Susunan Pengurus 2014-2017

Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 Unio Indonesia, paguyuban imam-imam diosesan atau projo (Pr), yang dilakukan di Ambon memilih Pastor Siprianus Hormat Pr sebagai ketua Unio Indonesia periode 2014-2017, menggantikan Pastor Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta Pr dari Keuskupan Denpasar.

Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC melantik Pastor Siprianus bersama badan pengurusnya dalam Misa di Katedral Ambon tanggal 7 Oktober 2014. Presiden Internasional dari Apostolic Union of the Clergy (UAC) Mgr Giuseppe Magrin dari Roma, dua imam diosesan dari Timor Leste, umat keuskupan, serta para imam dan suster dari Keuskupan Amboina, serta berbagai undangan memenuhi gereja itu. Pemilihan pengurus itu sudah dilakukan tanggal 2 Oktober 2014.

Pastor Siprianus adalah imam diosesan dari Keuskupan Ruteng yang kini bekerja sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Seminari dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Badan Pengurus Unio Indonesia yang terpilih lainnya adalah:
Pelindung: Mgr Blasius Pujaraharja Pr
Penasehat: Mgr Vinsen Sensi Potokota Pr dan Mgr Agustinus Agus Pr
Ketua: Pastor Siprianus Hormat Pr
Wakil Ketua: Pastor Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta Pr
Sekretaris I: Pastor PC Siswantoko Pr
Sekretaris II: Pastor Simon Lili Tjahjadi Pr
Bendahara I: Pastor Paulus Wirasmohadi Pr
Bendahara II: Pastor Eman Belo Sedo Pr
Kepala Pastoran Unio Indonesia: Pastor Guido Suprapto Pr
Bidang Komunikasi: Pastor Yustinus Ardianto Pr

Anggota:
Ketua Regio Jawa: Pastor Antonius Garbito Pambuaji Pr
Ketua Regio Sumatera: Pastor Yakobus Hariprabowo Pr
Ketua Regio Kalimantan Barat: Pastor Jhon Rustam Pr
Ketua Regio Kalimantan Timur: Pastor Anton B Doso Pr
Ketua Regio MAM: Pastor Stefanus Chandra Putra Endak Pr
Ketua Regio Nusra: Pastor Ferry Dhae Pr
Ketua Regio Papua: Pastor Izaak Bame Pr

Misa konselebrasi bersama 123 imam bersama Mgr Giuseppe Magrin, Pendiri dan Penasehat Unio Indonesia Mgr Blasius Pujaraharja Pr, Mgr Mandagi, Mgr Agustinus Agus Pr, Mgr Vincentius Sensi Potokota Pr, Mgr Joseph Suwatan MSC, Mgr Datus Hilarion Lega Pr, Mgr Silvester Tung Kiem San Pr untuk menutup munas dan meresmikan pengurus baru itu dirayakan juga sebagai Misa Syukur 20 Tahun Tahbisan uskup Amboina Mgr Mandagi, 50 Tahun Tahbisan Episcopat Uskup Emeritus Mgr Andreas Sol MSC, Peringatan 480 Tahun Imam Diosesan Berkarya di Indonesia, Peringatan 480 Tahun Misi Gereja Katolik di Maluku, dan Peringatan 469 Tahun Fransiskus Xaverius Tiba di Ambon.

Menurut Laporan Pertanggungjawaban yang dibacakan oleh Pastor Kusumawanta, di masa kepemimpinannya Unio Indonesia yang kini memiliki 2017 anggota di 37 keuskupan di Indonesia, telah menjalankan kegiatan-kegiatan pengembangan kehidupan imamat para anggota melalui kegiatan-kegiatan persaudaraan, serta pembinaan spiritual, mental dan intelektual, yang semuanya “berguna bagi karya pelayanan imamat.”

Selama tiga tahun masa kepemimpinan, lanjut imam itu, badan pengurusnya telah melaksanakan berbagai program di semua regio agar para anggota Unio Indonesia memiliki kehidupan spiritualitas yang baik dan sehat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Kursus Spiritualitas Imam Diosesan di Pusat Spiritualitas Girisonta Ungaran, Jawa Tengah, dan kegiatan bina lanjut atau on-going formation di setiap regio dan di tingkat nasional (Muntilan 2012) bertemakan Imam dan Katekese.

Munas itu dimulai dengan Misa di Katedral Ambon dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi dengan pemukulan tifa di rumah Gubernur Maluku oleh Duta Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi bersama Gubernur Maluku, uskup Amboina, Ketua Unio Indonesia 2011-2014 dan Ketua Panitia Munas Unio XI di Ambon. Tercatat 13 uskup datang menghadiri Munas XI Unio Indonesia itu.

Penutupan dalam Misa di katedral yang sama ditandai dengan penyerahan bendera Unio Indonesia dari Pastor Kusumawanta kepada Pastor Siprianus Hormat, yang lalu menyerahkan bendera itu kepada seorang imam wakil Keuskupan Agung Palembang, yang akan menjadi tuan rumah Munas XII Unio Indonesia tahun 2017. Munas Unio Indonesia yang pertama dilaksanakan di Jakarta tahun 1983.

Setiap keuskupan mengirim wakil-wakil Unio Keuskupan sebagai imam peserta, yakni 1 peserta dari setiap keuskupan dengan jumlah 1-50 imam diosesan, 2 dari keuskupan dengan 51-100 imam diosesan, 3 dari keuskupan dengan 101-150 imam, dan 4 dari keuskupan dengan 150-200 imam. Dalam setiap munas, para imam mengikuti empat bentuk kegiatan. Pertama adalah sidang, studi, refleksi, sharing dan diskusi; kedua live-in dan analisa sosial di tengah umat; ketiga perayaan Ekaristi, ibadat, doa dan kegiatan rohani lainnya; dan keempat rekreasi dan kegiatan persaudaraan lainnya. (paul c pati)

Leave a Reply