Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil Minggu Biasa IIB 14 Jan 2018 (Yoh 1:35-42)

APA YANG KALIAN CARI?

Dikisahkan dalam Yoh 1:35-42 (Injil Minggu Biasa II tahun B) bagaimana Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada dua muridnya bahwa orang yang dilihatnya lewat di situ, yakni Yesus, ialah “Anak Domba Allah”. Kedua orang itu pun mengikutinya. Dan terjadilah percakapan di antara Yesus dan kedua murid itu. Mereka ditanya apa yang mereka cari. Mereka mengatakan ingin tahu di mana ia tinggal. Yesus pun mengajak mereka ikut dan melihat sendiri. Begitulah mereka tinggal bersama dia sampai sore hari. Salah seorang dari keduanya, Andreas, menemui Simon Petrus, saudaranya, dan mengatakan telah menemukan Mesias. Andreas mempertemukan saudaranya dengan Yesus yang kemudian memberinya nama Kefas.

APA YANG KALIAN CARI?

Minggu 7 Jan 2018 HR Penampakan Tuhan (Mat 2:1-12; Yes 60:1-6; Ef. 3:2-3a.5-6)

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (Mat 2:1-12; Yes 60:1-6; Ef. 3:2-3a.5-6)

Rekan-rekan yang baik!

Injil bagi Hari Raya Penampakan Tuhan – Epifania – ini (Mat 2:1-12) mengisahkan kedatangan orang-orang bijak dari jauh untuk menyatakan penghormatan mereka kepada raja yang baru dilahirkan. Siapakah mereka ini? Di wilayah Babilonia dan Persia dulu, sekarang Irak & Iran utara, ada orang-orang bijak yang mahir dalam ilmu perbintangan. Mereka biasanya juga berperan sebagai ulama agama setempat. Matius menyebut mereka sebagai “orang-orang majus”. Dalam kisah ini mereka mewakili orang-orang bukan Yahudi yang datang dari jauh untuk menghormati dia yang lahir di Betlehem yang bakal menjadi pemimpin umat manusia. Kebijaksanaan para majus ini membawa mereka ke sana. Para ulama Yahudi sendiri sebenarnya juga mengetahuinya lewat nubuat Nabi Mikha (Mat 2:6, kutipan dari Mikha 5:1).

KAUM BIJAK - KEMANUSIAAN YANG UNIVERSAL

1 Jan 2018 -HARI PERDAMAIAN SEDUNIA - Luk 2:16-21 & Bil 6:22-27

Hari Raya Bunda Allah - HARI PERDAMAIAN SEDUNIA - Luk 2:16-21 & Bil 6:22-27

Rekan-rekan yang budiman, Selamat Tahun Baru!

Hari pertama di tahun baru 2018 ini bertepatan dengan perayaan Maria Bunda Allah. Di kalangan umat pada abad-abad awal, Maria mulai mendapat gelar "Theotokos", artinya "yang membuat keilahian lahir" - alih bahasa ini lebih menunjukkan makna ungkapan itu daripada "Bunda Allah", yang dalam bahasa biasa dapat menimbulkan kesan maksudnya ialah "ibunya si Anu" dengan kelanjutan pada debat salah arah mengenai apa benar Allah kok diperanakkan dan sebagainya.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili