Berita dan Event

Korea Selatan Bangun ‘Kapel Perdamaian’ Di Desa Gencatan Senjata

UCANews - Sel, 26/06/2018 - 08:29

Kapel baru akan dibangun di Daerah Keamanan Bersama (JSA) di Panmunjom, sebuah desa gencatan senjata di Zona Demiliterisasi antar-Korea (DMZ) yang didirikan pada akhir Perang Korea (1950-1953).

Pada  5 Juni sebuah upacara peletakan batu pertama diadakan untuk kapel baru yang dipimpin oleh Uskup Francis Xavier Yu Soo-il.

Kapel itu akan menggantikan gedung lama yang dibangun tahun 1958 tiga tahun setelah pembicaraan damai di Panmunjom menghasilkan gencatan senjata.

Gencatan senjata setelah 65 tahun itu, menempatkan kedua Korea secara teknis tetap dalam keadaan perang meskipun ada serangkaian pembicaraan tentang rekonsiliasi antara Presiden AS Donald Trump, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in.

Kapel tersebut akan ditempatkan di depan Pusat Pengunjung JSA, dan akan berfungsi  sebagai “kapel perdamaian” dalam pengaturan bersejarah ini di mana bekas-bekas perang tetap ada meski gelombang momentum terbaru untuk rekonsiliasi dan peningkatan pertukaran antar-Korea.

“Pembangunan kapel baru di JSA adalah hadiah yang menunjukkan kasih karunia Tuhan,” kata Uskup Xavier.

“Kapel itu, yang letaknya dekat ke Korea Utara, akan berfungsi sebagai tempat di mana kita dapat berdoa untuk mengatasi pembagian dua Korea seperti kita berharap untuk reunifikasi damai,” tambahnya.

“Kapel itu juga akan berfungsi sebagai sumber spiritual bagi para prajurit yang menjaga desa gencatan senjata itu. Sebuah berkat bagi semua orang yang berkunjung ke sini.”

Gedung satu lantai yang terletak di atas lahan seluas 2.089 meter persegi ini akan selesai pada  Maret dengan kapasitas untuk menampung lebih dari 100  pengunjung Gereja.

“Ini sangat berarti karena kita dapat membangun kapel baru di JSA, yang merupakan tempat pertempuran sengit dan sekarang telah menjadi tempat dialog. Ini akan menjadi tempat untuk berdoa bagi perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Letnan Kolonel Matius Petani, komandan Batalion Keamanan Komando PBB-JSA.

 

PMKRI menghimbau seluruh kadernya untuk mengawal jalannya Pilkada

Pen@ Katolik - Sel, 26/06/2018 - 05:33
Berdasarkan Foto Baret Merah PMKRI/Ist

“Menghimbau kepada seluruh kader PMKRI di daerah-daerah yang melaksanakan Pilkada agar terlibat secara aktif untuk mengawal jalannya proses demokratis tersebut secara jujur dan adil dengan mengedepankan politik nilai yang berpijak pada keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif.”

Demikian salah satu dari beberapa pernyataan sikap Pengurus Pusat PMKRI dalam Pilkada Serentak 2018 yang dikeluarkan di Jakarta, 25 Juni 2018, dan ditandatangani oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan Yohanes Paulus Arianto Sani Namang, dan diketahui oleh Ketua Presidium Juventus Prima Yoris Kago dan Sekretaris Jenderal Tomson Sabungan Silalahi.

Pernyataan itu dikeluarkan karena Pengurus Pusat PMKRI menyadari bahwa momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara demokratis yang akan berlangsung 27 Juni 2018 menuntut tanggung jawab moral segenap tumpah darah Indonesia untuk menjamin terlaksananya pemilihan umum itu secara adil dan jujur tanpa mencederai persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dalam terang itu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) merasa terpanggil untuk terlibat aktif dalam upaya untuk mengawal Pilkada tersebut, sehingga momentum kontestasi kepemimpinan itu, selain mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan cakap, juga mampu meneguhkan keharmonisan bangsa dalam bingkai persatuan dan kesatuan sesuai dengan Pancasila,” tulis pernyataan sikap yang juga dikirim kepada PEN@ Katolik itu.

Dalam semangat mengawal proses demokratis serta menjaga keharmonisan bangsa pada momentum Pilkada itu, Pengurus Pusat PMKRI juga menyerukan agar pemilih “menolak praktek politik uang dan segala bentuk kampanye hitam yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan di antara sesama anak bangsa.”

Selain itu, pemilih diminta menggunakan pertimbangan rasional dan suara hati dalam memilah dan memilih kandidat kepala daerah sesuai dengan rekam jejak dan kapasitas intelektual untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kedaerahan dan kebangsaan, dan bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam keragaman di bawah terang Pancasila.

Pengurus Pusat PMKRI juga menghimbau kepada pihak Penyelenggara Pemilu, Polri, dan TNI untuk bersikap netral dalam proses Pilkada 2018.(paul c pati)

Ketua Waligereja Filipina tidak setuju seorang imam Katolik membawa senjata api

Pen@ Katolik - Sel, 26/06/2018 - 04:17
Uskup Agung Davao Mgr Romulo Valles, Ketua Konferensi Waligereja Filipina/CBCPNews

“Beberapa hari terakhir ini, ada berita bahwa sejumlah imam Katolik meminta izin dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) agar mereka diizinkan membawa senjata api. Saya telah menyatakan pikiran saya tentang persoalan ini beberapa hari yang lalu melalui Radio Veritas, stasiun radio yang dikelola oleh Keuskupan Agung Manila, bahwa saya tidak setuju dengan tindakan semacam itu – bahwa seorang imam lebih baik membawa senjata api.”

Demikian dua alinea pertama surat yang ditulis oleh Ketua Konferensi Waligereja Filipina Mgr Romulo G Valles dari kantor waligereja itu, 23 Juni 2018. Surat itu diterbitkan oleh CBCPNews, sebuah media online dari kantor waligereja itu.

PNP sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 200 imam dan pendeta telah mengajukan permohonan izin untuk membawa senjata api di luar tempat tinggal mereka.

Uskup Agung Davao itu menjelaskan bahwa seorang imam adalah seseorang yang dibentuk untuk Kristus. “Dalam ajaran Gereja, seorang imam bertindak atas nama Kristus. Di tengah-tengah Gereja, di tengah-tengah masyarakat, karena anugerah penahbisan imamat, kita seharusnya melihat dan merasakan pribadi Kristus dalam kehadirannya. Dan, oleh karena itu, dengan pembentukan seorang imam untuk Kristus ini, bisa dikatakan bahwa tidaklah tepat bagi seorang imam untuk membawa senjata api untuk melindungi dirinya sendiri,” tulis prelatus itu.

Mgr Valles sangat menyadari bahaya dalam hidup para imam akhir-akhir ini, terutama setelah terjadi pembunuhan atas tiga imam dalam beberapa bulan terakhir. Para uskup yang sangat terganggu dan sangat sedih atas kematian para imam itu bahkan mencela pembunuhan-pembunuhan itu.

“Tapi tetap bagi saya, para imam sama sekali tidak perlu membawa senjata api. Itulah sebabnya, kami memberikan kepercayaan dan keyakinan kami kepada PNP dan kepada personel ketenteraman dan ketertiban terkait lainnya dalam pemerintahan. Kami berdoa bagi mereka dan menantang mereka untuk melakukan yang terbaik dalam tugas yang sangat sulit untuk melindungi kita semua, termasuk para imam,” tulis uskup agung itu.

Uskup Agung Davao itu menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada seorang imam pun yang bertanya kepadanya tentang hal itu. Sungguh pun demikian, “saya sangat tidak menganjurkan para imam saya, klerus dari Davao, untuk meminta izin dari PNP untuk membawa senjata api.”

Namun Mgr Valles menganjurkan para imam dari keuskupan atau keuskupan agung lain di Filipina untuk membicarakan hal itu dengan uskup mereka dan di antara para imam sendiri, apakah membawa senjata itu pantas bagi umat kita.

Mgr Valles mengakhiri suratnya dengan mengajak para imam untuk lebih banyak lagi berdoa agar semakin yakin dan bersyukur atas anugerah penahbisan yang telah mereka terima. “Kita dibentuk untuk Kristus dan bertindak atas nama-Nya dalam setiap saat kehidupan kita,” tulis ketua Konferensi Waligereja Filipina itu.(paul c pati)

Artikel terkait:

Para uskup menentang ide mempersenjatai para imam

Kematian tiga imam

Hari Perbaikan di Filipina

Pastor Richmond Nilo imam ketiga yang tewas di Filipina dalam enam bulan terakhir

Pastor Rey Urmeneta terhindar dari kematian

Pastor Ventura dimakamkan

Pastor Ventura ditembak mati setelah Misa

61 Th Paroki St. Paulus Atsj: Doa Karismatik sebelum Perayaan Syukur (9)

Sesawi.Net - Sen, 25/06/2018 - 23:59
MENJELANG  pesta HUT ke-61 Paroki Santo paulus Atsj di Keuskupan Agats, Papua, umat Katolik setempat  mengadakan kegiatan doa karismatik. Acara ini dimulai dari tgl 24-26 Juni 20198 dan hari ini menjadi hari terakhir penutupannya. Berikut ini rekaman peristiwanya yang dikirim oleh Romo Medardus Eko Budi Setiawan OSC, Pastor Paroki St. Paulus Atsj untuk Sesawi.Net dan […]

Merawat Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal - Investor Daily

Google News - Sen, 25/06/2018 - 23:45

Investor Daily

Merawat Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal
Investor Daily
Kearifan lokal itulah yang melandasi seluruh permenungan yang disampaikan Romo Aloys Budi Purnomo Pr pada kesempatan FGD (focus group discussion) yang diselenggarakan oleh ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia) Korda Jateng pada rangkaian ...

Puncta 26.06.18. Matius 7:6. 12-14: The Golden Way

Sesawi.Net - Sen, 25/06/2018 - 23:27
LAKUKANLAH segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu. Jika kamu ingin orang lain melayanimu, maka layanilah mereka lebih dulu. Jika kamu ingin mereka menghormatimu, hormatilah mereka lebih dulu. Jika kamu tidak ingin orang lain menghinamu, maka jangan menghina mereka. Jika kamu tidak ingin orang lain membully kamu, maka jangan mem-bully mereka. Hal-hal seperti itu […]

1.250 Orang Terlibat dalam Temu Orang Muda Katolik se-Paroki Pahauma

Sesawi.Net - Sen, 25/06/2018 - 22:16
1.250 Orang Terlibat dalam Temu Orang Muda Katolik se-Paroki Pahauman “#SIAP, Sigap, Berkarya”. Euforia  pekikan hastag khas Temu Orang Muda Katolik se-Paroki Pahauman, Keuskupan Agung Pontianak ini menggelegar setiap kali MC mengucapkan ajakan berupa slogan “OMK Paroki Pahauman.” Geliat pembinaan OMK dalam program yang bernama Temu Orang Muda Katolik akhir-akhir ini sedang gencar dilaksanakan di […]

Paroki St. Paulus Muara Bungo, Jambi: Jambore Remaja Sekami, Beda itu Keren

Sesawi.Net - Sen, 25/06/2018 - 21:48
AKU beda keren, kamu beda cantik, bersaudara asik, SEKAMI wow keren, wow keren, aye! Itulah yang diserukan selama acara Jambore Sekami Remaja Sijambu 2018 dari tanggal 19 -21 Juni 2018 di Paroki St Paulus Muara Bungo. Inilah pertemuan pertama dari Serikat Kepausan Anak Misioner Distrik SiJambu di Keuskupan Agung Palembang. Sijambu itu kependekan dari Singkut, […]

Renungan Harian, Selasa: 26 Juni 2018,

Mirifica.net - Sen, 25/06/2018 - 19:00
ESUATU  yang berharga, apalagi kudus, tidak akan kita lemparkan ke tengah mereka yang tidak dapat menghargainya (bdk. Mat. 7:6). Yesus mengajarkan bagaimana menghargai kebenaran sejati yang telah kita temukan karena iman kepada-Nya, sekalipun hal itu tidak serta merta dilihat oleh banyak orang. Kendati pintu menuju kepada kehidupan seperti diajarkan Yesus itu sempit dan sesak, kita …

Penghormatan macam apa yang selayaknya diberikan kepada Sakramen Ekaristi?

Pen@ Katolik - Sen, 25/06/2018 - 18:34
Tabernakel Gereja Maria Ratu Pencinta Damai, Pancasila, Pontianak

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

285. Berapa lama kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi?

Kehadiran Kristus terus berlanjut selama rupa Sakramen Ekaristi tetap ada.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1377

286. Penghormatan macam apa yang selayaknya diberikan kepada Sakramen Ekaristi?

Penghormatan yang layak diberikan kepada Sakramen Ekaristi, baik selama perayaan atau di luar itu, adalah penyembahan latria, yaitu penyembahan yang layak diberikan kepada Allah. Gereja sangat menghormati Hosti yang sudah dikonsakrir. Gereja membawanya kepada orang yang sakit dan mereka yang tidak mungkin berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi; juga menakhtakan dalam adorasi umat beriman, dan mengaraknya dalam prosesi. Gereja menganjurkan umat beriman untuk mengunjungi dan menghormati Sakramen Mahakudus yang disimpan dalam tabernakel.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1378-1381, 1418

Pernyataan Sikap Pengurus Pusat PMKRI Dalam Pilkada Serentak 2018 - Tribunnews

Google News - Sen, 25/06/2018 - 18:11

Tribun Medan

Pernyataan Sikap Pengurus Pusat PMKRI Dalam Pilkada Serentak 2018
Tribunnews
Dalam terang itu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) merasa terpanggil untuk terlibat aktif dalam upaya untuk mengawal Pilkada tersebut, sehingga momentum kontestasi kepemimpinan itu, selain mampu melahirkan ...
Inilah Pernyataan Sikap Pengurus Pusat PMKRI dalam Pilkada Serentak 2018Tribun Medan

all 2 news articles »

Kelompok Agama Bantu Massa Pendemo di Manila  

UCANews - Sen, 25/06/2018 - 17:55

Beberapa biarawati dan pendeta memimpin sejumlah kelompok agama yang telah menyebar di Manila, Filipina, dan beberapa propinsi sekitar untuk memperlihatkan dukungan mereka kepada buruh yang tengah menggelar aksi protes.

Serangkaian aksi protes muncul dalam sepekan lalu untuk menentang sistem kontrak buruh. Sistem ini disebut sebagai penyebab tidak adanya pengangkatan karyawan tetap di kalangan banyak buruh.

Sistem kontrak buruh adalah sebuah praktek di mana agen atau penyalur tenaga kerja merekut buruh atas nama sebuah perusahaan besar sehingga perusahaan besar ini bisa terhindar dari aturan buruh dan pengangkatan karyawan tetap. Akibatnya, perusahaan besar mudah memecat buruh.

Menurut pengamat, kehadiran Gereja dalam aksi protes nampaknya bertujuan untuk mencegah terjadinya bentrokan antara massa pendemo dan aparat polisi.

Suster Mary John Mananzan dari Ordo Benediktin mengatakan kepada para pendemo bahwa Gereja Katolik selama ini konsisten dalam mengakui “kebutuhan akan hidup secara bermartabat” mereka.

Pada Sabtu (23/6), ia memimpin sekelompok religius wanita ke sebuah perusahaan manufaktur di Propinsi Bulacan untuk memastikan kepada para pendemo bahwa Gereja mendukung mereka.

“Paus Fransiskus mendukung perjuangan kalian agar terbebas dari kemiskinan dan hidup secara bermartabat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Paus Fransiskus mengakui “hak akan perlindungan pekerjaan, membentuk serikat buruh dan menggelar aksi protes demi kondisi kerja yang lebih baik.”

Biarawati berusia 80 tahun itu telah membela hak para buruh sejak 1975 ketika ia dan beberapa biarawati ikut dalam aksi protes di sebuah perusahaan minuman keras di Manila saat darurat militer masih diberlakukan.

Ia sangat takut akan kekerasan yang muncul saat itu dan merasa sangat marah ketika polisi memukul para buruh saat memisahkan mereka dari kaum religius.

Para buruh NutriAsia, sebuah perusahaan makanan senilai 300 juta dolar AS, menggelar aksi protes pada awal Juni untuk menuntut perusahaan agar mengangkat mereka menjadi karyawan tetap.

Namun perusahaan itu menolak memenuhi tuntutan para buruh meskipun Presiden Rodrigo Duterte menyatakan bahwa ia akan menghentikan praktek sistem kerja kontrak.

Sebuah operasi pembubaran aksi protes yang dilakukan oleh polisi di luar perusahaan NutriAsia pada 14 Juni mengakibatkan tujuh buruh dilarikan ke rumah sakit. Polisi juga menangkap 24 buruh lainnya meskipun hanya empat pemimpin buruh yang dijebloskan ke penjara.

Cuplikan video yang memperlihatkan polisi bersenjata tongkat karet memukul para buruh dan seorang satpam menodongkan sebuah senjata di kepala seorang pendemo menyebar luas dan memicu imbauan agar memboikot produk dari perusahaan itu.

Akhir pekan lalu, sekitar 12 biarawati Ordo Benediktin bergabung dengan 500 dokter, guru, anggota parlemen, seniman dan tokoh pemuda dalam sebuah karavan yang mengangkut makanan, obat-obatan dan suplai lainnya untuk para pendemo.

Sejumlah seminaris dan imam juga ikut aksi protes di wilayah lain di ibukota Filipina tersebut.

Pada Minggu (24/6), Dewan Nasional Gereja-Gereja Filipina (DNGF) juga menggelar sebuah “misi solidaritas” yang diikuti oleh gereja-gereja Protestan.

“Kami bersama semua buruh yang tengah berjuang,” kata Darlene Marquez-Caramanzana, perwakilan dari DNGF.

Ia menambahkan bahwa organisasi itu “berkomitmen untuk mendukung para buruh dengan doa dan aksi.”

Menurut Departemen Tenaga Kerja, 1,33 juta dari 4,47 juta karyawan yang dipekerjakan di sedikitnya 8.000 perusahaan di Filipina bukan karyawan tetap.

 

Inilah Pernyataan Sikap Pengurus Pusat PMKRI dalam Pilkada Serentak 2018 - Tribun Medan

Google News - Sen, 25/06/2018 - 17:33

Tribun Medan

Inilah Pernyataan Sikap Pengurus Pusat PMKRI dalam Pilkada Serentak 2018
Tribun Medan
TRIBUN-MEDAN.COM - Pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2018 serentak digelar pada 27 Juni mendatang. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) merasa terpanggil untuk terlibat aktif dalam upaya mengawal Pilkada tersebut ...
Pernyataan Sikap Pengurus Pusat PMKRI Dalam Pilkada Serentak 2018Tribunnews

all 2 news articles »

Pelita Hati: 26.06.2018 – Pintu Kehidupan

Sesawi.Net - Sen, 25/06/2018 - 17:00
Bacaan Matius 7:6.12-14  Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang […]

Pengurus Pusat PMKRI Siap Kawal Pilkada Serentak 2018 - Investor Daily

Google News - Sen, 25/06/2018 - 16:01

Investor Daily

Pengurus Pusat PMKRI Siap Kawal Pilkada Serentak 2018
Investor Daily
... Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) merasa terpanggil untuk terlibat aktif dalam upaya untuk mengawal Pilkada tersebut, sehingga momentum kontestasi kepemimpinan itu, selain mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang ...

Viral Perjanjian Gereja Bekasi-Rahmat Effendi, PGI Pastikan Hoaks - Detikcom (Siaran Pers)

Google News - Sen, 25/06/2018 - 15:49

Detikcom (Siaran Pers)

Viral Perjanjian Gereja Bekasi-Rahmat Effendi, PGI Pastikan Hoaks
Detikcom (Siaran Pers)
... Silalahi (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Setempat Kota Bekasi), Romo Yustinus Kasaryanto, Pr (Gereja Dekenat Katolik Bekasi), Pendeta Yohanes Nur, STh (Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia/BAMAGLKKI ...

and more »

Presiden Filipina Kritik Kisah Penciptaan, Sebut Allah “Bodoh”

UCANews - Sen, 25/06/2018 - 15:02

Setelah mengkritik sejumlah uskup dan imam dalam beberapa terakhir, Presiden Rodrigo Duterte kini melontarkan kritik terhadap Allah.

Saat berbicara pada sebuah pertemuan tentang teknologi di Kota Davao pada Sabtu (22/6), Presiden Duterte mempertanyakan logika dari kisah penciptaan dalam Kitab Suci dan menyebut Allah “bodoh.”

Presiden Duterte mengatakan ia menemukan kesalahan dalam kisah penciptaan itu. Ia pun mempertanyakan bagaimana Adam dan Hawa melakukan “dosa asal.”

“Adam makan (buah terlarang), kemudian kebencian lahir. Siapakah Allah yang bodoh ini? Orang sialan ini bodoh jika memang benar demikian,” katanya.

“Anda menciptakan sesuatu secara sempurna dan kemudian Anda memikirkan suatu peristiwa yang akan mencobai dan menghancurkan kualitas karya Anda,” lanjutnya.

Presiden Duterte – yang telah berselisih dengan para pemimpin Gereja yang mengkritik kebijakan pemerintahannya – mempertanyakan konsep Kristiani tentang “dosa asal.”

“Ini adalah sesuatu yang dilakukan oleh ibu dan bapak Anda, Anda bukan bagian dari hal ini, kemudian Anda jatuh dalam dosa. Agama macam apa ini? Saya tidak bisa menerimanya,” kata Presiden Duterte.

Lahir sebagai seorang Katolik, pemimpin negara Filipina itu mengatakan ia percaya akan “kemampuan berpikir universal.” Namun ia tidak bisa menggambarkan Allah sebagai seorang manusia.

“Saya sungguh percaya, saya mengimaninya dan menerima sesuatu tentang … tetapi tidak percaya akan agama,” katanya.

Sejumlah Uskup: Presiden Duterte Melewati Batas

Kritik dari Presiden Duterte itu mengungkap alasan mengapa ia seharusnya tidak dipilih, kata Uskup Sorsogon Mgr Arturo Bastes.

Ia menggambarkan Presiden Duterte sebagai “seorang pecundang gila, psikopat (dengan) pikiran abnormal.”

Prelatus itu mengatakan pernyataan dan aksi Presiden Duterte dalam beberapa bulan terakhir “tidak bisa diterima oleh orang yang normal dan berpikiran baik.”

Uskup Bastes mengatakan beberapa orang berdoa “agar Allah membebaskan kami dari orang jahat ini.”

“Saya merasakan dan berpkiran sama dengan masyarakat Filipina ini,” katanya.

Ia pun meminta masyarakat Filipina untuk “sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan agar segala penghujatan dan kecenderungan perilaku layaknya diktator dari orang gila ini akan berakhir.”

Uskup Balanga Mgr Ruperto Santos mengatakan pernyataan Presiden Duterte melewati “garis merah.” Menurutnya, presiden seharusnya “tidak mencobai Allah karena Ia mengatakan bahwa balas dendam adalah milik saya.”

Beberapa tokoh politik juga mengecam pernyataan Presiden Duterte.

“Semoga Allah kita mengampuninya dan membuatnya menebus segala dosanya,” kata Senator Panfilo Lacson.

Lacson selama ini mendukung Presiden Duterte dalam banyak hal.

“Antara dia dan Allah – kepada-Nya saya berdoa setiap hari  dan bersama-Nya saya menemukan penghiburan dan kenyamanan di saat-saat sulit, saya bahkan tidak memikirkan pilihan saya,” katanya.

Senator Antonio Trillanes, satu dari banyak pengkritik vokal dalam Konggres, mengatakan serangan Presiden Duterte baru-baru ini terhadap agama Kristen dan Allah memberi pesan bahwa ia adalah “orang jahat.”

“Ini menunjukkan betapa tinggi arogansi kekuasaan bukan hanya untuk merendahkan dan menghina iman seseorang tetapi juga untuk bertindak seolah-olah ia adalah Allah,” katanya.

Namun juru bicara presiden, Harry Roque, membela Presiden Duterte. Ia mengatakan presiden berhak atas keyakinan imannya sendiri.

“Itu keyakinan presiden kita. Presiden kita memiliki spiritualitas personal dan ini hak beliau,” katanya.

Presiden Duterte telah melakukan sejumlah serangan terhadap sejumlah pemimpin Gereja Katolik yang mengkritik kebijakan pemerintahannya khususnya perang terhadap narkoba yang telah menewaskan ribuan orang.

 

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator