Berita dan Event

“Menjadi Fasilitator: Menarik, Efektif, dan Aktual”, Peran Fasilitator adalah Mempermudah

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 10:39
“FASILITATOR itu dibentuk, bukan dilahirkan”. Hal ini sejalan dengan pandangan si jenius Thomas Alva Edison (1847-1931) yang menegaskan “Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat”. Maksudnya adalah kesuksesan mengembangkan tugas apa pun –termasuk menjadi fasilitator–  sangat ditentukan oleh proses berusaha dan berjuang. Menjadi fasilitator yang berhasil adalah proses terus-menerus melalui bertanya, berpartisipasi dalam kelompok, dan […]

Brevir Siang, Rabu, 15 November 2017 Pekan Biasa XXXII – O PEKAN IV – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - Rab, 15/11/2017 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Antifon
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) – I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,†
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon
Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) – II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,†
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

BACAAN SINGKAT
(Kol 3,23-24)
Apapun juga yang kamu perbuat, kerjakanlah dengan segenap hati, bagaikan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa kamu akan menerima dari Tuhan warisan sebagai ganjaran. Kristuslah Tuhan yang kamu abdi.

P: Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku.
U: Dalam tanganMulah nasibku.

DOA PENUTUP
Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi, Rabu, 15 November 2017 Pekan Biasa XXXII – O PEKAN IV – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - Rab, 15/11/2017 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s’mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
“Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan”.

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Antifon
Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,†
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: “Yang ditinggalkan”,*
negerimu tak lagi dinamakan: “Yang kesepian”.

Sebab namamu yang baru ialah: “KekasihKu”,*
“mempelaiKu” nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Antifon
Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!†
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

BACAAN SINGKAT
(Ul 4,39-40a)
Camkanlah hari ini dan perhatikanlah, bahwa Tuhanlah Allah, baik di langit di atas maupun di bumi di bawah, dan tak ada Allah yang lain. Indahkanlah perintah dan peraturanNya yang kusampaikan kepadamu.

LAGU SINGKAT
P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.
U: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.
P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku.
U: Setiap waktu.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.

Antifon Kidung
Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA
(Luk 1,68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung
Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

DOA PERMOHONAN
Kristus, cahaya kemuliaan Bapa, telah menerangi kita dengan sabdaNya. Marilah kita mencintai Dia dan berdoa:
U: Kabulkanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Terpujilah Engkau, sumber dan tujuan iman kami,* sebab Engkau telah memanggil kami dari kegelapan untuk memasuki cahayaMu yang menakjubkan.
U: Kabulkanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Engkau telah membuka mata orang buta dan telinga orang tuli,* maka tolonglah kami yang kurang percaya.
U: Kabulkanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Tuhan, semoga kami tetap tinggal dalam cintaMu,* dan tidak pernah terpisah satu sama lain.
U: Kabulkanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Semoga kami bertahan dalam cobaan, bersabar dalam kemalangan,* dan bersyukur dalam kemujuran.
U: Kabulkanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Ya Tuhan, ingatlah kiranya akan perjanjian kudus yang telah Kaubaharui dalam darah Anakdomba. Semoga umatMu menerima pengampunan dosa dan kian hari kian menikmati keselamatan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Duta Vatikan Mgr Piero Pioppo tiba di Indonesia disambut semua uskup dari Indonesia

Pen@ Katolik - Rab, 15/11/2017 - 01:27
Duta Vatikan untuk Indonesia Mgr Piero Pioppo (foto John Laba Wujon)

Duta Vatikan yang baru untuk Indonesia Mgr Piero Pioppo sudah tiba di Jakarta pada hari Selasa sore, 14 November 2017. Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo, Sekretaris Jenderal KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, Wakil Ketua I KWI Mgr Leo Laba Ladjar OFM, Wakil Ketua II Mgr Yustinus Harjosusanto MSF dan Sekretaris Eksekutif KWI Pastor Siprianus Hormat menjemput Mgr Piero Pioppo di Bandara Soekarno-Hatta. Uskup Agung Titular Torcello itu diangkat oleh Paus Fransiskus menjadi Nuntius Apostolik atau Duta Vatikan di Indonesia tanggal 8 September 2017, ketika bertugas sebagai Duta Vatikan untuk Kamerun dan Guinea Khatulistiwa. Uskup Agung berusia 56 tahun yang lahir di Savona 29 September 1960 itu menggantikan Mgr Antonio Guido Filipazzi yang sejak 26 April 2017 diangkat oleh Paus Fransiskus sebagai Duta Vatikan untuk Nigeria. Uskup agung yang mengkhususkan diri pada teologi dogmatis dan memasuki dinas diplomatik Tahta Suci tahun 1993 itu, menurut laporan website Komsos KWI dan Dokpen KWI, disambut oleh para uskup lainnya di Kedutaan Vatikan Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 18, Jakarta. Para uskup se-Indonesia sedang berada di Jakarta dalam rangka Sidang KWI 2017 dari tanggal 6 hingga 16 November 2017. Setelah  diterima dengan pengalungan bunga, Mgr Piero Pioppo yang ditahbiskan imam di Italia 29 Juni 1985 dan ditahbiskan uskup di Basilika Santo Petrus, Vatikan, 18 Maret 2010, itu diajak ke kepela kedutaan untuk berdoa dan memberikan berkat pertama bagi para uskup, kemudian makan malam bersama para uskup se-Indonesia.(pcp)

 

Senantiasa Bersyukur

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 01:11
SAAT Yesus menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea, datanglah sepuluh orang kusta yang berteriak memohon belas kasihanNya. Yesus sangat peduli akan penderitaan mereka, dan menjadikan mereka tahir. Namun hanya seorang dari mereka, yakni seorang Samaria yang dianggap kafir oleh bangsa Yahudi, yang justru kembali menemui Yesus untuk mengucap syukur kepadaNya. Ia sungguh-sungguh mengalami kesembuhan jasmani dan […]

Kata Mutiara – Rabu 15 November 2017

Sesawi.Net - Rab, 15/11/2017 - 01:09
JADIKAN rasa syukur sebagai landasan saat anda berlutut untuk mengucapkan doa malam Anda. Dan jadikan iman sebagai jembatan yang anda bangun untuk mengatasi kejahatan dan menyambut kebaikan. Maya Angelou Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Vatican announces initaitives for first World Day of Poor

News.va - Rab, 15/11/2017 - 00:20
(Vatican Radio) This Sunday, November 19th marks the first World Day of the Poor , which Pope Francis called for at the conclusion of the Jubilee Year of Mercy. The Pontifical Council for New Evangelisation on Tuesday announced a number of special events that are taking place throughout the week to highlight this annual initiative. Listen to Philippa Hitchen’s report: On Sunday morning in St Peter’s Basilica, some four thousand poor and needy people, accompanied by volunteers from Italy, France, Spain, Brussels, Luxembourg and Poland will take part in a Mass celebrated by Pope Francis. Following the Eucharist, 1.500 of the visitors will be invited to lunch in the adjacent Paul VI Hall, while the other 2.500 guests will be taken to lunch in some of the Catholic colleges, seminaries and charitable organisations in the vicinity of the Vatican. Festive lunch in Paul VI Hall Those dining in the Paul VI Hall will be served a meal of gnocchi with tomato sauce and veal stew with vegetables, plus tiramisu and coffee for desert, all prepared by papal chef Sergio Dussin from Bassano del Grappa in Italy’s northern Veneto region. The Vatican police band and a children’s choir will provide background music for the festive lunch, which has been organised in collaboration with a number of local charity organisations and parishes. Prayer vigil at St Lawrence Basilica On the previous evening, Saturday 18th at 8pm, there will also be a prayer vigil in the ancient Rome Basilica of St Lawrence to remember volunteers all over the world who offer their services in support of the poor and marginalized. Throughout the week of the 13th to 19th November, meanwhile, a mobile clinic has been set up just in front of St Peter’s Square offering free specialized medical services between the hours of 9am and 4pm. Free medical services A special booklet marking this first World Day of the Poor has also been published in six languages as a pastoral aid for dioceses and parishes worldwide who wish to take part in this important initiative. (from Vatican Radio)...

15 November St. Flavianus dari Vercelli

Mirifica.net - Rab, 15/11/2017 - 00:00

 

Uskup ke-14 Vercelli yang meneruskan St. Contantius dikenal sebagai seorang pujangga. Ia juga yang mengadakan dekorasi d basilika Eusebius.

Sumber dan gambar: Arduino, Fabio. 7 Maret 2006. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Card. Parolin urges US Bishops to work for a more just and inclusive society

News.va - Sel, 14/11/2017 - 23:24
(Vatican Radio) Cardinal Pietro Parolin has urged US Bishops to continue their prophetic witness in the face of the challenges facing the nation. The Vatican Secretary of State’s words came as he travelled to the United States to join celebrations for the 100th anniversary of their episcopal conference and for the opening of their plenary assembly .  Listen to the report by Linda Bordoni : To the Bishops gathered for Mass on Sunday at the Basilica of the National Shrine of the Assumption of the Blessed Virgin Mary in Baltimore, Cardinal Pietro Parolin reflected on the liturgical reading of the day and said “May the fire of God's love inspire you as a body to make wise decisions free of all partisan spirit.” This year’s plenary marks the centenary of the US Conference of Catholic Bishops that was founded in 1917 as the National Catholic War Council. The conference, Parolin said, “originated in a Spirit-filled and wise response to the human suffering and displacement of the First World War.”  He noted that it is rooted in the care of American bishops for those who were “forced from their homes and came to the new world in search of security and a new life”. Parolin recalled this history as, he said, “the Church in the US seeks to provide healing, comfort, and hope to new waves of migrants and refugees.” He urged the bishops to provide a prophetic witness and “to be a source of wisdom and strength” and he praised the charitable institutions of the American Church. The Cardinal also looked forward to a series of meetings which are being held to assess and improve Hispanic ministry in the US noting that it is a way to “foster that heightened sense of missionary discipleship which Pope Francis considers the heart of the new evangelization.” “In the century prior to the founding of your conference, the challenge facing the Church in this country was to foster communion in an immigrant Church to integrate the diversity of peoples, languages, and cultures in the one faith, and to inculcate a sense of responsible citizenship and concern for the common good” he said. Cardinal Parolin said the Catholic community is now called to work for a more just and inclusive society “by dispelling the shadows of polarization, divisiveness, and societal breakdown by the pure light of the gospel.”  He praised the bishops for defending the right to life of the unborn and for their concern for ensuring access to health care as well as for their contribution to the discussion of important social issues and political debates, in particular concerning issues that involve “the defense of moral values and the rights of the poor, the elderly, the vulnerable, and those who have no voice.” Parolin concluded mentioning the importance of pastoral care and giving thanks for the Spirit's gift of wisdom shown in the bishops' conference, and prayed that that they “ make keep the lamp of faith burning brightly.” The US Bishops assembly meetings are scheduled to continue through Wednesday. (from Vatican Radio)...

Telah Tiba di Jakarta: Dubes Vatikan untuk RI Mgr. Piero Pioppo

Sesawi.Net - Sel, 14/11/2017 - 20:33
KABAR bungah terjadi di Kedutaan Besar Tahta Suci Vatikan di kawasan Gambir – Jakarta Pusat sepanjang hari Selasa petang hari ini tanggal 14 November 2017. Telah tiba di Jakarta petang hari ini Dubes Tahta Suci Vatikan untuk RI Mgr. Piero Pioppo. Laporan Dokpen KWI sebagaimana muncul di halaman situs resmi mereka di www.dokpenkwi.org menyebutkan, kedatangan […]

Duta Besar Vatikan Tiba di Indonesia

Mirifica.net - Sel, 14/11/2017 - 19:50

DUTA Besar Vatikan yang baru untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo  tiba di Jakarta, Rabu, sekitar pukul 17.30 WIB. Nuntio Piero resmi ditunjuk Paus Fransiskus pada 8 September lalu untuk menggantikan Mgr. Antonio Guido Filipazzi.

Saat tiba di Kedutaan Vatikan di  Jl. Medan Merdeka Timur. No.18 , Mgr, Piero disambut hangat oleh para Uskup Indonesia yang telah dua jam lamanya menunggu. Sambutan hangat para uskup dibalas dengan ucapan terima kasih dan ungkapan perasaan bahagia Nuntio.

“Thank you, thank you, i’m so happy”, ujar Nuntio begitu keluar dari mobil kedutaan.

Mgr Piero Pioppo, Duta Besar Vatikan yang baru untuk Indonesia/John Laba Wujon

Mgr. Piero sangat fasih dengan beberapa bahasa asing. Selain bahasa Inggris, ia juga menyapa para uskup dan pegawai Sekretariat Kedutaan Vatikan dengan bahasa Ibunya, Italia. “Buona Sera”, yang artinya “selamat sore”.

Seremoni penyambutan berupa pengalungan sebagai ucapan selamat datang kepada Nuntio dilangsungkan secara singkat di tangga kedutaan. Selanjutnya, Nuntio dan para uskup bergegas menuju kapela untuk berdoa bersama. Lalu ada jamuan minum bersama, yang juga berlangsung singkat.

Tak ada sambutan resmi dari yang mewakili para Uskup Indonesia maupun dari Nuntio sendiri. Rencananya, Nuntio akan memberikan keterangan persnya pada Rabu (15/11/2017).

Sebelum datang sebagai Nuntio Vatikan untuk RI, Mgr. Piero Pioppo pernah mengemban tugas diplomatik sebagai Dubes Vatikan untuk Kamerun dan Guinea Equatoriale.

Renungan Harian, Rabu: 15 November 2017, Luk.17:11-19

Mirifica.net - Sel, 14/11/2017 - 19:00

ATA orang, manusia itu tempatnya lupa. Kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan kiranya bisa membenarkan ungkapan itu. Ada sepuluh orang yang disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali untuk berterima kasih kepada Yesus.

Tidak mudah rupanya untuk menyadari kebaikan yang didapat dari orang lain. Mungkin lebih tidak mudah lagi menyadari bahwa dalam hidup kita ada begitu banyak kebaikan yang berasal dari Allah. Kitab Kebijaksanaan menampilkan pula orang-orang yang lupa akan Allah karena merasa memiliki kuasa. Para pemimpin yang lupa, yang main kuasa, yang menyalahgunakan kekuasaan, yang merasa di atas segalanya. Para penguasa yang lupa bahwa kekuasaan dan kekuatan yang mereka miliki hanya debu di hadapan Allah.

Tetapi, tidak semua orang terlena dan lupa. Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan, ada seorang yang kembali kepada Yesus dan berterima kasih atas kesembuhan yang dialami. Kiranya ia adalah potret manusia yang sadar akan kebaikan Allah. Kepadanya Yesus lalu berkata, “imanmu telah menyelamatkan engkau”. Sepuluh orang disembuhkan, tetapi hanya satu yang mendapat keselamatan. Ia diselamatkan karena iman, karena ia menolak lupa akan kebaikan yang ia terima. Yesus mengajak kita selalu menyadari kasih Allah dan senantiasa “mencondongkan telinga dan merindukan perkataan Allah”.

Allah yang mahabaik, ingatkanlah aku selalu akan kebaikan-Mu dan penuhilah hatiku dengan syukur akan keindahan hidup yang aku terima dari-Mu. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto     : Sepuluh Orang Kusta/afkimel.wordpress.com

Pelita Hati: 15.11.2017 – Tahu Bersyukur

Sesawi.Net - Sel, 14/11/2017 - 17:00
Bacaan Lukas 17:11-19 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara […]

Hari Ini Dubes Vatikan Mgr Piero Pioppo Tiba di Jakarta

UCANews - Sel, 14/11/2017 - 16:00

Duta Besar Vatikan yang baru untuk Indonesia Uskup Agung Piero Pioppo, dijadwalkan tiba di Jakarta pada 14 November sore.

Paus Fransiskus menunjuk uskup agung asal Italia berusia 56 tahun itu pada tanggal 8 September sebagai nuntius untuk Indonesia, menggantikan Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi yang ditugaskan ke Nigeria.

Pastor Siprianus Hormat, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan kepada ucanews.com bahwa ketua KWI, wakil ketua, dan sekretaris jenderal akan menjemput nuncio pada sore ini di bandara.

“Para uskup akan berkumpul di Kedutaan Vatikan untuk menyambutnya,” kata Pastor Sipri.

Saat ini, semua uskup Indonesia berada di Jakarta untuk pertemuan tahunan mereka yang dimulai pada 6 November dan berakhir pada 16 November.

Uskup Agung Pioppo lahir di Savona, Italia pada tanggal 19 September 1960. Dia ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 29 Juni 1985 dan kemudian mengambil spesialisasi teologi dogmatis.

Dia memasuki dinas diplomatik pada tahun 1993 dan telah bertugas mewakili Tahta Suci di Korea Selatan, Cile dan Kamerun dan Equatorial Guinea di Afrika Tengah.

Pada tahun 2006, dia diangkat menjadi prelatus Institut untuk Karya Keagamaan, yang umumnya dikenal sebagai Bank Vatikan.

Brevir Sore, Selasa: 14 November 2017 Pekan Biasa XXXII – O PEKAN IV – HARI BIASA (H)

Mirifica.net - Sel, 14/11/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S’moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*
apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*
kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*
menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,†
meminta lagu gembira,*
“Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!”

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*
di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*
biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*
sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*
menjadi mahkota sukacitaku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Antifon
Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*
aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*
dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*
Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*
Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*
bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan,*
“Betapa agunglah kemuliaan Tuhan”.

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*
meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*
peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*
belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*
karya tanganMu takkan gagal.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Antifon
Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,†
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,†
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,†
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

BACAAN SINGKAT
(Kol 3,16)
Semoga sabda Kristus berakar dan bertumbuh subur dalam hatimu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Lagukanlah mazmur dan madah pujian bagi Allah, terdorong oleh rahmat Roh kudus.

LAGU SINGKAT
P: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.
U: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.
P: Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna.
U: Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera da Roh Kudus.
U: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.

Antifon Kidung
Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

DOA PERMOHONAN
Kristus tetap menguatkan dan meneguhkan umatNya. Marilah kita meluhurkan Dia dan dengan segenap hati berdoa:
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan, yang kami puji.

Kristus, kekuatan kami, berikanlah iman dan ketabahan hati kepada setiap orang yang percaya kepadaMu,* sebab Engkau telah memanggil kami semua kepada kebenaranMu.

Tuhan, bimbinglah semua orang yang memegang tampuk pemerintahan,* agar mereka bertindak seturut keinginan hatiMu dan memimpin kami dalam damai.

Engkau telah memuaskan orang banyak dengan roti,* maka ajarlah kami untuk membagi milik kami sendiri dengan orang yang lapar.

Semoga para pemimpin negara tidak memperhatikan hanya kepentingan negaranya sendiri,* tetapi menaruh perhatian terhadap kepentingan seluruh umat manusia.

Berikanlah kiranya kebangkitan dan kebahagiaan kepada saudara-saudara kami yang telah meninggal,* bila Engkau datang kelak untuk dimuliakan dalam semua orang beriman.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Tuhan yang mahamurah, kami berdoa di hadapan hadiratMu dan mohon dengan bersembah sujud, semoga ucapan bibir kami ini tetap kami renungkan dalam hati. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Programme of Pope Francis' Apostolic Visit to Peru and Chile released

News.va - Sel, 14/11/2017 - 15:56
(Vatican Radio) The Vatican has released the details of Pope Francis' Apostolic Journey to Peru and Chile, due to take place from the 15th to 22 January 2018. Please find below the full programme:   Monday January 15, 2018   ROME-SANTIAGO   08:00 Departure by plane from Rome / Fiumicino to Santiago   20:10 Arrival at Santiago International Airport               WELCOME CEREMONY   21:00 Arrival of the Holy Father at the Apostolic Nunciature   Tuesday, January 16, 2018   SANTIAGO   08:20 MEETING WITH AUTHORITIES, CIVIL SOCIETY AND THE DIPLOMATIC CORPS in the Palacio de la Moneda            Speech of the Holy Father   09:00 COURTESY VISIT TO THE PRESIDENT in the Salon Azul of the Palacio de la Moneda    10:30 Holy Mass in Parque O'Higgins             Homily of the Holy Father    16:00 Short VISIT TO THE SANTIAGO WOMEN'S PENITENTIAL CENTER               Greetings from the Holy Father    17:15 MEETING WITH PRIESTS, RELIGIOUS, AND SEMINARIANS in the Cathedral of Santiago                Speech of the Holy Father    18:15 MEETING WITH BISHOPS in the Sacristy of the Cathedral             Greetings from the Holy Father    19:15 PRIVATE VISIT TO THE SANCTUARY by San Alberto Hurtado, SJ             Private meeting with the priests of the Society of Jesus   Wednesday, January 17, 2018   SANTIAGO-TEMUCO-SANTIAGO 08:00 Departure by plane from Santiago airport to Temuco   10:30 HOLY MASS in Maquehue Airport Homily of the Holy Father   12:45 Lunch with archaeologists in the "Madre de la Santa Cruz" house 15:30 Departure by plane from Temuco airport to Santiago 17:00 Arrival at Santiago Airport   17:30 MEETING WITH YOUNG PEOPLE    Speech of the Holy Father    18:30 Transfer by car to the Pontifical Catholic University of Chile   19:00 VISIT TO PONTIFICIAL CATHOLIC UNIVERSITY OF CHILE             Speech of the Holy Father   Thursday 18 January 2018   SANTIAGO-IQUIQUE-LIMA    08:05 Departure by plane from Santiago airport to Iquique    10:35 Arrival at Iquique International Airport    11:30 HOLY MASS in Campus Lobito            Homily of the Holy Father    14:00 Lunch with Oblate Fathers   16:45 Arrival at Iquique Airport         FAREWELL  CEREMONY    17:05 Departure  from Iquique airport to Lima    PERU   Thursday 18 January 2018   SANTIAGO-IQUIQUE-LIMA   17:20 Arrival at Lima Airport            WELCOME CEREMONY   Friday, January 19, 2018   LIMA-PUERTO MALDONADO-LIMA    08:30 MEETING WITH AUTHORITIES, CIVIL SOCIETY and the DIPLOMATIC CORPS in the Courtyard of Honor              Speech of the Holy Father   09:00 COURTESY VISIT TO THE PRESIDENT in the Salon of the Ambassadors at the Palacio de Gobierno    09:55 Departure by plane from Lima to Puerto Maldonado    11:45 Arrival at Puerto Maldonado Airport    12:00 MEETING WITH THE AMAZON PEOPLE in the Coliseo Regional Madre de Dios          Speech of the Holy Father   13:15 Lunch with representatives of the Amazonian people    15:45 VISIT TO HOGAR HOUSE             Greetings from the Holy Father    16:50 Departure by plane to Lima    18:40 Arrival at Lima airport    19:00 Private meeting with members of the Society of Jesus in the church of San Pedro    Saturday 20 January 2018   LIMA-TRUJILLO-LIMA    07:40 Departure by plane to Trujillo   09:10 Arrival at Trujillo airport    10:00 HOLY MASS              Homily of the Holy Father    12:15 Visit in  Pope mobile to the district "Buenos Aires"   15:00 Short visit to the Cathedral   15:30 MEETING WITH PRIESTS, RELIGIOUS, SEMINARIANS in SS. Carlos AND Marcelo College              Speech of the Holy Father    16:45 MARIAN CELEBRATION in the Plaza de Armas             Speech of the Holy Father    18:15 Departure by plane to Lima    19:40 Arrival at Lima airport   Sunday, January 21, 2018   LIMA-ROME   09:15 PRAYER WITH CONTEMPLATIVE RELIGIOUS in the Sanctuary of the Señor de los Milagros              Homily of the Holy Father    10:30 PRAYER TO RELIQUES OF PERUVIAN SAINTS in the Cathedral of Lima                Prayer of the Holy Father    10:50 MEETING WITH BISHOPS in the Archbishop's Palace             Speech of the Holy Father   12:00 ANGELUS in the Plaza de Armas             Angelus of the Holy Father   12:30 Lunch and Prayer in Apostolic Nunciature   16:15 Holy Mass in the Air Base "Las Palmas"              Homily of the Holy Father    18:30 Arrive at the airport         FAREWELL CEREMONY   18:45 Departure by plane to Rome / Ciampino   Monday, January 22, 2018   ROME (from Vatican Radio)...

Buruh, Petani Kecam ASEAN karena Anti Masyarakat Miskin

UCANews - Sel, 14/11/2017 - 15:29

Kelompok aktivis, termasuk pekerja dan petani, mengecam KTT Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Manila minggu ini karena anti-masyarakat miskin.

Para pemrotes mengadakan demonstrasi setiap hari di sekitar ibukota Filipina minggu ini untuk menunjukkan kemarahan mereka atas apa yang mereka sebut ASEAN mengabaikan kepentingan sektor dasar masyarakat.

Asosiasi Serikat Pekerja dan Kongres Serikat Buruh Filipina mencatat bahwa KTT ASEAN telah menjadi “eksklusif hanya untuk bisnis dan kapitalis.”

“KTT adalah acara premium untuk proses integrasi ASEAN, namun eksklusif hanya untuk pemerintah, pengusaha dan majikan,” kata Alan Tanjusay, juru bicara kelompok tersebut.

Dia mencatat bahwa tidak ada diskusi yang direncanakan selama pertemuan mengenai upah dan tunjangan untuk pekerja.

Kelompok buruh telah melobi masuknya serikat pekerja dalam perumusan kebijakan, penegakan, dan pemantauan standar keselamatan dan kesehatan kerja di wilayah ini.

“Tidak ada tempat duduk di meja bagi para pekerja untuk meletakkan standar pekerja umum yang mengikat dan standar keselamatan serta kesehatan kerja untuk pekerja di ASEAN,” kata Tanjusay.

Kelompok petani internasional La Via Campesina meminta negara anggota ASEAN “untuk menghormati, melindungi, dan mempromosikan hak atas tanah dan akses terhadap keadilan petani dan orang desa di wilayah ini.”

“Hak petani harus dilindungi untuk memastikan bahwa ada makanan di meja bagi setiap orang,” kata Elvira Baladad, perwakilan La Via Campesina untuk Filipina.

“Kami berutang kepada produsen makanan Asia Tenggara untuk melindungi hak-hak mereka,” katanya, menambahkan bahwa 70 persen makanan yang dikonsumsi orang secara global berasal dari petani kecil.

Dia mengatakan bahwa rencana ASEAN untuk membangun satu pasar tunggal untuk wilayah ini melalui kesepakatan perdagangan bebas dan investasi berskala besar telah berdampak negatif kepada petani kecil dan produsen makanan.

“Kurangnya kebijakan yang memadai merupakan batu sandungan utama dalam mencapai ketahanan pangan dan kedaulatan. Sudah saatnya pemerintah ASEAN mendengar suara dan tuntutan kita,” kata Baladad.

“perampasan lahan dan konversi lahan menjadi fenomena normal di pedesaan,” kata Mohammed Ikhwan dari Serikat Petani Indonesia.

Dia mengatakan petani kehilangan tanah mereka karena pertambangan, zona ekonomi khusus, pariwisata, dan real estat. “Hak kami secara terus menerus dan sistematis dilanggar,” tambahnya.

La Via Campesina mendesak untuk mengadopsi Deklarasi PBB tentang Hak-hak Petani dan setiap orang yang Bekerja di Wilayah Pedesaan di negara-negara anggota ASEAN.

Agenda utama di hari pertama KTT tersebut adalah peningkatan perdagangan ekonomi antara ASEAN dan Jepang, peningkatan kesepakatan perdagangan bebas, dan diskusi mengenai kemitraan ekonomi regional.

Aktivis sayap kiri, sementara itu, menyerang Presiden A.S. Donald Trump, satu dari sekitar 20 pemimpin dunia yang menghadiri KTT tersebut, karena menjadi “CEO pemerintahan imperialis A.S.”

Filipina berada di bawah kendali kolonial Amerika Serikat selama sekitar 50 tahun sampai 1945.

Pemimpin para pemuda Einstein Recedes mengutuk apa yang dia sebut “aliansi tidak suci” antara Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Trump.

Menyebut Duterte dan Trump sebagai “fasis yang memiliki penghinaan tak tertandingi untuk hak asasi manusia,” pemimpin pemuda tersebut mengatakan bahwa kunjungan Trump diatur untuk memperkuat hubungan A.S.-Filipina yang terlalu miring.

Pemimpin pemuda tersebut mengatakan bahwa, seperti Yudas, Duterte telah menjual negara tersebut ke imperialisme A.S. dengan mengizinkan dominasi A.S yang lebih besar dan kehadiran militer di negara tersebut melalui latihan militer gabungan dan pembangunan pangkalan militer A.S.

“Duterte menjual Filipina ke bangsawan imperialis A.S. Trump, serta kekuatan imperialis yang sedang berkembang seperti China dan Rusia,” kata Recedes.

ASEAN adalah kelompok regional yang mempromosikan kerjasama ekonomi, politik, dan keamanan di antara sepuluh anggotanya: Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

STIPAS Kupang Raih Gold Lomba Paduan Suara Nasional, Ini Mimpi Romo Dus yang Belum Terwujud - Pos Kupang

Google News - Sel, 14/11/2017 - 15:07

Pos Kupang

STIPAS Kupang Raih Gold Lomba Paduan Suara Nasional, Ini Mimpi Romo Dus yang Belum Terwujud
Pos Kupang
Mereka adalah duta-duta Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang meraih gold pada Pagelaran Paduan Suara Tingkat Nasional Perguruan Tinggi Agama Katolik (PPS-PTAK) se-Indonesia tahun 2017 di Redtop Hotel ...

Muhammadiyah, Sant’Egidio Komitmen Mencegah Radikalisme

UCANews - Sel, 14/11/2017 - 15:06

Muhammadiyah dan Komunitas Sant’Egidio yang bermarkas di Italia berkomitmen untuk menyebarkan nilai-nilai agama moderat demi membatasi radikalisme yang meningkat di Indonesia, dan juga di dunia ini.

Komitmen mereka ditulis dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) – Pembangunan Antaragama dan Antarbudaya, yang ditandatangani pada 10 November di Jakarta oleh ketua Muhammadiyah, Haedar Nashir dan presiden Sant’Egidio Marco Impagliazzo.

Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pendidikan, membangun jaringan global, dan menciptakan jembatan perdamaian.

Itu merupakan penandatanganan MoU yang kedua diantara kedua belah pihak. Yang pertama ditandatangani pada bulan April 2012 oleh ketua Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan Impagliazzo dan bertujuan untuk mempromosikan perdamaian melalui dialog antariman antara Muslim dan Kristen.

“MoU lima tahun pertama telah berakhir. Karena ini adalah masa kepemimpinan saya, saya ingin memiliki komitmen baru. MoU kedua adalah komitmen kuat kami untuk menyebarkan nilai-nilai agama moderat karena kami ingin menciptakan ruang yang tidak memiliki batasan agama, etnis dan ras, “kata Nashir kepada ucanews.com.

Di Indonesia, menurut dia, konflik muncul karena sentimen keagamaan. Lebih diperparah lagi, politik sering memberi kontribusi pada konflik.

“Ada unsur radikal dalam setiap agama. Apapun yang mendorong radikalisme, tidak akan pernah bisa diterima, “katanya.

Sementara itu, Impagliazzo mengatakan bahwa komunitas dan organisasinya telah melakukan beberapa kegiatan bersama untuk mewujudkan MoU tersebut.

“Kami terlibat dalam dialog antaragama karena konflik dan radikalisme muncul di dunia ini. Sebagai contoh, kami ambil bagian dalam proses perdamaian di Mindanao, Filipina, dan dalam mendistribusikan bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh, “katanya.

“Kami mengembangkan, sepanjang tahun, hubungan dialog dan kerja sama yang kuat dengan penuh rasa hormat terhadap keragaman. Tapi dalam kesatuan tugas yang dalam, kami yakin bahwa hanya dialog dan kerjasama yang menjadi dasar perdamaian, “katanya.

Presiden Komunitas Sant’Egidio: Gereja Harus Keluar Menjumpai Orang Miskin

Mirifica.net - Sel, 14/11/2017 - 14:54

PRESIDEN Komunitas Sant’Egidio, Marco Impagliazzo mengatakan gereja saat ini harus lebih banyak berjalan keluar dan menjumpai orang-orang miskin. Pendapat ini dikemukakan Marco saat berbicara di sela-sela sidang para uskup Indonesia di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Professor Sejarah dari Universitas Perugia, Italia, mengatakan saat ini ada begitu banyak orang miskin yang tinggal di pinggiran kota. Orang-orang miskin itu hidup dalam  ketidakadilan struktur sosial terutama karena globalisasi.

“Orang miskin adalah gereja itu sendiri, bagian dari gereja, saudara-saudari kita”, ungkap Marco seraya menyebutkan kesenjangan yang terjadi di Afrika, Asia dan Amerika Latin.

Fakta kesenjangan yang menyebabkan terjadinya kemiskinan, anak-anak terlantar, pengangguran di kota negara berkembang mendorong Komunitas Sant’Egidio untuk memperbarui komitmen mereka terhadap orang miskin di perkotaan, khususnya para manula, anak-anak jalanan dan para narapidana.

Marco berpendapat, dengan komitmen seperti itulah Komunitas Sant’Egidio mampu menjembatani setiap perbedaan termasuk kesenjangan sosial tadi.

“Di meja makan sulit ditemukan siapa yang melayani dan siapa yang dilayani karena di situlah semua merasa sebagai satu keluarga keluarga”.

Tapi di antara banyak kerja komunitas, yang paling luar biasa, demikian dikemukakan Marco, yaitu program DREAM, yang memberikan pengobatan gratis kepada 70.000 penderita AIDS di Afrika.

Selain mempromosikan kesejahteraan sosial, Marco juga berbicara tentang dialog antar agama,  keadilan bagi perempuan, pluralisme di masyarakat multi-agama dan kerja sama lintas agama . Ia juga  menyinggung krisis pengungsi Rohingya, di mana lebih dari 800.000 orang telah melarikan diri dari Burma saat ini adalah pengungsi di Bangladesh, dan kini sedang menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat Eropa.

Sebagai komunitas Gerejani, Sant’Egidio hadir untuk berkarya di berbagai bidang kehidupan seperti bidang sosial, pendidikan dan gerakan damai. Hingga kini, Komunitas yang didirikan oleh Prof. Andrea Riccardi tahun 1972 itu telah ada di lebih dari 70 negara di dunia dan memiliki lebih dari 60.000 jumlah anggota.

Di Indonesia, kehadiran Komunitas Sant’Egidio telah dirasakan peranannya karena telah membangun suatu ikatan khusus dengan berbagai komunitas keagamaan seperti Nahdatul Ulama (NU) dan Muhamadyiah.

 

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator