
ATAMBUA – UnioIndonesia.org – Sebanyak 34 imam projo Keuskupan Atambua mengikuti retret tahunan gelombang V yang berlangsung di Emaus Pastoral Center (EPC), Nela, Atambua, Nusa Tenggara Timur, sejak Minggu (11/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026). Retret yang dibimbing oleh Romo Sipri Senda, Pr, imam projo Keuskupan Agung Kupang, ini menjadi kesempatan bagi para imam untuk memperdalam spiritualitas imamat, khususnya dalam membangun kehidupan imamat yang ekaristis dan berkarakter alkitabiah.

Retret gelombang V ini merupakan kelanjutan dari empat gelombang sebelumnya yang telah dilaksanakan bagi para imam projo Keuskupan Atambua. Kegiatan tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan untuk memperteguh identitas, spiritualitas, dan komitmen para imam dalam menjalankan tugas pelayanan pastoral.
Memasuki hari ketiga, Selasa (13/10/2026), para peserta telah mengikuti sejumlah sesi permenungan yang berpusat pada panggilan untuk menjadi imam yang ekaristis dengan meneladani spiritualitas tokoh-tokoh Kitab Suci.

Dalam rangkaian permenungan tersebut, Romo Sipri Senda mengajak para imam mendalami karakter dan spiritualitas Bunda Maria, Yohanes Pembaptis, dan Petrus, dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai tokoh sentral sekaligus dasar seluruh kehidupan dan pelayanan imamat.
Melalui pendekatan biblis dan teologis, para peserta diajak menemukan relevansi pengalaman iman tokoh-tokoh tersebut dengan kenyataan hidup dan pelayanan mereka sebagai imam di tengah umat.

Hal menarik dari proses pendampingan retret ini terletak pada struktur permenungan yang sederhana, sistematis, dan mudah diikuti. Setiap sesi disusun melalui lima tahapan utama, yakni penentuan tema, pembacaan teks Kitab Suci, pemaparan narasi singkat teks, eksegese teologis, dan aktualisasi dalam kehidupan imamat.
Melalui tahapan tersebut, teks Kitab Suci tidak hanya dipahami sebagai kisah iman pada masa lampau, tetapi juga ditempatkan dalam hubungan langsung dengan pengalaman konkret para imam dewasa ini.
Khusus dalam bagian aktualisasi, Romo Sipri Senda menguraikan keteladanan para tokoh Kitab Suci dan relevansinya dengan kehidupan para imam. Uraian tersebut sekaligus membuka ruang refleksi terhadap berbagai tantangan dalam pelayanan pastoral, baik yang bersumber dari dinamika internal pribadi imam maupun yang muncul dari situasi eksternal kehidupan umat dan masyarakat.
Tantangan-tantangan yang diuraikan dalam setiap sesi, menjadi bagian dari bahan permenungan untuk membantu para imam menilai kembali kualitas kehidupan rohani, kesetiaan terhadap panggilan, serta tanggung jawab pastoral yang dipercayakan kepada mereka.
Pendekatan yang dipakai Pembimbing, mengarahkan para peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman intelektual terhadap teks Kitab Suci. Sebaliknya, setiap permenungan diarahkan pada proses internalisasi nilai-nilai Injil yang diharapkan mendorong transformasi personal sekaligus pembaruan dalam kehidupan sosial dan pelayanan pastoral.
Dengan demikian, retret menjadi ruang untuk mempertemukan kedalaman refleksi biblis-teologis dengan pengalaman nyata kehidupan imamat.
Meskipun baru berlangsung selama tiga hari, rangkaian permenungan yang telah dilaksanakan memberikan bahan refleksi yang kaya bagi para peserta. Kesempatan ini menjadi momentum untuk meninjau kembali relasi pribadi dengan Kristus, menghayati makna panggilan imamat, serta memperbarui semangat pelayanan di tengah berbagai tuntutan kehidupan pastoral.
Retret tahunan gelombang V ini masih akan berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026). Melalui seluruh rangkaian ini, para imam diharapkan semakin bertumbuh sebagai pribadi yang berakar pada Sabda Allah, menghidupi spiritualitas ekaristis, dan menghadirkan nilai-nilai Injil dalam pelayanan kepada umat.
Oleh Yudel Neno
