kalbar

UNIO: Wadah Persaudaraan Imam Diosesan

HIDUPKATOLIK.com - Setelah puas menyantap durian, peserta Munas UNIO X berkumpul di Aula Temenggung Tukong, Kompleks Gua Maria Bukit Kelam, Sintang, Rabu, 3/8. Pemilihan pengurus UNIO Indonesia segera digelar.

Setelah melalui beberapa putaran pemilihan, terpilih sebagai Ketua UNIO Periode 2011-2014, Pastor Dominikus Bagus Kusumawanta Pr dari Keuskupan Denpasar. Ia menggantikan Pastor Stanislaus Ferry Sutrisna Wijaya Pr dari Keuskupan Bandung yang telah tiga periode menjadi Ketua UNIO Indonesia. Pastor Wanta didampingi Wakil Ketua, Pastor Thomas Terry Ponomban Pr dari Keuskupan Manado.

Wadah persaudaraan

UNIO Indonesia dirintis dengan terbentuknya UNIO Keuskupan Agung Semarang (KAS) pada 15 Juli 1955. Pada 28-29 Juni 1977 UNIO KAS mengadakan pertemuan yang dihadiri wakil imam Diosesan dari Keuskupan Bogor, Bandung, Purwokerto, Denpasar, Manado, Atambua, dan Merauke. Pertemuan ini mencetuskan gagasan untuk membentuk UNIO Indonesia. Baru pada Musyawarah Nasional I yang diadakan di Jakarta pada 14-17 Juni 1983 dan dihadiri wakil imam Diosesan dari 19 keuskupan, UNIO Indonesia secara resmi terbentuk.

UNIO adalah wadah persaudaraan imamat. UNIO Indonesia merupakan federasi dari UNIO keuskupan. Wadah ini bersifat terbuka dan sukarela, tetapi berupaya menjangkau dan melibatkan semua imam Diosesan (Praja) di Indonesia. Tujuan UNIO adalah menjadi sarana pengembangan hidup imamat dan pelayanan imam Diosesan Indonesia dalam semangat persaudaraan (bdk KHK Kan 298 $ 1). Sifat hubungan antar-UNIO Keuskupan, UNIO Indonesia, dan UNIO Internasional, bukanlah atasan dan bawahan, melainkan kesejajaran.

Setiap tiga tahun, UNIO Indonesia menggelar Munas. Munas UNIO XI tahun 2014 akan digelar di Keuskupan Amboina. Sementara Keuskupan Agung Palembang akan menjadi tuan rumah Munas UNIO XII tahun 2017.

Pengurus UNIO Indonesia 2011-2014

Pelindung : Mgr Blasius Pujaraharja (Ketapang)
Penasihat : Mgr Agustinus Agus (Sintang), Mgr Petrus Boddeng Timang (Banjarmasin), Mgr Vincentius Sensi Potokota (Ende)
Ketua : Dominikus Bagus Kusumawanta Pr (Denpasar)
Wakil Ketua : Thomas Terry Ponomban Pr (Manado)
Sekretaris 1 : Yohanes Dwi Harsanto Pr (Semarang)
Sekretaris 2 : Stefanus Sri Haryono Putro Pr (Bogor)
Bendahara 1 : Paulus Tongli Tandilosa Pr (Makassar)
Bendahara 2 : Emanuel Belo Sede Pr (Palembang)
Tim OGF : F.X. Sukendar Wignyosumarta Pr (Semarang) dan Ferry Sutrisna Wijaya Pr (Bandung)
Kepala Rumah Tangga Pastoran UNIO : Guido Suprapto Pr (Palembang)
Animator Regio Sumatra: Petrus Sukino Pr (Palembang)
Jawa: Antonius Garbito Pamboaji Pr (Bogor)
Kalimantan Barat : Dionisius Meligun Pr (Sanggau)
Kalimantan Timur : Simon Edy Kabul Teguh Santoso Pr (Banjarmasin)
Nustra Utara : Fransiskus Dei Dhae Pr (Ende)
Nustra Selatan : Leonardus Mali Pr (Kupang)
Manado, Ambon, Makassar : Marselinus Lolo Tandung Pr (Makassar)
Papua : Izaak Bame Pr (Manokwari-Sorong)

Y. Prayogo

http://www.hidupkatolik.com/2011/10/06/unio-wadah-persaudaraan-imam-dios...

MUNAS X UNIO Indonesia di Sintang, Kalbar

PADA hari Senin, 1 Agustus 2011 telah dibuka perhelatan akbar Munas X Unio Indonesia di Keuskupan Sintang, Kalbar dengan ditandai pemukulan gong oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, HE Archbishop Antonio Guido Filipazzi, didampingi oleh Ketua Unio Indonesia, RD. Ferry Sutrisna Wijaya, Ketua Unio Keuskupan Sintang, RD. Piet Apot Anggraini, Bapak Uskup Sintang, Mgr. Agustinus Agus dan Bapak Bupati Sintang, Milton Crosby. Pada malam itu acara pembukaan Munas X selain diawali dengan sambutan-sambutan, selanjutnya disemarakkan dengan aneka pentas tarian etnik budaya Dayak yang dipersembahkan oleh kaum muda-mudi Katolik Keuskupan Sintang.

SEKILAS MUNAS UNIO INDONESIA

MUNAS Unio Indonesia diadakan tiga tahun sekali. Sejak tahun 2005 pada Munas VIII di Palasari Bali, para peserta Munas, yakni para imam diocesan dari pelbagai keuskupan di Indonesia, diajak untuk live in atau tinggal di tengah umat. Hal yang sama terjadi pada tahun 2008 pada Munas IX di Makassar dan Tana Toraja. Pada Munas X di Keuskupan Sintang ini para imam dan para bapak uskup yang hadir juga tinggal di rumah-rumah umat di wilayah Paroki Katedral Sintang, Kalbar.

Pada hari Selasa, 2 Agustus 2011 Misa Pembukaan Munas X Unio Indonesia diselenggarakan di Gereja Katedral yang dipersembahkan oleh tujuh Bapak Uskup sebagai selebran utama didampingi oleh Ketua Unio Sintang dan Ketua Unio Indonesia serta lebih dari 100 imam diocesan dan satu-dua imam tarekat, puluhan biarawati dan ribuan umat di Keuskupan Sintang. Nuncio ikut dalam Perayaan Ekaristi dengan duduk di tempat khusus di panti imam. Mgr. Blasius Pujoraharjo, Uskup Ketapang dan Penasihat Unio Indonesia, yang menjadi selebran utama menekankan pentingnya persaudaraan imamat yang berpusat pada Yesus Kristus, Gembala yang baik. Dan dalam homili yang dibawakan oleh Mgr. Petrus Timang, Uskup Banjarmasin, mengulas tema "Menemukan Wajah Yesus dalam diri Gembala yang Baik" serta menghubungkan dengan tema umum Munas X Unio Indonesia 2011 ini: "Menemukan Wajah Yesus di Bumi Kalimantan". Seorang imam hendaknya menghadirkan Wajah Tuhan, mengenal latar belakang budaya dan mencintai lingkungan hidup, demikianlah kata Mgr. Petrus Timang yang ditahbiskan menjadi Uskup Banjarmasin pada tahun 2008 setelah diumumkan pada Munas IX Unio Indonesia di Makassar.

PENGARAHAN DARI NUNCIO

SIDANG Munas X Unio Indonesia pada hari pertama, Selasa, 2 Agustus 2011 diawali dengan pengarahan Duta Besar Vatikan, Mgr. Antonio Guido Filipazzi berjudul: "Beberapa Pertimbangan tentang Ajaran Paus Benediktus XVI mengenai Imamat Ministerial". Ada tiga julukan yang dikenakan pada imam terkait hubungan fundamentalnya dengan Kristus, yakni imam adalah sahabat Tuhan Yesus, hamba-Nya, dan orang yang, seperti Yohanes Pembaptis, menjadi suara yang melayani Sang Sabda.

Nuncio mengajak para imam untuk menghayati misteri imamat dengan menarik aplikasi-aplikasi bagi kehidupan dan pelayanan imam saat ini yang meliputi (1) penyadaran dan pembinaan, (2) berbagai prioritas kehidupan imam, dan (3) imam dan panggilan. Ajakan nuncio mendapat tanggapan positif dan penuh antusias dari para imam dan bapak Uskup yang hadir dalam sidang. Mgr. Yulianus Sunarko, SJ, Bapak Uskup Purwokerto, mensharingkan dan menganalisa perbandingan suasana Gereja (dan para imam) di Eropa pada tahun 80-an dengan realitas Gereja di Indonesia tahun ini serta di masa mendatang.

WACANA BIDANG SOSIAL-POLITIK

Sidang kedua bertemakan "Keterlibatan Imam dalam Bidang Sosial Kemasyarakatan" yang menghadirkan seorang narasumber Bapak Lazarus, S.Sos. M.Si. Romo Edy Purwanto, Wakil Ketua Unio 2008-2011 yang pernah menjadi sekretaris eksekutif Komisi Kerawam KWI, menjadi moderator dalam sidang kedua ini.

Menarik bahwa dalam sessi tanya jawab tampil sebagai penanggap yang pertama Mgr. PC. Madagi, MSC yang memberi semangat kepada para imam untuk berani berpolitik di Bumi Indonesia ini. Sekaligus mengkoreksi pembicara soal gambaran "politik praktis" bagi umat Allah dan para imam. Romo Paulus Tongli dari Keuskupan Agung Makassar menyampaikan 2 hal: (1) bahaya pragmatisme dan (2) pentingnya komisi kerasulan awam, agar para imam mau ditugaskan untuk pendampingan ini.

 

KUNJUNGAN KE KOPERASI KREDIT

Sidang ketiga mengangkat tema: "Pemberdayaan Masyarakat melalui Koperasi Kredit (CU)" yang diadakan di dua tempat, yakni di CU Bima, dan yang lain di CU Keling Kumang di kota Sintang. Masing-masing kelompok mendengarkan sharing, perkenalan dan presentasi dari pengurus Koperasi Kredit tentang upaya mengangkat masyarakat dayak memenuhi kebutuhan hidup mereka dalam kelompok CU (Credit Union).

                Di kantor CU Keling Kumang, yang sudah mulai dengan mesin ATM itu, Bapak Yohanes setelah memperkenalkan teman-temannya, sebagai GM (General Manager), mempresentasikan soal CU Keling Kemang dan Transformatif Organization. Tiga pilar yang harus dipegang teguh dalam CU ialah (1) Pendidikan, (2) Silidaritas dan (3) Swadaya.

                Di kantor CU Bima, kabarnya Mgr. Y. Sunarko SJ, dengan antusias menanggapi sharing dan presentasi dari karyawan Komperasi Kredit yang sedang popular di masyarakat Kalbar beberapa tahun ini. Ketika kami diundang santap malam di pendopo Bapak Bupati Sintang, soal perkembangan koperasi Kredit di tengah masyarakatnya, sempat dikisahkan dengan kegiatan harian setiap warga bahwa setiap pagi mereka mendengar kokok ayam jago yang berbunyi: "Ceee Uuuuu!" Dan mulailah warga desa dan kota bekerja untuk mendapatkan uang untuk disimpan atau dikelola di kantor CU mereka.

PEMILIHAN PENGURUS BARU

Subscribe to RSS - kalbar