengan terbitnya  Surat Gembala yang nanti akan dibacakan di semua gereja dan stasi di wilayah Keuskupan Agung Jakarta sebagai pengganti homili pada misa sepanjang hari Sabtu-Minggu  6-7 Januari 2018 ini. Peresmian Logo Pastoral Evangelisasi 2018: “Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia”, dan Pemberkatan Gambar “St. […]

Corona Virus, Penyebab Penyakit MERS-CoV

Sesawi.Net - Sab, 06/01/2018 - 11:21
MULAI 1 Januari 2018, Pemerintah Arab Saudi menetapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5 persen. Penetapan PPN tersebut pun berdampak pada kerjasama Indonesia dan Arab Saudi, khususnya biaya perjalanan dan layanan kesehatan saat umrah dan haji. Bagaimana dampaknya? Corona virus Aturan PPN 5% terkait layanan kesehatan umrah dan haji ini, mengingatkan kita akan sindrom saluran […]

Brevir Siang: Sabtu, 06 Januari 2018 O PEKAN I Hari biasa Masa Natal

Mirifica.net - Sab, 06/01/2018 - 10:00

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.

Mazmur 118,33-40

Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, jalan ketetapanMu,*
aku akan berpegang kepadanya sampai saat terakhir.

Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukumMu,*
aku akan menepatinya dengan segenap hati.

Bimbinglah aku pada jalan perintahMu,*
sebab aku menyukainya.

Condongkan hatiku kepada perintahMu,*
jangan kepada keuntungan.

Jauhkanlah perhatianku dari yang sia-sia,*
buatlah aku hidup menurut hukumMu.

Tepatilah janjiMu kepada hambaMu,*
sabdaMu yang Kausampaikan kepada orang takwa.

Singkirkanlah dari aku cela yang menggelisahkan daku,*
karena baiklah segala ketetapanMu.

Sungguh aku rindu kepada titahMu,*
berilah aku hidup demi keadilanMu.

Ant.1: Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.

Ant.2: Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*
mulutku tetap menyanyikan pujianNya.

Karena Tuhan aku bermegah-megah,*
hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.

Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*
mari kita bersama memasyhurkan namaNya.

Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*
Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.

Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*
Ia tak akan mengecewakan dikau.

Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*
Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.

Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*
untuk melindunginya terhadap bahaya.

Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*
berbahagialah orang yang berlindung kepadaNya.

Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*
sebab yang takwa tidak berkekurangan.

Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*
yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Ant.2: Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.

Ant.3: Perjuangkanlah damai sejahtera.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*
kuajar kamu menjadi takwa.

Siapakah yang merindukan hidup,*
merindukan umur panjang penuh bahagia?

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*
dan bibirmu jangan menipu.

Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*
perjuangkanlah damai sejahtera.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*
telingaNya kepada seruan mereka

Wajah Tuhan menentang para penjahat,*
untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*
dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.

Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat,*
Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.

Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*
tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.

Tuhan melindungi segala tulangnya,*
tak satupun akan dipatahkan.

Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*
yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.

Tuhan menyelamatkan para hambaNya,*
semua yang berlindung kepadaNya tidak menanggung hukuman.

Ant.3: Perjuangkanlah damai sejahtera.

Bacaan singkat Yeh 34,11-12

Aku sendirilah yang akan mencari domba-dombaKu dan memperlihatkan mereka. Seperti seorang gembala memeriksa kawanan ternaknya, bila ia ada di tengah domba-domba yang tercerai-berai, demikianlah Aku akan mencari dan meluputkan domba-dombaKu dari segala tempat ke mana mereka telah tercerai-berai berawam dan kelam.

P: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya, alleluia.
U: Kabarkanlah setiap hari keselamatanNya, alleluia.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi: Sabtu, 06 Januari 2018 O PEKAN I Hari biasa Masa Natal

Mirifica.net - Sab, 06/01/2018 - 04:00

Pembukaan: Ant. Kristus lahir bagi kita, marilah kita menyembah Dia.

Mulai hari raya penampakan Tuhan
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Kristus lahir bagi kita, marilah kita menyembah Dia.

Mulai hari raya penampakan Tuhan
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia

Madah

Marilah kita bernyanyi
Di segala ujung bumi
Bagi Kristus Tuhan kita
Yang lahir dari Maria.

Ia pencipta mulia
Sudi jadi manusia
Yang membebaskan sesama
Janganlah sampai binasa.

Jeramilah hamparanNya
Palungan di kandang sunyi
Susu seteguk minumNya
Kristus pelimpah rejeki.

Mulialah Engkau ya Tuhan
Yang lahir dari perawan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulialah kekal abadi. Amin.

Madah (Penampakan Tuhan)

Bila kita mendambakan
Dan mencari Yesus Tuhan
Kita harus mengarahkan
Pandangan ke atas awan.

Lihatlah bintang mulia
Sungguh terang cahayanya
Tak pernah terlihat mata
Apa gerangan maknanya?

Itu tanda kelahiran
Almasih yang dinantikan
Marilah kita mencari
Menghaturkan hormat bakti.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Pada hari penampakan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.

Ant.2: Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.

Kel 15,1-4;8-13;17-18

Aku hendak bernyanyi bagi Tuhan, sebab teramat luhurlah Ia,*
kuda dan penunggangnya dilemparkannya ke dalam laut.

Tuhanlah kekuatan dan sumber penyelamatanku,*
Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.

Allah dan bapaku, kuluhurkan Dia,*
pejuang yang perkasa, Tuhanlah namaNya.

Ke dalam laut dicampakkanNya kereta Firaun dan tentaranya,*
ke dalam laut dibenamkanNya pejuang pilihan Mesir.

Nafas kemurkaanMu meniup-niup laut,+
sampai ombaknya menjulang bagaikan tembok,*
dan arusnya mengental di tengah laut.

Musuh berteriak: “Mari kita kejar sampai dapat,*
lalu kita membagi-bagi jarahan sepuas-puasnya.

Mari kita menghunus pedang,*
mari kita tumpas mereka!”

Tetapi Kautiupkan nafasMu,+
maka laut menutup mereka,*
laksana timah mereka tenggelam dalam ombak yang dahsyat.

Siapa seperti Engkau di antara dewata, ya Tuhan,+
siapa seperti Engkau termashur dan kudus,*
ditakuti karena karya yang mengagumkan!

Engkau mengulurkan tangan, mereka ditelan bumi.+
Dengan kasih setia Kaubimbing bangsaMu yang Kautebus,*
kekuatanMu menghantarkan mereka ke tempat kediamanMu yang kudus.

UmatMu Kaubawa dan Kautempatkan,*
di atas gunung, milik pusakaMu.

Tempat itu Kaujadikan kediamanMu,+
tempat kudus yang telah Kaubuat, ya Tuhan,*
Tuhan memerintah selama-lamanya.

Ant.2: Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.

Ant.3 Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*
megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.

Sebab besar kasihNya kepada kita,*
kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Ant.3: Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.

Bacaan Singkat (Keb 7:26-27)

Kebijaksanaan adalah pantulan cahaya abadi, cermin keagungan Allah tanpa noda, serta citra kebaikanNya. Meskipun tunggal, Ia sanggup melaksanakan segalanya, dan meskipun tetap sama, Ia membaharui semuanya. Ia menjiwai orang-orang saleh dari segala bangsa, dan menjadikan mereka sahabat Allah dan nabi.

Lagu Singkat

P: Tuhan memaklumkan,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: PenyelamatanNya. U: Alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Mulai hari raya penampakan Tuhan:

P: Semua raja bumi* Bersujud kepadaNya. U: Semua. P: Semua bangsa mengabdi Dia. U: Bersujud. P: Kemuliaan. U: Semua.
Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Doa Permohonan

Marilah kita meluhurkan Kristus dan mengagungkan Dia, sebab Ia datang untuk menciptakan manusia baru dengan semangat dan pandangan baru. Marilah kita berdoa:
U: Baharuilah kami berkat kelahiranMu, ya Tuhan.
P: Dengan menjadi manusia, Engkau merupakan tanda kehadiran Allah di tengah-tengah kami,* semoga kami mengenal Engkau dalam sabda dan perjamuan yang Kaupercayakan kepada umatMu.
P: Pencipta manusia, Engkau lahir sebagai manusia sejati dari perawan tersuci,* semoga berkat doa Maria, kami menerima hidup ilahi seperti Engkau.
P: Penebus kami, Engkau telah turun ke dunia laksana hujan yang menyuburkan tanah,* limpahilah hati kami dengan air hidup yang menyucikan.
P: Kami merayakan awal hidupMu di dunia ini,* semoga kami berkembang menjadi manusia dewasa dan semakin mendekati kepenuhanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah kekal dan kuasa, Engkau menjadikan kami makluk baru dalam Kristus. Kami mohon, semoga kami menjadi serupa dengan Kristus, karena di dalam Dia kami disatukan dengan Dikau. Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Hidup Berkenan di Hadapan Tuhan

Sesawi.Net - Sab, 06/01/2018 - 00:35
PADA waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya. Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.” Melalui sakramen Baptis, kita dilahirkan kembali menjadi manusia baru. Dosa-dosa kita dihapuskan, kita dimurnikan dan memperoleh hidup ilahi. Tugas kita adalah mempertahankan kekudusan yang telah dianugerahkan Tuhan […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator