Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil Minggu Biasa XXVII/A tgl. 8 Okt 17 (Mat 21:33-43)

Pada hari Minggu Biasa XXVII tahun A ini dibacakan Mat 21:33-43. Kembali Yesus mengutarakan perumpamaan yang berhubungan dengan kebun anggur. Tapi kali ini yang disoroti ialah para penggarap kebun anggur yang ingin merebut lahan yang dipercayakan kepada mereka. Sewaktu berada di negeri lain, ia menyewakan kebunnya kepada para penggarap. Sang empunya juga telah membangun tempat penggarapan anggur di situ.
Para hamba yang diutus untuk memungut hasilnya diperlakukan dengan buruk oleh para pekerja.

Injil Minggu XXVI/A -1 Okt 2017 (Mat 21:28-32)

Rekan-rekan!
Injil kali ini (Mat 21:28-32) menampilkan perumpamaan mengenai seorang ayah yang bergilir meminta dua orang anaknya berangkat bekerja di kebun anggur. Yang pertama pada mulanya tidak bersedia, tapi kemudian menyesal dan akhirnya menjalankannya. Yang kedua sebaliknya berkata "ya" tapi tidak melakukannya. Siapa dari kedua anak itu yang sungguh mengikuti kehendak sang ayah? Tentunya orang berpikir tentang anak yang pertama. Apakah perumpamaan ini sekadar dimaksud mengajarkan bahwa tindakan nyata jauh lebih bernilai dari pada sekedar janji? Adakah hal-hal khusus yang dapat dipetik dari bacaan Injil pada hari Minggu Biasa XXVI tahun A ini?

Injil Minggu XXV/A 24 Sept2017 (Mat 20:1-16)

Rekan-rekan,
Pengisi rubrik ini meminta saya berbicara mengenai perumpamaan dalam Mat 20:1-16 yang dibacakan pada hari Minggu XXV tahun A ini. Ceritanya tentu sudah anda kenal. Pagi-pagi benar seorang pemilik kebun anggur menawarkan pekerjaan dengan upah sedinar sehari. Upah sedinar memang lazim bagi pekerja harian waktu itu.

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili