Berita dan Event

Issoudun: Gelombang Besar Peziarah Devosi Bunda Hati Kudus di Perancis (2)

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 13:12
SELAMA ini, saya melihatmasih ada umat beriman di Perancis yang tetap datang ke Issoudun untuk berziarah; baik dalam kelompok maupun secara pribadi dan keluarga. Setiap Sabtu pertama bulan September, ada kegiatan ziarah nasional di Issoudun. Baru-baru ini, bahkan ada ribuan peziarah datang untuk berdoa di hadapan Bunda Hati Kudus di tempat ziarah yang sangat mengangumkan […]

Issoudun, Un Cœur pour le Monde: Wisata Rohani Devosi Bunda Hati Kudus di Perancis (1)

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 12:59
ISSOUDUN tetap menjadi destinasi ziarah rohani yang menarik perhatian umat Katolik Perancis. Ini sudah berlangsung sejak 8 September1869, ketika para peziarah menyediakan diri dan waktu untuk datang ke Issoudun dan berdoa kepada Bunda Hati Kudus. Istilah “Bunda Hati Kudus” Hari ini, saya tergerak menulis artikel mengenai Bunda Hati Kudus. Di Indonesia, gelar atau istilah “Bunda […]

Dirjen IKP dan Brigjenpol Hadiri Literasi Media Pontianak

Mirifica.net - Min, 16/09/2018 - 12:34
MIRIFICA.NEWS, PONTIANAK – Literasi media kerjasama Kemenkominfo-KWI diadakan keempat kali di Keuskupan Agung Pontianak. Diadakan di Wisma Immaculata, Pontianak, Sabtu-Minggu (15-16/9), literasi media kali ini dihadiri narasumber yang belum ikut di tiga literasi media pertama. Yang pertama, Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo RI, Rosarita Niken Widiastuti. Beliau datang untuk memaparkan fenomena media sosial di Indonesia. …

Pengangkatan Seorang Uskup Diosesan: Sejarah, Prosedur, Dan Konsekuensi Yuridis

Mirifica.net - Min, 16/09/2018 - 11:45
Pengangkatan Seorang Uskup Diosesan: Sejarah, Prosedur, Dan Konsekuensi Yuridis  Rikardus Jehaut  Pendahuluan Dalam Gereja Katolik, jabatan Uskup memegang peran sentral dalam struktur dan teologi Gereja. Oleh karena Uskup adalah pengganti para rasul, gembala utama di keuskupan dan sumber dan dasar yang kelihatan dari kesatuan dalam Gereja (bdk. Katekismus Gereja Katolik no. 886, 1560), pengangkatan seorang …

Maria Bunda Dukacita

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 11:01

60 Tahun Karya Ordo Salib Suci di Lumpur Asmat

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 09:52
NYANYIAN-nyanyian sakral Suku Asmat bergema di Kompleks Misi Agats. Diiringi tabuhan tifa dan pekikan, ratusan umat bergoyang ria menyambut perayaan 60 tahun Ordo Salib Suci berkarya di negeri lumpur Asmat. Jumat, 14/9/2018 pukul 17.30 di halaman Priorat Wahyu Salib OSC Agats. Mgr. Aloysius Murwito memimpin perayaan Ekaristi didampingi Uskup Agung Jakarta sekaligus Ketua KWI Mgr. […]

Gereja Katedral Sanggau: Sekali Waktu di Pertengahan Juli 2018 (5)

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 09:31
USAI meliput kegiatan dan aneka pernak-pernik acara  Jambore Nasional SEKAMI 2018 (2-6 Juli 2018) di Pontianak, Sesawi.Net bersama Gerakan Words2Share melakukan perjalanan panjang menuju kawasan perbatasan Provinsi Kalbar-Serawak. Setelah melakukan kunjungan di Kuala Dua, Beduai, Balai Karangan, dan Entikong serta bertemu dengan para pastor paroki (OFMCap dan CP) dan para suster (SFIC, SMFA) di sepanjang […]

Selamat Hari Minggu

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 08:28

LDK dan Latihan Survival, Cara Seminaris Palembang Napak Tilas Peziarahan Abraham

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 08:23
DEMI memaksimalkan potensi diri yang sudah ada, serta menumbuhkan semangat juang dan bertahan hidup di luar zona nyaman, Seminari Menengah St. Paulus Palembang menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi para pengurus bidel (OSIS-nya seminari) dan perwakilan kelas periode 2018/2019. Selaku koordinator LDK, Romo Anselmus Inharjanto SCJ memilih kawasan perkebunan sawit di Desa Pulo Kerto, Kecamatan […]

Puncta 16.09.18. Markus 8:27-35: Siapakah Yesus Menurutmu?

Sesawi.Net - Min, 16/09/2018 - 08:08
KETIKA Yesus menanyakan pendapat orang tentang diri-Nya, murid-murid mudah menjawabnya. Tetapi saat mereka sendiri ditanya, Petrus mampu menjawab,”Engkau adalah Mesias”. Namun belakangan Petrus dihardik dengan keras karena menolak Mesias a la Yesus yang harus menderita, dibunuh dan bangkit pada hari ketiga. Pemahaman Petrus tentang Mesias masih keliru. Mesias dikira seorang raja penuh kuasa duniawi, hebat, […]

Paus Fransiskus Minta Mafia Italia Berubah - CNN Indonesia

Google News - Min, 16/09/2018 - 02:43

CNN Indonesia

Paus Fransiskus Minta Mafia Italia Berubah
CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meminta mafia Sisilia, Italia, bertobat untuk meninggalkan kehidupan kriminal dan kekerasan. Bagainya, pulau terbesar di Laut Mediterania itu lebih membutuhkan cinta. "Berubahlah!

and more »

Paus dalam Misa di Palermo: ‘Tidak bisa percaya kepada Tuhan dan jadi anggota mafia’

Pen@ Katolik - Sab, 15/09/2018 - 21:43
Paus Fransiskus dalam homili Misa saat melakukan kunjungan pastoral di kota Palermo, Italia (Vatican Media)

Dalam homili Misa saat melakukan kunjungan pastoral di kota Palermo, Italia, 15 September 2018, Paus Fransiskus mengatakan bahwa umat Kristiani harus memilih cinta atau keegoisan, kemenangan atau kekalahan, serta membandingkan kepercayaan kepada Tuhan dengan keanggotaan mafia, dengan mengatakan kemenangan sejati datang dari karunia pribadi yang mencintai.

“Kalian tidak bisa percaya kepada Tuhan dan menjadi anggota mafia,” kata Paus. “Yang masuk mafia tidak hidup sebagai orang Kristen, karena dengan hidupnya, mereka menghujat nama Tuhan yang adalah cinta,” tegas Paus seperti dilaporkan oleh Devin Watkins dari Vatican News.

Kunjungan Paus Fransiskus ke kota di Sisilia itu bertepatan dengan peringatan liturgis Beato Pino Puglisi, seorang imam setempat yang dibunuh oleh mafia 25 tahun yang lalu.

Bapa Suci mengatakan, kehidupan Don (pastor) Pino menyoroti pilihan umat Kristiani antara cinta diri dan tidak mementingkan diri sendiri. Paus mengatakan, Don Pino menunjukkan bagaimana kemenangan iman “lahir dari skandal kemartiran.”

Paus Fransiskus mengatakan, umat Kristiani tidak membenci kehidupan tetapi mencintai dan membelanya, karena “kehidupan adalah hadiah pertama dari Tuhan!”

“Yang membawa kekalahan adalah cinta akan kehidupan sendiri, mencintai kehidupannya sendiri,” kata Paus. “Yang hidup untuk diri sendiri akan kehilangan.” Paus mengatakan iklan menanamkan ke dalam diri kami gagasan bahwa yang hidup untuk diri sendiri dan melipat gandakan penghasilannya akan menang dalam kehidupan.

“Tapi ini ilusi besar,” kata Paus Fransiskus, karena “uang dan kekuasaan tidak membebaskan pribadi manusia, tapi menjadikan kita budak.” Alasannya, kata Paus karena “selalu membuat orang ingin.”

Yesus, kata Paus, mengubah logika ini di kepalanya. “Yang hidup untuk sendiri tidak hanya kehilangan sesuatu, tetapi seluruh hidup mereka; sementara yang memberi diri menemukan makna dalam kehidupan dan menaklukkan.”

Paus Fransiskus mengatakan Don Pino Puglisi tahu bahwa bahaya yang sebenarnya dalam kehidupan bukanlah mengambil risiko, sambil hidup dalam kenyamanan dan setengah-setengah.

“Saat ini kita membutuhkan pria dan wanita cinta, bukan kehormatan; pria dan wanita yang melayani, bukan menindas; pria dan wanita yang berjalan bersama, yang tidak mengejar kekuasaan.”

Akhirnya, Paus Fransiskus mengajak Mafiosi (kelompok Mafia) untuk bertobat dan kembali kepada Allah yang sejati, Yesus Kristus. “Ubah dirimu! Berhentilah memikirkan dirimu dan uangmu,” kata Paus.

Sebaliknya, Paus memohon kepada orang-orang Palermo: “Pilihlah cinta!”(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Paus Fransiskus memberi homili (Vatican Media) Paus Fransiskus dan Gambar Beato Pino Puglisi (Vatican Media)

Setengah Kristus

Pen@ Katolik - Sab, 15/09/2018 - 19:24

(Renungan berdasarkan Bacaan Injil Minggu ke-24 dalam Masa Biasa, 16 September 2018: Markus 8: 27-35)

“Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mk. 8:29)

Beberapa tahun yang lalu, saya memberikan ceramah pengantar Kristologi bagi sekelompok profesional muda Filipina yang ingin memperdalam spiritualitas mereka. Pertanyaan pertama yang saya tanyakan kepada mereka adalah, “Menurut kamu, siapakah Yesus itu?” Jawabannya beragam. Beberapa memberikan formula dogmatis seperti Yesus adalah Allah, ada yang mengutip Alkitab dan mengatakan Yesus adalah Firman yang menjadi daging, seseorang menyatakan dengan berani bahwa Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan, dan sisanya berbagi keyakinan pribadi seperti Yesus adalah sahabat terdekat mereka, atau Yesus adalah Gembala mereka. Semua jawaban ini benar, tetapi tidak ada yang mengklaim bahwa Yesus adalah Kristus. Mempertimbangkan bahwa ceramah kami adalah Kristologi, kami sepertinya lupa akan identitas dasar Yesus, dalam bahasa Yunani, “Christos,” dalam bahasa Ibrani, “Mesias,” yang berarti “Yang Diurapi”. Untungnya, sekitar dua ribu tahun yang lalu, Simon Petrus mampu mengucapkan identitas dasar ini ketika Yesus Sendiri menanyakan pertanyaan ini.

Masuk lebih dalam ke dalam Injil kita hari ini, kita berada di bab 8 Injil Markus. Injil Markus memiliki 16 bab, kita secara harfiah berada di tengah-tengah Injil ini. Namun, Injil hari ini hanya berada di tengah-tengah Injil, tetapi ternyata menjadi titik balik dari Injil. Delapan bab pertama, Markus menceritakan pelayanan Yesus di Galilea dan beberapa wilayah non Yahudi lainnya di utara Israel. Yesus melakukan mujizat dan mengajar dengan otoritas. Dia dapat menarik banyak orang, dan beberapa dari mereka akan menjadi pengikut dekat yang disebut sebagai murid-murid-Nya. Sedangkan, delapan bab terakhir, Yesus mulai melakukan perjalanan ke selatan dan mencapai tujuan-Nya di Yerusalem. Dia akan menghadapi para penyiksanya di sana dan Dia akan menjalani dengan sengsara, kematian, dan kebangkitan-Nya.

Petrus mendapat jawaban dengan benar. Pengakuan Petrus tidak lain adalah apa yang Markus ingin sampaikan kepada para pembacanya, “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah (Mk. 1:1).” Sayangnya, ketika Yesus mengungkapkan bahwa Anak Manusia akan menderita dan wafat, Petrus merasa tidak cocok dengan gagasan tentang Mesias tersebut. Mungkin Petrus terjebak dengan konsep Kristus yang kuat dan dapat memimpin Israel menuju kejayaan. Yesus telah mewartakan tentang kedatangan Kerajaan, mengajar pelajaran yang tak terlupakan, dan melakukan mujizat yang tak tertandingi. Tentunya, kerajaan Romawi yang besar pun tidak mampu mengalahkan Mesias ini. Namun, Petrus hanya menginginkan paruh pertama dari Injil, dan tidak dapat menerima Injil secara keseluruhan. Jika Petrus dan murid-murid lain ingin menerima Yesus sepenuhnya, maka mereka perlu menerima paruh kedua dari Injil Yesus Kristus juga. Mengikuti Yesus tidak berhenti di Galilea di mana hal-hal yang luar biasa terjadi, tetapi harus turun ke Yerusalem, di mana penganiayaan dan kematian mengintai. Dengan demikian, Yesus menyatakan, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Mk. 8:34).”

Seringkali kita seperti Petrus. Kita menyebut diri kita murid Yesus dan menerima Injil Yesus Kristus, tetapi dalam kenyataannya, kita hanya ingin separuh dari Yesus atau bagian dari Injil. Kita pergi ke Gereja dan menyembah Tuhan, tetapi kita tidak ingin membantu saudara-saudari kita yang membutuhkan. Kita aktif di Gereja, tetapi kita tetap saja membawa agenda pribadi dan mendapatkan keuntungan sendiri. Pria dan wanita yang hidup membiara juga tidak terhindar dari godaan ini. Kita berjanji untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya, tetapi seringkali, kita melayani kepentingan dan keinginan kita sendiri. Sewaktu kami mencoba menjawab pertanyaan Yesus, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Apakah Yesus kita adalah Yesus yang hanya setengah? Apakah Yesus kita hanya menggambarkan kepentingan-kepentingan pribadi kita? Apakah kita berani mengikuti Yesus secara utuh?

Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno OP

 

Renungan Harian, Minggu: 16 September 2018, Mrk. 8:27-35

Mirifica.net - Sab, 15/09/2018 - 19:00
“Tunjukkalan kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku” (Yak. 2:18). Tantangan Rasul Yakobus  atas ketidakselarasan antara iman dan perbuatan, merupakan tantangan yang diarahkan kepada setiap orang beriman. Iman yang hanya sebatas kertas atau sekadar pengakuan belaka  tidak bermakna dan mati (Yak. 2:17). Pengakuan iman seharusnya ditunjukkan dengan perbuatan nyata. …

Gereja Katedral Sanggau: 14 Simbol Liturgis dengan Sentuhan Inkulturatif (4B)

Sesawi.Net - Sab, 15/09/2018 - 18:40
Tiga pintu utama Gereja Katedral Sanggau memiliki tiga pintu masuk utama. Satu pintu bagian tengah depan dan dua pintu masing-masing di bagian kiri dan kanan. Setiap pintu memiliki koridor teras yaitu suatu landasan yang lebih tinggi daripada tanah di sekelilingnya. Secara khusus, koridor berukuran 17×5 meter pada teras tengah depan gereja, memiliki 12 anak tangga […]

Paus kepada Saudara-Saudara Dina Kapusin: Keagungan sejati berada dalam kekecilan

Pen@ Katolik - Sab, 15/09/2018 - 18:34
Paus Fransiskus bersama para biarawan Kapusin dalam Kapitel Umum mereka di Roma, 14 September 2018 (Vatican Media)

Paus Fransiskus bertemu dengan saudara-saudara dina Kapusin dalam Kapitel Umum mereka di Roma dan memberi tahu kepada mereka bahwa kesederhanaan dan ketenangan di kalangan komunitas mereka adalah tanda-tanda yang terlihat dari Tuhan.

Setelah menyambut Minister General yang baru, Saudara Roberto Genuin, Paus Fransiskus mengakui beberapa titik fokus Kapitel Umum tahun ini, termasuk mempelajari tema “mengambil kuk saya … dan belajar dari saya,” dan dokumen yang membantu mengarahkan kaum hidup bakti ke hati Injil.”

Dalam sambutan yang dipersiapkan, seperti dilaporkan oleh Francesca Merlo dari Vatican News, Paus Fransiskus mendesak para biarawan itu mendorong diri mereka sendiri “untuk menjalani pelayanan dan kegiatan keagamaan dengan rasa syukur, kerendahan hati dan kelemahlembutan.” Dengan demikian, jelas Paus, mereka akan mengikuti teladan Santo Fransiskus dari Asisi. “Dengan cara ini, dengan tindakan nyata setiap hari, kalian akan bisa menghidupkan ‘kekecilan’ yang menjadi ciri pengikut Fransiskus,” kata Paus.

“Beginilah cara Tuhan bertindak,” kata Paus. “Dia melakukan sesuatu dengan cara sederhana. Kerendahan hati dan kesederhanaan adalah cara hidup Allah.” Inilah cara hidup yang diminta dipikul oleh umat Kristen dalam kehidupan dan misinya.

“Keagungan sejati adalah membuat diri kalian kecil, dan melayani,” kata Paus Fransiskus.

Paus meminta agar “dengan ‘kekecilan’ dalam hati dan cara hidup kalian ini, kalian membawa bagian kalian dalam upaya Gereja untuk penginjilan.” Ini dapat dilakukan terutama dengan membawa karya kerasulan kepada orang yang miskin dan yang menderita, tegas Paus.

Paus Fransiskus mendorong para Kapusin agar tidak putus asa saat menghadapi kesulitan. “Biarkan sukacita Injil menjadi sumber kekuatan dan konsistensi kalian,” kata Paus.

“Saat ini kita mengalami kesulitan-kesulitan spiritual dan moral karena hilangnya referensi iman yang aman dan menghibur,” kata Paus Fransiskus. Kini, orang merasa perlu diterima, didengarkan, dan diterangi dengan cinta. Paus mengatakan bahwa para biarawan Kapusin menciptakan hubungan dengan orang-orang melalui cara hidup mereka yang dapat dihubungi, “partisipasi aktif mereka dalam masalah-masalah konkrit, dalam percakapan spiritual dan dalam pelaksanaan Sakramen Rekonsiliasi.”

Paus mendesak mereka untuk “menumbuhkan spiritualitas yang kuat yang menyampaikan kepada semua orang panggilan untuk mengerjakan ‘hal-hal di atas’.” Dengan demikian, kata Paus Fransiskus,  “kalian akan lebih meyakinkan.”

Paus mengatakan bahwa aspek penting lain dalam kehidupan komunitas Kapusin adalah “persatuan dan persekutuan,” yang dipenuhi melalui dedikasi waktu untuk mendengarkan dan berbicara, guna “memperkuat discernment persaudaraan.”

Paus mengakui sejarah Ordo Kapusin, “yang kaya dengan saksi-saksi Kristus dan Injil yang berani, banyak di antaranya sudah dinyatakan Santo dan Beato.” Paus akhiri sambutannya dengan mengatakan “pengabdian total kepada Allah hingga kemartiran, kehidupan sederhana, kepekaan terhadap orang miskin, pendampingan rohani adalah pendekatan dan kerendahan hati yang memungkinkan semua orang merasa diterima.” Hal ini, kata Paus Fransiskus, adalah identitas Kapusin.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Gereja Katedral Sanggau: 14 Simbol Liturgis dengan Sentuhan Inkulturatif (4A)

Sesawi.Net - Sab, 15/09/2018 - 18:25
TIDAK sedikit mata yang telah dimanjakan oleh penampakan Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Keuskupan Sanggau yang elok dan megah. Itu belumlah cukup, karena penampakan indah itu  ditambahi dengan liuk-liuk tekstur bangunan yang sarat akan makna liturgis. Inilah gereja inkulturatif di mana terkandung berpaduan antara seni, budaya dan nilai gerejani. Lantas, bangunan yang megah sepeti ini […]

Gereja Katedral Sanggau: Bermula dari Hadiah Kejutan Berupa Gambar Arsitektur “Gereja Baru” Katedral (3)

Sesawi.Net - Sab, 15/09/2018 - 17:37
KISAH menarik ini berawal dari sebuah hadiah yang diterima pada tanggal 13 Maret 2008. Ini berupa sebuah konsep arsitektur bangunan gereja yang nantinya akan memadukan konsep unik, artistik, dan konten kultural lokal khas Dayak. Ketika konsep ini digulirkan, maka respon positif pun mulai mengalir. Memang sudah saatnya membangun gedung gereja katedral yang baru dan representatif, […]

Buka Kongres GMKI, Alumni Cipayung Apresiasi Jokowi - BeritaSatu

Google News - Sab, 15/09/2018 - 17:09

BeritaSatu

Buka Kongres GMKI, Alumni Cipayung Apresiasi Jokowi
BeritaSatu
Hermawi yang juga Ketua Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Repulik Indonesia (PMKRI) mengatakan bahwa kehadiran tersebut membuktikan komitmen Jokowi yang besar terhadap Kelompok Cipayung. Baca : Jokowi ...

Pelita Hati: 16.09.2018 – Laskar Kristus

Sesawi.Net - Sab, 15/09/2018 - 17:00
Bacaan Markus 8:27-35 Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator