Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Vespertina Natal 24 Des 2017 (Mat 1:1-25)

ASAL USUL YESUS SANG IMANUEL

Rekan-rekan yang baik!

Berikut ini sebuah ulasan ringkas mengenai Mat 1:1-25 yang dibacakan dalam Misa Vespertina tanggal 24 Desember (sore menjelang Misa Malam Natal). Petikan ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama memuat silsilah Yesus (ay. 1-17) dan yang kedua mengisahkan peristiwa kelahirannya (ay. 18-25). Di beberapa tempat boleh jadi hanya bagian kedua saja yang dibacakan. Namun demikian, baiklah kita catat beberapa gagasan mengenai silsilah yang termaktub pada bagian pertama karena dapat memberi pengantar memasuki bagian yang kedua.

Minggu Adven IV B 24 Des 2017 (Luk 1:26-38)

APA YANG TERJADI DI SANA?

Rekan-rekan yang budiman!

Dikisahkan dalam Luk 1:26-38 (Injil Minggu Adven IV tahun B) bagaimana malaikat Gabriel diutus ke sebuah kota kecil di Galilea - di sebelah utara Tanah Suci - kepada Maria yang diperkenalkan dalam Injil sebagai “perawan yang bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf dari keluarga Daud”. Setelah mengucapkan salam damai, Gabriel memberitakan bahwa seorang anak lelaki akan lahir dari Maria, dan hendaknya ia dinamai Yesus. Ia akan menjadi besar dan dinamakan Anak Allah Yang Maha Tinggi dan akan dikaruniai kekuasaan tanpa akhir.

Minggu Adven III/B tgl. 17 Des 2017 (Yoh 1:6-8;19-28 dan 1Tes 5:16-24)

KESAKSIAN YOHANES

Rekan-rekan yang baik!
Seperti hari Minggu yang lalu, kali ini Injil Minggu Adven III/B ( Yoh 1:6-8;19-28) juga hampir seluruhnya berbicara mengenai Yohanes Pembaptis. Tapi yang sekarang ditonjolkan ialah kesaksiannya. Pertama-tama ia ditampilkan sebagai yang diutus Yang Maha Kuasa untuk menjadi saksi bagi sang "terang" walaupun ia bukan terang itu sendiri (ay. 6-8). Kemudian kepada orang-orang yang datang kepadanya Yohanes menegaskan bahwa dirinya bukan Mesias, bukan Elia, bukan nabi, melainkan orang yang berseru-seru di padang gurun menghimbau agar jalan bagi Tuhan diluruskan (ay. 19-23).

Minggu Adven II/B tgl 10 Des 2017 (Mrk 1:1-8)

MERINTIS JALAN BAGINYA

Rekan-rekan yang baik!

Injil Minggu Adven II ini – Mrk 1:1-8 – hampir seluruhnya membicarakan Yohanes Pembaptis. Dia ini tokoh yang sudah sejak lama dinubuatkan sebagai utusan yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem mendatanginya di padang gurun minta dibaptis olehnya sebagai tanda bertobat demi pengampunan dosa. Ia juga tampil di mata orang sebagai seorang nabi. Semua uraian mengenai Yohanes Pembaptis kiranya dimaksud untuk semakin menyoroti siapa yang akan datang nanti, yakni Yesus. Dia ini tokoh yang jauh lebih besar yang diumumkan oleh Yohanes sendiri. Marilah kita lihat cara Markus mengutarakan hal ini. Di bawah ditambahkan pula ulasan mengenai bacaan kedua yakni 2Ptr 3:8-14.

INJIL “DARI” DAN “TENTANG” YESUS KRISTUS

Injil Minggu ADVEN I/B tgl. 3 Des 2017 (Mrk 13:33-37)

KINI DAN DI SINI

Rekan-rekan yang budiman!

Masa Adven menjadi persiapan mendalami makna perayaan tahunan kelahiran sang Penyelamat pada hari Natal. Dia yang lahir dalam kesederhanaan di Betlehem itu sama dengan dia yang akan datang pada akhir zaman dengan segala kemuliaannya nanti. Bacaan Injil Adven I tahun B (Mrk 13:33-37) mengajarkan kewaspadaan agar tidak kehilangan arah ke masa depan ini.

Hari Raya Kristus Raja Thn A - 26 Nov 17 (Mat 25:31-46)

MENGAPA IA DISEBUT RAJA?

Rekan-rekan yang budiman!

Digambarkan dalam Mat 25:31-46 bagaimana pada akhir zaman nanti Anak Manusia akan datang sebagai raja untuk menghakimi semua bangsa. Pahala akan diterima oleh mereka yang berbuat baik kepadanya ketika ia lapar, haus, tak ada kenalan, telanjang, sakit, bahkan dipenjara. Mereka yang tak punya kepedulian akan tersingkir. Mereka tidak menyadari bahwa perlakuan kepada salah satu dari saudaranya yang paling hina sama dengan perbuatan terhadapnya sendiri. Bagaimana memahami ajaran Injil yang dibacakan pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam tahun A ini? Beberapa hal saya sudah bicarakan dengan Matt sendiri. Karena akan berguna bagi rekan-rekan, berikut ini saya kutipkan balasannya. Ia juga ada pesan khusus pada akhir suratnya. Semoga bermanfaat,

A. Gianto.

=======================================

Injil Minggu Biasa XXXIII/A tgl 19 Nov 2017 (Mat 25:14-30 )

KEPERCAYAAN YANG SUBUR DAN TALENTA YANG MANDUL

Perumpamaan mengenai talenta dalam Mat 25:14-30 (Injil Minggu Biasa XXXIII tahun A) berawal dengan kisah tentang orang yang mempercayakan hartanya kepada para hambanya karena ia akan lama bepergian ke luar negeri. Dan jumlah uang yang ditinggalkannya itu amat besar. Satu talenta nilainya 10.000 dinar dan satu dinar itu waktu itu upah sehari pekerja harian. Pendengar waktu itu langsung menangkap arah perumpamaan ini, yakni kepercayaan yang luar biasa besarnya dari pihak pemilik kepada para hambanya. Dan memang perumpamaan ini lebih bercerita mengenai sang pemberi daripada mengenai mereka yang menerima. Dari 16 ayat dalam petikan ini, 10 ayat dipakai untuk menggambarkan tindakan serta kata-kata sang tuan dan hanya 6 ayat dikhususkan bagi hamba-hambanya.

“MASING-MASING MENURUT KESANGGUPAN-NYA”

Injil Minggu Biasa XXXII/A - 12 Nov 2017 (Mat 25:1-13)

YANG SIGAP DAN YANG LAMBAN
Injil Minggu Biasa XXXII tahun A ini (Mat 25:1-13) menyampaikan perumpamaan sepuluh gadis yang bermaksud mengiringi pengantin lelaki pergi menjemput mempelai perempuan sehingga dapat ikut pesta pernikahan. Lima dari kesepuluh gadis tadi siap dengan bekal mereka, tetapi lima lainnya tidak. Mereka tidak membawa persediaan minyak bagi pelita mereka sehingga perlu pergi membelinya. Tapi pada saat itu mempelai lelaki yang ditunggu-tunggu datang dan kelima gadis yang pergi membeli minyak tadi ketinggalan dan tak bisa ikut dalam pesta pernikahan. Perumpamaan ini termasuk rangkaian pengajaran yang memiliki unsur-unsur kisahan berikut:
- Ada dua kelompok orang yang menanti-nantikan: Mat 24:37-41 (yang satu terbawa, yang lain tertinggal); 45-51 (hamba setia, hamba jahat); 25:14-46 (hamba-hamba setia yang menggandakan talenta – hamba yang mengubur pemberian; domba di kanan, kambing di kiri).

Injil Minggu Biasa XXXI A tgl. 5 Nov 2017 (Mat 23:1-12)

BOROK KEHIDUPAN AGAMA?
Suatu ketika di Bait Allah Yesus menyoroti tajam-tajam sikap tercela para ahli Taurat dan kaum Farisi (Mat 23:1-12, Injil Minggu Biasa XXXI tahun A). Kepada orang banyak dan para murid diajarkannya agar kelakuan itu tidak mereka ikuti, sekalipun orang-orang itu mempunyai hak mengajarkan Taurat. Mereka membebani orang dengan ajaran-ajaran tanpa bersedia menjalaninya sendiri. Mereka suka dipandang sebagai orang saleh, ingin diberi tempat kehormatan di tempat ibadat, mengharapkan sanjungan di hadapan umum. Tingkah mereka ini malah menjadi karikatur kesalehan beragama.

Injil Minggu Biasa XXX/A 29 Okt 2017 (Mat 22:34-4)

INTI HIDUP BERAGAMA
Minggu Biasa XXX tahun A ini dirayakan dengan bacaan Injil dari Mat 22:34-40. Dikisahkan jawaban Yesus terhadap pertanyaan seorang ahli Taurat yang bermaksud menjajaki pengetahuan keagamaannya. Ditanyakan kepada Yesus, manakah perintah yang paling utama dalam Taurat. Jawabannya, perintah yang terutama dan yang pertama ialah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu!” (Ul 6:5).

Injil Minggu Biasa XXIX/A 22 Okt 2017 (Mat 22:15-21)

MEMBAYAR PAJAK KEPADA KAISAR?

Rekan-rekan yang budiman!
Satu ketika Yesus dimintai pendapat tentang membayar pajak kepada Kaisar: apakah hal ini diperbolehkan (Mat 22:15-21). Bila mengatakan boleh maka ia akan menyalahi rasa kebangsaan. Tetapi bila mengatakan tidak, ia pun akan berhadapan dengan penguasa Romawi yang waktu itu mengatur negeri orang Yahudi. Para pengikut Yesus kerap dihadapkan ke masalah seperti itu.

Injil Minggu Biasa XXVIII/ A tgl. 15 Okt 2017 (Mat 22:1-14)

Rekan-rekan yang budiman!
Dalam Mat 22:1-14 yang dibacakan sebagai Injil Minggu Biasa ke 28 tahun A ini disampaikan perumpamaan mengenai siapa yang akhirnya masuk ke dalam Kerajaan Surga dan bagaimana mereka bisa sampai ke sana. Beginilah ceritanya. Ada orang-orang yang sebenarnya sejak awal sudah beruntung karena "diundang ke perjamuan" tapi mereka malah meremehkan ajakan ini. Karena itu keberuntungan yang sebenarnya dapat mereka nikmati jadi beralih kepada orang-orang lain yang tadinya tidak masuk hitungan. Apa artinya semua ini bagi kehidupan kini?

VERSI MATIUS DAN LUKAS
Selain dalam Mat 22:1-14, perumpamaan tentang undangan yang menolak datang itu didapati juga dalam Luk 14:15-24. Namun ada tiga hal yang khas pada versi Matius yang tidak dijumpai dalam versi Lukas.

Injil Minggu Biasa XXVII/A tgl. 8 Okt 17 (Mat 21:33-43)

Pada hari Minggu Biasa XXVII tahun A ini dibacakan Mat 21:33-43. Kembali Yesus mengutarakan perumpamaan yang berhubungan dengan kebun anggur. Tapi kali ini yang disoroti ialah para penggarap kebun anggur yang ingin merebut lahan yang dipercayakan kepada mereka. Sewaktu berada di negeri lain, ia menyewakan kebunnya kepada para penggarap. Sang empunya juga telah membangun tempat penggarapan anggur di situ.
Para hamba yang diutus untuk memungut hasilnya diperlakukan dengan buruk oleh para pekerja.

Injil Minggu XXVI/A -1 Okt 2017 (Mat 21:28-32)

Rekan-rekan!
Injil kali ini (Mat 21:28-32) menampilkan perumpamaan mengenai seorang ayah yang bergilir meminta dua orang anaknya berangkat bekerja di kebun anggur. Yang pertama pada mulanya tidak bersedia, tapi kemudian menyesal dan akhirnya menjalankannya. Yang kedua sebaliknya berkata "ya" tapi tidak melakukannya. Siapa dari kedua anak itu yang sungguh mengikuti kehendak sang ayah? Tentunya orang berpikir tentang anak yang pertama. Apakah perumpamaan ini sekadar dimaksud mengajarkan bahwa tindakan nyata jauh lebih bernilai dari pada sekedar janji? Adakah hal-hal khusus yang dapat dipetik dari bacaan Injil pada hari Minggu Biasa XXVI tahun A ini?

Injil Minggu XXV/A 24 Sept2017 (Mat 20:1-16)

Rekan-rekan,
Pengisi rubrik ini meminta saya berbicara mengenai perumpamaan dalam Mat 20:1-16 yang dibacakan pada hari Minggu XXV tahun A ini. Ceritanya tentu sudah anda kenal. Pagi-pagi benar seorang pemilik kebun anggur menawarkan pekerjaan dengan upah sedinar sehari. Upah sedinar memang lazim bagi pekerja harian waktu itu.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili