Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil Minggu Biasa XXXIII/A tgl 19 Nov 2017 (Mat 25:14-30 )

KEPERCAYAAN YANG SUBUR DAN TALENTA YANG MANDUL

Perumpamaan mengenai talenta dalam Mat 25:14-30 (Injil Minggu Biasa XXXIII tahun A) berawal dengan kisah tentang orang yang mempercayakan hartanya kepada para hambanya karena ia akan lama bepergian ke luar negeri. Dan jumlah uang yang ditinggalkannya itu amat besar. Satu talenta nilainya 10.000 dinar dan satu dinar itu waktu itu upah sehari pekerja harian. Pendengar waktu itu langsung menangkap arah perumpamaan ini, yakni kepercayaan yang luar biasa besarnya dari pihak pemilik kepada para hambanya. Dan memang perumpamaan ini lebih bercerita mengenai sang pemberi daripada mengenai mereka yang menerima. Dari 16 ayat dalam petikan ini, 10 ayat dipakai untuk menggambarkan tindakan serta kata-kata sang tuan dan hanya 6 ayat dikhususkan bagi hamba-hambanya.

“MASING-MASING MENURUT KESANGGUPAN-NYA”

Injil Minggu Biasa XXXII/A - 12 Nov 2017 (Mat 25:1-13)

YANG SIGAP DAN YANG LAMBAN
Injil Minggu Biasa XXXII tahun A ini (Mat 25:1-13) menyampaikan perumpamaan sepuluh gadis yang bermaksud mengiringi pengantin lelaki pergi menjemput mempelai perempuan sehingga dapat ikut pesta pernikahan. Lima dari kesepuluh gadis tadi siap dengan bekal mereka, tetapi lima lainnya tidak. Mereka tidak membawa persediaan minyak bagi pelita mereka sehingga perlu pergi membelinya. Tapi pada saat itu mempelai lelaki yang ditunggu-tunggu datang dan kelima gadis yang pergi membeli minyak tadi ketinggalan dan tak bisa ikut dalam pesta pernikahan. Perumpamaan ini termasuk rangkaian pengajaran yang memiliki unsur-unsur kisahan berikut:
- Ada dua kelompok orang yang menanti-nantikan: Mat 24:37-41 (yang satu terbawa, yang lain tertinggal); 45-51 (hamba setia, hamba jahat); 25:14-46 (hamba-hamba setia yang menggandakan talenta – hamba yang mengubur pemberian; domba di kanan, kambing di kiri).

Injil Minggu Biasa XXXI A tgl. 5 Nov 2017 (Mat 23:1-12)

BOROK KEHIDUPAN AGAMA?
Suatu ketika di Bait Allah Yesus menyoroti tajam-tajam sikap tercela para ahli Taurat dan kaum Farisi (Mat 23:1-12, Injil Minggu Biasa XXXI tahun A). Kepada orang banyak dan para murid diajarkannya agar kelakuan itu tidak mereka ikuti, sekalipun orang-orang itu mempunyai hak mengajarkan Taurat. Mereka membebani orang dengan ajaran-ajaran tanpa bersedia menjalaninya sendiri. Mereka suka dipandang sebagai orang saleh, ingin diberi tempat kehormatan di tempat ibadat, mengharapkan sanjungan di hadapan umum. Tingkah mereka ini malah menjadi karikatur kesalehan beragama.

Injil Minggu Biasa XXX/A 29 Okt 2017 (Mat 22:34-4)

INTI HIDUP BERAGAMA
Minggu Biasa XXX tahun A ini dirayakan dengan bacaan Injil dari Mat 22:34-40. Dikisahkan jawaban Yesus terhadap pertanyaan seorang ahli Taurat yang bermaksud menjajaki pengetahuan keagamaannya. Ditanyakan kepada Yesus, manakah perintah yang paling utama dalam Taurat. Jawabannya, perintah yang terutama dan yang pertama ialah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu!” (Ul 6:5).

Injil Minggu Biasa XXIX/A 22 Okt 2017 (Mat 22:15-21)

MEMBAYAR PAJAK KEPADA KAISAR?

Rekan-rekan yang budiman!
Satu ketika Yesus dimintai pendapat tentang membayar pajak kepada Kaisar: apakah hal ini diperbolehkan (Mat 22:15-21). Bila mengatakan boleh maka ia akan menyalahi rasa kebangsaan. Tetapi bila mengatakan tidak, ia pun akan berhadapan dengan penguasa Romawi yang waktu itu mengatur negeri orang Yahudi. Para pengikut Yesus kerap dihadapkan ke masalah seperti itu.

Injil Minggu Biasa XXVIII/ A tgl. 15 Okt 2017 (Mat 22:1-14)

Rekan-rekan yang budiman!
Dalam Mat 22:1-14 yang dibacakan sebagai Injil Minggu Biasa ke 28 tahun A ini disampaikan perumpamaan mengenai siapa yang akhirnya masuk ke dalam Kerajaan Surga dan bagaimana mereka bisa sampai ke sana. Beginilah ceritanya. Ada orang-orang yang sebenarnya sejak awal sudah beruntung karena "diundang ke perjamuan" tapi mereka malah meremehkan ajakan ini. Karena itu keberuntungan yang sebenarnya dapat mereka nikmati jadi beralih kepada orang-orang lain yang tadinya tidak masuk hitungan. Apa artinya semua ini bagi kehidupan kini?

VERSI MATIUS DAN LUKAS
Selain dalam Mat 22:1-14, perumpamaan tentang undangan yang menolak datang itu didapati juga dalam Luk 14:15-24. Namun ada tiga hal yang khas pada versi Matius yang tidak dijumpai dalam versi Lukas.

Injil Minggu Biasa XXVII/A tgl. 8 Okt 17 (Mat 21:33-43)

Pada hari Minggu Biasa XXVII tahun A ini dibacakan Mat 21:33-43. Kembali Yesus mengutarakan perumpamaan yang berhubungan dengan kebun anggur. Tapi kali ini yang disoroti ialah para penggarap kebun anggur yang ingin merebut lahan yang dipercayakan kepada mereka. Sewaktu berada di negeri lain, ia menyewakan kebunnya kepada para penggarap. Sang empunya juga telah membangun tempat penggarapan anggur di situ.
Para hamba yang diutus untuk memungut hasilnya diperlakukan dengan buruk oleh para pekerja.

Injil Minggu XXVI/A -1 Okt 2017 (Mat 21:28-32)

Rekan-rekan!
Injil kali ini (Mat 21:28-32) menampilkan perumpamaan mengenai seorang ayah yang bergilir meminta dua orang anaknya berangkat bekerja di kebun anggur. Yang pertama pada mulanya tidak bersedia, tapi kemudian menyesal dan akhirnya menjalankannya. Yang kedua sebaliknya berkata "ya" tapi tidak melakukannya. Siapa dari kedua anak itu yang sungguh mengikuti kehendak sang ayah? Tentunya orang berpikir tentang anak yang pertama. Apakah perumpamaan ini sekadar dimaksud mengajarkan bahwa tindakan nyata jauh lebih bernilai dari pada sekedar janji? Adakah hal-hal khusus yang dapat dipetik dari bacaan Injil pada hari Minggu Biasa XXVI tahun A ini?

Injil Minggu XXV/A 24 Sept2017 (Mat 20:1-16)

Rekan-rekan,
Pengisi rubrik ini meminta saya berbicara mengenai perumpamaan dalam Mat 20:1-16 yang dibacakan pada hari Minggu XXV tahun A ini. Ceritanya tentu sudah anda kenal. Pagi-pagi benar seorang pemilik kebun anggur menawarkan pekerjaan dengan upah sedinar sehari. Upah sedinar memang lazim bagi pekerja harian waktu itu.

Injil Minggu XXIII/A 10 Sept 2017 (Mat 18:15-20)

Rekan-rekan yang budiman!
Disebutkan dalam Mat 18:15-20 (Injil Minggu Biasa XXIII tahun A) bila seorang saudara didapati berbuat dosa, hendaknya ia diberi tahu mengenai kesalahannya secara perorangan terlebih dahulu. Jika tidak ada hasilnya, sebaiknya ia dinasihati di hadapan saksi. Kalau tetap tidak peduli, barulah perlu ia dibawa ke sidang umat. Wartanya lebih dari pada sekadar mengajarkan cara-cara menegur kesalahan atau berprihatin mengenai orang lain.

Injil Minggu ke-22 tahun A 3 Sept 2017 (Mat 16:21-27)

Rekan-rekan peminat ruang Alkitab!

Injil Minggu Biasa ker-22 tahun A ini (Mat 16:21-27) berbeda nadanya dengan petikan yang dibacakan Minggu sebelumnya (Mat 16:13-20). Kali ini Yesus menyampaikan pemberitahuan yang pertama mengenai penderitaan, kematian, dan kebangkitannya. Ini agak aneh. Kan baru saja (Mat 16:16 - Injil Minggu lalu) Petrus menyatakannya sebagai "Mesias, anak Allah yang hidup". Tentunya Yesus ini tokoh yang luar biasa. Kini kok Yesus mulai bicara tentang penderitaan dan kematian segala. Tentu saja Petrus tak habis mengerti.

Injil Minggu Biasa XXI tahun A, 27 Agt 2017 (Mat 16:13-20)

MESIAS, BATU KARANG, DAN KUNCI KERAJAAN SURGA

Hingga kini ketiga Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) memperkenalkan Yesus terutama lewat ajarannya, tindakan-tindakannya menyembuhkan orang sakit, termasuk mengeluarkan roh jahat, dan peristiwa perbanyakan roti. Orang mulai bertanya-tanya, siapa sebenarnya dia itu dan bagaimana ia mampu mengerjakan semua itu. Semakin disadari bahwa dia lain dari orang-orang luar biasa lainnya. Siapakah dia sesungguhnya? Dalam Mat 16:13-20 (Injil hari Minggu Biasa XXI tahun A), Petrus menyuarakan kesadaran para murid bahwa Yesus itu Mesias, anak Allah yang hidup.

Inil Minggu XX/A 20 Agt 2017 (Mat 15:21-28)

PERMINTAAAN SANG PEREMPUAN KANAAN

Bacaan Injil kali ini (Mat 15:21-28) mengisahkan perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan Kanaan yang memohonkan penyembuhan anak perempuannya. Pada awalnya Yesus tidak menanggapi. Mengapa ia bersikap demikian? Akan dibicarakan lebih jauh di bawah. Tapi perempuan itu tadi tetap meminta dan mengikuti Yesus. Murid-muridnya pun merasa kesal dan menyarankan kepada Yesus agar menyuruh perempuan tadi pergi. Terjadi pembicaraan antara Yesus dan perempuan tadi yang berakhir dengan pujian Yesus akan iman sang perempuan dan saat itu juga anak perempuannya sembuh. Bagaimana mendalami warta kisah ini?

Injil Minggu 13 Agt 2017 - Hari Raya Maria diangkat ke Surga

MARIA DIANGKAT KE SURGA

Rekan-rekan yang baik!

Meskipun sudah dirayakan sejak abad ke-4, baru pada tahun 1950-lah pengangkatan Maria ke surga jiwa dan badan ditegaskan secara resmi sebagai bagian ajaran kepercayaan iman. Berikut ini sekedar latar belakangnya. Sekitar awal abad ke-20 di beberapa kalangan para teolog berkembang aliran berpikir yang pada dasarnya menolak hal-hal yang tak bisa diterangkan dengan akal budi dan pengetahuan pada waktu itu.

Injil Minggu Penampakan Kemuliaan 6 Agt 2017 (Mat 17:1-9)

Penampakan Kemuliaan Yesus
Secara khusus disebutkan pada Injil Minggu kali ini (Mat 17:1-9) bahwa “enam hari kemudian” Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah gunung. Yang dimaksud ialah enam hari setelah peristiwa pernyataan Petrus bahwa Yesus itu Mesias serta pemberitahuan Yesus akan. Di atas gunung ketiga murid tadi melihat Yesus wajah Yesus bercahaya bagaikan matahari dan jubahnya kini putih berkilauan.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili