Berita dan Event

Terrorism: The new Cabinet must acknowledge risk - Yahoo Singapore News

Google News - Kam, 14/06/2018 - 14:38

Yahoo Singapore News

Terrorism: The new Cabinet must acknowledge risk
Yahoo Singapore News
During the time of the Malaysian general elections, a series of bombings struck three churches in Surabaya, the second largest city in Indonesia. The bombings took place at Gereja Katolik Santa Maria, Gereja Kristen Indonesia, and Gereja Pantekosta ...

Tahbisan Imam Diosesan Keuskupan Agung Palembang di Gereja St. Yoseph (2)

Sesawi.Net - Kam, 14/06/2018 - 10:39
ALBUM prosesi penerimaaan Sakramen Imamat kepada enam Diakon calon imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Palembang yang berlangsung di Gereja St. Yosep Kota Palembang, Selasa tanggal 29 Mei 2018 lalu. Kredit foto: Frans Tanto/Paroki St. Yoseph Palembang. Tahbisan Imam Diosesan Keuskupan Agung Palembang di Gereja St. Yoseph (1)

Tahbisan Imam Diosesan Keuskupan Agung Palembang di Gereja St. Yoseph (1)

Sesawi.Net - Kam, 14/06/2018 - 10:14
PADA hari Selasa tanggal 29 Mei 2018 lalu telah berlangsung penerimaan Sakramen Imamat kepada enam orang Diakon calon imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Palembang (KAPal) di Gereja St. Yosep, Palembang. Ke-enam imam diosesan baru KAPal yang bulan lalu menerima tahbisan imamatnya adalah: Diakon Yohanes Ongko Handoko Pr. Diakon Ignatius Sukari Pr. Diakon Markus Edi Sucipto […]

200-an Orang Hadiri Sarasehan Lintas Agama dan Buku Puasa di Paroki St. Mikael Gombong

Sesawi.Net - Kam, 14/06/2018 - 09:40
PADA hari Selasa, 12 Juni 2018, mulai pkl. 16.30 WIB dan bertempat di gedung Sasana Harjuna Paroki St. Mikael Gombong berlangsung acara sarasehan persaudaraan dan buka puasa bersama. Acara ini dimotori oleh tim kerja Kerasulan Awam dan HAK  bekerjasama dengan CU Artha Swadaya Gombong yang dimotori oleh drg. Sari, Pak Bambang Tri, Pak Eko, dan […]

Polisi Filipina Bersedia Mempersenjatai Para imam

UCANews - Kam, 14/06/2018 - 09:08

Polisi  Filipina telah menyatakan kesediaan  membantu mempersenjatai para imam yang ingin membawa senjata setelah penembakan para imam baru-baru ini.

Kepala kepolisian Filipina Oscar Albayalde mengatakan polisi bersedia memberi para imam cara-cara legal mempersenjatai diri mereka sendiri “jika mereka memintanya dan jika kami berpikir bahwa ada ancaman terhadap hidup mereka.”

Pejabat itu mengatakan bahwa jika anggota klerus memutuskan untuk memiliki senjata api, “kami akan membantu mereka melalui proses (perizinan) agar mereka merasa aman.”

Albayalde mengatakan tidak ada alasan untuk peringatan publik atas penembakan karena mereka “kasus terisolasi.”

Pada 10 Juni, Pastor Richmond Villaflor Nilo ditembak mati oleh orang-orang bersenjata ketika dia akan merayakan Misa di provinsi Nueva Ecija.

Pembunuhan pastor itu terjadi kurang dari seminggu setelah Pastor Rey Urmeneta dari Paroki St. Michael  di Kota Calamba selamat dari serangan oleh dua pria bersenjata.

Pastor Mark Anthony Ventura juga ditembak mati oleh orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor pada 29 April setelah mempersembahkan Misa di kota Gattaran di utara.

Pada 4 Desember, orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor juga membunuh Pastor Marcelito Paez, seorang pastor paroki di Jaen, provinsi Nueva Ecija.

 

Tidak ada senjata

Meskipun ada serangan, Konferensi Waligereja Filipina menegaskan kembali penolakannya untuk mempersenjatai para imam.

Ketua Konferensi Waligereja Filipina, Mgr Romulo Valles, uskup agung Davao, mengatakan bahwa para imam seharusnya menjadi orang-orang yang damai, bukan pelaku kekerasan.

“Kami adalah pelayan Tuhan, pelayan Gereja dan ini adalah bagian dari pelayanan kami  menghadapi bahaya,  menghadapi kematian,” kata Uskup Agung Valles.

Uskup Auksilier Cebu, Mgr Oscar Florencio, administrator apostolik dari Ordinariat Militer Filipina, mengatakan bahwa para imam yang dipenjatai akan memiliki konsekuensi negatif.

“Ini akan menciptakan lebih banyak kekacauan, itu tidak akan menyelesaikan apa pun,” katanya.

Pembunuhan baru-baru ini mendorong Kardinal Luis Antonio Tagle, uskup agung  Manila mempertanyakan proliferasi senjata api di negara tersebut.

“Mengapa ada begitu banyak senjata di sana?” katanya, ia menambahkan bahwa ada kebutuhan untuk mempelajari ulang kebijakan negara pada produksi, penjualan, pembelian, dan kepemilikan senjata api.

“Mari kita berharap bahwa hari dimana dimasa yang akan datang ketika membeli senjata akan lebih mudah daripada membeli beras,” kata prelatus itu dalam sebuah pernyataan.

 

Motif Pembunuhan

Peneliti melihat ada tiga motif yang mungkin dalam pembunuhan Pastor Nilo, keterlibatannya dalam sengketa tanah, dukungannya untuk korban perkosaan, dan pandangannya terhadap kelompok agama lain.

“Kami masih mengumpulkan bukti dan saksi untuk menetapkan motif,” kata kepala kepolisian wilayah Amador Corpus.

Dia mengatakan setidaknya lima tersangka yang telah diidentifikasi.

Petugas polisi mengatakan Pastor Nilo diketahui sebagai pendukung dari “kelompok yang dirugikan.” Dia mengatakan imam itu juga telah membantu orang-orang yang terlibat dalam sengketa tanah.

Kepala kepolisian Albayalde mengatakan pembunuhan para imam baru-baru ini seharusnya tidak menjadi pengukur untuk situasi kejahatan secara keseluruhan di negara itu.

“Ini adalah kasus yang terisolasi. Tetapi sekali lagi, pembunuhan ini tidak boleh diabaikan,” katanya.

Di Senat, Senator Risa Hontiveros mengajukan resolusi untuk keterlibatan kongres ke dalam penyelidikan pembunuhan.

“Apakah ada upaya sistematis untuk membunuh para imam Katolik yang kritis terhadap pemerintah?” tanya sang senator, ia menambahkan bahwa dia berpikir pembunuhan bukanlah insiden  terpisah.

Dia mencatat bahwa serangan verbal yang dibuat oleh Presiden Rodrigo Duterte pada pemimpin Gereja Katolik yang kritis terhadap pemerintahan Duterte.

“Pembunuhan yang terus-menerus akan memperkuat budaya impunitas untuk membungkam kritik yang dilakukan pimpinan Gereja yang sah pada kebijakan-kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan proses hukum?” kata Hontiveros.

Dia mengatakan serangan verbal presiden terhadap para imam dan “sikap acuhnya” terhadap pembunuhan itu “dapat mengilhami lebih banyak pembunuhan para imam dan tindakan kekerasan lainnya pada anggota komunitas agama.”

Bausastra Jawa: Parikan Idul Fitri

Sesawi.Net - Kam, 14/06/2018 - 08:56
1. Menu buka lawuhe ayam, Masak rendhang bumbu tumbar. Purna sampun ngibadah siyam, Gya kumandhang Allahuakbar. 2. Kaping telu arané katri, Dudu beyong jenengé patin. Ngaturaken Riyadi Fitri, Nyuwun aksami lahir lan batin. 3. Saka téla digawé utri, Gethuk asalé saka téla. Ngaturaken Riyadi Fitri, Apuranta lepat kawula. 4. Mubeng kutha nganggo kobutri, Tukuné nangka […]

RIP Sr. Norbertilde Serafica Ni Ketut Kajun SSpS di Surabaya

Sesawi.Net - Kam, 14/06/2018 - 08:21
KABAR duka kali ini datang dari Kongregasi Suster SSpS di Surabaya. Telah meninggal dunia di Surabaya, Rabu (13/6/18) pukul 16.40 WIB: Sr. Norbertilde Serafia Ni Ketut Kajun SSpS dalam usia 76 tahun. Misa requiem akan diselenggarakan Jumat (15/6) pukul 09.00 WIB di Biara Induk SSpS Surabaya. Misa kebangkitan akan berlangsung hari Sabtu (16/6) pukul 09.00 […]

Peringkat Perdamaian Negara Asia Jatuh 

UCANews - Kam, 14/06/2018 - 08:00

Myanmar, Kamboja dan Banglades merosot dalam indeks keamanan dan keamanan global tahunan.

Asia  menjadi tempat yang kurang damai, demikian  menurut Indeks Perdamaian Global 2018, dengan contoh situasi terkini  di Kamboja dan Myanmar yang memburuk di kawasan ini.

Lembaga Ekonomi dan Perdamaian yang berpusat di Australia menempatkan tingkat keselamatan dan keamanan di  163 negara, termasuk tingkat militerisasi dan dampak dari konflik yang sedang berlangsung.

Myanmar turun  15 tingkat ke peringkat 122 dunia karena kekerasan yang terus berlangsung terhadap minoritas etnis Muslim Rohingya, sementara Kamboja merosot 18 tingkat ke peringkat 96 sebagai akibat dari penindasan Perdana Menteri Hun Sen terhadap partai politik oposisi utama.

Krisis kemanusiaan di Myanmar memiliki efek domino di negara tetangga Bangladesh, peringkat ke-93, yang merosot 10 tingkat dan terus mengalami penurunan terbesar di antara negara-negara  Asia Selatan.

Meskipun perbaikan dalam stabilitas politik dan pengendalian terorisme, hubungan Banglades dengan negara-negara tetangga menurun, sebagian karena masuknya sekitar 700.000 pengungsi Rohingya.

“Kedamaian daerah dan wilayah cenderung naik dan turun bersamaan, menyiratkan bahwa upaya untuk menyelesaikan konflik perlu menyatukan pandangan regional daripada pandangan nasional yang sempit,” kata laporan Indeks Perdamaian Global.

Wilayah Asia-Pasifik mengalami peningkatan 5 persen dalam skor “teror politik”, yang berkorelasi dengan penurunan perdamaian di kawasan dan penyatuan rezim yang lebih otoriter.

Filipina, di mana pembunuhan di luar hukum terhadap ribuan tersangka narkoba dan pertempuran berdarah di  Filipina bagian selatan dengan militan Islam, turun satu k e peringkat ke-137.

Di Kamboja, juru bicara Kementerian Pertahanan Chum Socheat mengatakan, peringkat bawah negaranya tidak adil karena tidak ada konflik kekerasan.

Pemimpin oposisi Kamboja Kem Sokha ditangkap pada  September atas tuduhan pengkhianatan dan partainya, Partai Penyelamatan Nasional Kamboja, dibubarkan  paksa.

Sementara itu, Myanmar seharusnya memiliki peringkat lebih rendah dalam daftar, menurut Maung Zarni, seorang penasihat di Pusat Studi Ekstremisme di Eropa

“Myanmar menjadi salah satu dari tiga terbawah, setelah Suriah dan Yaman,” katanya, membandingkan penganiayaan di sana dengan Nazi Jerman tahun 1930-an.

Zarni mengatakan dia telah bertemu dengan puluhan wanita dan anak-anak Rohingya yang melarikan diri ke Banglades.

“Trauma mereka tidak kurang dari trauma yang diderita oleh korban genosida lainnya,” katanya. “Mereka mengalami ketakutan  seumur hidup.”

Secara global, dampak ekonomi dari kekerasan adalah Rp 206.640  triliun – naik 2 persen dalam indeks terbaru.

Sekitar  Rp27 832.000 per orang, dampak ekonomi global dari kekerasan lebih tinggi dari banyak tempat  lain dalam dekade terakhir.

Pakistan terlihat mengalami sedikit perbaikan, tetapi peringkat ke-151 tetap menjadi negara yang paling tidak damai di kawasan itu, kedua setelah Korea Utara, ke-150. Singapura, peringkat delapan, dan Jepang, kesembilan, adalah satu-satunya negara Asia yang menembus 10 besar.

India sedikit meningkat, naik satu tingkat  ke-136, seperti juga Nepal (84), Sri Lanka (67) dan Bhutan (19). Sementara itu, Cina dan Thailand, dianggap  negara kategori “sedang” dalam hal  kedamaian masing-masing di tingkat ke-112 dan ke-113.

 

DAFTAR:

8 – Singapura, naik 3

9 – Jepang, turun 1

19 – Bhutan, naik 5

25 – Malaysia, naik 4

34 – Taiwan, naik 3

46 – Laos, turun 2

46 – Mongolia, turun 1

49 – Korea Selatan, turun 6

55 – Indonesia, bawah 2

59 – Timor-Leste, turun 5

60 – Vietnam, tidak ada perubahan

67 – Sri Lanka, naik 5

84 – Nepal, naik 4

93 – Bangladesh, turun 10

96 – Kamboja, turun 18

100 – Papua Nugini, turun 3

112 – China, naik 3

113 – Thailand, naik 7

122 – Myanmar, turun 13

136 – India, naik 1

137 – Filipina, turun 1

150 – Korea Utara, tidak ada perubahan

151 – Pakistan, naik 1

 

Warung VOA: Ramadan Lintas Agama di Amerika (4) - VOA Indonesia

Google News - Kam, 14/06/2018 - 05:28

VOA Indonesia

Warung VOA: Ramadan Lintas Agama di Amerika (4)
VOA Indonesia
Bagi diaspora Indonesia yang ada di Amerika dan kangen rumah ketika bulan Ramadan, berbagai acara kumpul dan buka bersama. Keguyuban persaudaraan sebangsa juga terasa dalam buka puasa yang digelar oleh umat Katolik Indonesia di Amerika ini.

Warung VOA: Ramadan Lintas Agama di Amerika (4) - VOA Indonesia

Google News - Kam, 14/06/2018 - 05:28

VOA Indonesia

Warung VOA: Ramadan Lintas Agama di Amerika (4)
VOA Indonesia
Bagi diaspora Indonesia yang ada di Amerika dan kangen rumah ketika bulan Ramadan, berbagai acara kumpul dan buka bersama. Keguyuban persaudaraan sebangsa juga terasa dalam buka puasa yang digelar oleh umat Katolik Indonesia di Amerika ini.

Lourdes dilanda banjir, para peziarah dievakuasi

Pen@ Katolik - Kam, 14/06/2018 - 05:15
Lourdes dilanda banjir/Foto tangkapan layar dari La Croix

Membuka TV Lourdes dini hari, 14 Juni 2018, waktu Jakarta, televisi itu tidak menayangkan peziarah dari berbagai penjuru dunia berdoa bergantian di Gua Maria yang dikatakan sebagai tempat Perawan Maria Terberkati menampakkan diri kepada Bernadette Soubirous (sekarang Santa Bernadette) Februari 1858. Yang nampak adalah air meluap dari Sungai Gave de Pau hingga pelataran depan Gua Maria. Sungai itu membentang sepanjang tepian tempat ziarah itu. Menurut Independent Catholic News (ICN) satu-satunya sumber berbahasa Inggris yang menjadi sumber PEN@ Katolik pagi itu, “Sebagian Lourdes telah dievakuasi karena hujan lebat menyebabkan banjir bandang di banyak bagian Perancis.” Juga dikatakan,13 departemen di negara itu bersiaga. Tanggal 13 Juni 2018, sekitar pukul 11.00, lanjut media itu, Uskup Portsmouth, Inggris, Mgr Philip Egan ngetweet, “Tolong doakan Pastor Christian Rutledge dan kelompok parokinya yang sedang berziarah ke Lourdes. Mereka aman tetapi tadi malam pinggiran Sungai Gave pecah. Gua dilanda banjir dan Misa Internasional di basilika Bawah Tanah dibatalkan. Banjir dimana-mana. Semoga Tuhan melindungi semua orang.”(pcp)

Tangkapan layar dari La Croix

Puncta 14.06.18. Matius 5: 20-26 Maksimalis vs Minimalis

Sesawi.Net - Rab, 13/06/2018 - 23:21
YESUS berkata pada orang banyak, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para Ahli Taurat dan Orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Ahli Kitab dan Orang Farisi dijadikan tolok ukur. Mereka pasti menguasai Kitab Suci karena keahlian mereka di situ. Yang menjadi tolok ukur adalah mereka yang memang ahli, […]

Ketua MUI Kota Kotamobagu terharu melihat umat paroki membersihkan mesjid

Pen@ Katolik - Rab, 13/06/2018 - 22:36
Umat Paroki Kristus Raja Kotamobagu sedang membersihkan Mesjid Baitul Makmur. Foto: Paroki Kotamobagu

“Saya merasa terharu melihat kepedulian dan rasa kebersamaan umat Kristiani di Kota Kotamobagu. Manfaat kerja bakti mereka di mesjid itu sangat dirasakan oleh seluruh Jemaah Mesjid Baitul Makmur,” kata Ketua MUI Kota Kotamobagu Haji Yusuf Dany Pontoh kepada PEN@ Katolik 13 Juni 2018.

Haji Yusuf berbicara mengomentari kerja bakti umat Katolik Paroki Kristus Raja Kotamobagu yang membersihkan ruangan dan halaman Mesjid Baitul Makmur di hari yang sama.

“Kami merasakan kebahagian dalam kebersamaan di hari Idul Fitri, hari kemenangan bagi kita semua,” kata Haji Pontoh yang meyakini bahwa masyarakat Kota Kotamobagu bisa hidup rukun berdampingan “karena saling membantu sebagai satu keluarga.”

Menurut Kepala Paroki Kristus Raja Kotamobagu Pastor Canisius Rumondor MSC, keterlibatan umat beragama dalam menjaga maupun membantu membersihkan tempat ibadah melambangkan rasa persaudaraan yang kuat.

“Kita tahu Indonesia terdiri dari berbagai etnis, suku dan agama yang harus kita syukuri. Perbedaan adalah anugerah yang harus disyukuri, bukan penghalang persatuan bangsa,” kata pastor itu kepada PEN@ Katolik seraya menegaskan bahwa apa yang dilakukan itu merupakan “wujud bahwa perbedaan bukan halangan dan hambatan untuk bersatu.”

Dengan kekuatan seperti itu, imam itu percaya bahwa masyarakat Kota Kotamobagu bisa mengantisipasi segala bentuk provokasi yang ingin memecah belah masyarakat. “Mari kita junjung persatuan dan persamaan di tengah perbedaan,” tegas Pastor Rumondor.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kotamobagu, Herman Aray,  membenarkan bahwa kerja bakti itu adalah untuk memupuk tali persaudaraan antarumat beragama serta sebagai perekat tali kasih.

“Tujuan pelaksanaan kerja bakti ini agar lokasi ini bersih ketika mereka merayakan Idul Fitri. Selain membersihkan sisa-sisa bahan bangunan di halaman, kami pun membersihkan ruangan dalam Mesjid Baitul Makmur,” jelas umat Paroki Kristus Raja Kotamobagu itu. (michael)

Umat Paroki Kristus Raja Kotamobagu bergambar bersama di depan mesjid setelah membersihkannya/Foto dari Paroki Kotamobagu Mesjid Baitul Makmur

Lentera Keluarga – Hidup Keagamaan Yang Benar

Sesawi.Net - Rab, 13/06/2018 - 22:00
Kamis, 14 Juni 2018. Bacaan:  1Raj 18:41-46; Mzm 65:10abcd.10e-11.12-13; Mat 5:20-26 Renungan: “JIKA hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga”, demikian kotbah Yesus kepada orang-orang yang mengikutiNya. Hidup keagamaan orang-orang Farisi dan ahli Taurat sungguh sangat “militan”: berdoa 3 x […]

Apa ritus pokok Sakramen Penguatan?

Pen@ Katolik - Rab, 13/06/2018 - 21:35
Adoremus Bulletin

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

267. Apa ritus pokok Sakramen Penguatan?

Ritus pokok Sakramen Penguatan ialah pengurapan dengan minyak Krisma Suci (minyak yang dicampur dengan balsam dan diberkati Uskup), yang dilaksanakan dengan penumpangan tangan petugas Gereja (Uskup atau wakilnya) yang mengucapkan kata-kata sakramental dari ritus tersebut. Di Gereja Barat, pengurapan ini diberikan di dahi orang yang sudah dibaptis dengan kata-kata: ”Semoga engkau dimeteraikan dengan karunia Roh Kudus”. Di Gereja-Gereja Timur dari ritus Byzantin, pengurapan ini diberikan juga pada bagian badan yang lain dengan kata-kata: ”Meterai karunia Roh Kudus”.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1290-1301, 1318, 1320-1321

268. Apa buah Sakramen Penguatan?

Buah Sakramen Penguatan ini ialah pencurahan Roh Kudus secara khusus seperti pada hari Pentekosta. Pencurahan ini memberikan meterai yang tak terhapuskan dan menumbuhkembangkan rahmat Sakramen Pembaptisan. Sakramen ini membuat si penerima masuk lebih dalam menjadi putra-putri ilahi, mempererat hubungannya dengan Kristus dan Gereja, dan memperkuat anugerah Roh Kudus di dalam jiwanya. Sakramen ini memberikan kekuatan khusus dalam memberikan kesaksian iman Kristen.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1302-1305, 1316-1317

Para uskup menentang ide mempersenjatai para imam

Pen@ Katolik - Rab, 13/06/2018 - 20:34
Uskup Agung Romulo Valles/CBCPNews

Ketua Konferensi Waligereja Filipina mengatakan sangat menentang ide mempersenjatai para imam demi keselamatan pribadi di tengah serangan baru-baru ini terhadap para klerus. Uskup Agung Romulo Valles mengatakan, para imam seharusnya menjadi manusia perdamaian, bukan manusia kekerasan. “Saya akan sangat menentang untuk mempersenjatai para imam,” kata Mgr Valles kepada Radio Veritas yang dikelola Keuskupan Agung Manila. “Kami orang-orang Tuhan, orang-orang Gereja, dan adalah bagian pelayanan kami untuk menghadapi bahaya, untuk menghadapi kematian. Tetapi kami akan melakukan persis seperti yang dilakukan Yesus,” lanjut prelatus itu. Uskup Pembantu Cebu Mgr Oscar Florencio, yang juga bertugas sebagai administrator apostolik Ordinariat Militer Filipina, mengatakan, mempersenjatai para imam hanya “akan menciptakan lebih banyak kekacauan” dan “tidak akan menyelesaikan apa pun.” Pastor Richmond Nilo ditembak mati dalam sebuah kapel di Zaragoza, Provinsi Nueva Ecija, 10 Juni, saat bersiap merayakan Misa. Empat hari sebelumnya, Pastor Rey Urmeneta, mantan kapelan polisi, terluka dalam penembakan di Kota Calamba, Provinsi Laguna, 6 Juni. Sedangkan 29 April, Pastor Mark Ventura, yang dikenal karena advokasi anti-penambangan, ditembak mati setelah merayakan Misa di Provinsi Cagayan. (pcp berdasarkan CBCPNews)

Renungan Harian, Kamis: 14 Juni 2018, Mat. 5:20-26

Mirifica.net - Rab, 13/06/2018 - 19:00
ITA terbiasa membuat ukuran untuk menilai ibadat kita sendiri kepada Tuhan. Kadang kita merasa panas, tetapi sering pula merasa tak layak. Saat beribadat, acapkali peristiwa-peristiwa tertentu dalam hidup muncul sekelebat dalam kepala. Dalam Injil, Yesus menaikkan standar kerohanian para murid. Mereka dituntut supaya tidak gampang membenarkan diri di hadapan orang lain. Yesus menjelaskan bahwa kemarahan …

Injil Minggu XI/B 17 Juni 2018 Mrk 4: 26-34

Sesawi.Net - Rab, 13/06/2018 - 18:47
REKAN-rekan yang budiman, Dalam Mrk 4:26-34 (Injil Minggu Biasa XI/B) didapati dua buah perumpamaan mengenai Kerajaan Allah (ayat 26-29 dan 30-32) diikuti sebuah catatan bahwa Yesus memakai perumpamaan bagi orang banyak tapi bagi para murid diberikannya penjelasan tersendiri (ayat 33-34). Perumpamaan yang pertama hanya didapati dalam Injil Markus, sedangkan yang kedua diceritakan juga dalam Mat […]

Kapitel Kongregasi Suster Fransiskanes Sambas (KFS) dan Pesta 94 Tahun KFS Berkarya di Indonesia

Sesawi.Net - Rab, 13/06/2018 - 17:18
EMPAT hari sebelum berlangsung pesta peringatan 94 tahun Kongregasi Suster Fransiskanes Sambas (KFS) berkarya di Indonesia dan 24 tahun mandiri, KFS menyelenggarakan kapitel. Dalam kapitel ini berhasil terpilih Dewan Pimpinan Umum yang baru. Juga telah dipilih Dewan Pimpinan Regio Flores periode tahun 2018-2022. Terpilih menjadi Pemimpin Umum KFS adalah Sr. M. Elisa KFS. Terpilih menjadi […]

Pelita Hati: 14.06.2018 – Memantaskan Hati

Sesawi.Net - Rab, 13/06/2018 - 17:00
Bacaan Matius 5:2O-26  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator