Susunan Pengurus 2017-2020

Musyawarah Nasional (Munas) ke-12 Unio Indonesia, paguyuban imam-imam diosesan atau projo (Pr), yang dilakukan di Palembang memilih Pastor RD. Paolus Christian Siswantoko sebagai ketua Unio Indonesia periode 2017-2020, menggantikan Pastor RD. Siprianus Hormat dari Keuskupan Ruteng.

Uskup Emeritus Keuskupan Ketapang Mgr Blasius Pujaraharja melantik Pastor Siswantoko bersama badan pengurusnya dalam Misa di Paroki St. Yoseph Palembang tanggal 6 Mei 2017. Presiden Internasional dari Apostolic Union of the Clergy (UAC) Mgr Giuseppe Magrin dari Roma, 100-150 Imam, umat keuskupan, serta para frater dan suster dari Keuskupan Agung Palembang, serta berbagai undangan memenuhi gereja itu. Pemilihan pengurus itu sudah dilakukan tanggal 5 Mei 2017.

Pastor Siswantoko adalah imam diosesan dari Keuskupan Purwokerto yang kini bekerja sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran – Perantau dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Badan Pengurus Unio Indonesia yang terpilih lainnya adalah:

Pelindung : Mgr Blasius Pujaraharja
Penasehat : Mgr Vincentius Sensi Potokota dan Mgr Agustinus Agus
Ketua : Pastor RD. Paolus Christian Siswantoko
Wakil Ketua : Pastor RD. Guido Suprapto
Sekretaris I : Pastor RD. Markus Nurwidi Pranoto
Sekretaris II : Pastor RD. Charles Agustino Coenrad Javlean
Bendahara I : Pastor RD. Emanuel Belo Sede
Bendahara II : Pastor RD. Michael Wisnu Agung Pribadi
Kepala Pastoran Unio Indonesia : Pastor RD. Joseph Kristanto Suratman

Divisi Bina Lanjut : Pastor RD. Simon Lili Tjahjadi dan Pastor RD. Carolus Borromeus Mulyatno

Divisi Humas dan Publikasi : RD. Paulus Wirasmohadi Soerjo

Anggota
Ketua Regio Jawa : Pastor RD. Johan Ferdinand Wijshijer
Ketua Regio Sumatera : Pastor RD. Laurentius Pratomo
Ketua Regio Kalimantan Barat : Pastor RD. Eduardus Banggut
Ketua Regio Kalimantan Timur : Pastor RD. Antonius Bambang Doso Susanto
Ketua Regio MAM : Pastor RD. Carolus Patampang
Ketua Regio Nusra : Pastor RD. Dominikus De Dowa
Ketua Regio Papua : Pastor RD. Dominikus Dulione Hodo

Misa konselebrasi bersama kurang lebih 150 imam bersama Mgr Giuseppe Magrin, Pendiri dan Penasehat Unio Indonesia, Mgr Blasius Pujaraharja, Mgr Agustinus Agus, Mgr Aloysius Sudarso, SCJ, Mgr Harun Yuwono, Mgr Agustinus Agus untuk menutup munas dan meresmikan pengurus baru dan bersamaan dengan Hari Minggu Panggilan. Menurut Laporan Pertanggungjawaban yang dibacakan oleh Pastor Kusumawanta, di masa kepemimpinannya Unio Indonesia yang kini memiliki 2310 anggota di 37 keuskupan di Indonesia, telah menjalankan kegiatan-kegiatan pengembangan kehidupan imamat para anggota melalui kegiatan-kegiatan persaudaraan, serta pembinaan spiritual, mental dan intelektual, yang semuanya “berguna bagi karya pelayanan imamat.”

Selama tiga tahun masa kepemimpinan, lanjut imam itu, badan pengurusnya telah melaksanakan berbagai program di semua regio agar para anggota Unio Indonesia memiliki kehidupan spiritualitas yang baik dan sehat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah OGF 1 dan OGF 2 dengan OGF 1 bertemakan “ Menjadi Imam yang handal dan terpercaya” : yang di dalamnya mencakup psikologi rohani, leadership, dan persaudaraan. Lalu OGF 2 mengambil tema “mengembangkan kesadaran dan gerakan Ekopastoral para Imam Diosesan sesuai ensiklik Paus Fransiskus".

Munas itu dimulai dengan Misa di Gereja Katedral Palembang dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi di rumah Gubernur Sumatera Selatan. Tercatat 12 Uskup datang menghadiri Munas XII Unio Indonesia itu.

Penutupan dalam Misa di paroki St. Yoseph yang sama ditandai dengan penyerahan bendera Unio Indonesia dari Pastor Siprianus Hormat kepada Pastor PC. Siswantoko, yang lalu menyerahkan bendera itu kepada seorang imam wakil Keuskupan Agung Ende, yang akan menjadi tuan rumah Munas XIII Unio Indonesia tahun 2020. Munas Unio Indonesia yang pertama dilaksanakan di Jakarta tahun 1983.

Setiap keuskupan mengirim wakil-wakil Unio Keuskupan sebagai imam peserta, yakni 1 peserta dari setiap keuskupan dengan jumlah 1-50 imam diosesan, 2 dari keuskupan dengan 51-100 imam diosesan, 3 dari keuskupan dengan 101-150 imam, dan 4 dari keuskupan dengan 150-200 imam. Dalam setiap Munas, para imam mengikuti empat bentuk kegiatan.
Pertama adalah sidang, studi, refleksi,testimoni dari narasumber, sharing dan diskusi;
kedua live-in dan analisa sosial di tengah umat;
ketiga perayaan Ekaristi, ibadat, doa dan kegiatan rohani lainnya; dan
keempat rekreasi dan kegiatan persaudaraan lainnya.

(gaudensius dennys)