Berita dan Event

Puncta 17.07.18. Matius 11:20-24: Celakalah Engkau

Sesawi.Net - Sen, 16/07/2018 - 22:10
YESUS mengecam kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Di kota-kota itu banyak mukjijat Yesus terjadi, tetapi orang-orang tidak bertobat. Bahkan Kapernaum disebut sebagai The City of Jesus karena karya dan pelayanan Yesus banyak terjadi di kota itu, toh mereka dikecam karena hanya kagum dan terpesona akan mukjijatNya namun tidak sampai percaya dan bertobat memperbaharui diri. Kita […]

Audiensi dengan Moderator Baru, DPD VPI DIY Usung 'Bonum Commune' - Tribun Jogja

Google News - Sen, 16/07/2018 - 21:24

Tribun Jogja

Audiensi dengan Moderator Baru, DPD VPI DIY Usung 'Bonum Commune'
Tribun Jogja
VPI merupakan wadah perhimpunan bagi para awam Katolik yang merasa terpanggil untuk terlibat dalam kegiatan sosial politik di Indonesia. DPD DIY sendiri terbentuk pada November 2017 lalu. Baca: Muda-mudi Katolik Santo Petrus dan Tarcisius Warak ...
Audiensi dengan Moderator Baru, DPD VPI DIY Depankan 'Bonum Commune'info terbaru (Blog)

all 2 news articles »

Bertobat dan Membenahi Diri

Sesawi.Net - Sen, 16/07/2018 - 21:03
YESUS mengecam beberapa kota yang penduduknya “buta” terhadap karya mukjizatNya dan “tuli” terhadap pewartaanNya. Hati mereka tertutup; mereka menolak keselamatan yang ditawarkanNya. SabdaNya pada hari ini mengundang kita untuk melakukan introspeksi diri. Bukalah mata hati kita, sadari betapa banyak berkatNya yang telah dicurahkan bagi kita di sepanjang hidup kita. Namun, apakah tanggapan kita terhadap kasih […]

Kata Mutiara – Selasa 17 Juli 2018

Sesawi.Net - Sen, 16/07/2018 - 20:58
PERTOBATAN sejati adalah berhenti berbuat dosa Ambrose Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Dare to Serve More

Sesawi.Net - Sen, 16/07/2018 - 20:31
A Story Can people be jealous of other people’s high-level abilities? Of course the answer people can envy in a positive sense. That is, envy can spur someone to progress himself. Success someone can help others to spur himself in achieving success. Envy like this leads people to be better. People want to constantly learn […]

Renungan Harian, Selasa: 17 Juli 2018, Mat. 11:20-24

Mirifica.net - Sen, 16/07/2018 - 19:00
EKAN beriman terkasih. Hari ini kita mendengar kecaman Yesus terhadap kota-kota yang tidak segera bertobat. Kecaman serupa pun dialamatkan untuk kita. Sebab kita acap menerima banyak nasihat, mendengar khotbah-khotbah atau pun mengalami dan melihat kesaksian iman umat tertentu, tetapi kita tidak berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kita layaknya ’ember bocor’ yang tak mampu menampung …

“Walikota suci” dari Florence, seorang Dominikan awam, sedang dalam proses beatifikasi

Pen@ Katolik - Sen, 16/07/2018 - 18:56
Giorgio La Pira

Namanya Giorgio La Pira. Hamba Allah itu adalah seorang Dominikan Awam yang lahir di Pozzallo, Sisilia, Italia, 9 Januari 1904 dan meninggal di Florence, Italia, 5 November 1977. Politisi dan sarjana hukum yang kemudian menjadi Walikota Florence itu kini dalam proses untuk menjadi seorang beato.

Menurut laporan Iacopo Scaramuzzi dari La Stampa di Kota Vatikan, 5 Juli 2018, Paus Fransiskus telah memberi wewenang kepada Kongregasi Penggelaran Kudus untuk menyebarluaskan ketetapan mengenai kebajikan heroik dari “walikota suci” dari Florence itu.

Animator muda dari Catholic Action (Aksi Katolik) itu tiba di Florence tahun 1926 untuk meraih gelar sarjana hukum dan kemudian tinggal terus di ibukota Tuscan, sebagai profesor hukum Romawi sejak 1933. Anggota Majelis Konstituante dari partai Demokrat yang beragama Katolik itu kemudian menjadi anggota Parlemen, dan Menteri Tenaga Kerja (1948-49). Kemudian La Pira menjadi Walikota Florence selama dua masa jabatan 1951-1957 dan 1961-1966.

Dia dikenal jauh di luar batas-batas Florentine karena perjuangan sosialnya yang diilhami Injil dan karena upayanya meningkatkan peristiwa-peristiwa perdamaian, seperti peristiwa 1965 yang membawanya ke Vietnam Utara, atau impian Mediterania sebagai “danau besar Tiberias” atau komitmen yang mendukung negara-negara dalam proses dekolonisasi.

Yohanes Paulus II mengenang La Pira beberapa kali. Misalnya, ketika di tahun 2004, La Pira menunjukkan “pengalaman luar biasa sebagai seorang politikus dan seorang umat beriman, yang mampu menyatukan kontemplasi dan doa untuk kegiatan sosial dan pemerintahan, dengan lebih mengutamakan orang miskin dan orang yang menderita.”

Ketua Konferensi Waligereja Italia Kardinal Gualtiero Bassetti pernah menulis “dia tidak bisa dipahami tanpa mempertimbangkan panggilan mistiknya, yang berlimpah-limpah kedalaman dan belaskasihannya.”

Proses beatifikasi La Pira dimulai di tingkat keuskupan di Florence tahun 1986 dan ditutup tahun 2005. Sekarang, dengan tanda tangan Paus Fransiskus, “Hamba Allah” La Pira menjadi “Yang Dimuliakan” dan mulailah proses untuk beatifikasi.

Selain La Pira, dalam audiensi yang diberikan Paus Fransiskus 5 Juli 2018 kepada Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus Kardinal Angelo Amato, Paus memerintahkan kepada departemen Vatikan itu untuk mengumumkan penetapan mengenai kebajikan heroik Pietro Di Vitale Italia (1916-1940), Alessia González-Barros y González (1971-1985), seorang gadis Spanyol yang meninggal pada usia 14 tahun, dan Carlo Acutis, seorang gadis muda yang lahir di Inggris dan meninggal karena leukemia pada usia 15 tahun di Monza (1991-2006).(pcp berdasarkan La Stampa)

Pelita Hati: 17.07.2018 – Bukan Betsaida dan Kapernaum

Sesawi.Net - Sen, 16/07/2018 - 17:00
Bacaan Matius 11:20-24 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus […]

RIP Sr. Fransiska Parhusip FSE, Dimakamkan di Medan Selasa (17/7/18) Besok

Sesawi.Net - Sen, 16/07/2018 - 16:05
KABAR duka kali ini dikirim dari Kongregasi Fransiskanes St. Elisabeth (FSE) di Medan, Sumut. Dari Sr. Bernadette FSE, Sesawi.Net menerima info kabar duka sebagai berikut. Telah meninggal dunia dengan tenang di sebuah rumah sakit di Jakarta beberapa hari lalu tanggal 14 Juli 2018: Sr. M. Fransiska Parhusip FSE. Jenazah masih disemayamkan di rumah duka Biara […]

Laporan Juni 2018: Program Dukung Panggilan (DuPang) untuk Seminari Mertoyudan (4)

Sesawi.Net - Sen, 16/07/2018 - 15:27
INILAH laporan rekap transaksi perolehan donasi dan penyaluran sumbangan Program DuPang (Dukung Panggilan) yang diampu oleh Yayasan Sesawi bersama Sesawi.Net untuk Seminari Menengah St. Petrus Canisius di Mertoyudan, Magelang, Jateng. Mulai bulan Juli 2018 ini, Program DuPang juga akan diarahkan kepada Seminari Menengah St. Laurentius – Keuskupan Ketapang, Kalbar dengan sasaran lima orang seminaris yang […]

Orang Katolik Menjadi Hakim Agung Malaysia

UCANews - Sen, 16/07/2018 - 13:00

Richard Malanjum menjadi orang pertama dari dua negara bagian di Pulau Kalimantan  yang didominasi Kristen yang menjadi hakim agung Malaysia, posisi peradilan tertinggi negara itu.

Malanjum, 65, seorang Katolik dari komunitas Kadazandusun di negara bagian Sabah, bertugas sebagai hakim kepala Sabah dan Sarawak sebelum bertugas di Pengadilan Federal  tahun 2005.

“Dia telah melakukan banyak pekerjaan untuk mencoba membawa keadilan bagi orang miskin,” kata seorang teman yang menolak disebutkan namanya. “Pengadilan pribumi yang berbasis di daerah pedesaan Kalimantan adalah gagasannya. Dia pernah menjelaskan kepada saya bahwa keadilan sulit didapat oleh orang miskin dan telah mengganggu pikirannya untuk waktu yang lama.”

Penunjukan Malanjum dipandang sebagai jeda yang menentukan dari masa lalu menyusul pemecatan beberapa hakim yang berpikiran independen tahun 1988 dan serangkaian keputusan berikutnya yang mendukung pemerintah.

Penunjukan itu juga menandakan bahwa penguasa baru Malaysia, yang menggulingkan pemerintah koalisi Barisan Nasional yang berkuasa lama pada Mei, berada di jalur reformasi.

Peradilan negara, di bawah pemerintahan sebelumnya, memperoleh reputasi sebagai pro-Islam dengan beberapa keputusan kontroversial yang tampaknya bertentangan dengan konstitusi dan mengkhawatirkan non-Muslim.

Satu keputusan yang bergema di seluruh dunia: pengadilan memutuskan tahun 2013 bahwa non-Muslim dilarang menggunakan kata Allah.

Keputusan yang kontroversial itu menyatakan bahwa istilah Allah harus eksklusif untuk Islam dan jika digunakan oleh agama lain dapat menyebabkan kekacauan di masyarakat.

Orang-orang Kristen berpendapat bahwa mereka telah menggunakan kata itu, yang diserap oleh bahasa Melayu dari bahasa Arab, untuk menyebut Tuhan mereka selama berabad-abad.

Meskipun masa jabatan Malanjum berpotensi singkat – ia mencapai usia pensiun normal 66 pada Oktober – telah menjadi praktik umum untuk memperpanjang masa jabatan hakim nasional untuk tambahan enam bulan, sehingga ia bisa melayani hingga April.

Malanjum dididik  oleh para bruder La Salle di SMA La Salle  di Kota Kinabalu, ibukota negara bagian Sabah. Pengaruh mereka jelas terlihat karena dia sering berhubungan dengan para bruder selama bertahun-tahun setelah mereka pensiun.

Dia memulai karirnya di Departemen Pendidikan sebelum pindah ke beberapa departemen pemerintah lainnya.

Tahun 1972, ia lulus dari institut lokal sebagai mahasiswa eksternal Universitas London dan memperoleh gelar sarjana hukum tahun 1975.

Dia kemudian bekerja di kantor ketua mentri Sabah dan ditugasi sebagai wakil jaksa penuntut umum di kejaksaan agung negara bagian Sabah.

Dia melanjutkan studi di London dan di bekerja di bar di Inggris sebelum kembali bekerja di  pemerintah di Malaysia.

 

Para Pastor Filipina Mendapat Ancaman  dan Gangguan Tentara

UCANews - Sen, 16/07/2018 - 11:19

Pemimpin Iglesia Filipina Independiente (Gereja Independen Filipina), atau IFI, menuduh pasukan keamanan melakukan pengawasan ilegal terhadap para pastor, dan bahkan mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap mereka.

“Kami percaya ancaman pembunuhan dan pelecehan ini adalah tindakan yang hanya negara yang memiliki kekuatan dan otoritas untuk melakukan,” kata uskup agung  IFI, Mgr Rhee Timbang kepada  ucanews.com dalam sebuah wawancara pada 12 Juli.

Tuduhan ini menyusul klaim oleh para pastor  IFI, Randy Manicap dan Arvin Mangrubang, dari wilayah utara Ilocos, bahwa mereka berkali-kali  menerima ancaman telepon dan SMS sejak tahun 2017.

Keduanya aktif dalam aksi perlawanan mereka terhadap aktivitas penambangan di paroki masing-masing dan merupakan pengamat yang kritis atas dugaan pelanggaran HAM oleh pejabat pemerintah.

Kedua imam itu adalah penggerak kelompok Solidaritas Rakyat Melawan Penambangan Skala Besar di propinsi Ilocos Norte.

Para karyawan paroki juga melaporkan “pria-pria yang tampak mencurigakan” menanyakan keberadaan para pastor.

“Hanya pemerintah yang punya motif untuk melakukan pelecehan ini,” kata Pastor Manicap.

“Mereka ingin membungkam kami karena kami terus menyuarakan jeritan warga miskin terhadap ketidakadilan sosial,” tambah imam itu.

Pastor Mangrubang mengatakan dia mengkhawatirkan ancaman nyawanya, terutama setelah pembunuhan tiga imam Katolik dalam beberapa bulan terakhir.

“Ini bukan hanya serangan terhadap kami para hierarki, tetapi serangan yang disengaja terhadap iman kita,” kata Pastor Mangrubang.

“Kami khawatir umat paroki kami akan terluka karena mencoba melindungi kami dari kekerasan yang tidak masuk akal ini,” katanya kepada ucanews.com.

Seorang juru bicara militer menepis klaim yang mengatakan bahwa “tidak ada alasan” bagi pemerintah untuk melakukan operasi pengawasan terhadap para imam.

“Tidak mungkin tentara kami melakukan itu. Ini adalah tugas kami untuk melindungi warga sipil terutama para imam, bukan mengancam mereka,” kata Letnan Kolonel Isagani Nato dari Komando Luzon Utara.

“Kami adalah organisasi militer profesional yang menganut proses hukum dan menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia,” kata Nato.

Dia mendesak para imam untuk berkoordinasi dengan militer “sehingga kami dapat membantu mereka menemukan pelaku di balik ancaman pembunuhan dan tindakan yang melanggar hukum.”

Namun, Uskup Timbang mengatakan ini bukan pertama kalinya IFI menerima laporan tentang pelecehan, bahkan serangan terhadap imam “berdiri bersama dan dalam mengadvokasi penyebab sah dari orang-orang kita.”

Salah satunya adalah pembunuhan Uskup Alberto Ramento, yang ditikam sampai mati di  kediamannya di kota Tarlac pada 3 Oktober 2006.

Uskup Ramento, mantan uskup agung IFI, telah aktif dalam berbagai masalah sosial dan menjadi ketua Forum Ekumenis Para Uskup  dan Promosi Penyambutan Umat Gereja.

“Tindakan ini melanggar hak asasi manusia para pemimpin kami yang ditahbiskan dan rakyat biasa,” kata Uskup Timbang, sambal menambahkan bahwa ancaman “merupakan tindakan penganiayaan.”

“Ini adalah upaya yang disengaja untuk membungkam para imam kita dan orang awam yang terlibat dalam memberdayakan masyarakat,” tambah prelatus itu.

IFI, yang didirikan pada 1902 di tengah nasionalisme intens yang menyertai perang kemerdekaan dari Spanyol, memiliki setidaknya 30 keuskupan di Filipina dan satu di Amerika Serikat dengan total anggotanya sekitar 1,5 juta.

 

Dugaan Plagiat Rektor Fathur Rokhman Mencoreng Integritas Unnes? - tirto.id (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Sen, 16/07/2018 - 06:59

tirto.id (Siaran Pers) (Blog)

Dugaan Plagiat Rektor Fathur Rokhman Mencoreng Integritas Unnes?
tirto.id (Siaran Pers) (Blog)
Kolita adalah kegiatan ilmiah tahunan yang digelar Pusat Kajian Bahasa dan Budaya (PKBB) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta sejak tahun 2002. Forum ilmiah ini menghadirkan para peneliti, dosen atau guru, mahasiswa, serta pemerhati ...

and more »

Apa itu Sakramen Penahbisan?

Pen@ Katolik - Sen, 16/07/2018 - 01:21
Paus Fransiskus ketika menahbiskan imam dalam Misa di Basilika Santo Petrus 21 April 2017. (CNS photo/Paul Haring)

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

SAKRAMEN UNTUK PELAYANAN PERSEKUTUAN DAN PERUTUSAN

321. Sakramen untuk pelayanan persekutuan dan perutusan?

Dua Sakramen, Penahbisan dan Perkawinan, memberikan rahmat khusus untuk perutusan tertentu dalam Gereja untuk melayani dan membangun Umat Allah. Sakramen-Sakramen ini memberikan sumbangan dengan cara yang khusus pada persekutuan gerejawi dan penyelamatan orang-orang lain.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1533-1535

SAKRAMEN PENAHBISAN

322. Apa itu Sakramen Penahbisan?

Sakramen yang melaluinya perutusan yang dipercayakan Kristus pada para Rasul-Nya terus dilaksanakan dalam Gereja sampai akhir zaman.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1536

323. Mengapa Sakramen ini disebut dengan Penahbisan?

Tahbisan (ordo) menunjukkan tingkatan gerejawi yang dimasuki oleh seseorang melalui upacara pengudusan khusus (ordinasi). Melalui rahmat khusus Roh Kudus, Sakramen ini membuat orang yang ditahbiskan mampu melaksanakan kuasa suci atas nama dan dengan wewenang Kristus untuk pelayanan Umat Allah.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1537-1538

 

 

Animatris Sekami main sulap agar anak-anak kenal Yesus, tapi menangis di meja makan

Pen@ Katolik - Sen, 16/07/2018 - 01:20
Narita bersama anak remaja Agats di stand Pameran Sekami Keuskupan Agats/PEN@ Katolik/pcp

Ketika anak remaja peserta Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (Jamnas Sekami) 2018 di Pontianak mempersiapkan diri untuk Pentas Seni dan para pembina rohani dan direktur diosesan menyiapkan pameran, seorang perempuan asal Saumlaki, Kei, mempertunjukkan kemahiran bermain sulap, tali rafia dipotong-potong dengan gunting namun tersambung kembali saat ditariknya.

Sekitar 275 animator dan animatris Sekami yang datang, sebagai peserta aktif, dari 34 keuskupan di Indonesia bertepuk tangan dalam pertemuan mereka di hari kedua jambore itu, 4 Juli 2018. Pertemuan di Gedung Pasifikus, belakang Katedral Santo Yoseph Pontianak,  itu diadakan untuk saling berbagi kreativitas masing-masing keuskupan dalam melayani anak-anak dan  remaja Sekami.

“Sulap dan berbagai games atau permainan menjadi sarana kami dalam memperkenalkan Kitab Suci kepada anak-anak di Keuskupan Agats, Asmat, Papua, dan itu yang kami tampilkan dalam,” kata Margareta Elsina Watkaat yang akrab dipanggil Narita kepada PEN@ Katolik dalam jambore yang diikuti sekitar 1500 orang termasuk panitia.

Penyuluh pertanian di Agats dan relawan Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Agats itu membenarkan, games termasuk sulap “membantu karya kami di Papua yang tidak punya banyak alat praga” dan alat-alat praga yang diperkenalkan teman-teman seluruh Indonesia dalam pertemuan itu “sangat membantu kami.”

Masih banyak anak di Keuskupan Agats, menurut Narita, belum mengenal siapa Tuhan Yesus itu dan belum bisa membaca. “Maka kami memperkenalkan Tuhan Yesus dengan games atau permainan tentang Kitab Suci serta cara membuka Kitab Suci, mengucapkan kalimat Kitab Suci dan melengkapi kalimat Kitab Suci dengan berbagai cara termasuk Alkitab Ajaib dan matematika Kitab Suci yang menggunakan angka-angka tapi sulit dijelaskan saat ini,” jelas Narita.

Perempuan singel itu juga mengaku sulit menjelaskan kepada anak-anak perbedaan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. “Maka, selain tali rafia, kami gunakan kayu ‘ajaib’ kecil agar anak mempercayai Tuhan, tali pramuka, dan lain-lain.”

Namun, Narita yang belum dua tahun berpindah dari Saumlaki, Keuskupan Amboina, ke Agats merasa berada di tengah anak-anak dan remaja Agats karena panggilan Tuhan. “Dulu saya di Maluku, Saumlaki, tapi panggilan, cara dan rancangan Tuhan berbeda, lebih indah daripada jalan saya, maka ketika Tuhan menyuruh saya ke sana, ya saya ke sana.”

Dijelaskan bahwa dia pindah karena banyak yang bisa menangani anak-anak di Saumlaki. “Di Papua banyak anak butuh sentuhan, maka hati saya tergerak ke sana … dan di sana, saya menikmati keindahan saat bergembira bersama anak-anak. Sungguh, itu kegembiraan yang tidak ternilai. Kalau anak-anak di sana melihat saya datang, mereka ikut dari belakang.”

Meski demikian Narita perlu kekuatan yang dia dapatkan dari doa. “Di sana, kalau saya tidak mendekatkan diri dengan Tuhan, pasti saya tidak kuat,” jelas perempuan asal Maluku yang mengaku mendapat banyak pembelajaran dalam animasi dan edukasi selama Jamnas Sekami 2018.

Selain mendapat banyak teman dari seluruh keuskupan, “satu hal membuat saya menangis saat mendengar ‘Tujuh Permenungan Sebelum Makan’, khususnya mengenai makan berkeadilan atau makan secukupnya dan dihabiskan.” Dalam Laudato Si’, menurut permenungan itu, Paus Fransiskus mengatakan “Membuang makanan sama halnya kita mencuri dari meja makan orang miskin.”

Jamnas Sekami 2018 memang bernuansa Laudato Si’. Dalam acara makan, peserta menjalankan pola makan dengan kesadaran ekologis. Setelah semua mengambil makanan, mereka berdoa bersama, mendengarkan permenungan itu lalu makan dengan hening sekitar lima hingga tujuh menit, baru boleh bicara atau menambah makanan, dan ditutup dengan doa.

Selain makan secara berkeadilan, peserta disadarkan bahwa sepiring makanan adalah alam semesta, karena dihasilkan oleh kerja sama ibu di dapur, pedagang, petani, cacing dan mikroba, mineral, sinar matahari, air dan serangga. Peserta juga diminta makan dengan penuh syukur sambil menikmati keajaiban setiap rasa yang hadir di lidah, mengunyah perlahan-lahan, dan berharap semoga makanan itu penuh welas asih dan tidak di atas penderitaan makluk lain.

Selesai makan, mereka diajak memandang piring kosong di hadapannya dengan penuh rasa syukur karena telah menerima kebaikan alam, dan menyadari bahwa makanan itu telah berubah menjadi tubuh mereka dan kebaikan untuk mereka.

“Benar kan?! Saya datang ke sini tidak sia-sia! Saya dapatkan sesuatu yang paling penting dari Sekami. Selama ini kita membuang-buang makanan tanpa mengingat orang yang tak punya apa-apa, tetapi di sini saya belajar makan sedikit tanpa menyisakan satu butir nasi pun, karena memang saya mengasihi anak-anak miskin,” kata Narita yang menata berbagai alat praga termasuk alat sulap tali rafia di meja pameran Sekami Keuskupan Agats. (paul c pati)

Artikel terkait:

Peserta Jamnas Sekami 2018 didampingi malaikat penjaga dan pendamping rohani

Dialog uskup-peserta Jamnas Sekami ada tawaran sembako untuk ibadah di rumah ibadah lain

Mgr Agus minta anak remaja Sekami untuk kristis tapi percaya kepada mama papa dan teman

Pemerintah buka Jamnas Sekami ajaran tentang perdamaian penting di era globalisasi

Anak-anak remaja Sekami berdatangan ke Pontianak untuk berbagi sukacita dalam keragaman

Stand Pameran Sekami Keuskupan Agats menampilkan beberapa alat praga pendidikan agama termasuk alat sulap tali rafia, kayu ajaib dan akitab ajaib/PEN@ Katolik/pcp Narita memperagakan sulap dengan tali rafia/PEN@ Katolik/pcp Narita bersama tim animatris Keuskupan Agats sedang berbagi pengalaman/PEN@ Katolik/pcp

Paus pikirkan kelelahan dan kesepian para imam dalam pelayanan pastoral

Pen@ Katolik - Sen, 16/07/2018 - 01:00

JULI 2018: Para Imam dan Pelayanan Pastoral mereka

Kelelahan para imam … Anda tahu seberapa sering saya memikirkannya? Dengan kelebihan dan kekurangannya para imam bekerja di berbagai bidang. Karena bekerja di banyak bidang, mereka harus tetap aktif meskipun  kecewa.

Di saat seperti itu, ada baiknya bagi mereka untuk mengingat bahwa orang-orang mencintai imam-imam mereka, membutuhkan mereka, dan memercayai mereka.

Marilah berdoa bersama agar para imam, yang mengalami kelelahan dan kesepian dalam pelayanan pastoral mereka, dapat menemukan bantuan dan penghiburan dalam keintiman mereka dengan Tuhan dan dalam persahabatan mereka dengan sesama imam.

Syarat Jadi Murid Sejati

Sesawi.Net - Min, 15/07/2018 - 21:05
DALAM SabdaNya pada hari ini, Yesus menyatakan bahwa Ia menghendaki kesetiaan dan ketaatan para muridNya dalam mengikuti Dia. Untuk dapat melaksanakan permintaanNya, tentunya dibutuhkan pengurbanan dari diri kita masing-masing. Kita harus berani mengalahkan kepentingan pribadi demi mengutamakan kehendakNya, melepaskan segala keterikatan yang menghambat relasi kita denganNya, serta senantiasa hidup jujur berlandaskan kebenaranNya. Meski kehidupan kita […]

Kata Mutiara – Senin 16 Juli 2018

Sesawi.Net - Min, 15/07/2018 - 21:00
KEBOHONGAN cepat tersebar, tetapi Kebenaran bertahan lama. Edgar J. Mohn Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

WKRI DPD Provinsi NTT Gelar Aneka Lomba Meriahkan HUT WKRI ke -94 - Pos Kupang

Google News - Min, 15/07/2018 - 19:36

Pos Kupang

WKRI DPD Provinsi NTT Gelar Aneka Lomba Meriahkan HUT WKRI ke -94
Pos Kupang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu. POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi NTT akan menggelar aneka kegiatan pada akhir Juli hingga awal Agutus ...

Puncta 16.07.18. Yesaya 1:11-17: Berhentilah Berbuat Jahat

Sesawi.Net - Min, 15/07/2018 - 19:03
BELAJARLAH  berbuat baik. Nabi Yesaya mengingatkan bangsanya bahwa ibadat dan persembahan serta korban-korban bakaran tidak disukai Allah kalau perbuatan-perbuatan umat jauh dari keadilan dan kebenaran. Apa artinya selebrasi ibadat yang megah mewah kalau aksi sosialnya kosong belaka? Romo Vikep Semarang dalam talkshow dengan anak muda lintas iman menegaskan, “kita tidak boleh berhenti pada selebrasi doa […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator