Gagasan Homili

Ulasan Injil mingguan

Injil hari Minggu Paskah ke-IV/C tgl. 17 Apr 2016 (Yoh 10:27-30)

MEMPERCAYAKAN DIRI?
Orang serta-merta merasa aman bila mengenal siapa yang sedang dihadapi. Dan sebaliknya juga, gampang orang merasa terancam hal-hal yang tak dikenal. Injil Yohanes 10:27-30 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah IV tahun C ini menggambarkan keakraban antara Yesus dan pengikut-pengikutnya dengan memakai kiasan domba dan gembala. Ditawarkan dalam petikan ini analisis teologi mengenai hidup rohani. Orang merasa tenang di hadapan dia yang dapat membawakan hidup kekal. Tak ada kekuatan jahat apapun yang mampu menjauhkan darinya. Kepercayaan akan Yang Mahakuasa sendiri menjadi jaminan.

Injil hari Minggu Paskah ke-III/C tgl. 10 Apr 2016 (Yoh 21:1-19)

DARI HARI KE HARI
Baru saja kita rayakan Paskah Kebangkitan Kristus dan penebusan umat manusia. Juga kita dengar minggu lalu dari Injil Yohanes bagaimana Yesus meniupkan Roh Kudus ke pada murid-muridnya. Hikmatnya juga ikut menyegarkan batin kita. Tetapi sekarang kita kembali ke hidup sehari-hari, mencari nafkah, memikirkan keluarga, masa depan, karier, pergaulan dengan sejawat. Rasa-rasanya kok kita kembali seperti dulu, sama saja. Apa arti kebangkitan dan kata-kata indah sebangsanya? Serangkaian pertanyaan ini diolah dalam Yoh 21:1-19 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah III tahun C.

Injil hari Minggu Paskah ke-II/C tgl. 3 Apr 16 (Yoh 20:19-31)

Rekan-rekan yang baik,
Beberapa pokok dalam Yoh 20:19-31 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah II ini saya bicarakan dengan tokoh kita yang biasa pergi datang ke forum ini, Paman Hans. Ia tidak berkeberatan penjelasannya diteruskan kepada kalian. Malah ia sudah mendengar reaksi pembaca catatan pendek saya mengenai kebangkitan dari hari Minggu Paskah lalu. Dan ia ikut menambahkan pendapatnya di akhir suratnya ini. Selamat membaca!
A. Gianto

INJIL PASKAH 26-27 Mar 16: TUHAN TELAH BANGKIT!

TUHAN TELAH BANGKIT!
Rekan-rekan yang budiman!
Tidak ada laporan bagaimana persisnya kebangkitan itu terjadi, dengan cara apa, kapan saatnya dan siapa-siapa yang pertama melihat peristiwa itu. Jalannya peristiwa akan tetap tersembunyi, hanya jejak-jejak peristiwa itu sajalah yang dikenali. Namun demikian, ada pokok yang mendasari kepercayaan bahwa Yesus telah bangkit. Yang pertama ialah makam yang kosong dan yang kedua ialah keyakinan orang-orang yang terdekat bahwa ia tidak lagi berada di antara orang mati. Amat besar peran kesaksian orang-orang yang datang mencari dia yang tadinya wafat dan dimakamkan seperti disampaikan dalam Luk 24:1-12 (Malam Paskah); Yoh 20:1-9 (Minggu Paskah pagi ); dan Luk 24:13-35 (Minggu Paskah sore).

Jumat Agung 25 Maret 16 (Yoh 18:1-19:42)

KISAH SENGSARA MENURUT YOHANES
Rekan-rekan yang baik!
Tiga pokok dalam Kisah Sengsara yang dibacakan Jumat Agung ini (Yoh 18:1-19:42) saya bicarakan dengan Paman Hans. Korespondensi pertama berkisar pada hubungan antara kata-kata terakhir Yesus di salib, yakni “sudah selesai” (Yoh 19:30, Yunaninya “tetelestai”) dan catatan Yohanes mengenai mengasihi “sampai pada kesudahannya” (Yoh 13:1, “eis telos”). Kedua, saya mintakan penjelasan mengenai jubah Yesus yang diundi para serdadu (Yoh 19:23-24). Tema ketiga berhubungan dengan arti “darah dan air” yang keluar dari lambung Yesus (Yoh 19:34). Beliau tidak keberatan surat-menyurat ini saya alihbahasakan dan ceritakan kepada rekan-rekan.
=======================================
Paman Hans yang baik!

Kamis Putih 24 Maret 16 (Yoh 13:1-15)

BERBAGI ASAL DAN TUJUAN
Rekan-rekan sekalian!
Pada hari Kamis Putih dibacakan kisah pembasuhan kaki para murid (Yoh 13:1-15). Tindakan ini dimengerti Petrus sebagai ungkapan merendah dari gurunya di hadapan para murid. Yesus meluruskan pendapat Petrus tadi sambil mengajarkan hal yang lebih dalam lagi.
Hanya dalam Injil Yohanes sajalah dikisahkan tindakan Yesus membasuh kaki para murid. Memang orang biasa membasuh kaki sendiri sebelum masuk ke ruang perjamuan sebagai ungkapan mau ikut pesta dengan bersih. Hanya tamu yang amat dihormati saja, misalnya seorang guru atau orang yang dituakan, akan dibasuh kakinya. Dan bila dilakukan, akan dijalankan sebelum perjamuan mulai. Hanya pelayan rumah sajalah yang melakukan pembasuhan kaki tetamu, bukan tuan rumah. Injil Yohanes mengubah dan bahkan membongkar peran-peran tadi.

(Luk 19:28-40) Minggu Palma 20 Mar 2016

Dalam upacara perarakan Minggu Palma tahun ini dibacakan kisah Yesus memasuki Yerusalem menurut Luk 19:28-40. Dalam peristiwa penampakan kemuliaan Yesus, perjalanan ini disebut “exodos” (Luk 9:31. Lihat ulasan Injil Minggu Prapaskah II/C.) Ia sadar perjalanan ini bakal berakhir dengan penolakan para pemimpin dan pengorbanan diri di salib dan kebangkitannya.

Injil hari Minggu Prapaskah ke-V/C tgl. 13 Maret 16 (Yoh 8:1-11)

KASUS DI BAIT ALLAH

Rekan-rekan yang baik!
Kebanyakan para ahli tafsir beranggapan bahwa kisah perempuan yang berzinah dalam Yoh 8:1-11 yang dibacakan pada hari Minggu Prapaskah V tahun C ini pada awalnya tidak termasuk Injil Yohanes meskipun mereka setuju asalnya dari tradisi mengenai kehidupan Yesus juga. Kisah ini tidak termuat di dalam naskah-naskah tertua Injil Yohanes dalam bahasa Yunani. Juga dari segi gaya bahasa ada perbedaan. Misalnya, Yohanes biasa menyebut “orang banyak” dengan kata Yunani “okhlos”, bukan “laos” seperti di sini. Kata untuk “pagi-pagi” biasanya “prooi”, tapi di sini dipakai “orthrou”. Nama “Bukit Zaitun” tidak dijumpai dalam Injil Yohanes kecuali di sini. Juga ahli Taurat tidak disebut musuh Yesus selain di sini.

Bacaan Injil hari Minggu Prapaskah IV/C tgl. 6 Mar 16 (Luk 15:1-3; 11-32)

TENTANG “SI ANAK HILANG”: PAHALA DAN HUKUMAN?

Rekan-rekan yang baik!
Perumpamaan tentang si anak hilang dalam Luk 15:11-32 sudah banyak dikenal. Gagasan pokoknya ialah kebaikan Tuhan terhadap siapa saja, lebih-lebih terhadap pendosa yang mau mendekat kepada-Nya. Perumpamaan ini diceritakan guna menanggapi gerundelan kaum Farisi dan Ahli Kitab yang melihat Yesus bergaul dengan para pemungut pajak dan pendosa lainnya seperti disebut dalam Luk 15:1-3 yang ikut dibacakan hari ini.

Bacaan Injil hari Minggu Prapaskah ke-III/C tgl. 28 Feb 16 (Luk 13:1-9)

Rekan-rekan yang budiman,
Luk 13:1-9 yang dibacakan pada hari Injil Minggu Prapaskah III/C ini memuat dua bagian. Yang pertama mengisahkan dua kejadian yang dapat menunjukkan jalan ke arah “bertobat” (ayat 1-3 dan 4-5), sedangkan bagian kedua (ayat 6-9) berbentuk perumpamaan yang melengkapi ajakan tadi.
Dalam kehidupan rohani bertobat bukan berarti “kapok” berbuat dosa, melainkan semakin mengalihkan kehidupan dan perhatian kepada Tuhan sambil dengan menyadari pelbagai kekeliruan yang telah terjadi. Yang merasa terhukum bisa diajak agar tidak lagi memandang diri selalu ada dalam keadaan itu. Yang merasa hidup beres di hadapan Tuhan masih perlu belajar agar tidak dibuai keyakinan semuanya sungguh begitu. Yang merasa telah menjalankan agama dengan baik juga diajak agar berhati-hati agar tidak memperalat agama demi gengsi dan kepentingan sendiri.

Bacaan Injil hari Minggu Prapaskah II thn. C tgl. 21 Feb 16 (Luk 9:28b-36)

Rekan-rekan sekalian!
Luk 9:28b-36 menceritakan bagaimana Petrus, Yakobus dan Yohanes mengalami penampakan kemuliaan Yesus di atas gunung. Dengan penekanan yang di sana sini agak berbeda, peristiwa ini juga diceritakan dalam Mat 17:1-9 dan Mrk 9:2-10. Ketiga Injil itu sama-sama mengatakan bahwa ketiga murid itu diajak naik ke gunung, tetapi hanya Lukaslah yang menambahkan “untuk berdoa”. Kemudian diceritakan bagaimana wajah dan pakaian Yesus menampakkan kemuliaannya. Saat itu juga tampillah Musa dan Elia.

Bacaan Injil hari Minggu Prapaskah I/C tgl. 14 Feb 2016 (Luk 4:1-13)

DIGANDENG ROH ATAU DIGENDONG SETAN?
Rekan-rekan yang baik!

Injil Minggu Prapaskah pertama tahun ini (Luk 4:1-13) mengisahkan bagaimana Yesus dicobai di padang gurun selama 40 hari. Marilah kita dalami terlebih dahulu beberapa pengertian pokok ini: dibawa Roh, padang gurun, dicobai 40 hari, dan saat Iblis kembali.

Bacaan Injil hari Rabu Abu (2 Kor 5:20-6:2) tgl. 10 Feb 2016

Rekan-rekan yang baik!
Dalam suratnya kepada orang Korintus yang dibacakan pada hari Rabu Abu tanggal 10 Februari 2016 ini Paulus mengimbau umat agar membiarkan diri didamaikan dengan keilahian lewat pengorbanan Kristus. Orang Korintus diajak Paulus agar tidak lagi menganggap Allah sebagai ganjalan dalam hidup mereka. Itulah yang dimaksud dengan berdamai denganNya. Apa yang mengakibatkan orang dikatakan tidak berdamai dengan Allah atau bermusuhan denganNya? Berdosa? Tentunya demikian, akan tetapi tidak sesederhana ini: manusia berdosa, maka tidak lagi beres, oleh karenanya retaklah hubungan dengan Yang Ilahi dan begitu seterusnya. Tidak seperti itu. Lebih dalam. Lebih manusiawi. Lebih ilahi. Bagaimana penjelasannya?

Bacaan Injil hari Minggu Biasa ke-V/C tgl. 7 Feb 16 (Luk 5:1-11)

APA ARTI "MENJALA MANUSIA"?

Rekan-rekan yang budiman!

Nabi Yesaya terpukau oleh para makhluk surgawi yang khidmat memuji kebesaran Tuhan yang Maha Kudus. Saat itu juga ia merasa segera akan luluh binasa karena mendapati diri "kotor". Ayat-ayat dari Yes 6:1-2a.3-8 itu diperdengarkan dalam bacaan pertama bagi Minggu Biasa V tahun C. Kemudian Injil Luk 5:1-11 diceritakan bagaimana Simon menyaksikan keajaiban yang terjadi serta-merta kata-kata Yesus diturutinya. Tetapi ia saat itu juga merasa diri pendosa dan mohon agar Yesus - yang disapanya sebagai Tuhan - menjauhinya. Tidak tahan ia berdekatan dengan Yang Ilahi. Yesaya dan Simon sama-sama dilanda kekuatan sabda ilahi dan merasa tak pantas.

Bacaan Injil hari Minggu Biasa ke- IV C tgl. 31 Jan 15 (Luk 4:21-30)

Rekan-rekan yang budiman!
Bacaan Minggu Biasa IV tahun C kali ini ialah Yer 1:4-5; 17-19; 1 Kor 12:31-13,13; Luk 4:21-30. Injil-nya amat erat berhubungan dengan petikan yang dibacakan Minggu lalu, yakni pengajaran Yesus di rumah ibadat di Nazaret. Orang-orang terpesona oleh kata-katanya yang indah tetapi juga mereka mulai mempertanyakannya. Mengapa?

Halaman

Subscribe to RSS - Gagasan Homili