Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Renungan Minggu Palma

MENYAMBUT YESUS DI YERUSALEM

Dalam upacara perarakan Minggu Palma tahun ini dibacakan kisah Yesus memasuki Yerusalem menurut Luk 19:28-40. Ia sadar perjalanan ini bakal berakhir dengan penolakan para pemimpin dan pengorbanan diri di salib dan kebangkitannya. Tiga kali hal ini diberitakannya kepada para murid, tetapi mereka menganggap ini semua tak masuk akal. Namun demikian, Yesus tetap mengarahkan pandangannya ke sana, ke Yerusalem seperti dikatakan dalam Luk 9:51.....

Bacaan Injil hari Minggu Prapaskah V/C Yoh 8:1-11

Kebanyakan para ahli tafsir beranggapan bahwa kisah perempuan yang berzinah dalam Yoh 8:1-11 yang dibacakan pada hari Minggu Prapaskah V/C pada awalnya tidak termasuk Injil Yohanes meskipun mereka setuju asalnya dari tradisi mengenai kehidupan Yesus juga. Kisah ini tidak termuat di dalam naskah-naskah tertua Injil Yohanes dalam bahasa Yunani. Juga dari segi gaya bahasa ada perbedaan. Misalnya, Yohanes biasa menyebut "orang banyak" dengan kata Yunani "okhlos", bukan "laos" seperti di sini. Kata untuk "pagi-pagi" biasanya "prooi", tapi di sini dipakai "orthrou". Nama "Bukit Zaitun" tidak dijumpai dalam Injil Yohanes kecuali di sini. Juga ahli Taurat tidak disebut musuh Yesus selain di sini.

Injil Hari Minggu Prapaskah III/C (Luk 13:1-9)

 

Rekan-rekan,
Luk 13:1-9 yang dibacakan pada hari Injil Minggu Prapaskah III/C ini memuat dua bagian. Yang pertama mengisahkan dua kejadian yang dapat menjadi bahan pelajaran untuk "bertobat" (ayat 1-3 dan 4-5) sedangkan bagian kedua (ayat 6-9) berbentuk perumpamaan yang melengkapi ajakan tadi.

Injil Minggu Prapaskah II/C 24 Feb 2013 (Luk 9:28b-36)

 

Rekan-rekan sekalian!
 
Luk 9:28b-36 menceritakan bagaimana Petrus, Yakobus dan Yohanes mengalami penampakan kemuliaan Yesus di atas gunung. Dengan penekanan yang di sana sini agak berbeda, peristiwa ini juga diceritakan dalam Mat 17:1-9 dan Mrk 9:2-10. Ketiga Injil itu sama-sama mengatakan bahwa ketiga murid itu diajak naik ke gunung, tetapi hanya Lukaslah yang menambahkan "untuk berdoa". 

Injil hari Minggu Prapaskah I/C 17 Feb 13 (Luk 4:1-13)

 

Rekan-rekan yang baik!
 
Injil Minggu Prapaskah pertama  tahun  ini (Luk 4:1-13) mengisahkan bagaimana Yesus dicobai di padang gurun selama 40 hari. Marilah kita dalami terlebih dahulu beberapa pengertian pokok ini: dibawa Roh, padang gurun, dicobai 40 hari, dan saat Iblis kembali.

Injil Hari Minggu V/C 10 Feb 2013 ( Luk 5:1-11)

Rekan-rekan yang budiman!
Bacaan Minggu Biasa V tahun C ini ialah Yes 6:1-2a.3-8; 1Kor 15:1-11; Luk 5:1-11. Pengalaman merasakan kehadiran Yang Ilahi memang mempesona tapi sekaligus menggetarkan. Yesaya terpukau oleh para Serafim yang khidmat memuji kebesaran Tuhan yang Maha Kudus. Saat itu juga ia merasa segera akan luluh binasa karena mendapati diri "kotor" Dalam petikan Injil Lukas diceritakan bagaimana Simon menyaksikan keajaiban yang terjadi serta-merta kata-kata Yesus diturutinya. Tetapi ia serta-merta merasa diri pendosa dan mohon agar Yesus - yang disapanya sebagai Tuhan - menjauhinya. Tidak tahan ia berdekatan dengan Yang Ilahi. Yesaya dan Simon sama-sama dilanda kekuatan sabda ilahi dan merasa tak pantas.

Injil hari Minggu Biasa IV th 3 Feb 13 C(Luk 4:21-30)

Rekan-rekan yang baik!

Injil Minggu Biasa IV tahun C, yakni Luk 4:21-30, amat erat hubungannya dengan petikan yang dibacakan Minggu lalu, yakni pengajaran Yesus di sebuah rumah ibadat di Nazaret. Orang-orang terpesona oleh pengajarannya tetapi mereka juga menginginkan dia berbuat mukjizat di situ seperti di tempat lain. Yesus tidak menuruti keinginan mereka. Ia mengatakan bahwa Yang Mahakuasa mengutus nabi Elia untuk menolong seorang janda di tanah Sidon. Juga banyak orang kusta di Israel pada zaman Elisya, tapi hanya Naaman orang Siria disembuhkan. Mendengar ini semua marahlah orang-orang yang tadinya mengaguminya. Bahkan mereka menyeretnya keluar kota dan mau menjatuhkannya ke dalam tebing... Apa arti kejadian ini?

DIALOG PEMANASAN

MgBiasa III/C tgl. 27 Jan 13 ( Luk 1:1-4; 4:14-21)

Rekan-rekan yang budiman!
Pada hari Minggu Biasa III/B ini dibacakan Luk 1:1-4; 4:14-21, didahului Neh 8:3-5a.6-7.9-11 dan 1 Kor 12:12-30. Berikut ini beberapa pokok yang dapat membantu memahami bacaan-bacaan itu, khususnya Injil.

Injil Minggu II/C 20 Jan 13 (Yoh 2:1-11)

PARADIGMA BARU BERTEOLOGI
Rekan-rekan!
Pada hari Minggu Biasa II tahun C dibacakan  Yoh 2:1-11 bersama dengan Yes 62:1-5 dan 1Kor 12:4-11. Bacaan-bacaan ini mendorong kita untuk semakin menyadari bahwa Tuhan berkenan hadir di tengah-tengah manusia dengan macam-macam karunia yang diberikan-Nya demi kesejahteraan bersama. Itulah dasar kesatuan dan kegembiraan yang sungguh.

Injil Minggu 13 Jan 2013 (Luk 3:15-16. 21-22)

Rekan-rekan yang budiman!
Pada hari Minggu tgl. 13 Januari 2013 ini dibacakan kisah Yesus dibaptis menurut Injil Luk 3:15-16. 21-22. Makna peristiwa ini akan menjadi lebih jelas bila dibaca dengan latar kehidupan umat Perjanjian Lama, khususnya yang tercermin dalam bacaan pertama (Yes 40:1-5.9-11) dan kehidupan orang kristen awal yang bergema di dalam bacaan kedua (Tit 2:11-14; 3:4-7).

Epifani 6 Jan 13

Rekan-rekan yang baik!
Mat 2:1-12 dibacakan pada Hari Raya Penampakan Tuhan yang juga biasa disebut Hari Raya Epifania. Dikisahkan kedatangan orang-orang bijak dari jauh untuk menyatakan penghormatan mereka kepada raja yang baru dilahirkan. Siapakah mereka ini? Dahulu kala, di wilayah Babilonia dan Persia (Irak & Iran utara) ada orang-orang bijak yang mahir dalam ilmu perbintangan. Mereka biasanya juga berperan sebagai ulama agama setempat. Matius menyebut mereka sebagai "orang-orang majus". Dalam kisah ini mereka mewakili orang-orang bukan Yahudi yang datang dari jauh untuk menghormati dia yang lahir di Betlehem yang bakal menjadi pemimpin umat manusia. Kebijaksanaan para majus ini membawa mereka ke sana. Para ulama Yahudi sendiri sebenarnya juga mengetahuinya lewat nubuat Nabi Mikha (Mat 2:6, kutipan dari Mikha 5:1).

Selamat Natal (Luk. 2:8-20)

Luk. 2:8-20
 

Injil Misa Natal (Luk 2:1-14; Luk 2:15-20;Yoh 1:1-18)

Dalam tradisi Gereja Katolik ritus Latin, Natal dirayakan dengan tiga Misa Kudus yakni Misa Malam Natal 24 Desember, kemudian Misa Fajar 25 Desember pagi , dan akhirnya Misa Siang. Ketiga perayaan itu melambangkan tiga sisi kenyataan lahirnya Sang Penyelamat Dunia. Pertama, kelahirannya sudah terjadi sejak awal, yakni dalam kehendak Bapa di surga untuk mengangkat martabat kemanusiaan ke dekatnya. Kenyataan kedua terjadi ketika Yesus lahir dari kandungan Maria. Dan kenyataan ketiga, kelahiran Kristus secara rohani di dalam kehidupan orang beriman. Bacaan Injil dalam ketiga Misa Natal tersebut sejajar dengan tiga kenyataan tadi. Dalam Misa malam hari dibacakan Luk 2:1-14 yang menceritakan Maria melahirkan di Betlehem, kemudian dalam Misa fajar diperdengarkan Luk 2:15-20 yang mengabarkan lahirnya Kristus di dalam kehidupan orang beriman yang pertama, yakni para gembala. Akhirnya, dalam Injil Misa siang hari, Yoh 1:1-18, ditegaskan bahwa sang Sabda ini sudah ada sejak semula.

Injil Minggu Adven IV tahun C (Luk 1:39-45)

Dalam Luk 1:39-45 (Injil  Minggu Adven IV tahun C) diceritakan kunjungan Maria kepada Elisabet. Sekilas, kisah ini terjadi sebagai pertemuan antara kedua tokoh itu. Namun bila ditengok lebih dalam, ada dua tokoh penting lain, yakni Yohanes dan Roh Kudus. Tanpa mereka ini, ceritanya tidak akan utuh lagi. Manakah tafsir yang membantu? Kita ikuti pembicaraan dua orang yang berusaha mendalami petikan itu.

KUNJUNGAN MARIA
HAR: Sedang menyiapkan ulasan episode kunjungan Maria ke Elisabet?
GUS: Iya. Tapi belum jelas mana nih yang mesti ditekankan: Maria-kah, Elisabet-kah atau Yohanes yang ada dalam kandungan, atau Roh Kudus. Masing-masing kan dapat dianggap berperan sebagai tokoh utama dalam peristiwa itu
HAR: Betul! Boleh jadi bisa mulai dengan Maria seperti teks Injil sendiri. Banyak dapat dikatakan tentang perjalanan Maria mengunjungi sanaknya itu.

Injil hari Minggu Adven III C 16 Des 12 Luk 3:10-18

LANGKAH-LANGKAH PEMBARUAN HIDUP
Dalam Injil yang dibacakan bagi kesempatan ini, yakni Luk 3:10-18, dikisahkan bagaimana orang-orang yang datang kepada Yohanes Pembaptis berharap dapat membarui diri. Ter­ung­kap dalam beberapa ayat sebelumnya (ay. 7-9) kecaman keras Yohanes Pembaptis terhadap mereka yang disebut­nya "keturunan ular berbisa". Mereka diperingatkan agar jangan melamun akan luput dari murka pada akhir zaman nanti. Bahwasanya mereka lahir sebagai keturunan Abraham sama sekali bukan jaminan. Jalan satu-satunya agar selamat ialah bila mereka menghasilkan buah yang baik. Bila tidak, mereka ibarat pohon yang akan ditebang dan dimusnahkan dengan api.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili