Berita dan Event

Pope Francis at Mass: ‘Remorse is sign of salvation’

News.va - Kam, 28/09/2017 - 19:33
(Vatican Radio)  Be not afraid of “speaking the truth about our life”, by recognizing our sins and confessing them to the Lord. That was Pope Francis message at Mass on Thursday morning in the Casa Santa Marta. Listen to Devin Watkins’ report: Reflecting in his homily on the day’s Gospel about Herod’s response to Jesus’ preaching, Pope Francis noted that some people associated Jesus with John the Baptist, Elijah, or a prophet. Herod, he said, did not know what to think about Jesus, but “he felt” something within. This was not a mere curiosity, the Pope said, but “remorse in his soul and heart”. Herod sought to see Jesus “to calm himself”. The Holy Father said Herod wanted to see the Christ perform a miracle, but Jesus refused to hold “a circus before him”, so Herod handed him over to Pontius Pilate. And Jesus paid for his refusal with his life. In so doing, the Pope said, Herod covered “one crime with another” and “one remorse of conscience with another crime”, like one “who kills out of fear”. Remorse, he said, is therefore not “simply remembering something” but “an open wound”. “It is an open wound, which, when we have done something wrong in our life, pains us. But it is a hidden wound, unseen even by me, because I get used to carrying it around and anesthetizing it. It is there and some touch it, but it remains within. When it hurts, we feel remorse. I am not only aware of having done evil, but I also feel it in my body, in my soul, and in my life. And so I feel the temptation to cover it and not feel it anymore.” Pope Francis went on to say it is “a grace to feel our conscience accuse us”. However, he said none of us is a saint, so we are all tempted to notice the sins of the others, instead of our own. “We must, if I may say so, ‘baptize’ this open wound, that is, give it a name… And if you ask, ‘Father, how can I remove it?’ First of all, pray: ‘Lord, have mercy on me, a sinner.’ And then examine your life… And ask someone to help you to identify the wound and to give it a name, saying ‘I feel remorse because I did this concrete act.’ This is true humility before God.” The Pope said this act of being concrete with remorse is necessary for healing. “We must learn the science and wisdom of accusing ourselves… I accuse myself, feel the pain caused by the wound, learn where it has come from, and then indict myself regarding it. Do not be afraid of remorse, for it is a sign of salvation.” Finally, Pope Francis invited all to pray for the grace “to have courage to accuse ourselves”, in order to journey along the path towards salvation. (from Vatican Radio)...

Renungan Harian, Jumat: 29 September 2017, Yoh. 1:47-51

Mirifica.net - Kam, 28/09/2017 - 19:00

esta Malaikat Agung Mikael, Gabriel, dan Rafael hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa ilahi itu senantiasa mendampingi kita dalam seluruh perjuangan hidup kita. Karenanya kita tidak perlu takut dan cermas, sebab Allah begitu mengasihi kita dan mengutus Malaikat-Nya untuk membantu kita.

Siapakah yang pernah melihat Malaikat?Rasanya belum pernah ada diantara kita yang melihat.Bukan berarti karena tidak melihat lalu mereka tidak ada.Gereja mengimani sebagaimana dikatakan dalam Kitab Suci.Kehadiran mereka semata-mata untuk kebaikan manusia. Ada suatu istilah yang kadang kita dengar: “You are my Angel” (Engkaulah Malaikatku). Maka, pada pesta Malaikat Agung ini, kita mensyukuri berkat penyertaan Tuhan selama hidup kita melalui maqlaikat-malaikat-Nya dan sekaligus juga kita berkomitmen untuk menjadi malaikat bagi orang yang membutuhkan bantuan.

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau begitu mencintai akau sehingga kuasa Ilahi selalu menyertai aku melalui para Malaikat.Jadikanlah aku malaikat bagi sesamaku yang membutuhkan bantuan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

 

“Temu Sahabat 2017” di Gereja St. Yohanes Penginjil – Paroki Blok B Jakarta

Sesawi.Net - Kam, 28/09/2017 - 15:40
AYO, para OMK dan segenap anak muda lainnya, hadirilah kegiatan Seksi Panggilan Paroki Blok B – Jakarta dengan gelaran peristiwa sebagai berikut: “Temu Sahabat 2017: Generasi yang Adil dan Beradab”. Aula St. Ignatius – Gedung Yohanes di Gereja St. Yohanes Penginjil – Paroki Blok B Jakarta Alokasi waktu: Sabtu, 30 September 2017 mulai pukul 08.00 […]

Tidak Enak Sama Pemerintah, 15 Uskup China Batal ke Belgia

UCANews - Kam, 28/09/2017 - 15:19

Lima belas uskup China membatalkan perjalanan ke Belgia untuk mengambil bagian dalam sebuah forum pastoral bulan depan, dengan mengatakan bahwa hal itu “tidak nyaman” karena tanggal tersebut bersamaan dengan Kongres Komunis Nasional ke-19.

Pastor Jeroom Heyndrickx, CICM mantan direktur dan pendiri Yayasan Verbiest, mengatakan bahwa perjalanan untuk menghadiri Institut Verbiest di Universitas Leuven dari 15-19 Oktober dibatalkan atas permintaan para uskup.

Dia mengatakan alasannya adalah bahwa para uskup harus menghadiri Kongres Komunis Nasional yang berlangsung selama seminggu di Beijing yang dimulai pada 18 Oktober.

“Dari sumber yang independen dan terpercaya, mereka mengetahui bahwa para uskup tidak diizinkan untuk pergi selama waktu itu,” kata Pastor Heyndrickx.

Pastor Heyndrickx mengatakan bahwa negosiasi telah dimulai untuk menjadwal ulang acara tersebut, dengan daftar para uskup yang disepakati bersama.

Institut Verbiest melalui siaran pers pada 8 September, mengatakan bahwa perjalanan tersebut telah disetujui setelah melakukan perundingan dengan pemerintah China mengenai forum tersebut untuk membahas petunjuk Pastoral untuk para Uskup yang diterbitkan oleh Tahta Suci.

“Ini disepakati, begitu pula daftar 15 uskup yang akan berpartisipasi dalam pertemuan itu, ke-15 uskup semuanya legal,” kata Pastor Heyndrickx.

Namun, seorang sumber gereja yang meminta namanya tidak disebutkan, mengatakan bahwa selama diskusi tersebut, daftar tambahan uskup diajukan, termasuk lima uskup yang diakui dan satu uskup yang tidak diakui. Daftar tersebut ditolak namun tidak diketahui mengapa, kata sumber tersebut, ia menambahkan bahwa dia tidak yakin apakah pembatalan perjalanan 15 uskup itu benar-benar terkait dengan Kongres Komunis Nasional.

Uskup Joseph Ma Yinglin, ketua Konferensi Waligereja China dan seorang uskup ilegal Kunming yang tidak diakui oleh Vatikan, mengunjungi Institut Verbiest pada bulan Agustus.

Pastor Heyndrickx mengatakan bahwa perjalanan Uskup Ma tidak ada hubungannya dengan ke 15 uskup China yang menghadiri forum bulan Oktober.

“Kami berdiskusi dengan dia lebih banyak tentang pertukaran dan kerja sama di bidang akademik untuk masa depan,” kata pastor tersebut. “Kami percaya bahwa lebih banyak kerjasama dan pertukaran di bidang akademik adalah pilihan yang lebih mungkin.”

Klaten: Festival Budaya “Nandur Rukun Sugih Sedulur” dengan 1.000-an Peserta

Sesawi.Net - Kam, 28/09/2017 - 14:56
LEBIH dari seribu anak dan remaja dari sembilan paroki di Rayon Klaten, Jawa Tengah, mengikuti Festival Budaya PIA-PIR (Pendampingan Iman Anak – Pendampingan Iman Remaja) di Lapangan SMK Leonardo Klaten, Minggu (24/9/2017). Festival Budaya PIA-PIR Rayon Klaten yang melibatkan anak dan remaja lintas iman ini mengambil tema “Nandur Rukun Sugih Sedulur” yang berarti Menanam Kerukunan […]

Mantan Milisi Timor-Leste Ingin Dihapus dari Daftar Hitam PBB

UCANews - Kam, 28/09/2017 - 14:49

Terabaikan selama hampir dua dekade, milisi Timor-Leste yang mendukung integrasi dan pindah ke Indonesia setelah kemerdekaan negara tersebut menuntut pemerintah untuk menghapus nama mereka dari daftar kejahatan serius Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Masuk dalam daftar hitam PBB membuat mereka sulit bepergian ke luar negeri.

Keluhan tersebut menjadi salah satu dari sekian tuntutan mendorong sekitar 1.000 mantan pejuang turun ke jalan pada 25 September di Kupang, Nusa Tenggara Timur tempat mereka sekarang tinggal. Mereka keluhkan kondisi mereka yang tetap miskin meski telah berjuang untuk Indonesia.

Keadaan mereka sangat berbeda dengan perlakuan yang diberikan kepada anggota senior angkatan bersenjata Indonesia termasuk pemimpin kampanye Timor Leste, Jenderal Purnawirawan Wiranto, yang sekarang menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo.

Eurico Guterres, mantan pemimpin pejuang pro-Indonesia, memohon kepada pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan kepastian hukum bagi 403 orang Timor Lorosae yang namanya masih dalam daftar ‘kejahatan serius’ PBB terkait dengan kekejaman selama pendudukan Indonesia atas Timor-Leste.

Dia memohon kepada Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan yang menjadi komandan selama pemungutan suara kemerdekaan Timor Leste 1999.

“Saya adalah salah satu dari 403 mantan orang Timor Lorosa’e dan juga Wiranto yang berada dalam daftar ‘kejahatan serius’. Tapi sekarang, Wiranto bisa pergi ke mana-mana, sementara kami dilarang di mana-mana,” katanya kepada ucanews.com.

Pada tahun 2003, Wiranto bersama enam jenderal lainnya dituduh oleh Unit Kejahatan Berat PBB karena bertanggung jawab atas pelatihan dan mempersenjatai milisi pro-Jakarta yang bergabung dengan militer Indonesia dalam membunuh lebih dari 1.000 orang dan memaksa 250.000 orang Timor-Leste untuk meninggalkan rumah mereka sebelum dan setelah referendum kemerdekaan.

Guterres mengatakan bahwa meskipun mereka diberi kewarganegaraan Indonesia setelah perang, mereka tidak dapat meninggalkan Indonesia, termasuk bepergian ke Timor-Leste untuk menemui anggota keluarga karena nama mereka masih dalam daftar hitam PBB.

Dia juga mencatat bahwa Presiden Jokowi tidak pernah menyebut mantan pejuang Timor-Leste dalam pernyataan resmi.

“Presiden tidak pernah membicarakan mantan gerilyawan yang hidup di bawah garis kemiskinan,” katanya. “Bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghormati pejuangnya,” katanya.

Para pemrotes meminta pemerintah memberikan kompensasi kepada 13.000 anggota milisi serta sebuah piagam penghargaan untuk mereka.

“Kami juga berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan kepada putra dan putri milisi untuk menjadi anggota militer, polisi dan pegawai negeri,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Margarida Perera, 45, menjelaskan bahwa anak-anaknya tidak bisa bekerja di instansi pemerintah. “Alasannya adalah mantan orang Timor-Leste,” katanya kepada ucanews.com.

Suami Perera meninggal dalam perang dan dia tidak mendapat bantuan dari pemerintah Indonesia selama 18 tahun.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, yang berbicara dengan para pemrotes mengatakan bahwa dia “sangat memahami keluhan mantan orang Timor-Leste” dan berjanji untuk segera membicarakan masalah tersebut dengan Presiden Jokowi.

Sementara itu, Natalius Pigai, komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa untuk memenuhi tuntutan para pemrotes, pemerintah Indonesia harus bekerja sama dengan pemerintah Timor-Leste.

“Mengenai status 403 dalam daftar PBB, pertama-tama memerlukan permintaan maaf resmi dari pemerintah Timor-Leste, maka kedua negara dapat mengajukan banding ke PBB untuk menghapus orang-orang dari daftar hitam,” katanya kepada ucanews.com.

Natalius mengatakan, kebuntuan juga berlaku untuk masalah lain, seperti aset mereka di Timor-Leste.

“Kedua negara harus duduk bersama untuk mengatasi masalah ini,” katanya.

“Pada 2013, kami mengajukan rekomendasi ke pemerintah Indonesia, namun sepertinya belum ada kemajuan,” katanya.

Ziarah 90 Misdinar St. Tarsisius Wedi ke Gua Maria Kerep Ambarawa – Jateng

Sesawi.Net - Kam, 28/09/2017 - 14:43
SEKITAR 90 Misdinar Santo Tarcisius Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten, mengadakan ziarah ke Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) pada Kamis (21/9/2017) lalu. Ketua panitia ziarah, Petrus Johan Pragita, menyampaikan, ziarah ini bertujuan untuk membina iman misdinar untuk semakin setia melayani altar Tuhan. “Juga agar misdinar dapat menumbuhkan solidaritas dan kerja sama di […]

Lentera Keluarga: Kamis, 28 September 2017 – Jangan Lalaikan Tuhan

Sesawi.Net - Kam, 28/09/2017 - 14:14
Berdirinya tarekat MSF (1895-2017) Bacaan: Hag 1:1-8; Mzm 149:1-6a.9b; Luk 9:7-9 Renungan MELIHAT bahwa orang berbondong bondong membangun rumah sendiri dan membiarkan Bait Allah dalam reruntuhan,  Nabi Hagai mengingatkan Zerubabel dan Yosia sebagai pemimpin politik dan agama: Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian  untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi […]

Paus Meminta Umat Kristen untuk Berbagi Harapan dengan Migran

UCANews - Kam, 28/09/2017 - 12:56

Harapan yang sama yang mendorong orang untuk mencari kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai juga menggerakkan hati pria dan wanita untuk menyambut migran dan pengungsi dengan tangan terbuka, kata Paus Fransiskus.

“Mereka yang datang ke tanah kita dan kita yang mendekatkan diri ke hati mereka untuk memahami mereka, untuk memahami budaya dan bahasa mereka, memulai sebuah perjalanan bersama yang tidak bisa tercapai tanpa harapan,” kata paus saat audiensi pada 27 September.

“Saudara dan saudari, jangan takut untuk berbagi perjalanan! Jangan takut berbagi harapan,” kata Paus Fransiskus seperti dilansir Catholic News Service.

Selama audiensi, paus meluncurkan kampanye “Berbagi Perjalanan”, sebuah inisiatif yang disponsori oleh Caritas Internationalis, sebuah jaringan lembaga bantuan Katolik global.

Kampanye tersebut mendorong orang-orang Katolik untuk mengerti, mengenal dan menyambut pengungsi dan migran.

Melanjutkan serangkaian ceramahnya tentang harapan Kristen, paus merefleksikan musuh atas harapan, yang seperti mitos Yunani tentang kotak Pandora, melepaskan begitu banyak kemalangan sepanjang sejarah dunia.

Namun, katanya, hanya sedikit orang yang ingat bahwa di akhir cerita, hal terakhir yang dikeluarkan dari kotak pandora itu adalah harapan, yang “menopang kehidupan, melindung, merawat dan membuatnya tumbuh.”

Paus Fransiskus mendesak umat Kristen untuk terus berharap agar tetap hidup dan berjuang melawan keputusasaan melalui Yesus “yang bisa membuka pintu lebar-lebar” dan “melihat di atas cakrawala.

“Jika Yesus menaklukkan dunia, dia mampu menaklukkan apa yang menghalangi jalan kebaikan dalam diri kita,” kata paus.

“Jika Tuhan bersama kita, tidak ada yang bisa merampas kita dari kebajikan yang mutlak kita butuhkan untuk hidup. Tidak ada yang akan merampas harapan kita.”

Kamis, 28 September 2017

Pen@ Katolik - Kam, 28/09/2017 - 11:58

PEKAN BIASA XXV (H)
Santo Wenseslaus; Santa Eustakia; Santo Laurensius Ruiz, Yakobus, Kyushei Tomonaga, dan Dominikus Ibanez (martir dari Jepang)

Bacaan I: Hag. 1:1-8
Mazmur: 149:1-6a.9b; R: 4a
Bacaan Injil: Luk. 9:7-9

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: ”Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Renungan

“Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian? Herodes berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus”. Kerinduan untuk dapat bertemu dengan Yesus secara personal merupakan sesuatu yang sangat positif dalam hidup kita. Tetapi, kita boleh bercermin dari apa yang dikatakan bacaan Injil hari ini. Herodes berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus. Apakah pada akhirnya ia berjumpa dengan Yesus? Ia berjumpa dengan Yesus (bdk. Luk. 23:8-12) dan Ia mendengar banyak hal tentang Dia. Kerinduan Herodes untuk bertemu dengan Yesus sebenarnya tidak disertai dengan motivasi yang positif. Perjumpaan dengan Yesus sama sekali tidak membawa perubahan dalam diri Herodes. Ia bahkan ikut menista dan mengolok-olok Yesus.

Kita boleh berefleksi, “Bagaimana dengan diri kita sendiri? Adakah kerinduan dalam diri kita untuk berjumpa dengan Yesus? Adakah kita berjuang untuk menghidupi doa pribadi, terlibat dalam doa bersama, mengikuti perayaan Ekaristi dan devosi lainnya? Jika aktif dalam Gereja, apakah motivasi kita murni untuk Tuhan? Setelah berjumpa dengan Tuhan dalam sakramen yang kita rayakan, adakah kita berubah menjadi lebih baik?”

Tuhan Yesus, terima kasih aku boleh mengalami perjumpaan pribadi dengan Engkau dalam sakramen Ekaristi setiap minggu dan dalam sakramen lainnya. Semoga karenanya aku berubah menjadi serupa dengan Engkau. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

25 Tahun Imamat, Mgr Dominikus Saku Pulang Kampung

Sesawi.Net - Kam, 28/09/2017 - 10:16
LAUTAN manusia menyambut kedatangan Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr, saat memasuki area Gereja Paroki Santo Andreas Tunbaba, Timor Tengah Utara, Senin, (25/9). Jelang syukuran 25 tahun tahbisan imam, Mgr Domi sengaja pulang kampung disambut ribuan umat dan dikalungi selendang serta dentuman suara drum band dari siswa-siswi SMA Taekas. Iringan-iringan panjang rombongan yang terdiri […]

Prajurit TNI & Polri Katolik Ikuti Retret di Kemah Tabor Mataloko - Amorpost Berita Katolik (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Kam, 28/09/2017 - 10:02

Prajurit TNI & Polri Katolik Ikuti Retret di Kemah Tabor Mataloko
Amorpost Berita Katolik (Siaran Pers) (Blog)
Prajurit TNI & Polri Katolik Ikuti Retret di Kemah Tabor Mataloko, Amorpost.com – Para prajurit TNI dan Polri yang beragama Katolik se-daratan Flores dan Lembata mengikuti kegiatan retret. Kegiatan rohani ini berlangsung dari tanggal 25-28 September ...

Brevir Siang, Kamis, 28 September 2017 Pekan Biasa XXV – O PEKAN I – HARI BIASA

Mirifica.net - Kam, 28/09/2017 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Mazmur 118 (119),17-24

Ya Tuhan, berbuatlah baik kepada hambaMu, maka aku akan hidup,*
dan tetap berpegang pada firmanMu.

Bukalah mataku, maka aku memandang,*
hukumMu yang mengagumkan.

Aku ini pendatang di dunia,*
jangan menyembunyikan perintahMu terhadapku.

Remuk redamlah hatiku,*
karena merindukan hukumMu setiap waktu.

Engkau akan menghardik orang yang sombong,*
terkutuklah yang menyimpang dari perintahMu.

Jauhkan dari padaku penghinaan dan cercaan,*
sebab aku melakukan segala perintahMu.

Sekalipun para pemuka bersepakat melawan daku,*
hambaMu ini merenungkan segala ketetapanMu.

Sungguh perintahMu menjadi kesukaanku,*
dan penasihat dalam segala tingkah lakuku.

Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Mazmur 24 (25) – I

KepadaMu kuarahkan hatiku,*
ya Tuhan Allahku.

KepadaMu aku percaya, janganlah mengecewakan daku,*
janganlah musuh bersukacita atas kemalanganku.

Sebab yang berharap kepadaMu, tidak akan kecewa,*
kecewalah hendaknya yang berbuat lalim.

Perkenalkanlah jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
tunjukkanlah lorongMu kepadaku.

Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar dan ajarilah aku,+
karena Engkaulah Allah penyelamatku,*
kepadaMu aku selalu berharap.

Ya Tuhan, ingatlah akan rahmat dan kasih setiaMu,*
yang telah Kautunjukkan sejak sediakala.

Dosa masa mudaku dan pelanggaranku jangan Kauingat,*
tetapi ingatlah akan daku menurut belaskasihanMu.

Jujur dan baiklah Tuhan,*
Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukumNya,*
mengajarkan jalanNya kepada orang yang bersahaja.

Segala tindakan Tuhan penuh kasih setia dan kebenaran,*
bagi setiap orang yang berpegang pada perjanjian dan hukumNya.

Demi namaMu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku,*
biar besarlah dosaku.

Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Mazmur 24 (25) – II

Siapakah orang yang takwa?*
Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilih.

Orang takwa tetap sejahtera,*
keturunannya akan mewarisi tanah kebahagiaan.

Tuhan bergaul mesra dengan orang yang takwa,*
perjanjianNya diajarkan kepadanya.

Mataku tetap terarah kepada Tuhan,*
sebab Ia melepaskan kakiku dari jaring.

Arahkan wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan,*
sebab aku sebatang kara dan malang.

Lapangkanlah hatiku yang amat sesak,*
lepaskanlah aku dari segala kesusahanku.

Perhatikanlah sengsara dan kesukaranku,*
hapuskanlah segala kesesatanku.

Lihatlah, betapa banyaknya lawanku,*
mereka sangat membenci aku.

Jagalah hidupku dan selamatkan daku,*
janganlah aku kecewa karena berlindung kepadaMu.

Semoga aku terlindung karena ketulusan dan kejujuranku,*
sebab aku berharap kepadaMu.

Ya Allah, bebaskanlah umatMu Israel,*
dari segala kesesakannya.

Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Bacaan singkat (Am 4,13)

Dia yang membentuk gunung-gemunung dan yang menciptakan angin. Dia yang memberitahukan pikiranNya kepada manusia. Dia yang membuat fajar dan kegelapan, dan yang berjejak di atas bukit-bukit: Tuhan, Allah semesta alam, itulah namaNya.

P: Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Ajak Warga Merauke Beralih ke Pupuk Organik dari Bahan di Sekitar - Mongabay.co.id

Google News - Kam, 28/09/2017 - 08:51

Mongabay.co.id

Ajak Warga Merauke Beralih ke Pupuk Organik dari Bahan di Sekitar
Mongabay.co.id
Mereka memanfaatkan waktu luang dengan bertanam kol, sawi, kangkung, terung sampai jagung. Pupuk alami dipakai menyuburkan beragam tanaman ini. Sekitar 50 orang di sana dapat latihan bikin pupuk cair organik. Rohaniwan Katolik Bruder Johanes ...

Brevir Pagi, Kamis, 28 September 2017 Pekan Biasa XXV – O PEKAN I – HARI BIASA

Mirifica.net - Kam, 28/09/2017 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Mazmur 56

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang maha-tinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Yer 31,10-14

Dengarkanlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,*
wartakanlah ke pulau-pulau yang jauh:

“Tuhan dahulu mencerai-beraikan umat Israel,+
tetapi Ia akan menghimpunkannya kembali,*
dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanannya.

Bangsa Yakub sudah diselamatkan Tuhan,*
dan ditebus dari musuh yang menguasainya.

Dengan sorak-sorai mereka mendaki gunung Sion,*
dan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Sebab Tuhan menganugerahkan gandum, minyak dan anggur,*
anakdomba dan sapi.

Hati mereka segar, bagaikan taman yang diairi,*
dan takkan pernah mereka kehausan.

Para pemudi menari berbaris,*
dan tua muda bersukaria.

Kesedihan mereka akan Kuubah menjadi kesukaan,*
Kuhibur dan Kugembirakan mereka sesudah kesusahan.

Para imam Kusenangkan dengan kurban,*
dan umat Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Mazmur 47

Tuhan agung dan sangat terpuji,*
di kota Allah kita.

GunungNya yang kudus menjulang megah,*
menggirangkan seluruh bumi.

Bagi kita gunung Sion itu gunung Allah,*
kota raja agung.

Allah tinggal dalam puri-purinya,*
Ia sendirilah yang ternyata menjadi bentengnya.

Raja-raja bersekutu,+
dan maju serentak,*
untuk menyerang kota Allah.

Demi melihatnya mereka tercengang,*
dan terhalau lari ketakutan.

Di sana mereka gemetar ketakutan,*
mereka merintih kesakitan seperti wanita yang melahirkan.

Engkau menghancurkan mereka,*
seperti topan timur menghancurkan kapal besar.

Seperti pernah kita dengar,+
kini kita alami di kota Tuhan semesta alam,*
di kota Allah kita.

Allah yang menjadi bentengnya,*
untuk selama-lamanya.

Kami mengenangkan kasih setiaMu, ya Allah,*
dalam rumahMu yang kudus.

Seperti Engkau berkuasa di seluruh dunia,*
demikianpun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.

TindakanMu adil semuanya,*
hendaknya gunung Sion bersukacita.

Semoga semua kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena karya penyelamatanMu.

Kelilinglah Sion, edarilah dia,*
hitunglah menaranya yang kokoh.

Perhatikanlah seluruh temboknya,*
tinjaulah benteng-bentengnya.

Maka kamu dapat mengisahkan kepada anak cucumu,*
bahwa Dia itulah Allah.

Dialah Allah kita untuk selama-lamanya,*
Dialah yang memimpin kita.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Bacaan Singkat (Yes 66,1-2)

Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhtaKu, dan bumi tumpuan kakiKu. Rumah apakah yang dapat kamu dirikan bagiKu? Tempat apakah yang dapat menjadi kediamanKu? Bukankah tanganKu sendiri membuat segala sesuatu, dan semuanya itu milikKu: sabda Tuhan! Inilah orang yang Kuperhatikan: yang tertindas dan patah semangat, orang yang takut akan sabdaKu.

Lagu Singkat

P: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan. U: Aku. P: PeraturanMu akan kupelihara. U: Kabulkanlah doaku, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Aku berseru.

Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Doa Permohonan

Kristus menerangi hari ini dengan cahayaNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berseru:
U: Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.
P: Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini.
P: Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora.
P: Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikutMu.
P: Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hatiMu sepanjang hari.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadiratMu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada cahaya sejati, yakni Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Bertobat dan Bina Relasi Yang Erat DenganNya

Sesawi.Net - Kam, 28/09/2017 - 00:39
BERITA mengenai kehebatan Yesus sampai di telinga Herodes, mengusik hatinya, mengingatkan kembali akan kesalahannya di masa lampau. Rasa takut dan cemas membayanginya, karena ia menduga bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit untuk membalas dendam. Herodes ingin bertemu Yesus, dengan tujuan untuk memastikan kebenaran berita yang didengarnya  dan menyelidiki identitasNya. Herodes adalah raja yang gila […]

Kata Mutiara – Kamis 28 September 2017

Sesawi.Net - Kam, 28/09/2017 - 00:32
BAGAIMANA anda mengubah perilaku anda? Ubahlah apa yang anda sembah. Timothy Keller Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

28 September St. Wenceslaus

Mirifica.net - Kam, 28/09/2017 - 00:00

 

Stochow, Praha, 907 – Stara Boleslav, Republik Czech, 929/935

Sejak muda, ia dididik agama Kristen oleh neneknya, Sta. Ludmilla. Ibunya yang lebih mencintai adik Wenceslaus, Boleslaus, menumbuhkan persaingan keji antara dua saudara itu; supaya adik Wenceslaus bisa naik jabatan menggantikan kakaknya.

Suatu kali, Boleslaus ingin membunuh Wenceslaus ketika ia berjalan sendirian menuju gereja untuk berdoa. Namun, Wenceslaus malah mendorong adiknya sampai pedangnya terlempar. Ia mengembalikan pedang itu ke adiknya sebagai tanda memaafkan. Sayangnya, pembunuh bayaran Boleslaus melanjutkan misi itu dan akhirnya membunuh Wenceslaus.

Sumber dan gambar: Agasso, Domenico. 1 Februari 2001. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 21 September 2017

PBNU Ajak Tokoh Agama Tak Terprovokasi 'Gorengan' Tahun Politik - Islam NU (Blog)

Google News - Rab, 27/09/2017 - 23:05

Islam NU (Blog)

PBNU Ajak Tokoh Agama Tak Terprovokasi 'Gorengan' Tahun Politik
Islam NU (Blog)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimabau pemuka agama di Indonesia untuk tidak terprovokasi isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Menjelang tahun politik, Pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu presiden 2019, pihak-pihak tertentu telah ...

and more »

Ia menyesal lalu pergi juga

Katolisitas.org - Rab, 27/09/2017 - 20:59

1 Oktober 2017. Hari Minggu Biasa ke-26. Yeh 18:25-28. Flp 2:1-11. Mat 21:28-32 28. “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang …

The post Ia menyesal lalu pergi juga appeared first on katolisitas.org.

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator