Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

JUMAT AGUNG 14 April 2017

JUMAT AGUNG: “SUDAH TERLAKSANA!”

Rekan-rekan yang budiman!
Barusan saya kembali membicarakan beberapa perkara tafsir dengan Oom Hans. Ia tak keberatan surat-menyurat kami diteruskan kepada para peminat lain. Ada pembicaraan tambahan mengenai Yoh 13:1 mengasihi “sampai pada kesudahannya” (eis telos) dan Yoh 19:30 “sudah selesai” (tetelestai). Juga ada uraian tambahan tentang Yes 52:13-53:12 yang juga dibacakan pada liturgi Jumat Agung.
Salam,
A. Gianto
______________

KAMIS PUTIH 13 Apr 2017

KAMIS PUTIH -- PEMBASUHAN KAKI

Hanya dalam Injil Yohanes sajalah didapati kisah pembasuhan kaki para murid (Yoh 13:1-15). Peristiwa ini ditampilkan kembali dalam liturgi sabda Pesta Perjamuan Tuhan pada hari Kamis Putih. Memang lazim orang membasuh kaki sendiri dulu sebelum masuk ke ruang perjamuan sebagai ungkapan datang dengan bersih. Hanya tamu yang amat dihormati sajalah, misalnya seorang guru atau orang yang dituakan, akan dibasuh kakinya.

Injil Minggu Palma 9 April 2017

MEMANDANGI UTUSAN ILAHI
Arak-arakan dalam liturgi Minggu Palma mengingatkan peristiwa sambutan meriah bagi Yesus yang datang di Yerusalem. Ia digambarkan dalam Mat 21:1-11 sebagai raja yang memasuki kota tempat kebangkitannya. Setelah itu dibacakan pula Kisah Sengsara menurut Matius yang mulai dengan kisah pengkhianatan Yudas pada hari Rabu (Mat 26:14-16) yang berkelanjutan pada Kamis petang (26:17-75 perjamuan malam, penangkapan dan persidangan di Sanhedrin, penyangkalan Petrus), diikuti dengan kejadian hari Jumat (27:1-61 penetapan hukuman bagi Yesus, penyaliban, dan wafatnya, penguburan) dan Sabtu (27:62-66 penjagaan kubur).

Injil Minggu Prapaskah V/A tgl. 2 Apr 2017 (Yoh 11:1-45 dan Yeh 37:12-14)

LAZARUS – “YANG MAHAKUASA MENOLONG!”

Rekan-rekan yang baik!
Kisah pembangkitan Lazarus (Yoh 11:1-45, Injil Minggu Prapaskah V tahun A) membantu kita mengenali siapa Yesus yang akan dirayakan pada hari Paskah nanti. Kisah ini sederhana tapi sarat dengan makna. Ketika itu ia sedang di seberang sungai Yordan, di luar wilayah Yudea, menyingkiri orang-orang yang mau merajamnya di wilayah Bait Allah (lihat Yoh 10:31). Dari Betania dekat Yerusalem terdengar kabar mengenai Lazarus yang sedang sakit. Orang ini saudara Maria dan Marta, kenalan baik dan murid Yesus dari kalangan yang lebih luas.

Injil Minggu Prapaskah IV/A (Yoh 9:1-41; 1Sam 16:1b, 6-7, 10-13a)

MENGENALI DIA DALAM TERANGNYA

Rekan-rekan yang budiman!

Kisah penyembuhan orang yang buta sejak lahir (Yoh 9:1-41) ini dibacakan dalam perjalanan kita selama Minggu Prapaskah IV tahun ini. Orang buta ini sebenarnya tidak minta atau dipintakan agar bisa melihat. Tapi seperti dikisahkan Yohanes, Yesus menghidupkan mata orang itu. Penyembuhan kali ini terjadi lewat tindakan meramu lumpur dengan ludah dan persyaratan mandi di sebuah kolam. Boleh dicatat juga, peristiwa ini terjadi pada hari Sabat. Ketika diminta menjelaskan bagaimana ia jadi bisa melihat, orang itu memang tahu apa yang terjadi tapi belum kenal siapa penolongnya tadi. Kemudian ketika bertemu dan berbicara dengan Yesus sendiri, barulah ia mengenali siapa sebenarnya dia.

Injil Minggu Prapaskah III/A tgl. 19-3-17 (Yoh 4:5-42; Kel 17:3-7)

Rekan-rekan yang budiman!

Satu hari dalam perjalanannya menuju Galilea, Yesus singgah melepas lelah di dekat sebuah sumur di daerah Samaria. Di situ ia bertemu dengan seorang perempuan yang datang hendak menimba air. Terjadi percakapan di antara mereka. Lambat laun perempuan itu mengenali Yesus sebagai nabi dan sebagai Mesias yang kedatangannya ditunggu-tungu orang sejak lama. Perempuan itu kemudian mengajak orang-orang sekota ikut menemui sang tokoh dan mereka pun ikut percaya. Begitulah ringkasan isi Yoh 4:5-42 yang dibacakan pada Minggu III Prapaskah tahun A ini. Jalan ceritanya sederhana, tapi kaya akan makna bagi orang zaman sekarang pula.

Pada akhir tulisan ini akan ditunjukkan pula bagaimana Injil ini dapat dipakai membaca kembali peristiwa umat mempertengkarkan kehadiran ilahi yang diceritakan dalam Kel 17:3-7.

Injil Minggu Prapaskah II A -12 Maret17 (Mat 17:1-9)

WAJAHNYA SEPERTI MATAHARI!
Kawan-kawan yang baik!
Di kotak surat saya temukan secarik pesan ini, “Matt, terima kasih buat Minggu lalu.. Apa masih bisa tolong jelaskan Injil hari Minggu Prapaskah II tentang Transfigurasi Yesus di sebuah gunung yang kaukisahkan dalam Mat 17:1-9. Sekalian deh singgung kaitannya, kalau ada, dengan warta kisah panggilan Abraham dalam Kej 12:1-4a yang dijadikan bacaan pertama. Cheers, Gus.” Ia hanya meninggalkan serangkai alamat email peminat yang bisa dihubungi lewat accountnya. Kebetulan memang saya masih ada satu dua catatan mengenai episode itu.

Injil Minggu Prapaskah IA, 5 Maret 17 (Mat 4:1-11)

IBLIS, PENGGODA, SATANA DAN KEBESARAN TUHAN

Rekan-rekan yang budiman!
Karena Injil bagi Minggu Prapaskah kali ini (Mat 4:1-11) akan diuraikan dengan panjang lebar oleh Matt di bawah, maka catatan saya berikut hanya menyangkut bacaan pertama, yaitu Kej 2:7-9 dan 3:1-7. Disebutkan pada bagian awal bagaimana Tuhan membentuk manusia dari “debu tanah”, yakni bahan yang ujudnya gumpalan-gumpalan berserakan belaka. Inilah cara Alkitab menggambarkan sisi ringkih dari manusia. Namun sentuhan-sentuhan tangan ilahi memberinya ......

Rabu Abu 1 Maret 2017 (2Kor 5:20-6:2 dan Mat 6:1-6; 16-18)

Rekan-rekan!
Bacaan dari 2Kor 5:20-6:2 yang diperdengarkan pada hari Rabu Abu ini Paulus mengimbau umat agar membiarkan diri “didamaikan” dengan Yang Ilahi oleh pengorbanan Kristus. Orang Korintus diajak Paulus agar tidak lagi menganggap kehadiran ilahi sebagai ganjalan dalam hidup mereka. Itulah yang dimaksud dengan berdamai dengan-Nya. Bagaimana penjelasannya?

Injil hari Minggu Biasa ke-VII/A tgl. 26 Feb 2017 (Mat 6:24-34)

Rekan-rekan yang budiman!
Marilah kita cermati bacaan Injil bagi Minggu Biasa VIII/A, yakni Mat 6:24-34. Setelah mengajak para murid memeriksa siapa sebenarnya yang mereka junjung, Tuhan Allah atau harta kekayaan “mamon” (Mat 6:24), Yesus menegaskan tak perlulah dirisaukan apa yang bakal mereka makan dan minum, pakaian apa yang dapat disandang – kan dalam hidup ini ada hal yang lebih penting (ay. 25). Diberikan pula lima penjelasan mengapa kerisauan itu tak perlu adanya – serahkan saja pada Tuhan semuanya: Dia memberi makan burung-burung – apalagi kepada manusia (ay. 26). Juga tak usah ributkan hidup panjang (ay. 27). Bunga-bunga saja dibuat-Nya tampil menarik, tak perlu khawatirkan mau pakai pakaian apa agar menarik (ay. 28-30). Bapa di surga tahu apa yang dibutuhkan manusia (ay. 31-32). Maka tak usah risaukan apa yang bakal datang, yang bisa diperoleh hari ini cukup – di situlah Kerajaan Allah dan kehendak-Nya! (ay. 33).

Injil hari Minggu Biasa ke-VII/A tgl. 19 Feb 2017 (Mat 5:38-48)

Rekan-reakan yang baik!
Injil Minggu Biasa VII/A kali ini, Mat 5:38:48 nadanya keras, seperti petikan Minggu lalu. Yesus menyampaikan ajaran Taurat dengan lebih radikal daripada para guru dan ahli Taurat waktu itu. Kali ini juga disodorkan dua contoh menghayati Taurat lebih dari sekadar mengikuti rumusan. Yang pertama, Mat 5:38-39, menyangkut pembalasan kekerasan ala “mata ganti mata, gigi ganti gigi” dari ajaran Taurat seperti yang termaktub dalam Kel 21:24 dan Im 24:20. Yang kedua merujuk pada perintah “mengasihi sesama” sebagaimana didapati dalam Im 19:20. Bagaimana memahami pengajaran kali ini?

Bacaan Injil hari Minggu ke-VI/A tgl. 12 Feb 2017 (Mat 5:17-37)

Rekan-rekan,
Bacaan Injil hari Minggu VI/A (Mat 5:17-37) dan hari Minggu selanjutnya (Mat 5:38-48) mengungkapkan beberapa pokok pengajaran Yesus yang nadanya keras. Juga terdengar keras bagi pendengar yang paham ajaran Taurat. Terdengar beberapa kali Yesus menegaskan, “Kamu telah mendengar yang difirmankan....., tetapi aku berkata kepadamu....” (ay. 21-22.; 27-28; 31-32; 32-33 38-39; 43-44). Seakan-akan hukum Taurat belum cukup. Bahkan diancamkan olehnya api neraka, diungkapkan kecaman mengenai zinah batin, ada anjuran cukil mata, potong tangan segala. Tokoh Yesus di sini amat berbeda dengan gambaran yang lazim tentang dia yang lemah lembut, penuh pengertian, mau membebaskan orang dari kungkungan ajaran hukum belaka. Bagaimana Injil kali ini bisa dijelaskan bagi pendegar lain di zaman lain?

Injil hari Minggu Biasa ke-V Th A tgl. 5 Feb 17 (Mat 5:13-16)

Rekan-rekan yang baik!

Ditegaskan dalam bacaan Injil Minggu V tahun A kali ini, Mat 5:13-16, bahwa para murid adalah “garam” dan “terang” bagi dunia. Pernyataan ini kerap mendorong agar orang berusaha sekuat tenaga menggarami dunia serta meneranginya. Dunia ini seakan-akan tempat yang hambar dan gelap belaka dan karena itu perlu diselamatkan. Itukah yang hendak diajarkan kepada para murid? Injil sebenarnya mengajarkan hal lain, yakni agar para murid tidak membiarkan diri luntur identitasnya dan bakal didiamkan orang. Bagaimana penjelasannya? Marilah kita ikuti pembicaraan mengenai garam dan terang sebelum memasuki teks Injil.

TENTANG GARAM

Injil hari Minggu ke-IV/A tgl. 29 Januari 2017 (Mat 5:1-12a dan Zef 2:3; 3:12-13)

SABDA BAHAGIA DI MASA KINI?

Kemarin beberapa hal mengenai tafsiran Sabda bahagia (Mat 5:1-12a) saya bicarakan dengan Matt - bukan orang yang sama yang kalian kenal. Jelas petikan itu berperan sebagai pembukaan pelbagai pengajaran Yesus yang termaktub dalam Mat 5-7. Ada lima rangkaian pengajaran seperti itu, yakni Mat 5-7 (Khotbah di Bukit); Mat 10 (pedoman hidup bagi pewarta Kerajaan Surga); Mat 13 (penjelasan mengenai Kerajaan Surga); Mat 18 (pengajaran bagi para murid dalam hidup bersama); Mat 23-25 (uraian di Bukit Zaitun tentang kedatangan Kerajaan Surga pada akhir zaman). Di antara kumpulan yang satu dengan yang berikutnya diletakkan kisah-kisah mengenai tindakan serta mukjizat Yesus dan pelbagai peristiwa dalam kehidupan para murid.

Injil dan bacaan pertama Minggu Biasa III/A 23 Jan 2011 (Mat 4:12-23 - Yes 8:23a-9:3)

TERANG TELAH TERBIT!

Rekan-rekan,

Dalam Mat 4:12-23 yang dibacakan pada Minggu Biasa III tahun A ini dikisahkan dua tindakan Yesus sebelum mulai melayani orang-orang sezamannya: mengenali lapangan dan mengajak beberapa orang menjadi rekan sekerja. Tentunya ia sudah mulai dikenal di Yudea, terutama wilayah seputar Yerusalem. Ketika keadaan politik di situ kurang menguntungkan, ia menyingkir ke wilayah Galilea di utara dan tinggal beberapa waktu di kota tempat ia dibesarkan, Nazaret. Tetapi ia kemudian pindah ke Kapernaum di tepi danau (ay. 12-14). Di situlah ia mulai mewartakan kedatangan Kerajaan Surga (ay. 15). Ia juga memilih murid-murid pertama, yakni Simon Petrus dan saudaranya, Andreas, dan kemudian juga Yakobus dan Yohanes, kedua anak Zebedeus (ay. 18-22).

Akan sekadar diuraikan bagaimana dalam petikan ini Matius membaca kembali tampilnya Yesus dengan menerapkan nubuat dalam Yes 8:23a-9:a yang dipakai sebagai bacaan pertama kali ini.

LAPANGAN

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili