Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil hari Minggu Biasa ke II thn. A tgl. 15 Jan 2017 (Yoh 1:29-34 & Yes 49:3.5-6)

Rekan-rekan yang budiman!

Dalam Yoh 1:29-34 (Injil Minggu Biasa II tahun A) disampaikan kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai siapa Yesus itu. Dia itu adalah "Anak Domba Allah" dan juga "anak Allah". Apa maksud dua gagasan ini? Bagaimana kesaksian ini dapat dimengerti bersama dengan Yes 49:3.5-6 yang diperdengarkan dalam bacaan pertama? Apakah warta kedua bacaan itu dapat juga didalami dengan konteks keadaan masa kini? Mari kita dalami pertanyaan-pertanyaan itu.

"KEESOKAN HARINYA"

Bacaan ini mulai dengan menyebutkan bahwa "keesokan harinya" (Yoh 1:29) Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang kepadanya. Pada saat itulah sang Pembaptis menyampaikan dua kesaksian tentang Yesus tadi. Berita "keesokan hari" besar peranannya. Injil Yohanes menyebut hari-hari untuk menggemakan hari-hari penciptaan agar orang memahami kedatangan Yesus sebagai karya penciptaan yang baru.

Injil hari Minggu - Hari Raya Penampakan Tuhan tgl. 8 Jan 17 (Mat 2:1-12)

PERSEMBAHAN ORANG-ORANG BIJAK
Pada Hari Raya Penampakan Tuhan kali ini dibacakan Mat 2:1-12. Dikisahkan kedatangan orang-orang bijak dari jauh untuk mengungkapkan penghormatan mereka kepada raja yang baru lahir. Siapakah mereka ini? Di wilayah Babilonia dan Persia dulu, sekarang Irak & Iran utara, ada orang-orang bijak yang mahir dalam ilmu perbintangan. Mereka biasanya juga berperan sebagai ulama agama setempat. Matius menyebut mereka sebagai "orang-orang majus".

Injil Tahun Baru 1 Jan 2017 (Luk 2:16-21 & Bil 6:22-27)

SELAMAT TAHUN BARU! (Luk 2:16-21 & Bil 6:22-27)

Rekan-rekan yang baik!

Hari pertama tahun 2017 ini dirayakan sebagai Hari Perdamaian Sedunia bertepatan dengan perayaan Santa Perawan Maria Bunda Allah. Dalam umat awal sudah dikenal gelar Maria sebagai sang "Theotokos", artinya "yang membuat keilahian lahir" - alih bahasa ini lebih menunjukkan makna ungkapan itu daripada “Bunda Allah”, yang dalam bahasa biasa dapat menimbulkan kesan maksudnya ialah "ibunya si Anu" dengan kelanjutan pada debat salah arah mengenai apa benar Allah kok diperanakkan dan sebagainya.

Injil hari Natal (Luk 2:1-14; Luk 2:15-20; Yoh 1:1-18)

SELAMAT NATAL!

Natal dirayakan dengan tiga Misa Kudus yakni Misa Malam Natal 24 Desember, kemudian Misa Fajar 25 Desember pagi, dan akhirnya Misa Siang. Ketiga perayaan itu melambangkan tiga sisi kenyataan lahirnya Sang Penyelamat Dunia. Pertama, kelahirannya sudah terjadi sejak awal, yakni dalam kehendak Bapa di surga untuk mengangkat martabat kemanusiaan ke dekatnya. Kenyataan kedua terjadi ketika Yesus lahir dari kandungan Maria. Dan kenyataan ketiga, kelahiran Kristus secara rohani di dalam kehidupan orang beriman.

Injil hari Minggu Adven ke-IV Th A tgl. 18 Des 2016 (Mat 1:18-24)

MEMELIHARA KARYA ILAHI

Bacaan Injil Minggu terakhir pada Masa Adven tahun ini (Mat 1:18-24) menyampaikan sebuah tradisi mengenai kelahiran Yesus dari sudut pandang Yusuf, yang di dalam silsilah sebelum bacaan ini disebut sebagai “suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus” (Mat 1:16).

Injil hari Minggu Adven ke-III thn. A tgl. 11 Des 2016 (Mat 11:2-11)

ENGKAUKAH YANG DIJANJIKAN BAKAL DATANG?

Bacaan hari Minggu Adven III ini (Mat 11:2-11) menceritakan bagaimana Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya kepada Yesus untuk memastikan apakah ia itu betul dia yang diwartakan bakal datang (ay. 2-3) dan jawaban Yesus (ay. 4-6). Selanjutnya, ketika murid-murid Yohanes telah pergi, Yesus berbicara kepada orang banyak mengenai Yohanes Pembaptis (ay. 7 dst.).

Injil Hari Minggu Adven ke-2/A tgl. 4 Des 2016 (Mat 3:1-12)

MENYELARASKAN LANGKAH
Dalam Mat 3:1-12 (Injil Minggu Adven II tahun A) dikisahkan bagaimana Yohanes Pembaptis tampil mengumumkan kedatangan Kerajaan Surga serta menyerukan agar orang bertobat. Dalam bahasa sekarang, seruan ini sama dengan ajakan memahami apa yang sedang terjadi dalam diri kita dan dunia sekitar. Nada penuh berharap dalam bacaan pertama, Yes 11:1-10, dapat membantu memahami warta tadi. Di situ dinubuatkan kedatangan Raja Damai keturunan Isai (ayah raja Daud; leluhur Yesus juga. Bdk. Mat 1:5-6 Luk 3:32). Raja itu akan memperoleh kebijaksanaan (Yes 11: 1-2) untuk menegakkan keadilan (ay. 3-5) dan merukunkan mereka yang biasanya saling bermusuhan (ay. 6-9) dan dengan demikian ia menjadi pangkal harapan orang banyak (ay. 10).

Injil hari Minggu Adven ke-I thn. A tgl. 27 Nov 2016 (Mat 24:37-44)

MEMPERBAHARUI WAJAH KEMANUSIAAN

Masa Adven tahun A ini diawali dengan mendengarkan ajakan berjaga-jaga menunggu kedatangan “Anak Manusia” pada akhir zaman (Mat 24:37-44). Peristiwa penyelamatan sudah mulai dan akan terwujud sepenuhnya kelak. Orang diajak menyadari kenyataan ini. Apa maksudnya?

Injil Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam Thn C - tgl. 20 Nov 16 (Luk 23:35-43)

RAJA MACAM APA DIA ITU?
Rekan-rekan peminat Injil!
Pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam tahun ini untuk penghabisan kalinya Injil Minggu diambil dari “Injil menurut Lukas”. Oleh Gus saya diminta membicarakannya langsung di sini. Ringkasnya, Luk 23:35-43 mengisahkan bagaimana Yesus yang bergantung di salib diolok-olok tiga macam orang, yakni para pemimpin (ayat 35), para serdadu (ayat 36), dan bahkan oleh salah seorang penjahat yang ikut disalibkan bersama dia (ayat 39). Cemoohan mereka intinya begini: kalau memang benar dipilih Allah jadi “Mesias”, “Raja”, dan “Kristus”, coba selamatkan diri sendiri dulu! Orang sekarang akan bilang, apa dasar bagi klaim sebesar itu.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXXIII /C tgl 13 Nov 2016 (Luk 21:5-19)

IMAN YANG HIDUP, BUKAN TEOLOGI BASI!

Rekan-rekan yang budiman!
Diceritakan dalam Luk 21:5-19 bagaimana Yesus menegaskan kepada orang-orang yang sedang mengagumi keindahan Bait Allah bahwa satu ketika bangunan itu akan terbongkar seluruhnya dan diruntuhkan (ayat 5-6). Ketika mereka bertanya kapan saat itu tiba (ayat 7), Yesus menasihati mereka agar waspada terhadap orang yang mengatakan saatnya sudah tiba dengan memakai nama Yesus (ayat 8-9). Diajarkannya agar mencari pegangan yang sungguh dan tidak sibuk dengan spekulasi dan perhitungan belaka. Jangan pula cemas melihat kekacauan yang bisa jadi menandai datangnya saat itu, juga tak perlu gentar bila dituduh, karena akan memperoleh kata-kata hikmat darinya. Bila sanggup bertahan, mereka akan tetap hidup (ayat 10-19). Inilah warta bagi orang zaman itu. Dan juga bagi kita pada zaman ini? Marilah sekadar kita tengok dulu latar pemikiran orang banyak pada zaman itu.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXXII/C tgl. 6 Nov16 (Luk 20:27-38)

TUHAN KEHIDUPAN

Rekan-rekan yang budiman!
Dalam Luk 20:27-38 terungkap perbincangan antara orang-orang Saduki dan Yesus mengenai hidup setelah kehidupan di dunia ini. Apa arti permasalahan itu bagi orang pada zaman ini? Marilah kita tengok terlebih dahulu siapa itu orang-orang itu dan apa haluan pemikiran mereka.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXXI/C tgl. 30 Okt 2016 (Luk 19:1-10)

KOK DIA NUMPANG DI SITU!
Rekan-rekan pemerhati kisah Zakheus!
Peristiwa yang dikisahkan dalam Luk 19:1-10 dan dibacakan pada hari Minggu Biasa XXI tahun C ini tidak asing lagi bagi kita. Dalam perjalanannya menuju ke Yerusalem, Yesus singgah di Yerikho dan menumpang di rumah kepala pemungut cukai yang bernama Zakheus. Kejadian ini membuat orang banyak kurang senang. Mereka menggerutu (ayat 7), “Ia menumpang di rumah orang berdosa!” Tapi Yesus menegaskan (ayat 9-10), “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia (= dirinya, yakni Yesus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Apa maksudnya? Dan apa tujuan Lukas menceritakan peristiwa ini?

Injil hari Minggu Biasa ke-XXX/C tgl. 23 Okt 16 (Luk 18:9-14)

DOA YANG MANDUL – DOA YANG KABUL
Apa yang hendak diajarkan Yesus dengan perumpamaan mengenai orang Farisi dan pemungut cukai dalam Luk 18:9-14 (Minggu Biasa XXX tahun C) ini? Pada awal petikan ini disebutkan bahwa Yesus menyampaikan perumpamaan itu kepada beberapa orang yang “menganggap diri benar” serta “memandang rendah semua orang lain”. Ada imbauan agar orang berani meninjau kembali gambaran tentang diri sendiri dan tentang sesama yang mewarnai hubungan dengan Tuhan, yang menentukan cara berdoa.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXIX/C tgl.16 Okt 2016 (Luk 18:1-8)

BERDOA TANPA JEMU-JEMU - APA SIH MAKSUDNYA?
Rekan-rekan!
Perumpamaan di dalam Luk 18:1-8 sebetulnya disampaikan sebagai bahan pemikiran bagi para murid mengapa perlu “selalu” dan “tanpa jemu-jemu”-nya berdoa dan dalam arti mana. Perumpamaan ini berbicara mengenai seorang hakim yang “tak takut akan Allah dan tak menghormati siapapun” tetapi yang akhirnya bersedia memenuhi permohonan seorang janda agar membela perkaranya. Hal itu dilakukannya agar tidak lagi terganggu oleh permintaan yang terus-menerus dari pihak janda tadi (ayat 1-5). Murid-murid diminta memikirkan yang dikatakan hakim yang tak adil itu (ayat 6 “Perhatikanlah...!” merujuk ke ayat 5).

Injil hari Minggu biasa ke-XXVIII/C tgl. 9 Okt 2016 (Luk 17:11-19)

IMANMU TELAH MENYELAMATKANMU!
Penyembuhan sepuluh orang kusta dalam Luk 17:11-19 terjadi ketika Yesus sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem - ke tempat ia akan menderita, ditolak, wafat disalibkan, tapi juga tempat ia bangkit. Ringkasnya, kisah ini terjadi dalam perjalanan memperkenalkan Yang Mahakuasa sebagai Bapa yang berbelaskasihan kepada manusia. Tidak semua orang memahaminya. Juga mereka yang mendapatkan kebaikan darinya.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili