Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Pentakosta 4 Juni 2017 (Yoh 20:19-23 dan Kis 2:1-11)

HARI RAYA PENTAKOSTA (Yoh 20:19-23 dan Kis 2:1-11)

Rekan-rekan yang baik!

Apa hubungan antara Kebangkitan, Kenaikan, dan Pentakosta? Dalam Injil Yohanes, ketiga-tiganya dipadatkan menjadi satu di dalam peristiwa penampakan Yesus yang telah bangkit kepada para murid yang sedang berkumpul (Yoh 20:19-23). Yang mereka lihat sekarang itu sama dengan dia yang telah wafat di kayu salib dan dimakamkan. Dalam hidup setelah kebangkitan, ia berbagi Roh kehidupan dengan para murid. Roh itulah yang menghidupkan semangat baru di antara mereka.

KEBANGKITAN - KENAIKAN - PENTAKOSTA

Injil Minggu Paskah VII/A 28 Mei 2017 (Yoh 17:1-11a; Kis 1:12-14)

DOA YESUS BAGI PARA MURID

Rekan-rekan yang budiman!

Pada hari Minggu Paskah VII tahun A dibacakan bagian awal doa Yesus bagi para murid (Yoh 17:1-11a; bagian akhir doa Yesus, ay. 20-26, dibacakan pada hari Minggu Paskah VII tahun C). Hari-hari ini saya menanyakan beberapa pokok dalam ay. 1-11a kepada orang yang tahu menahu tentang perkara-perkara itu. Saya khusus tanyakan arti “memuliakan” (ay. 1,4,5,10). Tentunya yang dirujuk ialah peristiwa salib dan kebangkitan, pokok yang sudah lama digeluti oleh para teolog. Tapi seluk beluknya belum sepenuhnya jelas. Berikut ini saya teruskan jawabannya apa adanya. Beliau tidak berkeberatan suratnya ikut dibaca rekan-rekan.

Injil Minggu Paskah VI/A 21 Mei 2017 (Yoh 14:15-21)

TENTANG SANG PENOLONG DAN ROH KEBENARAN

Rekan-rekan yang baik!

Bacaan Injil Minggu Paskah VI tahun A ini (Yoh 14:15-21) dipetik dari "Wejangan-wejangan terakhir" Yesus yang tercantum dalam bab 14 Injil Yohanes. Minggu lalu telah dibacakan bagian pertama (Yoh 14:1-14). Di situ disampaikan bagaimana Yesus membesarkan hati para murid. Mereka diajak tetap berteguh pada jalan yang benar yang memberi hidup. Keteguhan inilah yang menumbuhkan iman. Hari ini dibacakan bagian kedua dari wejangan-wejangan itu. Gagasan pokoknya berkisar pada mengasihi. Memang keteguhan iman baru utuh bila ada kasih. Bacaan ini memberi pendalaman di seputar apa itu "kasih" dalam hubungan dengan keteguhan mempercayai Yesus tadi.

Injil Minggu Paskah V/A 14 Mei 2017 (Yoh 14:1-12 - Kis 6:1-7)

Dalam Injil Minggu Paskah V tahun A ini (Yoh 14:1-12) Yesus menghibur para murid, "Janganlah gelisah hatimu...!" (ay. 1). Tidak selalu mudah mengerti arah perkataannya itu. Yesus sendiri beberapa kali gundah. Perasaannya campur aduk ketika melihat Maria menangisi kematian Lazarus (11:33), ia gundah ketika menyadari bakal mengalami kematian di salib (12:27), dan dengan berat hati ia menyebutkan bahwa salah satu di antara mereka akan berkhianat (13:21). Mengapa ia menghibur murid-muridnya?

Injil Minggu Paskah IV A 7 Mei 2017 (Yoh 10:1-10)

TENTANG PINTU, GEMBALA YANG BAIK, DAN PEMIMPIN UMAT

Yoh 10:1-10 (Minggu Paskah 1V tahun A) memuat dua perumpamaan yang terjalin erat satu sama lain. Pertama, Yesus mengumpamakan diri sebagai pintu bagi kawanan domba. Kedua, ia mengibaratkan diri sebagai gembala bagi kawanan domba. Gambaran pintu dapat membuat orang berpikir mengenai jalan masuk yang dipakai pemilik domba-domba. Mereka yang masuk tanpa melewati pintu itu berniat mencuri, merampok dan tak bisa dipercaya. Mereka membuat kawanan domba menjauh ketakutan. Sebaliknya gembala masuk lewat pintu dan memanggil kawanan satu persatu lalu memimpin mereka berjalan ke padang rumput. Bagaimana menafsirkan “pintu dan gembala” dalam Injil kali ini dan mengembangkannya lebih lanjut? Bagaimana menerapkannya bagi keadaan sekarang?

TENTANG PINTU, GEMBALA, DAN PENCURI

Injil Minggu Paskah III/A 30 Apr 2017 (Luk 24:13-35)

ANTARA YERUSALEM DAN EMAUS

Rekan-rekan yang baik!
Injil Hari Minggu Paskah III/A ini, Luk 24:13-35, mengisahkan perjalanan dua orang murid ke Emaus meninggalkan kota Yerusalem berikut peristiwa-peristiwa yang membuat angan-angan mereka tentang Yesus pudar. Namun selama perjalanan itu juga mereka memperoleh penjernihan dari orang yang tak dikenal yang tiba-tiba saja menyertai mereka. Baru pada akhir perjalanan itu mereka mengenali siapa sesungguhnya dia. Tetapi saat itu juga ia lenyap dari pandangan mereka. Pengalaman berjumpa dengan dia telah memperkaya mereka. Dan mereka pun bergegas kembali ke Yerusalem mengabarkan pengalaman mereka kepada para murid yang masih berkumpul di sana.

PENTINGKAH LOKASI EMAUS?

Injil Minggu Paskah II/A 23 Apr 2017 (Yoh 20:19-31 dan Kis 2:42-47)

“DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU!”
Rekan-rekan yang baik!
Dalam Injil Yohanes kebangkitan diwartakan guna menjelaskan mengapa Yesus yang baru saja dimakamkan itu tidak lagi diketemukan lagi di makam dan bagaimana para murid tidak lagi merasa kehilangan dia. Bahkan kini mereka merasakan kehadirannya. Agak ada miripnya dengan ingatan mengenai orang-orang yang sudah mendahului tetapi tetap menjadi bagian hidup kita. Tetapi besar bedanya. Bagi para murid, menimang-nimang ingatan akan dia yang pernah berada bersama mereka di dunia bukan hal yang terpenting.

INJIL PASKAH 16 April 2017

TUHAN TELAH BANGKIT!
Rekan-rekan yang budimam!
Bacaan-bacaan Injil dalam perayaan Sabtu Malam Paskah dan hari Minggu Paskah menyampaikan warta tentang kebangkitan Yesus. Tapi bagaimana kebangkitan itu terjadi, dengan cara apa, kapan persisnya, serta apa gelagatnya tidak disampaikan sebagai laporan pandangan mata. Peristiwa kebangkitan itu tetap tersembunyi, walau dapat diikuti jejak-jejaknya dan dapat dilacak dan didekati. Juga kesetiaan orang untuk mencari dia yang tadinya wafat dan dimakamkan itu besar peranannya.

JUMAT AGUNG 14 April 2017

JUMAT AGUNG: “SUDAH TERLAKSANA!”

Rekan-rekan yang budiman!
Barusan saya kembali membicarakan beberapa perkara tafsir dengan Oom Hans. Ia tak keberatan surat-menyurat kami diteruskan kepada para peminat lain. Ada pembicaraan tambahan mengenai Yoh 13:1 mengasihi “sampai pada kesudahannya” (eis telos) dan Yoh 19:30 “sudah selesai” (tetelestai). Juga ada uraian tambahan tentang Yes 52:13-53:12 yang juga dibacakan pada liturgi Jumat Agung.
Salam,
A. Gianto
______________

KAMIS PUTIH 13 Apr 2017

KAMIS PUTIH -- PEMBASUHAN KAKI

Hanya dalam Injil Yohanes sajalah didapati kisah pembasuhan kaki para murid (Yoh 13:1-15). Peristiwa ini ditampilkan kembali dalam liturgi sabda Pesta Perjamuan Tuhan pada hari Kamis Putih. Memang lazim orang membasuh kaki sendiri dulu sebelum masuk ke ruang perjamuan sebagai ungkapan datang dengan bersih. Hanya tamu yang amat dihormati sajalah, misalnya seorang guru atau orang yang dituakan, akan dibasuh kakinya.

Injil Minggu Palma 9 April 2017

MEMANDANGI UTUSAN ILAHI
Arak-arakan dalam liturgi Minggu Palma mengingatkan peristiwa sambutan meriah bagi Yesus yang datang di Yerusalem. Ia digambarkan dalam Mat 21:1-11 sebagai raja yang memasuki kota tempat kebangkitannya. Setelah itu dibacakan pula Kisah Sengsara menurut Matius yang mulai dengan kisah pengkhianatan Yudas pada hari Rabu (Mat 26:14-16) yang berkelanjutan pada Kamis petang (26:17-75 perjamuan malam, penangkapan dan persidangan di Sanhedrin, penyangkalan Petrus), diikuti dengan kejadian hari Jumat (27:1-61 penetapan hukuman bagi Yesus, penyaliban, dan wafatnya, penguburan) dan Sabtu (27:62-66 penjagaan kubur).

Injil Minggu Prapaskah V/A tgl. 2 Apr 2017 (Yoh 11:1-45 dan Yeh 37:12-14)

LAZARUS – “YANG MAHAKUASA MENOLONG!”

Rekan-rekan yang baik!
Kisah pembangkitan Lazarus (Yoh 11:1-45, Injil Minggu Prapaskah V tahun A) membantu kita mengenali siapa Yesus yang akan dirayakan pada hari Paskah nanti. Kisah ini sederhana tapi sarat dengan makna. Ketika itu ia sedang di seberang sungai Yordan, di luar wilayah Yudea, menyingkiri orang-orang yang mau merajamnya di wilayah Bait Allah (lihat Yoh 10:31). Dari Betania dekat Yerusalem terdengar kabar mengenai Lazarus yang sedang sakit. Orang ini saudara Maria dan Marta, kenalan baik dan murid Yesus dari kalangan yang lebih luas.

Injil Minggu Prapaskah IV/A (Yoh 9:1-41; 1Sam 16:1b, 6-7, 10-13a)

MENGENALI DIA DALAM TERANGNYA

Rekan-rekan yang budiman!

Kisah penyembuhan orang yang buta sejak lahir (Yoh 9:1-41) ini dibacakan dalam perjalanan kita selama Minggu Prapaskah IV tahun ini. Orang buta ini sebenarnya tidak minta atau dipintakan agar bisa melihat. Tapi seperti dikisahkan Yohanes, Yesus menghidupkan mata orang itu. Penyembuhan kali ini terjadi lewat tindakan meramu lumpur dengan ludah dan persyaratan mandi di sebuah kolam. Boleh dicatat juga, peristiwa ini terjadi pada hari Sabat. Ketika diminta menjelaskan bagaimana ia jadi bisa melihat, orang itu memang tahu apa yang terjadi tapi belum kenal siapa penolongnya tadi. Kemudian ketika bertemu dan berbicara dengan Yesus sendiri, barulah ia mengenali siapa sebenarnya dia.

Injil Minggu Prapaskah III/A tgl. 19-3-17 (Yoh 4:5-42; Kel 17:3-7)

Rekan-rekan yang budiman!

Satu hari dalam perjalanannya menuju Galilea, Yesus singgah melepas lelah di dekat sebuah sumur di daerah Samaria. Di situ ia bertemu dengan seorang perempuan yang datang hendak menimba air. Terjadi percakapan di antara mereka. Lambat laun perempuan itu mengenali Yesus sebagai nabi dan sebagai Mesias yang kedatangannya ditunggu-tungu orang sejak lama. Perempuan itu kemudian mengajak orang-orang sekota ikut menemui sang tokoh dan mereka pun ikut percaya. Begitulah ringkasan isi Yoh 4:5-42 yang dibacakan pada Minggu III Prapaskah tahun A ini. Jalan ceritanya sederhana, tapi kaya akan makna bagi orang zaman sekarang pula.

Pada akhir tulisan ini akan ditunjukkan pula bagaimana Injil ini dapat dipakai membaca kembali peristiwa umat mempertengkarkan kehadiran ilahi yang diceritakan dalam Kel 17:3-7.

Injil Minggu Prapaskah II A -12 Maret17 (Mat 17:1-9)

WAJAHNYA SEPERTI MATAHARI!
Kawan-kawan yang baik!
Di kotak surat saya temukan secarik pesan ini, “Matt, terima kasih buat Minggu lalu.. Apa masih bisa tolong jelaskan Injil hari Minggu Prapaskah II tentang Transfigurasi Yesus di sebuah gunung yang kaukisahkan dalam Mat 17:1-9. Sekalian deh singgung kaitannya, kalau ada, dengan warta kisah panggilan Abraham dalam Kej 12:1-4a yang dijadikan bacaan pertama. Cheers, Gus.” Ia hanya meninggalkan serangkai alamat email peminat yang bisa dihubungi lewat accountnya. Kebetulan memang saya masih ada satu dua catatan mengenai episode itu.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili