Berita dan Event

Misionaris Italia, Pastor Pierluigi Maccalli, diculik di Niger

Pen@ Katolik - Sel, 18/09/2018 - 23:55

Seorang imam misionaris Italia, Pastor Pierluigi Maccalli, yang berkarya di Niger, telah diculik oleh orang-orang yang diduga militan jihad di dekat perbatasan dengan Burkina Faso, di malam 17 September 2018. Kementerian Luar Negeri Italia sedang menyelidiki kasus itu.

Seorang juru bicara pemerintah Niger mengatakan sehari sesuahnya bahwa itu penculikan kedua seorang warga Eropa di negara Afrika Barat tahun ini, demikian laporan Linda Bordoni dari Vatican News

Pastor Maccalli dari Serikat Misi Afrika (SMA) aslinya dari Keuskupan Crema di Italia bagian utara dan telah bekerja selama bertahun-tahun sebagai misionaris di Pantai Gading sebelum pindah ke Paroki Bomoanga, di Keuskupan Niamey.

Seorang saksi mata mengatakan, imam berusia 57 tahun itu diculik bersama dengan seorang biarawati setempat. Wilayah ini telah berjuang mengalahkan kelompok-kelompok jihadis, termasuk beberapa kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda dan ISIS, yang aktif di sepanjang perbatasan Niger dengan Mali dan Burkina Faso.

Kementerian Luar Negeri Italia melakukan kontak dengan keluarga imam itu dan sedang menangani kasus itu.

Keluarga Pastor Maccalli mengatakan bahwa keluarga itu menyatu dalam doa penuh harapan agar orang yang mereka cintai itu kembali dengan selamat.

Paroki Bomoanga, tempat Pastor Maccalli berkarya, digambarkan sebagai daerah terisolasi dan terabaikan karena kurangnya jalan, komunikasi dan infrastruktur. Ini area yang dirundung kemiskinan struktural serta persoalan serius yang berasal dari kurangnya perawatan kesehatan, air, dan pendidikan.

Dengan komitmen kuat untuk mengawali evangelisasi dengan peningkatan martabat manusia, Pastor Maccalli selalu memperhatikan masalah-masalah lokal, dengan mempertahankan proyek-proyek kredit mikro untuk pengembangan dan menentang beberapa praktik tradisional seperti infibulasi dan sunat perempuan. Menurut sumber-sumber lokal, ini bisa menjadi motif di balik penculikannya.

SMA adalah komunitas internasional misionaris Katolik yang melayani masyarakat Afrika di seluruh dunia. SMA didirikan di Lyons tahun 1856. Hampir 1.000 anggotanya berasal dari Afrika, Amerika, Asia dan Eropa dan bekerja di sejumlah negara Afrika serta Eropa, Amerika, dan Asia.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Para uskup Belanda menuntut kejelasan dan kebenaran tentang kasus-kasus pelecehan

Pen@ Katolik - Sel, 18/09/2018 - 23:24
Gereja Katolik Belanda menanggapi tuduhan (Pavlofox)

Sebuah koran Belanda mempublikasikan daftar nama-nama uskup dan kardinal yang diduga terlibat dalam upaya menutupi pelanggaran seksual atau pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan klerus. Namun kasus-kasus yang dipersoalkan itu telah ditangani di masa lalu berkat penyelidikan yang ditugaskan oleh Gereja sendiri.

Sudah bertahun-tahun Gereja Katolik di Belanda berkomitmen memerangi pelanggaran seks oleh klerus dan telah mengambil langkah-langkah ketat untuk memastikan bahwa kejahatan itu tidak terulang. Baru-baru ini diterbitkan berita tentang masalah yang berkaitan dengan kasus-kasus masa lalu yang telah ditangani.

Sebuah pernyataan diterbitkan di situs Konferensi Waligereja Belanda sebagai tanggapan atas sebuah artikel di surat kabar harian Belanda “NRC” (Nieuwe Rotterdamsche Courant) yang menyebutkan sekitar dua puluh uskup dan dua kardinal dituduh menutupi pelanggaran di negara itu selama 65 tahun, antara 1945 dan 2010. Empat dari klerus yang dituduh itu telah meninggal.

Sebagian besar informasi itu, ungkap pernyataan itu, sudah dipublikasikan tahun 2011 setelah penyelidikan yang diprakarsai Gereja Katolik sendiri. Banyak klerus yang tertuduh sudah meninggal. Atas dasar penyelidikan ini, Gereja Belanda meluncurkan langkah-langkah di tahun 2011 untuk mencegah dan memerangi pelanggaran itu. Di tahun 2014, sebuah Pedoman Perilaku yang sangat ketat diadopsi, dan diperbaharui tahun 2018 dengan kewajiban yang lebih ketat untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kepada polisi, bahkan dalam kasus “kemiripan kebenaran”.

Daphne van Roosendaal, juru bicara Konferensi Waligereja Belanda, menegaskan kembali bahwa berita itu bukan sesuatu yang  baru. Menurut pandangannya, berita itu diterbitkan atas dasar laporan Pennsylvania. Perempuan itu mengatakan, daftar nama-nama itu harus diverifikasi.

Dijelaskan, dalam terang Pedoman Perilaku yang baru, sekarang praktis mustahil melakukan pelanggaran tertentu. Dia yakin, penting bagi Gereja bahwa kebenaran diketahui dan cahaya itu dicurahkan atas segala sesuatu yang telah terjadi, dan penting bagi para korban bahwa kebenaran itu dikejar.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

Pen@ Katolik - Sel, 18/09/2018 - 22:21
Paus Fransiskus membawa Injil saat merayakan Kamis Putih di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 29 Maret 2018. Foto Paul Haring/CNS

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

434. ”Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Mat 19:16)

Kepada seorang pemuda yang mengajukan pertanyaan ini, Yesus menjawab, ”Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah”, dan kemudian Dia menambahkan, ”Datanglah kemari dan ikutilah Aku” (Mat 19:16-21). Mengikuti Yesus mengandung arti termasuk menaati perintah-perintah Allah. Hukum tidak dihapuskan, tetapi manusia diundang untuk menemukannya kembali dalam Pribadi Guru ilahi, yang melaksanakannya secara sempurna dalam Diri-Nya, menyingkapkan arti yang sebenarnya, dan memaklumkan keabsahannya yang tetap.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2052-2054, 2075-2076

435. Bagaimana Yesus menafsirkan Hukum?

Yesus menafsirkan Hukum dalam terang perintah rangkap tetapi satu, yaitu perintah cinta kasih, kepenuhan Hukum: ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada dua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para Nabi” (Mat 22:37-40).

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2055

Perjalanan Salib membuat Keuskupan Manado tumbuh dan berkembang selama 150 tahun

Pen@ Katolik - Sel, 18/09/2018 - 21:31
(dari kiri ke kanan) Mgr Petrus Turang Pr, Mgr Josef Suwatan MSC, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Mgr Rolly Untu MSC, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, Mgr John Liku, da Pastor Dammy Pongoh Pr. (Foto PEN@ Katolik/A Ferka)

“Perjalanan Salib di Keuskupan Manado yang berawal dari kedatangan Pastor Johanes de Vries SJ atas permintaan Bapak Daniel Mandagi telah memberikan dampak yang luar biasa. Lewat perjalanan Salib Suci itu, iman umat Katolik daerah ini, Keuskupan Manado, telah tumbuh dan berkembang.”

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengatakan hal itu dalam Misa Syukur Peringatan Yubileum 150 Tahun Kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado (Bertumbuh dan Berkembangnya Gereja Katolik di Keuskupan Manado) yang berlangsung di Emmanuel Amphitheater Lotta pada Pesta Salib Suci, 14 September 2018.

Misa itu diawali dengan penataan Salib dan Obor Yubileum yang dibawa dalam prosesi sepanjang 50 kilometer sekitar 15 jam dari Kema ke Lotta oleh 150 OMK Kema dan diterima oleh Mgr Rolly dengan berlutut dan mencium kaki salib itu beberapa ratus meter di depan amphitheater itu.

Mgr Rolly memimpin Misa yang dihadiri ribuan umat itu dengan konselebran Uskup emeritus Mgr Josef Suwatan MSC, Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada dan ratusan imam Keuskupan Manado.

Mgr Rolly menjelaskan, iman Katolik telah tumbuh dan berkembang di Keuskupan Manado, “setelah kedatangan Pastor de Vries dengan melakukan pembaptisan di Kema tanggal 14 September, 150 tahun lalu, kemudian di Langowan dan beberapa tempat lain, maka umat Katolik semakin berkembang.”

Kemudian, para para imam dan suster dari beberapa tarekat mulai berdatangan di daerah ini dan lahirlah banyak katekis, guru agama, penolong-penolong, tenaga kesehatan dan lain-lain, “yang menjadi tanda dan simbol bahwa Salib Suci itu terus bertumbuh dan berkembang,” kata Mgr Rolly seraya berharap agar Pesta Salib Suci juga menjadi momen untuk merenung buah-buah iman dalam perjalanan Salib Suci yang menyelamatkan.

Menurut Mgr Rolly, rencana Allah lewat Salib Suci tetap hidup dan berjalan di Keuskupan Manado. “Estafet perjalanan Salib Keselamatan terus terjadi di Tanah Minahasa dan Keuskupan Manado yang telah dirintis Pastor de Vries,” tegas Uskup Manado itu.

“Perjalanan Salib Keselamatan ini terus berjalan, terus berkembang dan terus menjadi sumber keselamatan. Pelbagai tantangan terus saja ada tapi tidak menggoyahkan semangat iman di sini,” tegas Mgr Rolly.

Mgr Turang, saat diberi kesempatan berbicara dalam Misa itu, mengatakan bahwa luar biasanya iman umat di Keuskupan Manado hendaknya diikuti semangat beri diri dari kaum awam melalui pengabdian, perjalanan hidup lewat pekerjaan atau karyanya dalam tugas-tugas duniawi. “Semangat spiritualitas itu, membuat Allah hadir di dunia ini,” kata Mgr Turang.

Mgr Mandagi menambahkan, semangat iman umat di Keuskupan Manado sungguh luar biasa dan menghasilkan banyak buah. “Setelah 150 Tahun, ada buah-buah yang dihasilkan, yakni buah persatuan dan kesatuan, buah perayaan liturgi yang luar biasa, dan buah pengorbanan,” kata Mgr Mandagi seraya menambahkan bahwa hidupnya Gereja di Keuskupan Manado karena adanya banyak imam.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, saat memberi sambutan seusai Misa mengakui betapa besarnya kontribusi umat Katolik di Sulawesi Utara. “Pemprov Sulut mengapresiasi kontribusi tersebut,” ujar gubernur, yang berharap peran umat Katolik semakin meningkat termasuk dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Selain Misa Syukur, puncak peringatan yubileum ditandai ramah tamah serta penampilan berbagai atraksi. Namun beberapa bari sebelumnya, panitia pelaksana yang diketuai Pastor Dammy Pongoh Pr telah melakukan pelbagai kegiatan puncak peringatan yubileum, antara lain Pertemuan Sekami se-Keuskupan Manado, Konser Musik Klasik dan Tradisional, Festival Paduan Suara, dan Pagelaran Sendratasik (seni drama, tari dan musik). (PEN@ Katolik/A Ferka)

Suasana Misa. Foto PEN@ Katolik/A Ferka Acara puncak 150 Tahun Bertumbuh dan Berkembangnya Gereja Katolik di Keuskupan Manado turut dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey. (Foto PEN@ Katolik/A Ferka)

Seri Pastoral OMK: Bermain Bersama Yesus (9)

Sesawi.Net - Sel, 18/09/2018 - 20:08
CIRI khas dari komunitas orang muda Katolik, dan juga semua komunitas orang beriman, ialah berpusat pada Sabda Tuhan. “Anggota-anggota komunitas berbagi Sabda Tuhan, mengintegrasikannya dengan hidup sehari-hari mereka dan mewartakannya kepada sesamanya.” (FABC, Asian Colloquium on Ministries in the Church no 45). Dengan mendengarkan Sabda Tuhan, orang muda menyatukan diri dengan kehendak Allah sebagaimana dinyatakan […]

Renungan Harian, Rabu: 19 September 2018, Luk. 7:31-35

Mirifica.net - Sel, 18/09/2018 - 19:00
“Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis” (Luk. 7:32). Yesus hendak melukiskan betapa sulitnya manusia untuk bersikap terbuka dan memiliki kerendahan hati menghargai serta menerima tawaran-tawaran kebaikan dalam diri orang lain. Kekerasan hati dan keangkuhan religius semacam inilah yang membutakan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat untuk …

Pelita Hati: 19.09.2018 – Hati Tak Membenci

Sesawi.Net - Sel, 18/09/2018 - 17:00
Bacaan Lukas 7:31-35 Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti […]

Mulai Rp 8 Juta/bulan, BRANZ BSD Tawarkan 17 Fasilitas Bintang 5 Berstandar Jepang - KOMPAS.com

Google News - Sel, 18/09/2018 - 16:41

KOMPAS.com

Mulai Rp 8 Juta/bulan, BRANZ BSD Tawarkan 17 Fasilitas Bintang 5 Berstandar Jepang
KOMPAS.com
Bukan hanya perkantoran, BRANZ BSD berada tidak jauh dari beragam fasilitas pendidikan seperti, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Nanyang School, dan lainnya. Menyusul kesuksesan East Tower dan North ...

Mulai Rp 8juta/bulan, BRANZ BSD Tawarkan 17 Fasilitas Bintang 5Berstandar Jepang - KOMPAS.com

Google News - Sel, 18/09/2018 - 16:37

KOMPAS.com

Mulai Rp 8juta/bulan, BRANZ BSD Tawarkan 17 Fasilitas Bintang 5Berstandar Jepang
KOMPAS.com
Bukan hanya perkantoran, BRANZ BSD berada tidak jauh dari beragam fasilitas pendidikan seperti, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Nanyang School, dan lainnya. Menyusul kesuksesan East Tower dan North ...

UNIKA Widya Karya Malang: Program Latihan Menulis Renungan

Sesawi.Net - Sel, 18/09/2018 - 14:49
PUNYA kemampuan menulis jelas dan baik itu  merupakan sebuah anugerah besar, bukan sesuatu yang sia-sia. Kemampuan menulis mengandaikan orang bisa menata isi dan alur pikiran dan hasilnya menjadi  cermin tingkat peradaban si penulisnya. Orang menulis akan merasakan dua kali pengalaman ‘gagal-berhasil’. Pertama, tidak merasa dengan dengan rumusan tulisan yang pertama kali ‘lahir’ usai menulis naskah […]

Gereja Terus Berupaya Membebaskan Imam dan Biarawati dari Penjara di India

UCANews - Sel, 18/09/2018 - 13:17

Umat Kristiani di India akan meminta Pengadilan Tinggi Negeri Jharkhand menjadi jaminan atas seorang imam Katolik dan seorang biarawati yang  dipenjara setelah pengadilan yang lebih rendah menolak untuk membebaskan mereka.

Pastor Alphonse Aind SJ ditangkap pada 22 Juni atas tuduhan bersekongkol dengan pemerkosaan lima wanita, sementara Suster  Concilia MC ditangkap pada 4 Juli karena dituduh menjual anak-anak dari panti asuhan yang ia kelola.

Pastor Xavier Soreng SJ mengatakan pada 13 September bahwa jaminan akan dicari untuk Pastor Aind sesegera mungkin.

Pengadilan distrik Khunti menolak menggunakan jaminan pada 10 September karena imam itu terkait dengan salah satu terdakwa utama dalam kasus perkosaan geng dan diduga gagal menghentikan terdakwa menculik para wanita.

“Ini adalah tuduhan palsu. Kami berharap bahwa imam itu akan mendapatkan keadilan,” kata Pastor Soreng kepada ucanews.com.

Para pemimpin Gereja mengatakan bahwa Pastor Aind, kepala sekolah menengah  yang dikelola Yesuit di desa Kochang,  distrik Khunti, dijebak karena pemerintah negara bagian itu, yang dikuasai oleh Partai Bharatiya Janata (BJP)  pro-Hindu, diam-diam mendukung gerakan radikal Hindu terhadap orang Kristen.

Lima aktivis sosial pementasan drama jalanan di sekolah itu diculik dan diperkosa oleh enam orang pria pada 19 Juni, dilaporkan karena tema drama itu menyinggung gerakan suku untuk otonomi di wilayah tersebut.

Pastor Aind menghadapi tuduhan konspirasi, pembiaran terhadap penculikan dan geng pemerkosaan dan mendukung kegiatan anti-negara.

Penerapan jaminan untuk Suster  Concilia diajukan ke Pengadilan Tinggi pada 6 September setelah pengadilan yang lebih rendah menolak jaminannya pada 20 Juli.

“Kasus ini belum terdaftar untuk disidangkan,” kata Pastor Peter Martin, seorang pengacara dan konsultan dalam kasus ini.

Biarawati itu dituduh menjual anak-anak dari panti asuhan yang terkait dengan rumah bagi ibu yang tidak menikah yang dijalankan kongregasinya di ibukota negara bagian Ranchi. Panti itu milik Kongregasi MC yang didirikan  St. Ibu Teresa dari Kalkuta yang mulai dibangun tahun 1950.

Kongregasi MC telah mengakui bahwa seorang penjaga dan seorang anggota staf berkoordinasi menjual seorang bayi kepada pasangan yang tidak memiliki anak karena biarawati itu mempercayai seorang anggota staf.

Anggota staf yang dipercaya diberi tanggung jawab  menyerahkan bayi ke pusat kesejahteraan anak distrik itu, sebagai kebijakan tidak mengakui bayi yang diterimanya. Itu membuat para biarawati tidak memiliki cara  memeriksa apakah bayi-bayi itu menyerah.

“Kami tahu biarawati itu tidak bersalah dan dia akan mendapatkan keadilan dari Pengadilan Tinggi,” kata Pastor Martin kepada ucanews.com

Kekerasan dan intimidasi terhadap orang Kristen terus meningkat sejak BJP berkuasa pada 2014, kata para pemimpin Kristen.

Pemerintah Jharkhand bulan lalu memerintahkan penyelidikan terhadap 88 LSM Kristen yang mendapatkan sumbangan asing. Penyelidikan juga dilakukan terhadap semua rumah yang dikelola oleh Tarekat MC di negara bagian tersebut.

Tempat tinggal dan kantor Pastor Stanislaus Lourdusamy, 82 tahun, diserbu sebelum dia dituduh melakukan kegiatan anti-negara pada 28 Agustus dalam insiden pelecehan terakhir.

Uskup Auksilier Mgr Telesphore Bilung dari keuskupan Ranchi mengatakan kelompok Hindu menentang pekerjaan misionaris Kristen di antara orang-orang miskin dan suku.

Mereka ingin menodai citra Gereja dan menciptakan kesan bahwa para misionaris Kristen adalah pelanggar hukum dan kriminal, katanya.

Negara bagan itu memiliki sekitar satu juta orang Kristen atau 4,3 persen dari populasi. Kehadiran Kristennya hampir dua kali lipat angka 2,3 persen untuk India secara keseluruhan.

 

125 Religius Kumpul Bicara “Pelayanan Profesional dan Penyalahgunaan Wewenang Jabatan”

Sesawi.Net - Sel, 18/09/2018 - 12:22
SEDIKITNYA 125 orang terdiri dari para imam religius dan diosesan, suster, dan bruder berkumpul sepanjang hari-hari ini hingga tanggal 20 September 2018 di Bali. Mereka datang dari seluruh Indonesia, berkumpul, dan kemudian berdiskusi tentang tema besar dan menarik yakni “Pelayanan Integral dan Profesional”. Tema besar ini diambil dari buku panduan baru keluaran KWI berjudul Pelayanan […]

Biarawati Banglades Dalam Misi Penyembuhan Jiwa

UCANews - Sel, 18/09/2018 - 10:30

Lipy Gloria Rozario lahir dari keluarga pengungsi Katolik pada 31 November 1971, hanya beberapa minggu sebelum Banglades memperoleh kemerdekaannya dari Pakistan pada 16 Desember.

Setelah  47 tahun berlalu dengan cepat dan Gloria, anak keenam dari sembilan bersaudara, telah mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan menyembuhkan hati orang-orang yang menderita berbagai bentuk tekanan psikologis di negara Asia Selatan yang berpenduduk mayoritas Muslim ini.

Sejak 2010, Suster Gloria melayani sebagai direktur Unit Konseling pemulihan jiwa di Dhaka, yang didanai oleh Kongregasi Suster-suster Bunda Maria  berduka-cita (OLS).

Dia adalah salah satu dari sejumlah biarawati Katolik termasuk Suster  Zita Rema SDB yang memberikan bantuan spiritual dan layanan lainnya kepada orang miskin di Banglades.

Biarawati lain di negara itu membantu pasien yang terkena kusta, tuberkulosis, dan stigma sosial, atau fokus membantu anak-anak yang lahir dengan disabilitas dengan membangun kembali kehidupan mereka.

Selain menawarkan layanan konseling kepada individu, pasangan, dan keluarga, Suster Gloria mengasah keterampilan para siswa, akademisi, dan profesional dengan mengadakan seminar dan lokakarya baik di dalam maupun di luar pusat pelayanan.

Ketika dia tidak di pusat layanan, atau mengajar di universitas lokal, biarawati itu meluangkan waktu  mengunjungi pengungsi Rohingya dari Myanmar di Baza’s Cox, Banglades timur, di mana dia menawarkan layanan konseling melalui BRAC, salah satu organisasi pembangunan terkemuka di negara itu.

“Kami adalah badan amal, jadi kebanyakan orang datang kepada kami melalui mulut ke mulut karena kami tidak diizinkan beriklan. Kadang-kadang orang mengira kami sebagai organisasi pencari laba karena kami memiliki banyak orang asing di staf yang menjadi sukarelawan,” tambahnya.

“Banyak orang berjuang  memahami bagaimana sebuah badan amal dapat menawarkan layanan profesional tanpa menghasilkan uang. Misi kami adalah membuktikan bahwa mereka salah.”

Pusat pemulihan jiwa sekarang memiliki dua konselor purna waktu dan empat konselor paruh waktu yang merawat sekitar 30 orang seminggu rata-rata, kebanyakan Muslim.

Pusat ini membebankan 1.200-2.500 taka Banglades (US$ 14-30) per sesi tetapi orang yang miskin hanya perlu membayar biaya tanda terima US$ 2,40.

Ini mencakup gaji staf, biaya pemeliharaan dan sumbangan untuk amal yang dijalankan oleh ordo religius.

Pusat layanan ini memiliki satu sekolah dan pusat penitipan anak untuk 40 anak kumuh. Pusat ini juga mendanai dua pusat penitipan anak lagi di Dhaka yang melayani 62 anak dari keluarga yang sangat miskin.

“Kami tidak pernah punya uang tersisa pada setiap akhir bulan,” kata biarawati itu.


Awal yang sederhana

Tahun 1971, Pius Rozario dan istrinya Magdalena menyaksikan kelahiran anak keenam mereka, Gloria, di ruang kelas yang digunakan sebagai tempat penampungan bagi pengungsi selama perang kemerdekaan Banglades dengan Pakistan.

Pasangan itu telah meninggalkan rumah mereka di desa Rangamatia di Banglades tengah untuk melarikan diri dari pertempuran dan pertumpahan darah dengan pindah ke desa Moani yang jauh.

Selama sembilan bulan yang menyedihkan, mereka berbagi tempat dengan ratusan pengungsi perang termasuk Muslim, Hindu dan Kristen.

Setelah perang berakhir, pasangan itu kembali ke rumah  melanjutkan kehidupan yang lebih normal, dengan Pius bekerja sebagai guru sekolah dan Magdalena seorang ibu rumah tangga.

“Secara finansial, kami bukan orang melarat karena kami semua bisa bersekolah walau ayah saya tidak dibayar dengan sangat baik,” katanya. “Tapi meskipun demikian kami memiliki masa kecil yang sangat menyenangkan meskipun kami tumbuh di rumah tangga yang sangat disiplin di mana hidup dibagi menjadi waktu doa, waktu belajar dan waktu bermain.”

Dia pindah ke sekolah Santa Maria di Paroki Santo Yohanes Pembabtis pada usia dini dan menyelesaikan sekolah menengah dengan Suster-suster SMRA. Semua gurunya dan beberapa sepupunya adalah biarawati.

“Sejak usia dini, hidup mereka menjadi inspirasi bagi saya, jadi saya bermimpi satu hari nanti saya akan menjadi seorang biarawati,” katanya. “Aku tidak menyukai anak laki-laki pada usia itu, jadi aku hanya ingin menjalani kehidupan yang sederhana.”

Dia bergabung dengan Kongregasi Suster-suster Bunda Maria Berduka Cita (OLS) pada 31 Desember 1990, setelah menyelesaikan gelar sarjananya. Ia menghabiskan dua tahun di Italia untuk menjalani masa novisiatnya.

Ketika kembali ke Banglades tahun 1995, ia menghabiskan satu tahun di sebuah biara di ibukota yang dikelola oleh OLS, setelah itu ia mendapatkan peran sebagai sekretaris  di kedutaan Vatikan di ibukota itu, sebuah peran yang ia emban selama lima tahun.

“Awalnya saya merasa tidak nyaman dengan pekerjaan yang membuat saya tetap di dalam ruangan sepanjang hari,” kenangnya. “Jadi tahun pertama itu tidak terlalu menyenangkan. Tapi aku terjebak dengan itu karena aku telah mengikrarkan kaul.”

Selama berada di kedutaan Vatikan, Suster Gloria mulai mengunjungi daerah kumuh dan keluarga Kristen di dekatnya, yang perlahan-lahan berbagi masalah mereka dengannya.

“Kisah-kisah mereka melekat dalam pikiran saya. Saya mulai berpikir bahwa, karena orang-orang begitu ingin berbagi banyak pengalaman pribadi dengan saya, mungkin saya harus belajar psikologi untuk menawarkan mereka layanan yang lebih baik,” katanya.

Suster Gloria mengatakan bahwa dia menemukan panggilan sejatinya setelah mempelajari psikologi konseling di Italia dan AS.

Atasannya mengabulkan permintaannya untuk belajar psikologi dan ia pergi ke Roma, di mana ia juga mempelajari spiritualitas. Ini diikuti dengan pindah ke California untuk mendapatkan gelar master di Universitas Santa Clara.

Tahun 2014, ia menetapkan tonggak baru dengan menjadi orang pertama di Banglades yang memperoleh gelar PhD dalam psikologi pendidikan-konseling.

 

Bunda Maria Berduka Cita

Maria Elisabetta Renzi, seorang biarawati Katolik yang bercita-cita tinggi, ia mendirikan Ordo OLS di Italia  tahun 1839. Dia dibeatifikasi 150 tahun kemudian  tahun 1989.

Kongregasi itu tiba di Banglades tahun 1988 dan misi pertamanya adalah melayani kedutaan Vatikan di Dhaka.

Sekarang ordo tersebut memiliki 16 suster Banglades termasuk seorang yang melayani sebagai misionaris di luar negeri.

Kongregasi memprioritaskan pelayanan kepada orang miskin dan yang membutuhkan dengan mengelola sekolah dan pusat penitipan anak untuk anak-anak yang kurang mampu dan menawari mereka beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka. Dua misi utamanya adalah katekese dan pendidikan.

 

Kedatangannya ke Untirta Ditolak Mahasiswa, Ma'ruf Amin: Saya Enggak Ajak Milih Cuma Minta Doa - Suara.com

Google News - Sel, 18/09/2018 - 10:20

Suara.com

Kedatangannya ke Untirta Ditolak Mahasiswa, Ma'ruf Amin: Saya Enggak Ajak Milih Cuma Minta Doa
Suara.com
Namun, kehadirannya diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Gerakan Mahasiswa Katolik Indonesia (GMKI). Mereka mempersoalkan ...
Ma'ruf Amin Berkilah Tak Kampanye di Masjid, Cuma Minta DoaSuara.com
Ma'ruf Amin Bantah Berkampanye di Masjid, Hanya Minta DoaSulselsatu

all 52 news articles »

Inspirasi Pagi Hari Ini: Selasa (18/9/18)

Sesawi.Net - Sel, 18/09/2018 - 08:58
MELALUI bacaan suci hari ini, 1Kor 12:12-14; 27-31 dan Luk 7: 11-17, kita diajak untuk merefleksikan poin-poin berikut ini: Belas kasih Tuhan kepada semua orang menjadi kabar sukacita. Tugas kita para murid Kristus adalah mewartakan kabar sukacita dalam hidup kita. Memandang semua orang dengan penuh belas kasih, terutama yang bersusah. Kristus membawa kehidupan baru. Sukacita […]

Paus Fransiskus memberikan salib kepada orang-orang yang mengikuti Doa Angelus

Pen@ Katolik - Sen, 17/09/2018 - 23:17
Vatican Media

Untuk merayakan Pesta Salib Suci 14 September, Paus Fransiskus memberikan salib kecil kepada yang hadir dalam Doa Angelus hari Minggu, 16 September, di Lapangan Santo Petrus, dengan  menyebutnya “tanda kasih Allah, yang dalam Yesus menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.”

“Hari ini, dua hari setelah Pesta Salib Suci, aku berpikir untuk memberi kepada kalian yang berada di sini di lapangan ini sebuah salib,” kata Paus dalam sambutannya setelah doa Angelus, demikian laporan Devin Watkins dari Vatican News.

Sekitar 40.000 salib logam bersepuh perak disebarkan disertai kartu doa dengan kata-kata (dalam bahasa Inggris, Italia, dan Spanyol): “Salib Kristus mengandung semua cinta Allah; di sana kita menemukan belas kasih-Nya yang tak terukur.” Paus Fransiskus mengucapkan kata-kata itu dalam Jalan Salib yang diadakan pada Hari Kaum Muda se-Dunia di Brasil, 26 Juli 2013.

“Salib adalah tanda kasih Allah, yang dalam Yesus menyerahkan nyawa-Nya bagi kita,” kata Paus sebelum pembagian salib itu. “Saya mengajak kalian untuk menerima hadiah ini dan menempatkannya di rumah kalian, di kamar anak-anak kalian, atau kamar kakek-nenek kalian.”

Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa salib itu “bukan barang hiasan.” Paus mengatakan salib adalah “sebuah tanda keagamaan yang dimaksudkan untuk kontemplasi dan doa.”

Dengan menatap Yesus yang Tersalib, lanjut Paus “kita memandang keselamatan kita.”

Bapa Suci berterima kasih kepada para suster, orang miskin, dan para pengungsi yang membagikan hadiah, yang, kata Paus, “kecil tapi berharga.”

Setelah itu, para relawan itu mendapatkan sandwich dan minuman ringan, yang diberikan oleh Kantor Amal Kasih Kepausan atas nama Paus Fransiskus.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Vatican Media Vatican Media

Jejak Standar Ganda Penguasa Terhadap Muslim Indonesia - Hidyatullah.com mengabarkan kebenaran

Google News - Sen, 17/09/2018 - 23:11

Hidyatullah.com mengabarkan kebenaran

Jejak Standar Ganda Penguasa Terhadap Muslim Indonesia
Hidyatullah.com mengabarkan kebenaran
Ajib Rosidi dalam buku “M. Natsir Sebuah Biografi” (1990: 96, 97) mencatat bahwa meski pemerintah mengaku bersikap netral terhadap agama, namun sokongan mereka terhadap umat Kristen –baik Protestan maupun Katolik– tak bisa ditutup-tutupi. Saat itu ...

Google News

Puncta 18.09.18. Lukas 7:11-17: Seorang Janda tak Punya Masa Depan

Sesawi.Net - Sen, 17/09/2018 - 22:25
YESUS masuk kota Nain. Ada seorang pemuda mati. Anak seorang janda. Seorang janda akan kehilangan pelindung dan penopang ekonomi dari pihak laki-laki (suami, anak laki-laki). Seorang janda yang masih punya anak laki-laki masih punya harapan akan masa depan. Dengan adanya anak laki-laki, harta warisan suami jatuh ke anak laki-lakinya. Anak lelaki ini akan menopang hidupnya […]

Kuliah Umum Bersama Mahasiswa Stipas KAK, Ini Pesan Dirjen Bimas Katolik - Pos Kupang

Google News - Sen, 17/09/2018 - 21:12

Pos Kupang

Kuliah Umum Bersama Mahasiswa Stipas KAK, Ini Pesan Dirjen Bimas Katolik
Pos Kupang
COM, Laus Markus Goti. POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, Senin (17/9/2018) membawakan kuliah umum tentang 'Urgensitas Pendidikan Karakter' bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang. ... Untuk itu ...

Apa tujuan perintah-perintah Gereja?

Pen@ Katolik - Sen, 17/09/2018 - 21:09
berdasarkan gambar dari http://www.saintgeorges.ca/our-homilies/

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

431. Apa tujuan perintah-perintah Gereja?

Lima perintah Gereja dimaksudkan untuk memberi jaminan kepada umat beriman syarat minimum yang dituntut dalam hidup doa, hidup sakramental, komitmen moral, dan perkembangan dalam cinta Allah dan sesama.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2041, 2048

432. Manakah perintah-perintah Gereja itu?

Perintah-perintah itu adalah:

1) Ikutlah perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan, dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.

2) Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.

3) Sambutlah tubuh Tuhan pada masa Paskah.

4) Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan.

5) Bantulah kebutuhan-kebutuhan material Gereja, masing-masing menurut kemampuannya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2042-2043

433. Mengapa kehidupan moral Kristen mutlak perlu untuk pewartaan Injil?

Karena kehidupan mereka disesuaikan dengan Yesus. Orang-orang Kristen menarik orang lain kepada iman akan Allah yang benar, membangun Gereja, mewartakan kepada dunia dengan semangat Injil, dan menantikan kedatangan Kerajaan Allah.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2044-2046

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator