Berita dan Event

Lentera Keluarga – Sukses Atau Bijaksana

Sesawi.Net - Kam, 16/11/2017 - 07:08
Kamis, 16 November 2017 Bacaan: Keb 7:22-8:1: Mzm 119:89.90.91.130.135.175: Luk 17:20-25 Renungan MENJADI orang bijak sekarang ini kabur dan mungkin kalah dengan menjadi orang sukses. Sukses secara ekonomi menjadi trending topic, sehingga ada banyak motivator, entrepenuer, dan orang sukses berbagi tips-tips untuk menjadi orang sukses. dan orang-orang berlomba-lomba untuk mengikutinya. Tuntutan yang sama juga kita […]

Mugabe Tahanan Militer, WNI di Zimbabwe Diimbau Waspada - CNN Indonesia

Google News - Kam, 16/11/2017 - 06:16

CNN Indonesia

Mugabe Tahanan Militer, WNI di Zimbabwe Diimbau Waspada
CNN Indonesia
Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Stephanus mengatakan, ada sekitar 51 WNI yang menetap di Zimbabwe. Terdiri atas 45 staf kedutaan dan enam rohaniawan Katolik yang bekerja di sejumlah wilayah di negara itu.

and more »

Kehadiran Kerajaan Allah

Sesawi.Net - Kam, 16/11/2017 - 05:24
KERAJAAN Allah bukanlah sesuatu hal yang dapat ditangkap tanda-tandanya oleh mata jasmani. Saat kita melepaskan genggaman atas kehendak kita, membiarkan diri dipimpin dan dikuasai Allah, maka kita menghadirkan KerajaanNya. Dengan berlandaskan iman yang teguh kepadaNya dan setia menjalankan kehendakNya, hidup kita akan selalu diwarnai oleh kasih dan damaiNya. Tidaklah mudah menghadirkan wajah Allah yang penuh […]

Kata Mutiara – Kamis 16 November 2017

Sesawi.Net - Kam, 16/11/2017 - 05:21
INGATLAH bahwa orang yang paling bahagia bukanlah orang yang mendapatkan lebih banyak, tetapi yang memberi lebih banyak. H. Jackson Brown, Jr. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Brevir Pagi, Kamis: 16 November 2017 Pekan Biasa XXXII – O PEKAN IV – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - Kam, 16/11/2017 - 04:10

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,†
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Antifon
Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a

Bersukacitalah atas Yerusalem,†
bersorak-sorailah karena Sion,*
hai kamu semua yang mencintai dia.

Bergirang dan bergembiralah,*
hai kamu semua yang dulu berkabung bersama dia.

Semoga kamu dihibur dalam pelukannya yang mesra,*
dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.

Sebab, demikianlah firman Tuhan,†
kesejahteraan Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*
dan kemuliaan para bangsa Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.

Bagaikan bayi kamu akan digendong,*
kamu akan dibelai-belai dan dipangku.

Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*
demikianpun Aku akan menghibur kamu.

Mengalami itu, kamu akan bersukaria,*
dan kamu akan mekar laksana bunga.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Antifon
Betapa indahnya memuji Allah kita.

Mazmur 146 (147A)

Betapa indahnya memuji Allah kita,*
betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.

Tuhan membangun kembali Yerusalem,*
Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.

Tuhan menghibur orang yang patah hati,*
dan menyembuhkan luka mereka.

Tuhan menentukan jumlah bintang,*
dan memberi nama kepada masing-masing.

Agunglah Tuhan kita dan mahakuasa,*
kearifanNya tidak terhingga.

Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*
Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*
bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.

Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,†
Ia menyediakan hujan bagi bumi,*
dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.

Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*
dan rezeki kepada burung gaggak.

Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*
bukan pula karen ototnya yang kuat,

tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*
yang berharap pada kasih setiaNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Betapa indahnya memuji Allah kita.

BACAAN SINGKAT
(Rom 8,18-21)

Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kita. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.

LAGU SINGKAT

P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.
U: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.
P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku.
U: Aku mengingat Engkau.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.

Antifon Kidung
Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung
Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

DOA PERMOHONAN

Allah menyelamatkan umatNya. Marilah kita memuji Dia dan berkata:
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, Bapa tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmatMu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut.
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
P: Manusia telah Kauciptakan menurut citraMu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan PuteraMu.
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh kudus.
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepadaMu tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur di hadapanMu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

16 November St. Otmarus

Mirifica.net - Kam, 16/11/2017 - 00:00

 

689 – 759

Sebagai kepala biara di daerah Swiss, ia tinggal di sebuah sel bersama beberapa biarawan ala Benediktin. Ia mendirikan sebuah hotel untuk orang miskin dan perawatan orang kusta yang mau dirawat sendiri.

Ambisi kekuasaan pemerintah waktu itu membuat Otmarus difitnah melakukan percabulan supaya daerah biaranya dapat dikuasai. Ia dihukum mati dengan dibiarkan kelaparan di pengasingan di sebuah pulau kecil di Werd, sendirian.

Sumber dan gambar: Duft, Johannes. 1 Maret 2004. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Sekretaris Postulator Umum OP kunjungi pusat Legio Maria dalam upaya penggelaran kudus Frank Duff

Pen@ Katolik - Rab, 15/11/2017 - 23:50
Frank Duff, pendiri Legio Maria

Sekretaris Postulator Umum Ordo Pewarta Pastor Llewellyn Muscat OP mengunjungi Kantor Pusat Internasional Legio Maria di Dublin, 3-7 November 2017, guna memberi pengarahan bagi orang-orang yang mengupayakan penggelaran kudus bagi pendiri Legio Maria, Frank Duff (1889-1980), dengan perhatian khusus pada karya Komisi Sejarah guna menyelesaikan pekerjaannya.

Selama di Dublin, Pastor Muscat bertemu berbagai orang yang terlibat dengan berbagai aspek Penggelaran Kudus Frank Duff dan diterima oleh Uskup Agung Dublin Mgr Diarmuid Martin. Imam itu juga mengunjungi rumah tempat Frank Duff menjalani sebagian besar hidupnya dan tempat dia meninggal.

Makam Frank Duff di Pemakaman Glasnevin, Dublin, dan Konferensi (tahunan) Evangelisasi Legio (Peregrinatio Pro Christo) juga dikunjungi. Dalam konferensi itu, imam Dominikan itu mendorong 200 orang yang hadir untuk mempromosikan dan berdoa untuk Penggelaran Kudus Frank Duff.

Legio Maria

Legio Maria didirikan tahun 1921 oleh Frank Duff. Dia adalah anggota Serikat Santo Vincentius (Saint Vincent de Paul Society, SVP) yang saat itu hanya memiliki keanggotaan laki-laki. Setelah mendengar ceramah yang disampaikan Frank Duff tentang Devosi Sejati Santo Louis Marie de Montfort kepada Maria, beberapa wanita yang berpikiran kerasulan bertanya apa yang mungkin mereka lakukan. Dari sinilah, tanggal 7 September 1921 lahir Legio Maria. Ke mana mana saja SVP pergi untuk menangani kebutuhan fisik yang besar saat itu, Legio Maria melengkapi pekerjaannya dengan berkonsentrasi pada kebutuhan spiritual yang jumlahnya banyak.

Doktrin Tubuh Mistik Kristus menjadi bagian dari aksi Legio Maria dan Frank Duff melihat bahwa semua bagian mencapai kepenuhannya dengan melihat dan melayani Kristus dalam setiap orang yang ditemui. Dengan organisasi ini umat Katolik memenuhi kewajiban Pembaptisan. Setelah Kongres Ekaristi 1932 Legio Maria berkembang pesat di seluruh dunia. Berkat dukungan para uskup dan klerus yang memberikan dorongan dan pembinaan spiritual yang sangat mereka dibutuhkan, kini Legio Maria berada di lebih dari 170 negara dan di sebagian besar keuskupan.

Anggota aktif Legio Maria menghadiri pertemuan mingguan yang berlangsung tidak lebih dari 1 jam 30 menit dan ditugaskan untuk melaksanakan (selalu dengan berpasangan) tugas kerasulan minimal dua jam per minggu. Anggota auxilier menemani anggota aktif dengan mengucapkan doa Tessera, Doa Rosario, Catena (Magnificat) dan doa-doa penutup. Doa-doa ini dipersembahkan kepada Bunda Maria untuk digunakan sesuai kehendaknya.

Tugas-tugas Legio Maria tergantung pastor paroki. Legio Maria hanya bisa masuk ke keuskupan dengan izin uskup dan hanya bisa masuk paroki dengan izin dari pastor paroki.

Doa untuk Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff:

Allah Bapa, Engkau mengilhami hamba-Mu Frank Duff dengan wawasan mendalam tentang misteri Gereja-Mu, Tubuh Kristus, dan tentang tempat Maria Bunda Yesus dalam misteri ini. Dalam keinginannya yang besar untuk berbagi wawasan ini dengan sesama dan karena bakti sejatinya kepada Maria, dia membentuk Legio Maria menjadi tanda cinta keibuan bagi dunia dan sarana untuk mengikutsertakan semua anaknya dalam karya evangelisasi Gereja.

Kami berterima kasih kepada-Mu Bapa atas rahmat yang diberikan kepadanya dan atas manfaat yang diperoleh Gereja dari imannya yang berani dan bersinar. Dengan keyakinan kami memohon kepada-Mu agar melalui perantaraannya Engkau mengabulkan permohonan yang kami panjatkan ke hadapan-Mu. …………… Kami juga memohon, kalau sesuai kehendak-Mu, agar kekudusan hidupnya bisa diakui oleh Gereja demi kemuliaan Nama-Mu, melalui Kristus Tuhan kami , Amin.

Semua orang yang menerima rahmat dengan perantaraan Hamba Allah itu diajak menghubungi kantor Postulator Umum Ordo Pewarta (postulatio@curia.op.org) atau kantor Legio Maria di Dublin (Kantor Pusat Internasional: Concilium Legionis Mariae, De Montfort House, Morning Star Avenue, Brunswick Street, Dublin 7, Irlandia). (pcp berdasarkan tulisan Sile NiChochlain dalam www.op.org)

Caritas India Ingin Menarik Relawan dari Agama Lain

UCANews - Rab, 15/11/2017 - 22:00

Caritas India, badan amal terkemuka Gereja Katolik di negara ini, berusaha menarik orang-orang India dari berbagai agama untuk membantunya bekerja untuk perubahan sosial.

Beberapa LSM hanya menawarkan dukungan jangka pendek pada saat dibutuhkan, seperti pada saat bencana alam, dalam bentuk makanan dan bantuan yang tidak memberdayakan masyarakat untuk perubahan jangka panjang, kata Pastor Frederick D’Souza, Direktur Eksekutif Caritas India.

Pastor D’Souza berbicara pada 9-10 November di sebuah konferensi nasional mengenai “relawan untuk perubahan” yang dprakarsai oleh Caritas India untuk menekankan pentingnya relawan perubahan sosial. Sekitar 300 relawan dari berbagai LSM menghadiri program ini di New Delhi. Pemimpin Hindu dan Muslim adalah bagian dari konferensi tersebut.

Pekerjaan amal mungkin untuk sementara memenuhi kebutuhan masyarakat tapi akan membuat mereka bergantung. “Yang kita butuhkan adalah perubahan sosial dan bukan ketergantungan orang,” katanya.

Caritas India telah memprakarsai rencana khusus untuk memperluas basis relawannya, Amrit Sangma, kata petugas bagaian humas kepada ucanews.com.

Caritas saat ini memiliki sekitar 20.000 sukarelawan yang membantu di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan dan memerangi perdagangan manusia. Dalam lima tahun ke depan, Caritas berencana untuk memperluas basis ini menjadi satu juta, kata Sangma.

“Pelayanan harus didasarkan pada kebutuhan dan bukan berdasarkan agama,” kata pemimpin Hindu Swami Chidananda Saraswati, salah satu pendiri Global Interfaith WASH Alliance. “Kita perlu pindah” dari kuil untuk membangun lebih banyak toilet,’’ katanya, menekankan perlunya sanitasi yang layak di India.

Pemimpin Muslim Mohammed Salim Engineer, sekretaris jenderal Jamaat-e-Islami Hind mengatakan bahwa Islam berdiri untuk perdamaian dan menasehati para pengikutnya untuk bekerja demi perdamaian. Seorang Muslim sejati akan bergandengan tangan dengan orang lain di masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan, katanya.

Ketua Caritas India Uskup Lumen Monteiro dari Agartala mengatakan bahwa kesukarelaan keluar dari semua agama. “Sebagai orang Kristen juga panggilan kita untuk memberikan kembali kepada masyarakat,” katanya.

Nigel Wallace, Direktur Pengembangan Penghasilan Caritas International mengatakan tidak semua orang akan memiliki uang untuk disumbangkan untuk amal “tapi kita semua bisa memberi waktu, bahkan sedikit bantuan bisa mengubah dunia,” katanya.

General Audience: Holy Mass is the prayer "par excellence"

News.va - Rab, 15/11/2017 - 20:42
Reading: Luke 11,1-4 [1] He was praying in a certain place, and when he had finished, one of his disciples said to him, “Lord, teach us to pray just as John taught his disciples.” [2]He said to them, “When you pray, say: Father, hallowed be your name, your kingdom come. [3] Give us each day our daily bread [4] and forgive us our sins for we ourselves forgive everyone in debt to us, and do not subject us to the final test.” (Vatican Radio) At his General Audience on Wednesday, Pope Francis resumed his catechesis on the Holy Mass. The Mass, the Pope said, is prayer – or rather, it is “the prayer par excellence , the highest, the most sublime, and at the same time, the most ‘concrete’ … it is an encounter with the Lord.” “But what is prayer, really?” Pope Francis asked. “it is first of all dialogue, a relationship with God.” Man, he continued, “was created as a being in personal relationship with God, who finds his full realization only in the encounter with His Creator.” God – Father, Son, and Holy Spirit – is Himself “a perfect relationship of love that is unity.” Because we are created in “the image and likeness of God,” we too are called to enter into a perfect relationship of love. And it is the Mass, the Eucharist, that is “the privileged moment to be with Christ, and, through Him, with God and with our brothers.” But dialogue also means knowing how to remain silent, in the presence of the other. The Holy Father emphasized the importance of moments of silence when we go to Mass – the liturgy, he said, is not a time for chatting, but a time to recollect ourselves, to prepare our hearts for the encounter with Jesus. Jesus Himself often went off to “a place apart” in order to pray; and His disciples, seeing His intimate relationship with the Father, asked Him how to pray. “Jesus says that the first thing necessary for prayer” is to be able to call God “Father.” Pope Francis said, “If I cannot say ‘Father’ to God, I can’t pray. We have to learn to say ‘Father,’ that is, to put ourselves into His presence with filial confidence.” In this sense, he continued, we must be like children, able to entrust ourselves entirely to God, as children do with their parents. And, like children, we must also have a sense of wonder, we must “allow ourselves to be surprised.” When we speak to God in prayer, the Pope said, it is not talking to God “like parrots.” Instead it means “entrusting ourselves and opening our hearts to allow ourselves to wonder.” The encounter with God in Mass, he said, “is always a living encounter, it is not a meeting in a museum.” Pope Francis recalled the Gospel account of Nicodemus’ meeting with Jesus. In their encounter, Jesus spoke about the need to be born again. But how is this possible, the Pope asked? “This is a fundamental question of our faith,” he said, “and this is the desire of every true believer: the desire to be reborn, the joy of beginning anew.” Pope Francis asked his audience, “Do we have this desire? Does each one of us have the desire to always be reborn in order to encounter the Lord? Do you have this desire?” In fact, the Pope concluded, “the Lord surprises us by showing us that He loves us even in our weakness.” In the Mass, in our encounter with Jesus, “the Lord encounters our fragility in order to bring us back to our first calling: that of being in the image and likeness of God.” This, Pope Francis said, “is the environment of the Eucharist, this is the prayer.” (from Vatican Radio)...

Krisis Politik Zimbabwe, WNI Diimbau Waspada - CNN Indonesia

Google News - Rab, 15/11/2017 - 19:12

CNN Indonesia

Krisis Politik Zimbabwe, WNI Diimbau Waspada
CNN Indonesia
Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Stephanus mengatakan, ada sekitar 51 WNI yang menetap di Zimbabwe. Terdiri atas 45 staf kedutaan dan enam rohaniawan Katolik yang bekerja di sejumlah wilayah di negara itu.

and more »

Renungan Harian, Kamis, 16 November 2017, Luk. 17:20-25

Mirifica.net - Rab, 15/11/2017 - 19:00

ALAM sejarah dunia, ada banyak cerita manusia yang dengan berbagai macam cara dan keyakinan berusaha mencari dan menemukan Tuhan. Belum lama ini, ada kegaduhan mengenai sebuah kelompok yang oleh sebagian orang disebut “ajaran sesat”. Mereka dianggap sesat karena tidak sesuai dengan ajaran yang diyakini oleh kelompok mayoritas dan membentuk kelompok eksklusif yang mencurigakan. Gerakan semacam itu bukan yang pertama dan boleh jadi bukan pula yang terakhir dalam masyarakat. Gerakan yang dianggap sesat itu, dan juga berbagai cara manusia untuk mencari Tuhan, menampilkan kegelisahan yang menyelimuti manusia. Sebuah pertanyaan mendasar tentang Tuhan: bagaimana bisa berjumpa dengan Tuhan? Masalahnya, Tuhan tidak bisa diukur dan ditebak.

Yesus menegaskan bahwa Kerajaan Allah tidak bisa diperkirakan dengan tanda-tanda lahirilah. Sementara manusia cendeerung berpegang pada tanda-tanda yang bisa diterima secara inderawi. Maka, pertanyaannya, Tuhan seperti apa yang dicari manusia? Yang sejati atau yang seturut gambaran manusia?

Untuk sampai kepada Tuhan yang sejati dan untuk mengenal kehadiran-Nya, manusia perlu dituntun oleh kebijaksanaan ilahi sendiri.

Maka, dengan indah, Kitab Kebijaksaan menunjukkan sikap yang perlu dibangun dalam pencarian akan Tuhan. Di akhir bacaan pertama dikatakan, dengan “Aku jatuh cinta kepada kebijaksanaan dan kucari sejak masa mudaku”. Barang siapa merindukan dan mencari kebijaksanaan, ia akan menemukan Allah.

Ya Allah, penuhilah aku dengan Kebijaksanaan-Mu yang menuntunku pada jalan kebenaran-Mu. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto   : Ilustrasi (Ist) 

Welcome, The Smiling Nuncio

Mirifica.net - Rab, 15/11/2017 - 17:34

MEMANDANGNYA dari dekat, anda akan dibuat terkagum-kagum padanya. Selain karena ia tampan dan fasih berbicara dalam beberapa bahasa asing, tapi juga karena wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman. Tidak salah, pada kesempatan penyerahan Surat Penetapannya sebagai Duta Besar Vatikan kepada Ketua KWI, Mgr. Ignatius Suharyo di Jakarta, Rabu (15/11/2017), Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Antonius Bunyamin Subianto menjulukinya dengan “The Smiling Nuncio”, Duta Senyum. Ia adalah Mgr. Piero Pioppo.

Julukan yang sama untuk Nunsius juga diberikan oleh Uskup Suharyo. Saat menyampaikan ucapan selamat datang kepada Nunsius, Uskup Metropolitan Jakarta ini bahkan mengatakan bahwa  pancaran senyum di wajahNunsius menunjukkan adanya sukacita Allah. Dalam bahasa Mgr. Suharyo, “The Joy of God”

Kedatangan Nunsius persis bersamaan dengan sidang tahunan KWI 2017 itu diapresiasi oleh Mgr. Suharyo. “Kami mengapresiasi kunjungan Nuntio, terutama setelah sehari tiba di Indonesia,” ungkap Uskup Suharyo, disambut tepuk tangan para Uskup, para Romo Sekretaris dan peserta sidang lainnya.

“Terima kasih banyak atas kesan mendalam anda, lewat persaudaraan dan persahabatan yang telah ditunjukkan sejak bertemu kemarin hingga saat ini. Saat ini anda berada di antara orang-orang baik, ada Kardinal, Uskup Agung, para Uskup dan  rekan kerja para uskup para imam dan para suster”, Mgr. Suharyo menambahkan.

Kepada Nunsius, Mgr. Suharyo juga mengatakan bahwa Vatikan merupakan  negara pertama di antara beberapa negara lain yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mgr. Suharyo mengatakan bahwa kami orang Indonesia boleh berbangga karena di Museum Etnologi Vatikan telah dibangun Taman Borobudur (Borobudur Garden) pada 4 Oktober 2017 sebagai simbol keberagaman dan harmoni.

“Semoga Nunsius segera betah dan kuat menjalankan tugas”, demikian Mgr. Suharyo mengakiri sambutannya.

Puji Vitalitas Gereja

Sementara itu dihadapan Uskup Suharyo, Uskup Anton Subianto, para Uskup se-Indonesia, para pastor dan perwakilan media yang hadir, Uskup Agung Piero memuji vitalitas kehidupan Gereja Katolik Indonesia.

Selanjutnya,  Nunsius mengatakan bahwa ia harus melanjutkan kewajibannya, yakni menyerahkan Surat Penujukkannya dari Sekretariat Negara Vatikan. Ia mengatakan bahwa surat itu ditulis dalam bahasa Latin.

By this letter Cardinal Parolin stated to introduce me to Mgr. Suharyo as the president of Bhisops Conference of Indonesia (BCI), and to all of you. It is written in Latin,” ungkap Nunsius.

Baca Juga: Duta Besar Vatikan Tiba di Indonesia

Ia mengaku belum bisa menyiapkan sambutannya dalam bahasa Indonesia. Karena itu,  ia ingin mendengar suara lanjutan dari setiap orang, katanya, itu dari kedalaman hatinya.  “Jujur, saya tidak menyiapkan sambutan ini dalam bahasa Indonesia karena saya masih harus belajar bahasa Indonesia, bukan hanya selamat pagi, selamat sore, selamat semuanya, selamat Natal dan sebagainya”, ujar Nunsius.

 

 

 

 

 

 

 

 

Warga Badui Ingin Sunda Wiwitan Ditulis di Kolom Agama e-KTP - CNN Indonesia

Google News - Rab, 15/11/2017 - 17:32

CNN Indonesia

Warga Badui Ingin Sunda Wiwitan Ditulis di Kolom Agama e-KTP
CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagian masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, menolak ditulis sebagai penghayat kepercayaan dalam kolom agama e-KTP maupun Kartu Keluarga. Mereka ingin di kolom tersebut bisa ditulis Selam Sunda ...

and more »Google News

Pelita Hati: 16.11.2017 – Yang Mempunyai Akan Diberi

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 17:00
Bacaan Lukas 19:11-28 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. (Luk.19:26) PENGGALAN sabda ini memang bisa  menimbulkan tanda tanya. Karenanya,  harus dibaca secara utuh atau sesuai konteks kisah perumpamaan tentang uang mina ini (19:11-28). Hamba pertama dan […]

Brevir Sore, Rabu, 15 November 2017 Pekan Biasa XXXII – O PEKAN IV – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - Rab, 15/11/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 – I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,†
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,†
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,†
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Antifon
Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) – II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Antifon
Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,†
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,†
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,†
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,†
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

BACAAN SINGKAT
(1Yoh 2,3-6)
Tandanya kita mengenal Kristus ialah, bahwa kita mentaati perintahNya. Orang yang mengatakan bahwa ia mengenal Kristus, tetapi tidak mentaati perintahNya, ia itu pendusta, dan tidak ada kebenaran padanya. Akan tetapi orang yang memelihara sabda Yesus, benar-benar memiliki kasih Allah dengan sempurna. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Kristus. Barang siapa berkata, bahwa ia berada dalam Kristus, harus juga hidup seperti Kristus.

LAGU SINGKAT
P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.
U: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.
P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.
U: Seperti biji mata.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.

Antifon Kidung
Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

DOA PERMOHONAN
Amat besarlah kemurahan hati Bapa abadi terhadap umatnya. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami.
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih.
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna.
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati.
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal.
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PERMOHONAN
Tuhan yang mahamurah, Engkau suka memuaskan dengan anugerah surgawi orang yang haus akan kebenaran. Maka kami mohon, hendaklah Engkau bermurah hati dan melimpahkan kemewahan hartaMu kepada kami yang miskin ini.
Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati Kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Laporan dari Harare – Zimbabwe: Aktivitas Jalan Seperti Biasa, Tank dan Kendaraan Lapis Baja di Titik-titik Strategis

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 13:28
PADA hari Rabu siang ini, muncul berita breaking news dari Ibukota Harare di Zimbabwe dimana laporan berita internasional CNN dan BBC memberitakan baru saja terjadi aksi militer. Salah satunya adalah kegiatan  ‘merebut’ pusat komunikasi televisi pemerintah ZBC. Dalam sebuah siaran dadakan, ‘juru bicara’ kelompok gerakan aksi militer ini menyatakan bahwa kegiatan operasi militer ini  bukan […]

Lentera Keluarga – Tanggungjawab Pemimpin

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 13:18
Rabu, 15 November 2017 Bacaan: Keb 6:2-11; Mzm 82:3-4.6-7; Luk 17:11-19. Renungan KITAB Kebijaksanaan hari ini mengajak kita merenungkan pentingnya kebijaksanaan sebagai seorang pemimpin. Allahlah yang memberikan kekuasaan kepada para pemimpin; Allah juga yang akan menuntut pertanggungjawaban dari para pemegang  kekuasaan ini. Seorang pemimpun harus sadar bahwa penguasaan diri terhadap tutur kata dan perbuatan sangat […]

Rabu, 15 November 2017

Pen@ Katolik - Rab, 15/11/2017 - 13:05

PEKAN BIASA XXXII (H)

Santo Albertus Agung

Bacaan I: Keb. 6:1-11

Mazmur: 82:3-4.6-7; R: 8a

Bacaan Injil: Luk. 17:11-19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: ”Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ”Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.

Lalu Yesus berkata: ”Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: ”Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Renungan

Kata orang, manusia itu tempatnya lupa. Kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan kiranya bisa membenarkan ungkapan itu. Ada sepuluh orang yang disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali untuk berterima kasih kepada Yesus.

Tidak mudah rupanya untuk menyadari kebaikan yang didapat dari orang lain. Mungkin lebih tidak mudah lagi menyadari bahwa dalam hidup kita ada begitu banyak kebaikan yang berasal dari Allah. Kitab Kebijaksanaan menampilkan pula orang-orang yang lupa akan Allah karena merasa memiliki kuasa. Para pemimpin yang lupa, yang main kuasa, yang menyalahgunakan kekuasaan, yang merasa di atas segalanya. Para penguasa yang lupa bahwa kekuasaan dan kekuatan yang mereka miliki hanya debu di hadapan Allah.

Tetapi, tidak semua orang terlena dan lupa. Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan, ada seorang yang kembali kepada Yesus dan berterima kasih atas kesembuhan yang dialami. Kiranya ia adalah potret manusia-manusia yang sadar akan kebaikan Allah. Kepadanya Yesus lalu berkata, ”Imanmu telah menyelamatkan engkau”. Sepuluh orang disembuhkan, tetapi hanya satu yang mendapat keselamatan. Ia diselamatkan karena iman, karena ia menolak lupa akan kebaikan yang ia terima. Yesus mengajak kita selalu menyadari kasih Allah dan senantiasa ”mencondongkan telinga dan merindukan perkataan Allah”.

Allah yang mahabaik, ingatkanlah aku selalu akan kebaikan-Mu dan penuhilah hatiku dengan syukur akan keindahan hidup yang aku terima dari-Mu. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Dubes Vatikan untuk RI Mgr. Piero Pioppo Langsung Ikuti Sidang Tahunan KWI

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 11:52
BARU mendarat tiba di Jakarta pada hari Selasa petang hari (14/11) kemarin, Duta Besar Berkuasa Penuh Tahta Suci Vatikan untuk RI Mgr. Piero Pioppo langsung ‘tancap gas’ bergiat bekerja menjalankan tugas diplomatiknya. Hari ini, Monsinyur Pioppo sudah muncul di arena Sidang Tahunan 2017 KWI yang digelar di Kantor KWI di Jl. Cut Meutia, Jakarta Pusat. […]

KMK Universitas Gunadarma: Gladi Rohani Mahasiswa 2017

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 11:05
KMK Universitas Gunadarma sampai saat ini masih terus berkembang dan berkarya. Salah satu program karya dari KMK Gunadarma itu sendiri adalah kegiatan Gladi Rohani Mahasiswa (GLAROMA) atau yang dikenal juga dengan “Weekend”. GLAROMA 2017 berlangsung pada tanggal 27 s.d 29 Oktober 2017 di D’Jungle Private Camp, Cisarua, Bogor. Tema GLAROMA tahun ini mengusung dasar kesatuan […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator