Berita dan Event

Renungan Harian: Senin, 01 Januari 2017, Luk. 2:16-21 HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH

Mirifica.net - Min, 31/12/2017 - 19:00

ARI ini sungguh istimewa dan terberkati, Masih dalam suasana sukacita Nayal, kita berada di hara pertama tahun baru masehi. Hari ini pula Gereja merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda.

Tuhan sungguh menyiratkan kepada kita bahwa Al Masih dalam masa-masa yang dilalui manusia. Al Masih yang dilahirkan oleh seorang wanita menghendaki pula agar hari-hari yang kita lalui selaras dengan kehendak-Nya. Allah selalu beserta kita sepanjang masa. Memasuki tahun baru ini, bisa saja kita memiliki resolusi dan niat-niat khusus yang hendak diwujudkan. Apakah resolusi  dan niat-niat itu sudah selaras dengan kehendak-Nya? Apakah hal-hal itu didasarkan pada kekuatan diri sendiri atau mengandalkan kekuasaan ALLah dan penyertaan Bunda Maria?

Iman akan Allah yang selalu hadir di tengah-tengah manusia memberanikan kita untuk menyandarkan apa pun yang menjadi kebutuhan kita. Kita tidak boleh berharap agar Sang Terang menerangi jalan hidup kita, apalagi kita memiliki Bunda Maria yang menjadi pengantara doa-doa kita.

Oleh karena itu, mari kita sambut kelahiran-Nya. BIarkan menjiwai dan menyemangati hidup kita. Allah mengutus Putra-Nya ke dunia supaya kita hidup oleh-Nya; dan dalam hal ini nyatalah kasih Allah kepada kita.

Ya Bapa, bimbinglah aku agar mampu mengikuti Putra-Mu dan menjadikan-Nya sebagai jalan untuk memperoleh rahmat dan kemurahan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017, Penerbit OBOR Indonesia

lik

Pelita Hati: 01.01.2018 – Bunda Pencintai Damai

Sesawi.Net - Min, 31/12/2017 - 17:00
Bacaan Lukas 2:15-21 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara […]

Mgr Agus dalam Natal Bersama 2017: Tuhan memanggil kita untuk jadi duta-duta perdamaian

Pen@ Katolik - Min, 31/12/2017 - 15:10

Hidup penuh kedamaian menjadi dambaan setiap orang. Damai yang dikumandangkan para Malaikat lebih dari 2000 tahun lalu masih jauh dari kenyataan. Di dunia, bahkan di negara kita tercinta, Indonesia, suasana hidup penuh kedamaian masih terus-menerus harus diperjuangkan! “Tuhan, Pencipta kita memanggil kita untuk menjadi duta-duta perdamaian.”

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus berbicara dalam kotbah Natal Bersama tingkat nasional yang dilaksanakan di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, 28 Desember 2017.  “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah”(Kol.3,15), kutip Mgr Agus.

Prelatus itu lalu menggambarkan kecemasan dewasa ini saat persatuan sebagai bangsa Indonesia terancam perpecahan. “Keresahan dan kecemasan ini semakin terasa tahun-tahun belakangan ini. Ada pihak-pihak, yang dalam memperjuangkan kepentingannya, secara samar-samar atau terang-terangan tergoda untuk  menempuh jalan dan cara yang berbeda dengan konsensus nasional dan salah satu pilar bangsa dan negara kita, yaitu Pancasila,” tegas uskup.

Persaingan politik yang tidak sehat dan menghalalkan segala cara, fanatisme yang sempit yang bahkan tak malu-malu menggunakan agama atau kepercayaan untuk memperjuangkan kepentingan diri atau kelompoknya diungkapkan uskup itu sebagai buktinya.

“Cita-cita luhur bangsa Indonesia, sebagaimana diungkapkan dalam Pembukaan UUD 1945, untuk menciptakan persatuan, keadilan sosial dan damai sejahtera, bukan saja di antara kita, tetapi juga di dunia, masih harus kita perjuangkan terus-menerus secara bersama-sama dengan orang-orang yang berkehendak baik,” tegas uskup.

Menurut Mgr Agus, lahirnya Tuhan Yesus ke dunia yang dirayakan hari itu merupakan bukti nyata bahwa Tuhan mau berdamai dengan umat manusia yang penuh dosa. “Kita semua, saya dan Anda! Kalau Tuhan yang karena kasih-Nya yang tanpa batas mau berdamai dengan kita, bagaimana kita membalasnya?! Apa yang pantas menjadi jawaban kita?!”

Karena dosa keangkuhan menguasai Adam dan Hawa yang bukan membalas kasih Tuhan melainkan mengingkari Tuhan bahkan ingin lebih Tinggi dari Tuhan, maka mereka  diusir dari firdaus. “Berapa banyak orang dewasa ini dikuasai oleh nafsu, tidak pernah puas, keangkuhan dan merasa diri mampu sehingga bukan hanya orang lain tidak dibutuhkan, tetapi Tuhan pun diabaikannya bahkan tidak dipedulikannya lagi,” tegas uskup.

Bahkan prelatus itu menegaskan, ada orang yang merasa hidup akhirat seakan-akan tidak ada dan hidup mereka seakan-akan tak dapat mati. “Kalau hidup kekal tidak ada, rugi saya jadi pastor! Rugi suster dan bruder hidup tanpa nikah!” kata Mgr Agus seraya menegaskan bahwa karena ada hidup kekal maka kaum berjubah mau hidup seperti itu.

Oleh karena itu, Mgr Agus mengajak umat Katolik dan umat Kristen untuk mawas diri. “Tuhan sudah mengulurkan tangan-Nya seluas-luasnya agar kita kembali ke pangkuan-Nya, agar kita memperoleh kembali Firdaus yang hilang, agar kita memperoleh hidup yang kekal.”

Itu bukan berarti  bahwa kita tidak boleh hidup enak didunia ini. “Tidak dilarang kita punya harta yang banyak, rumah atau mobil yang bagus, jabatan yang tinggi, istri yang cantik, dan suami yang ganteng. Yesus pun selama masa hidup-Nya tidak mau bahwa manusia menderita. Maka Yesus menyembuhkan banyak orang yang sakit, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang bisu berbicara, yang tuli mendengar, yang lapar dikasih makan, bahkan Lazarus yang mati dibangkitkan.”

Tetapi, lanjut uskup agung itu, “Yesus  mengingatkan bahwa makanan yang sesungguhnya adalah yang turun dari surga, diri-Nya sendiri, sehingga siapa yang percaya kepada-Nya akan hidup, tidak akan mati.

Tuhan sudah mengulurkan tangan sebesar-besarnya untuk berdamai dengan kita umat manusia yang penuh dosa ini!”

Maka, tidak ada jawaban atau jalan lain, tegas Mgr Agus, selain percaya kepada Yesus Sang Penyelamat, yang mendamaikan kita dengan Allah Bapa, Sang Pencipta. “Kalau Bapa Sang Pencipta mengulur tangan selebar-lebarnya untuk berdamai dengan kita, manusia yang penuh dosa ini, maka tidak ada jalan lain bagi kita untuk membalasnya dengan sikap untuk selalu siap sedia untuk berdamai dengan orang lain, dengan sesama, bahkan dengan sesama yang berbuat jahat kepada kita.”

Seraya menyadarkan umat Kristiani bahwa mereka dipanggil untuk merajut kerukunan dan kehangatan persaudaraan, Mgr Agus menegaskan bahwa mereka dipanggil oleh Sang Juru Selamat yang adalah “Jalan Kebenaran dan Hidup” (Yoh.14,6) untuk mampu merendahkan diri dan membuka diri satu sama lain. “Dalam semangat itulah, kita diundang untuk belajar mengulurkan kebaikan dan kasih kepada sesama. Kita dipanggil untuk saling mengampuni dan memaafkan.”

Mgr Agus mengakhiri kotbahnya dengan mengajak umat berdoa “agar perayaan Natal tahun ini mendorong dan menyemangati kita semua untuk belajar dan mengembangkan kemampuan untuk menerima perbedaan dan mensyukurinya sebagai kekayaan kehidupan bersama di Negeri kita tercinta ini, Indonesia.”

“Mari kita menghidupi dan mengembangkan damai sejahtera yang merupakan anugerah dari Allah, dengan jalan merangkul sesama, serta memajukan kerukunan dan persaudaraan di antara kita. Hanya dengan demikian, kita dapat memberi kesaksian bahwa damai sejahtera Kristus memerintah di dalam hati kita.”(aop)

Foto-foto diambil oleh PEN@ Katolik/Suster Maria Seba SFIC

Berita terpopuler 2017: Dari seruan Rizieq Shihab soal 'penjarakan Ahok' sampai pelantikan Trump - BBC Indonesia

Google News - Min, 31/12/2017 - 14:40

BBC Indonesia

Berita terpopuler 2017: Dari seruan Rizieq Shihab soal 'penjarakan Ahok' sampai pelantikan Trump
BBC Indonesia
Berita ini pertama kali diterbitkan pada tanggal 12 Mei 2016 namun menjadi salah satu artikel yang paling banyak dibaca di situs BBC Indonesia. Palu arit: 'ketakutan kita terhadap ketidaktahuan'. BBC Indonesia mencatat kata palu arit pada pertengahan ...

Umat Kristiani bersyukur atas tanah air beraneka ragam, ratusan suku dan budaya serta Pancasila

Pen@ Katolik - Min, 31/12/2017 - 11:23

 

Perayaan Natal Bersama tingkat nasional telah berlangsung Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 28 Desember 2017. Salah satu yang menonjol dalam peristiwa itu adalah Doa Natal Oikoemene Nasional. PEN@ Katolik menurunkan isi doa itu secara lengkap:

Doa Natal Oikoumene Nasional

Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.

Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman umat manusia

Pada kesempatan yang sangat membahagiakan ini, di mana kami merayakan peringatan lahirnya Sang Penyelamat Manusia, Raja Damai, Tuhan kami Yesus Kristus, kami ingin menghaturkan syukur yang berlimpah kepada-Mu, Bapa kami yang Mahabaik.

Kami bersyukur atas tanah air kami, Indonesia, yang luas dengan isinya yang beraneka ragam, lautan dengan ribuan pulau, gunung-gemunung dan dataran yang luas, hutan belantara,ikan-ikan di laut, burung-burung di udara semua hewan di daratan, semuanya menyemarakkan tanah air kami.

Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Indonesia.

Kami bersyukur karena kami mempunyai Pancasila sebagai salah satu pilar hidup berbangsa dan bernegara.

Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia bagi rakyat kami.

Terlebih-lebih kami menghaturkan syukur yang tak terhingga, karena Engkau mencintai kami tanpa batas dengan mengutus Putra-Mu sendiri ke dunia ini untuk berdamai dan menyelamatkan kami.

Dalam suasana penuh damai dan rasa syukur kami ini, kami mohon supaya Engkau tetap mencintai serta melindungi bangsa dan negara kami, Indonesia.

Dalam suasana penuh rahmat dan syukur ini, kami mohon supaya Engkau tetap mencintai dan menuntun para pemimpin bangsa kami dari pusat pemerintahan sampai para pemimpin di desa-desa dan di dusun-dusun.

Secara khusus kami mohon supaya Engkau tetap mencintai, menuntun, serta memberikan kesehatan yang prima kepada Bapak Presiden kami,Bapak Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden kami Bapak Yusuf Kala,agar dalam kasih dan bimbingan-Mu, Bapak Presiden serta Bapak Wakil Presiden, serta para pemimpin  kami mampu mewujudkan Indonesia yang penuh dengan kedamaian, sehingga masyarakat yang adil dan makmur serta merata yang menjadi cita-cita bangsa kami sungguh-sungguh menjadi kenyataan.

Mampukanlah kami sebagai rakyat Indonesia dalam naungan kasih-Mu mampu berperan bersama-sama dengan para pemimpin kami, mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan merata tersebut.

Bebaskan bangsa dan tanah air kami dari bahaya, bencana alam, kelaparan, wabah penyakit, perpecahan, pertikaian,serta peperangan.

Berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu menerima perbedaan, baik itu perbedaan karena suku, golongan maupun perbedaan karena agama atau kepercayaan.

Allah Bapa yang mahabaik, jadikanlah kami pembawa damai.

Bila terjadi kebencian, jadikanlah kami pembawa cintakasih.

Bila terjadi penghinaan, jadikanlah kami pembawa pengampunan.

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah kami pembawa kerukunan.

Bila terjadi kebimbangan,jadikanlah  kami pembawa kepastian.

Bila terjadi kesesatan, jadikanlah kami pembawa kebenaran.

Bila terjadi kecemasan, jadikanlah kami pembawa harapan.

Bila terjadi kesedihan, jadikanlah kami sumber kegembiraan.

Bila terjadi kegelapan, jadikanlah kami pembawa terang.

Tuhan, semoga kami lebih ingin menghibur daripada dihibur,

memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.

Sebab dengan memberi, kami menerima, dengan mengampuni, kami diampuni.

Semua ini kami haturkan kehadirat-Mu, Allah Bapa kami yang Mahabaik, melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus, Sang Raja damai, yang hidup dan meraja bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Demi nama Bapa … Amin

Pontianak, 28 Desember 2017.(aop)

Calon Gubernur Sumut Bermunculan, Hendrik Sitompul Minta tak Ada yang Gunakan Isu SARA - Tribun Medan

Google News - Min, 31/12/2017 - 10:32

Tribun Medan

Calon Gubernur Sumut Bermunculan, Hendrik Sitompul Minta tak Ada yang Gunakan Isu SARA
Tribun Medan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, suhu politik di beberapa daerah termasuk Sumatera Utara (Sumut) akan memanas. Berbagai cara akan ditempuh calon gubernur dan partai pendukung untuk menghimpun suara masyarakat ...
Hendrik Sitompul Serukan Hindari Isu SARA Jadi Komoditi PolitikGoSumut
ISKA Sumut: Tahun Politik Hindari Isu SARAWaspada Online

all 3 news articles »Google News

Lentera Keluarga – Teladan Sempurna

Sesawi.Net - Min, 31/12/2017 - 09:42
Minggu, 31 Desember 2017.  Pesta Keluarga Kudus. Bacaan:  Kej 15:1-6;21:1-3; Mzm 105:1b-2.3-4.5-6.8-9; Ibr 11:8.11-12.17-19; Luk 2:22-40 Renungan PATER Berthier MS pendiri tarekat MSF memberikan teladan Keluarga Kudus kepada para anggota dengan menunjuk bahwa : “Di dalam Keluarga itu pulalah jawaban manusia atas karunia Allah menemukan ungkapan yang paling jelas”. Di dalam keluarga kudus ditemukan jiwa […]

31 Desember Sta. Paulina

Mirifica.net - Min, 31/12/2017 - 00:00

 

Awalnya dirayakan setiap Minggu terakhir bulan September sampai abad 17. Sebuah organisasi dibangun untuk menghormatinya di mana anggotanya banyak perempuan dan orang muda yang belum menikah. Ia menerima venerabilis di Borgosesia.

Sumber dan gambar: Pomi, Damiano. 28 Oktober 2004. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 18 Desember 2017

ISKA Sumut: Tahun Politik Hindari Isu SARA - Waspada Online

Google News - Sab, 30/12/2017 - 19:24

Waspada Online

ISKA Sumut: Tahun Politik Hindari Isu SARA
Waspada Online
MEDAN, WOL – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Sumatera Utara (DPD ISKA Sumut), Drs Hendrik Halomoan Sitompul, mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga dan meningkatan suasana kondusif di Sumut. Bahkan untuk menyikapi ...

Renungan Harian: Minggu, 31 Desember 2017, Luk. 2:22-40

Mirifica.net - Sab, 30/12/2017 - 19:00

ELUARGA adalah Gereja Kecil. Dalam keluarga segala nilai iman dan kebenaran ditanamkan. Keluarga yang harmonis dan sejahtera selalu mengedepankan iman, harapan, dan kasih. Ada juga keluarga yang tidak mampu mempertahankan keutuhan rumah tangga dan memilih berpisah. Tahun ini Gereja universal mengingatkan kita untuk kembali merefleksikan posisi keluarga sebagai basis Gereja yang fundamental. Bila keluarga kuat maka Gereja juga kuat.

Perayaan Pesta Keluarga Kudus di Nazaret mengingatkan kita semua untuk mendasari hidup kita dalam kekuatan persekutuan dengan Allah.

Paus Fransiskus mengatakan, “Tidak ada keluarga yang sempurna. Tidak ada suami-istri yang sempurna. Tidak ada anak yang sempurna. Namun, di dalam iman dan rahmat Allah yang kita terima, kita terus berjuang untuk saling melengkapi dan saling meneguhkan, agar pada era global ini kita tetap kuat berdiri sebagai keluarga Kristiani. Saksi Kasih dan Damai yang kita terima dari Tuhan kita Yesus Kristus.

Hari terakhir tahun ini menjadi momentum istimewea untuk merefleksikan perjalanan keluarga kita masing-masing. Apakah ada sukacita, keberhasilan dan kedamaian yang terus dirayakan dalam keluarga kita?  Semoga hari terakhir ini menjadi momentum refleksi keluarga untuk terus membangun spirit komunikasi kasih dan melibatkan Allah dalam seluruh perjalanan keluarga di tahun yang baru nanti. Selamat menyambut TAHUN BARU 2018. Tuhan memberkati.

Tuhan, aku bersyukur atas perlindungan-Mu selama tahun yang berlalu. Sertailah aku dan keluargaku dalam ziarah hidup di tahun yang baru ini. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017, Penerbit OBOR Indonesia

Pelita Hati: 31.12.2017 – Penghujung Tahun yang Kudus

Sesawi.Net - Sab, 30/12/2017 - 17:00
Bacaan Lukas 2:22-40 Dan  ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada […]

Ibadat Sore: Sabtu, 30 Desember 2017 O PEKAN I – HARI KEENAM DALAM OKTAF NATAL (Putih) Ibadat Sore I: Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf

Mirifica.net - Sab, 30/12/2017 - 16:00

IBADAT SORE

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya.

MADAH

Yesus, cahaya ilahi,
Pujaan surga dan bumi
Engkau lahir bagai bayi
Dalam keluarga suci.

O Maria penuh rahmat
Kautimang juru selamat
Yang kaucium dan kaupangku
Dengan hati yang terharu.

Santo Yusuf yang bahagya
Engkau keturunan raja
Sebutan manis “ayahKu”
Kautrima dari Yesusmu.

Yesus yang patuh dan setya
Kepada ayah dan bunda
Mulya dengan Allah Bapa
Dan Roh kudus selamanya. Amin

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Yakub menurunkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.

Mazmur 112 (113)

Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*
pujilah nama Tuhan.

Terberkatilah nama Tuhan,*
sekarang dan selama-lamanya.

Dari timur sampai ke barat,*
terpujilah nama Tuhan.

Tuhan menguasai segala bangsa,*
kemuliaanNya mengatasi langit.

Siapakah seperti Tuhan, Allah kita,*
yang bersemayam di takhta yang luhur;

yang membungkuk untuk melihat ke bawah,*
untuk memandang langit dan bumi.

Tuhan menegakkan orang lemah dari debu ,*
dan mengangkat orang miskin dari sampah,

untuk mendudukkannya di tengah para penguasa,*
di tengah para penguasa bangsanya.

Tuhan memberikan keturunan kepada wanita mandul,*
dan menjadikannya ibu yang penuh sukacita.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Yakub menurunkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.

Antifon
Yusuf, anak Daud, jangan takut mengambil Maria sebagai isteri. Sebab buah kandungannya itu berasal dari Roh kudus.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Yusuf, anak Daud, jangan takut mengambil Maria sebagai isteri. Sebab buah kandungannya itu berasal dari Roh kudus.

Antifon
Para gembala segera berangkat dan menemukan Maria dan Yusuf serta bayi yang berbaring di palungan.

Kidung Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,†
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,†
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,†
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,†
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,†
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,†
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,†
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Para gembala segera berangkat dan menemukan Maria dan Yusuf serta bayi yang berbaring di palungan.

BACAAN SINGKAT
2 Kor 8,9
Kamu tahu akan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus: Ia telah menjadi miskin demi kamu, sekalipun Ia kaya, agar kamu menjadi kaya berkat kemiskinanNya.

LAGU SINGKAT
P: Sabda menjadi manusia lemah,* Alleluya, alleluya.
U: Sabda menjadi manusia lemah,* Alleluya, alleluya.
P: Dan tinggal di antara kita.
U: Alleluya.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Sabda menjadi manusia lemah,* Alleluya, alleluya.

Antifon Kidung
Anak Yesus tinggal di Yerusalem tanpa diketahui orang tuaNya. Mereka sangka Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan, maka mereka mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Anak Yesus tinggal di Yerusalem tanpa diketahui orang tuaNya. Mereka sangka Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan, maka mereka mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan.

DOA PERMOHONAN
Kristus, Putera Allah yang hidup, telah berkenan menjadi anggota keluarga umat manusia. Marilah kita menyembah Dia:
U: Engkaulah teladan dan penebus kami, ya Tuhan.

Kristus, Engkau taat kepada Maria dan Yusuf, * ajarkanlah kepada kami ketaatan dan hormat terhadap para pemimpin kami.

Engkau mencintai orang tuaMu, dan Engkau dikasihi oleh mereka, * peliharalah semua rumah tangga dalam damai dan kerukunan.

Engkau selalu memperjuangkan kepentingan BapaMu di surga, * semoga Allah dihormati dalam setiap rumah tangga.

Kristus, orang tuaMu cemas hati mencari Engkau selama tiga hari di Yerusalem, * semoga kami pertama-tama mencari kerajaan Allah.

Kristus, Engkau telah mengikutsertakan Maria dan Yusuf dalam kemuliaanMu di surga, * terimalah orang-orang yang telah meninggal, dalam keluarga BapaMu di surga bahagia.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Bapa yang kekal, Engkau telah berkenan memberi kami teladan hidup keluarga kudus. Bantulah rumah tangga kami semua untuk meniru kebajikan hidup mereka dalam ikatan cinta. Semoga kelak kami menikmati kebahagiaan kekal sebagai anggota keluargaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

=====

Sumber:
IBADAT HARIAN
KOMISI LITURGI KWI

Pastor Andang Binawan SJ: Makan Siang Natal menyapa yang lemah untuk ikut sukacita Natal

Pen@ Katolik - Sab, 30/12/2017 - 14:51

Gerakan makan siang Natal merupakan kegiatan rutin yang sudah dilaksanakan beberapa tahun terakhir ini di wilayah KAJ untuk menyapa mereka yang lemah, tersingkir dan kurang mendapat perhatian, dan untuk memberikan kepada mereka sukacita di hari Natal yang penuh kegembiraan.

Vikep Keuskupan Agung Jakarta Pastor  Alexius Andang Binawan SJ berbicara di sela-sela Makan Siang Natal di Gedung Karya Pastoral Paroki Santa Helena, Curug, Tangerang, 25 Desember 2017, pukul 15.00. Acara itu dihadiri Kepala Paroki Santa Helena Pastor Lucas Sulaeman OSC, Pastor Adhi Pramono OSC dan Pastor Cornelius Balok Priyanto Basuki OSC.

Gerakan Makan Siang Natal KAJ yang dilaksanakan bersama oleh berbagai kelompok kategorial paroki dan serentak di 15 titik itu, lanjut Pastor Andang, bukan saja menumbuhkan iman umat tapi merupakan tanda bahwa “umat Katolik mewujudkan imannya secara nyata.”

Ketua Panitia Makan Siang Natal, Mikael Syah, menjelaskan gerakan itu pertama kali diperkenalkan oleh Kelompok Sant Egidio yang kemudian dilakukan secara berkala di Paroki Santa Helena dan paroki-paroki lain. “Khusus di Helena, ini merupakan tahun keempat pelaksanaan Makan Siang Natal ini,” tegasnya seraya menambahkan bahwa yang diundang adalah keluarga dari anggota ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah) dan seluruh anggota karyawan paroki itu.

Sebelum pelaksanaan acara di Paroki Santa Helena, seluruh anggota ASAK diijinkan memesan terlebih dahulu kado yang dibutuhkan. Ada yang memesan sepatu, baju, tas sekolah dan sebagainya. Semua pesanan dipenuhi oleh panitia yang terdiri atas Komunitas Pria Katolik (KPK) Santa Helena dan didukung oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Helena, Legio Maria, dan OMK.

 

Dasrini (46 tahun), seorang Muslim yang ikut hadir mengatakan senang atas kegiatan itu, serta berharap tahun depan ia bisa diundang dan dapat menghadiri acara seperti itu.

 

Veronika Bella Noverain, pemeran Bunda Maria dalam acara itu sangat senang bisa menjadi pemeran Bunda Maria dan merasakan suka cita bersama seluruh undangan dan boleh makan bersama dalam acara itu.

 

Makan Siang Natal dilakukan di 15 titik, 10 di Jakarta, 4 di Tangerang dan 1 di Bekasi. Jumlah keseluruhan yang hadir dalam Makan Siang Natal 2017 sebanyak 3.783 undangan, termasuk 380 orang yang hadir di Paroki Santa Helena. (Konradus R Mangu)

Ibadat Siang: Sabtu, 30 Desember 2017 O PEKAN I – HARI KEENAM DALAM OKTAF NATAL (Putih) Ibadat Sore I: Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf

Mirifica.net - Sab, 30/12/2017 - 10:00

IBADAT SIANG

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya

MADAH
Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.

Mazmur 118,33-40

Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, jalan ketetapanMu,*
aku akan berpegang kepadanya sampai saat terakhir.

Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukumMu,*
aku akan menepatinya dengan segenap hati.

Bimbinglah aku pada jalan perintahMu,*
sebab aku menyukainya.

Condongkan hatiku kepada perintahMu,*
jangan kepada keuntungan.

Jauhkanlah perhatianku dari yang sia-sia,*
buatlah aku hidup menurut hukumMu.

Tepatilah janjiMu kepada hambaMu,*
sabdaMu yang Kausampaikan kepada orang takwa.

Singkirkanlah dari aku cela yang menggelisahkan daku,*
karena baiklah segala ketetapanMu.

Sungguh aku rindu kepada titahMu,*
berilah aku hidup demi keadilanMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.

Antifon
Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.

Mazmur 33 – I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*
mulutku tetap menyanyikan pujianNya.

Karena Tuhan aku bermegah-megah,*
hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.

Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*
mari kita bersama memasyhurkan namaNya.

Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*
Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.

Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*
Ia tak akan mengecewakan dikau.

Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*
Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.

Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*
untuk melindunginya terhadap bahaya.

Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*
berbahagialah orang yang berlindung kepadaNya.

Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*
sebab yang takwa tidak berkekurangan.

Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*
yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.

Antifon
Perjuangkanlah damai sejahtera.

Mazmur 33 – II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*
kuajar kamu menjadi takwa.

Siapakah yang merindukan hidup,*
merindukan umur panjang penuh bahagia?

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*
dan bibirmu jangan menipu.

Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*
perjuangkanlah damai sejahtera.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*
telingaNya kepada seruan mereka

Wajah Tuhan menentang para penjahat,*
untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*
dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.

Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat,*
Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.

Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*
tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.

Tuhan melindungi segala tulangnya,*
tak satupun akan dipatahkan.

Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*
yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.

Tuhan menyelamatkan para hambaNya,*
semua yang berlindung kepadaNya tidak menanggung hukuman.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Perjuangkanlah damai sejahtera.

BACAAN SINGKAT
Yeh 34.11-12
Aku sendirilah yang akan mencari domba-dombaKu dan memperhatikan mereka. Seperti seorang gembala memeriksa kawanan ternaknya, bila ia ada di tengah domba-domba yang tercerai-berai, demikianlah Aku akan mencari dan meluputkan domba-dombaKu dari segala tempat ke mana mereka telah tercerai-berai pada hari-hari berawan dan kelam.

P: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya, alleluya.
U: Kabarkanlah setiap hari keselamatanNya, alleluya.

DOA PENUTUP
Allah yang mahakuasa, kami mohon, semoga kelahiran PuteraMu sebagai manusia baru membebaskan kami dari perbudakan dosa manusia lama. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Lentera Keluarga – Visi Keluarga

Sesawi.Net - Sab, 30/12/2017 - 08:11
Sabtu, 30 Desember 2017. Bacaan:  1Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-8a.8b-9.10; Luk 2:36-40 Renungan SETELAH menyelesaikan kewajiban yang dituntut oleh Hukum Tuhan, Keluarga Kudus kembali ke Nazareth. Yesus hidup dalam asuhan Maria dan Yusuf. Lukas merangkum proses pendidikan balita dan remaja Yesus dalam sebuah frase pendek dan kaya makna: “ Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh […]

Ibadat Pagi: Sabtu, 30 Desember 2017 O PEKAN I – HARI KEENAM DALAM OKTAF NATAL (Putih) Ibadat Sore I: Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf

Mirifica.net - Sab, 30/12/2017 - 04:00

IBADAT PAGI

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya.

MADAH
Marilah kita bernyanyi
Di segala ujung bumi
Bagi Kristus Tuhan kita
Yang lahir dari Maria.

Ia pencipta mulia
Sudi jadi manusia
Yang membebaskan sesama
Janganlah sampai binasa.

Jeramilah hamparanNya
Palungan di kandang sunyi
Susu seteguk minumNya
Kristus pelimpah rejeki.

Mulialah Engkau ya Tuhan
Yang lahir dari perawan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulialah kekal abadi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Katakanlah, hai para gembala, siapakah yang kamu lihat ? Wartakanlah kepada kami, siapakah yang menampakan diri ? kami melihat bayi, kami menyaksikan rombongan malaikat memuji Tuhan.

Mazmur 62 (63), 2-9

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Katakanlah, hai para gembala, siapakah yang kamu lihat ? Wartakanlah kepada kami, siapakah yang menampakan diri ? kami melihat bayi, kami menyaksikan rombongan malaikat memuji Tuhan.

Antifon
Malaikat berkata kepada para gembala: Kuwartakan kegembiraan besar. Hari ini penyelamat dunia lahir bagi kamu.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’).

Antifon
Malaikat berkata kepada para gembala: Kuwartakan kegembiraan besar. Hari ini penyelamat dunia lahir bagi kamu.

Antifon
Seorang Putera hari ini lahir bagi kita. Ia akan disebut Allah perkasa.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Seorang Putera hari ini lahir bagi kita. Ia akan disebut Allah perkasa.

BACAAN SINGKAT
Kebij 7,26-27
Kebijaksanaan adalah pantulan cahaya abadi, cermin keagungan Allah tanpa noda, serta citra kebaikanNya. Meskipun tunggal, Ia sanggup melaksanakan segalanya, dan meskipun tetap sama, Ia membaharui semuanya. Ia menjiwai orang-orang saleh dari segala bangsa, dan menjadikan mereka sahabat Allah dan nabi.

LAGU SINGKAT
P: Tuhan memaklumkan,* Alleluya, alleluya.
U: Tuhan memaklumkan,* Alleluya, alleluya.
P: PenyelamatanNya.
U: Alleluya.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Tuhan memaklumkan,* Alleluya, alleluya.

Antifon Kidung
Bagi Tuhan yang lahir, paduan para malaikat bernyanyi: Salam kepada Allah kita yang duduk di singgasana dan kepada Anakdomba.

KIDUNG ZAKHARIA
(Luk 1,68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Bagi Tuhan yang lahir, paduan para malaikat bernyanyi: Salam kepada Allah kita yang duduk di singgasana dan kepada Anakdomba.

DOA PERMOHONAN
Marilah kita memuliakan Kristus, citra Allah, dan dengan penuh kepercayaan berdoa:
U: Kristus, Putera Allah, dengarkanlah kami.

Putera Allah, Engkau telah menunjukkan cinta Bapa kepada kami, * semoga Engkau menyatakan cinta itu kepada semua manusia, melalui cinta kasih kami terhadap mereka.

Engkau telah memperlihatkan diri sebagai pemberi kehidupan, * kurniakanlah kepenuhan hidupMu kepada kami.

Semoga kami menyatakan hidupMu dalam diri kami, * dengan menanggung juga kematianMu dalam tubuh kami.

Terangilah hati kami, * agar kami semakin jelas mengenal cahaya kemuliaan Allah.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah yang mahakuasa, kami mohon, semoga kelahiran PuteraMu sebagai manusia baru membebaskan kami dari perbudakan dosa manusia lama. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

=====

Sumber:
IBADAT HARIAN
KOMISI LITURGI KWI

30 Desember St. Felix I

Mirifica.net - Sab, 30/12/2017 - 00:00

 

Paus pada 269 yang mempelopori misa khusus di kuburan relikui martir Kristen.

Sumber dan gambar: Amore, Agostino. 7 September 2001. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 18 Desember 2017

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator