Imam-imam diosesan se-Indonesia ikut bina lanjut tentang katekese

MUNTILAN (PEN@ Indonesia) -- Sebanyak 78 imam diosesan atau projo dari hampir semua keuskupan di Indonesia kini berkumpul di Rumah Retret Santo Fransiskus, Muntilan, Jawa Tengah, untuk mengikiuti Pembinaan Lanjut Imam Unio Indonesia yang berlangsung dengan tema “Imam dan Katekese” dari tanggal 8-12 Mei 2012.

 Dalam program bina lanjut itu, para imam melihat Selayang Pandang Katekese di Indonesia, Katekese Anak dan Remaja, Peran Imam dalam Katekese Paroki, Mengembangkan Semangat Evangelisasi, serta melakukan sharing pengalaman berkatekese di paroki atau keuskupan masing-masing.

 Pastor FX Adi Susanto SJ, sekretaris Komisi Kateketik KWI, sebagai pembicara pertama dalam pembinaan itu melukiskan selayang pandang katekese di Indonesia. Kepada PEN@ Indonesia, tanggal 9 Mei, imam itu mengatakan bahwa kateksese urusannya keluarga karena pendidikan mulai dari keluarga.

 “Pendidikan iman dalam keluarga perlu dititikberatkan terutama oleh orangtua, karena para katekis dan para romo sebetulnya membantu orangtua untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh orangtua sebagai pendidik utama dan pertama,” kata mantan rektor Seminari Mertoyudan itu.

 Orangtua, tegas imam pemegang Lisensiat Teologi Pastoral Katekese dan Kaum Muda dari Saletianum, Roma, “harus pertama memberikan atau meneruskan tradisi baik dalam hidup beriman Katolik, maka sekurang-kurangnya orangtua harus mengetahui pengertian dan kebiasaan dasar iman Katolik untuk diteruskan kepada anak-anak, sehingga kalau anak-anak dididik di sekolah mereka sudah memiliki dasar untuk dikembangkan, dan orangtua sudah benar-benar menjadi pendidik pertama dan utama.”

 Dalam program itu, para imam akan juga diajak melihat Semangat Katekese Awal Imam Diosesan dan Romo Van Lith dalam Pewartaan di Tanah Jawa, berinteraksi dengan pelaksana katekese, Gereja serta masyarakat, dan bertemu dengan penggerak budaya, bahkan menghadiri gelar budaya.

 Setelah kunjungan ke paroki, para imam akan menghidupkan kembali peran mereka dalam katekese, bahkan kemudian mengeluarkan rekomendasi akhir.

 Misa dengan iringan calung dan gamelan akan mengakhiri bina lanjut itu.

 

Menurut Pastor Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta, Ketua Umum Unio Indonesia yang melaksanakan program bina lanjut itu, tujuan umum program itu adalah agar para imam diosesan memiliki ketrampilan dalam berkatekese.

“Katekese umat sebagai arah karya katekese di Indonesia perlu ditumbuhkembangkan dalam lingkungan hidup umat khususnya melalui komunitas-komunitas basis atau kategorial. Katekese umat perlu diperkaya dengan Injil, Tradisi dan ajaran Gereja,” kata imam itu.

 Sedangkan tujuan khusus, lanjut imam itu, adalah agar para imam diosesan di masing-masing keuskupan mampu mempraktekkannya dalam kegiatan paroki. “Perlunya katekese paroki yang menyeluruh dan berkesinambungan sejak usia dini dan sekolah sampai usia lanjut. Untuk itu, pembinaan lanjut Imam Unio Indonesia menjadi kesempatan yang strategis,” kata Pastor Kusumawanta kepada PEN@ Indonesia.***