Berita dan Event

Facebook Didesak Blokir Ujaran Kebencian di Sri Lanka

UCANews - Sen, 16/04/2018 - 19:17

Sejumlah organisasi masyarakat di Sri Lanka mendesak Facebook agar mengambil tindakan terhadap berbagai ujaran kebencian terkait agama dan postingan yang mempropagandakan kekerasan terhadap perempuan di media sosial itu.

Sebanyak 12 organisasi menulis surat terbuka kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg dan meminta Zuckerberg untuk menerapkan standar komunitas terkait konteks dan bahasa daerah.

Bulan lalu pemerintah Sri Lanka untuk sementara waktu memblokir akses ke Facebook di tengah gelombang postingan anti-Islam.

Raisa Wickrematunga, seorang anggota Pusat Alternatif Kebijakan, mengatakan kelompoknya telah merilis sejumlah laporan dalam empat tahun terakhir tentang ujaran kebencian dan kekerasan terhadap perempuan.

“Selama kerusuhan anti-Islam baru-baru ini, ada sebuah postingan dalam bahasa Sinhala di Facebook selama enam hari yang menyebut ‘pembunuhan semua umat Islam tanpa terkecuali termasuk anak-anak karena mereka adalah anjing,’” katanya.

“Kami melakukan riset tentang ujaran kebencian terkait perbedaan etnis, agama dan gender dan menyerahkan laporannya kepada sejumlah petinggi Facebook, tetapi kami tidak mendapat tanggapan,” lanjutnya.

“Kami melihat kesaksian Mark Zuckerberg di hadapan Konggres Amerika Serikat pada 10 April lalu ketika ia menyatakan bahwa prioritas perusahaannya adalah melindungi komunitasnya dan bukan memaksimalkan keuntungan,” katanya.

“Kami menyambut baik dan menantikan aksi dari tim Facebook. Bahkan kolega kami di Myanmar dan Vietnam menulis surat terbuka kepada tim Facebook terkait isu ini. Kami memperlihatkan solidaritas kami dengan mereka juga,” lanjutnya.

Sebuah delegasi Facebook bertemu para pejabat pemerintah di Sri Lanka pada Maret lalu untuk membahas penghapusan ujaran kebencian. Ada enam juta pengguna Facebook di negara itu.

Beberapa kelompok hak sipil kecewa dengan sikap diam yang ditunjukkan oleh Facebook.

“Kami sangat frustrasi ketika melaporkan postingan dan page Facebook yang mengabadikan semuanya, mulai dari kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap komunitas LGBTIQ hingga ujaran kebencian, dengan sedikit atau tanpa dukungan dari media sosial Anda,” demikian pernyataan 12 organisasi dalam sebuah surat terbuka kepada Zuckerberg pada 10 April.

“Tidak ada transparansi terkait identitas dari mereka yang memoderatori postingan  flagged dalam bahasa Sinhala atau, yang terpenting, gender mereka,” lanjut pernyataan itu.

Austin Fernando, ketua Komisi Regulasi Telekomunikasi Sri Lanka, mengatakan sebuah kantor Facebook akan dibuka di Kolombo.

Dr. Sepali Kottegoda, direktur eksekutif Perkumpulan Media dan Perempuan yang menandatangani surat tersebut, mengatakan kelompok itu telah menemukan postingan yang sangat arogan terhadap perempuan dari komunitas etnis di Facebook.

“Beberapa orang menggunakan kata-kata kasar, maka Facebook hendaknya menerapkan standar komunitas,” katanya.

Wickrematunga mengatakan postingan dalam bahasa Tamil bisa dimoderatori lebih mudah karena bahasa Tamil juga digunakan di India, namun tidak ada mekanisme untuk postingan dalam bahasa Sinhala.

“Beberapa orang mengambil foto profil tanpa ijin dan membagikannya, seraya mengomentari dengan kata-kata kasar tentang perempuan. Ini tren yang kami lihat,” katanya.

 

Renungan Harian, Selasa: 17 April, 6: 30-35

Mirifica.net - Sen, 16/04/2018 - 19:00
ANUSIA seringkali menolak Allah. Kita tidak percaya pada-Nya dan menutup mata iman terhadap kehadiran dan karya Allah dalam hidup. Bahkan ketika Tuhan memberikan teguran melalui orang-orang pilihan-Nya, kita acapkali tak menerima teguran itu. Itulah yang terjadi dengan orang Israel yang menolak Yesus Kristus Sang Mesias.. Mereka bahkan membunuh-Nya. Kita pun sering kali menolak anugerah Tuhan. …

Pelita Hati: 17.04.2018 – Roti Kehidupan

Sesawi.Net - Sen, 16/04/2018 - 17:00
Bacaan Yohanes 6:30-35   Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yoh 6:34-35) KINI Yesus memberi cakrawala baru kepada para murid tentang makna mengikuti diri-Nya. Bukan pertama-tama mengejar makanan […]

Dialog Kebangsaan ala Millennial Indonesia di Korea - CNN Indonesia

Google News - Sen, 16/04/2018 - 16:36

CNN Indonesia

Dialog Kebangsaan ala Millennial Indonesia di Korea
CNN Indonesia
... berupaya untuk melihat perbedaan sebagai suatu kekuatan guna membangun Indonesia yang lebih baik. Dialog dihadiri tak kurang dari 70 generasi muda Indonesia di Korea Selatan. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi sosial kepemudaan ...

Pemimpin Lintas Agama Berjanji Melawan Kebencian dan Kekerasan

UCANews - Sen, 16/04/2018 - 12:00

Lebih dari 1.500 pemimpin lintas agama di India mengakhiri pertemuan yang berlangsung dua hari dengan memutuskan untuk mengajari umat mereka dengan ajaran-ajaran sejati dari agama mereka masing-masing untuk mengurangi peningkatan kebencian dan kekerasan berbasis agama.

Perwakilan dari berbagai agama  Hindu, Muslim, Kristen, Sikh, Jain dan Buddha  serta  trangender menghadiri acara itu pada 11-12 April di Indore. Kegiatan itu diselenggarakan  oleh tiga organisasi yang bekerja sama untuk kerukunan umat beragama.

“Kami melihat peningkatan kekerasan sektarian di negara ini dan belum menemukan solusi. Mereka yang menyebarkan kekerasan bukanlah orang yang beragama. Mereka tidak memahami ajaran agama mereka,” kata Adil Sayeed, salah satu penyelenggara.

Dia mengatakan orang menyebarkan kebencian tentang agama karena alasan politik dan keuntungan pribadi. “Orang-orang ini mencomot ajaran dan tradisi yang cocok untuk menyebarkan kebencian, dan orang-orang biasa yang sederhana terbujuk untuk mengikuti ajaran yang menyimpang seperti itu. Ini mengarah pada intoleransi agama,” katanya.

Sayeed mengatakan para peserta dengan suara bulat setuju  mengajarkan pengikut mereka semangat otentik agama mereka karena tidak ada agama yang menganjurkan kebencian dan kekerasan sebagai jalan kemajuan spiritual.

India telah menyaksikan meningkatnya polarisasi agama sejak Partai Bharatiya Janata (BJP)  pro-Hindu berkuasa pada 2014. Ini memproyeksikan Hindu sebagai agama yang berkuasa, memperkuat kelompok Hindu untuk mempercepat tindakan mereka untuk mengubah India menjadi negara  hanya beragama Hindu.

Minoritas agama seperti Kristen dan Muslim telah mengeluh meningkatnya kekerasan terhadap umat mereka. Setidaknya 10 pria Muslim telah digantung dan banyak yang terluka oleh kelompok-kelompok Hindu, yang banyak di antaranya tampaknya beroperasi dengan dukungan BJP, kata  Amnesty India  dalam sebuah laporan awal tahun ini.

Lembaga Persecution Relief mencatat 736 serangan terhadap orang Kristen  tahun 2017, naik dari 348  tahun 2016.

Orang Kristen sering diserang karena tuduhan mengkristenkan umat Hindu. Masalah ini dibahas dalam pertemuan itu oleh Pater Jacob Corepiscopa, seorang imam dari Gereja Ortodoks Suriah Syria yang berbasis di Kerala yang sekarang bekerja di India tengah.

Dia menjelaskan dalam pertemuan itu bahwa orang Kristen sejati tidak akan “memaksa siapa pun untuk menjadi Kristen. Pekerjaan amal kita juga bukan  mengubah agama seseorang. Ini adalah cara kita berbagi cinta Kristiani dengan orang lain. Hal-hal seperti itu salah diartikan sebagai upaya kristenisasi,” kata pastor itu.

Sekitar 80 persen dari 1,3 miliar penduduk India beragama Hindu tetapi umat Islam berjumlah sekitar 14 persen atau 180 juta, menjadikan mereka minoritas agama terbesar. Meskipun orang Kristen hanya mencakup 2,3 persen, mereka adalah minoritas ketiga terbesar.

Ketika negara bersiap untuk pemilu berikutnya pada kuartal pertama 2019, partai-partai politik mulai memproyeksikan diri mereka sebagai pelindung kepentingan agama dan kasta dalam upaya mereka  mengumpulkan suara.

Pertapa Hindu Sadhvi Pragya Bharati mengatakan Hinduisme memiliki “cinta dan hormat khusus untuk wanita” dan “ruang untuk memasukkan semua orang.”

“Kami memberi nama sungai kami seturut nama wanita, dewi kebijaksanaan dinamai seorang wanita dan bahkan perang besar yang digambarkan dalam epos Mahabharata adalah untuk melindungi martabat seorang wanita,” katanya tanpa menyebut perkosaan dan pembunuhan baru-baru ini, terhadap gadis Muslim berusia delapan tahun oleh pria  Hindu di Jammu dalam serangan yang diduga sebagai balas dendam terhadap kelompok Muslim.

Pemimpin Muslim Sayyid Ali Muhammad Naqvi mengatakan para pemimpin agama yang seharusnya berbicara menentang kebencian kadang-kadang munafik karena gagal mengutuk kekerasan yang dilakukan atas nama agama mereka.

Perwakilan transgender Mahamandleshwar Laxminarayan Tripathy mengatakan agama telah mengeksploitasi manusia dengan dominasi laki-laki. “Mereka yang bertindak sebagai pemimpin mencoba memaksakan agama pada orang lain sesuai persepsi mereka daripada menyerap semangat aslinya. Kekeliruan ini mengarah pada kekacauan,” katanya.

 

Ribuan Umat Katolik Rayakan Paskah Nuansa Budaya Toraja - www.netralnews.com

Google News - Sen, 16/04/2018 - 10:13

www.netralnews.com

Ribuan Umat Katolik Rayakan Paskah Nuansa Budaya Toraja
www.netralnews.com
... Tarsis Kodrat, Ketua Pukat Jabodetabeci Michael Andin, Ketua Forum Umat Katolik Toraja Luther Patiung dan sejumlah tokoh Toraja yang berdomisili di Jabodetabekci dan sekitarnya. Dalam khobahnya, Pastor Agustinus Sempora yang sedang studi ...

Dialog Kebangsaan Ala Millenial Indonesia Di Negeri Gingseng - RMOL.CO (Siaran Pers)

Google News - Sen, 16/04/2018 - 09:39

RMOL.CO (Siaran Pers)

Dialog Kebangsaan Ala Millenial Indonesia Di Negeri Gingseng
RMOL.CO (Siaran Pers)
... dan bangsa dan senantiasa berupaya untuk melihat perbedaan sebagai suatu kekuatan guna membangun Indonesia yang lebih baik. Dialog dihadiri tak kurang dari 70 millenial Indonesia di Korsel. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi ...

Vietnam Penjarakan Aktivis Katolik selama 9 Tahun

UCANews - Sen, 16/04/2018 - 09:32

Pengadilan Vietnam Tengah  menjatuhkan hukuman penjara kepada seorang aktivis Katolik arena ia dituduh merongrong negara komunis itu.

Pengadilan Rakyat Propinsi Ha Tinh menghukum Teresa Tran Thi Xuan sembilan tahun penjara pada 12 April karena  “mencoba  menggulingkan pemerintah,” demikian surat kabar Ha Tinh milik pemerintah melaporkan pada 13 April.

Xuan, 42, juga menghadapi tuntutan  tahanan rumah selama lima tahun setelah memposting tulisan  yang disebut pengamat sebagai kalimat yang sangat keras.

Surat kabar itu mengatakan Xuan memposting artikel dan klip video di media sosial dari “kelompok reaksioner” untuk melemahkan pemerintah.

Dia juga dituduh mengorganisir demonstrasi besar-besaran di kantor pemerintah daerah  terhadap perusahaan baja Taiwan Formosa yang bertanggung jawab atas tumpahan limbah beracun  di provinsi itu.

Selama protes, dia menghasut orang untuk merusak properti publik dan menyebabkan gangguan sosial pada April 2017, kata pengadilan.

Xuan berasal dari Loc Ha, sebuah distrik  yang terkena dampak bencana tersebut.

Pengadilan juga mendapat laporan bahwa aktivis itu juga seorang anggota Ikhwanul Demokrasi, sebuah organisasi masyarakat sipil domestik yang dilihat oleh pemerintah sebagai kelompok reaksioner yang mencoba menggulingkan negara komunis itu.

Keamanan diperketat di luar gedung pengadilan dengan kehadiran polisi yang kuat, kata saksi.

Kerabat Xuan hanya diberitahu tentang persidangan – yang hanya berlangsung dua jam – ketika hampir selesai, kata sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dia mengatakan hukuman Xuan keras dan dia dihukum karena membantu orangtua miskin dan menentang ketidakadilan sosial yang diciptakan oleh pihak berwenang.

Juga pada 12 April, pengadilan di provinsi tetangga  Nghe An memvonis aktivis lain, Nguyen Viet Dung, tujuh tahun penjara dan lima tahun tahanan rumah karena melakukan “kampanye  melawan pemerintah.”

Sementara itu, pengadilan lain di Hanoi memvonis aktivis Vu Van Hung, satu tahun  penjara karena “dengan sengaja mencederai pihak berwenang.”

Dalam dua minggu terakhir, Vietnam memenjarakan 10 aktivis, memvonis mereka dengan total  96 tahun.

 

Laporan dari Berlin: Mencari Kebajikan di Era Post-Truth – Hoax, Disinformasi, dan Emosi Sosial

Sesawi.Net - Sen, 16/04/2018 - 08:09
INI berita dari Rumah Budaya Indonesia di Berlin tentang kegiatan yang telah berlangsung tanggal 4 April 2018. Kegiatan ini bersemangatkan  “Perkuat Keindonesiaan, Warga Indonesia di Jerman Membendung Arus Hoax.” Di hari Rabu pekan lalu, masyarakat Indonesia di Berlin beramai-ramai  berkumpul di Rumah Budaya Indonesia untuk menyimak fenomena sosial-politik pada era “pasca-kebenaran” atau yang dikenal sebagai […]

Meriahnya, Perayaan Paskah Nuansa Toraja di Cibinong - Tribunnews

Google News - Sen, 16/04/2018 - 03:01

BeritaSatu

Meriahnya, Perayaan Paskah Nuansa Toraja di Cibinong
Tribunnews
Mereka dengan pakaian khas Toraja ini menutup barisan nuansa Toraja. Di antara yang hadir tampak mantan Bupati Toraja, Tarsis Kodrat, Ketua Pukat Jabidetabekci Michael Andin, Ketua Forum Umat Katolik Toraja Luther Patiung dan sejumlah tokoh Toraja yang ...
Perayaan Paskah Nuansa Toraja di Cibinong Berlangsung MeriahBeritaSatu

all 1 news articles »Google News

Pemuda Katolik Kalbar Persiapkan Diri Berantas Hoax

Mirifica.net - Sen, 16/04/2018 - 00:15
MIRIFICA.NEWS, PONTIANAK – Delegasi Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Barat mengikuti pelatihan dan literasi media sosial di Pontianak, Jumat sampai Sabtu (13-14/4). Sekitar 20 peserta yang datang dari seluruh Kabupaten di Kalbar berkumpul untuk menjadi produsen konten positif sebagai serangan balik terhadap hoax, di dunia digital. “Pelatihan ini merupakan yang perdana sekaligus percobaan …

Santo-Santa 16 April

Mirifica.net - Sen, 16/04/2018 - 00:00
ARIE Bernadetha Soubirius lahir di Lourdes pada tahun 1884. Ia adalah anak sulung dari keluarga Francoius Soubirous, seorang pengusaha gilingan gandum yang jatuh miskin. Semasa remajanya, ketika berumur 14 tahun, ia sering sakit-sakitan sehingga tubuhnya tampak lemah dan gerakannya lamban. Meski demikian ia tetap bersikap ramah kepada semua orang. Ketika Bernadette (= Bernarde kecil) bersama …

Yesus Sumber Keselamatan

Sesawi.Net - Min, 15/04/2018 - 23:34
SETELAH menyaksikan peristiwa penggandaan roti, banyak orang  mencari Yesus. Mereka kagum akan kemampuanNya melakukan mukjizat, dan mengharapkan lebih banyak lagi daripadaNya. Yesus mengetahui motivasi mereka yang dangkal, dan menegur mereka. Hari ini, Yesus mengundang kita untuk merenungkan kembali motivasi kita yang sebenarnya dalam mengikuti Dia. Apakah kita mencari Dia semata-mata hanya untuk memperoleh keuangan yang […]

Kata Mutiara – Senin 16 April 2018

Sesawi.Net - Min, 15/04/2018 - 23:31
KERENDAHAN hati sejati adalah ketaatan dan ketergantungan mutlak kepada Tuhan. Di dalam segala hal, menempatkan Dia sebagai yang terutama, kemudian sesama, dan diri kita yang terakhir. John Bevere Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Perayaan Paskah Nuansa Toraja di Cibinong Berlangsung Meriah - BeritaSatu

Google News - Min, 15/04/2018 - 22:12

BeritaSatu

Perayaan Paskah Nuansa Toraja di Cibinong Berlangsung Meriah
BeritaSatu
Perarakan ini diiringi dengan lagu Puangku yang dipersembahkan paduan suara Parkekuci salah satu kelompok kor di PPKC yang anggotanya banyak orang Toraja. Di antara yang hadir tampak mantan Bupati Toraja Tarsis Kodrat, Ketua Pukat Jabidetabek dan ...

Bausastra Jawa: Kidung Agung, Kapirit Saking “Kidung Agung”

Sesawi.Net - Min, 15/04/2018 - 21:06
Asmaradana Pambuka  Antuk asmaraning Widhi Tontonen kitab minulya, Niki kang Kidung Agunge, Usadane jiwa raga, Sumusup nglimbangira, Paringe Suleman Prabu, Nyobi Kyai Sandinama, Kidung Suleman Sang Aji, Manten putri ing madyanya, Wanita Yerusaleme, Arasana kang lathinya, Margi tresna Paduka, Linangkung tinimbang anggur, Lisahe amrik gandanya. Asmanira pindha niki, Lisah ingkang ingesokna, Para Kenya sok tresnane, Paduka […]

Renungan Harian, Senin: 16 April, Yoh. 6: 22-29

Mirifica.net - Min, 15/04/2018 - 19:00
ESUS melakukan mukjizat penggandaan roti. Apa yang dilakukan-Nya melahirkan decak kagum dari banyak orang. Merekapun berbondong-bondong mengikuti Yesus. Namun, Yesus mengkritik mereka, sebab alasan dibalik keikutsertaan mereka dalam perjalan-Nya hanya sebatas pada roti yang telah digandakan. Yesus mengingatkan mereka perihal paling penting lainnya, bahwa yang patut dicari adalah makanan yang menghidupkan hingga kekal. Dan itu artinya …

Puncta Senin 16 April 2018. Kis 6. 8-15: “Kisah Ahok” 2.000-an Tahun Silam

Sesawi.Net - Min, 15/04/2018 - 17:28
STEFANUS dihadapkan ke Mahkamah Agama, karena dia mewartakan Yesus yang telah bangkit. Mereka menuduh Stefanus mengeluarkan hujat kepada Musa dan Allah. Mereka bersekongkol menyeret Stefanus ke pengadilan dengan saksi-saksi palsu. Mereka membuat gerakan persis di Jakarta dulu. Ada tua-tua dan ahli-ahli Taurat. Ada kelompok Libertini. Ada orang-orang Yahudi dari luar seperti dari Kirene dan Alexandria, […]

Pelita Hati: 16.04.2018 – Percaya kepada-Nya

Sesawi.Net - Min, 15/04/2018 - 17:00
Bacaan Yohanes 6:22-29 Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yoh 6:28-29) PARA murid bertanya,  “apa yang harus kami perbuat?” Jawaban Yesus sangat simple dan tegas “hendaklah […]

Jelang UNBK 2018, Murid SMPN 3 Bantul Datang Minta Doa Restu Orangtuanya

Sesawi.Net - Min, 15/04/2018 - 08:08
MENJELANG Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018, SMPN 3 Bantul Yogyakarta melakukan doa bersama sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing.  Sementara, para murid Katolik dan Kristen di hari  Jumat, 13 April 2018 lalu, memilih bergabung bersama untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Tempat yang dipilih adalah pemancingan Mbalong Opak Bantul Yogyakarta. Acara ini dipandu langsung oleh penulis dan […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator