Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil Minggu XXIII/A 10 Sept 2017 (Mat 18:15-20)

Rekan-rekan yang budiman!
Disebutkan dalam Mat 18:15-20 (Injil Minggu Biasa XXIII tahun A) bila seorang saudara didapati berbuat dosa, hendaknya ia diberi tahu mengenai kesalahannya secara perorangan terlebih dahulu. Jika tidak ada hasilnya, sebaiknya ia dinasihati di hadapan saksi. Kalau tetap tidak peduli, barulah perlu ia dibawa ke sidang umat. Wartanya lebih dari pada sekadar mengajarkan cara-cara menegur kesalahan atau berprihatin mengenai orang lain.

Injil Minggu ke-22 tahun A 3 Sept 2017 (Mat 16:21-27)

Rekan-rekan peminat ruang Alkitab!

Injil Minggu Biasa ker-22 tahun A ini (Mat 16:21-27) berbeda nadanya dengan petikan yang dibacakan Minggu sebelumnya (Mat 16:13-20). Kali ini Yesus menyampaikan pemberitahuan yang pertama mengenai penderitaan, kematian, dan kebangkitannya. Ini agak aneh. Kan baru saja (Mat 16:16 - Injil Minggu lalu) Petrus menyatakannya sebagai "Mesias, anak Allah yang hidup". Tentunya Yesus ini tokoh yang luar biasa. Kini kok Yesus mulai bicara tentang penderitaan dan kematian segala. Tentu saja Petrus tak habis mengerti.

Injil Minggu Biasa XXI tahun A, 27 Agt 2017 (Mat 16:13-20)

MESIAS, BATU KARANG, DAN KUNCI KERAJAAN SURGA

Hingga kini ketiga Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) memperkenalkan Yesus terutama lewat ajarannya, tindakan-tindakannya menyembuhkan orang sakit, termasuk mengeluarkan roh jahat, dan peristiwa perbanyakan roti. Orang mulai bertanya-tanya, siapa sebenarnya dia itu dan bagaimana ia mampu mengerjakan semua itu. Semakin disadari bahwa dia lain dari orang-orang luar biasa lainnya. Siapakah dia sesungguhnya? Dalam Mat 16:13-20 (Injil hari Minggu Biasa XXI tahun A), Petrus menyuarakan kesadaran para murid bahwa Yesus itu Mesias, anak Allah yang hidup.

Inil Minggu XX/A 20 Agt 2017 (Mat 15:21-28)

PERMINTAAAN SANG PEREMPUAN KANAAN

Bacaan Injil kali ini (Mat 15:21-28) mengisahkan perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan Kanaan yang memohonkan penyembuhan anak perempuannya. Pada awalnya Yesus tidak menanggapi. Mengapa ia bersikap demikian? Akan dibicarakan lebih jauh di bawah. Tapi perempuan itu tadi tetap meminta dan mengikuti Yesus. Murid-muridnya pun merasa kesal dan menyarankan kepada Yesus agar menyuruh perempuan tadi pergi. Terjadi pembicaraan antara Yesus dan perempuan tadi yang berakhir dengan pujian Yesus akan iman sang perempuan dan saat itu juga anak perempuannya sembuh. Bagaimana mendalami warta kisah ini?

Injil Minggu 13 Agt 2017 - Hari Raya Maria diangkat ke Surga

MARIA DIANGKAT KE SURGA

Rekan-rekan yang baik!

Meskipun sudah dirayakan sejak abad ke-4, baru pada tahun 1950-lah pengangkatan Maria ke surga jiwa dan badan ditegaskan secara resmi sebagai bagian ajaran kepercayaan iman. Berikut ini sekedar latar belakangnya. Sekitar awal abad ke-20 di beberapa kalangan para teolog berkembang aliran berpikir yang pada dasarnya menolak hal-hal yang tak bisa diterangkan dengan akal budi dan pengetahuan pada waktu itu.

Injil Minggu Penampakan Kemuliaan 6 Agt 2017 (Mat 17:1-9)

Penampakan Kemuliaan Yesus
Secara khusus disebutkan pada Injil Minggu kali ini (Mat 17:1-9) bahwa “enam hari kemudian” Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah gunung. Yang dimaksud ialah enam hari setelah peristiwa pernyataan Petrus bahwa Yesus itu Mesias serta pemberitahuan Yesus akan. Di atas gunung ketiga murid tadi melihat Yesus wajah Yesus bercahaya bagaikan matahari dan jubahnya kini putih berkilauan.

Injil Minggu Biasa XVII/A 30 Jul 2017 (Mat 13:44-52)

SEUMPAMA HARTA DAN MUTIARA...
Rekan-rekan yang budiman!
Kerajaan Surga menjadi pokok pengajaran dalam serangkaian perumpamaan yang disampaikan dalam Mat 13. Ketiga yang pertama dibacakan sebagai Injil Minggu Biasa XVI/A, yakni perumpamaan mengenai penabur beserta penjelasan khusus bagi para murid; perumpamaan mengenai lalang dan gandum dan penjelasannya yang mengapit perumpamaan biji sesawi dan ragi.

Injil Minggu Biasa XV/A 17 Jul 2017 (Mat 13:1-23)

TANAH SUBUR - TANAH KERSANG

Rekan-rekan sekalian!
Dalam petikan Injil Minggu Biasa XV tahun A ini, Yesus menerangkan kepada murid-muridnya arti perumpamaan mengenai seorang penabur yang disampaikannya kepada orang banyak dalam Mat 13:1-9. Menurut ay. 18-23 perumpamaan ini dimaksud menjelaskan bahwa sabda Tuhan datang kepada siapa saja. Tetapi belum tentu pada semua orang sabda itu akan tumbuh dan membawa hasil berlimpah. Benih sabda yang tertabur di pinggir jalan tak sempat tumbuh karena dimakan burung. Ada yang sempat tumbuh tapi tidak berakar seperti yang jatuh ke tanah berbatu-batu atau segera mati terhimpit semak duri. Hanya yang jatuh ke tanah subur bisa bertumbuh dan berbuah berlipat ganda. Apa warta perumpamaan itu? Dan apa maksud penjelasan yang khusus ditujukan kepada para murid?

Injil Minggu Biasa XIV/A 9 Juli 2017 (Mat 11:25-30 & Za 9:9-10)

SIAPAKAH DIA ITU?

Rekan-rekan yang baik!
Kemarin saya minta Matt mengupas Injil yang dibacakan Minggu Biasa XIV A ini (Mat 11:25-30) yang memuat pernyataan Yesus mengenai siapa dirinya di hadapan Allah (ay. 25-27), dan siapa dia bagi orang-orang yang bersedia menerimanya (27-30). Berikut ini jawabannya. Ia malah menambah amatan mengenai Za 9:9-10 yang diperdengarkan Minggu itu juga. Selamat membaca!
A. Gianto.
=====================================
Rekan-rekan di ruang Alkitab!

Banyak orang ingin tahu mengenai siapa tokoh Yesus yang katanya mengerjakan hal-hal yang hebat. Mereka bertanya-tanya bagaimana dia dapat mengajarkan tentang Allah dengan caranya sendiri, dari mana dia peroleh kepandaian menyembuhkan dan kekuatan mengusir roh jahat, mengapa dia memilih dan mengutus rasul untuk menjalankan hal-hal yang hingga kini dilakukannya sendiri. Itulah pertanyaan yang mengusik batin orang.

SIAPAKAH YESUS ITU?

Injil Minggu Biasa XIII Th A - 2 Jul 17 (Mat 10:37-42)

MENGIKUTI YESUS? SYARATNYA...
Injil Minggu Biasa XIII tahun A ini, Mat 10:37-42, keras bunyinya. Mereka yang mengasihi anggota keluarga lebih daripada Yesus dikatakan tak layak baginya. Juga yang tak sanggup memikul salib disebut tak layak baginya. Yang mau mempertahankan nyawa bahkan akan kehilangan, sedangkan yang kehilangan nyawa karena dia akan memperolehnya. Begitulah ay. 37-39. Apakah semua tuntutan tadi sepadan?

Injil Minggu Biasa XIIA 25 Jun 17 (Mat 10:26-33)

TAK USAH TAKUT, TAPI JADILAH ORANG TAKWA!

Rekan-rekan yang baik!

Ditegaskan dalam Mat 10:26-33 bahwa para rasul tak usah takut akan kesulitan, perlawanan, dan penderitaan dalam menjalankan tugas mereka. Malah mereka didorong agar berteguh mempersaksikan Yesus. Apa warta petikan yang dibacakan dalam Injil Minggu Biasa XII/A bagi kita pada zaman ini?

Injil Minggu 18 Jun 2017- Tubuh dan Darah Kristus (Yoh 6:51-58)

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Yoh 6:51-58)

Rekan-rekan yang baik!

Pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus tahun ini dibacakan Yoh 6:51-58. Marilah sekadar kita tengok konteksnya. Dalam Yoh 6:25-58 Yesus memperkenalkan diri sebagai “roti kehidupan”, yakni makanan yang memberi hidup. Pengajaran di rumah ibadat di Kapernaum ini mengingatkan pada pokok mengenai “air kehidupan” yang diutarakannya kepada perempuan Samaria (Yoh 4:1-42).

Tritunggal Mahakudus 11 Juni 2017 (Yoh 3:16-18)

HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Bacaan Injil tahun A bagi Hari Raya Tritunggal Mahakudus ialah Yoh 3:16-18. Intinya, Allah sedemikian mengasihi dunia sehingga mengutus Putra-Nya yang tunggal ke dunia untuk menyelamatkannya. Jadi bukan sebarang utusan. Inilah ungkapan kerahiman yang paling besar.

Pentakosta 4 Juni 2017 (Yoh 20:19-23 dan Kis 2:1-11)

HARI RAYA PENTAKOSTA (Yoh 20:19-23 dan Kis 2:1-11)

Rekan-rekan yang baik!

Apa hubungan antara Kebangkitan, Kenaikan, dan Pentakosta? Dalam Injil Yohanes, ketiga-tiganya dipadatkan menjadi satu di dalam peristiwa penampakan Yesus yang telah bangkit kepada para murid yang sedang berkumpul (Yoh 20:19-23). Yang mereka lihat sekarang itu sama dengan dia yang telah wafat di kayu salib dan dimakamkan. Dalam hidup setelah kebangkitan, ia berbagi Roh kehidupan dengan para murid. Roh itulah yang menghidupkan semangat baru di antara mereka.

KEBANGKITAN - KENAIKAN - PENTAKOSTA

Injil Minggu Paskah VII/A 28 Mei 2017 (Yoh 17:1-11a; Kis 1:12-14)

DOA YESUS BAGI PARA MURID

Rekan-rekan yang budiman!

Pada hari Minggu Paskah VII tahun A dibacakan bagian awal doa Yesus bagi para murid (Yoh 17:1-11a; bagian akhir doa Yesus, ay. 20-26, dibacakan pada hari Minggu Paskah VII tahun C). Hari-hari ini saya menanyakan beberapa pokok dalam ay. 1-11a kepada orang yang tahu menahu tentang perkara-perkara itu. Saya khusus tanyakan arti “memuliakan” (ay. 1,4,5,10). Tentunya yang dirujuk ialah peristiwa salib dan kebangkitan, pokok yang sudah lama digeluti oleh para teolog. Tapi seluk beluknya belum sepenuhnya jelas. Berikut ini saya teruskan jawabannya apa adanya. Beliau tidak berkeberatan suratnya ikut dibaca rekan-rekan.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili