Berita dan Event

Cerita Kedatangan Kembali Para Misionaris Jesuit di Indonesia - Tribun Manado

Google News - Rab, 11/07/2018 - 11:10

Tribun Manado

Cerita Kedatangan Kembali Para Misionaris Jesuit di Indonesia
Tribun Manado
Semua tidak lepas sebenarnya dari perubahan di Eropa yang membuat Kekatolikkan bisa "masuk kembali" ke Indonesia (dulu Hindia Belanda). Sebelumnya, jejak Katolik lenyap disapu bersih oleh kehadiran VOC di Maluku pada tahun 1602. VOC melarang ...

Para Uskup Teguhkan  Warga Filipina   di Tengah Ancaman Pembunuhan

UCANews - Rab, 11/07/2018 - 10:52

Konferensi Waligereja Filipina meminta umatnya untuk tetap teguh di tengah gelombang pembunuhan dan berbagai  kekerasan yang mencengkeram Filipina.

Sekitar 22.000 orang yang diduga pengguna  dan bandar narkoba tewas dalam perang anti-narkotika pemerintah dalam dua tahun terakhir, demikian menurut laporan kelompok pembela  HAM.

Dalam beberapa pekan terakhir, pejabat pemerintah daerah menjadi target serangkaian pembunuhan sementara tiga imam Katolik  tewas dalam enam bulan terakhir.

“Ketika ada begitu banyak kebencian dan kekerasan, ketika pembunuhan menjadi kejadian yang hampir setiap hari … kami  meneguhkan  umat beriman agar tetap teguh,” demikian surat gembala para uskup.

Desakan itu dibuat di akhir pertemuan pleno dua tahunan prelatus di Manila pada 9 Juli.

Para uskup mendesak umatnya “untuk aktif bekerja demi perdamaian” terutama pada suatu waktu “ketika orang-orang terbiasa mendapat penghinaan melalui media sosial.”

Tanpa menyebut Presiden Rodrigo Duterte, yang berulang kali mengomel terhadap para pemimpin Gereja, para uskup mendesak umat Katolik  berdoa bagi “mereka yang telah menghujat Nama Suci Tuhan.”

Para uskup kemudian meminta tiga hari doa dan pengakuan dosa mulai 16 Juli bagi mereka yang “memfitnah dan memberikan kesaksian palsu, dan mereka yang melakukan pembunuhan atau membenarkan pembunuhan sebagai sarana untuk memerangi kriminalitas di negara kita.”

Darah para martir

Surat Gembala para uskup berjudul “Bersukacitalah dan bergembiralah!” mengutuk pembunuhan Pastor  Marcelito Paez, Pastor Mark Ventura, dan Pastor Richmond Nilo dalam beberapa bulan terakhir, tetapi mengatakan itu bukan sesuatu yang baru.

“Apa yang baru tentang para imam yang dibunuh karena bersaksi kepada Kristus? Apa yang baru tentang para nabi modern yang dibungkam oleh peluru pembunuh yang berbahaya?” tulis para  uskup.

Para prelatus itu menyesalkan bahwa beberapa orang yang menyebut diri mereka Kristen “tidak melihat ada yang salah tentang pembunuhan itu, yang hanya tertawa ketika Tuhan kita dihujat, dan yang mengambil bagian dalam mewariskan berita palsu.”

“Akan selalu ada di antara kita yang mengaku iman kepada Kristus tetapi begitu mudah tergoda oleh janji-janji setan yang kosong,” kata para uskup.

Atas pembunuhan para tersangka narkoba, para uskup bertanya: “Apakah kita tidak merasakan penderitaan para pecandu narkoba yang diberi label ‘non-manusia,’ dan dicap sebagai kriminal ketika nama mereka berakhir pada ‘daftar pengawasan obat terlarang’ yang ditakuti itu?”

 

Mengharapkan Kedatangan-Nya

Mirifica.net - Rab, 11/07/2018 - 08:41
Rekan-rekan  yang budiman! Bagi kedua belas murid, seperti diutarakan dalam Mrk 6:7-13 (Injil Minggu Biasa XV tahun B), diutus berarti siap berangkat mewartakan tobat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit. Juga para utusan diminta agar berani pergi tanpa membawa kelengkapan. Hanya yang paling dibutuhkan boleh dipakai: tongkat dan alas kaki saja. Mereka juga tak boleh takut …

Kader PMKRI Harus Jadi Agen dan Produsen Perubahan - DNA Berita

Google News - Rab, 11/07/2018 - 08:26

DNA Berita

Kader PMKRI Harus Jadi Agen dan Produsen Perubahan
DNA Berita
Medan,-Wali Kota Medan Drs.H.T Dzulmi Eldin S MSi berharap agar kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dapat menjadi agen perubahan, bahkan kalau bisa menjadi produsen perubahan yang kreatif dan inovatif. Dengan ...

Panen Panggilan untuk Kongregasi Suster SFIC, Uskup KAP Pimpin Misa Penerimaan 5 Postulan dan 3 Novis

Sesawi.Net - Rab, 11/07/2018 - 07:23
KONGREGASI Suster Fransiskus dari Perkandungan Tak Bernoda Bunda Suci Allah (SFIC) Provinsi Indonesia, tahun-tahun ini  serasa ‘panen’ panggilan hidup bakti. Kabar bungah Kongregasi yang baru saja merayakan HUT 174 tahun ini terjadi pada hari Selasa, 10 Juli 2018. Kebahagian tampak jelas menghiasi wajah sumringah para suster, tatkala menyaksikan seremonial penerimaan lima aspiran yang menjadi postulan […]

Lentera Keluarga – Kembali Kepada Tuhan

Sesawi.Net - Rab, 11/07/2018 - 06:18
Rabu, 11 Juli 2018. PW Sy Benedictus Abas Bacaan: Hos  10:1-3.7-8.12; Mzm  105:2-3.4-5.6-7; Mat 10:1-7 Renungan: WALAUPUN menyatakan sikap tegas Tuhan terhadap ketidaksetiaan Isreal, sebagaimana tercermin dalam pernyataan Hosea, Allah selalu membuka hatinya dan memberi kesempatan bagi setiap orang untuk bertobat ” menaburlah sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia….sebab sudah waktunya untuk mencari Tuhan..” […]

Anak remaja tunjukkan kebudayaan masing-masing dalam Pentas Seni Sekami 2018

Pen@ Katolik - Rab, 11/07/2018 - 04:05
PEN@ Katolik/pcp

Selain Misa, edukasi tentang Identitas Gereja Misioner, Realisasi Formasi Misioner dan Berbagi Kreatifitas, serta dinamika kelompok dan pameran dari setiap keuskupan, pada hari kedua Jambore Nasional (Jamnas) Sekami 2018 peserta menampilkan pentas seni.

Pentas Seni di panggung utama yang terletak di Lapangan SMA Santo Paulus Pontianak, 4 Juli 2018, dan dihadiri oleh Uskup Agung Kuching Mgr Simon Poh dan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menampilkan berbagai tarian, lagu dan gerak, serta drama berdasarkan budaya masing-masing.

PEN@ Katolik menurunkan beberapa foto yang diambil di malam pentas seni itu:

PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp PEN@ Katolik/pcp

 

 

 

 

 

 

 

 

Vincent, Garda Swiss di Vatikan yang berdarah Indonesia

Pen@ Katolik - Sel, 10/07/2018 - 23:41
Pastor Markus Solo SVD bersama Vincent, seorang Garda Swiss di Vatikan

Vincent, Garda Swiss di Vatikan, mengatakan kepada Pastor Markus Solo SVD, 9 Juli 2018, bahwa ayahnya berdarah Belanda dan Indonesia yang lahir di Bandung dan pindah ke Swiss tahun 1959 saat berusia 4 tahun. Dengan bangga Vincent mengaku bahwa dirinya 1/8 orang Indonesia. Maksudnya kualitas ke-Indonesia-an dalam dirinya hanya 1/8 artinya sangat kecil dan jauh “tetapi masih ada rasa memiliknya.” Kalau 1 artinya utuh, jelasnya, maksudnya orangtua satu negara saja, tidak terbagi; 1/2 artinya orangtua berasal dari dua negara berbeda sehingga rasa memilikinya setengah-setengah; kalau 1/4 artinya tendensi rasa memilikinya terhadap etnik orangtua sudah menipis. Pastor Markus sendiri adalah satu-satunya orang Indonesia yang kini berkarya di Kuria Roma, tepatnya pada Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama.(pcp)

Dipanggil Jadi UtusanNya

Sesawi.Net - Sel, 10/07/2018 - 22:35
YESUS memanggil ke dua belas muridNya untuk mewartakan Injil. Ia juga memilih dan mengutus kita untuk ikut terlibat agar pewartaan semakin tersebar sehingga banyak orang dapat diselamatkan. Tanggapi panggilanNya dengan segera, jangan menghindar, menunda atau menolak dengan berbagai alasan. Tugas memang berat, tapi Ia pasti akan memperlengkapi kita, membimbing dan mengarahkan serta menyertai kita ke […]

Kata Mutiara – Rabu 11 Juli 2018

Sesawi.Net - Sel, 10/07/2018 - 22:31
PEMIMPIN yang sukses, melihat peluang dalam setiap kesulitan daripada kesulitan dalam setiap kesempatan. Reed Markham Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Kemensos Naikkan Anggaran PKH Dua Kali Lipat Tahun Depan - Republika Online

Google News - Sel, 10/07/2018 - 20:15

Republika Online

Kemensos Naikkan Anggaran PKH Dua Kali Lipat Tahun Depan
Republika Online
Menteri Sosial Idrus Marham (kedua kanan) berjalan bersama Anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba (kedua kiri), Ketua Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Juventus Prima (kanan) sebelum menyampaikan ...

and more »

Walikota Medan Harapkan Kader PMKRI Jadi Agen & Produsen ... - GoSumut

Google News - Sel, 10/07/2018 - 20:10

GoSumut

Walikota Medan Harapkan Kader PMKRI Jadi Agen & Produsen ...
GoSumut
MEDAN - Walikota Medan Drs.H.T Dzulmi Eldin S MSi mengharapkan kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dapat menjadi agen ...

and more »

Idrus Marham: Indonesia Butuh Generasi Muda yang Kaya Konsep - WartaEkonomi.co.id

Google News - Sel, 10/07/2018 - 19:22

WartaEkonomi.co.id

Idrus Marham: Indonesia Butuh Generasi Muda yang Kaya Konsep
WartaEkonomi.co.id
Hal itu disampaikan Mensos saat memberikan kuliah umum pada Rapat Kerja Nasional IX dan studium generale Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Di hadapan para mahasiswa, Mensos yang juga pernah menjadi aktivis ...

Renungan Harian, Rabu: 11 Juli 2018, Mat. 10:1-7

Mirifica.net - Sel, 10/07/2018 - 19:00
EKAN beriman terkasih, Yesus berbeda dengan guru-guru  Yahudi. Dia tidak menunggu inisiatif calon murid untuk mendatangi-Nya. Ia sendiri yang mencari, menjumpai, memanggil dan mengangkat mereka. Tindakan Yesus ini membuat kita paham bahwa ada sebuah kemendesakan ilahi yang tak cukup mampu ditangkap oleh inisiatif manusia. Yesus membawa sebuah misi besar yang tidak bisa dikerjakan jika menunggu …

Presiden Duterte Sepakat Hentikan Serangan Terhadap Gereja

UCANews - Sel, 10/07/2018 - 18:27

Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan berhenti mengecam Gereja Katolik setelah ia menyepakati sebuah moratorium tentang berbagai pernyataan yang mengolok-olok para uskup dan imam.

Istana Presiden mengumumkan keputusan presiden itu seusai pertemuan yang berlangsung selama 30 menit antara Presiden Duterte dan Uskup Agung Davao Mgr Romula Valles pada Senin (9/7).

Presiden telah menarik ucapannya yang menyebut Allah “bodoh” dalam sebuah pidato dan caciannya terhadap para uskup dan imam dalam beberapa bulan terakhir.

“(Presiden) menyepakati sebuah moratorium tentang pernyataan terkait Gereja seusai pertemuan,” kata Harry Roque, juru bicara presiden.

Namun sehari setelah pertemuan itu, Roque mengatakan Presiden Duterte ingin para pemimpun Gereja berhenti mengkritik pemerintahannya.

“Mengingat ada pembedaan antara Gereja dan negara, (para pemimpin Gereja) hendaknya tidak menggunakan mimbar untuk mengkritik pemerintahannya,” kata Roque, seraya mengutip pernyataan Presiden Duterte.

Pertemuan Presiden Duterte dan Uskup Agung Valles selaku ketua Konferensi Waligereja Filipina (KWF) diadakan setelah KWF merilis sebuah pernyataan yang mengecam serangkaian pembunuhan yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

Roque menyebut pernyataan itu “sangat lunak,” seraya menambahkan bahwa “tidak ada yang baru” karena “tidak ada kecaman langsung.”

“Saya menantikan hal terburuk, tetapi saya kira ini hanya surat gembala yang sangat lunak,” katanya, seraya menambahkan bahwa para pemimpin Gereja mungkin menghindari “konfrontasi langsung” dengan pemerintah.

Sebelum bertemu Presiden Duterte, Uskup Agung Valles mengatakan ia menerima “undangan ramah” dari presiden untuk melakukan dialog “karena sebagai para uskup, kami terbuka untuk mendengarkan satu sama lain dengan penuh rasa hormat.”

Pada 25 Juni, Presiden Duterte membentuk sebuah komite untuk melakukan dialog dengan para pemimpin Gereja Katolik menyusul pernyataan kontroversialnya tentang Allah.

Uskup Agung Valles yang dikenal sebagai teman dekat Presiden Duterte mengatakan ia tidak mempersiapkan agenda pertemuan.

“Ingat, undangannya dari mereka. Kami hanya mendengarkan,” katanya.

Prelatus itu menambahkan bahwa pertemuan itu merupakan “langkah awal” dan para pemimpn Gereja siap mendengarkan Presiden Duterte.

Surat gembala para uskup yang dikeluarkan seusai sidang pleno dua tahunan tersebut berisi keprihatinan atas masalah sosial yang dihadapi masyarakat Filipina.

Surat gembala itu juga menyebut pelanggaran hak asasi manusia dan ancaman terhadap nyawa para klerus. Selain itu, surat gembala itu menggarisbawahi hubungan antara pemerintah dan Gereja.

 

Paus Fransiskus ‘bersyukur’ atas kunjungan ekumenis ke Bari

Pen@ Katolik - Sel, 10/07/2018 - 18:21

Dalam sambutannya setelah Doa Malaikat Tuhan di Vatikan, 8 Juli 2018, Paus Fransiskus mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua yang mendukung kunjungannya di hari sebelumnya ke Kota Bari di Italia untuk doa ekumenis untuk perdamaian di Timur Tengah.

Dalam “hari doa dan perdamaian yang khusus di wilayah itu, ” seperti dilaporkan oleh Devin Watkins dari Vatican News, Paus didampingi oleh para patriark dari Gereja-Gereja Timur Tengah dan wakil-wakil mereka. “Saya bersyukur kepada Tuhan untuk pertemuan, yang merupakan tanda mengesankan  persatuan umat Kristen. Di situ terlihat peranserta antusias dari umat Allah.”

Paus Fransiskus sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada “Saudara-Saudara Kepala-Kepala Gereja-Gereja”, wakil-wakil mereka, dan atas sambutan Uskup Agung Bari Mgr Francesco Cacucci. Bapa Suci mengatakan bahwa dia “diteguhkan oleh sikap dan kesaksian mereka.”

Akhirnya, Bapa Suci mengucapkan terima kasih kepada banyak umat beriman yang menemani dan mendukung Paus dan para Patriark “melalui doa dan kehadiran mereka yang penuh sukacita.”

Pada hari Sabtu 7 Juli 2018, Paus Fransiskus menjadi tuan rumah refleksi ekumenis dan pertemuan doa di Kota Bari, Italia bagian selatan, untuk perdamaian di Timur Tengah.

Sembilan belas kepala dan wakil Gereja-Gereja Kristen berdoa bersama Bapa Suci dan mengadakan dialog tertutup dengan Paus di Basilika Kepausan Santo Nicholas.

Paus juga meluangkan waktu untuk menghormati relikui-relikui Santo Nicholas, orang kudus di masa sebelum Skisma Besar tahun 1054 yang memisahkan Gereja-Gereja Timur dan Barat.

Pada pertemuan doa, Paus Fransiskus mencela “ketidakpedulian atas pembunuhan” dan “sikap berdiam saja” yang dilakukan dunia terhadap tragedi yang terjadi di Timur Tengah.(pcp berdasarkan Vatican News)

Suasana pertemuan Paus Fransiskus dengan para patriark Gereja-Gereja Timur Tengah/Vatican Media Paus Fransiskus bersama para patriark Gereja-Gereja Timur tengah melepaskan merpati perdamaian/Vatican Media

Kuliah Umum Mensos - ANTARA

Google News - Sel, 10/07/2018 - 17:51

ANTARA

Kuliah Umum Mensos
ANTARA
Menteri Sosial Idrus Marham (kedua kanan) berjalan bersama Anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba (kedua kiri), Ketua Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Juventus Prima (kanan) sebelum menyampaikan ...

and more »

Pelita Hati: 11.07.2018 – Menjadi Murid

Sesawi.Net - Sel, 10/07/2018 - 17:00
Bacaan Matius 10:1-7 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Mat.10.1.7) Sahabat pelita hati, SETIAP kali membaca kisah panggilan 12 murid atau rasul kita kita diingatkan bahwa panggilan (baik panggilan menjadi Kristen atau […]

Agar Bisa Bersaing, Indonesia Butuh Generasi yang Kaya Ide dan Konsep - Harian Jogja

Google News - Sel, 10/07/2018 - 16:37

Harian Jogja

Agar Bisa Bersaing, Indonesia Butuh Generasi yang Kaya Ide dan Konsep
Harian Jogja
Hal itu disampaikan Mensos saat memberikan kuliah umum pada Rapat Kerja Nasional IX dan studium generale Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Di hadapan para mahasiswa, Mensos yang juga pernah menjadi aktivis ...

Pria Bersenjata Ditembak Mati di Kediaman Uskup Agung di Filipina

UCANews - Sel, 10/07/2018 - 16:23

Seorang pria bersenjata ditembak mati di komplek kediaman uskup agung di Propinsi Cebu, Filipina, pada Selasa (10/7).

Otoritas setempat mengidentifikasi pria bersenjata itu sebagai Jeffrey Mendoza Canedo dari surat izin mengemudi seorang sopir yang ditemukan dalam barang kepunyaannya setelah penembakan.

Remegio Debuayan yang tengah menjaga kediaman uskup agung mengatakan Canedo mengendarai sebuah motor dengan mengenakan penutup muka dan helm ketika memasuki komplek kediaman uskup agung.

Menurut laporan, ia mencari Uskup Agung Cebu Mgr Jose Palma dan telah bertanya kepada beberapa orang apakah ia bisa berbicara dengan prelatus itu.

Aparat polisi yang dipanggil ke tempat kejadian perkara memerintahkan Canedo untuk membuka tangan tetapi ia malah menarik senjata api sehingga aparat polisi menembaknya.

Otoritas setempat mengatakan tidak satu orang pun di kediaman uskup agung terluka. Uskup Agung Palma tengah berada di Manila saat insiden terjadi.

Dalam sebuah pernyataan, Keuskupan Agung Cebu mengatakan bahwa “tidak ada ancaman sebelumnya” kepada Uskup Agung Palma dan sebuah laporan resmi dari polisi akan menjelaskan detil dari insiden itu seusai penyelidikan.

Penembakan itu terjadi setelah serangkaian serangan bersenjata kepada sejumlah imam di Filipina yang telah menewaskan tiga orang dan melukai satu orang.

Insiden tersebut terjadi sehari setelah pertemuan antara Presiden Rodrigo Duterte dan Uskup Agung Davao Mgr Romulo Valles, ketua Konferensi Waligereja Filipina, berlangsung.

 

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator