Berita dan Event

Renungan Harian, Jumat: 12 Januari 2018, Mrk. 2:1-12

Mirifica.net - Kam, 11/01/2018 - 19:00

ANGSA Israel meminta raja kepada Samuel. Mereka memerlukan sosok pemimpin yang akan memimpin mereka dalam peperangan sekaligus memenangkannya. Bagi jemaat perjanjian Baru, sang raja itu tidak lain adalah Yesus sendiri. Dia-lah pemimpin yang menuntun umat-Nya dan memenangkan peperangan melawan dosa.

Injil Markus hari ini menampilkan Yesus sebagai “raja” yang selalu diikuti dan didamba orang banyak. Yesus menjadi sosok yang mereka cari dan butuhkan. Semua yang mengikuti dan mengelilingi-Nya pun menerima pengajaran dan mengalami mukjizat penyembuhan-Nya.

Dari sekian banyak orang itu, ada satu orang lumpuh yang sangat membutuhkan pertolongan Yesus. Ia ingin sembuh dari lumpuhnya, namun sangat kesulitan untuk bertemu dengan Yesus. Untung saja ada empat orang yang menolongnya dan membawanya kepada Yesus. Ia pun disembuhkan.

Siapakah raja dalam kehidupan kita sehari-hari, Yesus atau diri sendiri? Siapa atau apakah yang kita cari, Yesus atau barang duniawi? Terkadang kita mengalami kelumpuhan iman. Kita tersesat karena menjadikan diri sendiri sebagai raja dan hanya menacri harta duniawi. Kita lupa menjadikan Yesus sebagai raja yang haru kita cari dan sembah.

Ya Bapa, sembuhkanlah kelumpuhanku dalam melakukan kehendak-Mu. Perkenankanlah aku hanya bersandar pada kekuatan dan kekuasaan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Pelita Hati: 12.01.2018 – Pantang Menyerah

Sesawi.Net - Kam, 11/01/2018 - 17:00
Bacaan Markus 2:1-12 Sementara  Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah […]

Paus Minta Orang Katolik untuk Tanpa Ragu Mengaku Dosa

UCANews - Kam, 11/01/2018 - 16:29

Ketakutan dan rasa malu untuk mengakui dosa yang kita lakukan menyebabkan kita menunjuk jari dan menuduh orang lain daripada mengakui kesalahan sendiri, kata Paus Fransiskus.

“Sulit untuk mengaku bersalah, tapi sangat bagus untuk mengaku dengan tulus. Tapi kita harus mengaku dosa kita sendiri,” kata paus saat audiensi awal tahun.

Mengakui dosa yang dilakukan mempersiapkan seseorang untuk memberi ruang di dalam hatinya untuk Kristus, kata paus. Tapi seseorang yang memiliki hati “penuh dengan dirinya sendiri, penuh dengan kesuksesannya sendiri” tidak menerima apapun karena dia sudah kenyang oleh “keadilan yang diberikan dirinya sendiri.”

“Mendengarkan suara hati nurani dalam keheningan memungkinkan kita menyadari bahwa pikiran kita jauh dari pikiran ilahi, bahwa kata-kata dan tindakan kita seringkali bersifat duniawi, dipandu oleh pilihan yang bertentangan dengan Injil,” kata paus.

Mengakui dosa seseorang kepada Tuhan dan gereja membantu orang memahami bahwa dosa tidak hanya memisahkan kita dari Tuhan tetapi juga dari saudara dan saudari kita, kata paus seperti dikutip Catholic News Service.

“Dosa memutuskan hubungan kita dengan Tuhan dan dengan saudara dan saudari kita, di keluarga kita, di masyarakat, di komunitas,” kata paus. “Dosa selalu memutuskan, memisahkan, memecahbelah.”

Saat WKRI Cabang Pasar Minggu Mensyukuri Karya Pelayanan

Mirifica.net - Kam, 11/01/2018 - 16:20

ELASA, 9 September 2018. 50 Wanita berseragam biru langit berkumpul di Gereja Paroki Keluarga Kudus, Pasar Minggu. Raut wajah mereka tampak berseri-seri. Hari itu, mereka hadir untuk menyampaikan rasa syukur mereka atas setahun perjalanan karya pelayanan pada tahun 2017 lalu. Mereka tak lain adalah para wanita yang tergabung dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Rasa syukur atas setahun karya pelayanan itu mereka nyatakan lewat sebuah perayaan misa yang dipimpin langsung oleh Romo Heribertus Notowardoyo, Romo Paroki sekaligus pendamping rohani WKRI Cabang Pasar Minggu.

“Untuk mengucap syukur atas pelayanan WKRI Cabang KKPM selama tahun 2017 dan mohon berkat untuk Dewan Pimpinan dan pengurus cabang, agar dapat melayani lebih baik lagi di tahun 2018”, ujar Suzie Sumichan, salah satu anggota WKRI Cabang Pasar Minggu.

 

 

 

 

 

 

Uniknya, dalam perayaan Syukur tersebut Romo Noto mengingatkan para Srikandi Katolik itu, agar di tahun 2018 WKRI Cabang KKPM dapat berjalan selaras dengan Arah Dasar yang telah dicanangkan oleh Keuskupan Agung Jakarta.

Romo Heribertus Notowardoyo mempin misa syukur WKRI Cabang Pasar Minggu

“Agar program WKRI tahun ini dikaitkan juga dengan “Tahun Persatuan” dengan tema Kita Bhineka, Kita Indonesia, berkarya dan berdoa”, kata Romo Noto.

Sebagaimana diketahui, di dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 2016-2020 ditulis bahwa Gereja KAJ sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah bercita-cita menjadi pembawa sukacita Injili dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maha Rahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan.

Terkait Arah Dasar itu, pada beberapa waktu lalu di seluruh wilayah Gereja Keuskupan Agung Jakarta telah diedarkan Filosofi Logo Tema 2018 yang dijadikan sebagai “Tahun Persatuan” dengan tema “Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia.”

“Tentu saja WKRI ikut berperan aktif dalam mewujudkan persatuan bangsa, sesuai dengan visi-misi yang dianutnya”.

Selain merayakan misa syukur, para Srikandi Katolik Cabang Pasar Minggu itu juga mengadakan arisan bersama sebagai salah satu perwujudan memberdayakan segala potensi yang dimiliki dalam segala bidang, termasuk bidang ekonomi.

 

Brevir Sore: Kamis, 11 Januari 2018 Pekan Biasa I – O PEKAN I – HARI BIASA

Mirifica.net - Kam, 11/01/2018 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya.

MADAH
Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Mazmur 29 (30)

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau membebaskan daku,*
dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.

Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*
dan Engkau telah menyembuhkan daku.

Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan,*
nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*
persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.

Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*
semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.

Semasih aku sejahtera, aku berkata ,*
“Aku takkan goyah untuk selama-lamanya”.

Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman,*
kini Kaupalingkan wajahMu dari padaku, maka tak berdayalah aku.

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
Tuhanku, kasihanilah aku.

Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut?*
Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?

Dapatkah debu memuliakan Dikau,*
atau mewartakan kesetiaanMu?

Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
Tuhan, jadilah penolong bagiku.

Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,†
pakaian kabungku Kautanggalkan,*
pakaian pesta Kaukenakan padaku.

Maka aku bernyanyi bagiMu, dan takkan diam lagi,*
Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Antifon
Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Mazmur 31 (32)

Berbahagialah orang, bila dosanya diampuni,*
dan kesalahannya dihapus oleh Tuhan.

Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan,*
dan tulus ikhlas hatinya.

Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.

Siang malam aku sangat Kautekan,*
tenagaku lenyap, bagaikan diisap udara yang panas.

Maka kuakui dosaku di hadapanMu,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

Aku berkata: “Kuakui segala dosaku di hadapan Tuhan”,*
maka semua kesalahanku Kauampuni.

Sebab itu hendaknya orang saleh berdoa kepadaMu,*
di waktu kesesakan.

Bila terjadi banjir besar,*
ia tak akan dilanda.

Engkaulah pelindungku dalam kesesakan,*
Engkau membebaskan dan menggembirakan daku.

“Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh,*
Aku akan menasihati dan mendampingi engkau.

Jangan berlaku seperti kuda atau keledai yang tak berakal,*
yang harus dikendalikan dengan kekang”.

Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

Bersorak gembiralah dalam Tuhan, hai orang saleh,*
bersorak-sorailah, hai orang jujur.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Antifon
Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,†
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,†
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,†
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

BACAAN SINGKAT
(1 Ptr 1,6-9)
Hendaknya kamu gembira, biarpun kini harus berdukacita karena mengalami bermacam-macam percobaan. Memang perlu kamu dicobai, agar terbukti bahwa kepercayaanmu tahan uji. Bukankah kepercayaanmu lebih berharga daripada emas yang diuji dengan api, supaya murni. Maka kamu akan mendapat pujian dan kemuliaan serta hormat pada hari penampakan Yesus Kristus. Biarpun tidak dapat melihat Dia sekarang, toh kamu percaya dan mengasihiNya. Dari sebab itu kamu bergembira dengan sukacita yang tak terkatakan, sebab sudah mulai menikmati kebahagiaan surgawi dan akan mencapai tujuan kepercayaanmu, yakni keselamatan.

LAGU SINGKAT
P: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat.
U: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat.
P: Ia memuaskan kita dengan madu terbaik.
U: Yang paling lezat.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat.

Antifon Kidung
Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

DOA PERMOHONAN
Marilah kita memuji Allah, pembantu kita dan dasar seluruh harapan kita. Hendaklah kita berdoa dengan penuh bakti:
U: Pandanglah putera-puteraMu, ya Tuhan.

Tuhan Allah kami, Engkau telah mengikat perjanjian abadi dengan umatMu,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang agung.

Sempurnakanlah para imam dalam cintakasihMu,* dan berkatilah umatMu senantiasa agar tetap sehati-sejiwa.

Semoga kami membangun dunia ini bersama Engkau,* dan janganlah usaha kami sia-sia.

Utuslah pekerja-pekerja ke panenanMu,* agar namaMu semakin dijunjung tinggi oleh para bangsa.

Terimalah arwah sanak saudara dan kaum kerabat kami ke dalam kalangan para kudusMu,* dan satukanlah kami juga kelak dengan mereka.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau menyinari malam dengan cahayaMu, dan sesudah gelap Kauterbitkan terang. Semoga kami menempuh malam ini tanpa gangguan setan, supaya besok pagi dapat menghadap Engkau untuk mengucapkan syukur kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Lebih dari 6 Juta Orang Mengikuti Prosesi Black Nazarene di Filipina

UCANews - Kam, 11/01/2018 - 15:54

Lautan manusia bergerak kiri dan kanan, maju dan mundur, diperkirakan enam juta orang tanpa alas kaki dalam khidmat melakukan devosi kepada Black Nazarene yang berlangsung 22 jam.

Teriakan  “Viva Senor Nazareno,” menggema saat kerumunan baik pria, wanita, dan bahkan anak-anak, menarik tali yang diikat ke sebuah kereta yang membawa gambar Yesus yang hitam (karena terbakar) selama pawai yang bergerak lamban di jalan-jalan sempit ibukota Filipina, Manila.

Jumlah orang yang mengikuti prosesi tersebut mencapai sekitar 6,3 juta, dua kali lipat dari tahun lalu, menurut Joel Coronel, kepala Polisi Manila.

Prosesi tersebut sampai di Basilika Black Nazarene di distrik Quiapo Manila sekitar pukul 3 pagi pada 10 Januari, sekitar 22 jam setelah dimulai di Luneta Park pagi-pagi sekali hari sebelumnya.

Memakai jubah merah marun, dengan mahkota duri dan memanggul salib, patung Nazarene dibawa ke Manila oleh biarawan Augustin pada tahun 1607, pada masa penjajahan Spanyol.

Prosesi tahunan yang menampilkan gambar tersebut, mencakup rute sepanjang tujuh kilometer, memperingati perpindahan Black Nazarene pada tahun 1787 dari kapel San Nicolas de Tolentino di kota tua Manila ke Gereja Quiapo.

Gambar itu dilukis oleh pematung Meksiko dan dibawa ke Manila dengan kapal Spanyol dari Acapulco. Cerita tradisional mengaitkan warnanya dengan lilin yang menyala di depan gambar, meskipun kepercayaan yang paling umum mengatakan bahwa itu merupakan api yang telah menghanguskan patung itu di kapal.

Membawa orang lebih dekat kepada Tuhan

Pastor Douglas Badong, vikaris Basilika Black Nazarene, mencatat kenaikan jumlah pendevosi yang ikut prosesi tahun ini.

“Sungguh kerumunan yang besar di seluruh rute,” kata imam tersebut, ia menambahkan bahwa pendevosi dipinggir jalanan sepanjang rute juga memperlambat prosesi, namun tetap “tertib dan damai.”

Monsignor Hernando Coronel, rektor basilika, mengucapkan terima kasih kepada panitia festival tersebut, yang ia gambarkan sebagai “usaha besar demi iman”.

Dia mengatakan bahwa stasi doa yang diperkenalkan untuk prosesi tahun ini “membantu memperdalam iman para pendevosi kami.”

Untuk tahun kedua, streaming lewat media sosial yang menyiarkan langsung dari tempat acara tersebut yang memungkinkan orang-orang Filipina yang tinggal di luar negeri untuk menikmati tontonan tersebut.

Perayaan itu bertujuan untuk mendekatkan umat “Pencinta black Nazarene,” Ujar Pastor Coronel

Nuntius Kagum

Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila mengatakan bahwa kerumunan besar orang yang menghadiri Misa sebelum prosesi tahunan membuat kagum Uskup Agung Gabriele Caccia, nuntius yang baru untuk negara tersebut.

“Bahkan sebelum dia ditugaskan di sini, dia telah banyak mendengar tentang devosi orang-orang Filipina …. Dia ingin [secara pribadi] melihat,” kata kardinal tersebut.

Kardinal Tagle mengatakan bahwa ketika nuntius melihat sejumlah besar umat dia berkata: “Lihatlah bagaimana iman orang dapat menginspirasi kita.”

“Saya mengatakan kepadanya bahwa ini belum menampakan keseluruhannya tapi nanti pada saat prosesi terjadi,” kata kardinal dalam homili pada Misa tengah malam pada 9 Januari.

Tampilan semangat religius

Ribuan pendevosi mulai berkumpul di Taman Luneta di Manila pada tanggal 8 Januari karena akan diawali dengan ciuman tradisional terhadap gambar dan misa tengah malam sebelum prosesi berlangsung.

Orang-orang di sekitar kereta menarik tali, sementara sejumlah besar orang melambaikan handuk putih dan saputangan sambil melantunkan pujian kepada Tuhan. Mereka yang tidak dapat mengikuti prosesi mengangkat lengan mereka atau berlutut di tepi jalan dalam doa.

Perayaan untuk menghormati Black Nazarene juga dirayakan di berbagai belahan negeri itu.

Di Cagayan de Oro di wilayah Mindanao, Filipina selatan, diperkirakan 200.000 orang bergabung dalam prosesi dua jam meski ada ancaman serangan oleh kelompok ekstremis.

Pihak berwenang mengerahkan setidaknya seribu petugas keamanan berseragam yang membentuk rantai manusia di sepanjang rute prosesi.

Di provinsi Bohol tengah, para pendevosi berjalan ke gunung setempat di mana sebuah perayaan untuk menghormati penderitaan Kristus diadakan.

Di Manila, seorang pendevosi meninggal karena serangan jantung pada puncak prosesi.

Ramil dela Cruz, seorang petugas penjara berusia 51 tahun, mengeluh karena sakit dada setelah turun dari kereta yang mengangkut gambar itu. Dia dilarikan ke rumah sakit tempat dia dinyatakan meninggal pada saat kedatangan.

Petugas medis mengatakan lebih dari 1.000 orang dirawat karena berbagai kondisi medis, termasuk luka ringan.
Diadakan setiap tahun pada tanggal 9 Januari, Pesta Black Nazarene adalah salah satu acara keagamaan terbesar di Asia.

Injil Minggu Biasa IIB 14 Januari 2018: Apa yang Kalian Cari? Yoh 1:35-42

Sesawi.Net - Kam, 11/01/2018 - 15:06
DIKISAHKAN dalam Yoh 1:35-42 (Injil Minggu Biasa II tahun B) bagaimana Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada dua muridnya bahwa orang yang dilihatnya lewat di situ, yakni Yesus ialah “Anak Domba Allah”. Kedua orang itu pun mengikutinya. Dan terjadilah percakapan di antara Yesus dan kedua murid itu. Mereka ditanya apa yang mereka cari. Mereka mengatakan ingin tahu […]

Pertama Kalinya, UKP-DKAAP Akan Selenggarakan Mubes Pemuka Agama - www.netralnews.com

Google News - Kam, 11/01/2018 - 13:36

www.netralnews.com

Pertama Kalinya, UKP-DKAAP Akan Selenggarakan Mubes Pemuka Agama
www.netralnews.com
Selain itu, agama di Indonesia memiliki kesepakatan yang sama dengan Indonesia yakni Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang. "Tapi tak dipungkiri terjadi ketegangan, konflik antar agama dan kesalahpahaman. Ada pihak yang tidak menangkap ...
Penghayat Kepercayaan tak Diundang ke Mubes Pemuka AgamaMetro TV News

all 13 news articles »Google News

Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta dibuka dengan Sarasehan Kebangsaan

Pen@ Katolik - Kam, 11/01/2018 - 12:22
Foto dari Website KAJ

Sejak tiga tahun lalu Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ditetapkan berdasarkan Pancasila, dan dalam rangka pembukaan Tahun Persatuan 2018, sesuai sila ketiga, KAJ menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan yang menghadirkan pembicara Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dan aktivis serta cendekiawan muda yang kini bertugas sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif.

Kegiatan di Aula Katedral, 6 Januari 2018, yang bertema “Amalkan Pancasila; Kita Bhinneka, Kita Indonesia,” itu dihadiri juga perwakilan agama Islam, Kristen, Buddha, Hindu dan Konghucu, serta 200-an pengurus dewan paroki yang membidangi hubungan antaragama dan kepercayaan.

Pancasila sebagai Ideologi bangsa diejawantahkan dalam bentuk gagasan dan diwujudkan dengan gerakan. “Harapannya, jika gerakan itu diulang dan diulang, akan menjadi sebuah habitus yang berlaku dalam keseharian,” kata Mgr Suharyo dalam dalam acara yang diawali dengan doa dan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Camat Jakarta Pusat dan Pastor Paroki Katedral.

Mgr Suharyo mengawali paparannya dengan menceritakan tentang mantan Uskup Agung Semarang yang menjadi Pahlawan Nasional Mgr Albertus Soegijapranata SJ. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Mgr Soegijapranata meninggalkan Semarang dan pindah ke Yogyakarta karena pemerintah Indonesia pindah ke sana, dan menulis surat ke Vatikan agar mengakui kemerdekaan RI dan Vatikan menanggapi dengan menghadirkan Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia tahun 1947.

Juga dijelaskan bahwa Mgr Soegijapratana membuat berbagai ikatan dengan nama Pancasila, atau Gerakan Ekonomi Pancasila yakni Ikatan Buruh Pancasila (1954), Ikatan Petani Pancasila (1958), Ikatan Paramedis Pancasila (1959), Ikatan Usahawan Pancasila (1959) dan (4) Ikatan Nelayan Pancasila (1964).

Bagi umat Katolik, tegas Mgr Suharyo, “ini sebenarnya adalah tindakan kenabian, warisan dan pesan agar umat Katolik sungguh-sungguh menjadi warga negara yang baik.” Bahkan, lanjut Uskup Agung Jakarta yang bertugas sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia itu, dikenal satu semboyan Mgr Soegijapranata yakni “100 % Katolik, 100 % Indonesia,” yang sebetulnya menurut Mgr Suharyo dirumuskan oleh Mgr Soegijapranata dengan “100 % Patriotik, 100 % Katolik,” jadi tidak bukan Katolik baru Indonesia.

Khusus untuk Tahun Persatuan 2018, Mgr Suharyo juga memperkenalkan Bunda Pelindung Berbagai Suku dengan atribut Bunda Maria yang khas Indonesia, Lambang Pancasila di dada, selubung merah putih, dan mahkota bertuliskan Nusantara, dengan harapan agar “umat berdoa untuk pribadi, umat berdoa juga untuk kebaikan negara,” kata Mgr Suharyo.

Setelah sarasehan, peserta ikut bersama menyaksikan  pelepasan burung dan penanaman pohon di depan Katedral Jakarta yang dilakukan para tokoh agama yang hadir.(Konradus R Mangu)

HIDUP

Brevir Siang: Kamis, 11 Januari 2018 Pekan Biasa I – O PEKAN I – HARI BIASA

Mirifica.net - Kam, 11/01/2018 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya

MADAH
Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Mazmur 118 (119),17-24

Ya Tuhan, berbuatlah baik kepada hambaMu, maka aku akan hidup,*
dan tetap berpegang pada firmanMu.

Bukalah mataku, maka aku memandang,*
hukumMu yang mengagumkan.

Aku ini pendatang di dunia,*
jangan menyembunyikan perintahMu terhadapku.

Remuk redamlah hatiku,*
karena merindukan hukumMu setiap waktu.

Engkau akan menghardik orang yang sombong,*
terkutuklah yang menyimpang dari perintahMu.

Jauhkan dari padaku penghinaan dan cercaan,*
sebab aku melakukan segala perintahMu.

Sekalipun para pemuka bersepakat melawan daku,*
hambaMu ini merenungkan segala ketetapanMu.

Sungguh perintahMu menjadi kesukaanku,*
dan penasihat dalam segala tingkah lakuku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Antifon
Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Mazmur 24 (25) – I

KepadaMu kuarahkan hatiku,*
ya Tuhan Allahku.

KepadaMu aku percaya, janganlah mengecewakan daku,*
janganlah musuh bersukacita atas kemalanganku.

Sebab yang berharap kepadaMu, tidak akan kecewa,*
kecewalah hendaknya yang berbuat lalim.

Perkenalkanlah jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
tunjukkanlah lorongMu kepadaku.

Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar dan ajarilah aku,†
karena Engkaulah Allah penyelamatku,*
kepadaMu aku selalu berharap.

Ya Tuhan, ingatlah akan rahmat dan kasih setiaMu,*
yang telah Kautunjukkan sejak sediakala.

Dosa masa mudaku dan pelanggaranku jangan Kauingat,*
tetapi ingatlah akan daku menurut belaskasihanMu.

Jujur dan baiklah Tuhan,*
Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukumNya,*
mengajarkan jalanNya kepada orang yang bersahaja.

Segala tindakan Tuhan penuh kasih setia dan kebenaran,*
bagi setiap orang yang berpegang pada perjanjian dan hukumNya.

Demi namaMu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku,*
biar besarlah dosaku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Antifon
Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Mazmur 24 (25) – II

Siapakah orang yang takwa?*
Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilih.

Orang takwa tetap sejahtera,*
keturunannya akan mewarisi tanah kebahagiaan.

Tuhan bergaul mesra dengan orang yang takwa,*
perjanjianNya diajarkan kepadanya.

Mataku tetap terarah kepada Tuhan,*
sebab Ia melepaskan kakiku dari jaring.

Arahkan wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan,*
sebab aku sebatang kara dan malang.

Lapangkanlah hatiku yang amat sesak,*
lepaskanlah aku dari segala kesusahanku.

Perhatikanlah sengsara dan kesukaranku,*
hapuskanlah segala kesesatanku.

Lihatlah, betapa banyaknya lawanku,*
mereka sangat membenci aku.

Jagalah hidupku dan selamatkan daku,*
janganlah aku kecewa karena berlindung kepadaMu.

Semoga aku terlindung karena ketulusan dan kejujuranku,*
sebab aku berharap kepadaMu.

Yan Allah, bebaskanlah umatMu Israel,*
dari segala kesesakannya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

BACAAN SINGKAT
(Am 4,13)
Dia yang membentuk gunung-gemunung dan yang menciptakan angin. Dia yang memberitahukan pikiranNya kepada manusia. Dia yang membuat fajar dan kegelapan, dan yang berjejak di atas bukit-bukit: Tuhan, Allah semesta alam, itulah namaNya.

P: Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

DOA PENUTUP
Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Lagi, Seorang Imam di China Dinyatakan Hilang

UCANews - Kam, 11/01/2018 - 09:38

Pastor Lu Danhua dari Keuskupan Lishui di provinsi Zhejiang timur China dilaporkan menghilang sejak pejabat pemerintah tiba-tiba membawanya pergi setelah Natal.

Dia adalah satu-satunya imam Keuskupan Lishui dan pendahulunya adalah Pastor Kenneth Roderick Turner dari Scarboro Foreign Mission Society dari tahun 1948 sampai 1983. Keuskupan Wenzhou kemudian mengelola Keuskupan Lishui.

Pastor Lu ditahbiskan oleh gereja bawah tanah Uskup Peter Shao Zhumin dari Wenzhou pada tanggal 14 Desember 2016, dan telah melayani Keuskupan Lishui sampai sekarang.

Uskup Shao dibebaskan oleh pihak berwenang pada 3 Januari setelah ditahan sejak Mei 2017. Seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada ucanews.com bahwa alasan untuk membawa Pastor Lu pergi tidak berhubungan dengan Uskup Shao.

Namun dia mengatakan bahwa pihak berwenang telah menyatakan bahwa Pastor Lu harus pergi ke Wenzhou untuk “pendidikan ulang” tentang peraturan-peraturan agama baru yang mulai berlaku 1 Februari dan bahwa dia akan kembali setelah mendapatkan izin untuk menjadi seorang imam.

Pada siang hari tanggal 29 Desember, pejabat Administrasi Negara untuk Urusan Agama (SARA) membawa Pastor Lu pergi dari pastoran.

Seorang Katolik yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan kepada ucanews.com bahwa para pejabat tersebut mengklaim bahwa Pastor Lu hanya pergi untuk ngobrol sebentar.

Keesokan harinya, umat tersebut pergi ke kantor SARA dimana pejabat mengklaim Pastor Lu telah dibebaskan.

Akan tetapi Pastor Lu tetap hilang dan panggilan ke telepon genggamnya belum terjawab.

Ulasan Eksegetis Bacaan K.S Minggu Biasa II/B

Mirifica.net - Kam, 11/01/2018 - 08:37

Apa Yang Kalian Cari?

DIKISAHKAN dalam Yoh 1:35-42 (Injil Minggu Biasa II tahun B) bagaimana Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada dua muridnya bahwa orang yang dilihatnya lewat di situ, yakni Yesus, ialah “Anak Domba Allah”. Kedua orang itu pun mengikutinya. Dan terjadilah percakapan di antara Yesus dan kedua murid itu. Mereka ditanya apa yang mereka cari. Mereka mengatakan ingin tahu di mana ia tinggal. Yesus pun mengajak mereka ikut dan melihat sendiri. Begitulah mereka tinggal bersama dia sampai sore hari. Salah seorang dari keduanya, Andreas, menemui Simon Petrus, saudaranya, dan mengatakan telah menemukan Mesias. Andreas mempertemukan saudaranya dengan Yesus yang kemudian memberinya nama Kefas.

Apa Yang Kalian Cari?

Yohanes Pembaptis ialah orang besar yang berani membuka jalan bagi dia yang datang, bagi Yesus. Orang-orang yang tadi datang berguru kepadanya dituntunnya kepada dia yang diakuinya sebagai lebih besar dari dirinya. Itulah yang diperbuatnya bagi kedua orang muridnya pagi hari itu. Dan mereka kini mengikuti Yesus. Mungkin benak mereka masih penuh tanda tanya. Siapakah dia yang sedemikian besar yang dirujuk oleh guru mereka itu? Satu saat Yesus menoleh dan menyapa, “Apa yang kalian cari?” (ay. 38) Pertanyaan ini sederhana, wajar, tapi penuh perhatian. Boleh jadi mereka rada gelagapan tiba-tiba disapa demikian oleh orang yang sedemikian ditinggikan oleh guru mereka sendiri tadi. Jawab mereka lugu, “Guru, di manakah engkau tinggal.” Mereka tidak mengharapkan langsung diterima. Hanya sekedar mengungkapkan rasa ingin tahu. Tapi Yesus menanggapi. Ia mengajak mereka melihat sendiri. Mereka dibiarkan menemukan yang mereka cari.

Itulah percakapan yang pertama kalinya antara Yesus dengan orang yang mengikutinya seperti diceritakan kembali dalam Injil Yohanes. Pembaca akan makin menyadari bagaimana sang Sabda yang sejak dulu ada itu kini tampil dalam bentuk pertanyaan “Apa yang kalian cari?” Ia bukan yang “jauh di sana”, melainkan dia yang menyapa dan mengajak berbicara. Sang Sabda tidak menganggap sepi orang yang datang kepadanya

Inti kehidupan batin boleh jadi dapat dirumuskan dalam satu kata, yakni “mencari” Yang Abadi tapi yang ada di tengah-tengah kemanusiaan. Namun sering kita juga belum amat tahu apa sebetulnya yang kita maui. Dia akan membantu kita menemukan dirinya. Dan hari itu terjadi demikian dengan kedua murid tadi – juga kepada siapa saja yang mulai berjalan mengikutinya. Kita akan mendapat ajakan melihat sendiri dan menemukan yang tak terduga-duga. Kedua murid itu juga sedang menemukannya tanpa mereka sadari.

Tiga Gelar

Dalam bacaan ini, sosok Yesus ditampilkan dengan tiga “gelar”, yakni Anak Domba Allah, Guru, dan kemudian Mesias. Marilah kita dekati. Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah (Yoh 1:36). Sebutan ini sudah dipakainya dalam 1:29. Di situ ditambahkan “yang menghapus dosa dunia”. Tambahan ini menjelaskan makna sebutan tadi. Dia itulah yang menyingkirkan kegelapan dosa dari dunia sehingga menjadi wahana bagi terang.

Tafsir “Anak Domba Allah” sendiri amat kaya. Bagi keperluan kali ini dapatlah diringkaskan sebagai berikut. Sebutan itu mengingatkan pada anak domba yang dikurbankan orang Israel pada malam sebelum meninggalkan negeri Mesir (Kel 12) yang kemudian diperingati tiap tahun pada malam Paskah orang Yahudi. Ini perayaan peristiwa pembebasan dari perbudakan di Mesir dan perayaan iman akan Allah yang tetap melindungi mereka. Kemudian di kalangan para pengikut Yesus yang pertama berkembang kesadaran bahwa dia itu juga kurban yang diterima baik oleh Allah di Baitnya. Selain itu, kehidupan Yesus juga dipandang sebagai sosok Hamba Allah sebagaimana terungkap dalam Yes 53:7. Hamba ini seperti anak domba yang dibawa ke tempat penyembelihan. Boleh kita lanjutkan. Kehidupan Yesus dapat dilihat sebagai kurban silih yang membebaskan dunia. Ia mendekatkan kembali manusia dengan Allah sehingga dapat menjadi gambar dan rupa Pencipta yang utuh. Kehidupannya memerdekakan manusia dari kurungan dosa. Dia itu. Anak Domba Allah! Itulah yang dilihat Yohanes Pembaptis. Itulah yang diwartakannya kepada orang banyak dan kepada dua orang muridnya hari ini.

Rabi – Guru

Sebutan yang kedua secara spontan diucapkan oleh kedua murid Yohanes Pembaptis, yakni “Rabi” atau “Guru” (ay. 38), panggilan bagi ulama yang amat dihargai. Orang bijak seperti ini dapat menerangi liku-liku kehidupan. Lebih dari itu, Yesus dapat memperkenalkan siapa Allah itu dengan cara yang baru. Ia akan mengajar agar orang berani memanggilNya sebagai Bapa. Dan orang akan menemukan diri sebagai yang diperhatikan, yang dilindungi. Macam-macam kesulitan dan bahkan penderitaan tidak akan membuat putus harapan. Ada yang menunggu di sana.

Tentu saja kedua orang yang mengikuti Yesus itu belum tahu apa yang bakal mereka terima. Tapi mereka malah diajak melihat di mana guru itu tinggal dan tentunya di mana ia memberi pengajaran. Begitulah mereka tinggal bersama dia hari itu hingga pukul empat sore. Sepenuh hari mereka ada bersama dia. Apa yang mereka peroleh dari guru ini? Seandainya kita dapat menempatkan diri dalam keadaan kedua murid tadi, kita juga boleh bertanya, dalam mengikuti Yesus sang Guru itu apa yang kita peroleh?

Yohanes penginjil mengisahkan, setelah tinggal sehari dengannya, salah satu dari dua orang itu, yaitu Andreas, mendapati seorang saudaranya, Simon, dan memberitahukan bahwa mereka baru saja menemukan Mesias. Mereka bukan hanya melihat di mana ia tinggal, melainkan menemukan bahwa yang disebut Anak Domba Allah oleh Yohanes Pembaptis itu juga sang Mesias.

Mesias

Bagi orang Yahudi pada zaman itu, Mesias, Yang Terurapi, ialah tokoh yang kedatangannya telah lama dinanti-nantikan. Dialah yang diharapkan akan memimpin umat agar mendapatkan kembali kejayaan mereka. Mereka mendambakan pemimpin yang datang dengan wibawa Allah sendiri. Setelah sehari penuh berada di tempat Yesus tinggal, kedua orang itu mulai mengerti bahwa dia itulah tokoh yang diharap-harapkan banyak orang. Boleh jadi belum amat jelas kemesiasan macam apa yang ada dalam diri Yesus. Tetapi tak apa. Ia sendiri nanti akan mengajarkannya. Yang penting, mereka telah menemukannya. Harapan mereka akan perbaikan serta masa depan menjadi besar dan menyala-nyala. Andreas mengabarkannya kepada Simon, dan bahkan membawa saudaranya itu kepada Yesus.

Kemudian disebutkan bahwa Yesus memandangi Simon dan memberinya nama baru, yaitu Kefas, artinya Petrus. Kejadian ini berhubungan dengan peristiwa yang diungkapkan dalam Injil Sinoptik sebagai pengakuan Petrus bahwa Yesus itu Mesias. Dalam Injil-Injil Sinoptik, peristiwa itu menjadi puncak Injil tentang Yesus. Setelah beberapa waktu menjadi murid Yesus dan mendengar macam-macam “kata orang” mengenai dirinya, para murid ditanyai Yesus, menurut “kalian”, siapa dirinya itu. Petrus mewakili para murid dan menegaskan bahwa Yesus itu Mesias. Sesudah episode itu ada tradisi khusus mengenai Petrus (Mat 16:17-19) yang ada titik temunya dengan Yoh 1:42, yaitu bahwa Simon dipanggil sebagai Petrus. Dijelaskan dalam Injil Matius bahwa Petrus itu karang tempat Yesus membangun umatnya dan alam maut takkan menguasainya. Dalam Injil Yohanes, meski ia tidak ditonjolkan dengan cara itu, Simon tampil sebagai orang pertama yang datang kepada Yesus karena mendengar bahwa dia itu Mesias.

Kabar Gembira

Dengan latar belakang di atas, jelas bahwa kemesiasan Yesus itu kemesiasan untuk membangun umat sehingga menjadi tempat yang tidak lagi dikuasai yang jahat dan tidak lagi dikurung maut. Itulah yang dilakukan “Anak Domba Allah” seperti dijelaskan di muka. Itulah yang diajarkan oleh “Guru” yang mempesona orang yang bertemu dengannya.

Kabar Gembira tidak jatuh dari langit begitu saja, melainkan kenyataan batin yang mulai hidup dalam hati dan budi orang yang percaya, lewat kesaksian orang-orang yang telah mengalaminya sendiri, juga lewat rasa ingin tahu kita sendiri. Tidak bisa dipaksa-paksakan. Tetapi bisa dipersaksikan. Dan ditekuni dengan mengalami sendiri perjumpaan dengan dia yang diwartakan Kabar Gembira itu. Kehidupan beragama zaman ini dapat banyak belajar dari sana.

Para pewarta sabda juga diajak membiarkan dia yang diwartakan Injil menyapa batin orang dengan caranya sendiri. Peran pewarta ialah menunjukkan jalan yang pernah dilaluinya sendiri dan yang dialaminya sendiri dan kini dapat dibagikan kepada orang lain. Begitulah yang dilakukan Yohanes Pembaptis. Begitu pula yang dibuat Andreas. Dan hasilnya nyata: kedua murid sang Pembaptis sejak itu menjadi pengikut Yesus. Dan Simon menemukan Mesias. Jangan dilupakan, Yesus menemukan Kefas, batu karang kukuh yang memungkinkan kemesiasannya dikenal orang banyak.

Dari Paulus

Bagian surat yang dibacakan dalam kesempatan ini  (1Kor 5:13a-15a.17-20) dapat terasa keras mengecam perilaku amoral, dari perkara makan berlebihan sampai soal birahi. Guna memahami maksud petikan ini baik diingat bahwa tujuan utama Paulus dalam menulis semua ini kepada umat Korintus ialah untuk mengajak mereka memahami masyarakat mereka – masyarakat Kristiani awal – hidup di tengah-tengah orang bermacam-macam keyakinan, dari kalangan Yahudi tradisional sampai ke masyarakat berpendidikan Yunani, dari mereka yang dikenal sebagai kalangan “beragama” sampai kelompok yang dipandang sebagai  “kaum bebas”, juga di hadapan adat dan  hukum-hukum perilaku. Tidak amat berbeda dengan keadaan di zaman modern di sebuah metropolitan. Dalam keadaan itulah orang semakin butuh memiliki kesadaran akan apa  yang betul, apa yang pantas, yang baik  serta yang melawan semua itu. Adat, hukum, agama serasa tidak lagi mencukupi, tetap sikap mempertanyakan semua ini tidak juga banyak menolong. Dibutuhkan semacam pegangan, tapi bukan lagi aturan-aturan yang diajarkan adat, tetapi ancar-ancar batin. Nah dalam rangka inilah Paulus berbicara mengenai beberapa perilaku khas yang disorotinya. Semakin di baca semakin jelas bahwa tujuan utamanya bukanlah mencela atau melulu memberi nasihat dan khotbah moralistis. Ia mau mengajak umat Korintus, yang rata-rata berpendidikan cukup tinggi, untuk melihat bahwa kehidupan mereka itu hidup yang sudah disebadankan dengan hidup Roh. Maksudnya kehidupan mereka itu menjadi bentuk nyata kehadiran Roh. Nah bila mereka berkelakuan tidak sepatutnya maka mereka akan menampilkan gambar buruk siapa Roh itu. Inilah yang ditekankan. Semacam  imbauan menalarkan keadaan mereka. Umat Korintus juga dikenal orang-orang lain sebagai pengikut cara hidup baru, kehidupan mengikuti Kristus. Nah, orang banyak itu hendaknya dapat memperlihatkan bagaimana baiknya Roh di kalangan masyarakat luas. Dengan pegangan dasar ini maka contoh-contoh konkret menjauhi kelakuan “berdosa” yang disebutkan Paulus dapat lebih dimengerti.

Pengikut Kristus dalam banyak arti ialah orang yang mencari dia dan menemukannya dan kini mulai dapat berbagi kegembiraan dengan orang-orang lain seperti para murid Yohanes dalam  petikan  Injil kali ini. Juga orang-orang  zaman ini yang mulai mengenal Kristus tetap dapat membawakan kegembiraan rohani serta menampilkan wajah Kristus kepada orang  banyak. Inilah hidup “mengikatkan diri”, menjadi “sebadan”, dengan Roh seperti yang dikemukakan Paulus dalam 1Kor 5:17.

Salam hangat,

Brevir Pagi: Kamis, 11 Januari 2018 Pekan Biasa I – O PEKAN I – HARI BIASA

Mirifica.net - Kam, 11/01/2018 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya.

MADAH
Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Mazmur 56 (57)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang maha-tinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,†
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Antifon
Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Yer 31,10-14

Dengarkanlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,*
wartakanlah ke pulau-pulau yang jauh:

“Tuhan dahulu mencerai-beraikan umat Israel,†
tetapi Ia akan menghimpunkannya kembali,*
dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanannya.

Bangsa Yakub sudah diselamatkan Tuhan,*
dan ditebus dari musuh yang menguasainya.

Dengan sorak-sorai mereka mendaki gunung Sion,*
dan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Sebab Tuhan menganugerahkan gandum, minyak dan anggur,*
anakdomba dan sapi.

Hati mereka segar, bagaikan taman yang diairi,*
dan takkan pernah mereka kehausan.

Para pemudi menari berbaris,*
dan tua muda bersukaria.

Kesedihan mereka akan Kuubah menjadi kesukaan,*
Kuhibur dan Kugembirakan mereka sesudah kesusahan.

Para imam Kusenangkan dengan kurban,*
dan umat Kulimpahi dengan anugerah.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Antifon
Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Mazmur 47 (48)

Tuhan agung dan sangat terpuji,*
di kota Allah kita.

GunungNya yang kudus menjulang megah,*
menggirangkan seluruh bumi.

Bagi kita gunung Sion itu gunung Allah,*
kota raja agung.

Allah tinggal dalam puri-purinya,*
Ia sendirilah yang ternyata menjadi bentengnya.

Raja-raja bersekutu,†
dan maju serentak,*
untuk menyerang kota Allah.

Demi melihatnya mereka tercengang,*
dan terhalau lari ketakutan.

Di sana mereka gemetar ketakutan,*
mereka merintih kesakitan seperti wanita yang melahirkan.

Engkau menghancurkan mereka,*
seperti topan timur menghancurkan kapal besar.

Seperti pernah kita dengar,†
kini kita alami di kota Tuhan semesta alam,*
di kota Allah kita.

Allah yang menjadi bentengnya,*
untuk selama-lamanya.

Kami mengenangkan kasih setiaMu, ya Allah,*
dalam rumahMu yang kudus.

Seperti Engkau berkuasa di seluruh dunia,*
demikianpun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.

TindakanMu adil semuanya,*
hendaknya gunung Sion bersukacita.

Semoga semua kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena karya penyelamatanMu.

Kelilinglah Sion, edarilah dia,*
hitunglah menaranya yang kokoh.

Perhatikanlah seluruh temboknya,*
tinjaulah benteng-bentengnya.

Maka kamu dapat mengisahkan kepada anak cucumu,*
bahwa Dia itulah Allah.

Dialah Allah kita untuk selama-lamanya,*
Dialah yang memimpin kita.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

BACAAN SINGKAT
(Yes 66,1-2)
Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhtaKu, dan bumi tumpuan kakiKu. Rumah apakah yang dapat kamu dirikan bagiKu? Tempat apakah yang dapat menjadi kediamanKu? Bukankah tanganKu sendiri membuat segala sesuatu, dan semuanya itu milikKu: sabda Tuhan! Inilah orang yang Kuperhatikan: yang tertindas dan patah semangat, orang yang takut akan sabdaKu.

LAGU SINGKAT
P: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
U: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
P: PeraturanMu akan kupelihara.
U: Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Antifon Kidung
Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

KIDUNG ZAKHARIA
(Luk 1,68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

DOA PERMOHONAN
Kristus menerangi hari ini dengan cahayaNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berseru:
U: Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.

Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini.

Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora.

Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikutMu.

Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hatiMu sepanjang hari.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadiratMu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada cahaya sejati, yakni Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Lentera Keluarga – Allah Menyembunyikan WajahNya

Sesawi.Net - Kam, 11/01/2018 - 00:01
Kamis, 11 Januari 2018. Bacaan : 1 Sam 4:1-11; Mzm 44:10-11.14-15.14-25; Mrk 1:40-45. Renungan PERTEMPURAN unik terjadi antara orang Israel dan Filistin. Filistin berasal dari kata Ibrani : Pilshti yang artinya “imigran”. Israel kalah dan kemudian mengangkat tabut perjanjian, dengan keyakinan bahwa Allah akan mengandakan tanda-tanda besar seperti pengalaman eksodus di Mesir. Namun kembali Israel […]

11 Januari St. Paulinus dari Aquileia

Mirifica.net - Kam, 11/01/2018 - 00:00

 

Lahir di Cividale, Lombard, sekitar tahun 730, Paulinus terkait erat dengan Charlamagne dalam penyatuan Eropa didukung Paus dan Tanda Salib Kristus. Ia dikenal berwawasan luas dan jenius: sangat memahami teologi, doktrin Gereja, literatur, termasuk musik. Salah satu karyanya berjudul “Ubi Caritas et Amor” yang sering dinyanyikan di kalangan Gereja sampai saat ini.

Sumber dan gambar: Bon, P. Renzo. 20 September 2002. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 2 Januari 2017

Berdoa Dengan Sikap Hormat dan Rendah Hati

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 23:32
MELIHAT seorang penderita kusta datang menghampiriNya, berlutut di hadapanNya dan dengan rendah hati memohon belas kasihNya, hati Yesus tergerak. Diulurkan tanganNya dan dijadikannya tahir. Setiap kali kita berdoa, melayangkan permohonan kita kepada Tuhan, hendaknya kita melakukannya dengan sikap hormat dan rendah hati. Jangan sekali pun kita memaksakan kehendak kita kepadaNya. Sadari bahwa Ia adalah Tuhan […]

Kata Mutiara – Kamis 11 Januari 2018

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 23:29
DOA adalah menyelaraskan diri kita dengan tujuan Tuhan. E. Stanley Jones Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Rasa Bangga Warga Pontianak, Kotanya Jadi Tuan Rumah Perayaan Natal 2017

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 22:33
BETAPA tidak merasa bangga sebagai warga penduduk Kota Pontianak – Ibukota Provinsi Kalbar, ketika tidak kurang 15-an ribu umat Kristiani memadati komplek halaman Rumah Adat Dayak Radakng di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru, Pontianak. Mereka hadir berbondong-bondong ke sini untuk sebuah hajatan nasiona: Perayaan Natal Nasional 2017. Ini jelas merupakan perisitwa besa yang melahirkan rasa […]

Renungan Harian, Kamis: 11 Januari 2018, Mrk. 1:40-45

Mirifica.net - Rab, 10/01/2018 - 19:00

EMAHAKUASAAN Allah diakui oleh orang Filistun (musuh bangsa Israel). Kehadiran Allah (dalam symbol Tabut Perjanjian) di tengah-tengah tentara Israel membuat tentara Filistin sangat ketakutan. Orang Filistin mengakui kekuasaan Allah yang mampu mengalahkan musuh-musuh besar sekelas banga Mesir. Kehadiran Allah itu menyelamatkan orang beriman dan membuat takut para musuh.

Allah hadir juga di tengah-tengah umat zaman perjanjian baru. Yesus Kristus, Allah Putra, adalah penyelamat kita di zaman sekarang. Ia berkuasa mengalahkan setan dan menebus dosa umat manusia, Siapa saja yang datang dan memohon kepada-Nya tidak akan dibiarkannya pergi dengan sia-sia.

Kisah pentahiran si kusta membuktikan bahwa Yesus benar-benar hadir dan mau menyelamatkan siapa saja, tak terkecuali mereka yang terbilang najis dan dibuang sesamanya. Ia selalu tergerak hati-Nya oleh belas kasihan. Ia juga mampu mengalahkan segala penyakit dan kelemahan apa pun.

Kita adalah orang yang tidak pernah bisa lepas dari godaan setan dan aneka penderitaan. Apakah kita selalu menghadirkan Allah dalam berbagai kelemahan itu? Iman akan Allah yang senantiasa menyertai kita dan upaya kita untuk hadir di hadirat-Nya akan menjadikan kita seorang pemenang dan pribadi yang diselamatkan.

Ya Bapa, mampukanlah aku menghayati kebesaran dan kemahakuasaan-Mu di tengah kekerdilan dan kemelehanku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Belajar Hidup Sederhana di Mandalagiri: Mahasiswi Atma Jaya Timba Kearifan Lokal di Ciamis dengan Program Live In

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 18:00
CIAMIS di Provinsi Jawa Barat dan Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat adalah dunia hidup sosial yang amat berbeda. Tidak hanya karena masyarakatnya berbahasa beda. Kami di Pontianak sehari-hari  berbicara memakai ‘bahasa ibu’ yakni Tiocu dan sebagian lagi berbicara dalam bahasa Hakka, sedangkan masyarakat Ciamis di Jabar bicara bahasa Sunda. Lalu, kami di Pontianak, masyarakatnya terdiri […]

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator