Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil hari Minggu Adven ke-I thn. A tgl. 27 Nov 2016 (Mat 24:37-44)

MEMPERBAHARUI WAJAH KEMANUSIAAN

Masa Adven tahun A ini diawali dengan mendengarkan ajakan berjaga-jaga menunggu kedatangan “Anak Manusia” pada akhir zaman (Mat 24:37-44). Peristiwa penyelamatan sudah mulai dan akan terwujud sepenuhnya kelak. Orang diajak menyadari kenyataan ini. Apa maksudnya?

Injil Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam Thn C - tgl. 20 Nov 16 (Luk 23:35-43)

RAJA MACAM APA DIA ITU?
Rekan-rekan peminat Injil!
Pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam tahun ini untuk penghabisan kalinya Injil Minggu diambil dari “Injil menurut Lukas”. Oleh Gus saya diminta membicarakannya langsung di sini. Ringkasnya, Luk 23:35-43 mengisahkan bagaimana Yesus yang bergantung di salib diolok-olok tiga macam orang, yakni para pemimpin (ayat 35), para serdadu (ayat 36), dan bahkan oleh salah seorang penjahat yang ikut disalibkan bersama dia (ayat 39). Cemoohan mereka intinya begini: kalau memang benar dipilih Allah jadi “Mesias”, “Raja”, dan “Kristus”, coba selamatkan diri sendiri dulu! Orang sekarang akan bilang, apa dasar bagi klaim sebesar itu.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXXIII /C tgl 13 Nov 2016 (Luk 21:5-19)

IMAN YANG HIDUP, BUKAN TEOLOGI BASI!

Rekan-rekan yang budiman!
Diceritakan dalam Luk 21:5-19 bagaimana Yesus menegaskan kepada orang-orang yang sedang mengagumi keindahan Bait Allah bahwa satu ketika bangunan itu akan terbongkar seluruhnya dan diruntuhkan (ayat 5-6). Ketika mereka bertanya kapan saat itu tiba (ayat 7), Yesus menasihati mereka agar waspada terhadap orang yang mengatakan saatnya sudah tiba dengan memakai nama Yesus (ayat 8-9). Diajarkannya agar mencari pegangan yang sungguh dan tidak sibuk dengan spekulasi dan perhitungan belaka. Jangan pula cemas melihat kekacauan yang bisa jadi menandai datangnya saat itu, juga tak perlu gentar bila dituduh, karena akan memperoleh kata-kata hikmat darinya. Bila sanggup bertahan, mereka akan tetap hidup (ayat 10-19). Inilah warta bagi orang zaman itu. Dan juga bagi kita pada zaman ini? Marilah sekadar kita tengok dulu latar pemikiran orang banyak pada zaman itu.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXXII/C tgl. 6 Nov16 (Luk 20:27-38)

TUHAN KEHIDUPAN

Rekan-rekan yang budiman!
Dalam Luk 20:27-38 terungkap perbincangan antara orang-orang Saduki dan Yesus mengenai hidup setelah kehidupan di dunia ini. Apa arti permasalahan itu bagi orang pada zaman ini? Marilah kita tengok terlebih dahulu siapa itu orang-orang itu dan apa haluan pemikiran mereka.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXXI/C tgl. 30 Okt 2016 (Luk 19:1-10)

KOK DIA NUMPANG DI SITU!
Rekan-rekan pemerhati kisah Zakheus!
Peristiwa yang dikisahkan dalam Luk 19:1-10 dan dibacakan pada hari Minggu Biasa XXI tahun C ini tidak asing lagi bagi kita. Dalam perjalanannya menuju ke Yerusalem, Yesus singgah di Yerikho dan menumpang di rumah kepala pemungut cukai yang bernama Zakheus. Kejadian ini membuat orang banyak kurang senang. Mereka menggerutu (ayat 7), “Ia menumpang di rumah orang berdosa!” Tapi Yesus menegaskan (ayat 9-10), “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia (= dirinya, yakni Yesus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Apa maksudnya? Dan apa tujuan Lukas menceritakan peristiwa ini?

Injil hari Minggu Biasa ke-XXX/C tgl. 23 Okt 16 (Luk 18:9-14)

DOA YANG MANDUL – DOA YANG KABUL
Apa yang hendak diajarkan Yesus dengan perumpamaan mengenai orang Farisi dan pemungut cukai dalam Luk 18:9-14 (Minggu Biasa XXX tahun C) ini? Pada awal petikan ini disebutkan bahwa Yesus menyampaikan perumpamaan itu kepada beberapa orang yang “menganggap diri benar” serta “memandang rendah semua orang lain”. Ada imbauan agar orang berani meninjau kembali gambaran tentang diri sendiri dan tentang sesama yang mewarnai hubungan dengan Tuhan, yang menentukan cara berdoa.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXIX/C tgl.16 Okt 2016 (Luk 18:1-8)

BERDOA TANPA JEMU-JEMU - APA SIH MAKSUDNYA?
Rekan-rekan!
Perumpamaan di dalam Luk 18:1-8 sebetulnya disampaikan sebagai bahan pemikiran bagi para murid mengapa perlu “selalu” dan “tanpa jemu-jemu”-nya berdoa dan dalam arti mana. Perumpamaan ini berbicara mengenai seorang hakim yang “tak takut akan Allah dan tak menghormati siapapun” tetapi yang akhirnya bersedia memenuhi permohonan seorang janda agar membela perkaranya. Hal itu dilakukannya agar tidak lagi terganggu oleh permintaan yang terus-menerus dari pihak janda tadi (ayat 1-5). Murid-murid diminta memikirkan yang dikatakan hakim yang tak adil itu (ayat 6 “Perhatikanlah...!” merujuk ke ayat 5).

Injil hari Minggu biasa ke-XXVIII/C tgl. 9 Okt 2016 (Luk 17:11-19)

IMANMU TELAH MENYELAMATKANMU!
Penyembuhan sepuluh orang kusta dalam Luk 17:11-19 terjadi ketika Yesus sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem - ke tempat ia akan menderita, ditolak, wafat disalibkan, tapi juga tempat ia bangkit. Ringkasnya, kisah ini terjadi dalam perjalanan memperkenalkan Yang Mahakuasa sebagai Bapa yang berbelaskasihan kepada manusia. Tidak semua orang memahaminya. Juga mereka yang mendapatkan kebaikan darinya.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXVII th C tgl. 2 Okt 2016 (Luk 17:5-10)

TENTANG IMAN DAN BERIMAN
Luk 17:5-10 memuat dua pokok pembicaraan. Yang pertama, ayat 5-6, menyebutkan permintaan para murid agar iman mereka ditambah serta reaksi Yesus terhadap permintaan ini. Yang kedua, ayat 7-10, berisi ajaran agar murid-murid bersikap sebagai hamba yang tak mengenal istirahat dan tidak memikirkan jasa sendiri. Untuk mengerti hubungan di antara kedua bagian itu dan maksud seluruh petikan, marilah kita lihat konteksnya, yaitu beberapa nasihat dalam Luk 17:1-4 yang mendahului petikan ini.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXVI th C tgl. 25 Sep 2016 (Luk 16:19-31)

ORANG KAYA DAN LAZARUS

Rekan-rekan yang budiman!
Ada baiknya perumpamaan orang kaya dan Lazarus (Luk 16:19-31) dipahami dalam konteks kehidupan Gereja Awal. Kini cukup diketahui bahwa generasi kedua para pengikut Yesus kebanyakan berasal dari kalangan menengah seperti para pengusaha, pedagang, sarjana, tabib, guru, seniman yang bekerja pada keluarga-keluarga bangsawan atau penguasa militer di kota-kota di wilayah kekuasaan Romawi. Perkembangan umat memang pertama-tama meluas ke lapis atas dalam masyarakat. Dari sana baru kemudian ke lapis-lapis lain di masyarakat luas.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXV/C tgl. 18 Sep 2016 (Luk 16:1-13)

TAK MUNGKIN MENGABDI DUA TUAN – LALU?
Rekan-rekan yang baik!
Perumpamaan mengenai bendahara yang tidak jujur dalam Luk 16:1-8a dilanjutkan dengan amatan bahwa kepintaran anak-anak dunia ini melebihi anak-anak terang (ayat 8b-9) dan dengan pepatah barangsiapa setia dalam perkara kecil bisa dipercaya pula dalam perkara besar (ayat 10-12). Petikan yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XXV tahun C ini berakhir dengan penegasan bahwa tak mungkin mengabdi dua tuan (ayat 13). Secara umum dapat dikatakan petikan ini berisi ajakan untuk menemukan jalan lurus dalam liku-liku kehidupan di dunia ini. Dengan kata lain, ada ajakan bagi orang beriman agar juga berani belajar dari kenyataan dalam kehidupan yang acap kali terasa berlawanan dengan cara hidup orang baik-baik.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXIV/ C tgl. 11 Sep 2016 (Luk 15:1-32)

Domba yang Sesat, Dirham yang Terselip, Anak yang Hilang?

BACAAN INJIL Minggu Biasa XXIV tahun C kali ini, Luk 15:1-32, menampilkan tiga perumpamaan, yakni domba yang tersesat (ayat 1-7), disusul dengan perumpamaan mata uang yang terselip (ayat 8-10) dan perumpamaan anak yang hilang (ayat 11-32). (Perumpamaan anak yang hilang sudah pernah diuraikan dalam hubungan dengan Injil Minggu Prapaskah IV th C.)

Pemungut Cukai dan Pendosa

Injil hari Minggu Biasa ke-XXIII/C tgl 4 Sept 2016 (Luk 14:25-33)

TIKET MASUK SURGA?
Rekan-rekan!
Pada awal Luk 14:25-33 yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XXIII tahun C disebutkan bahwa “ada banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanannya” (ayat 25). Tentunya yang dimaksud ialah perjalanan Yesus ke Yerusalem, tempat nanti ia ditolak dan disalibkan, tapi juga tempat ia dibangkitkan setelah wafat. Dengan berita yang sederhana bunyinya itu Lukas hendak membuat pembaca bertanya-tanya apakah orang juga masih berani mengikutinya terus sampai ke akhir perjalanannya. Pertanyaan itu juga diharapkan timbul dalam diri kita yang berusaha menyertai perjalanan Yesus.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXII/C tgl. 28 Agt 2016

TEMPAT TERHORMAT...BAGI SIAPA SAJA!

Rekan-rekan yang baik!

Para pengikut Yesus dalam Gereja Perdana makin sadar bahwa mereka diutus bepergian ke pelbagai penjuru dunia menyampaikan Kabar Gembira dengan menyembuhkan orang sakit, mengajar dan meneguhkan iman. Orang cacat, orang buta, janda miskin mereka usahakan agar tidak melulu menjadi penerima sedekah atau orang-orang yang ditolerir keberadaannya, melainkan menjadi bagian dalam kehidupan mereka. Itulah kerasulan murid-murid generasi awal.

Injil hari Minggu Biasa ke-XXI tahun C 21 Agt 2016 (Luk 13:22-30)

PINTU YANG SEMPIT? MANA YANG LEBAR?
Pada awal Injil Minggu Biasa XXI tahun C (Luk 13:22-30) dikisahkan Yesus mengajar dari kota ke kota dan wilayah di sekitarnya dalam perjalanannya menuju ke Yerusalem. Di sini nama kota ini dieja sebagai “Hierosolyma” – seperti dalam Luk 19:28 ketika arah perjalanan ini disebut untuk terakhir kalinya – dan dengan demikian digarisbawahi sisi kota yang menerima kedatangannya.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili