Berita dan Event

Ikut Rayakan Imlek, UKP Pancasila Bicara Keberagaman Indonesia - Detikcom (Siaran Pers)

Google News - Jum, 16/02/2018 - 19:58

Detikcom (Siaran Pers)

Ikut Rayakan Imlek, UKP Pancasila Bicara Keberagaman Indonesia
Detikcom (Siaran Pers)
"Maka seperti dikatakan Bung Karno, cara beragama sejati menjadi seorang Islam harus jadi Islam yang sesuai dengan kenyataan. Harus berislam Indonesia. Tidak seperti Islam Arab. Kita jadi Katolik, harus Katolik Indonesia. Tionghoa juga Tionghoa ...

Ikut Rayakan Imlek, UKP Pancasila Bicara Keberagaman Indonesia - Detikcom (Siaran Pers)

Google News - Jum, 16/02/2018 - 19:58

Detikcom (Siaran Pers)

Ikut Rayakan Imlek, UKP Pancasila Bicara Keberagaman Indonesia
Detikcom (Siaran Pers)
"Maka seperti dikatakan Bung Karno, cara beragama sejati menjadi seorang Islam harus jadi Islam yang sesuai dengan kenyataan. Harus berislam Indonesia. Tidak seperti Islam Arab. Kita jadi Katolik, harus Katolik Indonesia. Tionghoa juga Tionghoa ...

Apa dosa asal itu?

Pen@ Katolik - Jum, 16/02/2018 - 19:37

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

75. Apa dosa manusia yang pertama itu?

Ketika dicobai iblis, manusia pertama, laki-laki dan perempuan, telah membiarkan kepercayaan kepada Sang Pencipta mati dari dalam hati mereka. Dalam ketidaktaatan, mereka ingin menjadi ”seperti Allah”, tetapi tanpa Allah dan tidak selaras dengan-Nya (Kej 3:5). Karena itu, Adam dan Hawa langsung kehilangan rahmat asali kesucian dan keadilan bagi mereka sendiri dan semua keturunan mereka.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 396-403, 415-417

76. Apa dosa asal itu?

Dosa asal yang di dalamnya semua manusia dilahirkan adalah keadaan tiadanya kesucian dan keadilan asali. Dosa asal adalah dosa yang ”membelenggu” kita, bukan sesuatu yang kita lakukan, merupakan suatu keadaan kelahiran dan bukan suatu tindakan pribadi. Karena kesatuan asali seluruh umat manusia, dosa asal ini diturunkan kepada keturunan Adam ”bukan dengan peniruan, tetapi lewat pembiakan”. Pewarisan ini menjadi misteri yang tidak dapat kita pahami sepenuhnya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 404, 419

Yudi Latif: Agama yang Sejati Itu yang Sesuai Kenyataan Indonesia - kumparan.com (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Jum, 16/02/2018 - 19:20

kumparan.com (Siaran Pers) (Blog)

Yudi Latif: Agama yang Sejati Itu yang Sesuai Kenyataan Indonesia
kumparan.com (Siaran Pers) (Blog)
Yudi melanjutkan, agama-agama yang juga beragam di Indonesia juga harus sejalan dengan Pancasila. "Maka kata Bung Karno, setiap agama yang sejati itu, Islam yang sejati itu yang sesuai kenyataan di Indonesia," ucap Yudi. "Katolik juga Katolik (yang ...
Ikut Rayakan Imlek, UKP Pancasila Bicara Keberagaman IndonesiaHarian Medan Bisnis - Membangun Indonesia yang Lebih Baik

all 18 news articles »

Renungan Harian, Sabtu: 17 Februari 2018, Luk. 5:27-32

Mirifica.net - Jum, 16/02/2018 - 19:00

ETIAP orang sakit perlu disembuhkan, seperti setiap pendosa pun layak mendapatkan pengampunan. Tuhan menawarkan pengampunan kepada manusia yang berdosa. Dari pihak manusia dituntut keterbukaan untuk menerima tawaran dari Allah dan masuk ke dalam pertobatan.

Berita keselamatan yang diwartakan Nabi Yesaya, mengarahkan kembali umat Allah untuk melakukan ibadah yang benar, berlandaskan kasih dan menghindarkan kemunafikan. Munafik merupakan  bentuk tindak ketidakjujuran di hadapan Allah.

Tuhan menghendaki pertobatan dari umat-Nya dengan meninggalkan segala kejahatan yang pernah dilakukan. Mereka harus melepaskan gaya hidup lama.

Allah menghendaki mereka berbalik kepada Allah dan memulai hidup baru melalui perbuatan-perbuatan yang berkenan kepada Allah. Kasih Allah tidak sekadar membebaskan umat-Nya dari pembuangan yang penuh derita, tetapi Ia pula menuntun umat-Nya kepada hidup yang lebih baik.

Meskipun kita berusaha hidup baik, namun terkadang kemunafikan bisa saja terjadi. Orang Farisi dan ahli Taurat merasa diri telah menjalankan hukum Tuhan, tetapi mreka cenderung menghakimi orang berdasarkan kebiasaan mereka. Bahkan, mereka menghakimi tindakan Yesus yang memanggil pemungut cukai. Jawaban Yesus terhadap orang-orang Farisi merupakan sebuah pengajaran iman dan sekaligus sindiran bagi mereka yang cenderung merasa diri suci. Merasa diri tak berdosa merupakan bentuk kesombongan dan kemunafikan yang menyulitkan kita untuk mengampuni sesama. Yesus berkata: “Aku datang bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Ya Allah, kerapkali aku bersungut-sungt dan merasa diri lebih baik dari yang lain sehingga aku mudah menghakimi orang lain. Semoga hatiku terbuka supaya sungguh-sungguh mampu mengikuti Engkau. Amin.          

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit Obor, Jakarta

Greg Burke: Paus Fransiskus rutin bertemu korban pelecehan seks yang dilakukan klerus

Pen@ Katolik - Jum, 16/02/2018 - 18:48
Direktur Kantor Pers Tahta Suci, Greg Burke

Vatikan mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus beberapa kali sebulan bertemu korban pelecehan seksual, baik pribadi atau kelompok guna “mendengarkan dan membantu mereka menyembuhkan lukanya yang serius.” Pernyataan itu dikeluarkan oleh Direktur Kantor Pers Tahta Suci, Greg Burke, 15 Februari 2018 guna menjawab pertanyaan wartawan tentang percakapan Paus dengan konfrater Yesuit dalam perjalanan apostoliknya ke Peru. Saat itu, menurut Paus, dia terlibat pertemuan rutin dengan para korban pelecehan seks yang dilakukan klerus. “Paus Fransiskus, mendengarkan para korban dan mencoba membantu menyembuhkan luka-luka berat akibat pelecehan yang mereka alami. Pertemuan itu berlangsung benar-benar untuk menghormati para korban dan penderitaan mereka,” kata Greg Burke. Ketika berbicara kepada para Yesuit dalam pertemuan di Lima, ibu kota Peru, Paus mengatakan pelecehan seks yang dilakukan klerus adalah penghinaan terbesar bagi Gereja. Paus mengatakan, beberapa anggota Gereja menunjukkan bahwa jumlah pedofil tertinggi ditemukan dalam keluarga, dan persentase di antara para imam Katolik hanya 1,6%. “Tapi ini mengerikan, meskipun hanya satu dari saudara-saudara kita! Karena dia ditahbiskan untuk membawa kekudusan bagi orang muda dan yang belum begitu muda dan dia menghancurkan mereka. Ini mengerikan. Kita harus dengarkan apa yang harus dikatakan oleh korban pelecehan!” kata Paus. Dalam situasi seperti ini, jelas Greg, Paus mengatakan kepada para Yesuit di Peru bahwa dia bertemu beberapa di antara para korban itu pada hari-hari Jumat. (pcp)

Wakil Gubernur Papua Buka Rakor Kerawam Regio Papua - Tribunnews

Google News - Jum, 16/02/2018 - 18:32

Tribunnews

Wakil Gubernur Papua Buka Rakor Kerawam Regio Papua
Tribunnews
Selain itu, Kelmen Tinal juga berharap agar Papua bisa tampil menjadi kekuatan baru untuk contoh bagi Indonesia. "Kita tidak boleh rendah diri, meski kita hanya 2-3 juta penduduk. Pemerintah Provinsi Papua mau semua masyarakat Papua mengambil peran ...

Komisi HAK dukung Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 demi tegaknya demokrasi

Pen@ Katolik - Jum, 16/02/2018 - 18:09

Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (HAK KWI) mendukung terselenggaranya Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 demi tegaknya demokrasi dan terjaganya eksistensi bangsa Indonesia. Maka, mendukung suksesnya pilkada dan pemilu itu merupakan panggilan luhur umat Katolik, yang adalah bagian sepenuhnya dari bangsa Indonesia.

Pernyataan itu adalah bagian dari Rangkuman dan Rekomendasi Rapat Pleno Komisi HAK KWI di Jakarta, 2-8 Februari 2018, yang dihadiri 60 peserta meliputi pengurus Komisi HAK KWI, perwakilan pengurus Komisi HAK seluruh keuskupan dan undangan.

Wujud dukungan itu, menurut rangkuman peserta terlihat dari waktu penyelenggaraan rapat itu sendiri dan tema yang dipilih, yakni ”Menjadi Agen Toleransi dan Kerukunan dalam Masyarakat Indonesia yang Majemuk Menyongsong Tahun Politik 2018-2019.”

Peserta mencatat dalam rangkuman itu: “Kita harus optimis Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 akan berjalan dengan baik, namun tetap perlu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang bisa mengganggu.”

Kondisi-kondisi yang mengindikasikan munculnya gangguan, menurut identifikasi mereka, adalah “isu-isu SARA untuk menarik simpati dan memenangkan kontestasi.” Oleh karena itu mereka menegaskan perlunya upaya bersama dengan pelbagai pihak untuk “menjaga dan menolak munculnya politik identitas, politik uang (transaksional), dan teror dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.”

Selanjutnya mereka sepakat bahwa tugas penting yang harus diperankan oleh Komisi HAK dalam rangka pilkada dan pemilu itu adalah ikut serta menciptakan suasana kondusif dalam masyarakat yang dibangun bersama tokoh-tokoh lintas iman.

“Melalui dan dalam kebersamaan dengan mereka, menggali nilai-nilai luhur yang menginspirasi dan mendukung kerukunan, kedamaian, serta cinta kepada bangsa dan negara,” dan “Berdasarkan nilai-nilai luhur itu mengajak warga berpartisipasi secara bertanggungjawab dan bermartabat dalam Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.”

Selanjutnya dalam rangka menjalankan tugas dan mewujudkan peran-peran kekinian dalam masyarakat, Komisi HAK mengeluarkan rekomendasi untuk dirinya sendiri agar selain mengoptimalisasi koordinasi dan peran pengurus dan meningkatkan kapasitas dan dedikasi personal pengurus, dimantapkan dan diperjelas juga tempat Komisi HAK dalam gerak pastoral Gereja.

Mereka sepakat meningkatkan pelibatan umat yang mempunyai potensi dan dedikasi dalam menjalankan tugas atau kerja komisi, serta meningkatkan jejaring dan kerjasama di lingkungan internal dengan komisi lain di KWI, ormas-ormas Katolik dalam memberdayakan awam, dan kerjasama eksternal.

Kemudian, dalam rangka menghadirkan Gereja yang lebih relevan dan signifikan di tengah masyarakat yang beragam akhir-akhir ini, mereka sepakat akan perlunya langkah-langkah pastoral yang dikerjakan oleh Komisi HAK.

Langkah-langkah itu antara lain mendorong umat untuk mengembangkan sikap iman yang inklusif dan dialogis, mendorong pimpinan Gereja (hirarki) agar semakin komitmen mengupayakan komunikasi, interakasi, dan kerjasama lintas iman untuk membangun kerukunan, dan mendorong umat dan Gereja untuk berinisiatif dan kreatif membangun kerukunan melalui silaturahmi dan kegiatan bersama lintas iman.

Selain itu, komisi akan siapkan kader-kader awam Gereja, calon imam, dan khususnya orang muda yang punya hati dan keberanian untuk membangun kerukunan, tingkatkan komunikasi dan jejaring dengan komunitas-komunitas lintas iman, menjadikan perayaan Gereja sebagai kesempatan menghadirkan dan melibatkan komunitas lintas iman, dan mengenang dan memaknai peristiwa dan momentum penting kebangsaan dalam perayaan Gereja untuk meneguhkan semangat nasionalisme.(pcp)

Pelita Hati: 17.02.2018 – Pintu Keselamatan

Sesawi.Net - Jum, 16/02/2018 - 17:00
Bacaan Lukas 5:27-32 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:30-32) TUJUAN […]

Mgr Agus: Makan Babi, Tapi Bertobat 

UCANews - Jum, 16/02/2018 - 15:37

Berpuasa atau berpantang? Inilah dilema yang dialami oleh banyak umat Katolik etnis Cina yang merayakan Tahun Baru Imlek di seluruh Asia. Sudah menjadi tradisi bagi mereka untuk merayakannya dengan begitu banyak makanan.

Namun Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada tanggal 16 Februari atau hari Jumat pertama dalam masa Prapaskah. Dan beberapa keuskupan di Indonesia memperlihatkan pemahaman yang besar akan budaya tersebut.

Sementara Rabu Abu – yang jatuh pada tanggal 14 Februari – merupakan hari wajib berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60, peraturan pantang makan daging setiap hari Jumat selama masa Prapaskah hanya mengikat mereka yang telah genap berusia 14 tahun ke atas.

Oleh karena itu, beberapa keuskupan di Indonesia mengeluarkan kebijakan pastoral yang mengijinkan umat Katolik keturunan Cina untuk merayakan Tahun Baru Imlek sebelum, setelah atau pada tanggal 16 Februari.

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus memberi dispensasi dari pantang makan daging kepada umat Katolik keturunan Cina. Pantang makan daging dapat dipindahkan ke hari lain.

“Kalau orang suka makan babi, kalau mau makan, tidak masalah. Dia bisa pilih dari berbagai jenis makanan, misalnya hanya pilih satu,” katanya kepada ucanews.com.

“Yang penting bagi saya hati yang bertobat. Pertobatan bukan hanya saat masa puasa,” lanjutnya.

Menurut prelatus itu, Keuskupan Agung Pontianak sudah lama merayakan Misa inkulturasi Imlek.

“Umat Allah dapat merayakan Misa Syukur Tahun Baru Imlek pada hari Jumat tanggal 16 Februari 2018 dengan penuh sukacita dan berbela rasa serta berbagi rejeki dengan orang miskin, menderita dan tersisih serta berkebutuhan khusus. Ibadat Jalan Salib baik secara pribadi maupun kelompok atau paroki pada tanggal 16 Februari 2018 dapat dipindahkan ke hari lain,” katanya.

Tahun Baru Imlek hendaknya dirayakan sebagai kesempatan untuk menghormati orang lain dan membina persaudaraan dengan sesama, lanjutnya.

“Imlek itu sesuatu yang gembira. Unsur sosial dari pesta itu juga harus diperhatikan,” katanya.

Namun keuskupan lain mengatakan umat Katolik keturunan Cina hendaknya tidak melupakan makna masa Prapaskah.

“Kami memberi kesempatan kepada mereka yang ingin merayakan Misa Tahun Baru Imlek pada hari Jumat, 16 Februari 2018, dengan catatan diingatkan bahwa hari itu pantang dan ada ibadah Jalan Salib,” kata sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Pastor Vincentius Adi Prasodjo Pr.

Perayaan Imlek biasanya berlangsung selama 15 hari, lanjutnya. Maka perayaan Imlek bisa dilaksanakan pada hari-hari biasa sesudah Tahun Baru Imlek namun tidak menggantikan Misa Minggu Prapaskah I.

Di Keuskupan Bogor, Jawa Barat, Uskup Paskalis Bruno Syukur OFM mengatakan umat Katolik hendaknya mengutamakan masa Prapaskah.

“Hari Jumat, 16 Februari 2018, tetap berlaku sebagai hari wajib masa pantang dan puasa sesuai aturan masa Prapaskah,” katanya.

“Perayaan Misa Imlek dapat dirayakan pada hari Kamis malam – 15 Februari 2018 – atau pada hari Sabtu – 17 Februari 2018 – sebelum pukul 12.00 WIB,” lanjutnya.

Ia mengatakan kebijakan pastoral tersebut dikeluarkan karena ada umat yang menanyakan hal tersebut terutama mereka yang merayakan Tahun Baru Imlek.

“Mereka mengerti yang utama itu masa Prapaskah,” katanya.

Valeri Akiang, umat Katolik keturunan Cina dari Paroki Stella Maris di Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat, sepakat jika Rabu Abu dan hari Jumat pertama dalam masa Prapaskah hendaknya dihormati.

“Saya tetap merayakan Imlek karena ini merupakan acara turun temurun dari leluhur. Saya di rumah merayakannya bersama anak-anak dan keluarga besar. Kalau saya sempat, malam jelang Imlek saya masak,” kata wanita berusia 53 tahun yang orangtuanya beragama Konghucu itu.

“Bagi saya pribadi yang namanya hari pantang, walaupun jatuh pada hari raya, patuh pada ajaran Tuhan. Saya sendiri tetap menjalankan (puasa dan pantang),” katanya.

 

Imam Tuduh Pengadilan Langgar Perjanjian Timor-Leste dan Vatikan

UCANews - Jum, 16/02/2018 - 15:16

Seorang imam dan akademisi yang tengah menjalani proses persidangan karena dugaan kasus korupsi menuduh pengadilan di Timor-Leste melanggar perjanjian bilateral antara negara itu dan Vatikan.

Dalam perjanjian yang ditandatangani tahun 2015 itu, kedua belah pihak mengakui bahwa agama Katolik telah membantu membentuk identitas Timor-Leste.

Beberapa ketentuan dari perjanjian tersebut menuntut jaksa penuntut umum dan pengadilan untuk menginformasikan dalam bentuk surat kepada uskup dari keuskupan setempat tentang sebuah kasus yang melibatkan seorang imam.

Pastor Martinho Gusmao mengatakan ketentuan dalam perjanjian itu diabaikan. Ia membantah jika ia melakukan tindak pidana korupsi.

“Mereka tidak pernah menyurati uskup tentang niat mereka untuk menuntut saya, maka mereka telah melanggar perjanjian antara Tahta Suci dan Timor-Leste. Mereka tidak melakukan itu … mereka hanya berusaha melepas jubah saya di pengadilan. Saya katakan kepada hakim bahwa dia tidak punya hak untuk melakukan itu,” katanya.

Pastor Gusmao hadir pada sidang pertama yang digelar di Pengadilan Negeri Dili pada Jumat (2/2). Ia mengenakan jubah dalam persidangan itu, namun hakim meminta agar ia melepas jubahnya. Ia menolak.

“Ini menarik … bahwa hakim meminta saya untuk melepas jubah saya. Ia berusaha untuk mengatakan kepada saya bahwa hal ini tidak diperbolehkan oleh undang-undang. Saya katakan ‘tidak, tidak ada undang-undang yang melarangnya.’”

Setiap Juni, Distrik Manatuto mengadakan perayaan untuk menghormati santo pelindungnya, St. Antonius dari Padua. Perayaan berlangsung selama beberapa hari dan suasananya sangat khidmat.

Tahun 1930-an, seorang misionaris bernama Padre Enes Ezequiel Pascoal menemukan sebuah patung St. Antonius dari Padua di sebuah tempat doa di Manatuto. Patung itu sebelumnya dibawa ke Flores tahun 1815 sebagai sebuah hadiah dari uskup Malaka.

Pastor Gusmao mendapat tugas untuk mengadakan perayaan dua abad patung itu tahun 2015. Ia ditawari bantuan oleh presiden saat itu – Taur Matan Ruak – dan beberapa pejabat pemerintah.

Pemerintah melaui menteri pekerjaan umum, transportasi dan komunikasi saat itu – Gastao de Sousa – mengijinkan Pastor Gusmao untuk menggunakan sebuah mobil untuk mengadakan perayaan tersebut.

Penggunaan mobil itu konsisten dengan peran pemerintah dalam mendukung perayaan agama dan budaya bagi masyarakat Timor-Leste, kata Pastor Gusmao. Tidak ada tuduhan bahwa ia menggunakan mobil itu untuk tujuan lain.

“Saya kembalikan mobil itu setelah saya menerimanya sebagai bantuan dari pemerintah untuk mengadakan perayaan itu … bodoh jika menuduh saya melakukan tindak kriminal. Ini konyol, sungguh saya tidak paham mengapa hal ini terjadi,” lanjutnya.

Tapi Pastor Gusmao percaya bahwa ada agenda politik dari penuntutan terhadap dirinya itu.

“Setelah ada tuduhan terhadap saya, seorang mantan menteri dari Fretilin (Ana Pessoa) menyurati jaksa penuntut umum dan mengatakan bahwa warga negara ini (Pastor Gusmao) bersimpati dengan partai politik (menteri pekerjaan umum Gastao) de Souza … maka mereka menuntut saya,” katanya.

“Berdasarkan simpati itu, mereka mengatakan bahwa saya terlibat dalam beberapa tindak korupsi … saya katakan Pessoa bertindak demikian demi kepentingan politik,” lanjutnya.

Gastao de Souza mewakili Partai Demokrasi di sebuah koalisi pemerintah.

Dalam wawancara dengan ucanews.com, Pastor Gusmao mengatakan ia telah disingkirkan.

“Jika Anda lihat di sekeliling Anda, ada banyak klerus, imam dan biarawati senior yang menggunakan mobil pemerintah – dan mereka tidak mengembalikannya seperti apa yang telah saya lakukan,” klaimnya.

Pastor Gusmao belajar ilmu politik di Universitas Kepausan Gregoriana di Roma, Italia. Ia adalah mantan komisioner di Komisi Pemilihan Umum di Timor-Leste.

Saat ini ia mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi di Dili.

Ia merupakan komentator vokal tentang bagaimana pemerintahan Fretilin menangani situasi konstitusional di Timor-Leste. Ia juga pernah menulis opini di surat kabar nasional dan muncul di televisi.

Persidangan ditunda sampai 26 Februari.

 

Spesial Imlek, Gereja Katolik Ini Gunakan Bahasa Mandarin Saat Ibadah - Poskotanews

Google News - Jum, 16/02/2018 - 15:09

Poskotanews

Spesial Imlek, Gereja Katolik Ini Gunakan Bahasa Mandarin Saat Ibadah
Poskotanews
Jemaat Gereja Katolik St.Maria de Fatima yang berada di daerah tersebut, menggelar ibadah sambil mengenakan busana berwarna merah, dan penyampaian khotbah dalam bahasa Mandarin. “Kegiatan doa bersama ini, sudah dilakukan rutin setiap tahunnya bersama ...

Brevir Sore: Jumat 16 Februari 2018

Mirifica.net - Jum, 16/02/2018 - 14:12

JUMAT – SORE
SESUDAH RABU ABU

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Mazmur 144 (145) – I

Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,*
aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau,*
dan memuji namaMu selama-lamanya.

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagunganNya tak terselami.

Angkatan demi angkatan memuliakan karyaMu,*
dan mewartakan kejayaanMu.

Semarak dan mulialah namaMu,*
kemegahanMu akan kukidungkan.

KaryaMu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan,*
dan keagunganMu akan kumaklumkan.

KebaikanMu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilanMu akan kuumumkan.

Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setiaNya.

Tuhan baik terhadap semua orang,*
penuh kasih setia terhadap segala ciptaanNya.

Ya Tuhan, semoga segala karyaMu bersyukur kepadaMu,*
dan semua kekasihMu memuji Engkau.

Semoga mereka mengumumkan kerajaaMu yang mulia,*
dan mewartakan keperkasaanMu.

Semoga mereka menyiarkan kejayaanMu kepada umat manusia,*
dan memaklumkan kerajaanMu yang semarak mulia.

KerajaanMu berlangsung selama-lamanya,*
dan pemerintahanMu turun-temurun.

Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Mazmur 144 (145) – II

Tuhan setia dalam semua sabdaNya,*
penuh kasih dalam segala karyaNya.

Tuhan menopang semua orang yang jatuh,*
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan,*
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.

Engkau membuka tanganMu,*
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.

Tuhan adil dalam segala tindakanNya,*
penuh kasih setia dalam segala karyaNya.

Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya,*
yang berseru kepadaNya dengan tulus hati.

Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Tuhan memelihara semua orang yang mengasihiNya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakanNya.

Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan namaNya selama-lamanya.

Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Bacaan Singkat(Yak 5,16.19-20)

Hendaklah kamu saling mengaku dosa dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Sebab doa tekun seorang jujur amat sakti. Saudara-saudaraku, jika seseorang di antara kamu menyimpang dari jalan yang benar, dan saudaranya menghantar dia kembali, maka ketahuilah, bahwa yang menghantar dia kembali dari jalannya yang sesat, akan menyelamatkan jiwa orang berdosa itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Lagu Singkat

P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant.Kidung: Apabila pengantin sudah diambil dari antara kamu, pada waktu itulah kamu akan berpuasa.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Apabila pengantin sudah diambil dari antara kamu, pada waktu itulah kamu akan berpuasa.

Doa Permohonan

Tuhan Yesus telah menguduskan umatNya dengan darahNya sendiri. Marilah kita berdoa kepadaNya:
U: Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.
P: Ya penebus kami, tolonglah kami menyangkal diri dan memanggul salib serta mengikuti Engkau dalam sengsaraMu; teguhkanlah kami dalam perjuangan melawan kejahatan, dan kuatkanlah pengharapan kami,* supaya kami tanpa rintangan dapat menyongsong perayaan kebangkitanMu.
P: Semoga orang kristen menunaikan tugasnya sebagai nabi serperti Engkau, mewartakan sabdaMu dimana-mana,* dan menguatkan pewartaan mereka dengan teladan iman, pengharapan dan cinta kasih.
P: Teguhkanlah dengan kekuatanMu semua orang yang tersesak,* dan doronglah kami untuk menghibur dan memperhatikan mereka sebagai saudara.
P: Ajarilah orang beriman mempersatukan kesusahan mereka dengan sengsaraMu,* sehingga karya keselamatanMu nyata dalam mereka.
P: Sumber kehidupan, ingatlah akan semua orang yang telah berpulang,* dan kurniakanlah kemuliaan kebangkitanMu kepada mereka.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, bantulah kami memperbaharui diri dengan tobat. Semoga usaha mati raga yang kami mulai, kami selesaikan denagn hati yang ikhlas. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Pemimpin Gereja Diangkat Jadi Duta Khusus Migran Filipina

UCANews - Jum, 16/02/2018 - 13:30

Presiden Rodrigo Duterte mengangkat Eduardo Manalo menjadi ketua “Iglesia ni Cristo,” duta khusus presiden untuk migran Filipina.

Manalo adalah pemimpin “Iglesia ni Cristo” atau “Gereja Kristus,” satu dari gereja-gereja Kristen bagi masyarakat adat yang berkembang pesat di dunia saat ini.

Gereja tersebut memiliki lebih dari 2,25 pengikut di lebih dari 100 negara sejak berdiri tahun 1914.

Dalam surat pengangkatan tertanggal 13 Februari, istana presiden di Manila mengumumkan bahwa Manalo mulai menjabat pada 30 Januari 2018 hingga 29 Januari 2019.

“Menurut ketentuan undang-undang yang berlaku, Anda diangkat menjadi Duta Khusus Presiden untuk Migran Filipina,” demikian isi surat itu.

Iglesia in Cristo dikenal karena – sebagai sebuah kelompok – mendukung Duterte dalam pemilihan umum 2016.

Beberapa hari sebelum pengangkatannya, Manalo menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Filipina Sung Kim yang menerima undangan dari pemimpin gereja itu.

“Saatnya tepat karena gereja merayakan peringatan ke-50 di Barat dan telah memiliki 300 anggota di Amerika Serikat,” kata Joel San Pedro, jubir gereja.

Iglesia ni Cristo mendirikan kelompok di luar negeri yang pertama di Hawaii tahun 1968.

Felix Manalo, seorang umat Katolik yang kecewa, mendirikan Iglesia ni Cristo pada 27 Juli 1914. Ia mengklaim bahwa gereja ini adalah “gereja sejati” dan sebagai pemenuhan atas nubuat Injil tentang gereja pertama yang dibangun kembali di Far East (Asia bagian timur).

Para pendukungnya menganggap Felix sebagai nabi.

Felix meninggal dunia tahun 1963. Ia digantikan oleh anaknya, Erano Manalo, yang meninggal dunia tahun 2009.

Eduardo Manalo, cucu Felix, kemudian menjadi “pemimpin” kelompok itu.

Di bawah kepemimpinannya, Iglesia ni Cristo menghadapi kontroversi terkait tuduhan korupsi di kalangan hirarki gereja.

Tahun 2015, Eduardo memerintahkan pengusiran terhadap ibunya yang bernama Cristina Manalo – janda dari Erano – dan saudara kandungnya Felix Nathaniel Manalo, Marco Erano Manalo dan Lolita Manalo-Hemedez dari gereja.

Anggota keluarga Manalo dan beberapa pemimpin gereja lainnya menuduh pemimpin sekte itu – di bawah kepemimpinan Eduardo – korupsi.

Awal bulan ini, Lowell Menorca – seorang pelayan Iglesia ni Cristo yang membangkang dan yang mengkalim bahwa ia mengalami persekusi dari pemimpin gereja karena mengungkap dugaan anomali tahun 2015 – menerima status pengungsi di Kanada.

 

 

Umat  Katolik Hong Kong Menyuarakan Keprihatinan atas Kesepakatan Vatikan-Cina

UCANews - Jum, 16/02/2018 - 12:51

Umat yang  ikut tuguran  sepanjang  malam  yang diadakan oleh Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Hong Kong menyatakan harapan bahwa Takhta Suci akan membuat keputusan yang lebih berhati-hati mengenai usulan kesepakatan Tiongkok -Vatikan tentang penunjukkan para uskup.

Tuguran  sepanjang  12 jam dengan tema “Persembahan  kepada Tuhan untuk Gereja Cina” dimulai pada pukul 8 malam pada 13 Februari di Gereja St. Bonaventura  di Kowloon.

Lebih dari 200 orang hadir pada puncak acara, termasuk Kardinal Emeritus Joseph Zen Ze-kiun dan Pastor Stephen Chan Moon-hung OFM

Or Yan Yan, seorang staf Komisi Keadilan dan Perdamaian, mengatakan kepada ucanews.com bahwa banyak umat Katolik Hong Kong mengkuatirkan Gereja Cina pada saat penting ini dan ingin mendoakannya, jadi mereka terus penuh waspada saat  mengungkapkan keprihatinan mereka.

Disamping itu Juga, mereka yang menaati pemerintah  Cina selama bertahun-tahun, tidak optimis dengan situasi Gereja Cina saat ini dan mengatakan bahwa di bawah cengkeraman Presiden Xi Jinping yang ketat dengan peraturan  keagamaan yang baru direvisi, kontrol terhadap agama akan menjadi jauh lebih buruk lagi.

Dia berharap kesepakatan Tiongkok -Vatikan bisa sejalan dengan praktik masyarakat beradab dan bebas, dan bukan cara yang menyimpang untuk memudahkan kontrol pemerintah Cina.

Juga dikatakan penunjukkan uskup harus diputuskan oleh Paus. “Gereja Katolik memiliki kriteria terbaik untuk memilih seorang uskup, yang membutuhkan penyelidikan dan konsultasi yang ketat, jadi cara Gereja universal menunjuk seorang uskup paling tepat,” katanya.

Patut dicatat bahwa Gereja Katolik tidak perlu berurusan dengan Cina dengan cara yang sama seperti negara-negara yang peduli dengan kepentingan sekuler, sehingga masih bisa menegakkan moralitas dan kebenaran.

“Jika Gereja, yang tidak memiliki beban kepentingan sekuler, juga harus memahami apa yang dipikirkan pemerintah Cina, ini sangat menyedihkan,” tambahnya.

Kewaspadaan itu  mencakup  Ekaristi,  doa rosario, malam dan pagi dan merayakan Misa Kudus.

Wong, seorang umat Katolik Hong Kong, mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia kembali dari Inggris untuk merayakan Tahun Baru Imlek dan bergabung dalam acara tersebut bersama istrinya karena dia sangat prihatin atas kesepakatan Tiongkok-Vatikan yang melukai hati  saudara dan saudarinya di Cina. Dia berharap doa mereka akan membuat  Takhta Suci dengan hati-hati mempertimbangkan kembali kesepakatan tersebut.

Umat lain, Miss Lam, mengaku tidak memiliki pilihan dalam kesepakatan tersebut namun percaya bahwa orang-orang Barat mungkin tidak sepenuhnya memahami Cina, jadi sebaiknya Vatikan berkonsultasi dengan uskup dan imam di Asia untuk meminta pendapat sebelum mengambil keputusan lebih jauh.

Wu, umat Katolik Hong Kong lainnya, mengatakan kepada ucanews.com bahwa komunitas bawah tanah di Cina dikorbankan – seperti yang dikatakan oleh penentang kesepakatan – yang tidak sesuai dengan semangat Gereja.

“Dari sudut pandang kodrat manusia, sangat tidak dapat diterima bahwa mereka menderita selama bertahun-tahun dan akhirnya ditinggalkan. Dan sekarang  hal ini justru dilakukan oleh Gereja sendiri. Bagaimana orang-orang  yang bukan
Kristiani  melihat kita?” tanyanya.

Pejabat Vatikan mengatakan bahwa Gereja Cina tidak ditinggalkan dan mereka hanya berusaha membawa dua kekuatan  Gereja Cina bersama di bawah uskup yang disetujui oleh Roma, sebuah sistem yang secara de facto ada di bawah paus sebelumnya, seperti yang juga diakui sendiri oleh Kardinal Zen.

Wu mengutip kesepakatan yang melihat peran  Inggris mengembalikan Hong Kong ke Cina tahun 1997 sebagai contoh bagaimana segala sesuatunya menjadi salah.

“Deklarasi Bersama Tiongkok-Inggris menyatakan bahwa Hong Kong tetap tidak berubah selama 50 tahun, namun sebenarnya dia  mengalami perubahan yang tidak terkendali hanya dalam waktu kurang dari 20 tahun. Kepentingan yang dangkal  hanya menipu dan lebih banyak kerugian.”

Pastor Chan mengatakan kepada ucanews.com bahwa menandatangani sebuah kesepakatan atau menjalin hubungan diplomatik antara Vatikan dan Cina tidak melibatkan pengesahan doktrinal namun merupakan tindakan diplomatik Takhta Suci.

Dia mengatakan bahwa apa yang disebut kebijaksanaan atau tindakan diplomatik yang tidak bermoral sudah  digambarkan dalam sejarah Vatikan. “Tapi tidak peduli keputusan apa yang akan dibuat, kami, sebagai Gereja universal, harus menghormati keputusan akhir Takhta Suci,” tambahnya.

Pastor Chan menekankan bahwa meskipun keputusan Takhta Suci merujuk pada kebutuhan pastoral, fakta bahwa uskup bawah tanah menghilang tidak berarti Gereja Cina akan bersatu, atau persatuan yang tidak dangkal menunjukkan lebih banyak berkat.

“Gereja Protestan masih tumbuh subur di bawah tekanan pemerintah Cina, jadi adegan saat ini seharusnya tidak dikaitkan dengan alasan evangelisasi yang macet,” kata pastor tersebut.

 

RIP Romo Placidus Kusnogrogo Pr, Pastor Kepala Paroki St. Maria Tulungagung-Jatim

Sesawi.Net - Jum, 16/02/2018 - 12:08
KABAR duka kali ini datang dari Keuskupan Surabaya melalui jaringan kerja aktivis di Jatim. Telah meninggal pada hari Jumat tanggal 16 Februari 2018: Romo Placidus Kusnogrogo Pr. Almarhum adalah Pastor Kepala Paroki St. Maria dengan tidak Bernoda Asal, Tulungagung Sampai hari Jumat menjelang petang ini, jenazah untuk sementara disemayamkan di Pastoran Hati Kudus Yesus – […]

Ribuan Orang Filipina Dilanda Larangan Bekerja di Kuwait

UCANews - Jum, 16/02/2018 - 10:13

Sebanyak 250.000 warga Filipina akan berdampak dengan  larangan total pengiriman tenaga kerja ke Kuwait, demikian menurut perkiraan pemerintah Filipina.

Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan pelarangan total setelah ditemukannya mayat seorang pekerja wanita Filipina di dalam sebuah freezer,  sebuah unit apartemen tempat ia bekerja.

Presiden sebelumnya menunda pengiriman tenaga kerja ke Kuwait setelah ada laporan bahwa sejumlah buruh migran Filipina terpaksa melakukan bunuh diri karena disiksa oleh majikan.

Pada 13 Februari, Duterte mengatakan bahwa dia bersedia menjual jiwanya “kepada setan” untuk memberi kehidupan yang nyaman kepada pekerja migran di tanah airnya sendiri.

“Saya akan menjual jiwaku ke iblis untuk mencari uang sehingga Anda bisa pulang dan tinggal dengan nyaman di sini,” kata Duterte dalam sebuah pidato di istana kepresidenan.

Setiap tahun, setidaknya satu juta orang Filipina pergi bekerja ke luar negeri, atau sekitar 4.500 orang Filipina setiap hari, demikian menurut data dari Departemen Ketenagakerjaan Luar Negeri Filipina.

Sekitar  12,5 juta orang Filipina saat ini bekerja atau tinggal di luar negeri, mengirim uang ke keluarga mereka  pada 2017 sekitar US $ 32,8 miliar, meningkat 4,5 persen dari tahun 2016.

Filipina adalah negara penerima pengiriman uang ketiga terbesar di dunia, setelah India ($ 65,4 miliar) dan Cina ($ 62,9 miliar), demikian laporan Bank Dunia.

Larangan Kuwait mendapatkan dukungan Komisi  untuk Migran dan Perantauan Konferensi Waligereja Filipina.

Ketua komisi itu Uskup Balanga Mgr Ruperto Santos mengatakan bahwa mereka mengirim pesan yang kuat bahwa “sudah cukup”.

“Kehidupan seorang pekerja migran sangat berharga, kita harus melindungi hak hidup, (pekerja) harus dihargai, martabat mereka diangkat,” kata prelatus tersebut.

Dia mengatakan bahwa mereka yang terbukti bersalah karena menyalahgunakan pekerja harus diadili sementara agen pemerintah yang terlibat dalam pengiriman pekerja ke luar negeri harus diselidiki dan dihukum.

Dia mengatakan bahwa sementara para pemimpin Gereja menghargai usaha pemerintah dalam membantu pekerja, pekerjaan juga harus disediakan bagi mereka yang kembali.

“Mari kita menciptakan lebih banyak pekerjaan sehingga mereka tidak akan pernah dipaksa untuk bekerja di luar negeri (dan) dipisahkan dari keluarga mereka,” kata uskup Santos.

Sementara itu seorang pejabat tinggi Kuwait  memperingatkan bahwa keputusan Filipina untuk membawa pulang para pekerja  dapat merusak hubungan antara kedua negara.

“Kami terkejut dan kami mengutuk pernyataan dari presiden Filipina, terutama karena kami berhubungan dengan Filipina pada tingkat tinggi untuk menjelaskan kondisi pekerja di Kuwait,” kata menteri luar negeri Kuwait Sheikh Sabah al-Khalid al-Sabah.

Dia mengatakan keputusan Duterte “tidak melayani hubungan antara Kuwait dan Filipina,” lebih jauh ia menambahkan bahwa orang Filipina “menjalani kehidupan yang layak di Kuwait.”

Kantor Urusan Luar Negeri di Manila mengatakan sebanyak 10.000 orang tua Filipina, di bawah program amnesti, dapat bergabung dalam program repatriasi.

Pada 12 Februari, setidaknya 2.229 pekerja Filipina di Kuwait telah mengeluarkan dokumen perjalanan, dan 1.754 telah dihapus oleh petugas imigrasi.

Larangan tersebut terjadi setelah pekerja rumah tangga Filipina Joanna Daniella Demafelis, 29, ditemukan tewas di sebuah freezer di sebuah apartemen di Kuwait.

Jenazahnya dilaporkan disimpan di sana selama setahun. Pihak berwenang mengatakan tanda di tubuhnya menunjukkan bahwa dia dicekik.

 

Tak Ada Lagi Anak Penderita Malnutrisi yang Dilupakan di Timor-Leste 

UCANews - Jum, 16/02/2018 - 10:00

Bersama suaminya, Domingas Dos Reis, 24, menggendong anaknya yang berumur satu tahun – Juliana Suares – menuju ke Klinik Bairo Pite di Dili, ibukota Timor-Leste. Namun ia enggan menjelaskan mengapa mereka ke sana.

Tak lama kemudian, ia pun mau bicara.

“Anak saya menderita diare, demam dan batuk parah. Dokter bilang anak saya kekurangan gizi,” katanya kepada ucanews.com.

Klinik Bairo Pite didirikan tahun 1999 oleh Dokter Daniel Murphy asal Amerika Serikat. Setiap hari lebih dari 300 penderita berbagai penyakit dan keluhan datang ke sana. Para ibu hamil dan anak-anak mendapat pengobatan gratis sehingga klinik ini menjadi fasilitas kesehatan tersibuk di negeri itu.

Akses terhadap fasilitas kesehatan merupakan masalah utama di negara miskin berpenduduk 1,2 juta orang tersebut. Sebanyak 97 persen dari jumlah penduduk beragama Katolik. Namun jumlah imam sangat minim.

Sejumlah pakar mengatakan kebanyakan kasus yang ditangani berbagai klinik di negeri itu bisa dicegah jika lebih banyak dana dikeluarkan untuk membeli vaksin untuk penyakit menular dan untuk meningkatkan higinitas dan suplai nutrisi dan air bersih.

Juliana nampaknya menggambarkan kondisi itu.

Dos Reis tinggal di ibukota bersama suaminya, Elicio Suares. Sementara Juliana tinggal bersama neneknya di Distrik Elmera, sekitar 30 kilometer dari Dili.

Ia dan suaminya harus tinggal berjauhan dengan anak mereka ketika Juliana berumur enam bulan agar mereka bisa melanjutkan studi di Universitas Nasional Timor Lorosae (UNTL). Harapan mereka adalah mendapatkan pekerjaan yang baik kelak.

“Ketika kami diberitahu bahwa anak kami sakit, kami pulang ke rumah dan segera membawa anak kami ke klinik,” kata Dos Reis.

Domingas Maia de Deus, seorang petugas kesehatan yang melayani kasus malnutrisi di Klinik Bairo Pite, mengatakan Juliana menderita malnutrisi karena tidak mendapat air susu ibu (ASI) dalam waktu yang cukup lama.

Setiap bulan sedikitnya 25 anak yang menderita malnutrisi dibawa ke klinik itu, katanya. Kebanyakan kasusnya gizi buruk.

“Saya kira ada banyak anak yang menderita malnutrisi yang tidak terjangkau,” kata lanjutnya.

Klinik Bairo Pite merawat pasien malnutrisi sedang sekitar tiga hingga lima hari. Sementafa penderita gizi buruk membutuhkan perawatan hingga empat minggu sebelum mereka diperbolehkan pulang.

Anak-anak mengantri saat pembagian makanan yang diadakan di Desa Cocoa pada 20 Januari. (Foto: Michael Cpyne)

 

Anak-anak yang menunjukkan sedikit perkembangan atau bahkan tidak sama sekali akan dirujuk ke Rumah Sakit Nasional Guido Valadares – dulu dikenal sebagai Rumah Sakit Nasional Dili – untuk menjalani perawatan intensif.

Berdasarkan Sensus 2015, Timor-Leste memiliki lebih dari 460.000 anak umur 14 tahun ke bawah.

Menurut World Food Programme (WFP), lebih dari setengah dari anak-anak berumur enam bulan hingga lima tahun menderita malnutrisi kronis.

Dalam laporannya, WFP menyebutkan bahwa sejak Januari 2015 hingga November 2017, sebanyak 47.916 balita dirawat karena malnutrisi kronis. Angka ini belum termasuk 68.160 ibu hamil dan menyusui.

Di beberapa distrik, WFP telah mendistribusikan suplemen makanan kepada perempuan dan mendidik lebih dari 200 staf dan relawan tentang pentingnya nutrisi makanan, perubahan perilaku dan konseling.

Masalah Multi-Spektrum

Inacio Dos Santos, manager Klinik Bairo Pite, mengatakan momok tersebut sulit dihapus karena malnutrisi mengakar dalam kemiskinan, ketiadaan sumber daya dan pendidikan yang rendah.

“Jika kita gali malnutrisi lebih dalam, kita akan segera tahu tentang lingkaran masalah itu,” katanya.

“Untuk mengatasi hal ini, kita tidak bisa hanya fokus pada penyediaan nutrisi. Kita juga harus mendidik orangtua dan komunitas tentang nutrisi,” lanjutnya.

Meskipun kemiskinan memperburuk berbagai isu, sebagian besar masyarakat bisa menjalani diet sehat dengan makan sayur, daging, ikan, nasi dan jagung – mereka tidak tahu persis apa itu diet yang sehat, katanya.

“Masyarakat tidak punya cukup pengetahuan tentang makanan, tentang nutrisi. Mereka pikir jika mereka belum makan nasi artinya mereka belum makan yang cukup,” kata Dos Santos.

“Maka mereka menjual sayur dan buah-buahan dan menggunakan uangnya untuk membeli beras atau mie,” lanjutnya. “Sedih memang, tapi itulah kenyataannya.”

Klinik Bairo Pite berusaha keras untuk mendidik mereka tentang bagaimana menggunakan sumber makanan dengan baik.

Tujuannya untuk mendukung proyek pemerintah yang menurut para kritisi kurang realisasi meski sudah direncanakan dengan baik, seperti program makan siang sekolah berkelanjutan untuk anak-anak yang menderita malnutrisi.

Mengingat para ibu berperan penting dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka, mempersenjatai para ibu muda dengan poengetahuan yang baik tentang fungsi makanan bisa bermakna lain, antara hidup dan mati.

Untuk membantu meningkatkan kualitas hidup, Klinik Bairo Pite mengelola sebuah program pelatihan perempuan untuk komunitas pedesaan tentang isu-isu penting seperti nutrisi, pendidikan seks, kesehatan reproduksi, perawatan anak dan sebagainya.

Menurut Bank Dunia, penyebab malnutrisi di kalangan anak-anak dan para ibu di Timor-Leste adalah banyak faktor.

Dalam laporan tahun lalu, Bank Dunia menekankan pentingnya mendidik masyarakat tentang perawatan anak, pemberian makan, kesehatan reproduksi, higinitas keluarga, berbagai program diet, dan ketahanan pangan.

Bank Dunia prihatin dengan ketiadaan akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas tinggi dan meningkatnya kemiskinan di Timor-Leste. Selain itu, Bank Dunia mengatakan berbagai isu makro-ekonom dan faktor politik dan sosio-kultural bisa memberi standar nutrisi yang baik dalam diet nasional.

Para anggota Kongregasi Suster  St. Paulus  Chartres mengajar agama keoada anak-anak di desa Cocoa. (Foto: Michael Coyne)

 

Pemerintah Timor-Leste telah merencanakan berbagai upaya untuk mengatasi hal ini dengan menyediakan nutrisi yang lebih baik dalam Rencana Pembangunan Strategis Nasional 20 tahun (2011-2030).

Salah satu protokolnya adalah membentuk Dewan Nasional untuk Ketahanan dan Kedaulatan Pangan dan Nutrisi, sebuah badan koordinasi yang menanggapi multi-spektrum ketidaktahanan pangan dan malnutrisi.

Menteri Kesehatran juga telah merencanakan Nutrisi Nasional, sebuah rencana lima tahun (2014-2019). Namun para kritisi mengatakan waktu tengah berjalan dan para pejabat perlu segera bertindak untuk mencegah kematian.

“Kita tidak bisa menunggu pemerintah untuk mengatasi isu yang kompleks ini,” kata Dos Santos.

Program Pemberian Makanan 

Di wilayah pedesaan, tidak umum bagi orangtua muda untuk memilki banyak anggota keluarga. Ini akan menjadi tantangan dalam menjamin bahwa anak-anak mereka dapat makan dengan baik.

Filomenta Esposto, 27, misalnya. Ibu beranak lima asal Desa Cocoa ini mengatakan semua anaknya kini mengikuti program pemberian makanan yang dikelola para imam Serikat Yesus (SJ) karena ia sulit memberi mereka makan. Ia khawatir anak-anaknya akan menderita malnutrisi.

“Kami tidak bisa memberi makanan bergizi kepada anak-anak kami,” katanya.

“Kami hanya bisa mendapatkan dua makanan kecil setiap hari. Tapi sejak mengikuti program pemberian makanan beberapa tahun lalu, anak-anak saya kelihatan lebih sehat sekarang,” lanjutnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Magdalena Madera, 26. Ia mengatakan berat badan enam anaknya naik sejak mengikuti program itu.

Program itu telah membantu ratusan anak, kata Christina Haryunika, 43.

Menurut koordinator program itu, program pemberian makanan saat ini melayani 276 anak di tiga desa: Cocoa, Caitrahae dan Lebdodon. Ketiga desa ini dilayani oleh Paroki Bunda Maria Fatima yang dipimpin para imam Yesuit.

“Sudah umum di Timor-Leste bahwa keluarga punya banyak anak dan orangtua sulit memberi mereka makanan dengan kualitas baik,” katanya.

Haryunika mengunjungi ketiga desa itu setiap hari untuk mengirim makanan dengan dibantu sejumlah relawan dan biarawati dari Kongregasi Suster-Suster Santo Paulus dari Chartres.

“Kami menyediakan bubur, telur rebus, susu, nasi, sayur dan daging,” katanya.

Pendidikan kesehatan diselingkan dalam kunjungan itu. Dan kadang pendidikan tentang iman juga.

 

Brevir Siang, Jumat 16 Februari 2018

Mirifica.net - Jum, 16/02/2018 - 09:30

JUMAT – SIANG
SESUDAH RABU ABU

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka.”

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Bacaan Singkat(Yer 3,12.14a)

Kembalilah, itulah firman Tuhan, dan Aku tidak akan menolak kamu. Sebab Aku ini berbelaskasih, dan murkaKu tidak abadi. Pulanglah hai anak-anak yang telah murtad, itulah firman Tuhan.

P: Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang menyesal.
U: Hati remuk-redam takkan Kautolak.

Doa Penutup

Tuhan, bantulah kami memperbaharui diri dengan tobat. Semoga usaha mati raga yang kami mulai, kami selesaikan denagn hati yang ikhlas. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator