INTERNATIONAL ASSEMBLY APOSTOLIC UNION CLERGY Rome, 22-26 October 2012

Mons  Juan Esquerda Bifet, menekankan panggilan imam bersama Bapak Uskup sebagai tanda hidup untuk menyatakan kehadiran Kristus yang bangkit di zaman ini (bdk.Porta Fidei 15). Tanda itu akan kuat dan berdayaubah jika kita sungguh menjadi sahabat Yesus Kristus (bdk PO, 17). Kita harus hidup dalam radikalisme injili (PDV 20) agar tanda itu sungguh nyata dalam karya evangelisasi yang dicanangkan sebagai tahun iman (2012-2013). Kara kerasulan (apostolik) itu bukan hanya milik mereka yang mengucapkan kaul dan hidup dalam komunitas misi (tarekat religius) melainkan juga ada secara hakiki dalam diri imam diosesan. Oleh karena itulah 150 th lalu para imam diosesan mendeclare bahwa kita harus melaksanakan karya apostolik, karya evangelisasi. formasi itulah yang harus ada di dalam diri imam diosesan (unio).
 

 Hari pertama tgl 22 Oktober 2012.

Acara dimulai pada pukul 15.00 waktu Roma, dibuka oleh Presiden internasional AUC Mons. Julio Danile A. Botia. Presiden AUC memberikan introduksi sebagai pengarahan awal sidang umum AUC: menyampaikan sambutan hangat dalam persaudaraan imamat kepada para peserta sidang dan berharap dalam sidang ini kita semua hidup dalam suasana gembira dan secara intensif, aktif dalam sidang ini. Sidang umum ini bertepatan dengan perayaan jubileum 150 tahun AUC yang didirikan tahun 1862 di Perancis bertepatan juga dengan perayaan tahun iman (2012-2013) yang dicanangkan oleh Paus Benediktus XVI. Oleh karena itu, AUC Internasional berharap semangat ber-evangelisasi sunggug terwujud dalam karya AUC di masing-masing negara (di keuskupan-keuskupan). Mons Julio Daniel A. Botia, mengucapkan secara khusus tanda syukur dan terimakasih atas persaudaraan dan persekutuan dalam doa untuk suksesnya sidang ini. Kami pengurus menghaturkan syukur atas dukungan dan doa, persaudaraan dan persekutuan dalam panggilan kita dari para Bapa Uskup, Imam dan Diakon. Kita mengucapkan syukur atas kesaksian hidup dan pelayanan pra imam diosesan dalam AUC internasional maupun AUC nasional (Unio masing-masing negara).

Pada kesempatan yang baik ini, dalam sidang sesuai dengan statuta AUC no. 57-59, bahwa kita juga mengadakan studi tentang peran dan tanggungjawab kita sebagai AUC, dengan melihat, menganalisa masalah saat ini. Maka agar supaya semua harapan di atas dapat terwujud dan terselesaikan saya dengan resmi membuka Sidang Umum Internasional AUC 2012.

Saya mengucapkan terimakasih kepada anda semua partisipan dalam sidang ini, khususnya panitia yang telah menyiapkan segalanya sehingga sidang ini dapat berjalan dengan lancar. Sebagaimana harapan dalam pertemuan AUC tahun 2007 kita ingin membagi pengalaman kita selama sidang ini dengan tema “AUC in its service in the Church today”.

Tujuan umum yang ingin dicapai adalah: penguatan hidup imamat dan pelayanan AUC sehingga sungguh lebih baik dalam karya misi  Gereja di zaman ini. Tujuan khusus adalah: (1) berkembangnya pemahaman dan integrasi hidup imamat dan pelayanan dari para peserta sidang; (2) memperoleh gambaran umum situasi AUC di masing-masing negara; (3) AUC dapat membuat keputusan yang baik tentang pelayanan Gereja zaman ini; (4) menyiapkan instrumen untuk promosi dan animasi AUC di setiap negara; (5) memberi makna atas perayaan Jubileum 150 tahun AUC Internasional dengan perayaan syukur; (6) meng-up date organisasi dan kerjasama-kolaborasi AUC internasional dengan AUC masing-masing negara (Unio masing-masing negara); (7) menetapkan program aksi lima tahun (5 tahun) mendatang; (8) mengadakan konsolidasi ekonomi di tingkat AUC internasional.

Untuk mencapai semua tujuan umum dan khusus itu, maka kita mengusulkan susunan program dalam acara-kegiatan yang penuh dengan dinamika dan menarik. Kita akan mendapat masukkan dari Mons. Juan Esquerda Bifet tentang:  “To build communion of the Presbyterium of one’s particular Church in its Missionary dimension”, kemudian dari Kongregasi untuk Imam tentang “Orientation for the service of AUC in the Church today”. Dalam susunan acara sidang ini juga diberikan kesempatan kepada setiap presiden AUC masing-masing negara untuk sharing dan saling memperkaya pengalaman satu sama lain dalam pelayanan AUC. Laporan keuangan AUC internasional dan pada hari Rabu, tgl 24 Oktober 2012 secara istimewa kita merayakan ekaristi kudus di Basilika St Petrus. Pada kesempatan itu, kita mengadakan audiensi dengan Bapa Suci Paus Benediktus XVI. Juga dalam acara nanti kita mengadakan pertemuan dan dialog dengan para seminaris. Diskusi kelompok masing-masing benua untuk membuat perjanjian dan pemberdayaan hidup organisasi AUC. Pada akhirnya kita mengadakan pemilihan pengurus baru AUC Internasional. Kemudian mengadakan diskusi kelompok dari pelbagai bahasa untuk perencanaan lima tahun mendatang.  Selain itu ada waktu untuk membicarakan formasi bagi imam diosesan dan animasi imam diosesan di seminari tinggi. Secara khusus dalam diskusi kita akan membahas prioritas untuk penguatan hidup organisasi Unio di keuskupan saat ini. Akhirnya ada waktu untuk pertemuan khusus bagi penanggungjawab AUC internasional yang baru terpilih: membuat anggaran dan perencanaan program lima tahun, kemudian kesimpulan umum dengan ditutup doa penutupan sidang dan makan siang pada hari Jumat tgl 26 Oktober 2012.

 

Roma, tgl 23 Oktober 2012.

RD. D. Gusti Bagus Kusumawanta.