Berita dan Event

Destinasi Wisata Religi Ini Bukti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia - Sportourism ID

Google News - Rab, 10/01/2018 - 17:54

Sportourism ID

Destinasi Wisata Religi Ini Bukti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Sportourism ID
Agama yang dipeluk oleh penduduknya juga beragama, meski mayoritas memeluk agama Islam, namun kerukunan umat beragama di Indonesia sangat terjaga. Hal ini tercermin dengan destinasi wisata religi yang memiliki tempat peribadatan lintas budaya dan agama ...

Google News

Pelita Hati: 11.01.2018 – Berbelas Kasih

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 17:00
Bacaan Markus 1:40-45 Seorang  yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, […]

Percaya

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 16:36

Apa hubungan antara Tradisi dan Kitab Suci?

Pen@ Katolik - Rab, 10/01/2018 - 15:59

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

12. Apa Tradisi Apostolik itu?

Tradisi Apostolik adalah pewarisan pesan Kristus, yang diturunkan sejak awal Kekristenan melalui khotbah, kesaksian, institusi, ibadah, dan tulisan-tulisan yang diilhami. Para Rasul mewariskan apa yang sudah mereka terima dari Kristus dan belajar dari Roh Kudus kemudian terus berlanjut kepada pengganti-pengganti mereka, para Uskup, dan melalui mereka kepada semua generasi sampai akhir dunia.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 75-79, 83, 96-98

13. Bagaimana terjadinya Tradisi Apostolik?

Tradisi Apostolik terjadi dalam dua cara: melalui pewarisan langsung Sabda Allah (yang disebut sebagai Tradisi) dan melalui Kitab Suci yang merupakan pewartaan keselamatan yang sama dalam bentuk tulisan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 76

14. Apa hubungan antara Tradisi dan Kitab Suci?

Tradisi dan Kitab Suci berhubungan erat dan saling melengkapi. Masing-masing menghadirkan misteri Kristus dan berbuah di dalam Gereja. Kedua hal ini mengalir dari satu sumber ilahi yang sama, dan bersama-sama membentuk khazanah iman yang suci dan dari sinilah Gereja mendapatkan kepastian tentang wahyu.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 80-82, 97

15. Kepada siapa iman ini dipercayakan?

Para Rasul mempercayakan khazanah iman ini kepada seluruh Gereja. Berkat makna iman yang adikodrati inilah umat Allah secara keseluruhan, dengan bimbingan Roh Kudus dan dituntun oleh Kuasa Mengajar Gereja, tidak pernah berhenti untuk menerima, meresapkan lebih dalam, dan menghayati anugerah wahyu ilahi ini secara lebih penuh.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 84, 91, 94, 99

Wanita ‘Leher Panjang’ Mulai Berpaling dari Tradisi

UCANews - Rab, 10/01/2018 - 15:00

Bagi Ma Tha yang berusia 21 tahun, mengenakan setumpuk cincin perunggu di leher merupakan tanda kecantikan dan mempertahankan tradisi suku Kayan.

Dia kembali ke desa Pan Pet yang terpencil di Kota kecil Demoso di Negara Bagian Kayah Myanmar pada tahun 2016 dengan ayahnya setelah sembilan tahun bekerja di Thailand sementara ibu dan saudara perempuannya tinggal di Myanmar.

Ma Tha berharap dengan boomingnya pariwisata dan pendapatan yang lebih besar dari menjual barang-barang tradisional akan memberinya stabilitas ekonomi di tanah airnya.

“Ini adalah situasi yang sulit dan kami tidak memiliki cukup pendapatan untuk kebutuhan keluarga, jadi kami memutuskan untuk meninggalkan Thailand,” katanya kepada ucanews.com.

Ma Tha dan ayahnya sekarang mengelola sebuah toko kecil sederhana yang menjual boneka kayu buatan lokal, syal dan cincin leher perunggu.

“Penghasilan harian kami bergantung pada para wisatawan dan kami memiliki harapan besar untuk mendapatkan penghasilan yang baik di tanah air kami di masa depan,” kata Ma Tha saat ia membuat syal di toko di samping rumah tembok dua lantai.

Seorang wanita single Kayan yang bisa berbicara sedikit bahasa Inggris atau Thailand, Ma Tha tidak menikah dan dengan tersenyum mengatakan bahwa dia tidak punya pacar.

Pada masa lalu dilarang bagi pelancong dianggap sebagai daerah etnik di bawah pemerintahan junta, Myanmar sekarang menjadi objek wisata yang menarik. Sebagian besar Negara Bagian Kayah terlarang bagi orang asing dan dianggap sebagai daerah yang belum dijelajahi selama beberapa dekade di bawah pemerintahan militer yang keras.

Di desa terpencil Pan Pet, jalan baru diaspal dan jalur kabel listrik terpancang di samping rumah tembok yang bagus dan toko yang menjual souvenir hasil kerajinan tangan. Wisatawan berkeliaran mengambil foto potret wanita Kayan tua dan muda.

Selama bertahun-tahun, perempuan Kayan telah pindah ke Thailand untuk menghindari konflik dan kemiskinan dan mendapatkan uang dengan berpose untuk turis di desa-desa Thailand yang dibangun dengan tujuan pariwisata yang dikecam oleh aktivis hak asasi manusia sebagai “kebun binatang manusia”.

Sekitar tiga tahun yang lalu, mereka mulai kembali ke tanah air mereka karena situasi mulai lebih damai, memungkinkan wisatawan bisa mengakses kawasan tersebut dan perbaikan infrastruktur seperti jalan dan listrik.

Gadis Kayan diberi hingga 10 cincin leher untuk dipakai mulai dari usia lima tahun. Mereka kemudian menambahkan yang baru setiap tahun sampai dewasa. Praktik ini memberi mereka penampilan seperti jerapah karena secara menyakitkan memampatkan bahu dan selangkang daripada merentangkan leher mereka.

Banyak mitos dan legenda mengelilingi tradisi tersebut, mulai dari cerita tentang wanita yang memakai cincin untuk melindungi diri dari harimau atau demi meningkatkan kecantikan mereka.

Tradisi Kayan kuno yang telah berabad-abad lamanya dalam praktiknya menghadapi masa depan yang tidak menentu karena modernisasi mulai berkembang bagi generasi muda.

Mu Par, 20, mengatakan bahwa dia akan terus mengenakan cincin perunggu di lehernya tapi tidak mengizinkan anak perempuannya melakukannya. “Saya ingin mereka melanjutkan pendidikan mereka,” katanya.

Hilangnya tradisi secara bertahap jelas terlihat di Pan Pet, di mana lebih dari 1.000 penduduk tinggal.

Seiring modernisasi muncul dengan mudahnya akses ke ponsel dan internet, orang muda memilih untuk berpakaian santai dengan kaos, blus, celana panjang dan longyis.

Margarita, seorang wanita Katolik berusia 20 tahun, mengatakan bahwa dia tidak mengenakan cincin perunggu di lehernya dan lebih memilih gaya bebas dengan mengenakan blus dan longyi.

Dia berasal dari desa Kathanku, sebuah dusun Pan Pet dimana sekitar 80 orang tinggal di komunitas campuran umat Buddha dan umat Katolik. Sebuah gereja Katolik kecil terlihat di dekat rumah Margarita di bawah bukit hijau.

Maria, 80, berpose dalam foto di pondok kecilnya di Kathanku dan mengatakan bahwa dia menjadi seorang Katolik 20 tahun yang lalu dan sebelumnya ia beragama budda.

Generasi yang lebih tua seperti Maria tampak nyaman dan bangga akan kecantikan mereka dengan mengenakan cincin di tengah booming pariwisata di Myanmar timur, namun orang muda menghadapi dilema memilih antara tradisi kuno atau mengenakan cincin demi tujuan komersial.

Uskup Shao Dibebaskan setelah Ditahan Selama Tujuh Bulan

UCANews - Rab, 10/01/2018 - 14:48

Uskup Peter Shao Zhumin telah dibebaskan oleh pemerintah China setelah ditahan selama tujuh bulan.

Uskup bawah tanah dari Keuskupan Wenzhou di provinsi Zhejiang dibebaskan 3 Januari dan diperkirakan akan segera kembali ke Wenzhou, salah satu kota Kristen terbesar di China.

Sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada ucanews.com bahwa setelah Uskup Shao dibawa pergi pada Mei 2017, pejabat dari Biro Urusan Etnis dan Agama Kota Wenzhou berusaha memaksanya menandatangani sebuah kesepakatan.

Kesepakatan tersebut meminta uskup untuk mendukung Administrasi Negara untuk Urusan Agama dan pemilihan sendiri serta penahbisan uskup.

Setelah mendapat banyak tekanan, Uskup Shao menandatangani kesepakatan tersebut untuk membuktikan bahwa dia telah membacanya namun memberikan ucapan bahwa dia tidak setuju dengan persyaratan tersebut, kata sumber tersebut.

“Apa yang pemerintah lakukan adalah seperti Revolusi Kebudayaan, menangkap dan memaksa seseorang untuk menandatangani dokumen untuk mendukung pihak berwenang,” kata sumber tersebut.

Sekarang uskup tersebut tinggal di rumah seorang Katolik di kota Xining, provinsi Qinghai di China tengah, 2.500 kilometer dari Wenzhou, dan akan pergi ke Beijing untuk pemeriksaan pendengaran 22 Januari sebelum kembali ke Wenzhou.

Uskup Shao menderita penyakit telinga bawaan. Selama penahanannya pada September lalu, dia dibawa ke Beijing Tongren Hospital untuk menjalani operasi telinga.

Setelah dioperasi, ia pun diantar ke Xining untuk pemulihan namun masih dipantau.
Uskup Shao dibawa dari keuskupannya pada tanggal 18 Mei 2017. Ini adalah penahanan keempat setelah dia dikonfirmasi sebagai uskup.

“Namun, ini adalah pertama kalinya pejabat dari Biro Etnis dan Agama Kota Wenzhou terlibat untuk menangkapnya; sementara hanya pejabat keamanan nasional yang melakukannya di masa lalu, “kata sumber tersebut.

Alasan untuk menyingkirkan uskup masih menjadi misteri, namun diyakini bahwa direktur baru Administrasi Urusan Agama Provinsi Wenzhou ingin menyelesaikan masalah mengenai Uskup Shao.

Uskup Shao berasal dari gereja bawah tanah Wenzhou dan menolak untuk bergabung dengan Administrasi Negara untuk Urusan Agama. Pada bulan September 2016, dia dikonfirmasi dalam misinya oleh Vatikan setelah kematian pendahulunya, Uskup Vincent Zhu Weifang.

Sumber tersebut juga percaya bahwa pihak berwenang melepaskannya sebagai akibat tekanan dari luar negeri dan doa dan puasa yang diselenggarakan oleh Keuskupan Wenzhou selama Natal.

“Berita tentang Keuskupan Wenzhou meluncurkan doa bulanan dan puasa untuk uskup itu mulai dari 18 Desember yang tersebar di luar negeri dengan cepat, menyebabkan pihak berwenang melakukan tindakan,” kata sumber tersebut kepada ucanews.com.

Vatikan mengeluarkan sebuah pernyataan pada tanggal 26 Juni 2017, menyatakan bahwa sangat sedih dengan situasi hilangnya Uskup Shao. Pemerintah Jerman juga secara terbuka mengungkapkan harapan agar uskup tersebut dapat dibebaskan.

Cara Soeharto Menciptakan PDI (Partai Demokrasi Indonesia) - tirto.id (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Rab, 10/01/2018 - 14:47

Cara Soeharto Menciptakan PDI (Partai Demokrasi Indonesia)
tirto.id (Siaran Pers) (Blog)
10 Januari 1973, PNI, IPKI, Parkindo, Murba, dan Partai Katolik berfusi mejadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI). 10 Januari 1973, PNI, IPKI, Parkindo, Murba, dan Partai Katolik berfusi mejadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI). tirto.id - Sejumlah ...

Lentera Keluarga – Sikap Lepas Bebas

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 12:50
Rabu, 10 Januari 2018. Bacaan: : 1Sam 3:1-10.19-20; Mzm 40:2.5.7-8a.8b-9.10: Mrk 1:29-39 Renungan DI Kapernaum, Tuhan Yesus “menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan.”  Tuhan Yesus menjadi tenar dan dicari banyak orang di Kapernaum. Mereka mencari Yesus, sebagaimana diungkapkan oleh Simon “Semua orang mencari Engkau.”. Jika Tuhan Yesus mencari sukses dan […]

AS Sebut Pakistan Lakukan Pelanggaran Berat Kebebasan Beragama

UCANews - Rab, 10/01/2018 - 11:00

Beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk memangkas dana bantuan Amerika ke Pakistan, Departemen Luar Negeri menempatkan negara Islam Selatan tersebut dalam daftar Pengawasan Khusus karena dianggap melakukan  “pelanggaran berat terkait kebebasan beragama” menurut  Undang-Undang Kebebasan Beragama Internasional tahun 1998.

Langkah tersebut dilakukan tiga hari setelah Trump, dalam tweet pertamanya tahun ini, menuduh Pakistan memberikan tempat yang aman bagi para teroris meski menerima bantuan miliaran dolar selama bertahun-tahun.

“Amerika Serikat dengan bodohnya memberikan Pakistan lebih dari 33 miliar dolar dana bantuan selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberi kita apa-apa selain kebohongan dan kebohongan, memikirkan pemimpin kita sebagai orang bodoh. Mereka memberi tempat yang aman bagi para teroris yang kita cari di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak ada lagi! “Trump menulis.

Islamabad menolak langkah AS dan mengatakan bahwa hal itu tidak didasarkan pada kriteria objektif.

“Pakistan berkomitmen kuat untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia termasuk hak kebebasan beragama yang diatur menurut  konstitusi. Tindakan legislatif, institusional dan administratif yang luas mulai dilakukan oleh pemerintah Pakistan untuk memastikan pelaksanaan jaminan penuh yang diberikan oleh konstitusi, “kata Kementerian Luar Negeri pada 6 Januari.

Pemerintahan Trump menghentikan bantuan keamanan senilai $ 900 juta US ke Pakistan.

Pakistan menuduh AS memakai standar ganda. “Mengherankan bahwa negara-negara yang memiliki catatan terkenal tentang penganiayaan sistematis terhadap kelompok minoritas agama belum masuk dalam daftar. Ini mencerminkan standar ganda dan motif politik di balik daftar dan karenanya tidak memiliki kredibilitas, “kementerian tersebut menambahkan tanpa memberi nama negara manapun.

Pakistan mengatakan bahwa kampanye kontra-terorisme  berfungsi sebagai benteng melawan perluasan sejumlah organisasi teroris di Afghanistan – sebuah fakta yang diakui oleh otoritas AS pada tingkat tertinggi.

Kerja sama anti terorisme Pakistan yang berhasil melawan Al-Qaeda menyebabkan Pakistan menderita serangan balik yang brutal, termasuk pembunuhan ratusan anak sekolahnya oleh teroris yang berbasis di Afghanistan, demikian  sebuah pernyataan oleh Komite Keamanan Nasional Pakistan yang berkuasa yang dirilis pada 2 Januari.

Pada 4 Januari, pemerintah Trump mengumumkan penangguhan semua bantuan keamanan ke Pakistan sampai negara ini membuktikan komitmennya untuk memerangi semua kelompok teroris yang beroperasi di wilayah tersebut.

Selain Pakistan, Menteri Luar Negeri AS juga mendesain ulang Myanmar, China, Eritrea, Iran, Korea Utara, Sudan, Arab Saudi, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan sebagai “negara-negara yang harus mendapatkan perhatian khusus” ujarnya pada 22 Desember.

AS setiap tahun menandai pemerintah yang terlibat dalam atau mentolerir pelanggaran kebebasan beragama yang terus menerus  dan mengerikan sebagai negara yang harus mendapat  perhatian khusus.

“Perlindungan kebebasan beragama sangat penting bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran. Penyebutan ini ditujukan untuk meningkatkan rasa hormat terhadap kebebasan beragama di negara-negara ini, “kata AS dalam sebuah pernyataan.

Juga diakui bahwa beberapa negara yang ditandai itu sedang berupaya meningkatkan rasa hormat mereka terhadap kebebasan beragama.

“Kami menyambut baik prakarsa ini dan berharap dapat melanjutkan dialog. Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan pemimpin agama untuk memajukan kebebasan beragama di seluruh dunia, “tambahnya.

Sementara itu, perwakilan minoritas mengatakan bahwa ada banyak pembenaran bagi AS untuk menempatkan Pakistan dalam daftar pengawasan.

Pastor Abid Habib dari Komisi Keadilan dan Perdamaian dari Asosiasi Para Pemimpin Tarekat Religius Pakistan juga menyampaikan keprihatinannya pada situasi kebebasan beragama di negara tersebut.

“Kenangan akan pembantaian baru-baru ini di Quetta masih menghantui kita. Faktanya ada di depan mata semua orang, “katanya, merujuk pada pemboman bunuh diri pada 17 Desember di Bethel Memorial Methodist Church di provinsi Balochistan. Sembilan jemaat tewas dan lebih dari 50 lainnya cedera dalam sebuah serangan yang memicu tindakan pengetatan untuk gereja pada Natal dan Tahun Baru.

“Teroris mungkin kecil jumlahnya tapi dari mana mereka mendapat inspirasi? Saya bahkan takut membicarakannya di telepon, “kata Pastor Habib kepada ucanews.com.

“Setiap upaya untuk memperbaiki undang-undang penistaan agama yang kontroversial menyebabkan malapetaka di negara ini. Pemimpin negara benar-benar membenci Ahmadi dan tetap bungkam setiap kali tempat ibadah mereka diserang. Bungkamnya negara-negara Muslim atas kekejaman yang dilakukan atas nama Islam sangat mengerikan. ”

Imam kapusin itu menyambut baik penangguhan bantuan keamanan AS ke Pakistan. “Negara bagian mendapatkan bantuan, seperti Gereja, tergantung pada bantuan luar negeri. Sudah saatnya kita berdiri di atas kaki kita sendiri, “katanya.

Anjum James Paul, ketua Asosiasi Guru Minoritas Pakistan, mengatakan bahwa sistem pendidikan di Pakistan tidak memiliki kebebasan beragama.

“Siswa Muslim bisa belajar Islam tapi siswa minoritas terpaksa belajar etika sebagai subjek alternatif. Mereka sengaja dijauhkan dari mempelajari agama mereka. Mereka sering menjadi target dan dengan demikian merasa tidak aman bahkan di dalam institusi, “kata aktivis Katolik tersebut, mengutip Sharoon Masih, seorang siswa Kristen yang dibunuh Agustus lalu oleh seorang teman sekelas di sebuah sekolah pemerintah.

“Mereka yang menargetkan pejabat yang mendukung agama minoritas kemudian menjadi pahlawan. Hukuman untuk kejahatan agama terhadap minoritas ringan. Konstitusi juga ambigu saat membicarakan hak-hak agama minoritas, “kata Paul.

Saleem ud Din, juru bicara Ahmadiyah Pakistan, mengakui bahwa keadaan terus memburuk dari pada komunitas minoritas mereka di tahun 2017.

“Saya akan mengumumkan untuk pertama kalinya bahwa kami akan memboikot pemilihan umum yang akan datang,” katanya.

“Kami telah dipinggirkan lagi melalui Undang-Undang Pemilu yang baru diadopsi yang menyetujui daftar pemilih terpisah untuk Ahmadiyah. Kami diperlakukan sebagai kasta rendah di negara kita sendiri.

“Kami sama sekali tidak memiliki kaitan dengan amandemen yang sekarang ditarik mengenai pernyataan pemilihan, namun kami merupakan sasaran utama pidato kebencian yang dibuat oleh kelompok radikal selama kunjungan mereka di Islamabad baru-baru ini.

“List pengawasan AS tidak ada bedanya saat kita menghadapi penganiayaan negara yang sistematis sejak tahun 1970an.”
Saleem ud Din mengatakan 300 orang Ahmadi terbunuh karena kekerasan berbasis agama di Pakistan selama tiga dekade terakhir.

Ordo Karmel Pastikan Anggotanya yang Hilang Masih Hidup

UCANews - Rab, 10/01/2018 - 09:59

Romo Yohanes Martinianus Rada O.Carm, imam yang selama tiga pekan terakhir dikabarkan hilang telah ditemukan, demikian pernyataan resmi dari pimpinan Ordo Karmel.

Imam berusia 32 tahun itu, kini berada di Denpasar, Bali setelah ditemukan di Surabaya, Jawa Timur.

Romo Yohanes Bosco Djawa O.Carm, Komisariat Ordo Karmel Indonesia Timur dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa (9/1) menyebutkan, keberadaan Romo Rada diketahui sejak Sabtu pekan lalu.

Awalnya, kata dia, saudari sulung imam itu atas nama Elisabeth Arina Rupa Rada mendapat informasi dari seseorang di Bali bahwa pada 30 Desember Romo Mar menyeberang dari Gilimanuk-Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

“lnformasi ini diterima keluarga dari seseorang yang melihat wajah mirip Rm Rada yang diposting via Facebook,” katanya.

Proses pencarian pun dilakukan, termasuk dengan menghubungi polisi dan otoritas pelabuan di Bali.

Beberapa waktu kemudian, jelasnya, Romo Rada mengirim email kepada saudarinya dan memberitahukan lokasi keberadaannya di Surabaya.

Imam itu kemudian berhasil ditemukan pada Minggu, 7 Januari, lalu diterbangkan ke Bali.

“Rm. Rada sekarang ini sedang didampingi oleh keluarga dan beberapa konfrater Karmel di Bali,” tulis Romo Djawa.

Ia menambahkan, keluarga Romo Rada sudah menjumpai pihak Ordo Karmel di Maumere dan bersama-sama menemui polisi mencabut laporan sebelumnya tentang orang hilang.

“Dewan Pimpinan Ordo Karmel Indonesia Timur mengucapkan limpah terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pencarian saudara kami,” katanya.

Ia menambahkan, mereka juga memohon maaf alas semua kekurangan dan kekhilafan selama proses pencarian Romo Rada.

Kasus menghilangnya imam itu menghebohkan banyak pihak dan ramai dibicarakan di media sosial.

Polisi, TNI dan Basarnas pun dilibatkan untuk mencarinya sejak 20 Desember 2019, sehari setelah ia dinyatakan hilang.

Ia dilaporkan pergi dari biaranya pada 19 Desember, dengan alasan hendak mandi di laut. Namun, ia tidak kembali lagi dan putus kontak sama sekali.

Dalam penjelasan Ordo Karmel, tidak diungkap mengapa Romo Rada bisa sampai di Surabaya serta apa tujuannya.

Biologi Politik

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 09:30
TAHUN 2019 adalah tahun politik, karena akan diselenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia, yang diawali dengan Pilkada serentak 2018. Sebagai warga negara yang baik, para dokter di Indonesia tidak boleh tinggal diam dalam peta perpolitikan daerah ataupun nasional. Bagaimana peran dokter dalam menganalisis sikap politik sesama warga bangsa? Kebhinnekaan Indonesia Semua warga bangsa Indonesia dihadapkan […]

Rektor Seminari Marianum Menjadi Romo karena Makanan Geblek - Koran Jakarta

Berita Seminari Tinggi - Rab, 10/01/2018 - 09:17

Koran Jakarta

Rektor Seminari Marianum Menjadi Romo karena Makanan Geblek
Koran Jakarta
Lihat geblek, lihat Romo Koko,” kata Pastor Adam Suncoko Pr yang biasa dipanggil Romo Koko yang sekarang menjadi Rektor Seminari Menengah Marianum Probolinggo, Keuskupan Malang, Jatim kepada Koran Jakarta, baru-baru ini. Romo Koko berasal dari tlatah ...

Stigma Sosial Obesitas

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 09:09
OBESITAS telah mencapai proporsi epidemik secara global, bahkan setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahun, terkait kelebihan berat badan atau obesitas. Di Eropa diperkirakan 23% wanita dan 20% pria mengalami obesitas. Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko utama untuk sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker. Namun demikian, Hari Obesitas Sedunia (World Obesity […]

Membaca

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 08:36

Jadikan Kehadiran Kita Bermakna

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 05:28
KESIBUKAN Yesus luar biasa; selain mengajar di rumah ibadat, Ia menyembuhkan ibu mertua Petrus yang menderita demam, memulihkan orang-orang yang sakit dan kerasukan setan. Di tengah padatNya pelayanan, Yesus selalu menyediakan waktu untuk berdoa. Dan meski namaNya sudah dikenal orang, Ia tidak mau tinggal menetap di suatu tempat melainkan berkeliling ke seluruh Galilea untuk mewartakan […]

Kata Mutiara – Rabu 10 Januari 2018

Sesawi.Net - Rab, 10/01/2018 - 05:25
ZONA nyaman adalah musuh besar dari keberanian dan kepercayaan diri. Brian Tracy Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Tentang Penggunaan Mantilla oleh Perempuan Katolik, Simak Penjelasannnya di Sini! - Amorpost Berita Katolik (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Rab, 10/01/2018 - 04:53

Tentang Penggunaan Mantilla oleh Perempuan Katolik, Simak Penjelasannnya di Sini!
Amorpost Berita Katolik (Siaran Pers) (Blog)
Tentang Penggunaan Mantilla oleh Perempuan Katolik, Simak Penjelasannnya di Sini! Amorpost.com – Fenomena penggunaan Mantilla di kalangan umat Katolik Indonesia kian marak. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Semarang, Pontianak, dan Medan, praktik ...

Brevir Pagi: Selasa, 10 Januari 2018 Pekan Biasa I – O PEKAN I – HARI BIASA

Mirifica.net - Rab, 10/01/2018 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s’mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Mazmur 35

Dosa berbisik di lubuk hati pendosa,*
“Tak perlu takut akan Allah”.

Dosa mengelabui matanya,*
guna menutup kesalahannya.

Si pendosa menuturkan kejahatan dan tipu daya,*
tak pernah ia berlaku bijaksana dan berbuat baik.

Di atas ranjang ia merencanakan kejahatan,+
ia menempuh jalan yang tidak baik,*
dan tidak menolak yang jahat.

Ya Tuhan, kasihMu seluas langit,*
dan setiaMu menjangkau awan.

Bagaikan gunung tinggi keadilanMu,+
hukumMu bagaikan samudera raya,*
manusia dan hewan Kaulindungi.

Amat berhargalah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
umat manusia bernaung di bawah sayapMu.

Mereka Kaupuaskan dengan kelimpahan rumahMu,*
dan Kauberi minum dari saluran kebahagiaan.

PadaMulah sumber kehidupan,*
dalam terangMu kami melihat cahaya.

Semoga tetaplah kasihMu bagi orang yang mencintai Engkau,*
dan setiaMu bagi mereka yang tulus hati.

Janganlah sicongkak menginjak hambaMu,*
janganlah tangan pendosa menghancurkan daku.

Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*
mereka dicampakkan dan tak dapat bangun lagi.

Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ydt 16,2-3,15-19

Angkatlah nyanyian untuk Allahku dengan iringan rebana,*
bernyanyilah bagi Tuhan dengan bunyi genderang.

Lagukanlah bagiNya kidung baru,*
luhurkan dan sebutkanlah namaNya.

Sebab Allah telah menghancurkan perang,*
Tuhanlah namaNya.

Aku akan bermadah bagi Tuhan,*
madah baru bagi Allahku.

Tuhan, Engkau agung dan mulia,*
kuasaMu mengagumkan tiada bandingnya.

Segala ciptaanMu mengabdi padaMu,*
Engkau berfirman, maka segalanya terjadi.

Engkau mengutus RohMu untuk menciptakan semua,*
tak ada yang dapat melawan titahMu.

Sekalipun gunung rebah beserta dasarnya,+
sekalipun wadas luluh bagaikan lilin dihadapan wajahMu,*
namun Engkau tetap mengasihi orang yang takwa.

Tiada kurban layak bagiMu, meski harum sekalipun,*
bahkan yang paling baikpun tidak bernilai di hadapanMu.

Tetapi orang yang takwa,*
dia itulah besar selama-lamanya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan itu Allah yang agung dan dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkanNya.

Bagi kita dipilihNya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasihNya.

Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhtaNya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)

Apa yang tidak kausukai sendiri, jangan kauperbuat kepada orang lain. Bagilah rezekimu dengan orang miskin dan papa dan berikanlah pakaianmu kepada yang tidak punya. Mintalah selalu nasihat kepada orang yang bijaksana. Pujilah Allah setiap waktu dan berdoalah kepadaNya, supaya Ia membimbing jalanmu dan merestui segala rencanamu.

Lagu Singkat

P: Arahkanlah hatiku, ya Allah,* kepada ketetapanMu. U: Arahkanlah. P: Hidupkanlah hambaMu dan bimbinglah aku. U: Kepada ketetapanMu. U: Kemuliaan. U: Arahkanlah.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Doa Permohonan

Kristus menyebut saudara setiap orang yang disucikanNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan memuji Dia dengan berkata:
U: Kuduskanlah saudara-saudaraMu, ya Tuhan.
P: Semoga permulaan hari ini kami baktikan kepadaMu untuk menghormati kebangkitanMu,* dan segenap hari ini kami kuduskan dengan pekerjaan yang menyenangkan hatiMu.
P: Sebagai tanda cintakasihMu Engkau menggembirakan kami dengan hari yang baru,* maka perbaharuilah kami setiap hari demi kemuliaanMu.
P: Ajarlah kami melihat Engkau dalam segala hal,* dan menjumpai Engkau terutama dalam saudara yang malang dan miskin.
P: Semoga kami hari ini hidup berdamai dengan semua orang,* dan tidak membalas yang jahat dengan yang jahat.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, Penyelamat kami, kami telah Kaulahirkan menjadi putera-putera cahaya. Tolonglah kami mencintai cahaya dan mengerjakan yang benar. Semoga dengan demikian kami dapat memberi kesaksian tentang Engkau di hadapan semua orang. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati Kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Di Acara Natal Hipmi, Sandiaga Cerita Saat Sekolah di SMA Katolik - Detikcom (Siaran Pers)

Google News - Rab, 10/01/2018 - 02:53

Di Acara Natal Hipmi, Sandiaga Cerita Saat Sekolah di SMA Katolik
Detikcom (Siaran Pers)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bercerita tentang masa sekolahnya dulu. Ia menyebut pernah dididik di lembaga pendidikan berbasis agama Kristen dan Katolik. "Saya sebenarnya dididik di sekolah Kristen, 7 tahun. TK sampai SD saya di ...

and more »

Gereja Maria Ratu Pencinta Damai Pancasila akan selalu dikenang umat di Kalbar

Pen@ Katolik - Rab, 10/01/2018 - 02:25

Gereja Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pancasila, yang diresmikan dan ditahbiskan 1 Januari 2018, merupakan salah satu dari tiga gereja yang akan selalu dikenang oleh umat di Kalimantan Barat. Dua gereja lainnya adalah Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak dan Gereja Katedral Kristus Raja Sintang.

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mengatakan hal itu seraya berterima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, karena di masa jabatannya telah memberikan dukungan bagi umat Katolik di Kalimantan Barat dalam membangun dua katedral dan gereja MRPD itu.

“Bapak Gubernur kita ini luar biasa. Mengapa saya katakan luar biasa, karena beliau sungguh memperhatikan seluruh masyarakat Kalimantan Barat tanpa memandang agama dan suku. Hal ini terbukti juga dengan berdiri kokohnya bangunan Mesjid Mujahidin yang megah berkat bantuan dan dukungan beliau semasa jabatannya,” kata Mgr Agus.

Gereja MRPD Pancasila yang diresmikan oleh Gubernur Cornelis dan diberkati oleh Mgr Agus itu merupakan renovasi dari gedung serbaguna yang sudah cukup tua. Menurut Karolin, Ketua Umum Pembangunan Gereja MRPD yang juga Bupati Landak, panitia pembangunan gereja ini mulai aktif tahun 2014 dan panitia memberanikan diri menghadap Gubernur Cornelis yang juga umat paroki itu.

Gereja MRPD dengan luas lantai 1594,5 meter persegi, yang dibangun di atas lahan seluas 4680 meter persegi itu, bisa menampung umat sekitar 1500 orang. Biaya pembangunan sekitar 37 milyar yang terdiri dari sumbangan Gubernur Cornelis sebesar 30 milyar dan sisanya swadaya umat, sumbangan donatur, sumbangan beberapa BUMN, BUMD, dan sumbangan dari Katedral Pontianak.

Menurut Gubernur Cornelis, membangun gereja tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus secara bersama dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. “Kita membangun tidak bisa sendiri. Sebagai gubernur, saya juga harus bekerja sama dengan pemerintah pusat, harus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten kota, masyarakat, sampai ke daerah-daerah sehingga pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” kata Gubernur Cornelis.

Selain itu gubernur mengajak panitia menyelesaikan segala persoalan administrasi, “karena itu merupakan bentuk transparansi pembangunan gereja.” Laporan pertanggungjawaban, jelasnya, bila perlu dilakukan audit, “sehingga jelas, tidak ada duga-duga.”

Menurut Kepala Paroki MRPD Pancasila Pastor John Rustam Pr, gereja itu dipersembahkan kepada Bunda Maria yaitu Bunda Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD). Oleh karena itu, lanjut imam itu, “panitia sengaja memilih tanggal 1 Januari 2018 sebagai tanggal peresmian, karena bertepatan dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, pelindung gereja ini.”

Umat Paroki MRPD, lanjut Pastor Rustram, percaya bahwa terlaksananya peresmian dan pemberkatan gereja itu pada pesta Tahun Baru itu tidak terlepas dari doa dan penyertaan Bunda Maria, “sebab begitu banyak pengalaman iman yang umat dan saya sendiri alami selama proses pembangunan gereja ini.”

Pastor Rustam sangat khawatir ketika dipercayakan sebagai pastor paroki di saat gereja itu sedang dalam proses pembangunan. “Saya sangat khawatir, darimana dana untuk membangun gereja yang cukup megah ini?! Namun, semua kekhawatiran dan ketakutan itu sama sekali tidak terjadi. Ini sungguh Bunda Maria yang memberi pertolongan,” imam itu yakin. (mssfic)

Peresmian Gereja MRPD oleh Mgr Agustinus Agus Pr dan Gubernur Cornelis Gubernur Kalbar Cornelis memancung tebu muda sebagai simbol penymbutan kedatangan pejabat penting dalam upacara adat Dayak

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator