Berita dan Event

Abu Janda Laporkan Rocky Gerung atas Dugaan Ujaran Kebencian - KOMPAS.com

Google News - Jum, 13/04/2018 - 06:30

KOMPAS.com

Abu Janda Laporkan Rocky Gerung atas Dugaan Ujaran Kebencian
KOMPAS.com
Menurut penjelasan KBBI, kitab suci adalah wahyu Tuhan yang dibukukan (seperti Al Quran, Injil, Taurat, Zabur). Baca juga : Ade Armando Dilaporkan ke Polisi Terkait Pendapatnya soal Azan. Menurut Permadi, tindakan yang dilakukan Rocky telah mencederai ...

and more »

Berbagi dengan Tulus

Sesawi.Net - Jum, 13/04/2018 - 05:16
MELALUI peristiwa penggandaan roti dan ikan, Yesus mengundang kita untuk memiliki sikap peduli dan murah hati terhadap orang di sekitar kita. Tidak cukup hanya berhenti pada rasa iba saja, namun hendaknya diikuti dengan tindakan nyata untuk meringankan beban dan penderitaan mereka. Kita cenderung berpikir bahwa yang kita miliki jumlahnya terbatas sehingga kurang layak untuk dibagikan. […]

Kata Mutiara – Jumat 13 April 2018

Sesawi.Net - Jum, 13/04/2018 - 05:13
TINGKAT mengasihi dinilai dari tingkat pemberian Edwin Louis Cole Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Santo-Santa 13 April

Mirifica.net - Jum, 13/04/2018 - 00:00
MARTINUS terpilih menjadi Paus pada tahun 649. Ia memimpin Gereja selama 7 tahun. Pada awal pontifikatnya, situasi Gereja umumnya aman. Perhatiannya pada kepentingan Gereja dan umat sangat besar. Ia berusaha memimpin Gereja dengan sikap seorang gembala. Tiga pokok perhatiannya yang utama ialah doa, membantu para miskin dan mengajar. Perhatiannya terhadap nasib kaum miskin sangat besar …

“Love” menyelamatkan gadis-gadis muda dari prostitusi di Freetown

Pen@ Katolik - Kam, 12/04/2018 - 23:14

Berkat cinta dan dedikasi para Imam Misionaris Salesian di Sierra Leone, gadis-gadis muda diselamatkan dari jalan-jalan di Freetown, diberikan perlindungan, pelatihan, dan bantuan medis serta psikologis, dan kemudian dibantu untuk kembali ke masyarakat.

“Love” adalah nama sebuah video, yang dipresentasikan di Roma hari ini, seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Vatican News, 12 April 2018. Video itu mendokumentasikan karya para Misionaris Salesian di Sierra Leone dan proyek mereka untuk menyelamatkan dan membantu para gadis yang dieksploitasi untuk pelacuran atau prostitusi di ibukota Freetown.

Program ini dirancang khusus untuk membantu gadis-gadis muda yang menemukan diri mereka di jalanan dan yang dipaksa atau terpikat ke dalam prostitusi tempat mereka digunakan, dilecehkan dan dicampakkan oleh orang dewasa, di daerah miskin di Congo Water dan Grafton di Sierra Leone, ibukota Freetown.

Sejak pembukaan “Fambul Girl Shelter” Don Bosco, lebih dari 120 anak perempuan telah meninggalkan jalanan dan banyak dari mereka telah bersatu kembali dengan keluarga mereka, kembali ke sekolah atau pelatihan kerja.

Seperti dijelaskan oleh direktur pusat itu, Pastor Jorge Crisafulli, dia memberikan kepada wanita-wanita muda itu bantuan medis dan psikologis yang berorientasi pada reintegrasi sosial, serta akomodasi, makanan, pakaian, pendidikan non-formal, pelatihan kerja, dan terutama … .love!

Pastor Crisafulli mengatakan dia sedang bekerja di jalan-jalan di Freetown seraya berupaya menjangkau anak-anak jalanan yang miskin, ketika dia menyadari ada kebutuhan nyata untuk program khusus bagi gadis-gadis muda karena begitu banyak dari mereka mendapati diri mereka terlibat dalam jaringan prostitusi.

Jadi, jelas imam itu, di tahun 2016 “Shelter Girl” itu didirikan.

“Ketika bekontak dengan mereka kami segera tahu bahwa mereka adalah anak-anak,” kata imam itu.

Pastor Crisafulli menggambarkan mereka sebagai gadis-gadis yang “merasa seperti anak-anak, berpikir seperti anak-anak, berperilaku seperti anak-anak, maka jalan-jalan dan prostitusi jelas bukan untuk mereka.”

Itulah sebabnya, lanjut imam itu, kami membuat tempat perlindungan khusus bagi mereka, rumah yang menyambut mereka dan tempat mereka dapat menemukan bantuan medis dan kemungkinan untuk kembali ke sekolah atau melakukan pelatihan kejuruan dan melanjutkan kehidupan normal.

Secara khusus, kata Pastor Crisafulli, penting bagi mereka untuk mendengar bahwa mereka tidak bersalah atau jelek, dan bahwa ada kemungkinan besar untuk kebaikan dalam hati mereka.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Keuskupan Imbau Para Pastor, Bruder, Frater, dan Suster, Jaga Netralitas - Tribun Pontianak

Google News - Kam, 12/04/2018 - 22:23

Tribun Pontianak

Keuskupan Imbau Para Pastor, Bruder, Frater, dan Suster, Jaga Netralitas
Tribun Pontianak
ID, TRIBUN - Perwakilan Keuskupan Agung Pontianak, RD John Rustam menegaskan Rapat Koordinasi (rakor) Pembinaan Agama Katolik Se-Kalimantan Barat menjadi masukan bagi gereja Katolik guna mengupayakan kehidupan damai dalam keberagaman. "Karena kita tahu ...

and more »

Mengapa Gereja disebut Katolik?

Pen@ Katolik - Kam, 12/04/2018 - 20:17

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

166. Mengapa Gereja disebut Katolik?

Gereja itu Katolik, artinya universal, sejauh Kristus hadir di dalamnya. ”Di mana terdapat Kristus, di sana jugalah Gereja Katolik” (Santo Ignatius dari Antiokhia). Gereja mewartakan kepenuhan dan totalitas iman, membawa dan mengatur kepenuhan sarana keselamatan, dan diutus kepada segala bangsa dari segala zaman apa pun kebudayaannya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 830-831, 868

167. Apakah Gereja partikular itu Katolik?

Setiap Gereja partikular (yaitu keuskupan atau eparchy) adalah Katolik. Gereja itu terbentuk oleh komunitas orang-orang Kristen yang ada dalam kesatuan iman dan Sakramen dengan Uskup mereka, yang ditahbiskan dalam tradisi Apostolik, dan dalam kesatuan dengan Gereja Roma yang ”memimpin dalam cinta kasih” (Santo Ignatius dari Antiokhia).

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 832-835

Sambut Baik Rakor, Ini Pesan RD John Rustam untuk Pemuka Agama Katolik dan Umat - Tribun Pontianak

Google News - Kam, 12/04/2018 - 19:50

Tribun Pontianak

Sambut Baik Rakor, Ini Pesan RD John Rustam untuk Pemuka Agama Katolik dan Umat
Tribun Pontianak
ID, PONTIANAK – Perwakilan Keuskupan Agung Pontianak, RD John Rustam menegaskan Rapat Koordinasi (rakor) Pembinaan Agama Katlik Se-Kalimantan barat menjadi masukan bagi gereja Katolik guna mengupayakan kehidupan damai dalam keberagaman. “Karena kita ...

and more »

Pelecehan seks Chili: Paus Fransiskus memohon maaf atas “kesalahan-kesalahan serius”

Pen@ Katolik - Kam, 12/04/2018 - 19:46

Dalam sebuah surat luar biasa yang ditujukan kepada para uskup Chili, Paus Fransiskus mengakui telah membuat “kesalahan serius dalam penilaian dan pemahaman situasi” tentang pelecehan seksual yang dilakukan klerus.

Bapa Suci mengatakan bahwa tergerak untuk menulis surat itu setelah dengan hati-hati membaca laporan yang dikirimkan kepadanya oleh dua utusan khusus yang dikirim ke Chili untuk tujuan mendengarkan kisah-kisah para korban.

Uskup Agung Malta Mgr Charles Scicluna dan Pastor Jordi Bertomeu Farnós dikirim untuk menerima kesaksian dari orang-orang yang diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan klerus setelah Paus dikritik oleh publik atas caranya menangani kasus Uskup Juan Barros yang diduga menutupi, dan bahkan ikut serta dalam pelecehan pria dan anak laki-laki oleh imam lain, demikian laporan Christopher Wells dari Vatican News.

Dalam suratnya kepada para uskup Chili, Paus meminta bantuan mereka untuk menyembuhkan luka-luka terbuka yang disebabkan oleh “kesalahan dan dosa” dalam menangani kasus-kasus pelecehan seks.

Ditegaskan dalam surat itu, “kesaksian yang terkumpul berbicara dengan keras, tanpa tambahan atau pemanis, tentang banyak kehidupan yang tersalib, dan saya mengaku kepada kalian bahwa hal itu menyebabkan saya sedih dan malu,” tulis Paus.

Paus juga mengakui tanggung jawabnya sendiri, dengan mengatakan “Saya telah melakukan kesalahan serius dalam penilaian dan pemahaman situasi, terutama karena kurangnya informasi yang jujur ​​dan seimbang.” Paus meminta maaf “kepada semua yang telah saya singgung,” dan mengatakan dia akan bertemu dengan perwakilan dari orang-orang yang diwawancarai, guna meminta maaf secara pribadi.

Mengingat situasi yang suram yang sedang berlangsung, Paus Fransiskus “dengan rendah hati” meminta “kerja sama dan bantuan” para uskup “untuk dengan cerdas memikirkan langkah-langkah pendek, menengah, dan panjang yang akan diadopsi guna membangun kembali persekutuan gerejawi di Chili, dengan tujuan untuk sedapat mungkin memperbaiki skandal itu, dan membangun kembali keadilan.”

Untuk itu, Paus mengatakan dia bermaksud untuk memanggil semua uskup Chili untuk datang ke Roma untuk berdiskusi, dan menyerahkan penetapan waktu kunjungan itu kepada Konferensi Waligereja.

Sepanjang surat itu, Paus Fransiskus menekankan perlunya doa. Dan, kata Paus, dia ingin berbagi dengan para uskup tentang “keyakinan bahwa kesulitan-kesulitan saat ini juga merupakan kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan dalam Gereja, kepercayaan yang dirusak oleh kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kita; dan untuk menyembuhkan luka yang tidak berhenti berdarah di seluruh masyarakat Chili.” (paul c pati berdasarkan Vatican News)

Pilkada Serentak 2018, Pj Gubernur Minta Hal Ini ke Umat Katolik Kalbar - Tribun Pontianak

Google News - Kam, 12/04/2018 - 19:09

Tribun Pontianak

Pilkada Serentak 2018, Pj Gubernur Minta Hal Ini ke Umat Katolik Kalbar
Tribun Pontianak
ID, PONTIANAK – Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji meminta seluruh umat Katolik Kalbar untuk turut serta mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018. Seperti diketahui pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang akan ...

and more »

Renungan Harian, Jumat: 13 April 2018, Yoh. 6: 1-15

Mirifica.net - Kam, 12/04/2018 - 19:00
ARI peristiwa penggandaan roti, Yesus ingin mengajarkan kepada para murid-Nya perihal sikap kepekaan dan kepedulian terhadap sesama. Hanya dengan cara itu mereka bisa bersolider dengan yang lain. Yesus adalah roti kehidupan, Ia tak membiarkan orang yang datang kepada-Nya pergi dengan kelaparan. Bersama para murid, Ia menyediakan makanan bagi mereka. Solidaritas dengan sesame yang menderita bukanlah …

Ketua Konferensi Waligereja Filipina Jadi Korban “Berita Bohong”

UCANews - Kam, 12/04/2018 - 18:44

Ketua Konferensi Waligereja Filipina (KWF) telah menjadi korban “berita bohong,” kata Pastor Marvin Mejia, sekretaris jenderal KWF.

Sebuah postingan online yang beredar luas di media sosial pekan ini mengutip pernyataan Uskup Agung Davao Mgr Romulo Valles yang mengingatkan para imam dan biarawati “agar tidak berinteraksi dengan politisi.”

“Jangan biarkan diri kita terlibat dengan satu kelompok atau individu tertentu, kita hendaknya lebih bisa melihat berbagai persoalan riil,” demikian bunyi pernyataan prelatus itu.

Menurut Pastor Mejia, pernyataan yang beredar luas di Facebook dan situs media sosial lainnya itu tidak benar.

Uskup Agung Valles membantah telah membuat pernyataan itu, katanya.

“Postingan itu tidak benar,” kata Pastor Mejia, seraya menambahkan bahwa pernyataan terakhir yang disampaikan oleh Uskup Agung Valles adalah tentang Prapaskah dan Paskah.

Berita bohong itu mengingatkan bahwa sejumlah imam dan biarawati yang telah menunjukkan keberpihakan “hanya memecahbelah bangsa kita, bukan menyatukannya.”

Sebelumnya, Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila menyesalkan beredarnya berita bohong. Ia pun menggambarkan berita bohong sebagai “strategi manipulatif” demi kepentingan politik.

“Manipulasi berkembang dalam konteks tidak ada penghormatan,” kata prelatus itu saat Misa Krisma yang diadakan di Katedral Manila pada perayaan Kamis Putih lalu.

“Oleh karena itu, berita bohong berkembangbiak … secara sengaja menipu orang,” katanya, seraya menambahkan bahwa alat komunikasi moderen berubah menjadi strategi untuk memanipulasi orang.

“Mari kita hentikan berita bohong,” kata Kardinal Tagle. “Kita tidak dipanggil dan dikuduskan untuk membawa berita bohong, hanya Kabar Gembira khususnya melalui hidup kita seutuhnya,” lanjutnya.

Dalam Rekoleksi Paskah yang diadakan pada 8 April, Kardinal Tagle menantang media untuk memberitakan hal-hal baik. Ia mengatakan evangelisasi menantang umat beriman untuk mengkomunikasikan kebenaran tentang cinta kasih Allah.

Menurut prelatus itu, mewartakan Injil menuntut “perhatian” akan kondisi manusia khsuusnya orang miskin dan orang yang menderita.

Ia juga menekankan pentingnya integritas di kalangan para pewarta Kabar Gembira. Dikatakan, Kabar Gembira diwartakan tidak hanya melalui kata-kata tetapi melalui perbuatan.

“Itulah alasannya mengapa banyak orang tidak mendengar Kabar Gembira karena mereka tidak melihatnya dari orang yang mewartakannya,” kata Kardinal Tagle.

 

Peace Trip Tumbuhkan Toleransi Di Kalangan Anak-Anak 

UCANews - Kam, 12/04/2018 - 18:35

Jaringan Narasi Damai Nusantara (NDN) dan Laskar Bersenyum tengah berusaha mengatasi meningkatnya gelombang intoleransi dengan menjauhkan anak-anak dari sektarianisme.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh kedua organisasi itu adalah mengadakan peace trip atau jalan-jalan damai di Temanggung, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/4) lalu.

Sebanyak 50 pelajar taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) dari berbagai agama seperti Buddha, Islam, Katolik dan Protestan mengikuti program yang berlangsung selama sekitar tujuh jam itu.

Mereka mengunjungi berbagai tempat ibadah seperti Klenteng Cahaya Sakti, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Vihara Surya Putra, Masjid Menggoro dan Paroki St. Petrus dan Paulus. Di sana mereka belajar tentang nilai-nilai agama dan bermain sejumlah permainan yang mengangkat pesan toleransi.

“Kami prihatin dengan intoleransi. Kami melihat intoleransi meningkat bukan saja karena ada kepentingan jangka pendek, tetapi karena ada informasi yang tidak tersampaikan dengan baik. Informasi ini salah satunya justru menimbulkan kecurigaan dan ketakutan berlebihan,” katanya kepada ucanews.com.

Ia merujuk pada masa kampanye menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada Juni nanti di 171 daerah di Indonesia. Ada kecenderungan kampanye semakin sektarian.

“Kalau (intoleransi) dibiarkan, bisa berbahaya bagi Indonesia ke depan,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan alasan mengapa program itu menyasar anak-anak.

“Anak-anak masih jujur, tidak ada kepentingan pura-pura. Pengalaman terhadap keberagaman ini memang harus ditanamkan sedini mungkin,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan dari program itu adalah mengajak anak-anak untuk bersyukur bahwa mereka lahir di negara yang kaya akan agama dan untuk berani berteman dengan lebih banyak orang dari berbagai latar belakang agama.

Sementara itu, Pastor Johanes Baptista Ibnu Fajar Muhammad MSF dari Paroki St. Petrus dan Paulus di Temanggung turut terlibat secara aktif dalam mempersiapkan program tersebut.

Ia mengatakan Kabupaten Temanggung pernah mengalami kekerasan sektarian pada 2011.

Saat itu tiga gereja termasuk gereja paroki itu diserang oleh sekelompok orang setelah pengadilan setempat menjatuhi hukuman penjara lima tahun kepada seorang penulis beragama Kristen karena terbukti melakukan penodaan agama.

“Kita mulai dengan Temanggung, dari kota kecil, untuk bisa menebarkan benih-benih (toleransi) dan bisa memberikan sesuatu yang bermakna. Mau kita tularkan ke Indonesia,” lanjutnya.

Banyak orangtua mendukung program itu.

Diah Krisnawati mengatakan ia ingin agar anak laki-lakinya yang berumur 6,5 tahun mengenal agama-agama lain.

“Anak saya sekolah di TK Muhammadiyah. Tapi saya ingin ia jadi tahu agama lain dan tidak merasa eksklusif,” katanya.

“Buat anak saya, saat ia besar, ini bisa jadi pengalaman. Orang Jawa bilang ‘sangu urip’ (bekal hidup). Agamanya Islam, tapi kelak ketika ia dewasa, ia tidak berteman hanya dengan orang Islam saja. Membangun rasa itu memang harus sejak kecil,” lanjutnya.

Orangtua lainnya, Emy Zulhijayanti, mengaku bahwa program itu membantu  anaknya untuk lebih saling menghormati satu sama lain.

“Belajar bertoleransi, saling menghormati … ,” katanya.

 

Misteri dan Keajaiban di Kaki Patung Tuhan Berdiri - Liputan6.com

Google News - Kam, 12/04/2018 - 17:01

Misteri dan Keajaiban di Kaki Patung Tuhan Berdiri
Liputan6.com
Liputan6.com, Kupang - Lima abad berlalu sejarah merilis perkembangan gereja katolik di Indonesia dari masa kedatangan bangsa Portugis pada 1511, khususnya Indonesia bagian timur, termasuk wilayah Flores. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyak ...

Pelita Hati: 13.04.2018 – Yang Lemah Menguatkan

Sesawi.Net - Kam, 12/04/2018 - 17:00
Bacaan Yohanes 6:1-15 Seorang  dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang […]

Empat Romo CM Alami Kecelakaan Tunggal, Mobil Nabrak Pohon di Rembang

Sesawi.Net - Kam, 12/04/2018 - 16:23
EMPAT orang imam anggota Congregatio Missionis (CM) pada hari Rabu pagi (12/4) pagi tadi mengalami kecelakaan tunggal di Rembang, Jateng. Mobil yang mereka tumpangi menabrak pohon. Keempat pastor yang ada di mobil tersebut adalah Romo Lukas CM, Romo Hari CM, Romo Basuki, dan Romo Hardo CM. Ketiga pastor CM tidak mengalami cidera serius. Hanya Romo […]

Proficiat, 78 Tahun Mgr. Joseph Th. Suwatan MSC

Sesawi.Net - Kam, 12/04/2018 - 16:13
PADA hari Selasa tanggal 10 April 2018 adalah hari ulang tahun Uskup Emeritus Keuskupan Manado Mgr. Joseph Th. Suwatan MSC. Perayaan HUT ke-78 Mgr. Suwatan diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama beliau di kapel biara MSC Karombasan. Pesta sederhana ini dihadiri oleh adik kandung Mosinyur yakni Ibu Mariatin bersama suaminya Herman. Beberapa konfrater MSC, suster dan […]

12 foto Santo Yohanes Paulus II yang belum pernah Anda lihat sebelumnya

Pen@ Katolik - Kam, 12/04/2018 - 15:22

Yohanes Paulus II adalah manusia modern, hidup selaras dengan zamannya. PEN@ Katolik mengajak Anda untuk melihat 12 foto Karol Wojtyla yang jarang dilihat, seorang pria saleh yang selalu berbakti kepada sesamanya.

Foto-foto dari seorang Karol Wojtyla muda, yang kami diambil dari Aleteia ini, menunjukkan bagaimana orang kudus itu menikmati hal-hal sederhana dalam hidupnya: mengayuh kano, mendaki bersama teman-teman, dan bercukur. Tidak peduli lingkungannya, Karol Wojtyla selalu penuh semangat untuk menjalani hidup dan berdedikasi bagi sesama di sekitarnya.

Karol Wojtyla berkano di Sungai Drawa, 1955. © Photoshoot/REPORTER Karol Wojtyla sedang mencukur, 1959. © Photoshoot/REPORTER Karol Wojtyla dalam sebuah ekspedisi di pegunungan Bieszczady, 1953. Karol Wojtyla dalam pelayanan militer, musim panas 1939.
© EAST NEWS Karol Wojtyla bersama para mahasiswa di dekat Gereja Santo Floriana di Krakow, 1951.
© EAST NEWS Kardinal Karol Wojtyla bersama Paus Yohanes Paulus I, 1978.
© EAST NEWS Mgr Karol Wojtyla dalam ziarah ke Tanah Suci, 1963.
© EAST NEWS Pastor Karol Wojtyla dalam perjalanan ke pegunungan Tatra, antara 1950 dan 1959.
© EAST NEWS Karol Wojtyla sebagai pastor pembantu di sebuah paroki di Niegowic, 1948.
© EAST NEWS Karol Wojtyla sebagai pastor pembantu sebuah paroki di Niegowic, antara 1948 dan 1951. Karol Wojtyla bersama dengan bibinya Maria Anna Wiadrowska di Krakow, 1943. Karol Wojtyla sebagai seminaris klandestin (rahasia) di Krakow, 1942.
© EAST NEWS

Penduduk Desa Vietnam Terus Mempertahankan Tradisi Penghormatan Air

UCANews - Kam, 12/04/2018 - 14:47

Gabriel A Kieu, neorang katekis, bangga menjaga tempayan air Paskah yang ditempatkan di bawah altar di rumahnya.

“Kendi  air Paskah melambangkan Kristus Bangkit bersama kita,” kata Kieu, seorang etnis Se Dang dari desa Kon Dau Yop, provinsi Kon Tum, Dataran Tinggi Tengah Vietnam.

Penduduk desa membawa tempayan  berisi 20 liter air Paskah sejauh  lima kilometer dari pastoran Kon Hring ke rumah Kieu setelah mengikuti Misa Malam Paskah pada 31 Maret.

Selama upacara di alam terbuka yang dihadiri oleh 5.000 umat, Pastor Fransiskus Xaverius Le Tien, kepala  paroki Kon Hring, mencelupkan  lilin Paskah ke dalam 15 tempayan  dan mengangkatnya kembali sementara itu dia memberkati  air-air itu.

Sebelum Misa, penduduk desa menghiasi tempayan  air dengan bunga dan pita warna-warni dan menempatkannya di tempat suci.

“Kristus Yang Bangkit adalah air kehidupan. Kita membawa air ke desa-desa kita sehingga kita dapat memiliki kehidupan yang lebih baik sebagaimana Kristus mewartakan kepada kita,” demikian kotbah Pastor Tien di hadapan umat yang hadir.

Kemudian seluruh umat yang hadir dengan lilin di tangan antri sesuai desa mereka dan berbaris di belakang lilin Paskah dan tempayan air Paskah yang dibawa oleh anak-anak misdinar.

Kieu, 53, mengatakan penduduk desa membawa tempayan ke desa mereka dan menaruhnya di kapel. Kampungnya tidak memiliki kapel sehingga orang menaruh tempayan   itu di rumahnya, tempat warga desa berkumpul setiap hari untuk berdoa dan merayakan Misa bulanan yang dipimpin oleh pastor paroki.

Paroki yang berusia 127 tahun dengan sekitar 10.000 etnik Se Dang dan 500 etnis Kinh terdiri dari 15 desa.  Sebagian besar menggantungkan  hidup  dengan menanam padi, karet, kopi dan tanaman lainnya.

Beberapa desa memiliki kapel, sementara yang lain tidak memiliki kapel dan umat  harus berkumpul di rumah keluarga untuk berdoa.

 

Istri Kieu, Y Thoan, mengatakan penduduk desa menggunakan air suci untuk pembaptisan, pemberkatan rumah baru, kuburan, dan pelayanan lainnya.

“Kami menganggap air Paskah yang memberi makan jiwa kami sementara air biasa digunakan untuk kehidupan raga kami,” katanya.

Kieu mengatakan leluhur memberi persembahan kepada dewa air. Sebelum musim hujan tiba, mereka membersihkan rumput, pepohonan, dan sampah di sekitar sumber air tanah dan sungai, dan mengganti pipa bambu lama.

Mereka membunuh ternak dan meminta dukun untuk mempersembahkan kepada dewa air.

Ketika para misionaris asing memperkenalkan agama Katolik ke desa-desa pada abad ke-19, mereka mendorong penduduk desa berhenti mempersembahkan ternak kepada dewa air. “Sebaliknya, para misionaris memberkati sumber-sumber air pada Tahun Baru dan menempatkan salib pada sumber-sumber air utama di desa itu yang mengingatkan mereka akan Kristus, sumber air kehidupan,” kata katekis itu.

Penduduk desa juga mengambil air dari sumber-sumber air pada Malam  Paskah baru-baru ini.

Kieu, ayah dari 10 anak, mengatakan saat perang Vietnam semua fasilitas paroki  termasuk gereja tua dirusak oleh bom dan umat Katolik melindungi sumber air dan mempraktikkan iman tanpa imam selama bertahun-tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, para imam mengembalikan  tradisi itu. Mereka setiap tahun memberkati sumber air di tahun baru dan menempatkan salib baru di sumber air itu.

Sejak tahun 2014 Pastor Tien meminta warga desa dengan sungguh-sungguh membawa lilin Paskah dan air dalam prosesi ke desa-desa mereka.

Kieu mengatakan, tradisi itu mengingatkan umat  menghormati dan melindungi sumber air dan lingkungan sekitarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penduduk desa menanam pohon buah-buahan di area tanah yang gersang dan tidak subur sebagai cara  menghijaukan lingkungan.

 

Pemimpin Depertemen Agama Cina Dipromosikan Dalam Struktur Baru

UCANews - Kam, 12/04/2018 - 14:19

Depertemen Urusan Agama (SARA) RRC secara resmi diintegrasikan ke dalam Departemen United Front Work Department (UFWD) atau  Front Persatuan, direktur lamanya, Wang Zuoan, telah secara resmi dipindahkan ke UFWD dan dipromosikan menjadi wakil direktur.

Tetapi ketika divisi agama baru  UFWD terbentuk, Wang akan mempertahankan kebijakan SARA-nya untuk mencegah kebingungan dalam berurusan dengan negara-negara lain mengenai masalah agama,  kata seorang pengamat Cina.

Beberapa orang menyarankan agar kebijakan Wang, yang statusnya setara jabatan wakil menteri,  dalam birokrasi yang sekarang terkonsolidasi untuk mengawasi agama. Di bawah struktur sebelumnya, UFWD menetapkan kebijakan agama lewat SARA, dan kemudian dilaksakan oleh SARA. Menunjuk dua  anggota partai yang lebih senior menggarisbawahi upaya pembaruan Beijing untuk mengendalikan agama, terutama apa yang disebut agama-agama Barat, Kristen dan Islam.

Reputasi Wang sebagai sutradara SARA di kalangan umat Katolik  bahwa ia keras dalam praktik keagamaan. Beberapa orang khawatir akan promosinya, bersama dengan dorongan baru  mengendalikan agama oleh pemimpin Tiongkok Xi Jinping yang telah memasukkan sejumlah besar peraturan yang lebih ketat yang mulai beroperasi pada Februari dan tindakan keras terhadap penjualan Alkitab secara online pada Paskah, tidak memberi pertanda baik bagi para pemeluk agama di RRC.

Tahun lalu ketika aturan baru seputar agama diumumkan, Wang mengatakan kepada  People’s Daily, surat kabar resmi partai, bahwa peraturan itu diperlukan karena “asing memanfaatkan agama untuk menyusup ke Cina yang makin meningkat dari hari ke hari dan pemikiran ekstremis agama  menyebar di beberapa area.”

“Pembicaran tentang agama di internet mulai berkembang pesat dan pertemuan agama ilegal di beberapa tempat terus berlanjut meskipun ada larangan,” tambahnya.

Toko online seperti Taobao dan Dandang telah dilarang menjual Alkitab dan sekarang pembelian dibatasi untuk beberapa tempat resmi yang direstui seperti Gereja.

John, seorang Katolik bawah tanah di Provinsi Hebei, mengatakan kepada ucanews.com bahwa Wang lebih militan daripada pendahulunya Ye Xiaowen, yang ia gantikan hampir sembilan tahun lalu.

“Umat Buddha Tibet, Muslim Xinjiang, dan Kristen masih terus ditekan dan salib disingkirkan. Juga, Wang patuh dan setia mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan Presiden Xi Jinping. Inilah yang menyebabkan dia mendapat promisi  cepat,” katanya.

“Para pejabat seperti ini telah menginjak-injak kebebasan berkeyakinan kami dan sekarang berada di posisi tinggi, dengan setia menerapkan kebijakan agama yang semakin ketat.”

Menurut situs berita yang dikelola oleh partai xinhuanet.com, Wang, 59, memiliki gelar sarjana dan mulai bekerja pada September 1977 di pabrik keramik di provinsi Jiangsu.

Pada Juli 1983, Wang bergabung sebagai peneliti di United Front Work Department (UFWD). Sejak itu, dia dipromosikan secara teratur. Dia mulai bekerja di SARA segera setelah itu, termasuk bertugas di kantor pers budaya dan agama sebelum dipromosikan sebagai kepala editor, presiden divisi dan tahun 1998, wakil direktur dan akhirnya direktur  tahun 2009.

 

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator