Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil hari Minggu Biasa ke-VII/A tgl. 26 Feb 2017 (Mat 6:24-34)

Rekan-rekan yang budiman!
Marilah kita cermati bacaan Injil bagi Minggu Biasa VIII/A, yakni Mat 6:24-34. Setelah mengajak para murid memeriksa siapa sebenarnya yang mereka junjung, Tuhan Allah atau harta kekayaan “mamon” (Mat 6:24), Yesus menegaskan tak perlulah dirisaukan apa yang bakal mereka makan dan minum, pakaian apa yang dapat disandang – kan dalam hidup ini ada hal yang lebih penting (ay. 25). Diberikan pula lima penjelasan mengapa kerisauan itu tak perlu adanya – serahkan saja pada Tuhan semuanya: Dia memberi makan burung-burung – apalagi kepada manusia (ay. 26). Juga tak usah ributkan hidup panjang (ay. 27). Bunga-bunga saja dibuat-Nya tampil menarik, tak perlu khawatirkan mau pakai pakaian apa agar menarik (ay. 28-30). Bapa di surga tahu apa yang dibutuhkan manusia (ay. 31-32). Maka tak usah risaukan apa yang bakal datang, yang bisa diperoleh hari ini cukup – di situlah Kerajaan Allah dan kehendak-Nya! (ay. 33).

Injil hari Minggu Biasa ke-VII/A tgl. 19 Feb 2017 (Mat 5:38-48)

Rekan-reakan yang baik!
Injil Minggu Biasa VII/A kali ini, Mat 5:38:48 nadanya keras, seperti petikan Minggu lalu. Yesus menyampaikan ajaran Taurat dengan lebih radikal daripada para guru dan ahli Taurat waktu itu. Kali ini juga disodorkan dua contoh menghayati Taurat lebih dari sekadar mengikuti rumusan. Yang pertama, Mat 5:38-39, menyangkut pembalasan kekerasan ala “mata ganti mata, gigi ganti gigi” dari ajaran Taurat seperti yang termaktub dalam Kel 21:24 dan Im 24:20. Yang kedua merujuk pada perintah “mengasihi sesama” sebagaimana didapati dalam Im 19:20. Bagaimana memahami pengajaran kali ini?

Bacaan Injil hari Minggu ke-VI/A tgl. 12 Feb 2017 (Mat 5:17-37)

Rekan-rekan,
Bacaan Injil hari Minggu VI/A (Mat 5:17-37) dan hari Minggu selanjutnya (Mat 5:38-48) mengungkapkan beberapa pokok pengajaran Yesus yang nadanya keras. Juga terdengar keras bagi pendengar yang paham ajaran Taurat. Terdengar beberapa kali Yesus menegaskan, “Kamu telah mendengar yang difirmankan....., tetapi aku berkata kepadamu....” (ay. 21-22.; 27-28; 31-32; 32-33 38-39; 43-44). Seakan-akan hukum Taurat belum cukup. Bahkan diancamkan olehnya api neraka, diungkapkan kecaman mengenai zinah batin, ada anjuran cukil mata, potong tangan segala. Tokoh Yesus di sini amat berbeda dengan gambaran yang lazim tentang dia yang lemah lembut, penuh pengertian, mau membebaskan orang dari kungkungan ajaran hukum belaka. Bagaimana Injil kali ini bisa dijelaskan bagi pendegar lain di zaman lain?

Injil hari Minggu Biasa ke-V Th A tgl. 5 Feb 17 (Mat 5:13-16)

Rekan-rekan yang baik!

Ditegaskan dalam bacaan Injil Minggu V tahun A kali ini, Mat 5:13-16, bahwa para murid adalah “garam” dan “terang” bagi dunia. Pernyataan ini kerap mendorong agar orang berusaha sekuat tenaga menggarami dunia serta meneranginya. Dunia ini seakan-akan tempat yang hambar dan gelap belaka dan karena itu perlu diselamatkan. Itukah yang hendak diajarkan kepada para murid? Injil sebenarnya mengajarkan hal lain, yakni agar para murid tidak membiarkan diri luntur identitasnya dan bakal didiamkan orang. Bagaimana penjelasannya? Marilah kita ikuti pembicaraan mengenai garam dan terang sebelum memasuki teks Injil.

TENTANG GARAM

Injil hari Minggu ke-IV/A tgl. 29 Januari 2017 (Mat 5:1-12a dan Zef 2:3; 3:12-13)

SABDA BAHAGIA DI MASA KINI?

Kemarin beberapa hal mengenai tafsiran Sabda bahagia (Mat 5:1-12a) saya bicarakan dengan Matt - bukan orang yang sama yang kalian kenal. Jelas petikan itu berperan sebagai pembukaan pelbagai pengajaran Yesus yang termaktub dalam Mat 5-7. Ada lima rangkaian pengajaran seperti itu, yakni Mat 5-7 (Khotbah di Bukit); Mat 10 (pedoman hidup bagi pewarta Kerajaan Surga); Mat 13 (penjelasan mengenai Kerajaan Surga); Mat 18 (pengajaran bagi para murid dalam hidup bersama); Mat 23-25 (uraian di Bukit Zaitun tentang kedatangan Kerajaan Surga pada akhir zaman). Di antara kumpulan yang satu dengan yang berikutnya diletakkan kisah-kisah mengenai tindakan serta mukjizat Yesus dan pelbagai peristiwa dalam kehidupan para murid.

Injil dan bacaan pertama Minggu Biasa III/A 23 Jan 2011 (Mat 4:12-23 - Yes 8:23a-9:3)

TERANG TELAH TERBIT!

Rekan-rekan,

Dalam Mat 4:12-23 yang dibacakan pada Minggu Biasa III tahun A ini dikisahkan dua tindakan Yesus sebelum mulai melayani orang-orang sezamannya: mengenali lapangan dan mengajak beberapa orang menjadi rekan sekerja. Tentunya ia sudah mulai dikenal di Yudea, terutama wilayah seputar Yerusalem. Ketika keadaan politik di situ kurang menguntungkan, ia menyingkir ke wilayah Galilea di utara dan tinggal beberapa waktu di kota tempat ia dibesarkan, Nazaret. Tetapi ia kemudian pindah ke Kapernaum di tepi danau (ay. 12-14). Di situlah ia mulai mewartakan kedatangan Kerajaan Surga (ay. 15). Ia juga memilih murid-murid pertama, yakni Simon Petrus dan saudaranya, Andreas, dan kemudian juga Yakobus dan Yohanes, kedua anak Zebedeus (ay. 18-22).

Akan sekadar diuraikan bagaimana dalam petikan ini Matius membaca kembali tampilnya Yesus dengan menerapkan nubuat dalam Yes 8:23a-9:a yang dipakai sebagai bacaan pertama kali ini.

LAPANGAN

Injil hari Minggu Biasa ke II thn. A tgl. 15 Jan 2017 (Yoh 1:29-34 & Yes 49:3.5-6)

Rekan-rekan yang budiman!

Dalam Yoh 1:29-34 (Injil Minggu Biasa II tahun A) disampaikan kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai siapa Yesus itu. Dia itu adalah "Anak Domba Allah" dan juga "anak Allah". Apa maksud dua gagasan ini? Bagaimana kesaksian ini dapat dimengerti bersama dengan Yes 49:3.5-6 yang diperdengarkan dalam bacaan pertama? Apakah warta kedua bacaan itu dapat juga didalami dengan konteks keadaan masa kini? Mari kita dalami pertanyaan-pertanyaan itu.

"KEESOKAN HARINYA"

Bacaan ini mulai dengan menyebutkan bahwa "keesokan harinya" (Yoh 1:29) Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang kepadanya. Pada saat itulah sang Pembaptis menyampaikan dua kesaksian tentang Yesus tadi. Berita "keesokan hari" besar peranannya. Injil Yohanes menyebut hari-hari untuk menggemakan hari-hari penciptaan agar orang memahami kedatangan Yesus sebagai karya penciptaan yang baru.

Injil hari Minggu - Hari Raya Penampakan Tuhan tgl. 8 Jan 17 (Mat 2:1-12)

PERSEMBAHAN ORANG-ORANG BIJAK
Pada Hari Raya Penampakan Tuhan kali ini dibacakan Mat 2:1-12. Dikisahkan kedatangan orang-orang bijak dari jauh untuk mengungkapkan penghormatan mereka kepada raja yang baru lahir. Siapakah mereka ini? Di wilayah Babilonia dan Persia dulu, sekarang Irak & Iran utara, ada orang-orang bijak yang mahir dalam ilmu perbintangan. Mereka biasanya juga berperan sebagai ulama agama setempat. Matius menyebut mereka sebagai "orang-orang majus".

Injil Tahun Baru 1 Jan 2017 (Luk 2:16-21 & Bil 6:22-27)

SELAMAT TAHUN BARU! (Luk 2:16-21 & Bil 6:22-27)

Rekan-rekan yang baik!

Hari pertama tahun 2017 ini dirayakan sebagai Hari Perdamaian Sedunia bertepatan dengan perayaan Santa Perawan Maria Bunda Allah. Dalam umat awal sudah dikenal gelar Maria sebagai sang "Theotokos", artinya "yang membuat keilahian lahir" - alih bahasa ini lebih menunjukkan makna ungkapan itu daripada “Bunda Allah”, yang dalam bahasa biasa dapat menimbulkan kesan maksudnya ialah "ibunya si Anu" dengan kelanjutan pada debat salah arah mengenai apa benar Allah kok diperanakkan dan sebagainya.

Injil hari Natal (Luk 2:1-14; Luk 2:15-20; Yoh 1:1-18)

SELAMAT NATAL!

Natal dirayakan dengan tiga Misa Kudus yakni Misa Malam Natal 24 Desember, kemudian Misa Fajar 25 Desember pagi, dan akhirnya Misa Siang. Ketiga perayaan itu melambangkan tiga sisi kenyataan lahirnya Sang Penyelamat Dunia. Pertama, kelahirannya sudah terjadi sejak awal, yakni dalam kehendak Bapa di surga untuk mengangkat martabat kemanusiaan ke dekatnya. Kenyataan kedua terjadi ketika Yesus lahir dari kandungan Maria. Dan kenyataan ketiga, kelahiran Kristus secara rohani di dalam kehidupan orang beriman.

Injil hari Minggu Adven ke-IV Th A tgl. 18 Des 2016 (Mat 1:18-24)

MEMELIHARA KARYA ILAHI

Bacaan Injil Minggu terakhir pada Masa Adven tahun ini (Mat 1:18-24) menyampaikan sebuah tradisi mengenai kelahiran Yesus dari sudut pandang Yusuf, yang di dalam silsilah sebelum bacaan ini disebut sebagai “suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus” (Mat 1:16).

Injil hari Minggu Adven ke-III thn. A tgl. 11 Des 2016 (Mat 11:2-11)

ENGKAUKAH YANG DIJANJIKAN BAKAL DATANG?

Bacaan hari Minggu Adven III ini (Mat 11:2-11) menceritakan bagaimana Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya kepada Yesus untuk memastikan apakah ia itu betul dia yang diwartakan bakal datang (ay. 2-3) dan jawaban Yesus (ay. 4-6). Selanjutnya, ketika murid-murid Yohanes telah pergi, Yesus berbicara kepada orang banyak mengenai Yohanes Pembaptis (ay. 7 dst.).

Injil Hari Minggu Adven ke-2/A tgl. 4 Des 2016 (Mat 3:1-12)

MENYELARASKAN LANGKAH
Dalam Mat 3:1-12 (Injil Minggu Adven II tahun A) dikisahkan bagaimana Yohanes Pembaptis tampil mengumumkan kedatangan Kerajaan Surga serta menyerukan agar orang bertobat. Dalam bahasa sekarang, seruan ini sama dengan ajakan memahami apa yang sedang terjadi dalam diri kita dan dunia sekitar. Nada penuh berharap dalam bacaan pertama, Yes 11:1-10, dapat membantu memahami warta tadi. Di situ dinubuatkan kedatangan Raja Damai keturunan Isai (ayah raja Daud; leluhur Yesus juga. Bdk. Mat 1:5-6 Luk 3:32). Raja itu akan memperoleh kebijaksanaan (Yes 11: 1-2) untuk menegakkan keadilan (ay. 3-5) dan merukunkan mereka yang biasanya saling bermusuhan (ay. 6-9) dan dengan demikian ia menjadi pangkal harapan orang banyak (ay. 10).

Injil hari Minggu Adven ke-I thn. A tgl. 27 Nov 2016 (Mat 24:37-44)

MEMPERBAHARUI WAJAH KEMANUSIAAN

Masa Adven tahun A ini diawali dengan mendengarkan ajakan berjaga-jaga menunggu kedatangan “Anak Manusia” pada akhir zaman (Mat 24:37-44). Peristiwa penyelamatan sudah mulai dan akan terwujud sepenuhnya kelak. Orang diajak menyadari kenyataan ini. Apa maksudnya?

Injil Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam Thn C - tgl. 20 Nov 16 (Luk 23:35-43)

RAJA MACAM APA DIA ITU?
Rekan-rekan peminat Injil!
Pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam tahun ini untuk penghabisan kalinya Injil Minggu diambil dari “Injil menurut Lukas”. Oleh Gus saya diminta membicarakannya langsung di sini. Ringkasnya, Luk 23:35-43 mengisahkan bagaimana Yesus yang bergantung di salib diolok-olok tiga macam orang, yakni para pemimpin (ayat 35), para serdadu (ayat 36), dan bahkan oleh salah seorang penjahat yang ikut disalibkan bersama dia (ayat 39). Cemoohan mereka intinya begini: kalau memang benar dipilih Allah jadi “Mesias”, “Raja”, dan “Kristus”, coba selamatkan diri sendiri dulu! Orang sekarang akan bilang, apa dasar bagi klaim sebesar itu.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili