Berita dan Event

IPOTPAY Ikut Meramaikan JOYFest 2018 di ICE BSD Tangerang - kumparan.com

Google News - Kam, 13/09/2018 - 17:35

kumparan.com

IPOTPAY Ikut Meramaikan JOYFest 2018 di ICE BSD Tangerang
kumparan.com
... Ketua Panitia JOYFest 2018, Joseph Satria menambahkan Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Jakarta (OMK KAJ) merupakan fondasi utama masa depan Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan masa depan dari Negara Indonesia.

Pelita Hati: 14.09.2018 – Salib Tanda Cinta Tuhan

Sesawi.Net - Kam, 13/09/2018 - 17:00
Bacaan Yohanes 3:13-17 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan […]

Pemimpin Gereja Jaga Jarak dengan ‘Rencana Pelengseran Presiden Duterte”

UCANews - Kam, 13/09/2018 - 16:18

Sejumlah pemimpin Gereja Katolik di Filipina mengatakan mereka bukan bagian dari “rencana destabilisasi” terhadap pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

Seorang pejabat Konferensi Waligereja Filipina (KWF) mengatakan “jika ada rencana seperti itu, (para pemimpin Gereja) bukan bagian dari rencana ini.”

“Saya bukan anggota komunitas intelijen, saya tidak bisa mengatakan kalau rencana seperti itu memang ada,” kata Pastor Jerome Secillano, sekretaris eksekutif Komisi Urusan Umum KWF.

“Saya pastikan Gereja tidak terlibat dalam rencana itu,” lanjutnya.

Presiden Duterte sebelumnya mengklaim bahwa para lawan politik dan pengkritik tengah merencanakan pelengserannya pada Oktober nanti.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menduga bahwa ancaman itu berasal dari para pemberontak komunis yang mulai merencanakan pelengseran presiden sejak 2016.

“Rencana destabilisasi itu tidak benar, tetapi ini datang dari para pemberontak komunis … saya tidak tahu apakah kelompok-kelompok lain akan menungganginya,” katanya.

Namun Uskup Auksilier Manila Mgr Broderick Pabillo mengatakan “dalam sebuah demokrasi yang sehat, seharusnya ada perlawanan yang kuat terhadap penyalahgunaan kekuasaan.”

“Perlawanan ini tidak akan dihancurkan tetapi dipakai untuk mendapatkan aksi terbaik demi kebaikan bersama,” kata prelatus itu.

Uskup Pabillo – yang cukup vokal dalam mengkritik Presiden Duterte, menggambarkan tuduhan destabilisasi terhadap pemerintah sebagai “sebuah lagu lama yang dipakai para penguasa saat mereka kepanasan.”

“Gereja harus bersuara lantang dan mengingatkan masyarakat akan bahaya otorianisme,” katanya.

Pastor Secillano mengatakan Presiden Duterte hendaknya tidak memperlakukan para pemimpin Gereja sebagai musuh karena mereka bisa menjadi partner dalam mencapai apa yang baik bagi masyarakat.

“Kami selalu mengatakan bahwa kami ini partner mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa apa pun yang dilakukan umat beriman, “hal ini selalu demi kepentingan orang yang telah kami janjikan untuk dilayani.”

 

Meskipun beberapa pemimpin Gereja, termasuk uskup, tidak sependapat dengan sejumlah pernyataan atau kebijakan Presiden Duterte, katanya, mereka menghargai prestasi Presiden Duterte.

Ia menyebut perintah Presiden Duterte untuk merehabilitasi Pulau Boracay.

“Apa yang dilakukannya memberi dampak besar terhadap lingkungan,” kata Pastor Secillano. “Kami melihat keinginan politiknya ketika perintah ini dikeluarkan,” lanjutnya.

Namun ia mengeluh karena Presiden Duterte sepertinya “lebih peduli dengan politik” ketimbang fokus pada isu-isu lain seperti ekonomi.

Kelompok-kelompok Gereja termasuk para imam, biarawati dan frater akan bergabung dalam aksi protes di seluruh negara itu pada 21 September untuk merayakan deklarasi darurat militer oleh diktator Ferdinand Marcos pada 1972.

 

22 Perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristiani Asia Bertemu di Bangkok. Inilah Agenda Mereka - Pos Kupang

Google News - Kam, 13/09/2018 - 16:13

Pos Kupang

22 Perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristiani Asia Bertemu di Bangkok. Inilah Agenda Mereka
Pos Kupang
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) diwakili oleh Tomson Sabunga Silalahi (Sekjen Presidium Pusat), Prudensius Sarame (Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri PMKRI Pusat) dan RD Maxi Un Bria (Pastor Moderator PMKRI ...

Partai Komunis Cina Incar Anggota Beragama

UCANews - Kam, 13/09/2018 - 15:54

Pengurus Pusat Partai Komunis Cina (PP-PKC) telah mempublikasikan revisi peraturan tentang aksi disipliner yang akan secara tegas menerapkan pemecatan terhadap anggota partai yang menganut suatu agama tertentu.

PP-PKC merevisi peraturan itu “sesuai dengan tren, misi dan persyaratan baru” menyusul Konggres Nasional Ke-19 PKC yang digelar Oktober tahun lalu yang menempatkan kedisiplinan dalam seluruh strategi pengembangan partai di era baru, demikian laporan Kantor Berita Cina milik negara.

Peraturan yang mulai berlaku pada 1 Oktober itu dipublikasikan pada 25 Agustus beserta dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh PP-PKC. Surat edaran ini meminta anggota partai di semua departemen dan wilayah untuk menerapkan peraturan itu secara serius.

Dalam revisi itu, pasal kedisiplinan terhadap anggota partai yang menganut suatu agama tertentu tertuang dalam Pasal 61 hingga Pasal 64.

Peraturan itu sebelumnya menyatakan bahwa anggota partai yang merencanakan, mengadakan atau mengeksploitasi kegiatan keagamaan terhadap partai dan tujuan negara, kebijakan dan resolusi serta persatuan nasional dan organisasi partai harus menjalani masa percobaan di dalam partai. Namun revisi peraturan itu mengatakan anggota yang melakukan hal seperti itu akan dipecat dari partai.

Anggota partai yang hanya berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan sebelumnya hanya diberi peringatan atas “kesalahan kecil,” tetapi revisi peraturan itu tidak menyebut kesalahan kecil dan semua harus ditangani secara serius.

Pasal 62 dari revisi peraturan itu menyatakan bahwa “pendidikan ideologi akan diperkuat bagi anggota partai yang menganut suatu agama tertentu.” Jika mereka gagal berkembang dengan bantuan partai, mereka akan diminta untuk mengundurkan diri. Jika mereka tidak bersedia mengundurkan diri, mereka akan dipecat.

Pasal 53 dan Pasal 63 menyatakan bahwa “mereka yang mengadakan dan berpartisipasi dalam kegiatan takhyul akan mendapat sanksi berupa pengusiran dari partai jika kejahatan yang dilakukan adalah serius.”

John, seorang Katolik dari Propinsi Hebei, mengatakan PKC merevisi peraturan itu untuk memperkuat ideologinya dan meraih tujuan untuk mengendalikan anggotanya “karena mereka kini merasa tidak bisa dikendalikan.”

The Epoch Times, sebuah surat kabar multi-bahasa yang berbasis di New York, AS, melaporkan pada Juli tahun lalu bahwa sebuah survei yang dilakukan pada 2017 oleh Horizon Research Consultancy Group menunjukkan bahwa sedikitnya 85 persen anggota PKC memiliki kecenderungan menganut suatu agama tertentu atau terlibat dalam kegiatan keagamaan, sebagian besar kegiatan agama Buddha.

John mengatakan PKC sebelumnya menutup mata terhadap anggota yang menganut suatu agama tertentu. Tetapi situasi berubah setelah Presiden Xi Jinping mulai berkuasa. Penindasan agama terus terjadi dan agama anggota partai ditangani secara lebih serius.

“Revisi peraturan itu menyangkut hak asasi manusia dan kebebasan beragama, jauh di luar konstitusi sebuah partai politik,” katanya.

Revisi peraturan berisi 142 pasal itu mengandung 19.000 kata dan dibagi ke dalam tiga bagian dengan 11 bab, termasuk pasal umum, pasal khusus dan pasal tambahan.

Peraturan ini bertujuan untuk sepenuhnya menerapkan ide-ide sosialis dari Presiden Xi dengan karakteristik Cina dan semangat

Konggres Nasional PKC Ke-19 untuk menyaring konstitusi partai dan menegaskan kode etik partai.

 

Kokor Gola, Tradisi Orang Kolang Mengolah Air Enau Jadi Gula Merah - KOMPAS.com

Berita Seminari Tinggi - Kam, 13/09/2018 - 10:46

KOMPAS.com

Kokor Gola, Tradisi Orang Kolang Mengolah Air Enau Jadi Gula Merah
KOMPAS.com
Salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat yang terus mengembangkan tradisi dan kearifan lokal “ kokor gola” adalah Sekolah Menengah Pertama Katolik Sadar Ranggu (SMPK) di lembah Ranggu. .... lisan bahwa zaman dulu saat anak-anak dari ...

Paus Fransiskus akan Mengunjungi Jepang Tahun Depan

UCANews - Kam, 13/09/2018 - 10:38

Dalam sebuah pertemuan di Roma dengan delegasi Jepang yang berkunjung pada 12 September, Paus Fransiskus mengumumkan rencana  mengunjungi Jepang tahun depan.

“Karena kamu ada di sini, aku ingin mengumumkan niatku  mengunjungi Jepang tahun depan. Saya  harap saya  bisa memenuhi janji ini,” kata Paus Fransiskus kepada anggota Asosiasi Tensho Kenoh Shisetsu Kenshoukai.

“Sekali lagi, terima kasih atas kunjungan Anda,” kata paus, seraya meminta para tamunya untuk “menyampaikan kepada masyarakat Anda yang luar biasa dan negara besar Anda, rasa persahabatan dari Paus dan penghargaan dari seluruh Gereja Katolik.”

Anggota asosiasi itu berada di sana bersama Pastor Renzo De Luca dan Shinzo Kawamura. Pastor De Luca adalah provinsi Yesuit kelahiran Argentina di Jepang dan merupakan seorang novis Paus Fransiskus ketika ia menjadi magister novis di Argentina.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Paus Fransiskus berharap menjadi misionaris di Jepang setelah bergabung dengan Serikat Yesus dan menjadi imam. Tetapi, atasannya percaya bahwa dia tidak memiliki kesehatan yang baik untuk melakukannya.

Paus berbicara tentang bagaimana 400 tahun  lalu,  tahun 1585, empat pemuda Jepang tiba di Roma, ditemani oleh beberapa misionaris Yesuit, untuk mengunjungi Paus Gregorius XIII.

“Ini adalah perjalanan yang luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya sekelompok perwakilan dari negara besar Anda datang ke Eropa,” kata paus.

“Orang Eropa bertemu orang Jepang dan Jepang bertemu Eropa di jantung Gereja Katolik,” katanya. “Pertemuan bersejarah antara dua budaya besar dan tradisi spiritual, merupakan hal yang tepat untuk dikenang, seperti halnya asosiasi Anda.”

Empat pemuda dari era Tensho melakukannya dengan komitmen dan keberanian, kata paus. “Secara khusus, saya ingin mengingat pemimpin mereka, Mancio Ito, yang menjadi imam, dan Julian Nakaura, yang seperti banyak lainnya menjadi  martir di Nagasaki dan dinyatakan sebagai orang kudus,” tambahnya.

“Perjalanan para pendahulu muda Anda berlangsung lebih dari delapan tahun, tidak ada pesawat pada waktu itu. perjalanan Anda lebih singkat dan kurang melelahkan. Tetapi saya berharap Anda merasa disambut oleh paus sebagaimana adanya dan bahwa, seperti mereka, Anda akan menikmati sukacita pertemuan ini dan didorong untuk kembali ke negara Anda sebagai duta persahabatan dan promotor nilai-nilai manusia dan Kristen yang besar,” kata Paus Fransiskus.

Dia juga mendorong anggota asosiasi itu  mempromosikan proyek-proyek budaya dan solidaritas, “menyumbangkan dana bantuan untuk pelatihan orang-orang muda dan anak yatim, terimakasih atas kontribusi perusahaan yang peduli terhadap masalah mereka.”

“Anda ingin menunjukkan bahwa agama, budaya, dan dunia ekonomi dapat bekerja sama secara damai untuk menciptakan dunia yang lebih manusiawi yang dicirikan oleh ekologi integral. Ini sepenuhnya sesuai dengan apa yang saya inginkan untuk kemanusiaan hari ini dan esok, seperti yang saya tulis didalam ensiklik Laudato si‘. Ini adalah jalan yang benar untuk masa depan rumah kita bersama,’ kata paus.

Paus Yohanes Paulus II adalah satu-satunya paus yang pernah mengunjungi Jepang. Kunjungannya ke negara itu pada 23-26 Februari 1981, adalah bagian dari perjalanan panjang termasuk mengunjungi Pakistan, Filipina, Guam dan negara bagian Alaska, AS.

 

Gereja Katolik Jerman Lecehkan Ribuan Anak-anak Selama 70 Tahun - JPNN.com

Google News - Kam, 13/09/2018 - 10:00

JPNN.com

Gereja Katolik Jerman Lecehkan Ribuan Anak-anak Selama 70 Tahun
JPNN.com
Gereja Katolik di Jerman telah mengakui adanya masa yang 'menyedihkan dan memalukan' pelecehan anak-anak oleh kalangan gereja, setelah bocoran laporan menyebutkan adanya ribuan anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual selama 70 ...

and more »

Pastor-pastor di Jerman lecehkan 'ribuan anak' selama puluhan tahun - BBC Indonesia

Google News - Kam, 13/09/2018 - 08:02

BBC Indonesia

Pastor-pastor di Jerman lecehkan 'ribuan anak' selama puluhan tahun
BBC Indonesia
Berdasarkan laporan yang bakal dirilis pada 25 September itu, sebanyak 1.670 pemuka gereja Katolik di Jerman telah melakukan beragam jenis serangan seksual terhadap 3.677 anak. Pihak gereja sejatinya meminta penyusunan laporan itu dari tiga ...

and more »

Vatikan Dituduh Tidak Bertindak Tegas Dalam Kasus Pemerkosaan

UCANews - Kam, 13/09/2018 - 08:00

Seorang biarawati Katolik di India yang menuntut seorang uskup memperkosanya menuduh Vatikan dan pejabat Gereja  tidak bertindak apa-apa dan diam meskipun dia sudah berulang kali mengadukan laporannya kepada pihak  berwewenang.

Dalam pengaduan terakhirnya  kepada Duta Besar Vatikan untuk India, Uskup Agung Giambattista Diquattro, pada 8 September, biarawati itu mengatakan dia pertama kali mengadu kepada pimpinan Gereja pada Juni 2017 bahwa dia telah diperkosa oleh Uskup Franco Mulakkal, uskupkeuskupan Jalandhar.

Setahun kemudian dalam laporan pengaduan polisi 28 Juni, dia menuduh Uskup Mulakkal memperkosanya 13 kali dari 2014- 2016 di biara ketika dia mengunjungi keuskupan Kerala di negara bagian Punjab.

Uskup Mulakkal menegaskan bahwa  tuduhan itu tidak berdasar dan bertujuan  melemahkan tindakan pendisiplinan yang telah dia mulai terhadap biarawati itu karena pelanggarannya terhadap kaul religius  termasuk ketidaktaatannya dan hubungan seksual dengan seorang pria.

Keluhan pertamanya adalah kepada pastor paroki dan uskup setempat, Mgr Joseph Kallarangatt, uskup Palai, di mana biaranya berpusat di keuskupan Kerala. Sejak itu, dia mengadu ke beberapa uskup India yang berhubungan dengan kongregasinya termasuk nuntius dan Kardinal George Alencherry, uskup agung Gereja Syro-Malabar yang berpusat  di Kerala.

Namun, dia tidak melihat ada tindakan yang dilakukan terhadap Uskup Mulakkal dan bahkan tidak mendapat tanggapan dari nuntius, katanya.

Setelah menunggu sebulan, ia mengirim surat pengaduan ke Paus Fransiskus, Sekretaris Negara  Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan para prefek Kongregasi  Uskup dan prefek Kongregasi Ajaran Iman. Dia tidak mendapat tanggapan selain catatan pengiriman perusahaan kurir, kata suster itu.

“Pihak berwenang Gereja menutup mata terhadap permohonan saya untuk keadilan dan kebenaran … Kami tidak punya pilihan lain selain mendekati polisi dalam pencarian kami untuk keadilan dan keselamatan kami,” demikian bunyi surat terakhirnya, dan menambahkan bahwa Uskup Mulakkal telah melecehkan beberapa biarawati dan memaksa sedikitnya 20 orang  dalam lima tahun terakhir.

Lebih dari dua bulan setelah polisi mulai menyelidiki kasus ini, “Uskup Franco tetap  bebas dengan semua hak istimewanya … Sikap diam dan tidak mengambil tindakan apapun dari  pihak otoritas Gereja Katolik di India memberi kesan akan kekebalan hukum yang ia nikmati di hadapan hukum negara,” kata biarawati itu.

“Akankah otoritas Gereja  tetap berdiri kokoh untuk melindungi Uskup Franco dan menjaga martabat Gereja?” tanyanya.

Sang biarawati juga menjelaskan mengapa dia membiarkan dirinya disiksa berulang kali. “Saya memiliki rasa takut dan malu yang luar biasa untuk membawa ini ke tempat terbuka,” katanya.

Dia mengatakan banyak wanita dan biarawati menderita penyiksaan klerus. Diam dan tidak mengambil tindakan apapun dari pejabat Gereja untuk membendung pelecehan dari para rohaniwan  akan memiliki “efek yang sangat merugikan” pada wanita dan mengakibatkan Gereja kehilangan kredibilitasnya, katanya.

Dia ingin Gereja memulai penyelidikan atas tuduhannya sambil menonaktifkan uskup itu dari keuskupannya. Dia mengklaim bahwa uskup menggunakan uang Gereja dan kuasanya  menjegal penyelidikan.

“Kami merasa Gereja Katolik berkepentingan hanya untuk para uskup dan imam. Kami ingin tahu apakah ada ketentuan dalam hukum bagi para suster dan perempuan,” demikian catatan keluhannya.

 

Paus Fransiskus Memanggil Uskup Katolik Senior Dari Seluruh Dunia - VOA Indonesia

Google News - Kam, 13/09/2018 - 06:13

VOA Indonesia

Paus Fransiskus Memanggil Uskup Katolik Senior Dari Seluruh Dunia
VOA Indonesia
Paus Fransiskus memanggil uskup Katolik senior dari seluruh dunia untuk menghadiri konperensi puncak bulan Februari guna membahas skandal seks yang terus meluas dan dilakukan para pastor, termasuk pelecehan seksual atas anak-anak kecil dan ...

Apakah ada rahmat-rahmat lainnya?

Pen@ Katolik - Rab, 12/09/2018 - 23:44
Foto diambil dari web “Our Daily Bread”

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

424. Apakah ada rahmat-rahmat lainnya?

Di samping rahmat habitual, ada pula rahmat aktual (karunia-karunia untuk situasi tertentu), rahmat sakramental (karunia yang diterima dalam setiap Sakramen), rahmat khusus atau karisma (karunia-karunia yang ditujukan untuk kebaikan umum Gereja), antara lain rahmat status tertentu yang terdapat pada pelaksanaan pelayanan-pelayanan gerejawi dan tanggung jawab kehidupan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1999-2000, 2003-2004, 2023-2024

425. Apa hubungan antara rahmat dan kebebasan manusia?

Rahmat mendahului, mempersiapkan, dan mendorong jawaban bebas kita. Rahmat ini menjawab kerinduan terdalam kebebasan manusia, memanggil untuk bekerja sama, dan menuntun kebebasan menuju kepada kesempurnaannya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2001-2002

426. Apa itu pahala?

Secara umum, pahala menunjuk pada hak untuk mendapatkan imbalan karena suatu perbuatan baik. Berkenaan dengan Allah, kita sama sekali tidak mampu memiliki pahala apa pun karena kita sudah menerima segalanya secara cuma-cuma dari Dia. Tetapi, Allah memberikan kemungkinan kepada kita untuk mendapatkan pahala melalui kesatuan dengan cinta Kristus, sumber segala pahala kita di hadapan Allah. Karena itu, pahala untuk pekerjaan yang baik pertama-tama dan terutama harus dikaitkan dengan rahmat Allah kemudian kehendak bebas manusia.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2006-2010, 2025-2026

Paus akan bertemu para uskup guna membahas perlindungan anak di bawah umur

Pen@ Katolik - Rab, 12/09/2018 - 23:26
Berdasarkan Foto AFP

Paus Fransiskus telah mengundang para ketua semua konferensi waligereja di seluruh dunia untuk mengadakan pertemuan di Roma guna membahas pencegahan pelecehan terhadap anak di bawah umur dan orang dewasa yang rentan.

Pengumuman itu, menurut Christopher Wells dari Vatican News, disampaikan oleh Wakil Direktur Kantor Pers Takhta Suci Paloma García Ovejero dalam konferensi pers tentang pertemuan Dewan Kardinal Penasihat, yang ditutup 12 September pagi.

Komunike dari dewan kardinal itu memberikan rincian lebih lanjut. Pertemuan dengan Paus akan berlangsung di Vatikan, 21-24 Februari 2019. Dalam pernyataan itu dikatakan bahwa dalam reuni minggu ini, Konsili telah “merenungkan sepenuhnya bersama Bapa Suci tentang masalah pelecehan.”

Pengumuman pers hari Rabu itu didedikasikan untuk peninjauan pertemuan Dewan Kardinal Penasehat minggu ini. Ovejero mencatat bahwa semua anggota dewan hadir, kecuali Kardinal George Pell, Kardinal Francisco Javier Errázuriz, dan Kardinal Laurent Monsengwo Pasinya. Paus Fransiskus sepenuhnya mengikuti dalam karya para kardinal itu, meskipun tidak hadir pada poin-poin tertentu karena tugas resmi lainnya.

Menurut Ovejero, “Sebagian besar pekerjaan dewan itu didedikasikan untuk penyesuaian akhir rancangan Konstitusi Apostolik baru tentang Kuria Roma, yang untuk sementara berjudul Praedicate evangelium.” Salinan teks sementara telah disampaikan kepada Bapa Suci, dengan harapan dokumen itu akan ditinjau kembali dalam kerangka hukum kanonik, dan tunduk pada revisi lebih lanjut.

Kepada yang hadir dalam pertemuan dewan itu, Kardinal Sean Patrick O’Malley OFMCap mengupdate karya Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur.

Akhirnya, para kardinal sekali lagi menyatakan solidaritas penuh mereka dengan Paus Fransiskus sehubungan dengan apa yang telah terjadi pada minggu-minggu terakhir.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Mengenal Lebih Dekat Keuskupan Maumere

Mirifica.net - Rab, 12/09/2018 - 22:49
Mengenal Lebih Dekat Keuskupan Maumere  Yoris Role *   Sejarah kehadiran Keuskupan Maumere secara ringkas, dapat diklasifikasi ke dalam 4 periode, yakni: Karya Misi Para Dominikan, Periode Misi Para Jesuit, Karya Misi Para Pastor SVD dan Karya Pastoral di Zaman Diosesan/Keuskupan. Karya Misi Para Dominikan Karya misi para Dominikan terjadi pada periode 1561-1859. Diawali dengan …

Dalam porseni, OMK diharapkan rebut trophy dan medali persaudaraan dalam iman dan kasih

Pen@ Katolik - Rab, 12/09/2018 - 22:39

Ketika membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) OMK Dekenat Merauke 2018 di GOR Hiad Sai Merauke, 12 September 2018, Deken Dekenat Merauke Pastor John Kandam Pr meminta agar peserta menjalin keakraban kebersamaan dan kekompakan dan merebut kejuaraan dalam sportifitas dan kedewasaan.

“Itulah kualitas yang harus kita tunjukkan dengan cinta kasih,” kata Pastor John Kandam seraya berharap kegiatan itu menggali potensi OMK untuk terjun ke dunia olahraga tingkat daerah maupun nasional, dan kali berikut dilaksanakan lomba persahabatan dengan umat agama lain.

Pastor John Kandam membuka porseni itu dengan penendangan bola. Porseni, yang diawali pawai itu merupakan kerja sama antara Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dengan Badan Koordinasi Orang Muda Katolik (OMK) Dekenat Merauke, Keuskupan Agung Merauke, itu akan dilaksanakan hingga 27 Oktober 2018.

Hal senada disampaikan oleh Moderator OMK Dekenat Merauke Pastor Aloysius Batmiyanik MSC. Pastor itu berpesan agar porseni itu tidak menjadi ajang bersaing dengan menunjukan fisik yang kuat, “melainkan momen di mana OMK dapat merebut trophy dan medali persaudaraan dalam iman dan kasih.”

Menurut Pastor Batmiyanik, OMK adalah energi bagi Gereja dan masyarakat di Kabupaten Merauke. “Itu berarti kalian harus menularkan energi positif yang nampak pada interaksi setiap hari, entah dalam keluarga, lingkungan dan masyarakat, lewat tutur sapa serta sepak terjang meraung kebersamaan dalam kasih,” pesan imam itu

Ketua Panitia Gerardus Mayela menegaskan, porseni bertujuan meningkatkan semangat kebersamaan dan persatuan antara OMK se-Dekenat Merauke serta membangun kerja sama antarparoki dan membangun kapasitas dan kualitas OMK.

“Pemuda dalam dunia kontemporer merupakan kekuatan yang senantiasa berada pada lini terdepan dalam membangun pembinaan rohani, sosial, ekonomi dan politik. Saat ini, orang muda diharapkan lebih melibatkan diri dalam kegiatan kerohanian, karena globalisasi sedang mengoncang dunia dan orang muda kehilangan pendirian dan pertahanan diri,” kata Gerardus Mayela. Dia berharap dengan kegiatan itu OMK se-Dekenat Merauke “tetap eksis dan menjadi teladan bagi OMK lain yang sedang berkembang.”

Porseni yang diikuti diikuti tujuh paroki, satu kuasi paroki dan satu stasi mandiri itu memperlombakan bola volley, sepak bola, futsal, vokal grup, baca Kitab Suci dan renungan, nyanyi solo, cerdas cermat agama, paduan suara dan reli Rosario. (PEN@ Katolik/Yakobus Maturbongs)

Kamu Katolik, Kamu Indonesia? Jadilah Kontributor Amorpost! - Amorpost Berita Katolik (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Rab, 12/09/2018 - 22:30

Amorpost Berita Katolik (Siaran Pers) (Blog)

Kamu Katolik, Kamu Indonesia? Jadilah Kontributor Amorpost!
Amorpost Berita Katolik (Siaran Pers) (Blog)
Kamu Katolik, Kamu Indonesia? Jadilah Kontributor Amorpost – Yuk Menulis di AMORPOST.com mengenai berita-berita gereja di paroki maupun keuskupan mu. Kamu berkesempatan menjadi kontributor tetap amorpost.

Gereja St. Petrus Paroki Pekalongan: Misa Inkulturasi 1 Suro 1952

Sesawi.Net - Rab, 12/09/2018 - 20:59
CRAH agawé bubrah, rukun agawé sentosa. Umat Paroki Santo Petrus Pekalongan merayakan Misa 1 Suro 1952 dengan tema “Crah agawé bubrah, rukun agawé sentosa” pada hari Selasa, 11 September 2018 di gereja paroki Jl. Blimbing 1 Pekalongan. Misa Syukur 1 Suro sudah menjadi tradisi di Paroki Pekalongan,  selain Misa Imlek yang merupakan misa inkulturasi Katolik […]

Usai Terima Sakramen Imamat, Misa Syukur Romo Novan CM di Paroki Langsep Malang

Sesawi.Net - Rab, 12/09/2018 - 20:24
“SELAMA hidup sudah berapa banyak peraturan yang dilanggar?” Juga, “sehari ini, sudah berapa peraturan yang dilanggar?” Dua buah pertanyaan itu disampaikan oleh Romo Novan CM kepada umat yang hadir dalam misa syukurnya. Beberapa orang menjawab dengan mengatakan, “Banyak sekali dan tak terhitung.” Selanjutnya Romo Novan menyampaikan dalam homilinya, bahwa Yesus Kristus mengajak kita semua untuk melihat […]

Tudingan PDIP ke KAMMI dan Relasi Organisasi Mahasiswa ke Parpol - tirto.id (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Rab, 12/09/2018 - 19:49

tirto.id (Siaran Pers) (Blog)

Tudingan PDIP ke KAMMI dan Relasi Organisasi Mahasiswa ke Parpol
tirto.id (Siaran Pers) (Blog)
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ...

and more »

Renungan Harian, Kamis: 13 September 2018, Luk. 6:27-38

Mirifica.net - Rab, 12/09/2018 - 19:00
IKAP mengasihi bahkan kepada mereka yang membenci kita sekalipun, merupakan sikap dan tindakan kristiani. Yesus menegakkan hukum kasih ini sebagai dasar dan identitas mereka yang beriman kepada-Nya. Hukum kasih ini menjadi ciri khas dan keutamaan sebagai seorang beriman. Hukum ini bahkan meretas batasan-batasan logika manusia. Mengasihi tanpa balas jasa. Memberikan kasih untuk siapa pun, bahkan …

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator